Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Usaha Pengolahan Gula Aren di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru Hasriati Erawati; Kamiliah Wilda; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7813

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan dari usaha pengolahan gula aren, serta mengetahui besar nilai tambah yang dihasilkan dari usaha pengolahan gula aren. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru. Terdapat dua desa yang memproduksi gula aren yaitu Desa Teluk Aru dan Desa Teluk Kemuning. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive). yaitu penentuan sampel secara sengaja oleh peneliti berdasarkan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Pengambilan desa sampel dilakukan dengan pertimbangan yaitu desa yang memiliki unit usaha industri gula aren. Pengambilan responden dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sensus yaitu semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Adapun jumlah populasi pengrajin gula aren di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan berjumlah 27 rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total rata-rata pada usaha pengolahan gula aren adalah sebesar Rp 2.993.234 per bulan, penerimaan rata- rata sebesar Rp 3.769.630 per bulan. Rata-rata keuntungan sebesar Rp 776.396 per bulan. Rata-rata nilai tambah pada usaha pengolahan gula aren adalah sebesar Rp 10.857,31/kg.
Tingkat Penerapan Teknologi Budidaya Padi di Lahan Rawa Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar Irfan Rifanto; Hairi Firmansyah; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2125

Abstract

Abstrak. Penerapan merupakan tindakan yang dilakukan secara individu maupun kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan, penerapan harus memuat unsur berikut, adanya program yang dilaksanakan, adanya kelompok target, yaitu masyarakat yang menjadi sasaran dan diharapkan akan menerima manfaat dari program tersebut. Adanya pelaksanaan baik organisasi ataupun perorangan yang bertanggung jawab dan pengelolan, pelaksanaan maupun pengawasan dari proses penerapan. Teknologi adalah penerapan keilmuan yang mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknologi dalam suatu bidang.  Penyelenggaraan budidaya padi di lahan rawa bertujuan untuk memperbaiki taraf hidup petani agar mempunyai penghasilan tambahan dengan sasaran kegiatan peningkatan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 atau IP 100 sampai dengan IP 300 sehingga meningkatkan  produktivitas dan produksi padi di lahan rawa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tingkat penerapan teknologi budidaya padi pada lahan rawa di Kecamatan Sungai Tabuk dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat penerapan budidaya padi di lahan rawa. Hasil Penelitian di dapat bahwa tingkat penerapan teknologi budidaya padi di lahan rawa kecamatan Sungai Tabuk pada kategori sedang (72,087%). Berdasarkan uji korelasi, faktor internal petani (umur, pendidikan, pengalaman berusahatani dan kekosmopolitan) dan faktor ekternal petani (modal, luas lahan, jumlah tenaga kerja dan interaksi dengan penyuluh) terhadap tingkat penerapan teknologi budidaya padi di lahan rawa signifikan Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten BanjarKata kunci: penerapan, teknologi, penyelenggaraan budidaya padi
SISTEM TATANIAGA KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jaqk) DI KECAMATAN WANARAYA, KABUPATEN BARITO KUALA Gean Mirasantika; Artahnan Aid; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2911

Abstract

Peran subsektor pertanian penting dalam membangun ekonomi nasional yang diperkuat yaitu dengan meningkatan luas areal dan produksi. Salah satu komoditas yang mengalami pertumbuhan yang sanagat signifikan yaitu komoditas kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem tataniaga dan menganalisis magin, farmer’s share, analisis rasio keuntungan dan biaya dan efesiensi tataniaga petani pada sistem tataniaga kelapa sawit. Daerah yang digunakan sebagai tempat penelitian yaitu di Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala. Jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder. Penelitian dilakukan melalui wawancara menggunakan kuisioner kepada pelaku tataniaga. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2019. Berdasarkan hasil penelitian sistem tataniaga kelapa sawit di Kecamatan Wanaraya memiliki tiga saluran pemasaran dengan 3,33% petani menjual langsung ke pabrik,kelapa sawit (PKS), 20% petani menjual ke pedagang pengumpul dan 76,67% menjual pada pedagang besar. Sistem pembayaran diberikan secara tunai (cash) dengan petani melaporkan timbangan yang diperoleh pada pedagang. Struktur pasar yang dihadapi pada sisitem tataniaga tersebut yaitu struktur pasar monopsoni. Dari perhitungan diperoleh margin tataniaga tertinggi terjadi pada saluran III sebesar Rp368,333/kg,  farmer’s share paling besar terdapat pada saluran I sebesar 100% dan untuk nilai rasio keuntungan dan biaya terbesar. terdapat pada saluran I sebesar Rp594/kg.
Dampak Relokasi Pasar Bauntung Banjarbaru terhadap Pendapatan Pedagang Beras Akhmad Raja Shaufi; Kamiliah Wilda; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5889

