p-Index From 2021 - 2026
8.457
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Imajinasi Pixel : Jurnal Ilmiah Komputer Grafis Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain DeKaVe Tanra : Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Arty: Jurnal Seni Rupa Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat KOMPUTIKA - Jurnal Sistem Komputer Demandia : Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain, dan Periklanan Jurnal Desain Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual DESKOVI : Art and Design Journal Jurnal Nawala Visual Jurnal MEBIS (Manajemen dan Bisnis) JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual Nusantara Science and Technology Proceedings Jurnal Strategi Desain dan Inovasi Sosial Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya CITIZEN: Jurnal Ilmiah Mulitidisiplin Indonesia Jurnal Sains Informatika Terapan (JSIT) Suluh: Jurnal Seni Desain Budaya Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media (JURRSENDEM) Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Innovative: Journal Of Social Science Research Seniman: Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat Student Research Journal Aspirasi : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Cendikia Pendidikan VISA: Journal of Vision and Ideas ABDIKOM Jeskovsia (Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia) J-CEKI Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA PENGENALAN REMPAH-REMPAH INDONESIA PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN MELALUI BOARD GAME EDUKATIF Prasti Diva Fadhlika; Widyasari .; Diana Aqidatun Nisa
Jurnal Nawala Visual Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Navala Visual Oktober 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/nawalavisual.v5i2.606

Abstract

Banyak sekali jenis rempah-rempah yang dimiliki Indonesia, seperti kunyit, pala, jahe, dan lainnya. Banyaknya rempah-rempah yang ada di Indonesia membuat masyarakat sulit untuk mengenali atau memulai memakainya. Apalagi di zaman modern saat ini semua serba instan yang membuat generasi muda tidak mengenali rempah-rempah Indonesia. Sebagai upaya pelestarian kekayaan Indonesia, perlu dikenalkan kepada masyarakat Indonesia sejak sekolah dasar yaitu usia 7-10 tahun. Media yang dekat dengan anak yakni board game. Pengenalan bentuk dan manfaat rempah-rempah Indonesia yang disampaikan melalui board game diharapkan dapat memberikan edukasi wawasan tentang salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu dengan mengumpulkan data primer melalui wawancara dan data sekunder melalui studi literatur. Konsep yang disusun merupakan hasil analisis fishbone dan analisis 5W+1H yakni berupa solusi kreatif board game dan keyword “Exciting Knowledge of Spices” diterapkan pada desain dalam komponen board game. Board game pengenalan rempah-rempah Indonesia dengan judul Rempahku dirancang dengan visual yang menarik dan alur permainan yang menyenangkan dalam bentuk pertanyaan seputar bentuk dan manfaat rempah-rempah yang ada di Indonesia.
PERANCANGAN MERCHANDISE UNTUK MENINGKATKAN LOYALITAS PELANGGAN DAN MEDIA PENDUKUNG THRIFT SECOND Abyan Dhia Pratama; Diana Aqidatun Nisa
Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 2 No. 3 (2023): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v2i3.922

Abstract

Di era dimana membuat bisnis pribadi sangatlah mudah, terkadang bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah hanya fokus terhadap apa yang harus mereka jual dan apa yang akan mereka dapatkan sebagai imbalannya. Namun mereka lupa terhadap banyak aspek penting lain, salah satunya adalah loyalitas pembeli lama atau pelanggan. Banyak cara untuk dapat menjaga loyalitas pelanggan, salah satunya adalah dengan pemberian merchandise disetiap pembelian yang dilakukan pelanggan. Hal ini merupakan bentuk rasa terima kasih, kepedulian, dan keseriusan kita sebagai pemilik bisnis kepada pelanggan. Maka dari itu dalam jurnal ini, penulis ingin merancang merchandise berupa gantungan kunci eksklusif untuk divisi penggalangan dana dalam Yayasan Rumah Generasi Pemenang dengan nama Thrift Second. Perancangan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode perancangan, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan yang komunikatif dari segi verbal. Hasil dari perancangan ini walaupun banyak kendala yang dihadapi penulis, namun hasil akhir yang didapatkan dapat memuaskan dan berfungsi seperti yang diharapkan.
KOLABORASI MAHASISWA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (DKV) DENGAN YAYASAN RUMAH GENERASI PEMENANG DI ERA DIGITAL: ANIMASI ILUSTRASI UNTUK MENYEBARLUASKAN PROGRAM SEDEKAH MELALUI SOSIAL MEDIA YAYASAN GENERASI PEMENANG DALAM PROGRAM MAGANG MBKM PKKM DI UPN "VETERA Novia Kurniasari; Diana Aqidatun Nisa
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 7 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v1i7.904

