Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pentingnya Kesehatan Mantal Bagi Guru di Masa Pandemi Fitriyanti Sulaiman; Muhammad Junaedi Mahyuddin; M Yunus Sudirman; Irmayanti Pratiwi; Masnawati Masse
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 4 No 1 (2022): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Covid-19 pandemic has forced many people from all age groups in various countries to adapt to new norms/habits that can interfere with individual mental health. The impact of Covid-19 that hit Indonesia made teachers and students feel anxious, many people lost their jobs due to the declining economy, and had to be confined to their rooms during the lockdown, all of which were threatened with a decline in mental health. This community service project aims to educate the general public, especially teachers, about the importance of maintaining mental health, both during and after the epidemic (next life). Through mental health seminars, the success of the program is evaluated using a survey methodology and a mental health questionnaire. It can be concluded that the teacher's ability to overcome mental health problems is influenced by the availability of information and knowledge about mental health.
Application of Role Playing Techniques to Increase Students’ Learning Motivation in the New Normal Period Muhammad Junaedi Mahyuddin; Fitriyanti Sulaiman; M Yunus Sudirman; Riska Riska; Yanti Yanti
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3451

Abstract

The title of this study is "Application of Role Playing Techniques to Increase Students' Learning Motivation in Class V SDN 89 Uru in the New Normal Period." The pupils in this research were all in fifth grade at SDN 89 Uru. When provided to pupils, little learning motivation is shown, and just a few repetitions are appropriate to complete the job. The goal of this research was to see if using role-playing strategies may help pupils become more motivated to learn. A pre-experimental approach was used to perform this study. In this study, descriptive and inferential statistics were used to analyze the data. This is a class V research project involving 19 pupils. To make observations and distribute surveys, and subsequently draw conclusions, data gathering techniques were utilized. Learning motivation in class V SDN 89 Uru is in the high group, according to the research findings, with an average score of 84.65, a standard deviation of 7.03, and an ideal score of 200. The use of role playing tactics is now more common than it was previously.
Efektifitas Layanan Informasi Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas VII MTs. Muhammadiyah Kalosi Husnul Khatimah; Muhammad Junaedi Mahyuddin; Handayani Sura
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Vol 4 No 2 (2022): EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edupsycouns.v4i2.4792