Abstract

Kegiatan perdagangan erat hubungannya dengan pasar. Dalam perekonomian, pasar memiliki peranan sebagai salah satu prasarana perdagangan. Pentingnya peranan sektor perdagangan pada pertumbuhan dan perkembangan ekonomi menjadi salah satu dasar pemerintah Kota Banjarbaru dalam melaksanakan program terhadap pembangunan sarana ekonomi (Perdagangan) salah satunya yakni dengan melakukan pembangunan pasar dan melaksanakan kebijakan relokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak relokasi terhadap pendapatan pedagang beras serta permasalahan yang dihadapi pedagang. Penelitian ini dilakukan di Pasar Bauntung Banjarbaru jalan R.O. Ulin (ex Stadion Mini Gawi Sabarataan), Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru. Metode yang digunakan adalah sensus yaitu dengan jumlah sampel 8 pedagang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis kuantitatif dengan menggunakan uji statistik berupa uji t berpasangan untuk membandingkan pendapatan pedagang sebelum dan sesudah relokasi, dan analisis kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif untuk menjelaskan permasalahan yang dihadapi pedagang beras. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pendapatan pedagang beras sebelum dan sesudah relokasi Pasar Bauntung Banjarbaru yakni terjadi penurunan rata-rata pendapatan pedagang sebesar Rp. 42.360.815 atau sebesar 46,5%. Hal ini menunjukkan bahwa relokasi pasar Bauntung Banjarbaru memberikan dampak negatif terhadap pendapatan pedagang beras.  Selanjutnya permasalahan yang dihadapi pedagang antara lain lokasi pasar, kepastian usaha, retribusi dan waktu kerja.
Analisis Pemasaran Kulit Kayu Manis di Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan Candra Wahyu Pratama; Kamiliah Wilda; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran kulit kayu manis, fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan serta efisiensi pemasaran kulit kayu manis di Kecamatan Loksado, Menganalisis biaya pemasaran dan marjin pemasaran kulit kayu manis di Kecamatan Loksado. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang dilaksanakan mulai dari bulan Juni 2022 sampai dengan bulan Desember 2022. Data pada penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh secara langsung dari petani, pedagang pengumpul, dan pedagang pengecer dengan melakukan wawancara yang berpedoman pada daftar pertanyaan (kuesioner) yang telah disusun sebelumnya dan data sekunder yang diperoleh dari serta dinas/instansi dan sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode penarikan contoh pada penelitian ini dilakukan menggunakan metode purposive sampling dan proporsional random sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 40 orang petani. Efisiensi pemasaran yang diproleh dari hasil analisa efisiensi ekonomis dan efisiensi teknis, disimpulkan bahwa ketiga saluran pemasaran efisien. Biaya pemasaran yang paling besar terdapat pada saluran I yaitu sebesar Rp. 2.600/Kg dengan total margin pemasaran sebesar Rp. 40.000/Kg. Sedangkan biaya pemasaran yang paling kecil terdapat pada saluran II yaitu sebesar Rp. 1.900/Kg dengan total margin pemasaran sebesar Rp. 40.000/Kg. Pada saluran III biaya pemasaran yang dikeluarkan sebesar Rp. 2.560/Kg dengan total margin pemasaran sebesar Rp. 58.333/Kg.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Bawang Merah di Provinsi Kalimantan Selatan Nur Syifa; Kamiliah Wilda; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan bawang merah, dan untuk mengetahui elastisitas permintaan bawang merah di Provinsi Kalimantan Selatan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder time series. Sumber data diperoleh dari instansi seperti Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian Kalimantan Selatan, dan Pusat Data Informasi Pertanian. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda melalui program SPSS25. Hasil penelitian menunjukkan persamaan Ln Qd=-4,679-0,026 LnX+ 1,541 Ln X model ini memiliki nilai R² sebesar 65,6%. Uji F diperoleh bahwa variabel harga bawang merah dan variabel jumlah penduduk secara bersama berpengaruh terhadap permintaan bawang merah di Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan pada uji-t diperoleh hasil variabel jumlah penduduk berpengaruh nyata, dan variabel harga bawang merah tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan bawang merah di Provinsi Kalimantan Selatan. Hasil analisis koefisien elastisitas harga bawang merah mempunyai nilai elastisitas sebesar -0,026. Ini berarti bahwa elastisitas bersifat inelastis karena nilai elastisitas kurang dari 1
Analisis Pemasaran Selada Hidroponik di Banjarbaru (Studi Kasus Iyin Hidroponik) Rahman Robiansyah; Kamiliah Wilda; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10318

