Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN PPKN DI SMP NEGERI Bumulo, Isra; Wantu, Asmun; Nggilu, Ariyanto
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6307

Abstract

This study aimed to improve student engagement through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model in the Civics subject (PPKn) for Class IX-1 at SMP Negeri 1 Bulango Selatan. The background of this research stemmed from the teacher’s limited use of varied teaching strategies, which caused students to lose interest, become disengaged, and participate less during lessons. The research utilized Classroom Action Research (CAR), which was carried out in two cycles comprising the phases of planning, implementation, observation, and reflection. The study involved 20 students (11 male and 9 female). Each cycle consisted of two meetings. The findings revealed that the use of the PBL model significantly improved students’ learning activity, as reflected in the increase in evaluation scores from 60% in Cycle I to 80% in Cycle II. Therefore, it can be concluded that the Problem-Based Learning model is effective in enhancing student participation and creating a more dynamic and engaging learning environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran PPKn di kelas IX-1 SMP Negeri 1 Bulango Selatan. Permasalahan yang melatarbelakangi adalah kurangnya variasi dan kreativitas guru dalam menyampaikan materi, sehingga siswa menjadi kurang tertarik, tidak fokus, serta minim partisipasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Setiap siklus melibatkan dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran PPKn, yang ditandai dengan peningkatan nilai evaluasi dari 60% pada siklus I menjadi 80% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning efektif dalam mendorong keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran.
PERSEPSI SISWA DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIK TOK TERHADAP EMPATI SOSIAL DI SMA NEGERI Modeong, Fauzan; Wantu, Asmun W.; Adhani, Yuli
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6323

Abstract

This study aims to explore students' perceptions of the use of the social media platform TikTok in relation to social empathy at SMA Negeri 6 Gorontalo. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of six students from three different grade levels and one subject teacher. The findings reveal that students generally hold positive perceptions of TikTok, particularly regarding content that conveys humanitarian values, such as inspirational stories, personal experiences, and humanitarian-themed videos. TikTok is considered capable of fostering students' social empathy through four dimensions: perspective taking, fantasy, empathic concern, and personal distress. Both internal factors, such as personal interest, and external factors, such as the platform's algorithm, influence students' perceptions and empathic responses. Therefore, TikTok can serve as an effective medium for social learning when used wisely, accompanied by guidance from teachers and parents to direct content consumption toward fostering social awareness among adolescents. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap penggunaan media sosial TikTok dalam hubungannya dengan empati sosial di SMA Negeri 6 Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa dari tiga jenjang kelas serta satu guru mata pelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi positif terhadap TikTok, khususnya terhadap konten yang memuat nilai-nilai kemanusiaan, seperti kisah inspiratif, pengalaman pribadi, dan video kemanusiaan. TikTok dinilai mampu membentuk empati sosial siswa melalui empat aspek, yaitu perspective taking, fantasy, empathic concern, dan personal distress. Faktor internal seperti ketertarikan pribadi serta faktor eksternal seperti algoritma platform turut memengaruhi persepsi dan respons empatik siswa. Dengan demikian, TikTok dapat menjadi media pembelajaran sosial yang efektif apabila digunakan secara bijak, disertai pendampingan dari guru dan orang tua untuk mengarahkan konten yang ditonton agar mendukung tumbuhnya kepedulian sosial di kalangan remaja.
PERAN GURU PPKN DALAM MENGATASI TIPOLOGI PELANGGARAN TATA TERTIB SEKOLAH DI SMP NEGERI Dumrah, Devi Triana; Wantu, Asmun W.; Adhani, Yuli
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6325

