Claim Missing Document
Check
Articles

Kwandang: Pusat perdagangan dan pertambangan di era Kolonial (1870-1891) Malae, Andris K.; Mohamad, Sutrisno; Wantu, Asmun
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v2i1.272

Abstract

Artikel ini membahas peran Kwandang sebagai pusat perdagangan dan pertambangan pada masa kolonial Belanda antara tahun 1870 hingga 1891. Terletak di pesisir utara Gorontalo, Kwandang memiliki posisi strategis yang menghubungkan Pulau Sulawesi dengan Maluku, menjadikannya jalur utama dalam perdagangan rempah-rempah dan eksploitasi sumber daya alam, terutama emas. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi untuk menganalisis dokumen arsip, laporan perdagangan, serta catatan perjalanan yang menggambarkan peran Kwandang dalam jaringan perdagangan kolonial. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menganalisis arsip kolonial, laporan dagang, dan catatan perjalanan Belanda untuk menggambarkan aktivitas perdagangan dan pertambangan di Kwandang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kwandang menjadi pusat penting dalam perdagangan rempah-rempah, emas, damar, dan rotan, yang melibatkan pedagang dari berbagai wilayah seperti Bugis, Makassar, dan Cina. Eksploitasi sumber daya alam di wilayah ini didorong oleh kebijakan kolonial Belanda yang juga membangun infrastruktur seperti benteng untuk mengawasi aktivitas ekonomi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Kwandang berperan signifikan dalam perkembangan ekonomi dan sosial Gorontalo pada masa kolonial serta menjadi bagian penting dalam dinamika kolonialisme di Indonesia.
Sosok Soeharto Di Mata Masyarakat Gorontalo Mohamad, Sutrisno; Wantu, Asmun; Malae, Andris K.
KOLONI Vol. 2 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v2i2.355

Abstract

The purpose of this research is to describe how Soeharto is in the eyes of the people of Gorontalo. The results of the research show that the figure of Suharto played an important role during the New Order era which slightly changed conditions in Indonesia which also had an impact on Gorontalo. It can be said that Soeharto himself during the New Order era was known as an extraordinary and kind person, but apart from that, there are many stories that tell about his badness where Suharto was a pretty tough person, as well as news about the case. Corruption committed by him and his son during his tenure as president during the New Order era. Suharto's role in Gorontalo was to create an army training command, which was located on Jalan Nani Wartabone, namely the first 317 Company in Gorontalo.  Keywords: Soeharto, Gorontalo people, history
Perkembangan Pasar Ikan Di Tamboo, 2017-2020 Mohamad, Sutrisno; Wantu, Asmun; Malae, Andris K.
KOLONI Vol. 2 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v2i1.365

