Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kualitas Pelayanan Kedai Kopi Janji Jiwa Banjarbaru Yedita Ayu Kusuma Ningrum; Kamiliah Wilda; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5963

Abstract

Kualitas pelayanan saat ini menjadi sesuatu yang diprioritaskan oleh konsumen termasuk dalam memilih kedai kopi. Janji Jiwa merupakan kedai kopi yang baru tiga tahun berdiri tetapi sudah memiliki lebih dari 700 cabang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis harapan dan kinerja pelayanan di Kedai Kopi Janji Jiwa Banjarbaru. Metode pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dan terdiri dari 105 responden yang mewakili tiga Kedai Kopi Janji Jiwa di Banjarbaru. Penyebaran kuesioner berupa link google form dilakukan dengan menemui responden secara langsung guna mengurangi terjadinya kuesioner yang tidak kembali dan kuesioner yang tidak memenuhi syarat. Analisis yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui harapan, kinerja juga strategi yang digunakan untuk meningkatkan kepuasan konsumen, serta Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengetahui indeks kepuasan konsumen. Berdasarkan hasil penelitian, Harapan konsumen terhadap pelayanan kedai kopi Janji Jiwa di Banjarbaru memiliki skor rata-rata 4,39 dan berada pada kategori penilaian “sangat penting”. Sedangkan kinerja pelayanannya memiliki skor rata-rata 4,05 dan berada pada kategori penilaian “puas”, artinya konsumen menganggap kualitas pelayanan sangat penting dan merasa puas dengan kinerja pelayanan. Indeks kepuasan konsumen secara keseluruhan adalah 84% yang termasuk kategori good, artinya dari harapan dan kinerja pelayanan kedai kopi Janji Jiwa Banjarbaru memiliki indeks kepuasan konsumen yang baik. Sebanyak 11 sub indikator termasuk kedalam kuadran dua dengan strategi pertahankan prestasi, sebanyak 4 sub indikator termasuk kedalam kuadran satu dengan strategi peningkatan prestasi, sebanyak 6 sub indikator termasuk dalam kuadran tiga dengan strategi prioritas rendah karena pengaruh subindikator yang kecil terhadap kepuasan konsumen dan sebanyak 3 sub indikator termasuk dalam kuadran empat dengan strategi mengoptimalkan kinerja agar tidak berlebih.
Analisis Kualitas Pelayanan di Utopia Coffee Bistro Kota Martapura Lindawati Lindawati; Mira Yulianti; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13593

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur dan menganalisis kualitas pelayanan telah diberikan oleh Utopia Coffee Bistro kepada pelanggan, mengukur dan menganalisis pelayanan yang telah diberikan oleh Utopia Coffee Bistro kepada pelanggan telah sesuai antara tingkat kepentingan kualitas pelayanan dengan kinerja kualitas pelayanan. Data primer di peroleh dari kuesioner yang disebarkan kepada responden dan data yang telah diolah peneliti. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik accidental sampling. Pengunjung yang datang akan diminta untuk mengisi kuisioner melalui Google Form atau secara langsung. Pengunjung yang dijadikan sampel merupakan pelanggan yang berusia lebih dari 17 tahun, pernah berkunjung dan mengonsumsi makanan dan minuman di Utopia Coffee Bistro lebih dari 1 kali. Analisis yang digunakan metode importance performance analysis (IPA). Pada penelitian ini survei yang dilakukan kepada 60 responden. Hasil penelitian menujukan terdapat beberapa karateristik ditempat penelitian seperti umur yang mayoritas berada pada rentang umur 21-30 tahun. Karakteristik menurut jenis kelamin didominasi perempuan dibanding laki-laki, karakeristik menurut jenis pekerjaan mayoritas responden adalah pegawai Swasta dan karakeristik estimasi jumlah pendapatan mayoritas adalah Rp. 3.000.000 – Rp. 3.900.000. Tingkat kepentingan tertinggi terdapat pada atribut kebersihan tempat dengan skor rata-rata mencapai 4,6 dan berada dalam kategori sangat penting. Atribut terendah ada pada atribut ketersediaan P3K untuk keselamatan dan pertolongan pertama dengan skor rata-rata 3,9. Tingkat kinerja tertinggi pada atribut pembayaran tunai dan nontunai dengan skor rata-rata 4,4 dan berada dalam kategori sangat puas (SP). Atribut terendah ada pada atribut ketersediaan P3K untuk keselamatan dan pertolongan pertama dengan skor rata-rata 3. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas layanan yang diterima oleh pelanggan Utopia Coffee dan Bisto dinilai oleh pelanggan termasuk ke dalam kategori Memuaskan. Pada Importance Performance Analysis Kuadran kepentingan dan kinerja Dari gambar diatas dapat diketahui skor total rata-rata dan ? = 4,2 ? = 4,12.
Peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap Pendapatan Petani Padi di Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Siti Hafsah; Usamah Hanafie; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2118

