Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Morfologi dan Populasi Mikroorganisme Pada Eco Enzym Barbahan Sayur dan Buah Dengan Perlakuan Berbeda I Wayan Suanda; Kadek Intan Rusmayanthi; I Ketut Widnyana; I Nengah Muliarta; Putu Ayu Adi Atseriyani Diahantari; I Made Subrata
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 14 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v14i1.4550

Abstract

Limbah sayur dan buah banyak diproduksi dari aktivitas hidup masyarakat yang memerlukan pengelolaan melalui pengolahan menjadi lebih bermanfaat, diantaranya untuk eco enzym. Pengolahan limbah menjadi eco enzym berkontribusi terhadap penurunan pembuangan ke TPA. Kemanfaatan eco enzym yang sangat multiguna akan berdampak kepada kebutuhan yang terus meningkat, sehingga diperlukan beberapa metode untuk mempercepat produksi eco enzym dengan pertumbuhan mikroorganisme lebih banyak. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilaksanakan melalui identifikasi morfologi dan populasi mikrorganisme berbahan sayur dan buah dengan perlakuan diblender, dicincang dan glondongan pada inkubasi selama 90 hari. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi morfologi dan populasi mikrorganisme berbahan sayur dan buah dengan perlakuan diblender, dicincang dan glondongan. Pada penelitian ini didapa data kualitatif tentang identifikasi morfologi mikroorganisme dan data kuantitatif populasi mikroorganisme melalui pengamatan di laboratorium dengan metode uji angka lempeng (ALT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi mikroorganisme pada eco enzym berbahan dasar limbah sayur dan buah dengan perlakuan diblender (kode A) menunjukkan morfologi dari konsorsium bakteri dan fungi yang didominasi oleh fungi. Perlakuan bahan dicincang (kode B) dan glondongan (kode C) menunjukkan morfologi dari konsorsium bakteri. Jumlah populasi mikroorganisme dari bahan organik kode A, B dan C paling banyak pada bahan yang diblender (kode A) berturut-turut, yaitu: 13.3 x 106 CFU/mL; 4.3 x 106 CFU/mL dan 5.9 x 106 CFU/mL. Kata kunci: Identifikasi, morfologi, popolasi, eco enzym, perlakuan berbeda
The THE POTENCY OF CINNAMON (Cinnamomum burmanni Blume) LEAF EXTRACT AS A BIOPRESERVATIVE AGENT FOR FOOD SAFETY OF SATE LILIT: - Darmayasa, Ida Bagus Gede; Ramona, Yan; Darmadi, Anak Agung Ketut; Suanda, I Wayan; Hani, Ni Luh; Shetty, Kalidas
BIOTROPIA Vol. 31 No. 2 (2024): BIOTROPIA Vol. 31 No. 2 August 2024
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2024.31.2.2165

Abstract

ARTICLE HIGLIGHTS- Cinnamon leaf extract combats E. coli in traditional Balinese food.- Natural preservative reduces harmful pathogens in sate lilit.- Cinnamon extract offers a safer alternative to synthetic preservatives.- Active compounds in cinnamon leaves inhibit bacterial growth.- Effective biopreservative for enhancing food safety and quality. ABSTRACTEscherichia coli O157:H7 contamination of the meat used in preparing sate lilit, a favorite traditional food in Bali, Indonesia, has been a great concern for both local people and foreigners. Although C. burmanni has been included in its spice ingredients, active compounds that play a significant role in this pathogen have limitedly been elucidated. The main objectives of this research were to investigate the potency of this plant to control contaminants and elucidate possible compounds that prevent such contaminants by applying the disk diffusion method and LCMS analysis, respectively. The results showed that the leaf extract of this plant inhibited the in vitro growth of E. coli O157:7, with minimal inhibitory concentration (MIC) and LC50 values of 4% and 2.59%, respectively. The LCMS analysis chromatogram showed that the plant extract's most active fraction produced nine peaks, representing nine possible active compounds. Among those, three compounds (Azoxystrobin, Stigmatellin Y, and 2-arachidonoyl glycerol) were suspected of contributing to control contamination, especially by E. coli O157:H7.
Eduwisata Art-Edu-Tech : Model Pengembangan Kawasan Wisata Air Terjun Candi Kuning, Silangjana, Buleleng Ni Putu Laras Purnamasari; I Wayan Suanda; I Kadek Juni Arta; A.A Istri Agung Mutiara Mahayeni; I Made Arsa Sanjaya Putra
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v6i1.9987