Abstract

Abstract: This research is motivated by the lack of motivation to learn in class VII students, especially class VII A in MTs. Muhammadiyah kalosi. The reduced motivation to study for class VII A at MTs.Muhammadiyah kalosi is caused by the large number of students in class VII A who cannot manage their study schedule at home, more students do assignments or homework at school and students are often not punctual in collecting assignments. The purpose of this study was to determine an increase in learning motivation in class VII students. MTs.Muhammadiyah kalosi before and after being given information services or treatment by researchers. In this study, quantitative methods were used and the data collection method used in this study was a questionnaire (questionnaire) technique with 23 students in class VII A as respondents at MTs Muhammadiyah Kalosi. The results obtained from this study are tcount = -6.474 and t table= 4.33. The results before information services were provided to students were as follows: 9 students or 39% were in the high category, 11 students or 48% in the medium category, 1 or 4% of students in the low category and 2 or 9% in the very low category. As for the increase in learning motivation in class VII A students, it can be seen through the T test that has been carried out and obtained as follows tcount tcount > table (-6,474 > 4.33) or can be known through the results of Sig 000 > 0.05 so that it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya motivasi belajar pada peserta didik kelas VII A di MTs Muhammadiyah kalosi. Berkurangnya motivasi belajar kelas VII A di MTs Muhammadiyah kalosi disebabkan karna bayaknya peserta didik kelas VII A tidak dapat mengatur jadwal belajar dirumah, lebih banyak peserta didik yang mengerjakan tugas atau PR disekolah dan peserta didik juga sering tidak tepat waktu dalam mengumpulkan tugas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan motivasi belajar pada peserta didik kelas VII A MTs Muhammadiyah kalosi sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi atau perlakuan oleh peneliti. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kusioner (angket) dengan responden 23 peserta didik kelas VII A di MTs Muhammadiyah kalosi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah thitung= -6,474 dan t table= 4,33. Adapun hasil sebelum layanan informasi diberikan kepada peserta didik sebagai berikut: 9 peserta didik atau 39% berada pada kategori tinggi, 11peserta didik atau 48% pada kategori sedang, 1 atau 4% peserta didik pada kategori rendah dan 2 atau 9% pada kategori sangat rendah. Adapun juga peningkatan motivasi belajar pada peserta didik kelas VII A dapat diketahui melalui uji T yang sudah dilakukan dan di peroleh sebagai berikut t hitung > ttable (-6,474 > 4,33) atau dapat diketahui melalui hasil Sig 000 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterimah.
Pelaksanaan Bimbingan Konseling Kelompok dengan Teknik Solution Focused Brief Counseling (SFBC) pada Siswa di Pesantren Darul Falah Enrekang Handayani Sura; Muhammad Junaedi Mahyuddin; Nur Aina; Yanti Yanti; Jasmita Jasmita; Kadaria Kadaria; Aswin Aswin; Elihami Elihami
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 4 No 2 (2022): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan berupa edukasi kepada siswa melalui Pelaksanaan Bimbingan Konseling Kelompok Dengan Teknik Solution Focused Brief Counseling (SFBC) Pada Siswa di Pesantren Darul fala Enrekang. Khalayak sasaran dalam kegiatan abdi masyarakat ini adalah siswa yang mengalami problematika perilakuan menyimpang seperti bullying yang masih dilakukan oleh sesama santri didalam kelas maupun dalam berkehidupan di asrama. Ketersediaan tenaga ahli dari rekan-rekan dosen Universitas Muhammadiyah Enrekang, dan juga guru-guru yang ada di Pondok Pesantren darul fala Enrekang, sehingga terlaksana kegiatan tersebut dengan baik. Manfaat yang didapatkan dari pengabdian masyarakat ini adalah adanya perubahan perilaku membully yang terjadi pada peserta didik di Darul Falah setelah diberikan tindakan menggunakan konseling kelompok dengan menggunakan pendekatan SFBC kemudian dapat mengedukasi siswa dan juga dapat mengurang perilaku membully dari sebelum diberi perlakuan masih sering terjadi perilaku tersebut dan setelah diberi perilaku perilaku tersebut sudah mulai berkurang.
Layanan Bimbingan Konseling Islam Untuk Merubah Perilaku Agresif Siswa di SMP 3 Alla Enrekang Handayani Sura; Muhammad Junaedi Mahyuddin; M Yunus Sudirman; Cut Atira Baguna; Murni Murni
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Vol 4 No 2 (2022): EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edupsycouns.v4i2.5370