Abstract

Abstrak. Pengembangan sektor pertanian tentu tidaklah mudah, berbagai hambatan dan rintangan harus dihadapi, diantaranya yaitu kurangnya permodalan, kurangnya kemampuan manajerial dan terbatasnya pemasaran. Permodalan merupakan permasalahan paling mendasar yang dihadapi oleh petani, untuk melakukan usahataninya untuk membuat kualitas dan kuantitas hasil lebih maksimal. Dalam mengatasi hal ini, pemerintah menyediakan fasilitas program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk permodalan sektor pertanian. Penelitian bertujuan untuk menganalisis sistem peminjaman dan pengembalian KUR (Kredit Usaha Rakyat) oleh petani dan menganalisis peran KUR (Kredit Usaha Rakyat) terhadap pendapatan petani padi di Kecamatan Aluh-aluh. Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Metode penarikan contoh dilakukan yaitu dengan dua tahap (Two stages). Tahap pertama yaitu menentukan wilayah penelitian dengan metode penarikan contoh secara sengaja (purposive sampling) yakni memilih Desa Tanipah. Selanjutnya penentuan sampel petani dengan metode acak sederhana (simple random sampling) dengan keseluruhan jumlah petani yang menjadi sampel adalah sebanyak 60 orang. Bagi yang mengikuti program KUR terlebih dahulu melakukan pengajuan peminjaman dengan melengkapi administrasi. Pencairan dana dilakukan selama dua tahap. Pengembalian KUR (Kredit Usaha Rakyat) pertanian disesuaikan antara kesepakatan pihak bank dengan penerima KUR dengan memperhatikan keadaan si penerima KUR. Pengembalian secara sekaligus. Biaya total petani padi penerima KUR sebesar Rp 20.159.138,9/usahatani atau Rp 11.621.332,70/ha, sedangkan non penerima KUR sebesar Rp 17.603.899,90/usahatani atau Rp 10.931.826/ha. Penerimaan petani padi penerima KUR sebesar Rp 24.027.000/usahatani atau Rp 13.851.076,1/ha, sedangkan non penerima KUR sebesar Rp 17.470.000/usahatani atau Rp 10.848.685,57/ha. Pendapatan petani padi penerima KUR sebesar Rp 12.141.522,8/usahatani atau Rp 6.999.340,55/ha, sedangkan non penerima KUR sebesar Rp 8.679.403,02/usahatani atau Rp 5.389.817,62/ha. Serta rata-rata pendapatan petani penerima KUR lebih kecil atau sama dengan petani non penerima KUR, dengan kata lain bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) tidak berperan terhadap pendapatan petani padi karena petani tidak sepenuhnya menggunakan KUR untuk usahatani.Kata kunci: petani padi, pendapatan, peran KUR 
Analisis Neraca Beras di Kabupaten Banjar Muhammad Lufi Maulana; Muhammad Fauzi; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5937

Abstract

Pemenuhan kebutuhan beras di masa mendatang akan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan penawaran dan permintaan beras, baik yang diproduksi sendiri-sendiri maupun hasil interaksi antara faktor-faktor tersebut. Karena beras merupakan produk yang mempunyai sifat strategis, penting untuk memahami ketersediaan, konsumsi, dan ketersediaan beras untuk tujuan perencanaan. Tujuan penelitian menganalisis neraca ketersediaan beras dan pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan data sekunder mengenai data produksi padi dan konsumsi beras berbentuk data runtun waktu (time series) tahun 2015-2019. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan perhitungan produksi beras dan neraca ketersediaan beras. Berdasarkan hasil penelitian, rata- rata ketersediaan beras dan jumlah konsumsi beras di Kabupaten Banjar tahun 2015-2019 masing-masing sebesar 139.417,47 ton/tahun dan 78.455,50 ton/tahun. Akan tetapi rata-rata pertumbuhan ketersediaan beras mengalami penurunan sebesar 4,20%/tahun dan jumlah komsumsi beras tahun 2018-2109 mengalami penurunan sebesar 5,18%, walaupun jumlah konsumsi beras tahun 2015-2018 terus mengalami peningkatan sebesar 1,51%/tahun. Rata--rata perimbangan pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Banjar sebesar 60.961,98 ton/tahun, akan tetapi rata-rata pertumbuhan pemenuhan kebutuhan beras mengalami penurunan sebesar 8,91%/tahun. Wilayah kecamatan tingkat pemenuhan kebutuhan beras yang rendah di Kabupaten Banjar tahun 2015-2019 adalah Kecamatan Martapura, Martapura Timur, Kertak Hanyar dan Kecamatan Telaga Bauntung.
TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA PETANI KARET DI DESA SUNGAI ALANG KECAMATAN KARANG INTAN Raudatina Raudatina; Kamiliah Wilda; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.594