Abstract

The purpose of this study was to find out the development of the fish market in Tamboo Village in 2017-2020. At the beginning of its establishment, the fish market in Tamboo Village did not have complete facilities. In 2017 the market facilities in Tamboo Village still used makeshift tools. In 2018, the community received assistance from the government in the form of fish stalls using cement and clean water. This assistance, although not comprehensive, can help the community's trading activities. In 2019 the market position or market location was moved back to its initial position, which was near the beach. The relocation of the market caused differences of opinion between the community and the village government. The community and the village government have made an agreement on the location of the permanent market in the new location and the market facilities have been reopened. The impact of the agreement is that trading activities run normally. Market developments in 2020 are marked by concreting and clean water. The number of public facilities that support selling activities is adequate and complete. Los as a place to sell can accommodate various traders. The market has foremen and janitors. Keywords: Fish market, fishermen, facilities.
Penerapan Pendidikan Karakter Dalam kurikulum Merdeka Belajar Di SMA Negeri 1 Biluhu Tuma, Hamzah M.; Yunus, Rasid; Wantu, Asmun
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i2.776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka Belajar di SMAN 1 Biluhu. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan kunci yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, serta guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter seperti religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan toleransi telah diintegrasikan ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, serta Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berbasis proyek. Guru berperan sebagai fasilitator dan teladan dalam membimbing siswa melalui pembelajaran yang aktif dan kontekstual. Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan, seperti rendahnya kesadaran siswa akan pentingnya karakter, penggunaan bahasa yang tidak pantas, serta pengaruh negatif dari luar. Untuk mengatasi permasalahan ini, sekolah terus mendorong kebiasaan positif, meningkatkan peran guru, dan memperkuat kolaborasi dengan orang tua siswa.
Efektivitas Penegakan Aturan Tata Tertib Sekolah SMP Negeri 2 Telaga Kabupaten Gorontalo Horop, Dzulfajar Y; Ngiu, Zulaecha; Wantu, Asmun
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i2.844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penegakan aturan tata tertib sekolah di SMP Negeri 2 Telaga, Kabupaten Gorontalo. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru, kepala sekolah, serta siswa yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan aturan tata tertib di SMP Negeri 2 Telaga belum sepenuhnya efektif. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya kesadaran siswa terhadap pentingnya tata tertib, lemahnya perhatian orang tua terhadap pendidikan karakter anak, serta adanya pengaruh negatif dari lingkungan pergaulan dan media sosial. Selain itu, pendekatan yang digunakan guru dalam menegakkan disiplin masih bersifat konvensional dan kurang inovatif, sehingga tidak menarik perhatian siswa untuk mematuhi aturan yang ada.   This study aims to determine the effectiveness of enforcing school discipline rules at SMP Negeri 2 Telaga, Gorontalo Regency. This study uses a qualitative approach with a descriptive method, where data collection techniques are carried out through observation, in-depth interviews, and documentation of teachers, principals, and students involved in teaching and learning activities. The results of the study indicate that the enforcement of discipline rules at SMP Negeri 2 Telaga is not yet fully effective. This is caused by several factors such as the lack of student awareness of the importance of discipline, the weak attention of parents to children's character education, and the negative influence of the social environment and social media. In addition, the approach used by teachers in enforcing discipline is still conventional and less innovative, so it does not attract students' attention to obey the existing rules.
Dampak Pergaulan Terhadap Perilaku Menyimpang Siswa Di Sekolah SMP Negeri 2 Bokat Kabupaten Buol Klaudia I. Marhum, Novia; Djaafar, Lucyane; Wantu, Asmun; Mozin, Nopiana; Nggilu, Ariyanto
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i2.908

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh perilaku menyimpang siswa yang dipicu oleh pola pergaulan dan lingkungan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pergaulan yang kurang tepat saat ini berpengaruh terhadap perkembangan pribadi siswa. perilaku menyimpang siswa yang dipicu oleh pola pergaulan dan lingkungan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pergaulan yang kurang tepat saat ini berpengaruh terhadap perkembangan pribadi siswa. Tujuan dari penelitian ini guna mengetahui dan menganalisis bagaimana dampak pergaulan terhadap perilaku menyimpang siswa di sekolah SMP Negeri 2 bokat serta bentuk upaya yang telah dilakukan pihak sekolah dalam mengatasi perilaku menyimpang siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena bertujuan untuk mengetahui dampak pergaulan terhadap perilaku menyimpang siswa di SMP Negeri 2 Bokat. Sumber data dalam penelitian ini yaitu hasil wawancara yang akan dilaksanakan oleh peneliti terhadap Informan atau Narasumber dari Sekolah SMP Negeri 2 Bokat. Berdasarkan Hasil penelitian ditemukan bahwa pergaulan memberikan dampak terhadap perilaku menyimpang siswa di SMP Negeri 2 Bokat. Sebagaimana ditemukan bahwa banyak siswa yang melakukan perilaku menyimpang disekolah sebagian besar adalah akibat dari pergaulan yang mereka jalani, baik dirumah ataupun pada lingkungan masyarakat. Kondisi siswa di SMP Negeri 2 Bokat kerap kali melakukan pembulian, bolos dan kenakalan hingga ada yang merusak fasilitas sekolah. Hal ini sebagian besar diakibatkan oleh apa yang mereka dapatkan dari pergaulan mereka. Dalam hal upaya yang telah dilaksanakan oleh pihak sekolah dalam mengtasi perilaku menyimpang siswa, di SMP Negeri 2 Bokat, ditemukan bahwa upaya yang telah dilaksanakan oleh pihak sekolah meliputi beberapa upaya pelaksnaannya, diantaranya melalui tata tertib, proses pembelajaran dikelas dan juga komunikasi dengan pihak orang tua dan pemberian sanksi sebagai efek jera kepada siswa.   The background of this research is deviant behavior of students triggered by social patterns and the environment of students in everyday life. Inappropriate social interactions currently affect students' personal development. Deviant behavior of students triggered by social patterns and the environment of students in everyday life. Inappropriate social interactions currently affect students' personal development. The purpose of this study is to determine and analyze the impact of social interactions on deviant behavior of students at SMP Negeri 2 Bokat and the forms of efforts that have been made by the school in overcoming deviant behavior of students. This study uses a qualitative approach because it aims to determine the impact of social interactions on deviant behavior of students at SMP Negeri 2 Bokat. The data source in this study is the results of interviews that will be conducted by researchers with Informants or Resource Persons from SMP Negeri 2 Bokat. Based on the results of the study, it was found that socializing has an impact on deviant behavior of students at SMP Negeri 2 Bokat. As found that many students who engage in deviant behavior at school are mostly the result of the socializing they do, both at home and in the community. The condition of students at SMP Negeri 2 Bokat often bullies, skips school and misbehaves to the point that some damage school facilities. This is mostly caused by what they get from their socializing. In terms of efforts that have been implemented by the school in overcoming deviant behavior of students, at SMP Negeri 2 Bokat, it was found that the efforts that have been implemented by the school include several implementation efforts, including through regulations, learning processes in class and also communication with parents and giving sanctions as a deterrent effect to students.  
Implementation of Problem-Based Learning Model in State Senior High School 4, Gorontalo City Nggilu, Ariyanto; Ngiu, Zulaecha; Hamim, Udin; Wantu, Asmun W.
Jambura Journal Civic Education Vol 5, No 1 (2025): Vol.5 No.1 Mei 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v5i1.32327

