Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT PENGGUNAAN TEKNOLOGI BUDIDAYA KEDELAI OLEH PETANI DALAM PROGRAM UPAYA KHUSUS PENINGKATAN PRODUKSI PADI JAGUNG KEDELAI DI KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR Rizki Amalia Savitri; Hairi Firmansyah; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.568

Abstract

Kebutuhan akan kedelai sebagai komoditas utama di Indonesia terus meningkat.Dibandingakan dengan anjuran teknologi yang tersedia, adopsi atau penerapan teknologi budidaya kedelai di Indonesia masih tergolong rendah. Walaupun jumlah dan ragam pilihan teknologi maju yang tersedia terus meningkat, namun baru sebagian yang diadopsi oleh petani. Kabupaten Banjar merupakan salah satu Kabupaten yang mendapatkan Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Jagung, Padi, dan Kedelai (PAJALE) yang diadakan oleh Pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan teknologi budidaya kedelai oleh petani dalam program upaya khusus peningkatan produksi padi jagung kedelai di Kecamatan Astambul. Mengetahui hubungan tingkat penggunaan teknologi budidaya kedelai dengan produktivitas kedelai dalam program upaya khusus peningkatan produksi padi jagung kedelai di Kecamatan Astambul. Serta mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dalam penggunaan teknologi budidaya kedelai di Kecamatan Astambul. Berdasarkan hasil penelitian, didapat tingkat penggunaan teknologi budidaya kedelai di Kecamatan Astambul berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 76,8 %. Untuk penggunaan teknologi budidaya yang tinggi dilakukan petani responden yaitu pada tahapan pengolahan tanah ( 81 %), penanaman bibit kedelai (86,3%), pemupukan (81,3%), pengairan (78,3%), dan penyiangan (77,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat penggunaan teknologi budidaya kedelai dengan produktivitas kedelai. Pada Tabel Harga kritik dari Student’s t dengan taraf kepercayaan 95 % yaitu sebesar 2,02 <dari t hitung yaitu sebesar 2,056. Jadi, koefisien Korelasi (r) yang diperoleh signifikan pada taraf kepercayaan 95 %. Pada dasarnya target atau tujuan pemerintah untuk komoditas kedelai ini yaitu ditanam setelah panen padi dengan menggunakan lahan padi tersebut. Akan tetapi, pada kenyataannya pada saat program ini berlangsung terjadi gangguan alam yaitu pada saat petani mulai menanam padi banjir datang, sehingga penanaman padi terlambat dan tidak dapat ditanami kedelai, karena padi belum dipanen.Kata kunci : teknologi, budidaya, kedelai, produksi.
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas Aulia Rahman; Eka Radiah; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih petani padi di daerah penelitian dan untuk menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas. Pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari petani dengan cara membuat daftar kuesioner dan melakukan wawancara langsung dengan petani. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 petani dari populasi sebanyak 94 petani. Biaya usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung sebesar Rp 24.941.783 /usahatani atau Rp 14.252.447 /hektar. Total biaya usahatani ini terdiri dari biaya eksplisit sebesar Rp 11.060.630/usahatani atau Rp 6.320.360/hektar. Sedangkan biaya implisit usahatani padi ini yakni sebesar Rp 13.881.153/usahatani atau Rp 7.932.087/hektar. Pendapatan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung yakni sebesar Rp 27.526.870/usahatani atau Rp 15.729.640/hektar. Sedangkan keuntungan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung sebesar Rp 13.645.717/usahatani atau Rp 7.797.553/hektar. Nilai RCR dari usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung berdasarkan hasil perhitungan yakni sebesar 1,55. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung layak untuk diusahakan. Nilai RCR ini dapat diartikan, bahwa setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan oleh petani pada kegiatan usahatani padi memberikan penerimaan sebesar Rp 1,55. Melalui penelitian ini disarankan agara petani padi Kecamatan Kapuas Murung tetap menjalankan usahatani padi karena memiliki prospek yang baik kedepannya. Petani padi Kecamatan Kapuas Murung dapat melakukan pencatatan pada setiap musim tanam agar dapat diketahui pendapatan setiap petani pada setiap musim tanam.
Analisis Finansial dan Pemasaran Kopi Bubuk di Desa Jati Baru, Kecamatan Astambul (Studi Kasus Pada Industri Rumah Tangga H. Achmad Hasyim) Muhammad Syarif; Kamiliah Wilda; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.6008