Abstract

Penelitian ini mengkaji kolaborasi antara mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Yayasan Rumah Generasi Pemenang dalam upaya mendukung inisiatif sosial melalui program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) di Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur. Yayasan ini, sebagai organisasi nirlaba, telah memainkan peran krusial dalam pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan berbagai masalah sosial. Berkomunikasi memiliki berbagai macam cara dan bentuk, salah satunya adalah berkomunikasi secara visual. Komunikasi visual merupakan bentuk awal ekspresi manusia akan kebutuhan berinteraksi dan merupakan cikal bakal dari seni rupa. Ilustrasi adalah salah satu disiplin ilmu yang keberadaanya telah lama. Perkembangan ilustrasi tidak lepas dari perkembangan dalam sejarah kehidupan manusia. Dunia sosial budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadi tempat berkembangnya dunia ilustrasi. Artikel mengupas keberadaan ilustrasi, memetakan fungsi dan peranannya memberikan pengetahuan yang lebih mendalam dalam memanfaatkan karakter pencitraan.
Perancangan Komik Strip Digital Islami Sebagai Media Edukasi Dalam Pendidikan Adab Pada Remaja Arrafie Smart Satya Nugraha; Diana Aqidatun Nisa
Student Research Journal Vol. 1 No. 6 (2023): Desember : Student Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/srjyappi.v1i6.832

Abstract

This journal discusses the design of Islamic digital comic strips as educational media in adab education for teenagers. The significant development of technology has changed the way humans receive information. This research aims to design a digital comic strip that is innovative and effective in conveying Islamic manners values to teenagers. Using the research method of relevant literature studies and observations of appropriate comic strip content, the process and results of designing digital comic strips will meet the standards of the times and successfully achieve the objectives of designing comic strips as educational media in ettiquete education for adolescents. The results of this study can provide theoretical insights into the design of comic strips that are effective and in accordance with the times.
Designing “Breast Self Examination” Application For Detecting Breast Cancer As Effort For Women Ages 15-20 Years Diana Aqidatun Nisa
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lekesan.v3i2.1144

Abstract

Breast cancer is the second dangerous disease for women after cervical cancer in the world. In 2012, it became the most disease suffered by women in Indonesia. Ministry of health records in 2013 that the patient of breast cancer is increasing for women from the age group between 15-20 years old. Health institutions have been doing education campaigns about preventive action against this disease to young women. However, the feeling of embarrassment, fear, and overconfidence of being healthy would have prevented them from reviewing their breast condition checked by medical doctors or specialists. Their lack of awareness about the disease’s danger has made them checked regularly, neither review their breast to the doctor nor do a self-examination. The education about breast cancer is vital to gain awareness of young women. It should be delivered by the media that close to them, for instance, using smartphone technology. Breast cancer information via smartphone can summarize much information; besides, it is easy to access privately anywhere, anytime. It can be delivered in an instructive, brief, yet still interactive and easy to learn without being boring. The smartphone application called “SAATNYA SADARI” design is based on qualitative research. The method is carried out by studying the literature, questionnairing among young women between 15-20 years old, interviewing the specialist, and surveying the Hospital and Indonesian Cancer Foundation. BSE is focused on the early detection of breast cancer and self-examination education so that the women can do it as a routine.
Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Perempuan Nelayan Desa Pabean Kecamatan Dringu Dengan Pelatihan Handicraft Diana Aqidatun Nisa; Heidy Arviani; Rima Karmelia Fernanda; Ardhelia Damayanti Wirawan
Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Kegiatan Positif : Jurnal Hasil Karya Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/kegiatanpositif.v1i4.471

Abstract

The economy in Indonesia has developed after being hit by the Covid-19 pandemic. All levels of society participate in improving the economy, including coastal communities. To improve their economy, fishing families work by fishing at sea and this activity is dominated by men. During the sailing period, an area will be dominated by wives and children. The wives will have two roles while their husbands are away sailing, as housewives and as the financial drivers of the family. This condition requires fisherwomen to play a role as drivers of the family economy. One way that can be done is by empowering fisherwomen. The community service team of the Veteran National Development University of East Java empowered fisherwomen in Pabean Village, Dringu District, Probolinggo Regency by conducting training in making handicrafts with copper wire into brooches with high selling value together with the owner of 'Tenocraft'. The method used in this training is the andragogy learning system. Participants were enthusiastic and able to follow the guidance of the speakers.
MAKNA DAN PERUBAHAN RUPA BONEKA WAYANG SEMAR PADA WAYANG JEKDONG JAWA TIMUR Alfian Candra Ayuswantana; Lutfi Tri Atmaji; Diana Aqidatun Nisa; Pungky Febi Arifianto
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i1.16334

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara besar dengan beragam suku dan kebudayaan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Berbeda daerah dan suku maka berbeda pula kebudayaan yang ada termasuk artefak budaya yang ada di masyarakat Indonesia. Sebuah artefak budaya senantiasa mencerminkan nilai-nilai Masyarakat pembuatnya. Hal ini tidak terkecuali dalam kesenian wayang Jekdong sebagai hasil karya Masyarakat budaya Arek, Masyarakat budaya Arek sebagai sub-budaya provinsi Jawa Timur memiliki kekhasan  budaya dan salah satu produk dari budaya arek adalah wayang Jekdong dimana boneka wayang Jekdong Semar menjadi cermnan akan nilai-nilai budaya Arek. Penelitian ini melibatkan penelusuran boneka wayang Semar dalam tiga spesimen yang berbeda dari tiga tahun pembuatan. Hal tersebut dalam rangka mengulik nilai cerminan masyarakat budaya Arek yang dipertahankan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi spesimen wayang Jekdong tiga periode produksi yang berbeda dengan menggunakan gaya wayang Jekdong Porongan koleksi Ki Wardono dan salah satu sumber yang tidak dapat disebutkan. Perbedaan-perbedaan yang tampak pada boneka wayang Semar dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang melatar belakangi. Faktor tersebut antara lain adalah faktor karakteristik budaya Arek yang cenderung lugas dan faktor pengaruh nilai-nilai islam. Indonesia is a large country with diverse ethnicities and cultures spread from Sabang to Merauke. Different regions and ethnicities have different cultures, including cultural artifacts in Indonesian society. A cultural artifact always reflects the values of the community that creates it. This is no exception in the art of Jekdong puppetry, a product of the cultural community of Arek. Arek, as a subculture of East Java province, has its own cultural distinctiveness, and one of the products of Arek culture is the Jekdong puppet, where the Jekdong Semar puppet serves as an embodiment of Arek cultural values. This research involves the examination of the Semar puppet in three different specimens from three different production years. This is done to explore the values reflecting the Arek cultural community that are preserved. The research method used is the observation of Jekdong puppet specimens from three different production periods, using the Jekdong Porongan puppet style collection of Ki Wardono and another source that cannot be mentioned. The differences observed in the Semar puppet are influenced by several main underlying factors. These factors include the characteristics of Arek culture, which tend to be straightforward, and the influence of Islamic values  
PENINGKATAN KEMAMPUAN MASYARAKAT TENTANG PENGGUNAAN CANTING ELEKTRIK DAN BATIK CAP SERTA BRANDING BATIK Aryo Wibisono; Anik Anekawati; Rillia Aisyah Haris; Zainal Abidin Achmad; Muchlisiniyati Safeyah; Jojok Dwirido Tjahjono; Diana Aqidatun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20464

Abstract

Abstrak: Batik merupakan warisan dunia yang harus kita lestarikan, sehingga untuk melestarikannya kita harus menjaga dan mempertahankannya. Di Desa Gingging terdapat pengerajin batik Bernama batik tulis pajjher, mereka memiliki permasalahan dalam produksi, terutama jika ada permintaan dalam jumlah besar dan dalam pemasarannya masih yang dari mulut ke mulut sehingga penjualannya kurang maksimal. Serta di Desa Gingging ini terdapat kelompok karang taruna dimana mereka membutuhkan bantuan dalam mengembangkan keterampilan anggotanya. Oleh karena tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk melakukan pelatihan membatik dengan menggunakan canting elektrik dan batik cap, serta pembuatan branding bagi rumah batik tulis pajjher. Dan melibatkan sekitar 60 peserta pelatihan, dimana sebelum melakukan pelatihan setiap peserta diberikan kuisioner untuk melihat seberapa paham mereka tentang batik, dan setelah proses pelatihan mereka juga akan diberikan kuisioner untuk mengisi kembali yang sama dengan sebelum mereka mengikuti pelatihan. Hasil dari pengisian kuisioner sebelum melakukan pelatihan rata–rata hanya 20% dari 60 peserta yang memahami tentang penggunaan canting dan batik cap tersebut. Dan setelah diberikan pelatihan selama 5 hari dan diberikan kuisioner kembali maka didapatkan adanya peningkatan dari 20% awalnya menjadi 89% yang memahami penggunaan canting elektrik dan batik cap tersebut. Dan juga untuk batik tulis pajjher yang sebelumnya mempunyai masalah dalam bidang produksinya, sekarang dengan adanya canting elektrik dan batik cap maka akan dengan mudah untuk mempercepat proses produksi kain batiknya, dan juga mereka sekarang memiliki alat promosi berupa video yang dapat membranding kegiatan usahanya setiap ada event tertentu.Abstract: Batik is a world heritage that we must preserve, so to preserve it we must protect and maintain it. In Gingging Village there is a batik craftsman called Pajher written batik, they have problems in production because they still use traditional canting and marketing is still done by word of mouth so sales are not optimal. And in Gingging Village there is a youth group where they need help in developing the skills of their members. Because the aim of carrying out this activity is to conduct batik training using electric canting and stamped batik, as well as creating branding for the Pajher hand-written batik house. And it involves around 60 training participants, where before carrying out the training each participant is given a questionnaire to see how much they understand about batik, and after the training process they will also be given a questionnaire to fill in again, the same as before they took part in the training. The results of filling out the questionnaire before carrying out the training were only 25% of the 60 participants who understood the use of canting and stamped batik. And after being given training for 5 days and given another questionnaire, it was found that there was an increase from the initial 25% to 92% who understood the use of electric canting and stamped batik. And also for Pajher written batik which previously did not have electric canting and stamped batik, with this training they can use these tools to speed up the production of their batik cloth, and they also now have promotional tools in the form of videos that can compare their business activities every time there is a certain event.
PEMBUATAN IDENTITAS VISUAL WISATA AGRO LEMBAH KECUBUNG DESA PENANGGUNGAN TRAWAS MOJOKERTO: CREATING A VISUAL IDENTITY FOR THE WISATA AGRO LEMBAH KECUBUNG PENANGGUNGAN TRAWAS MOJOKERTO Daffana Syahrul Ahsani; Diana Aqidatun Nisa
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v2i6.173

Abstract

Penanggungan Village is an area that has quite good potential in the tourism sector due to geographical location that in the highlands and has beautiful scenery view. Penanggungan village is famous as Brenjonk organic village and Wisata Agro Lembah Kecubung as a tourism icon.Wisata Agro Lembah Kecubung is just been formed and does not have strong branding so it has unable to attract lots of tourists, as a tourist village it is very important to have  a branding so that could attracts more tourists, for this reason a visual identity is needed as a design guide to make brand identity so that it attracts more tourists to visit, The visual identity designed is in a form of Brand Guide which includes logo design, supergraphics, mascots and merchandise.
Perancangan Desain Karakter untuk Buku Ilustrasi Mengenai Orang-orang Toxic Nadya Putri Rahmadina; Diana Aqidatun Nisa; Aris Sutejo
Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jikdiskomvis.v8i2.1057

Abstract

This journal explores toxic characters that we usually encounter in friendships. Humans are social creatures who always interact with the people around them. In social relationships, we sometimes meet individuals who often harm and disturb us emotionally, which can make our mental health bad. Therefore, there is a need for educational media that discusses toxic friendships so that young people can recognize and understand toxic characters that need to be avoided. The author discusses the process of creating character designs that center on toxic characters which will be published in an illustrated book about toxic people in the hope that the character designs can provide insight into toxic friendships and how to deal with them. The characters designed explore various toxic traits that exist in fictional characters to bring these characters to life clearly. This design not only functions as a creative medium but also offers deeper education about someone's toxic behavior.
Co-Authors Abdul Kholiq Abyan Dhia Pratama Aden Wildan Baihaqi Aditya Rahman Yani Aileena Solicitor C.R.E.C Aileena Solicitor Costa Rica El Chidtian Airlangga, Eka Mas Tommy Ajeng Ananda Putri Akbar, Adam Faisal Alfian Candra Ayuswantana Alifia Rosida Alit, Ronggo Amalia Anjani Arifiyanti anggreini, riski ayu Anik Anekawati Ardhelia Damayanti Wirawan Aris Sutejo Arrafie Smart Satya Nugraha Aryo Wibisono Aswin Krisdianto Asyhari, Hamam Azkia Avenzoar Badzlin Syarafina Bayu Setiawan Bayu Wibisono, Aryo Berlianto, Muhammad Firdaus Bisyri Musthofa Caezario Budi Kurniawan Calvin Pandapotan Limbong Chidtian, Aileena Solicitor Costa Rica El Daffana Syahrul Ahsani Daniar, Aninditya Dominikus Aditya Fitriyanto Dwi Vernanda Fahira Devi Rahmaudina Fairuz Mutia Faisal Ilham Perdana Faiz Zachary Adiyatma Putra Faizah, Alfin Nur Farah Susmita Fauziah, Lailatul Jannah Febi Arifianto, Pungky Heidy Arviani Hidayat, Wavi I Desak Made Aprilia Anggraeni Pradanti Jojok Dwirido Tjahjono Kanaya Bintang Aulia S Karmelia Fernanda, Rima Khomsah, Siti Farikhatul Lutfi Tri Atmaji Lutfi Tri Atmaji Mahanani, Anajeng Esri Edhi Masnuna, Masnuna Maulana, Hendra Mohammad Anfas Salikul Fuqoha Muchlisiniyati Safeyah Muhammad Mashuda Muhammad Rizky Aryanto Nadya Putri Rahmadina Natasyia Sisca Eka Pratiwi Nathaniela Sabitah Haq Nindy Irzavika Niqotaini, Zatin Novia Kurniasari Novia Kurniasari Octaviasari Pattynama, Dessy Retha Ollyvia Pharamaraditya, Ghifarry Rachmadhan Prasti Diva Fadhlika Pratama Wirya Atmaja Pratama, Abyan Dhia Pratiwi, Adelya Dwi Pungky Febi Arifianto Puri Dewanggi, Amisha Nindi Puspita, Shinta Rahma Putri, Mira Dyah Putri, Werdany Ayudya Rafi Alifian Putra Ramadhan Restu Ismoyo Aji Rillia Aisyah Haris Rima Karmelia Fernanda Riza Septriani Dewi Romadhona, Mahimma Romilanio Markiseldy Pratama Safira, Naila Safrina Salsabila Salma, Dwi Desiva Setia Samudera, Elang Savira Nanda Budiafosma Setiawan, Teofilus Kharisma Bagus Shelvy Awailul Ramadhani Shinta Rahma Puspita SRI WULANDARI Sri Wulandari Sugiarto Wirya Sugiarto Sutejo, Aris Sutejo, Aris Trianna, Nurul Widji Umar Syahroni Wiati Gusti, Kharisma Widyasari . Widyasari Widyasari Widyasari Widyasari Widyasari Widyasari, Widyasari Wulandari, Sri Yuningsih, Agustina Putri Zahrotul Chumairo Zainal Abidin Achmad Zaman, Mochamad Farel Ramadhana Zelvia Dian Anggreini