Abstract

Tingkat kesejahteraan adalah salah satu konsep yang digunakan untuk menyatakan kualitas hidup suatu masyarakat atau individu. Tujuan dari penelitian ini yaitu utk mengetahui keadaan sosial ekonomi petani karet (umur, pendidikan formal, luas lahan, pendapatan petani dan pengalaman), untuk mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga petani karet. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey. Penentuan wilayah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive), yaitu di Desa Sungai Alang Kecamatan Karang Intan. Jumah sampel yang diambil 30 orang keluarga petani. Analisis yg digunakan yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan keadaan sosial ekonomi keluarga petani relatif baik karena sebagian besar petani berada dalam usia produktif (63,33%), pengalaman berusahatani cukup lama rata-rata 14 tahun, jumlah tanggungan keluarga relatif kecil rata-rata 4 orang, untuk pekerjaan masyarakat lebih banyak bekerja sebagai petani karet saja, pendapatan petani rata-rata Rp 22.097.227 ha/thn, untuk kepemilikan lahan hak milik sendiri, luasan lahan rata-rata 1,25 ha, tetapi dalam pendidikan masih kurang karena rata-rata petani hanya lulusan SD (43,33%). Tingkat kesejahteraan keluarga petani terbesar pada tahapan keluarga sejahtera II yakni sebanyak 10 responden (33,34%) dan terendah pada tahapan keluarga prasejahtera yakni sebanyak 4 responden (13,33%). Penyebab banyaknya keluarga sejahtera II karena sebagian petani responden sudah dpt memenuhi semua kebutuhan dasar dan kebutuhan sosial psikologisnya dan penyebab keluarga petani jatuh pada tahap keluarga prasejahtera karena tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya dari segi kesehatan.Kata kunci: tingkat kesejahteraan, petani karet
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN SUSU KAMBING DI DESA PEMATANG DANAU, KECAMATAN MATARAMAN, KABUPATEN BANJAR (Studi Kasus Usaha Merk Marasuka) Ryad Reynadie; Kamiliah Wilda; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2619

Abstract

Industri pengolahan merupakan suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah barang dasar menjadi barang jadi atau setengah jadi dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya. Penelitian dilaksanakan pada usaha pengolahan susu kambing di Desa Pematang Danau Kecamatan Mataraman yang dimulai dari bulan Desember 2018 sampai dengan April 2019. Hasil penelitian menunjukan produk susu olahan merk Marasuka yaitu susu bubuk, susu varian rasa dan yoghurt. Proses pengolahannya masih manual, menggunakan tenaga kerja manusia. Peralatan untuk pengolahan produk susu merk Marasuka masih sederhana. Biaya total usaha pengolahan susu kambing selama Bulan Februari 2019 untuk tiga jenis produk adalah sebesar Rp 2.499.899,78 dengan penerimaan total sebesar Rp 3.300.000,00, maka keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 800.100,22 serta nilai tambahnya sebesar Rp 36.374,20. Kata kunci: analisis pengolahan, susu kambing, nilai tambah.  
Kontribusi Pendapatan Wanita dari Usahatani Pembibitan Karet Terhadap Pendapatan Total Rumah Tangga di Desa Bentok Darat, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut Riska Aulia Wulandari; Emy Rahmawati; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.688