Abstract

This study aims to explore the role of Civics Education (PPKn) teachers in addressing various types of disciplinary violations at SMP Negeri 3 Gorontalo. School rules serve as the foundation for shaping students’ character and instilling discipline. However, in practice, various violations still occur, such as tardiness, fighting, truancy, and breaches of communication ethics. This research employs a descriptive qualitative approach with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects include PPKn teachers and students involved in disciplinary cases. The findings reveal that PPKn teachers play a strategic role as educators, mentors, motivators, and role models in enforcing school rules. Teachers not only deliver Pancasila values in classroom instruction but also provide guidance through both individual and group approaches. They strive to build students’ awareness of the importance of rule compliance through exemplary behavior and persuasive communication. Thus, PPKn teachers make a significant contribution to fostering a culture of order in schools and creating a safe, comfortable, and conducive learning environment. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam mengatasi berbagai tipologi pelanggaran tata tertib di SMP Negeri 3 Gorontalo. Tata tertib sekolah berfungsi sebagai landasan pembentukan karakter dan perilaku disiplin siswa. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan berbagai bentuk pelanggaran seperti keterlambatan, perkelahian, bolos, hingga pelanggaran etika komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru PPKn dan siswa yang terlibat dalam kasus pelanggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn menjalankan peran strategis sebagai pengajar, pembimbing, motivator, dan teladan dalam proses penegakan tata tertib. Guru tidak hanya menyampaikan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran, tetapi juga memberikan pembinaan melalui pendekatan individual maupun kelompok. Guru juga berupaya membangun kesadaran siswa tentang pentingnya kepatuhan terhadap aturan melalui keteladanan dan komunikasi yang persuasif. Dengan demikian, guru PPKn memiliki kontribusi besar dalam menciptakan budaya tertib di sekolah serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMA NEGERI Datu, Dwi Kartika; Nggilu, Ariyanto; Wantu, Asmun W.
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v5i3.6503

Abstract

This research aimed to identify the causes of low student discipline and the strategies implemented by the principal to improve student discipline at SMA Negeri 1 Kabila. Discipline is a crucial factor in creating a conducive learning environment and supporting the success of the educational process. As the leader of an educational institution, the principal plays a central role in fostering discipline through effective and systematic strategies. This research employed a qualitative approach with a descriptive method, and data were collected through observation, interviews, and documentation. The informants in this research consist of the principal, teachers, student affairs staff, and students. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that the main causes of low student discipline include tardiness, truancy, failure to attend flag ceremonies, and improper use of school uniforms. To address these issues, the principal applied several strategies, such as modelling good behaviour, establishing effective communication with students and parents, implementing reasonable sanctions, and building a school environment that supports discipline values The principal also involved the entire school community in efforts to cultivate a culture of discipline. With the right strategies, the principal could increase student awareness and responsibility in complying with school regulations, thereby creating an orderly and productive learning environment ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab rendahnya kedisiplinan siswa dan strategi yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMA Negeri 1 Kabila. Kedisiplinan merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menunjang keberhasilan proses pendidikan. Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki peran sentral dalam membina kedisiplinan melalui penerapan strategi yang efektif dan sistematis.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru, staf kesiswaan, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama rendahnya kedisiplinan siswa antara lain keterlambatan datang ke sekolah, bolos, tidak mengikuti upacara, dan penggunaan atribut sekolah yang tidak sesuai. Untuk mengatasi hal tersebut, kepala sekolah menerapkan beberapa strategi seperti memberikan keteladanan, menjalin komunikasi yang baik dengan siswa dan orang tua, menerapkan sanksi yang logis, serta membangun lingkungan sekolah yang mendukung nilai-nilai kedisiplinan. Kepala sekolah juga melibatkan seluruh warga sekolah dalam upaya menciptakan budaya disiplin.Dengan strategi yang tepat, kepala sekolah mampu meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab siswa dalam menaati peraturan sekolah, sehingga tercipta lingkungan belajar yang tertib dan produktif.
Peran Guru Pendidikan Pancasila dalam Menumbuh Kembangkan Budaya Sopan Santun Siswa Kelas VII-1 di SMP Negeri 1 Bulango Selatan Susanti Ajunu; Roni Lukum; Asmun Wantu
JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus: Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora (JISPENDIORA)
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/jispendiora.v4i2.2321