Abstract

In Senior High School 4, Gorontalo City, there are several teachers who only use the lecture model in class when teaching, which creates a mediocre learning atmosphere, as a result, students' enthusiasm for learning decreases. Teachers do not yet understand how to design and implement learning models effectively. Inconsistency of Learning Models with Student Characteristics, Minimal Student Engagement in learning, because learning is only centered on teachers, Lack of Teacher Understanding of Learning Models, Evaluations that are not in line with Learning Models, and there are still many evaluations that only focus on memorization, whereas an effective learning model that can increase students' learning motivation is a learning model that emphasizes students' critical thinking skills. The method used in this study is Qualitative. The results and discussion of this study are In general, the implementation of Problem Based Learning has a significant positive impact on students' learning motivation, especially in terms of increasing involvement, self-confidence, and collaborative learning. However, the success of its implementation is highly dependent on student readiness, teacher support, and a supportive learning environment. The existence of challenges such as the need for high independence and teacher readiness are factors that need to be considered to ensure that Problem Based Learning can provide maximum benefits for students' learning motivation. The disadvantages of the Problem Based Learning Learning Model are that the problem-solving process through PBL takes longer than traditional learning methods. Students need time to understand the problem, conduct research, discuss, and find solutions.
Konservasi Preventif Atas Paham Radikalisme Pada Siswa SMK Negeri 1 Gorontalo Zulfikar Adjie; Asmun Wantu; Intan Tiara Kartika; Sanri J. Dotutinggi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.9172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan upaya konservasi preventif atas paham radikalisme pada siswa SMKn 1 Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif, pendekatan deskriptif untuk menggambarkan strategi yang diterapkan oleh guru-guru dan pihak terkait dalam mencegah penyebaran paham radikal di kalangan siswa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Wakasek Kesiswaan, guru PPKn, guru Bimbingan Konseling (BK), serta siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pencegahan paham radikalisme di SMKn 1 Gorontalo dilakukan melalui pendekatan pedagogis yang terintegrasi dalam tiga dimensi utama: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam dimensi kognitif, guru PPKn secara aktif mengintegrasikan nilai-nilai kebhinekaan dan prinsip-prinsip Pancasila dalam setiap aktivitas pembelajaran, yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap pentingnya demokrasi, toleransi, dan pluralisme. Pendekatan berbasis diskusi, studi kasus, dan problem-based learning terbukti efektif dalam membentuk daya nalar kritis siswa terhadap narasi intoleransi yang berkembang di media sosial. Di dimensi afektif, kegiatan ekstrakurikuler yang berorientasi pada moralitas dan kebhinekaan, seperti pramuka dan pentas seni budaya, berperan penting dalam membangun rasa empati dan solidaritas antar siswa dengan latar belakang yang berbeda. Dimensi psikomotorik menekankan pentingnya interaksi yang lebih personal dan humanistik antara siswa dan guru, terutama melalui konseling dan pendekatan yang mendalam terhadap perilaku menyimpang.Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa upaya preventif atas paham radikalisme harus bersifat terstruktur dan melibatkan kolaborasi lintas disiplin untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif, yang mampu membentuk karakter siswa yang toleran dan menghindari paparan paham radikaslime.
Peran Guru PPKn Dalam Mencegah Perilaku Perundungan Di SMP Negeri 1 Randangan Nirmawati Nasir; Asmun Wantu; Yuli Adhani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.10111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang peran guru PPKn dalam mencegah perilaku bullying di SMP Negeri 1 Randangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dimana data diperoleh melalui tahapan observasi, wawancara dan dokumentasi sehingga data yang diperoleh sesuai dengan kondisi lapangan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peran guru PPKn dalam meminimalisir segala bentuk bullying yang dilakukan oleh siswa di SMP Negeri 1 Randangan adalah berperan sebagai motivator dan fasilitator serta mediator. Dimana hal tersebut dilakukan dengan cara memberikan motivasi kepada siswa agar selalu berperilaku baik dan tidak melakukan bullying, serta melaksanakan penyuluhan tentang dampak negatif perilaku bullying dengan isi penyuluhan yaitu nilai dan norma kehidupan, dampak bullying terhadap kesehatan dan sosial serta dampak bullying terhadap prestasi belajar. Faktor penghambat yang dialami guru dalam membimbing siswa agar terhindar dari perilaku bullying yaitu kondisi siswa yang masih kurang patuh dan menaati serta mengindahkan arahan yang diberikan oleh guru. Hal tersebut menjadi faktor penghambat utama bagi guru.
Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Siswa SMK Negeri 3 Gorontalo Wantu, Asmun W.; Hamim, Udin; Adjie, Zulfikar; Mustafa, Febrianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1624

