Articles
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA KESEHATAN TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS 'AISYIYAH SURAKARTA
Maharani, Elynda Febri;
Imamah, Ida Nur
OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 4 No. 2 (2024): OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47701/ovum.v4i2.3977
Latar Belakang: Mahasiswa tingkat akhir merupakan mahasiswa yang berada ditahap semester akhir perkuliahan dan sedang menyelesaikan tugas akhir. Selama proses penyusunan tugas akhir, mahasiswa cenderung rentan mengalami kecemasan sehingga berdampak pada kualitas tidur mahasiswa. Dampak dari kualitas tidur yang terganggu dapat menimbulkan mahasiswa terjaga dimalam hari dan merasa mengantuk disiang hari. Kebutuhan tidur yang kurang dapat menimbulkan gangguan keseimbangan fisiologis dan psikologis pada mahasiswa. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dan kualitas tidur mahasiswa kesehatan tingkat akhir Universitas ‘Aisyiyah Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel 76 responden. Instrument yang digunakan pada kecemasan yakni Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) dan pada kualitas tidur adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil: hasil peneliltian menunjukkan bahwa 74 (97,4%) responden mengalami cemas, dan 63 (82,9%) responden mengalami kualitas tidur sedang. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa p-value (0,000) < ɑ (0,05) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: ada hubungan tingkat kecemasan dan kualitas tidur mahasiswa kesehatan tingkat akhir Universitas ‘Aisyiyah Surakarta.
Attitudes and Knowledge With Covid-19 Prevention Behavior in Pabelan Village
Imamah, Ida Nur;
Husain, Fida’;
RBU, Dyah Rahmawatie
Adi Husada Nursing Journal Vol 9 No 1 (2023): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37036/ahnj.v9i1.384
Socialization and direction on Covid-19 prevention have been disseminated throughout the population. There are still many people who have not behaved to do what is directed by the government. This happens due to the low literacy ability of the community and there are still many people who do not have access to information media, so the attitudes and knowledge possessed by the community are still minimal in the outbreak of this Covid-19 outbreak. Knowledge and attitudes are very important in determining one's behavior because knowledge forms beliefs that will then become the basis for a person in taking a stand and determining behavior toward certain objects. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes toward Covid-19 prevention behavior in Pabelan Village. This research is analytical research with a cross-sectional design. The research was conducted on residents of Pabelan Kartasuro Sukoharjo Village with a total sample of 51 respondents. The sampling technique uses the simple random sample method. The Chi-Square test conducted obtained a p-value of > 0.05 (1.00) for the relationship between attitude and Covid-19 prevention behavior. The results of the analysis of the relationship of knowledge with Covid prevention behavior p>0,05. There is no relationship between attitudes and knowledge and Covid prevention behavior. Good attitudes and knowledge related to Covid are expected to be able to provide positive prevention behavior.
Penerapan Efek Senam Kaki Terhadap Sensitifitas Kaki Pada Pasien Diabetes Di Rsud Salatiga
Nina Rahayu Srimulyati;
Ida Nur Imamah;
Heri Susanto
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70570/jkmc.v2i2.699
Penyakit kencing manis (Diabetes melitus) merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) dimana kadar gula darah meningkat (hiperglikemia). Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang akan menetap seumur hidup. Semakin tinggi prevalensi Diabetes Melitus dapat menyebabkan komplikasi seperti kerusakan pembuluh darah ke otak, jantung, perifer, sel saraf, mata, ginjal, dan bahkan berujung kematian. . Tujuan; Mengetahui Perbedaan terhadap 2 responden sebelum dan sesudah dilakukan penerapan senam kaki terhadap sensitifitas kaki terhadap sensitivits kaki pasien diabetes di RSUD Salatiga Metode; Jenis penelitian ini studi kasus yang menggunakan metode diskriptif Hasil; Setelah diberikan terapi Senam kaki diabetic selama 2x sehari selama 3 hari berturut turut dapat meningkatkan sensitivitas pada kaki. Kesimpulan; Terdapat perbedaan perkembangan sebelum dan sesudah dilakukan senam kaki terhadap sensitivitas kaki
Penerapan Terapi Murottal Ar-Rahman Ayat 1-7 Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di RSUD Karanganyar
Kinasih Atmajaya;
Ida Nur Imamah;
Sutarwi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik lebih besar atau sama dengan 140 mmHg, dan peningkatan tekanan diastolik lebih besar atau sama dengan 90 mmHg. Terapi murottal dapat mengurangi tekanan darah, nyaman dan tenang dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Tujuan : Mengetahui hasil implementasi pemberian terapi murotal ar-rahman ayat 1-7 untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Karanganyar. Metode : Penerapan dilakukan dengan metode studi kasus kepada 2 responden, sesuai kriteria inklusi dan eklusi, instrumen penelitian menggunakan pengukuran tekanan darah dan SOP terapi murottal, selama 3 hari berturut-turut dalam sehari selama 15 menit pada waktu pagi dan siang hari. Hasil : Berdasarkan hasil penerapan yang sudah dilakukan, terdapat penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah di lakukan penerapan terapi murottal pada 2 responden dengan rata-rata sistolik 30 mmHg dan untuk diastolik 15 mmHg. Kesimpulan : Adanya perbedaan penurunan tekanan darah pada pasien dengan hipertensi sebelum dan sesudah penerapan terapi murottal terhadap tekanan darah pada pasien