Abstract

This study aims to determine the role of Pancasila Education teachers in developing a culture of politeness in class VII-1 students at SMP Negeri 1 Bulango Selatan and to identify inhibiting factors in the process. The method used is a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that teachers have a central role as educators, mentors, and motivators in shaping students' character, especially related to polite behavior. However, this process still faces challenges, such as low student awareness, the negative influence of social media, and minimal support from the family environment. In conclusion, the role of teachers is very crucial in internalizing Pancasila values ​​in students' lives, and more innovative and collaborative strategies are needed with schools and parents to overcome existing obstacles.
Penguatan Perilaku Rasional Politik Birokrasi (ASN, Kepala Desa Beserta Perangkat Desa) Di Kecamatan Kabila Dan Kecamatan Bulango Timur Mahmud, Ramli; Adjie, Zulfikar; Wantu, Asmun; Yunus, Rasid
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1708

Abstract

The tendency for the bureaucracy to not be neutral in the election arena is caused by the bureaucracy's political behavior patterns. Political behavior in sociological and party approaches makes these policies patterned at segmentation of religious groups, ethnicities, political parties and so on. Bureaucratic neutrality can be achieved if the political preferences of the bureaucracy (ASN, Village Head, Village Apparatus) are influenced by rational political behavior. This service aims to 1) Identify problems of vulnerability to election violations that occur around the environmental bureaucracy, 2) Build awareness of the bureaucracy to continue working to overcome types of election violations. 3) Provide enforcement of rational political behavior values ​​in supporting bureaucratic neutrality in elections. 4) As a means of political education to strengthen the preferences of the political bureaucracy so that they become intelligent voters and actively participate in supervising the 2024 simultaneous elections. Through this service, the bureaucracy can play a massive active role in carrying out participatory supervision ahead of the 2024 simultaneous elections.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKN Nopa, Rapika A.; Ngiu, Zulaecha; Wantu, Asmun W.
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.6060

Abstract

This study aims to improve student learning activity and achievement through the implementation of the Role Playing learning method in the Civic Education (PPKn) subject for Class X.5 students at SMA Negeri 2 Gorontalo. The background of this study is the low level of student engagement, which is primarily caused by the dominance of teacher-centered lectures and the lack of interactive learning media. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design, conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The research subjects were 33 students. Data were collected through observation sheets measuring student learning activity and formative tests to assess learning outcomes. The results indicated that the Role Playing method effectively enhanced student engagement, with activity levels increasing from 30% in Cycle I Meeting 1 to 82% in Cycle II Meeting 2. Likewise, student learning mastery improved significantly, from 25% to 85%. These findings suggest that the Role Playing method is effective in creating a more interactive and enjoyable learning atmosphere while also fostering student participation, confidence, and conceptual understanding in Civic Education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan metode pembelajaran Role Playing pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di kelas X.5 SMA Negeri 2 Gorontalo. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran yang masih didominasi oleh metode ceramah satu arah dan minimnya variasi media pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 33 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas belajar siswa dan evaluasi hasil belajar dengan menggunakan instrumen lembar observasi dan tes formatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Role Playing mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa dari 30% pada siklus I pertemuan I menjadi 82% pada siklus II pertemuan II. Ketuntasan hasil belajar siswa juga meningkat secara signifikan, dari 25% menjadi 85%. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Role Playing efektif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, serta mendorong partisipasi aktif, kepercayaan diri, dan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran PPKn.
Meningkatkan Kemampuan Mengeluarkan Pendapat Melalui Model Pembelajaran Brainstorming pada Mata Pelajaran PPKn Kelas XI IPS di SMA Negeri 7 Gorontalo Utara Ajunu, Indriyani; Ngiu, Zulaecha; Wantu, Asmun W
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2248

