Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS SUMBER DENGAN PEMBUATAN “TEBE MODERN” PADA PESERTA DIDIK SMP DHARMA PRAJA BADUNG Suanda, I Wayan; Rusmayanthi, Kadek Intan; Sumada, I Made; Alit, Dewa Made
Akses: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ngurah Rai Vol 16 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/jurnalakses.v16i02.1381

Abstract

The management of waste produced by community households is not yet optimal, especially the handling of organic waste. To reduce the negative impact of organic waste whose management is not optimal, community service is carried out in the form of education and socialization of the application of organic waste processing by creating "Tebe Modern". This service activity is carried out using a descriptive evaluative method which is carried out by describing and analyzing the situation of the land used and maximized by socialization activities about how to process source-based waste by making "Tebe Modern". The results of this community service activity produced very good results, marked by high appreciation and enthusiasm from students, related agencies and community leaders.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Organik Cair Berbasis Bio Slurry Dalam Upaya Mengurangi Tingkat Pengangguran Masyarakat Desa Bongkasa Pertiwi Akibat Pandemi Covid-19 A.A.Istri Mirah Dharmadewi; Gede Sidi Artajaya; I.G.A Gede Wiadnyana; I Wayan Suanda
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.398 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i2.49110

Abstract

ABSTRAK Desa Bongkasa Pertiwi, Abiansemal, Badung merupakan Desa Bongkasa merupakan desa yang memiliki potensi besar di bidang pertanian dan peternakan. Potensi tersebut diantaranya terdapat limbah bio-slurry atau kotoran ternak yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan saluran penampungan limbah belum tertampung dengan baik. Selain itu, potensi di bidang sumber daya manusia Desa Bongkasa dengan kelompok-kelompok yang bergerak di bidang pertanian dan peternakan masih belum maksimal. Masyarakat Desa Bongkasa memiliki minat yang tinggi terhadap kegiatan pemanfaatan limbah ini, akan tetapi minimnya pengetahuan terkait aspek-aspek budidaya menjadi hambatan untuk meningkatkan kualitas hasil produksi Bio-slurry merupakan salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai alternative pengganti gas LPG namun belum semua masyarakat memanfaatkannya dengan maksimal. Pembuatan limbah ternak ini dan cara mengolah yang mudah dan bernilai jual tinggi menjadi salah satu alasan mengembangan limbah bio-slurry ini dari Desa Bongkasa Pertiwi dengan memanfaatkan warga desa terdampak Covid-19. Melalui Kelompok tani Manik Pertiwi,masyarakat Desa Bongkasa pertiwi telah mengembangkan pengolahan limbah Bio-slurry namun terdapat beberapa kendala sehingga pengelolaannya kurang maksimal. Adapun beberapa metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu : sosialisasi, pendampingan dan pelatihan pengolahan limbah bi-slurry, pengadaan alat, membantu menentukan desain kemasan produk dan membantu pemasaran melalui website serta media sosial. Hasil yang didapatkan setelah melakukan kegiatan diantaranya yaitu : Kelompok Tani di Desa bongkasa Pertiwi mengalami peningkatan pengetahuan dalam mengolah limbah bio-slurry dengan baik dan memiliki nilai jual yang tinggi sebesar 85%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF REGULATED LEARNING TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 8 DENPASAR I Wayan Suanda; Kadek Yuniari Suryatini; A.A. Istri Mirah Dharmadewi; Ronaldus Marsi
Widyadari Vol. 26 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LP3M Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/widyadari.v26i1.4666

Abstract

This study aims to determine the effect of the self regulated learning model on emotional intelligence and biology learning outcomes of class X students of SMA Negeri 8 Denpasar. The population in this study were all class X MIA students of SMA Negeri 8 Denpasar consisting of 7 classes. Sampling used a random sampling technique, where class X MIA 7 was the experimental class and class X MIA 5 was the control class. Emotional intelligence data and student learning outcomes data were obtained using an essay test method and analyzed using a t-test. Based on the analysis of the hypothesis testing of emotional intelligence data and student learning outcomes data with a t-test, a significance figure of 0.00 was obtained with a significance level of 5%. This shows that the examiner's significance figure <the set significance figure (0.00 <0.05) so Ho is rejected and Ha is accepted. Based on the results of the study, it is known that the self regulated learning model affects emotional intelligence and biology learning outcomes of class X students of SMA Negeri 8 Denpasar.
PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM UPAYA PELESTARIAN KEANEKARAGAMAN SUMBER DAYA HAYATI I Made Subrata; I Wayan Suanda; I Gusti Ayu Rai
Widyadari Vol. 26 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LP3M Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/widyadari.v26i1.4673