Abstract

Di Desa Jati Baru Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, terdapat kegiatan usaha yang terkenal yaitu pengolahan kopi bubuk yang diolah dari biji kopi pilihan. Usaha pengolahan kopi bubuk ini tergolong dalam perusahaan perseorangan dan masuk dalam kategori industri rumah tangga. Penelitian ini merupakan studi kasus pada industri rumah tangga H. Achmad Hasyim yang bertujuan untuk menganalisis besar biaya, penerimaan, keuntungan, pemasaran dan permasalahan yang terjadi pada industri tersebut. penelitian memperlihatkan selama 1 bulan usaha biaya total sebesar Rp 34.827.917 yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 275.417 per bulan dan biaya variabel Rp 34.552.500 per bulan. Penerimaan sebesar Rp 37.965.000 per bulan dan keuntungan sebesar Rp 3.137.083 per bulan. Saluran pemasaran yang digunakan usaha pengolahan kopi bubuk ini menggunakan 2 pola saluran yaitu saluran pemasaran langsung dari pengrajin selaku produsen kepada konsumen dan dari pengrajin selaku produsen melalui pedagang pengecer sampai ke tangan konsumen. Permasalahan yang dihadapi pada usaha pengolahan kopi bubuk ini adalah sulitnya mencari bahan baku dengan kualitas bagus yang akan berpengaruh pada citarasa dari kopi tersebut.
Analisis Keuntungan Usahatani Selada Hidroponik di Kabupaten Banjar (Studi Kasus Usahatani Hidroponik Hydrosukses) Nur Prasyetiyo; Kamiliah Wilda; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9407

Abstract

Berusahatani dengan sistem hidroponik dapat memberikan peluang usaha kepada masyarakat. Salah satu usahatani sayuran hidroponik yang sudah berjalan adalah usahatani sayuran hidroponik “Hydrosukses”. Hydrosukses memasarkan jenis sayuran hidroponik, seperti sayuran hidroponik selada. Produk Hydrosukses tersebut merupakan sayuran dengan kualitas yang tergolong prima 3, dengan kata lain produk tersebut aman untuk dikonsumsi dan terbebas dari pestisida kimia. Hidroponik dapat menjadi salah satu alternatif bagi petani khususnya di wilayah perkotaan dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan pada usahatani hidroponik Hydrosukses dan mengetahui permasalahan yang dihadapi usahatani hidroponik Hydrosukses. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu dengan cara memaparkan hasil perhitungan biaya, penerimaan, keuntungan dan Penerimaan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh penerimaan usahatani sayuran hidroponik hydrosukses adalah sebesar Rp 4.550.000/bulan, dengan rata-rata total biaya produksi yang dikeluarkan dalam usahatani sebesar Rp 1.838.015/bulan, sehingga rata-rata keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 2.711.985/bulan (satu kali tanam). Permasalahan yang terjadi dalam usahatani antara lain permasalahan pada pencahayaan, aliran listrik, benih dan cuaca yang tidak bisa diprediksi dimana permasalahan ini akan berpengaruh terhadap keberhasilan usahatani hidroponik tersebut.
Analisis Finansial Usahatani Melon di Kota Banjarbaru Berty Khairun Nafisah; Abdurrahman Abdurrahman; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2117