Abstract

Hidroponik merupakan metode pertanian inovatif yang melibatkan budidaya tanaman tanpa bergantung pada media tanah tradisional lahan yang sempit dapat dimanfaatkan untuk menanam secara hidroponik. Iyin Hidroponik merupakan salah satu produsen sayuran hidroponik di Kota Banjarbaru terletak di Kelurahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran dan fungsi pemasaran yang. dan menganalisis besar biaya, margin, keuntungan pemasaran, farmer's share dan efisiensi pemasaran pada Iyin hidroponik. Metode pengumpulan sampel yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode Snowball Sampling (bola salju). Berdasarkan hasil penelitian, Saluran pemasaran pada usahatani Iyin Hidroponik terdapat tiga fungsi pemasaran meliputi fungsi pertukaran, fisik, dan fasilitas. Pada saluran I farmer share sebesar 100% dan pada saluran II sebesar 87,5%, pada saluran II biaya pemasaran sebesar Rp578,00/batang dan Rp2.890,00/Kg, keuntungan Rp422,00/Batang dan Rp2.110,00/Kg, margin Rp1.000,00/Batang dan Rp5.000,00/Kg, dengan efisiensi 7,22%. pada saluran III farmer share 70%, biaya pemasaran Rp355,43/Batang dan Rp1.777,15/Kg, keuntungan Rp264,457/Batang dan Rp1.322,285/Kg, margin Rp3.000,00/Batang dan Rp15.000,00/Kg dengan efisiensi 3,55%.
PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN DAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP BOLU GULUNG PRODUKSI HJ. ENONG BAKERY MARTAPURA Ririn Oktavia; Nuri Dewi Yanti; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.636

Abstract

Tujuan penelitian ini mengidentifikasi karakteristik, mengidentifikasi proses keputusan pembelian konsumen, menganalisis tingkat kepuasan konsumen terhadap bolu gulung produksi Hj. Enong Bakery di Martapura Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September sampai Oktober 2017 di outlet resmi Hj. Enong Bakery Martapura Kabupaten Banjar. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Alat yang dipakai adalah analisis deskriptif, Infortance Performance Analysis (IPA) dan Customer satisfaction Index (CSI). Berdasarkan hasil penelitian meyoritas konsumen bolu gulung Hj. Enong Bakery adalah perempuan berusia 36-45 tahun dan berstatus sudah menikah, berpendidikan terakhir SMA/ sederajat, pekerjaan sebagai pegawai swasta dan sebesar 51,7% pendapatan perbulan berkisar >Rp2.000.000 – <Rp4.000.000. Berdasarkan analisi IPA atribut yang harus dipertahan perusahaan prestasinya adalah harga, kehalalan produk, izin DEPKES RI P-IRT, informasi kandungan produk dan tekstur produk, sedangkan berdasarkan analisis CSI , kepuasan konsumen 0,72 yang artinya konsumen sudah merasa puas.Kata Kunci: kepuasan, karakteristik, perilaku konsumen
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Proses Budidaya Tanaman Timun Suri di Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong Paulina Sakdah; Djoko Santoso; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.686

Abstract

 Timun suri atau buah belungka batu biasanya banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia salah satunya di Kalimantan Selatan. Khususnya masyarakat di daerah Kecamatan Banua Lawas biasa menyebutnya dengan buah belungka banar. Buah timun suri merupakan buah non climatoric atau bukan buah musiman, artinya buah timun suri bisa dinikmati kapan saja dan ditanam kapan saja, tidak tergantung musim asalkan pada saat penanaman sesuai dengan syarat tumbuhnya. Namun pada kenyataannya kebanyakan petani hanya menanam timun suri pada saat menjelang bulan suci ramadhan. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan petani menanam timun suri, mengetahui mengapa petani menanam timun suri menjelang bulan ramadhan serta mengetahui proses pengambilan keputusan petani dalam budidaya timun suri. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2017 sampai bulan Agustus 2018 di Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja. Sampel sebanyak 20 orang petani dengan menggunakan metode Multistage random sampling (pengambilan sampel secara bertahap). Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan alat statistika sederhana yaitu tabulasi silang, uji chi kuadrat dan modus. Berdasarkan hasil uji chi kuadrat diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dengan keputusan petani menanam timun suri pada saat menjelang bulan ramadhan.Kata kunci: timun suri, tingkat permintaan, religi, analisis deskriptif, chi kuadrat
PROFIL USAHA MIKRO AMPLANG DI KELURAHAN SUNGAI ULIN, KECAMATAN BANJARBARU UTARA, KOTA BANJARBARU (STUDI KASUS USAHA AMPLANG RINI) Sri Noorliani; Kamiliah Wilda; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2916