Abstract

Silangjana Village in Buleleng, Bali, has natural tourism potential, one of which is the Candi Kuning Waterfall. The potential of Silangjana Village has not been balanced by structured educational tourism, village economic institutions, and low digital literacy and human resource capacity. The Impact Student Executive Board (BEM Berdampak) program has the main objective of increasing the capacity and empowerment of two target partners, namely the Lila Dharma Kerti Tourism Awareness Group (Pokdarwis) and the Dharma Kerthi Honey Bee Farmer Group, through the implementation of the innovative Eco-Art-Tech model. This model integrates environmental sustainability, namely Eco which refers to modern Trigona bee cultivation, Art which targets the creative economy with a program to recycle plastic waste into souvenirs, and Tech for digital systems supporting tourist attractions. The program's implementation methods include outreach, technical training, mentoring, and evaluation. Initial results show a significant increase in the knowledge and skills of Tourism Awareness Group (Pokdarwis) partners regarding source-based plastic waste management, as well as their ability to create various souvenir products such as fans, wallets, and key chains, to support tourism promotion. The Bee Farmers Group also experienced an increase in knowledge regarding modern Trigona honey cultivation techniques, and even achieved an effective and hygienic honey harvest. This program supports the SDGs and community economic independence.
Acceleration of Circular Economy Based on Waste-to-Wealth Toward Environmental Sustainability Septa Rahmadi, Didin septa; Jannah, Wardatul; Purwati, Duwi; Suanda, I Wayan; Sukendra, I Komang
Abdi Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v7i2.9946

Abstract

The transition toward a circular economy has become essential in addressing environmental challenges and economic limitations in resource-based rural communities. Bentek Village, North Lombok Regency, faces persistent problems related to unmanaged bamboo waste generated from satay stick industries, which poses environmental risks and lacks economic value. This community service program aimed to accelerate the implementation of a waste-to-wealth–based circular economy by enhancing technical capacity, social entrepreneurship, and digital marketing skills. The target partners were the Kelompok Tani Hutan (KTH) “Lengkah Pangkok” and the youth organization Karang Taruna “Bareng-Bareng,” involving 40 participants. The program employed a participatory action research approach through stages of socialization, focus group discussions, training on bamboo waste processing into organic fertilizer and bio-briquettes, social entrepreneurship strengthening, infrastructure development, and continuous mentoring and evaluation. The results indicate an average competency improvement of 40.3% based on pre-test and post-test analyses, covering technical knowledge, social entrepreneurship, and digital marketing competencies. Qualitatively, the program enhanced environmental awareness, community participation, the establishment of two new waste-based business units, and reduced bamboo waste by approximately 60%. These findings demonstrate that a community-based circular economy approach is effective in promoting social empowerment, economic resilience, and environmental sustainability at the village level.
Pemberdayaan masyarakat dalam beternak lebah madu Trigona sp. dan pupuk organik berbasis mikroorganisme untuk menekan perusakan hutan di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana-Bali I Wayan Widana; I Wayan Sumandya; I Wayan Suanda; Putu Eka Pasmidi Ariati; I Made Wijaya; I Made Budiasa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27876