Abstract

Abstrak. Wilayah Kota Banjarbaru adalah salah satu wilayah di Kalimantan Selatan yang juga berpotensi untuk mengembangkan usahatani salah satunya pada tanaman hortikultura. Hortikultura dibagi menjadi tiga golongan tanaman yakni tanaman sayuran, buah-buahan dan bunga atau tanaman hias. Salah satu komoditas hortikultura yang mulai banyak diusahakan di Kota Banjarbaru selama 6 tahun terakhir adalah buah melon. Secara umum buah melon adalah salah satu tanaman hortikultura yang prospeknya baik. Namun produksinya mengalami fluktuasi dan besarnya biaya dalam mengusahakannya menjadi masalah pada petani melon di Kota Banjarbaru. Tujuan dari Penelitian ini untuk dapat mengetahui penyelenggaraan usahatani melon, menganalisis besar biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan yang didapatkan oleh petani dalam mengusahatanikan melon dan menganalisis tingkat kelayakan usahatani melon di Kota Banjarbaru. Jenis data digunakan pada penelitian ini yakni data primer serta sekunder. Jumlah responden penelitian sebanyak 12 orang petani yang ditentukan dengan metode sensus. Berdasarkan pada hasil penelitian penyelenggaraan usahatani melon yang dilaksanakan dalam satu kali periode musim tanam selama 4 bulan adalah mencakup pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, perawatan tanaman dan panen. Rata-rata total biaya dikeluarkan oleh petani untuk usahatani melon ialah Rp 11.807.549/usahatani per musim tanam, penerimaan yang diterima petani ialah Rp 34.937.500/usahatani per musim tanam, pendapatan yang didapatkan petani ialah Rp 26.885.738/usahatani per musim tanam dan keuntungan yang didapatkan petani ialah sebesar Rp 23.129.951/usahatani per musim tanam. Tingkat kelayakan usahatani melon sebesar 2,96 yaitu RCR > 1. Maka dapat disimpulkan usahatani buah melon di Kota Banjarbaru pada periode musim tanam bulan Januari – April 2019 adalah menguntungkan untuk petani melon dan layak untuk dikembangkan di Kota Banjarbaru.Kata kunci: tanaman hortikultura, melon, pendapatan, tingkat keuntungan usahatani
Analisis Usahatani Jagung Hibrida di Desa Kandangan Lama Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut Insinul Riki; Nina Budiwati; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11546

Abstract

Jagung hibrida atau jagung dengan benih unggul merupakan upay apemerintah untuk mengembangkan budidaya jagung. Selain dikonsumsi, jagung juga dapat dijadikan pakan ternak. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan dan permasalahan serta solusi apa yang diberikan pada usahatani jagung hibrida di Desa Kandangan Lama Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Populasi terdiri dari 150 petani yang ada di Desa Kandangan Lama dan diambil sampel secara bertingkat yaitu sebanyak 30 orang petani. Dari hasil penelitian, diketahui ada 3 jenis kategori luas lahan yaitu lahan sempit, sedang dan luas. Biaya total usahatani jagung hibrida untuk lahan sempit, yaitu Rp 24.948.650/usahatani (Rp14.101.413/ha), dan untuk penerimaan Rp35.113.846/usahatani (Rp19.846.956/ha) sehingga keuntungan yang diperoleh oleh petani lahan sempit Rp10.165.196/usahatani (Rp5.745.543/ha). Untuk lahan sedang, biaya total usahatani jagung hibrida sebesar Rp41.220.926/usahatani (Rp13.740.309/ha) dan penerimaan yaitu Rp61.688.571/usahatani (Rp20.562.857/ha), sehingga memperoleh keuntungan Rp20.467.645/usahatani (Rp6.822.548/ha). Sedangkan lahan luas, total biaya usahatani jagung hibrida yaitu, Rp56.765.300/usahatani (Rp13.515.547/ha) dan penerimaan yaitu sebesar Rp79.862.000/usahatani (Rp19.014.761/ha), sehingga diperoleh keuntungan yang diperoleh petani Rp23.096.700/usahatani (Rp 5.499.214/ha). Permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan usahatani jagung hibrida adalah kurangnya modal untuk pengadaan pupuk, kurangnya sarana alat mesin pertanian traktor roda 4 dan kualitas benih yang kurang baik.
Penerapan Business Model Canvas Sebagai Inovasi Strategi Bisnis pada Usaha Rumah Makan di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pada Rumah Makan Bakso Batuah Jl. A. Yani Km. 36 Kota Banjarbaru) Aditya Renaldi Kurniawan; Emy Rahmawati; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i1.767