Abstract

Local wisdom (local knowledge, local wisdom) acts as a source of innovation and skills that can be empowered for the welfare of society. Local wisdom related to natural resources, especially the diversity of biological resources, culture and customs contains a moral message that society always maintains natural resources and traditional traditions so that they do not change due to the development of the times. Biology, which discusses living things, including their variety, origins, habitat, interactions, utilization and sustainability, has been philosophically reflected in the social order of life in the form of local wisdom. The purpose of writing this article is to reveal that local wisdom can be used as a medium for learning biology in schools, and can also be used as a learning resource so that students are motivated to improve their scientific literacy skills in studying local wisdom into biology learning materials, so that its existence can be preserved. Local wisdom-based learning in the future is expected to instill character in the community to maintain and preserve ancestral heritage, especially biological resources, to be used sustainably to support community life. This writing method uses a literature review method combined with direct experience in society. The implementation of local wisdom-based learning can be in the form of assigning students to write papers and integrate them into biology learning materials about several local wisdoms of the Balinese people that have existed for generations in the form of religious ceremonies, mythology, and advice that is highly adhered to by the community.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK ORGANIK DAN ECO ENZYM UNTUK TERCIPTANYA LINGKUNGAN BERSIH, SEHAT DAN BERKELANJUTAN I Wayan Suanda; Kadek Intan Rusmayanthi; I Gusti Ayu Rai; I Made Subrata
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widya Mahadi Vol. 5 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : LP3M Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/widyamahadi.v5i2.4959

Abstract

Environmental cleanliness starting from the household environment, school, footpath and the wider environment really needs to be maintained together from garbage. SMP Negeri 11 Denpasar is located on the edge of Serangan Island beach and really needs shade trees, a fairly large playground and sports yard, lots of shade trees and the school canteen is a source of organic waste that needs to be managed properly. The existence of garbage really disturbs the beauty, beauty and source of disease and other negative impacts, so it needs to be managed properly so that there is no pile of garbage and reduces the sending of garbage to TPS. Management of organic waste into organic fertilizer and eco enzyme is a form of innovation and creativity to maintain the cleanliness of the school environment. Innovation and creativity can be implemented through community service activities in the form of training and mentoring in managing waste into organic fertilizer and eco enzyme. Community service activities can be carried out in collaboration with academics from universities as a form of implementing Tridharma. Training and mentoring in managing waste into organic fertilizer and eco enzyme is carried out in the school yard, so there will be interaction between students and the natural environment as a form of deep learning. The implementation of community service can be packaged in such a way that students can carry out activities well and happily as a form of developing the knowledge gained in classroom learning.
PEMANFAATAN MIKROORGANISME DAN LARVA BLACK SOLDER FLY DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS SUMBER MENUJU BALI BERSIH SAMPAH Suanda, I Wayan; Rusmayanthi, Kadek Intan; Dei, Agustinus; Widi Astuti, Ni Wayan
Akses: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Ngurah Rai Vol 17 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70358/jurnalakses.v17i1.1515

Abstract

Aktivitas kehidupan manusia setiap hari tidak terlepas dari adanya bahan sisa sebagai buangan berupa sampah. Peningkatan kualitas hidup dan tuntutan dalam pembangunan, terlebih Bali sebagai destinasi wisata tingkat dunia akan berkontribusi terhadap sampah yang dihasilkan terus meningkat yang yang dibuang pada tempat pemrosesan sementara (TPS). Tujuan penelitian ini adalah Pemanfaatan Mikroorganisme dan Larva Black Solder Fly (BSF) dalam Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Sumber untuk Menuju Bali Bersih Sampah. Sosilisasi dan bantuan sarana dan prasarana serta penyediaan lahan di tingkat Desa/Kelurahan perlu dilakukan pemerintah. Sampah organik yang paling dominan dihasilkan di tingkat rumah tangga bisa dikelola dengan alih teknologi berupa pemanfaatan mikroorganisme dan Larva Black Solder Fly sebagai biodekomposer dan biokonversi material sampah organik menjadi nutrien baru yang memberikan lemanfaatan bagi pengurangan tumpukan sampah dan kesehatan dengan menjadikan sebagai pupuk organik berbasis mikroorganisme. Budidaya larva black soldier fly dari serangga maggot memiliki potensi dikembangkan untuk memakan sampah organik dengan prospek menggembirakan mengingat sumber pakan berupa sampah organik tersedia sangat melimpah dan mudah merawatnya. Larva black soldier fly menghasilkan pupuk kasgot (bekas maggot) yang sangat subur serta memiliki kandungan protein cukup tinggi dapat diolah menjadi pakan ternak unggas dan pelet untuk pakan ikan yang bisa menjadi nilai ekonomi untuk menambah penghasilan.
PEMANFAATAN LARVA BLACK SOLDER FLY DALAM WIDYA BIOLOGI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS SUMBER DI KELURAHAN PEDUNGAN KECAMATAN DENPASAR SELATAN KOTA DENPASAR I Wayan Suanda; Kadek Intan Rusmayanthi; I Wayan Suamandya; A.A.Istri Mirah Dharmadewi
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 01 (2025): Vol. 16 No. 01 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/er25mg87