Abstract

Abstract: Aggressiveness that is owned by some students, mostly comes from problems that occur in the family, so that students tend not to be able to accept and manage problems let alone solve them. There was a report from the counseling guidance teacher at Alla 3 Middle School that there were some students who behaved aggressively, which prompted the researcher to change this behavior. This problem must be resolved and find out the main cause, by testing the effectiveness of Islamic guidance and counseling services by conducting guidance and counseling action research. The Islamic counseling approach in question is an individual counseling process whose essence is directing clients to understand, accept, internalize, and actualize Islamic religious values ​​in their lives so that the heart and soul strength emerges to return to their nature. The research subjects were 35 students in class VIII at SMP 3 Alla Enrekang. The method used in this research is guidance and counseling action research with cyclical procedures through the stages of planning, action, observation, and reflection. The results showed that: (1) Islamic Guidance and Counseling services in guidance and counseling services are able to improve aggressive behavior of female students and (2) through Islamic Guidance and Counseling Services students have the ability to face, manage, and solve every problem they face. Abstrak: Agresif yang dimiliki oleh sebagian siswa, sebagian besar berasal dari permasalahan yang terjadi di dalam keluarga, sehingga siswa cenderung tidak dapat menerima dan mengelola masalah apalagi menyelesaikannya. Adanya laporan dari guru bimbingan konseling di SMP 3 Alla bahwa ada beberapa siswa yang berperilaku agresif, sehingga membuat peneliti ini mengubah perilaku tersebut. Masalah tersebut harus di tuntaskan dan di cari tahu penyebab utamanya, dengan cara menguji efektifitas layanan bimbingan konseling islami dengan cara melakukan penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Pendekatan konseling Islami yang dimaksud adalah suatu proses konseling individual yang esensinya mengarahkan klien agar memahami, menerima, menginternalisasi, serta mengaktualisasikan nilai-nilai agama Islam dalam kehidupannya sehingga muncul kekuatan hati dan jiwa untuk kembali kepada fitrahnya. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 35 siswa di SMP 3 Alla Enrekang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling dengan prosedur siklus melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Layanan Bimbingan Konseling Islam dalam layanan bimbingan dan konseling mampu memperbaiki perilaku agresif siswi dan (2) melalui Layanan Bimbingan dan konseling Islam siswa memiliki kemampuan untuk menghadapi, mengelola, dan mengentaskan setiap masalah yang dihadapinya.
Penerapan Model Think Pair Share (TPS) Berbantuan LKPD dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Nurul Fazirah Kasim; Nadar Nadar; Irman Syarif; Saleha Saleha; Elihami Elihami; Muhammad Junaedi Mahyuddin
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan LKPD di kelas IV UPT SDN Inpres Garessi Pinrang. Deskripsi fokus pada penelitian ini berupa proses dan hasil belajar. Pelaksanaan tindakan dilakukan selama 2 siklus. Pada setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Untuk mengetahui tingkat persentase keberhasilan peserta didik, peneliti menggunakan lembar observasi lembar kerja peserta didik (LKPD) dan tes hasil belajar disetiap siklusnya. Adapun subjek pada penelitian ini yaitu guru (peneliti) dan peserta didik kelas IV UPT SDN Inpres Garessi Pinrang tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 16 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data yang diterapkan terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Berdasarkan data yang diperoleh selama pelaksanaan siklus I dan siklus II, diperoleh bahwa ketuntasan belajar peserta didik sampai akhir pertemuan sudah mencapai harapan yang diinginkan. Hasil pengolahan data peserta kelas IV, diperoleh nilai rata-rata belajar 74 untuk siklus I, dan nilai rata-rata 85 untuk siklus II. Kemudian pada siklus I sebanyak 9 peserta didik mencapai ketuntasan belajar minimal. Sedangkan pada siklus II sebanyak 13 peserta didik mencapai ketuntasan belajar minimal. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas IV UPT SDN Inpres Garessi Pinrang setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Shate mengalami peningkatan yang signifikan.
Bimbingan Karier Untuk Meningkatkan Minat Bakat Siswa di SMA Muhammadiyah Enrekang Handayani Sura’; Muhammad Junaedi Mahyuddin; Mulyadi Mulyadi; Nur Aqilah Baguna
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Vol 5 No 1 (2023): EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edupsycouns.v5i1.6586