Abstract

Dalam upaya menghadapi persaingan bisnis diperlukan cara-cara inovatif untuk menciptakan strategi bisnis salah satunya dengan metode baru yang dapat memetakan bisnis serta mampu mengembangkan pemikiran yang lebih visioner kedepan sehingga bisnis tersebut dapat berkembang dengan baik melalui analisis pasar baik kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bisnis yang dimiliki. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran model bisnis Usaha Rumah Makan Bakso Batuah dengan menggunakan Business Model Canvas dan untuk memberikan pilihan inovasi strategi bisnis yang tepat. Kegiatan tugas akhir dilakukan pada awal bulan Mei sampai dengan dengan berbagai proses kegiatan dilapangan dan pengolahan data sehingga selesai. Metode penelitian menggunakan kuisioner. Teknik menggunakan Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan yaitu metode Business Model Canvas yang dipadukan dengan analisis SWOT. Business Model Canvas digunakan untuk menggambarkan keadaan usaha dan analisis SWOT digunakan untuk menciptakan strategi melalui identifikasi kemampuan dan potensi yang bisa didapatkan sehingga dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Hasil penelitian ini menerangkan Usaha Rumah Makan Bakso Batuah dapat digambarkan dengan Business Model Canvas melalui 9 elemennya serta terdapat strategi-strategi baru pada usaha untuk keunggulan bersaing.Kata kunci : rumah makan, model bisnis, kanvas, strategi
STRATEGI PEMASARAN USAHA INDUSTRI ROTI AGUNG Wika Vidya; Kamiliah Wilda; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.652

Abstract

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan pelaku bisnis yang bergerak pada berbagai bidang usaha, yang menyentuh kepentingan masyarakat.UMKM saat ini dianggap sebagai cara yang efektif dalam pengentasan kemiskinan.UMKM menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat membantu upaya mengurangi pengangguran. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran umum perkembangan usaha Roti Agung, serta menganalisis atau menentukan strategi pemasaran Roti Agung.Data untuk gambaran umum diambil dengan metode deskriptif, sedangkan untuk menganalisis atau menentukan strategi pemasarandiambil dengan cara wawancara dan kuisioner, dengan total 30 responden yaitu 3 orang untuk pengambilan sampel karyawan dengan metode Purposive Sampling dan metode Accidental Sampling untuk pengambilan sampel konsumen sebanyak 27 orang. Kondisi internal dan eksternal usaha diperoleh melalui metode deskriptif sedangkan peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan industri diringkas ke dalam matriks Internal Factor Evalution (IFE)danmatriks External Factor Evalution (EFE). Nilai tertimbang pada matriks tersebut dijadikan untuk menentukan posisi perusahaan pada matriks Internal-Eksternal (IE) dan diagram kartesius SWOT. Berdasarkan posisi perusahaan yang berada pada sel II pada matriks IE, menunjukkan usaha industri Roti Agung ada diposisi Growth dan Build (Tumbuh dan Berkembang). Berdasarkan diagram kartesisus SWOT usaha industri Roti Agung berada pada kuadran II (strategi S-T) yaitu, menggunakan kekuatan untuk menghindari ancaman danmemanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara diversifikasi (produk/pasar) dengan faktor strategis sebagai berikut, membuat inovasi rasa, bentuk dan tekstur agar tercipta ciri khas dari Roti Agung, meningkatkan dan mempertahankan macam-mavam produk yang sudah diproduksi Roti Agung dan mencari lokasi toko atau counter yang lebih strategis.Kata kunci: UMKM, industri roti, strategi pemasaran, matriks SWOT
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian Beras Berlabel di Kota Banjarbaru Aisya Najmi Maulida; Sadik Ikhsan; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11551

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis atribut beras berlabel yang menjadi preferensi konsumen dan atribut beras berlabel yang paling dipertimbangkan konsumen dalam melakukan pembelian di Kota Banjarbaru dengan menggunakan model sikap multi atribut Fishbein. Pengambilan data pada penelitian dengan menggunakan teknik accidental sampling dengan sampel sebanyak 100 orang. Metode pengumpulan data adalah wawancara dengan menggunakan kuesioner. Atribut beras berlabel yang menjadi preferensi konsumen di Kota Banjarbaru adalah jenis beras premium, ukuran beras medium, memiliki aroma, ukuran kemasan 5 kg, warna beras putih, desain kemasan yang berwarna mencolok dan memiliki gambar, mencantumkan SNI, panduan memasak, dan informasi kadaluarsa pada kemasan. Sedangkan urutan atribut yang paling dipertimbangkan yaitu jenis beras, ukuran kemasan, informasi kadaluarsa, pencantuman SNI, aroma, ukuran beras, informasi nutrisi, warna beras, desain kemasan, dan panduan memasak.
Profil Industri Rumah Tangga Keripik di Kelurahan Sekumpul Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar (Studi Kasus Keripik Singkong Cita Rasa) Noor Aidayanti; Kamiliah Wilda; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7815