Penerapan Inhalasi Sederhana Dengan Aromaterapi Peppermint Terhadap Masalah Keperawatan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Pada Anak Bronkopneumonia
Joni Prastio;
Ida Nur Imamah;
Rina Yulianti
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 4 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bronkopneumonia merupakan penyakit peradangan pada organ pernapasan yang mengenai salah satu atau beberapa lobus di paru-paru yang ditandai dengan bercak-bercak infiltrat yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Aromaterapi merupakan salah satu terapi non farmakologi atau komplementer untuk mengatasi bersihan jalan nafas. Aromaterapi merupakan tindakan terapautik dengan menggunakan minyak esensial yang bermanfaat untuk meningkatkan keadaan fisik dan psikologi sehingga menjadi lebih baik Tujuanpenelitian yaitu untuk mengetahui hasil implementasi penerapan inhalasi sederhana dengan aroma terapi peppermint terhadap masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada anak bronkopneumonia. Jenis penelitian ini studi kasus yang menggunakan metode deskriptif. Setelah diberikan intervensi selama 3 hari terdapat penurunan frekuenai pernafasan pada anak bronkopneumoniaKesimpulan;Hasil setelah diberikan intervensi selama 3 hari dapat ditarik kesimpulan bahwa inhalasi sederhana dapat berpengaruh terhadap penurunan frekuensi pernafasan pada anak bronkopneumonia di RSUD Kabupaten Karanganyar.
TINGKAT STRES DENGAN STRATEGI KOPING PADA SISWA FULL DAY SCHOOL
Imamah, Ida Nur;
Mulyaningsih, Mulyaningsih;
Asiska, Asiska
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jik.v11i1.1816
Purpose: To determine the relationship between stress levels and coping strategies of full day school students at Al Abidin Islamic Middle School in Surakarta. Method: Quantitative research is correlational analytic with Cross Sectional design. Sampling using the Stratified Random Sampling technique with a total sample of 79 respondents, and the research instrument using a questionnaire. Bivariate analysis using Chi Square test. Results: That the majority of full day school students have high stress levels of 60 respondents (75.9%), and use maladaptive coping strategies of 53 respondents (67.1%). The chi square test results obtained ρ value 0.068 greater than ɑ of 0.05, so there no relationship between variables. Conclusion: There is no correlation between stress level and coping strategies of full day school students at Al Abidin Islamic Middle School in Surakarta.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Penanganan Gawat Darurat Hipotermi pada Pendaki Gunung di Organisasi Primapala Ampel Kabupaten Boyolali
Tri Susilowati;
Ririn Wardani;
Ida Nur Imamah
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26699/jnk.v7i1.ART.p037-043
Latar Belakang : Pendaki gunung dan hipotermi merupakan sebuah hubungan yang sangat terkait dalam pendakian. Cuaca buruk di puncak gunung Merbabu menyebabkan 7 pendaki harus dievakuasi karena mengalami hipotermi saat mendaki. Kondisi tubuh yang terlalu lama kedinginan, khususnya dalam cuaca berangin dan hujan dapat menyebabkan mekanisme pemanasan tubuh terganggu. Pentingnya pengetahuan pada pendaki dapat menjadikan pendaki tersebut terhindar dari hipotermi, tetapi tak jarang para pendaki menganggap remeh dan tidak peduli. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku penanganan gawat darurat hipotermi pada pendaki gunung di organisasi Primapala Ampel Boyolali. Metode: Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota Primapala Ampel Boyolali yang berjumlah 30 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan Uji Kendal Tau. Hasil : Hasil analisa diperoleh tingkat pengetahuan tentang penanganan gawat darurat hipotermi dalam katgori baik sebanyak 27 responden (90%), kategori cukup sebanyak 3 responden (10%). Perilaku penanganan gawat darurat hipotermi dalam kategori baik sebanyak 28 responden (93,3%), kategori cukup 2 responden (6,7%). Nilai Signifikansi uji Kendal Tau yaitu 0,013 Diskusi: Perilaku penganganan gawat darutat Hipertermi mayoritas dalam kategori baik dan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penanganan gawat darurat hipotermi pada pendaki gunung di organisasi Primapala Ampel Boyolali. Background: Mountaineer and hypothermia have correlation in climbing. Bad weather at the top of Merbabu caused 7 mountaineers to be evacuated because of hypothermia. Body condition was too long periods of cold, especially in windy weather and rain can cause the body's warming mechanism to be disrupted. The importance of cognitive for mountaineers can make the mountaineers avoid hypothermia, but not infrequently the mountaineers underestimate and do not care. The purpose of research: Knowing the realtion of cognitive level and hypothermia emergency handling of mountaineers in Primapala ampel Boyolali organization. Method: The research used analytic reasearch with cross sectional approach. The research population is all members of Primapala ampel Boyolali organization which are consist of 30 people. The number of samples is 30 people. The sampling technique used total sampling. The research instrument used questionnaire. The data analysis used Fisher Test. Result: Cognitive level of hypothermia emergency handling is good category which are 27 respondents (90%), enough category which are 3 respondents (10%). Hypothermia emergency handling in good category is 28 respondents (93,3%) and enough category is 2 respondents (6,7%). Significance Value of Kendall’s Tau test that is 0.013 Discussion: Majority of emergency treatment behavior Hypertherm is in the good category. Discuss: There is a realtionship between the cognitive level and hypothermia emergency handling of mountaineers in Primapala ampel Boyolali organization.