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana program pengembangan karir SMA Muhammadiyah Enrekang dapat menunjang bakat dan minat siswa. Untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengan perkembangan siswa, siswa dapat membangun minat karir yang sesuai dengan keterampilan dan minatnya sendiri, serta mempelajari informasi yang objektif tentang gambaran umum minat karir. Metode penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan tipe one group pretest-posttest yang melibatkan satu kelompok yang diberi pretest, kemudian diberi perlakuan dan diberi posttest. Dengan membandingkan nilai sebelum dan sesudah tes, hasil perlakuan akan diperoleh. 20 orang dipilih untuk penelitian semata-mata berdasarkan kriteria, yaitu kurangnya minat pada bakat, perilaku tidak konsisten, tidak tertarik pada aktivitas atau mata pelajaran. Namun, mpemberikan layanan bimbingan karir adalah cara yang baik untuk mengatasi masalah ini dan siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan profesional akan memiliki akses langsung ke informasi dan nasihat tentang karir mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh peneliti pada nilai pretest (SD) = 98,05 (12,97, sebelum diberikan service treatment) Sedangkan setelah diberikan posttest Mean (SD) = 135,45 (13,85) Artinya bahwa setelah diolah dalam bentuk layanan bimbingan karir, karir siswa berupa semangat siswa dalam mengikuti kegiatan di sekolah juga telah konsisten dalam melaksanakan tugas dari gurunya. Abstract: The purpose of this study was to find out how the Enrekang Muhammadiyah SMA career development program can support students' talents and interests. To choose a job that is in accordance with student development, students can build career interests that match their own skills and interests, as well as learn objective information about general descriptions of career interests. The research method uses a pre-experimental design with the type of one group pretest-posttest which involves one group being given a pretest, then given a treatment and given a posttest. By comparing the values ​​before and after the test, the treatment results will be obtained. 20 people were selected for the study solely on the basis of criteria, namely lack of interest in talent, inconsistent behavior, disinterest in activities or subjects. However, providing career guidance services is a good way to address this problem and students participating in professional development activities will have direct access to information and advice about their careers. The results showed that the results obtained by the researchers at the pretest value (SD) = 98.05 (12.97, before being given service treatment) Whereas after being given a posttest Mean (SD) = 135.45 (13.85) This means that after being processed in the form of career guidance services, student careers in the form of student enthusiasm in participating in activities at school have also been consistent in carrying out the tasks of the teacher.
Penerapan Teknik Positive Reinforcement Untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta DidikDi Kelas VIII A SMP Negeri 1 Enrekang Sartika Sartika; Aisyah Suryani; Muhammad Junaedi Mahyuddin
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Vol 5 No 1 (2023): EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edupsycouns.v5i1.6587

Abstract

Abstrak: Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya minat belajar peserta didik kelas VIII A di SMP Negeri 1 Enrekang. Dalam melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah tentu tidak selamanya berjalan dengan baik dan lancar, salah satu penyebab penghambat kelancaran proses belajar ialah rendahnya minat belajar peserta didik yang akan berdampak buruk pada prestasi akademik peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat belajar peserta didik melalui penerapan teknik positive reinforcement pada peserta didik kelas VIII A di SMP Negeri 1 Enrekang. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian one group pretest-posttest dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan penelitian sebanyak 16 peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan yang dapat dilihat dari hasil pre-test angket minat belajar, dimana total skor sebesar 663 dengan rata-rata sampel 41,44 berada pada kategori minat belajar peserta didik rendah dan mengalami peningkatan pada hasil post-test angket dengan total skor 1.345 dengan rata-rata sampel 84,07 berada pada kategori minat belajar peserta didik tinggi sehingga data ini menunjukkan adanya pengaruh penerapan teknik positif reinforcement untuk meningkatkan minat belajar peserta didik kelas VIII A di SMP Negeri 1 Enrekang. Abstract: The problem in this research is the low learning interest of class VIII A students at SMP Negeri 1 Enrekang. In carrying out the teaching and learning process in schools certainly does not always run well and smoothly, one of the causes of obstacles to the smooth learning process is the low interest in learning of students which will have a negative impact on student academic achievement. The purpose of this study was to increase students' interest in learning through the application of positive reinforcement techniques to students in class VIII A at SMP Negeri 1 Enrekang. The research method used in this study was quantitative research with a one group pretest-posttest research design and sampling using a purposive sampling technique, with a total of 16 students in the study. The results of this study indicate that there is an increase that can be seen from the results of the pre-test of the interest in learning questionnaire, where a total score of 663 with an average sample of 41.44 is in the category of low student interest in learning and experiences an increase in the results of the post-test questionnaire with a total score of 1,345 with a sample average of 84.07 is in the category of high student interest in learning so that this data indicates the effect of applying positive reinforcement techniques to increase student learning interest in class VIII A at SMP Negeri 1 Enrekang.
Application of Role Playing Techniques to Increase Students’ Learning Motivation in the New Normal Period Mahyuddin, Muhammad Junaedi; Sulaiman, Fitriyanti; Sudirman, M Yunus; Riska, Riska; Yanti, Yanti
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3451

