Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PROLIFERASI DAN DIFERENSIASI SEL TULANG TIKUS DALAM MEDIUM KULTUR IN VITRO YANG MENGANDUNG EKSTRAK BATANG Cissus quadrangula Salisb. (SIPATAH-PATAH) Djuwita, Ita; Pratiwi, Irma Amalia; Winarto, Adi; Sabri, Mustafa
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 6, No 2 (2012): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v6i2.295

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh ekstrak batang Cissus quadrangula Salisb. (sipatah-patah) terhadap tingkat proliferasi dan diferensiasi sel-sel tulang tikus (Sprague Dawley) prepuber umur empat minggu menggunakan sistem kultur in vitro. Sel-sel tulang dikultur dalam medium dulbeccos modified eagles medium (DMEM) yang diberi tambahan newborn calf serum (NBCS) 10%, non essential amino acid (NEAA) 10%, NaHCO3, ITS 1 l/ml (mengandung insulin 5 g/ml, transferin 10 g/ml, selenium 5 g/ml; Sigma St Louis USA), dan 50 g/ml gentamisin (mDMEM), dengan dan tanpa ekstrak Cissus quadrangula (CQ). Penelitian terdiri atas lima perlakuan yakni kontrol positif (mDMEM + deksametason 10-8 M), kontrol negatif (mDMEM), dan tiga konsentrasi CQ: mDMEM + CQ 0,3 mg/ml; mDMEM + CQ 0,6 mg/ml; dan mDMEM + CQ 1,2 mg/ml. Kultur dilakukan dalam inkubator CO2 5%, pada suhu 37 C selama tujuh hari. Parameter yang diamati adalah konsentrasi sel, komposisi, diameter osteoblas, dan diameter osteosit. Konsentrasi sel dihitung menggunakan hemositometer Newbauer. Komposisi osteoblas dan osteosit ditentukan berdasarkan pengamatan morfologi di bawah mikroskop cahaya. Diameter sel diukur menggunakan eyepiece micrometer. Data dianalisis menggunakan analisis varians dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Cissus quadrangula Salisb. pada konsentrasi 0,3 mg/ml; 0,6 mg/ml; dan 1,2 mg/ml secara signifikan dapat meningkatkan proliferasi sel tulang; dan pada konsentrasi 0,6 mg/ml mampu menginduksi diferensiasi osteoblas menjadi osteosit (P0,05). Disimpulkan bahwa pemberian ekstrak Cissus quadrangula pada konsentrasi 0,6 mg/ml ke dalam medium kultur dapat meningkatkan proliferasi dan diferensiasi osteoblas.
EFEK BUBUK TEMPE INSTAN TERHADAP KADAR MALONALDEHID (MDA) SERUM TIKUS HIPERGLIKEMIK Desminarti, Susi; r, Rimbawan; Anwar, Faisal; Winarto, Adi
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 6, No 2 (2012): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v6i2.294

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh bubuk tempe instan terhadap kadar malonaldehid (MDA) pada serum tikus hiperglikemik. Sebanyak 25 tikus jantan Spraque Dawley umur dua bulan digunakan dalam penelitian ini. Tikus dibagi atas lima kelompok perlakuan yaitu A (normal + diet standar), B (hiperglikemik + diet standar), C (hiperglikemik + 20% bubuk tempe segar), D (hiperglikemik + 20% bubuk tempe instan), dan E (hiperglikemik + 35% bubuk tempe instan). Tikus dikondisikan menjadi hiperglikemik dengan induksi streptozotocin dosis tunggal 45 mg/kg bb intraperitoneum. Diet tempe diberikan selama 8 minggu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata kadar MDA kelompok A; B; C; D; dan E masing-masing adalah 2,16; 3,67; 3,13; 3,08; dan 2,98. Substitusi 35% bubuk tempe instan pada diet standar dapat menurunkan kadar MDA serum tikus hiperglikemik yang paling tinggi.
Development of fish bars as a high zinc and calcium snack made from bilih fish (Mystacoleuseus padangensis Blkr) flour Elnovriza, Deni; Riyadi, Hadi; Rimbawan, Rimbawan; Damayanthi, Evy; Winarto, Adi
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 14 No. 2 (2019)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.563 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2019.14.2.83-90

Abstract

The study analysed differences in nutrition content of various bilih fish flour proportions in bilih fish bar with zinc and calcium as minerals of interest. The study used a Completely Randomized Design (CRD). The proportion of bilih fish flour in the fish bars dough were of three levels, i.e. 30%, 40% and 50% of the total weight of flour. The data obtained were analyzed with one-way ANOVA, followed by Duncan's New Multiple Range test. The level of statistical significance was set at p<0.05. The best proportion based on its nutritional content was the 50% with the energy content of 327 kcal, protein content 22.75%, lipid content 11.99%, carbohydrate content 32.06%, moisture content 28.28%, ash content 4.44%, zinc content 4.58 mg, and calcium content 922.23 mg per 100 g. A serving size (±30 g) of treatment is able to suffice for 5.06-7.05% zinc and 0.87-16.77% calcium adequacy as well as the daily requirement of 2,150 kcal. Sensory evaluation showed that the treatments had no significant effects on the organoleptic attributes of the fish bars, except for taste (0.033). This bilih fish bar can be utilized as a source of zinc and calcium for high-risk groups such as children, adolescents, pregnant women, and people with diabetes.