Pendidikan Kesehatan dalam Pencegahan dan Penangan Diabetes Mellitus Melalui Penerapan Pola Hidup Sehat di Ruang Tulip RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
Yully Kurniawati;
Salsabilla Az Zahra;
Tyas Damastuti;
Ida Nur Imamah
Jurnal Kemitraan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Kemitraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62383/jkm.v2i4.2672
Background: One of the factors that can trigger diabetes mellitus is a diet high in carbohydrates. Therefore, it is important to educate the community to adopt a healthy lifestyle in order to prevent various diseases, particularly diabetes mellitus. Objective: The objective of this health education activity on the prevention and management of diabetes mellitus through the implementation of a healthy lifestyle is to improve the knowledge of families of diabetes mellitus patients regarding prevention and management by applying healthy lifestyle practices. Methods: The activity was carried out for patients and their families using demonstration and discussion methods supported by leaflet media. Results: The counseling activity successfully increased respondents’ knowledge about the importance of preventing and managing diabetes mellitus through the implementation of a healthy lifestyle.Conclusion: Of the four respondents who attended the health education session on the prevention and management of diabetes mellitus through healthy lifestyle implementation, all participants demonstrated an understanding of the importance of adopting a healthy lifestyle for preventing and managing diabetes mellitus.
Overview of Foot Care For Diabetes Mellitus Patients in The Work Area Gondangrejo Public Health Center Karanganyar
Septi Watik Nurhidayah;
Ida Nur Imamah
International Journal Of Health Science Vol. 6 No. 1 (2026): March: International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/ijhs.v6i1.6813
Foot care is an essential aspect of preventing diabetes mellitus complications, especially diabetic ulcers that can lead to amputation. However, foot care practices among individuals with diabetes mellitus remain low. Objective; to describe foot care practices among individuals with diabetes mellitus in the working area of Gondangrejo public health center, Karanganyar. Method; this study used a descriptive quantitative design. The population consisted of all diabetes mellitus patients enrolled in the prolanis program, totaling 82 people. Samples were selected using an accidental sampling technique, with 45 respondents participating. The research instrument used the Nothingham assessment of functional foot care (NAFF) questionnaire, which has been tested for validity and reliability. Results; Most respondents were over 45 years old, female, had completed elementary school, and were employed. The majority had suffered from diabetes for 1-5 years. Foot care behavior was mostly in the poor category (80%). Conclusion; The majority of diabetes mellitus patients in the Gondangrejo public health center area demonstrated poor foot care practices.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI SMK NEGERI 3 SUKOHARJO
Arnetta Ekaputri Nareswari;
Ida Nur Imamah
Journal of Golden Generation Health Vol. 2 No. 1 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Health
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.65244/jggh.v2i1.449
Latar Belakang : Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS karena pengaruh pergaulan, perilaku berisiko, serta kurangnya pemahaman yang benar mengenai penularan dan pencegahan. Meskipun informasi tentang HIV/AIDS sudah banyak tersedia, kesenjangan antara pengetahuan dan sikap pencegahan pada remaja masih sering ditemukan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS di SMK Negeri 3 Sukoharjo. Metode : Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 91 siswa yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS berada pada kategori baik, sedangkan sikap pencegahan HIV/AIDS mayoritas berada pada kategori positif. Namun, masih ditemukan beberapa responden dengan pemahaman yang kurang pada aspek jalur penularan dan upaya pencegahan. Kesimpulan : Tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMK Negeri 3 Sukoharjo berada pada kategori baik, sedangkan sikap pencegahan HIV/AIDS mayoritas berada pada kategori positif.