Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

HUTAN SEKOLAH SEBAGAI KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN SUMBER BELAJAR DI SMP NEGERI 13 DENPASAR-BALI I Wayan Suanda; I Wayan Ratnadi; Ni Made Sukasih; Nurul Ekawati
SEMBIO: Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 3 (2024): SEMBIO : Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/sembio.v3.4590

Abstract

Hutan sekolah di perkotaan memiliki keberadaan yang cukup penting mengingat ruang untuk taman kota sangat sedikit ditemukan. Keberadaan tumbuhan yang beranekaragam pada lahan sekolah memberi kehijauan, kenyamanan untuk belajar, konservasi, tempat hidupnya keanekaragaman sumber daya hayati bahkan dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Pembelajaran tidak hanya diberikan di dalam kelas namun pembelajaran di luar kelas, seperti di hutan sekolah atau taman sekolah memberi daya tarik dan menumbuhkan semangat belajar dengan melibatkan semua indra untuk menumbuhkan rasa ingi tahu melalui observasi. Tujuan dari tulisan ini adalah memanfaatkan hutan sekolah sebagai konservasi keanekaragaman hayati dan sumber belajar di SMP Negeri 13 Denpasar. Lahan sekolah yang cukup luas dengan bangunan gedung sekolah yang dalam penataan masih menyisakan lahan kosong cukup luas. Lahan yang luas ini memerlukan penataan berupa penanaman tanaman lokal maupun tanaman hias dan pohon buah yang dapat dimanfaatkan sebagai peneduh, sumber belajar, dan penelitian serta penghasil oksigen.
TAMAN KOTA SEWAKA DHARMA DENPASAR SUMBER PELESTARIAN EKOLOGI DAN KONSERVASI I Wayan Suanda; Kadek Intan Rusmayanthi; I Komang Swi Artama
SEMBIO: Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 3 (2024): SEMBIO : Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/sembio.v3.4758

Abstract

City parks are public facilities as green open spaces (RTH) that have social, ecological, conservation and aesthetic functions as a means for recreational activities, sports, education, research and social activities. The purpose of this study is to determine and examine the function and existence of plant diversity in Sewaka Dharma City Park, Denpasar. Sewaka Dharma City Park has an area of ​​2.5 ha, located on Jalan Gatot Subroto, Dauh Puri Kaja Village, North Denpasar District, in one area of ​​the Denpasar City government center. The existence of a very strategic city park equipped with sports facilities, play facilities and social facilities, planted with various types of plants and trees that are neatly arranged, providing a beautiful, shady, comfortable and beautiful atmosphere.
Identifikasi Morfologi dan Molekuler Jamur yang Terdapat pada Daun Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Widnyana, I Ketut; Pasmidi Ariati, Putu Eka; Suanda, I Wayan; Suwardike, Putu
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1703

Abstract

Padi berasosiasi dengan berbagai mikroba bersifat patogenik maupun non patogenik yang berasal dari golongan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jamur yang terdapat pada tanaman padi (Oryza sativa L.) yang dibudidayakan di kawasan Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2023 sampai bulan September 2023. Sampel diambil pada bagian daun tanaman padi dan jamur yang terdapat di dalam jaringan daun diisolasi dengan metode pengenceran, dimurnikan dan diidentifikasi secara morfologi di Laboratorium Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Mahasaraswati, Denpasar. Identifikasi molekuler dilaksanakan di Lab Biosm Indonesia Jakarta. Hasil penelitian menemukan 4 isolat jamur yaitu isolat Black, Darkgreen, Softgreen, dan White. Hasil pembacaan urutan nukleotida pada BLAST menunjukkan bahwa isolat Black memiliki kemiripan sebesar 100% dengan jamur Curvularia pseudobrachyspora asal Thailand, isolat jamur Dark Green identik 100% dengan Aspergillus clavatus dari Malaysia. Isolat, isolat Soft Green memiliki kemiripan sebesar 99,97% dengan jamur Trichoderma reesei asal China, isolat White memiliki kemiripan sebesar 99,96% dengan jamur Schizophyllum commune asal India. Berdasarkan pohon filogeni dengan similaritas >97% maka dapat disimpulkan terdapat empat spesies jamur pada tanaman padi yaitu: Curvularia pseudobrachyspora, Aspergillus clavatus, Trichoderma reesei, dan Schizophyllum commune.
OPTIMALISASI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR BIOGUSUAN TERHADAP RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Subrata, I Made; I Wayan Suanda; Venansia Nina; I Nengah Suka Widana
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 13 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v13i1.3603

Abstract

Liquid organic fertilizer is a complete fertilizer because it contains macro and micro elements. The purpose of this study was to determine whether there was an influence or concentration of Bio GuSuan liquid organic fertilizer on the vegetative growth response of mustard greens (Brassica juncea L.). This research is an experimental research. The independent variables is the concentration of liquid organic fertilizer, namely the concentration of 1%; 2%;3%;4%; 5%, and control (0%). Data analysis used statistical analysis with one way analysis of variance (ANOVA) test with a significance level of 5%. Based on the results of data analysis, it can be concluded: (1) There is an effect of Bio GuSuan liquid organic fertilizer on the vegetative growth of mustard greens (Brassica juncea L), (2) Bio GuSuan liquid organic fertilizer with a concentration of 5% in treatment (T5) is the most optimal concentration for the vegetative growth of mustard greens (Brassica juncea L). Leaf area is 5.2 and the number of leaves is 3,800. Based on the F table value with a significance level of 5%, (the sum of inter =3 and the sum of inner =20), the H0 rejection limit is 3.10.
Etnopedagogi Sebagai Media Pelestarian Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Biologi I Wayan Suanda; I Made Subrata; Kadek Intan Rusmayanthi
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v13i2.3687