Abstract

Industri pengolahan hasil pertanian adalah kegiatan merubah bentuk dari hasil pertanian sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia. Pengolahan hasil pertanian dapat berupa makanan yang memenuhi kebutuhan manusia, salah satunya adalah keripik singkong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil industri rumah tangga yang meliputi karakteristik pelaku usaha, aspek manajemen, aspek produksi, aspek keuangan dan aspek pemasaran serta menganalisis permasalahan yang dihadapi dalam industri rumah tangga keripik singkong Cita Rasa. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif untuk mendapatkan profil industri rumah tangga, aspek manajemen, aspek produksi, saluran pemasaran dan permasalahan yang dihadapi. Sedangkan untuk menghitung biaya, penerimaan dan keuntungan usaha dengan menggunakan rumus matematis. Dari hasil penelitian diperoleh, biaya total yang dikeluarkan Usaha keripik singkong Cita Rasa selama 3 bulan sebesar Rp 157.107.374 Penerimaan sebesar Rp 452.310.000 dan Keuntungan sebesar Rp 295.202.626 Saluran pemasaran pada keripik singkong cita rasa ada dua yaitu, saluran tingkat 0 dan saluran 1 tingkat.
Co-Authors Abdurrahman Abdurrahman Adi Budiono Aditya Renaldi Kurniawan Afrillia Wulandari Ahmad Yousuf Kurniawan Aisya Najmi Maulida Akhmad Raja Shaufi Artahnan Aid Aulia Rahman Beny Budianto Berty Khairun Nafisah Brillian Sanubari Candra Wahyu Pratama Cristiani Putri Dedi Ardiansyah Djoko Santoso Djoko Santoso Dolok Saribu Eka Radiah Elianingsih Elianingsih Emy Rahmawati Ermawati Ermawati Fauzan Maulidian Noor Ferrianta, Yudi Frendi Kurniawan Gean Mirasantika Gusti Halimatus Sa&#039;diah Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Halimatus Sakdiah Hamdani Hasriati Erawati Ike Dewi Yuliani Insinul Riki Intan Suari Adidarma Putri Irfan Rifanto Lina Afriyani Lindawati Lindawati Luki Anjardiani Marhamah Marhamah Masyhudah Rosni Meilani Wulansari Mequa Eleina Cahya Gusti Mira Yulianti Muhammad Faisal Muhammad Fauzi Muhammad Firdaus Muhammad Husaini Muhammad Ichwan Muhammad Lufi Maulana Muhammad Rizal Muhammad Syarbini Muhammad Syarif Muzdalifah Muzdalifah Nina Budiwati Noor Aidayanti Nova Regina Tobing Novie Noor Anissa Nur Prasyetiyo Nur Safitri Nur Syifa Nurin Nisa Farah Diena Octavianus, Bintang Eka Paulina Sakdah Rahman Robiansyah Ratih Noviartie Ratna Taher Raudatina Raudatina Restu Prasetia Rifiana Rifiana Ririn Oktavia Riska Aulia Wulandari Riya Dewi Afriyanti Riza Adrianoor Saputra Rizki Amalia Savitri Ryad Reynadie Sadik Ikhsan Sirajunnisa Sirajunnisa Siti Hafsah Siti Khadijah Siti Sapnah Sri Noorliani Syaprudin Ilham Syarbini, Muhammad Umi Salawati Untung Santoso Usamah Hanafie Vina Ramadhanty Wika Vidya Yanti, Nuri Dewi Yedita Ayu Kusuma Ningrum Yusuf Azis