Abstract

The title of this study is "Application of Role Playing Techniques to Increase Students' Learning Motivation in Class V SDN 89 Uru in the New Normal Period." The pupils in this research were all in fifth grade at SDN 89 Uru. When provided to pupils, little learning motivation is shown, and just a few repetitions are appropriate to complete the job. The goal of this research was to see if using role-playing strategies may help pupils become more motivated to learn. A pre-experimental approach was used to perform this study. In this study, descriptive and inferential statistics were used to analyze the data. This is a class V research project involving 19 pupils. To make observations and distribute surveys, and subsequently draw conclusions, data gathering techniques were utilized. Learning motivation in class V SDN 89 Uru is in the high group, according to the research findings, with an average score of 84.65, a standard deviation of 7.03, and an ideal score of 200. The use of role playing tactics is now more common than it was previously.
Tinjauan Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi dalam Bimbingan dan Konseling Nur, Edil Wijaya; Fitri, Alfira Sandika; Mahyuddin, Muhammad Junaedi
EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling Vol 5 No 2 (2023): EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edupsycouns.v5i2.4592

Abstract

Abstract: This paper aims to understand us about guidance and counseling as a service to assist clients in solving the problems they face. The research method used is literature study by relying on literary sources from books, scientific journals, articles, to research papers presented in scientific forums. The study of the research description is poured out using content analysis as a way to interpret the data obtained. Meanwhile, the validity of the data relies on data trianggulation and peer review. The results of the study concluded that in guidance and counseling, ontology explains that the essence of guidance and counseling is help, assistance that is carried out so that others reach the level of development of their lives with the potential they have. Then epistemology comes as an approach that explains how the knowledge in guidance and counseling is acquired. In general, there are two things that are the main way for the birth of knowledge, namely rationalism and empiricism. Rationalism explains that knowledge in guidance and counseling is acquired through reason or human ratio whereas empiricism places more emphasis on sensory experience. And in the last section, there is also an understanding that axiology in guidance and counseling consists of ethics in the form of a counselor code of ethics and aesthetics in the form of competency standards for a professional counselor. Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk memahamkan kita tentang bimbingan dan konseling sebagai sebuah layanan untuk membantu klien dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengandalkan sumber-sumber literatur dari buku, jurnal ilmiah, artikel, hingga makalah hasil penelitian yang dipresentasikan di forum ilmiah. Kajian atas deskripsi penelitian dituangkan dengan menggunakan analisis isi sebagai cara untuk menginterpretasikan data yang didapatkan. Sedangkan validitas data mengandalkan trianggulasi data dan peer review. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam bimbingan dan konseling, ontologi menjelaskan bahwa hakikat bimbingan dan konseling adalah bantuan, bantuan yang dilakukan agar orang lain mencapai taraf perkembangan hidupnya dengan potensi yang ia miliki. Kemudian epistimologi hadir sebagai pendekatan yang menjelaskan tentang bagaimana pengetahuan dalam bimbingan dan konseling itu diperoleh. Secara umum ada dua hal yang menjadi jalan utama lahirnya pengetahuan yakni rasionalisme dan empirisme. Rasionalisme menjelaskan bahwa pengetahuan dalam bimbingan dan konseling diperoleh melalui akal atau rasio manusia sedangkan empirisme lebih menekankan pada pengalaman inderawi. Dan di bagian terakhir ditemukan pula pemahaman bahwa aksiologi dalam bimbingan dan konseling terdiri dari etika berupa kode etik konselor dan estetika berupa standar kompetensi seorang konselor profesional.