Abstract

Produksi sampah dihasilkan dari aktivitas masyarakat dari tingkat rumah tanggamengalami peningkatan, sehingga menjadi basis pengelolaan sampah dari tingkat bawah,mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik. Penanganan sampah masih bersifatkonvensional, yaitu dengan mengumpulkan sampah dari rumah tangga kemudian dibuangke tempat pemrosesan sementara (TPS) atau tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST),sehingga penumpukan sampah sebelum diangkut ke tempat pemrosesan akhir (TPA).Penumpukan sampah dapat menyebabkan bau busuk, kotor, sumber penyakit danmenimbulkan menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian iniyaitu mengelola sampah secara mandiri melalui inovasi alih teknologi pengelolaan sampahberbasis sumber menjadi lebih bermanfaat dan berkurangnya pengiriman sampah ketempat pemrosesan sementara (TPS). Salah satu inovasi teknologi yang dikembangkanberupa pengelolaan sampah organik dengan memanfaatkan larva black soldier fly dariserangga maggot. Budidaya maggot sangat berpotensi dikembangkan dengan prospekmenggembirakan mengingat sumber pakan berupa sampah organik tersedia sangatmelimpah dan mudah merawatnya. Imago akan bertelur dan menetas meghasilkan larvayang memiliki kemampuan mendegradasi sampah organik dari kulit buah berdaging untuk dikonversi menjadi pupuk organik berupa kasgot. Larva black soldier fly memiliki kandungan protein cukup tinggi dapat diolah menjadi pakan ternak unggas dan pelet untukpakan ikan yang bisa menjadi nilai ekonomi menambah penghasilan.
Identifikasi Morfologi dan Molekuler Jamur yang Terdapat pada Daun Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Widnyana, I Ketut; Pasmidi Ariati, Putu Eka; Suanda, I Wayan; Suwardike, Putu
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1703

Abstract

Padi berasosiasi dengan berbagai mikroba bersifat patogenik maupun non patogenik yang berasal dari golongan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jamur yang terdapat pada tanaman padi (Oryza sativa L.) yang dibudidayakan di kawasan Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2023 sampai bulan September 2023. Sampel diambil pada bagian daun tanaman padi dan jamur yang terdapat di dalam jaringan daun diisolasi dengan metode pengenceran, dimurnikan dan diidentifikasi secara morfologi di Laboratorium Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Mahasaraswati, Denpasar. Identifikasi molekuler dilaksanakan di Lab Biosm Indonesia Jakarta. Hasil penelitian menemukan 4 isolat jamur yaitu isolat Black, Darkgreen, Softgreen, dan White. Hasil pembacaan urutan nukleotida pada BLAST menunjukkan bahwa isolat Black memiliki kemiripan sebesar 100% dengan jamur Curvularia pseudobrachyspora asal Thailand, isolat jamur Dark Green identik 100% dengan Aspergillus clavatus dari Malaysia. Isolat, isolat Soft Green memiliki kemiripan sebesar 99,97% dengan jamur Trichoderma reesei asal China, isolat White memiliki kemiripan sebesar 99,96% dengan jamur Schizophyllum commune asal India. Berdasarkan pohon filogeni dengan similaritas >97% maka dapat disimpulkan terdapat empat spesies jamur pada tanaman padi yaitu: Curvularia pseudobrachyspora, Aspergillus clavatus, Trichoderma reesei, dan Schizophyllum commune.
OPTIMALISASI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR BIOGUSUAN TERHADAP RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Subrata, I Made; I Wayan Suanda; Venansia Nina; I Nengah Suka Widana
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 13 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v13i1.3603