Abstract

AbstrakProgram Kosabangsa ini bertujuan untuk menekan perusakan hutan yang dilakukan oleh masyarakat melalui memberdayakan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, montoring dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Fokus kegiatan ada 2 yaitu beternak lebah madu Trigona sp. dan pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik untuk menekan perusakan hutan di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Mitra sasaran ada 2 yaitu: (1) Kelompok Budidaya Lemah Madu Sabda Wisesa berjumlah 20 orang dan (2) Kelompok Pupuk Organik Anglus Amertha Sari Berjumlah 20 orang.  Mitra berharap adanya program kegiatan pemberdayaan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam beternak lebah madu Trigona sp. dan pembuatan pupuk organik. Setelah pelatihan dan pendampingan berakhir masyarakat memiliki pemahaman dan keterampilan dalam beternak lebah madu Trigona dan pupuk organik untuk meningkatkan pendapatan, sehingga perusakan hutan dapat ditekan dan kelestarian hutan tetap terjaga. Kata kunci: pemberdayaan; lebah madu; pupuk organik; perusakan hutan; Tukadaya AbstractThe Kosabangsa program aims to reduce forest destruction by the community through community empowerment. The methods used include socialization, training and mentoring, monitoring and evaluation, and program sustainability. The focus of the activity is 2, namely raising Trigona sp. honey bees and utilizing livestock waste into organic fertilizer to reduce forest destruction in Tukadaya Village, Melaya District, Jembrana Regency, Bali. There are 2 target partners, namely: (1) the Sabda Wisesa Lemah Madu Cultivation Group consisting of 20 people and (2) the Anglus Amertha Sari Organic Fertilizer Group consisting of 20 people. Partners hope that there will be an empowerment program to increase community knowledge and skills in raising Trigona sp. honey bees and making organic fertilizer. After the training and mentoring ends, the community has an understanding and skills in raising Trigona honey bees and organic fertilizer to increase income, so that forest destruction can be reduced and forest sustainability is maintained. Keyword: empowerment; honey bees; organic fertilizer; forest destruction; Tukadaya
Digital Marketing Strategy Training to Strengthen the Branding of Belatungan Village Coffee Products through Social Media, E-Commerce, and Sustainable Packaging Design Wirawan, I Dewa Gede Kresna; Suanda, I Wayan; Firmani, Putu Siiti
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Februari 2026
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jam.v6i1.92

Abstract

Riset pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemasaran digital dan branding produk kopi di Kelompok Tani di Desa Belatungan, Tabanan, Bali, yang menghadapi kendala literasi digital dan akses pasar. Metode implementasi menggunakan  pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan sistematis: analisis kebutuhan menggunakan Diagram Fishbone (4M), pelatihan langsung, pendampingan intensif, dan evaluasi terukur. Intervensi termasuk pelatihan manajemen media sosial,  optimalisasi e-commerce, dan desain kemasan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan dampak yang signifikan terhadap berbagai indikator kinerja: (1) Skor kompetensi digital peserta meningkat sebesar 62% (N-Gain 0,74/Tinggi); (2) Tingkat aktivasi akun toko online (e-commerce) melonjak dari 20% menjadi 80%; (3) Tingkat keterlibatan  media sosial tumbuh sebesar 21,4%; dan (4) Kualitas kemasan telah meningkat secara drastis (Skor 40% hingga 87%) melalui adopsi bahan ramah lingkungan. Transformasi ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan mitra rata-rata sebesar 124%. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa model pemberdayaan berbasis masyarakat yang mengintegrasikan teknologi digital dan nilai-nilai keberlanjutan telah terbukti efektif dalam memperkuat daya saing.
The Activity of Nimba Leaves (Azadirachta Indica A. Juss.) Extract Insecticide as Vegetative Pesticide on Rice Weevil (Sitophilus Oryzae L.) (Coleoptera: Curculionidae) I Wayan Suanda; Ni Made Delly Resiani
SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science) Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/seas.4.1.1520.10-17