Abstract

Dalam penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang meningkatkan kemampuan mengeluarkan pendapat melalui model pembelajaran brainstorming pada mata pelajaran PPKn kelas XI IPS di SMA Negeri 7 Gorontalo Utara. Dalam penelitian ini peneliti menggukan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari 4 tahapan utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses belajar dan dapat berpikir kritis agar pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan efisien, data yang didapatkan melalui tahap observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. agar data yang didapatkan sesuai dengan data lapangan serta demi untuk memperkuat data yang dapatkan. Adapun hasil penelitian menujukan bahwa kemampuan siswa dalam mengeluarkan pendapat mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada siklus I mengalami peningkatan dari siswa yang aktif 4 orang dari 27 siswa dengan hasil persentase 15%, cukup aktif 12 orang 44% dan kurang aktif 11 orang 41%. Sementara pada pertemuan 2 siklus 1 siswa yang aktif 11 orang 41%, cukup aktif 9 orang 33% dan kurang aktif 7 26%. Pada siklus II siswa yang aktif 18 orang 67%, siswa yang cukup aktif 7 orang 26% dan kurang aktif 2 orang 7% sedangkan pada pertemuan 2 siswa yang aktif 23 orang 85% dan cukup aktif 4 orang 15%. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran brainstorming dapat meningkatkan kemampuan mengeluarkan pendapat pada mata pelajaran PPKn di SMA Negeri 7 Gorontalo Utara.
SOSIALISASI : “SANTRI BERTANYA PEMILU MENJAWAB “ BAGI SANTRI DI PONDOK PESANTREN ALKHAIRAAT KOTA GORONTALO Mahmud, Ramli; Sukarman Kamuli; Asmun Wantu
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 08 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Involvement active Students in Election Becomes support for existence democracy direct going to Election 2024. As generation successor ambition nation, students have right for get information good Election nor issue political nationality other. In condition certain Students experience constraint in formation and strengthening level cognitive Students as well as preference political Students to Election. over things these, activities devotion this aim give information about Election as a strengthening agenda level cognitive and preferences political Students as well as guide awareness political in apply participation politics. As for what becomes method in implementation activity this covers stages preparation start from observation beginning until provision tools and facilities supporters. In stages implementation use method talk and ask answer. The result of dedication in accordance with project proposals and not there is significant obstacle in its implementation. Support administrator Alkhairaat Gorontalo City and its enthusiasm Students in support activity very effective to achievements destination devotion. Stages evaluation showing that the socialization agenda the has could change attitude students who tend apathetic Becomes active in strengthening level cognitive and preferences political Students to Election. Keywords : Socialization , Santri , Election
Analisis Dinamika Sosial dan Ekonomi pada Komunitas Petani Kelapa di Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato Mohamad, Sutrisno; Hasan, Renol; Wantu, Asmun
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i3.146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika sosial dan ekonomi pada komunitas petani kelapa di Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato. Tanaman kelapa memiliki peran strategis sebagai komoditas utama di daerah ini, dengan potensi besar dalam mendukung perekonomian lokal. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi kelapa, khususnya produk sampingan dan limbah, belum optimal. Para petani cenderung fokus pada produksi kopra, sementara bagian lain dari kelapa, seperti tempurung dan sabut, sering kali dianggap sebagai limbah yang tidak dimanfaatkan. Proses pengolahan kelapa yang dilakukan oleh para petani melibatkan beberapa tahap, termasuk pemanenan dan pengeringan, yang mempengaruhi kualitas kopra yang dihasilkan. Selain itu, ketimpangan dalam kepemilikan lahan turut mempengaruhi status sosial dan ekonomi masyarakat. Untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas petani kelapa, diperlukan pengelolaan yang lebih baik terhadap produk kelapa dan limbahnya, serta peningkatan pengetahuan tentang teknologi pengolahan. Pengembangan industri pengolahan kelapa yang lebih berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi dampak lingkungan.