Abstract

Pemerintah Kota Banjarbaru mendorong dan mendukung penuh usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berada di Kota Banjarbaru semakin maju sehingga mampu berkembang lebih besar dikarenakan UMKM berperan dalam penopang perekonomian masyarakat dan dapat menyerap tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran di kota Banjarbaru. Salah satunya adalah usaha mikro Amplang Rini yang merupakan binaan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Banjarbaru memiliki Surat Ijin Usaha 532.2/283/BPPT dan PM/2015 TGL 24 JUNI 2015. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis profil usaha mikro Amplang Rini yaitu aspek usaha, aspek produksi, aspek keuangan, aspek pemasaran dan aspek kelembagaan dan kemitraan, dan menganalisis permasalahan yang dihadapi usaha mikro Amplang Rini. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriftif dan analisis biaya, penerimaan, keuntungan dan BEP. Hasil penelitian profil usaha mikro Amplang Rini proses pengolahan amplang dilakukan dengan 9 tahap dengan bahan baku utama ikan tenggiri dengan biaya tetap sebesar Rp 24.500.000, biaya variabel sebesar Rp 1.180.587.500, penerimaan total sebesar Rp 3.557.075.000. Keuntungan total sebesar Rp 2.351.987.500. Usaha mikro Amplang Rini merupakan usaha yang menguntungkan karena jumlah produksi, jumlah penjualan dan harga yang dijual dalam rupiah perbungkus lebih tinggi dari BEP nya. Saluran pemasaran yang dilakukan usaha mikro Amplang Rini ada 3 yang mana memiliki lembaga dan fungsi masing-masing.
Co-Authors Abdurrahman Abdurrahman Adi Budiono Aditya Renaldi Kurniawan Afrillia Wulandari Ahmad Yousuf Kurniawan Aisya Najmi Maulida Akhmad Raja Shaufi Artahnan Aid Aulia Rahman Beny Budianto Berty Khairun Nafisah Brillian Sanubari Candra Wahyu Pratama Cristiani Putri Dedi Ardiansyah Djoko Santoso Djoko Santoso Dolok Saribu Eka Radiah Elianingsih Elianingsih Emy Rahmawati Ermawati Ermawati Fauzan Maulidian Noor Ferrianta, Yudi Frendi Kurniawan Gean Mirasantika Gusti Halimatus Sa&#039;diah Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Halimatus Sakdiah Hamdani Hasriati Erawati Ike Dewi Yuliani Insinul Riki Intan Suari Adidarma Putri Irfan Rifanto Lina Afriyani Lindawati Lindawati Luki Anjardiani Marhamah Marhamah Masyhudah Rosni Meilani Wulansari Mequa Eleina Cahya Gusti Mira Yulianti Muhammad Faisal Muhammad Fauzi Muhammad Firdaus Muhammad Husaini Muhammad Ichwan Muhammad Lufi Maulana Muhammad Rizal Muhammad Syarbini Muhammad Syarif Muzdalifah Muzdalifah Nina Budiwati Noor Aidayanti Nova Regina Tobing Novie Noor Anissa Nur Prasyetiyo Nur Safitri Nur Syifa Nurin Nisa Farah Diena Paulina Sakdah Rahman Robiansyah Ratih Noviartie Ratna Taher Raudatina Raudatina Restu Prasetia Rifiana Rifiana Ririn Oktavia Riska Aulia Wulandari Riya Dewi Afriyanti Rizki Amalia Savitri Ryad Reynadie Sadik Ikhsan Saputra, Riza Adrianoor Sirajunnisa Sirajunnisa Siti Hafsah Siti Khadijah Siti Sapnah Sri Noorliani Syaprudin Ilham Syarbini, Muhammad Umi Salawati Untung Santoso Usamah Hanafie Vina Ramadhanty Wika Vidya Yanti, Nuri Dewi Yedita Ayu Kusuma Ningrum Yusuf Azis