Abstract

Liquid organic fertilizer is a complete fertilizer because it contains macro and micro elements. The purpose of this study was to determine whether there was an influence or concentration of Bio GuSuan liquid organic fertilizer on the vegetative growth response of mustard greens (Brassica juncea L.). This research is an experimental research. The independent variables is the concentration of liquid organic fertilizer, namely the concentration of 1%; 2%;3%;4%; 5%, and control (0%). Data analysis used statistical analysis with one way analysis of variance (ANOVA) test with a significance level of 5%. Based on the results of data analysis, it can be concluded: (1) There is an effect of Bio GuSuan liquid organic fertilizer on the vegetative growth of mustard greens (Brassica juncea L), (2) Bio GuSuan liquid organic fertilizer with a concentration of 5% in treatment (T5) is the most optimal concentration for the vegetative growth of mustard greens (Brassica juncea L). Leaf area is 5.2 and the number of leaves is 3,800. Based on the F table value with a significance level of 5%, (the sum of inter =3 and the sum of inner =20), the H0 rejection limit is 3.10.
Etnopedagogi Sebagai Media Pelestarian Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Biologi I Wayan Suanda; I Made Subrata; Kadek Intan Rusmayanthi
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v13i2.3687

Abstract

The culture of a nation goes hand in hand with civilization in people's lives. Culture, customs and natural resources of a nation as local wisdom have the potential to be developed and preserved through ethnopedagogy. Ethnopedagogy is the inculcation of the local wisdom’s value of a nation or region that needs to be introduced by revitalizing it for the advancement of civilization. Ethnopedogogy research, as a medium for preserving local wisdom in biology learning, aimed to re-introducing the culture of the region where the learners come from as local wisdom to foster a sense of love and foster self-confidence in existing cultures. The implementation of local wisdom in biology learning is expected to be able to instil character education in order to create Pancasila students. Budaya suatu bangsa berjalan seiring dengan peradaban dalam kehidupam masyarakat. Budaya, adat istiadat dan kekayaan alam suatu bangsa sebagai kearifan lokal yang berpotensi dikembangkan dan dijaga kelestariannya melalui etnopedagogi. Etnopedagogi merupakan penanaman nilai kearifan lokal suatu bangsa atau daerah perlu diperkenalkan dengan melakukan revitalisasi untuk kemajuan peradaban. Penelitian etnopedogogi sebagai media pelestarian kearifan lokal dalam pembelajaran biologi, memiliki tujuan mengenalkan kembali budaya daerah tempat peserta didik itu sebagai kearifan lokal untuk menumbuhkan rasa cinta dan menumbuhkan rasa percaya diri pada budaya yang telah ada. Implementasi kearifan lokal dalam pembelajaran biologi diharapkan mampu menanamkan pendidikan karakter agar tercipta pelajar Pancasila.
Co-Authors A.A Istri Agung Mutiara Mahayeni A.A. Ketut Darmadi A.A.Istri Mirah Dharmadewi Agus Mediana Adiputra Agustinus Dei Anak Agung Istri Mirah Dharmadewi Anak Agung Ketut Darmadi Dewa Made Alit Dewa Made Alit Duwi Purwati Firmani, Putu Siiti GEDE SIDI ARTAJAYA . Hani, Ni Luh I Dewa Gede Kresna Wirawan I Gusti Agung Gede Wiadnyana I GUSTI AGUNG GEDE WIADNYANA . I Gusti Ayu Rai I Kadek Febriandika Narakusuma I Kadek Juni Arta I Ketut Widnyana I Komang Sukendra I Komang Swi Artama I Made Arsa Sanjaya Putra I Made Budiasa I Made Darmada I Made Kartika I Made Subrata I Made Subrata I Made Subrata, I Made I Made Sumarya I Made Sumarya I Made Wijaya I NENGAH MULIARTA I Nengah Muliarta I Nengah Muliarta, I Nengah I Nengah Suka Widana I Nyoman Suta I Wayan Ratnadi I Wayan Suamandya I Wayan Sumandya I Wayan Widana I.G.A Gede Wiadnyana IBG Darmayasa Ida Bagus Gede Darmayasa Juni Arta, I Kadek Kadek Intan Rusmayanthi Kadek Yuniari Suryatini Komang Adi Wika Wiguna Mikaela Ina Papa MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Ni Luh Suriani Ni Made Delly Resiani Ni Made Delly Resiani Ni Made Sukasih Ni Putu Laras Purnamasari Ni Wayan Widia Astuti Nurul Ekawati Pande Komang Suparyana Parmithi, Ni Nyoman Putu Ayu Adi Atseriyani Diahantari Putu Eka Pasmidi Ariati Putu Ryan Widyastaguna Putu Suwardike Ronaldus Marsi Septa Rahmadi, Didin septa Shetty, Kalidas Sumada, I Made Sumarya, I Made Venansia Nina Wardatul Jannah, Wardatul Wika Wiguna, Komang Adi Wika Wiguna, Komang Adi Yan Ramona Yuni Maharani Ni Made