Abstract

Sekarang ini wanita tidak hanya menjadi ibu rumah tangga saja atau bekerja pada sektor formal tetapi wanita juga bisa bekerja disektor pertanian, khususnya menjadi wanita tani. Pada rumah tangga petani, wanita tani sebagai istri dan ibu memiliki peran penting untuk mengatur dan mengendalikan kehidupan rumah tangga. Disamping itu wanita tani juga ikut serta membantu mencari nafkah, wanita tani bekerja dipembibitan karet sebagai pengokulasi karet. Kontribusi wanita tani pembibitan karet dapat diperhitungkan jumlahnya untuk menambah pendapatan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan wanita tani, menganalisis pendapatan total rumah tangga petani dan menganalisis besarnya kontribusi pendapatan wanita tani terhadap pendapatan total rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus. Dari penelitian ini diperoleh hasil rata-rata pendapatan wanita tani Rp 1.163.700/bulan dengan rata-rata pendapatan total rumah tangga sebesar Rp 3.855.154/bulan dan kontribusi yang diberikan wanita tani terhadap pendapatan total rumah tangga sebesar 30,19%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa wanita tani memberikan kontribusi atau sumbangan yang cukup besar untuk pendapatan rumah tangganya.Kata kunci: kontribusi, wanita tani, pendapatan total, pembibitan karet
Analisis Usahatani Kangkung Darat di Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat Afrillia Wulandari; Muhammad Husaini; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13588

Abstract

Usahatani kangkung di Kecamatan Kumai sebagai salah satu usahatani yang paling banyak diusahakan para petani. Dalam usahatani kangkung di perlukan biaya yang cukup besar, sementara harga dan produksi usahatani kangkung relatif berfluktuasi, tergantung iklim dan hasil produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, dan kelayakan (RCR) dari usahatani kangkung di Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat. Populasi petani kangkung di 4 desa sebanyak 145 petani. Dari jumlah tersebut, diambil sebanyak 30 orang petani kangkung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total yang dikeluarkan petani kangkung sebesar Rp1.125.968 per usahatani, dengan penerimaan sebesar Rp1.830.783 per usahatani, maka keuntungan petani sebesar Rp703.815 per usahatani. Usahatani kangkung yang dilaksanakan petani di Kecamatan Kumai layak dan menguntungkan dengan nilai RCR 1,62 per usahatani dan lebih besar dari 1. Sehingga setiap biaya yang dikeluarkan sebesar satu rupiah, maka diperoleh penerimaan sebesar 1,6 rupiah. Dengan kata lain usahatani kangkung di Kecamatan Kumai menguntungkan dan layak untuk diusahakan.
Peran Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) terhadap Pendapatan Petani di Desa Hilir Banua Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Vina Ramadhanty; Kamiliah Wilda; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5931

Abstract

Program Peningkatan Ketahanan Pangan bertujuan untuk meningkatkan keanekaragaman produksi, ketersediaan dan konsumsi pangan serta produk-produk olahannya termasuk di dalamnya penganekaragaman pangan, mengembangkan kelembagaan pangan yang menjamin peningkatan produksi dan konsumsi pangan yang lebih beragam, mengembangkan usaha bisnis pangan, serta menjamin ketersediaan pangan yang bergizi bagi masyarakat. Permasalahan utama yang terjadi selama ini adalah tingginya disparitas harga antara produsen dan konsumen yang mengakibatkan keuntungan tidak proporsional antara pelaku usaha. Dalam mengatasi hal ini, pemerintah menyediakan fasilitas program Pengembanngan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis dan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan petani yang mengikuti program PUPM serta peran program PUPM terhadap pendapatan petani padi di Desa Hilir Banua. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode penarikan contoh dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling). Total sampel yang diambil adalah 60 orang dengan diambil masing-masing 30 petani ikut program PUPM dan 30 petani non program PUPM. Biaya petani padi ikut PUPM lebih besar dibandingkan non PUPM yakni petani ikut PUPM sebesar Rp.2.201.731,67/usahatani atau Rp.3.731.748,27/ha, sedangkan non PUPM sebesar Rp.2.145.628,88/usahatani atau Rp.4.186.208,92/ha. Penerimaan petani padi peserta PUPM lebih besar daripada petani non PUPM yakni sebesar Rp7.283.333,33/usahatani atau Rp12.344.632,77/ha, sedangkan non PUPM sebesar Rp6.028.000/usahatani atau Rp11.592.307/ha. Pendapatan petani padi peserta PUPM lebih besar dibandingkan dengan petani non PUPM yakni petani ikut PUPM Rp5.081.601,66/usahatani atau Rp8.612.884,50/ha, sedangkan non PUPM sebesarRp3.882.371,12/usahatani atau Rp7.406.098,08/ha.
Analisis Pendapatan Usahatani Padi Sawah Varietas Lokal di Desa Sungai Bulan Kecamatan Pulau Laut Selatan Kabupaten Kotabaru Dedi Ardiansyah; Kamiliah Wilda; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7807