Abstract

This study aims to address the declining trend of students’ character values through a collaborative character education strengthening program at SMK Negeri 3 Gorontalo. Technological advancement, while offering convenience, also poses a risk of eroding students’ moral values. The research employed a collaborative approach involving lecturers, students, and school stakeholders, consisting of three phases: preparation (needs analysis, coordination, and material development), implementation (socialization, seminars, and interactive discussions), and evaluation through surveys and feedback. The results indicate a considerable improvement in students’ understanding of core character values such as honesty, responsibility, and discipline, along with active participation in reflective activities. The program also strengthened the synergy between schools and higher education institutions as a foundation for sustainable character development. The study concludes that collaborative and contextual approaches are effective in instilling character values, although periodic evaluations are necessary to ensure long-term internalization. These findings emphasize the importance of integrating character education throughout the entire educational ecosystem, both at the school and university levels.ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk mengatasi tren penurunan nilai-nilai karakter pada siswa melalui program penguatan pendidikan karakter berbasis kolaborasi di SMK Negeri 3 Gorontalo. Kemajuan teknologi, meski membawa kemudahan, juga berpotensi menggerus nilai-nilai karakter siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kolaboratif antara dosen, mahasiswa, dan pihak sekolah, yang meliputi tiga tahap: persiapan (analisis kebutuhan, koordinasi, dan penyusunan materi), pelaksanaan (sosialisasi, seminar, dan diskusi interaktif), serta evaluasi melalui survei dan umpan balik. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan, serta partisipasi aktif dalam kegiatan reflektif. Program ini juga memperkuat sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi sebagai fondasi penguatan karakter berkelanjutan. Kesimpulan pengabdian ini menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif dan kontekstual efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter, meskipun memerlukan evaluasi berkala untuk memastikan internalisasi jangka panjang. Temuan ini mendukung pentingnya integrasi pendidikan karakter dalam seluruh ekosistem pendidikan, baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi.