Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Triton

Pemetaan Pengaliran Presipitasi Daerah Aliran Sungai Cisadane di Kabupaten Bogor Berdasarkan Topografi Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Gina Muthia Pasya; Intan Kusuma Wardani; Soesilo Wibowo; Mulyanto Darmawan
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1367

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama dalam budidaya pertanian, sehingga diperlukan perencanaan dan pengelolaan yang optimal. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah pemetaan arah aliran sungai sebagai dasar perancangan jaringan irigasi. Penelitian dilaksanakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane melingkupi Sub DAS Cianten, Cisadane Hulu, dan Cisadane Tengah yang terletak di Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian adalah memetakan kondisi topografi, kontur curah hujan, penggunaan lahan, dan analisis arah aliran sungai. Data sekunder penelitian meliputi data topografi, curah hujan, dan penggunaan lahan yang masing-masing berasal dari Digital Elevation Model (DEM), Shuttle Radar Topography Mission (SRTM), BMKG, dan ESRI. DAS Cisadane membentang dari pegunungan di bagian Selatan ke arah Utara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemiringan lereng didominasi oleh kemiringan lereng 8-15%, seluas 31,695 ha dengan persentase 29,37%. Curah hujan tahunan sebesar 2.500-3.000 mm/tahun yang termasuk klasifikasi sedang dengan persentase 85,38%. Berdasarkan penggunaan lahan, pada bagian utara dan timur yaitu Kecamatan Gunung Sindur, Parung, Tajurhalang, dan Kemang didominasi oleh daerah pembangunan dan perkebunan, sedangkan bagian selatan dan barat yaitu Kecamatan Pamijahan, Nanggung, Suka Jaya, dan Leuwisadeng didominasi hutan dengan persentase 48,41%. Hasil analisis arah aliran air menunjukkan bahwa air mengalir dari selatan ke utara. Oleh karena itu, dapat ditentukan arah aliran DAS Cisadane sebagai dasar pendugaan awal lokasi embung dan rancangan jaringan irigasi.
Pemetaan Pengaliran Presipitasi Daerah Aliran Sungai Cisadane di Kabupaten Bogor Berdasarkan Topografi Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Gina Muthia Pasya; Intan Kusuma Wardani; Soesilo Wibowo; Mulyanto Darmawan
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1367

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama dalam budidaya pertanian, sehingga diperlukan perencanaan dan pengelolaan yang optimal. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah pemetaan arah aliran sungai sebagai dasar perancangan jaringan irigasi. Penelitian dilaksanakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane melingkupi Sub DAS Cianten, Cisadane Hulu, dan Cisadane Tengah yang terletak di Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian adalah memetakan kondisi topografi, kontur curah hujan, penggunaan lahan, dan analisis arah aliran sungai. Data sekunder penelitian meliputi data topografi, curah hujan, dan penggunaan lahan yang masing-masing berasal dari Digital Elevation Model (DEM), Shuttle Radar Topography Mission (SRTM), BMKG, dan ESRI. DAS Cisadane membentang dari pegunungan di bagian Selatan ke arah Utara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemiringan lereng didominasi oleh kemiringan lereng 8-15%, seluas 31,695 ha dengan persentase 29,37%. Curah hujan tahunan sebesar 2.500-3.000 mm/tahun yang termasuk klasifikasi sedang dengan persentase 85,38%. Berdasarkan penggunaan lahan, pada bagian utara dan timur yaitu Kecamatan Gunung Sindur, Parung, Tajurhalang, dan Kemang didominasi oleh daerah pembangunan dan perkebunan, sedangkan bagian selatan dan barat yaitu Kecamatan Pamijahan, Nanggung, Suka Jaya, dan Leuwisadeng didominasi hutan dengan persentase 48,41%. Hasil analisis arah aliran air menunjukkan bahwa air mengalir dari selatan ke utara. Oleh karena itu, dapat ditentukan arah aliran DAS Cisadane sebagai dasar pendugaan awal lokasi embung dan rancangan jaringan irigasi.
Co-Authors Adyani, Made Ninta Ahmad Rasyid Ridho Ainiya, Aliva Al-Idrus, Agil Andrea, Nabila Anjar Hermadi Saputro Annisa Nur Ichniarsyah Astuti Astuti Bayani, Faizul Budi Priyonggo Colti Sistiarani Della Destin Wathonilla Dewangga, Dualim Atma Dina Putri Agustina Dwi Qomara, Dwi Dzafitri, Rizka Dzaki Arrafif Erna Fitriatun Faridah, Adinda Fitri Nur Fatiha, Asma Ferniawan, Ferniawan Fil’aini, Raizummi Fransisca, Ni Putu Vina Gina Muthia Pasya Gummah, Syifaul Hammami, Akmal Hermansyah Hindyana, Daffa Aqilla Irawan, M. Ary Issy Yuliasri Kamilaini, Diva Arisanti Keisya Aurora Natasha Chairunisa Khasanah, Zahrotun Kiki Yuli Handayani Kokom Supriyatnak Larasati, Zita Adinda Liskaningsih, Aryati liswijaya, liswijaya Lovy Herayanti Lulu Zaqia Maharani, Ayu Puspita Mariska, Soraya Maulidin Maulidin Maulidin, Maulidin Meti Fatimah Mufidah, Zunanik Mulyanto Darmawan Nabila Ahlika Ulya Nabila, Novrilia Atika Nadia Nur Syakilla Nafisah, Lu’lu Natasya Armelia Putri Ningsi, Fitria Ningsih, Wahyuningsih Nur Ayu Setyariza NUR LAILIYAH Pramudja, Siska Damayanti Putri, Suci Ananda Rachman, Irna Ningsi Amalia Rachman, Nandito Nur Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayyu, Annisa Maulidia Ramdhani, Adean Naufal Refsya Azanti Putri Rusharyono, Febri Sasmita Safitri , Regif Desty Salsabila Fauziah Sardjono Sardjono Sifana, Afiqa Najla Simanullang, Gayatri Siregar, Maya Soesilo Wibowo Sri Erna Widayati Sujarwoko Sujarwoko, Sujarwoko Suminar, Tiassari Janjang Swati, Ni Nengah Sri Syarif, Devyanthi Syarifoeddin, Elya Wibawa Tantri Liris Nareswari Telaumbanua, Marelli Tiassari Janjang Suminar Tsamarah, Dinda Taqiyyah Vega, Amelia Winda Rahmawati Winni Nur Auli Yekti Handayani Zada Agna Talitha