Abstract

Kalimantan Selatan mempunyai 13 Kabupaten yang salah satunya Kabupaten Kotabaru. Kecamatan Pulau Laut Selatan adalah 1 dari 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Kotabaru dan luas wilayah sebesar 378,07 km2, Pulau Laut Selatan memiliki 8 Kelurahan/Desa. Sebagai penyedia kebutuhan pangan masyarakat, peningkatan produksi tanaman pangan terutama beras terus diupayakan untuk memantapkan swasembada pangan serta memenuhi kebutuhan masyarakat dengan jumlah penduduk yang meningkat (BPS Kabupaten Kotabaru, 2019). Padi sawah dengan luasan 392,98 Ha di Kecamatan Pulau Laut Selatan menghasilkan 1.619 ton pada tahun 2018. Salah satu penghasil padi di Kalimantan Selatan adalah Desa Sungai Bulan Kecamatan Pulau Laut Selatan Kabupaten Kotabaru dengan luas wilayah sebesar 12,7882 km2 dengan jumlah penduduk 817 jiwa dan sekitar 70% diantaranya bermata pencarian sebagai petani padi sawah. Padi sawah yang ditanam adalah varietas lokal siam kerdil. Tujuan penelitian ini mengetahui kegiatan usahatani padi, pendapatan serta kendala yang akan dihadapi petani dalam melakukan usahatani padinya. Kegiatan penelitian ini meliputi persemaian, pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan tanaman, panen dan pasca panen, produksi dan produktivitas padi. Hasil penelitian ini menunjukan biaya produksi usahatani padi sawah variatas lokal Siam Kerdil dalam satu kali musim tanam rata-rata sebesar Rp.3.376.411,29. Penerimaan dan pendapatan yang diperoleh petani responden padi sawah variatas lokal Siam Kerdil yaitu rata-rata sebesar Rp.9.354.838.71 dan Rp.5.978.669,35 dalam satu kali, musim tanam, maka disimpulkan usahatani padi sawah varietas lokal di Desa Sungai Bulan Kecamatan Pulau Laut Selatan Kabupaten Kotabaru menguntungkan, sehingga layak dijadikan usaha. Namun terdapat kendala yang dihadapi petani padi sawah varietas lokal Siam Kerdil adalah minimnya modal, tidak terkendalinya perubahan iklim, serangan hama dan penyakit.
Co-Authors Abdurrahman Abdurrahman Adi Budiono Aditya Renaldi Kurniawan Afrillia Wulandari Ahmad Yousuf Kurniawan Aisya Najmi Maulida Akhmad Raja Shaufi Artahnan Aid Aulia Rahman Beny Budianto Berty Khairun Nafisah Brillian Sanubari Candra Wahyu Pratama Cristiani Putri Dedi Ardiansyah Djoko Santoso Djoko Santoso Dolok Saribu Eka Radiah Elianingsih Elianingsih Emy Rahmawati Ermawati Ermawati Fauzan Maulidian Noor Ferrianta, Yudi Frendi Kurniawan Gean Mirasantika Gusti Halimatus Sa'diah Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Halimatus Sakdiah Hamdani Hasriati Erawati Ike Dewi Yuliani Insinul Riki Intan Suari Adidarma Putri Irfan Rifanto Lina Afriyani Lindawati Lindawati Luki Anjardiani Marhamah Marhamah Masyhudah Rosni Meilani Wulansari Mequa Eleina Cahya Gusti Mira Yulianti Muhammad Faisal Muhammad Fauzi Muhammad Firdaus Muhammad Husaini Muhammad Ichwan Muhammad Lufi Maulana Muhammad Rizal Muhammad Syarbini Muhammad Syarif Muzdalifah Muzdalifah Nina Budiwati Noor Aidayanti Nova Regina Tobing Novie Noor Anissa Nur Prasyetiyo Nur Safitri Nur Syifa Nurin Nisa Farah Diena Octavianus, Bintang Eka Paulina Sakdah Rahman Robiansyah Ratih Noviartie Ratna Taher Raudatina Raudatina Restu Prasetia Rifiana Rifiana Ririn Oktavia Riska Aulia Wulandari Riya Dewi Afriyanti Riza Adrianoor Saputra Rizki Amalia Savitri Ryad Reynadie Sadik Ikhsan Sirajunnisa Sirajunnisa Siti Hafsah Siti Khadijah Siti Sapnah Sri Noorliani Syaprudin Ilham Syarbini, Muhammad Umi Salawati Untung Santoso Usamah Hanafie Vina Ramadhanty Wika Vidya Yanti, Nuri Dewi Yedita Ayu Kusuma Ningrum Yusuf Azis