Abstract

The purpose of the research regarding The Activity of Nimba Leaves (Azadirachta Indica A. Juss.) Extract as Vegetative Pesticide on Rice Weevil (Sitophilus Oryzae L.) is to identify the characteristics of contact poison, pesticide, and antifeedan from Nimba leaves extract on rice weevil (S. oryzae L.). The research is conducted in the biology laboratory Faculty of MIPA University of Udayana. The period of the research is from April to August 2017, using the complete random framework with 6 concentration tests (10 ppm, 100 ppm, 1000 ppm, 10000 ppm, 100000 ppm concentration, and control using methanol pro analysis (PA) solvent). Each test is repeated 4 times. The data is analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and if there is a significant difference (P<0.05) it is followed by Duncan test to identify the difference between the different tests. The data is quantified using SPSS for windows release 12.5 the year 2003. The result indicates that the extract of Nimba leaves A. indica A. Juss. is behaving more as an antifeedan at an optimum concentration of 1000 pm during the observation 48 hours after the test. The crude extract of Nimba leaves at an optimum concentration of 1000 ppm and a maximum of 10000 ppm, during the observation 36 hours after the application, is leaning towards behaving as a contact poison to the S. oryzae L.
Pelatihan Pembuatan “Sajeng Tabuh” Hasil Fermentasi Ubi Jalar Untuk Meningkatkan Kemandirian Kearifan Lokal di Kelurahan Sesetan I Wayan Suanda
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan jenis umbi-umbian lokal seperti ubi jalar (Ipomoea batatas L.) di Indonesia termasuk Bali sangat melimpah, namun penggunaannya sebagian besar untuk tepung, makanan dan camilan serta minuman. Masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu tidak terlepas dari kegiatan Upacara keagamaan berupa Panca Yadnya, termasuk di dalamnya Upacara Bhuta Yadnya sebagai persembahan suci kepada para Bhuta Kala untuk menjaga keharmonisan alam semesta beserta penghuninya dengan menghaturkan banten sesaji dan perlengkapannya serta, arak berem petabuhan yang sering disebut “Sajeng Tabuh”. Sajeng Tabuh terdiri dari “Arak Tabuh” yaitu air tape yang berwarna putih merupakan hasil fermentasi ubi jalar madu yang dagingnya berwarna putih kekuningan dan “Berem Tabuh”, yaitu air tape bewarna merah tua hasil fermentasi ubi jalar ungu. Penggunaan Sajeng Tabuh sebagai sarana upacara, maka kebutuhan akan Sajeng Tabuh meningkat terus. Oleh karena itu perlu ada sentra-sentra produksi dalam bentuk industri rumah tangga (home industry) sebagai bentuk inovasi dan kreativitas masyarakat untuk meningkatkan kemandirian dan kearifan lokal serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, sebagai konsep pembangunan berkelanjutan yang popular disebut “Green Economy”. Oleh karena itu dalam Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Mahasiswa dan Dosen IKIP PGRI Bali memberikan kegiatan salah satunya berupa: Pelatihan Pembuatan “Sajeng Tabuh” Hasil Fermentasi Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) sebagai Sarana Upakara kepada PKK Kelurahan Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan.
HUTAN SEKOLAH SEBAGAI KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN SUMBER BELAJAR DI SMP NEGERI 13 DENPASAR-BALI I Wayan Suanda; I Wayan Ratnadi; Ni Made Sukasih; Nurul Ekawati
SEMBIO: Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 3 (2024): SEMBIO : Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/sembio.v3.4590

Abstract

Hutan sekolah di perkotaan memiliki keberadaan yang cukup penting mengingat ruang untuk taman kota sangat sedikit ditemukan. Keberadaan tumbuhan yang beranekaragam pada lahan sekolah memberi kehijauan, kenyamanan untuk belajar, konservasi, tempat hidupnya keanekaragaman sumber daya hayati bahkan dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Pembelajaran tidak hanya diberikan di dalam kelas namun pembelajaran di luar kelas, seperti di hutan sekolah atau taman sekolah memberi daya tarik dan menumbuhkan semangat belajar dengan melibatkan semua indra untuk menumbuhkan rasa ingi tahu melalui observasi. Tujuan dari tulisan ini adalah memanfaatkan hutan sekolah sebagai konservasi keanekaragaman hayati dan sumber belajar di SMP Negeri 13 Denpasar. Lahan sekolah yang cukup luas dengan bangunan gedung sekolah yang dalam penataan masih menyisakan lahan kosong cukup luas. Lahan yang luas ini memerlukan penataan berupa penanaman tanaman lokal maupun tanaman hias dan pohon buah yang dapat dimanfaatkan sebagai peneduh, sumber belajar, dan penelitian serta penghasil oksigen.
TAMAN KOTA SEWAKA DHARMA DENPASAR SUMBER PELESTARIAN EKOLOGI DAN KONSERVASI I Wayan Suanda; Kadek Intan Rusmayanthi; I Komang Swi Artama
SEMBIO: Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 3 (2024): SEMBIO : Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/sembio.v3.4758

Abstract

City parks are public facilities as green open spaces (RTH) that have social, ecological, conservation and aesthetic functions as a means for recreational activities, sports, education, research and social activities. The purpose of this study is to determine and examine the function and existence of plant diversity in Sewaka Dharma City Park, Denpasar. Sewaka Dharma City Park has an area of ​​2.5 ha, located on Jalan Gatot Subroto, Dauh Puri Kaja Village, North Denpasar District, in one area of ​​the Denpasar City government center. The existence of a very strategic city park equipped with sports facilities, play facilities and social facilities, planted with various types of plants and trees that are neatly arranged, providing a beautiful, shady, comfortable and beautiful atmosphere.
Co-Authors A.A Istri Agung Mutiara Mahayeni A.A. Ketut Darmadi A.A.Istri Mirah Dharmadewi Agus Mediana Adiputra Agustinus Dei Anak Agung Istri Mirah Dharmadewi Anak Agung Ketut Darmadi Dewa Made Alit Dewa Made Alit Duwi Purwati Firmani, Putu Siiti GEDE SIDI ARTAJAYA . Hani, Ni Luh I Dewa Gede Kresna Wirawan I Gusti Agung Gede Wiadnyana I GUSTI AGUNG GEDE WIADNYANA . I Gusti Ayu Rai I Kadek Febriandika Narakusuma I Kadek Juni Arta I Ketut Widnyana I Komang Sukendra I Komang Swi Artama I Made Arsa Sanjaya Putra I Made Budiasa I Made Darmada I Made Kartika I Made Subrata I Made Subrata I Made Subrata, I Made I Made Sumarya I Made Sumarya I Made Wijaya I NENGAH MULIARTA I Nengah Muliarta I Nengah Muliarta, I Nengah I Nengah Suka Widana I Nyoman Suta I Wayan Ratnadi I Wayan Suamandya I Wayan Sumandya I Wayan Widana I.G.A Gede Wiadnyana IBG Darmayasa Ida Bagus Gede Darmayasa Juni Arta, I Kadek Kadek Intan Rusmayanthi Kadek Yuniari Suryatini Komang Adi Wika Wiguna Mikaela Ina Papa MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Ni Luh Suriani Ni Made Delly Resiani Ni Made Delly Resiani Ni Made Sukasih Ni Putu Laras Purnamasari Ni Wayan Widia Astuti Nurul Ekawati Pande Komang Suparyana Parmithi, Ni Nyoman Putu Ayu Adi Atseriyani Diahantari Putu Eka Pasmidi Ariati Putu Ryan Widyastaguna Putu Suwardike Ronaldus Marsi Septa Rahmadi, Didin septa Shetty, Kalidas Sumada, I Made Sumarya, I Made Venansia Nina Wardatul Jannah, Wardatul Wika Wiguna, Komang Adi Wika Wiguna, Komang Adi Yan Ramona Yuni Maharani Ni Made