Abstract

The culture of a nation goes hand in hand with civilization in people's lives. Culture, customs and natural resources of a nation as local wisdom have the potential to be developed and preserved through ethnopedagogy. Ethnopedagogy is the inculcation of the local wisdom’s value of a nation or region that needs to be introduced by revitalizing it for the advancement of civilization. Ethnopedogogy research, as a medium for preserving local wisdom in biology learning, aimed to re-introducing the culture of the region where the learners come from as local wisdom to foster a sense of love and foster self-confidence in existing cultures. The implementation of local wisdom in biology learning is expected to be able to instil character education in order to create Pancasila students. Budaya suatu bangsa berjalan seiring dengan peradaban dalam kehidupam masyarakat. Budaya, adat istiadat dan kekayaan alam suatu bangsa sebagai kearifan lokal yang berpotensi dikembangkan dan dijaga kelestariannya melalui etnopedagogi. Etnopedagogi merupakan penanaman nilai kearifan lokal suatu bangsa atau daerah perlu diperkenalkan dengan melakukan revitalisasi untuk kemajuan peradaban. Penelitian etnopedogogi sebagai media pelestarian kearifan lokal dalam pembelajaran biologi, memiliki tujuan mengenalkan kembali budaya daerah tempat peserta didik itu sebagai kearifan lokal untuk menumbuhkan rasa cinta dan menumbuhkan rasa percaya diri pada budaya yang telah ada. Implementasi kearifan lokal dalam pembelajaran biologi diharapkan mampu menanamkan pendidikan karakter agar tercipta pelajar Pancasila.
Identifikasi Morfologi dan Populasi Mikroorganisme Pada Eco Enzym Barbahan Sayur dan Buah Dengan Perlakuan Berbeda I Wayan Suanda; Kadek Intan Rusmayanthi; I Ketut Widnyana; I Nengah Muliarta; Putu Ayu Adi Atseriyani Diahantari; I Made Subrata
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 14 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v14i1.4550

Abstract

Limbah sayur dan buah banyak diproduksi dari aktivitas hidup masyarakat yang memerlukan pengelolaan melalui pengolahan menjadi lebih bermanfaat, diantaranya untuk eco enzym. Pengolahan limbah menjadi eco enzym berkontribusi terhadap penurunan pembuangan ke TPA. Kemanfaatan eco enzym yang sangat multiguna akan berdampak kepada kebutuhan yang terus meningkat, sehingga diperlukan beberapa metode untuk mempercepat produksi eco enzym dengan pertumbuhan mikroorganisme lebih banyak. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilaksanakan melalui identifikasi morfologi dan populasi mikrorganisme berbahan sayur dan buah dengan perlakuan diblender, dicincang dan glondongan pada inkubasi selama 90 hari. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi morfologi dan populasi mikrorganisme berbahan sayur dan buah dengan perlakuan diblender, dicincang dan glondongan. Pada penelitian ini didapa data kualitatif tentang identifikasi morfologi mikroorganisme dan data kuantitatif populasi mikroorganisme melalui pengamatan di laboratorium dengan metode uji angka lempeng (ALT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi mikroorganisme pada eco enzym berbahan dasar limbah sayur dan buah dengan perlakuan diblender (kode A) menunjukkan morfologi dari konsorsium bakteri dan fungi yang didominasi oleh fungi. Perlakuan bahan dicincang (kode B) dan glondongan (kode C) menunjukkan morfologi dari konsorsium bakteri. Jumlah populasi mikroorganisme dari bahan organik kode A, B dan C paling banyak pada bahan yang diblender (kode A) berturut-turut, yaitu: 13.3 x 106 CFU/mL; 4.3 x 106 CFU/mL dan 5.9 x 106 CFU/mL. Kata kunci: Identifikasi, morfologi, popolasi, eco enzym, perlakuan berbeda
The THE POTENCY OF CINNAMON (Cinnamomum burmanni Blume) LEAF EXTRACT AS A BIOPRESERVATIVE AGENT FOR FOOD SAFETY OF SATE LILIT: - Darmayasa, Ida Bagus Gede; Ramona, Yan; Darmadi, Anak Agung Ketut; Suanda, I Wayan; Hani, Ni Luh; Shetty, Kalidas
BIOTROPIA Vol. 31 No. 2 (2024): BIOTROPIA Vol. 31 No. 2 August 2024
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2024.31.2.2165

Abstract

ARTICLE HIGLIGHTS- Cinnamon leaf extract combats E. coli in traditional Balinese food.- Natural preservative reduces harmful pathogens in sate lilit.- Cinnamon extract offers a safer alternative to synthetic preservatives.- Active compounds in cinnamon leaves inhibit bacterial growth.- Effective biopreservative for enhancing food safety and quality. ABSTRACTEscherichia coli O157:H7 contamination of the meat used in preparing sate lilit, a favorite traditional food in Bali, Indonesia, has been a great concern for both local people and foreigners. Although C. burmanni has been included in its spice ingredients, active compounds that play a significant role in this pathogen have limitedly been elucidated. The main objectives of this research were to investigate the potency of this plant to control contaminants and elucidate possible compounds that prevent such contaminants by applying the disk diffusion method and LCMS analysis, respectively. The results showed that the leaf extract of this plant inhibited the in vitro growth of E. coli O157:7, with minimal inhibitory concentration (MIC) and LC50 values of 4% and 2.59%, respectively. The LCMS analysis chromatogram showed that the plant extract's most active fraction produced nine peaks, representing nine possible active compounds. Among those, three compounds (Azoxystrobin, Stigmatellin Y, and 2-arachidonoyl glycerol) were suspected of contributing to control contamination, especially by E. coli O157:H7.