Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PEMBELAJARAN TARI KREATIF MELALUI KAULINAN BUDAK LEMBUR DI SEKOLAH DASAR: PEMBELAJARAN TARI KREATIF MELALUI KAULINAN BUDAK LEMBUR DI SEKOLAH DASAR Asti Tri Lestari
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2017): NATURALISTIC: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.481 KB) | DOI: 10.35568/naturalistic.v1i2.3

Abstract

Artikel ini memaparkan tentang pembelajaran tari kreatif melalui kaulinan budak lembur di Sekolah Dasar. Hal ini penting, karena kebanyakan pembelajaran tari di SD yang diterapkan dalam pembelajaran intra kurikuler, siswa dipaksakan untuk bisa menari, bukan menumbuhkan kreatifitas tari pada diri murid. Sedangkan sejak diberlakukan kurikulum 2013, mata pelajaran seni tari contoh di kelas IV SD, memuat Kompetensi Dasar (KD) 3.1 mengetahui gerak tari kreasi daerah dan (KD) 4.1 meragakan gerak tari kreasi daerah. Maka seyogyanya pembelajaran seni tari di SD kelas IV, guru perlu menguasai: Khasanah teknik seni tari untuk dipraktikkan; Teknik-teknik rangsangan untuk menimbulkan kepercayaan dan kemudian kemampuan mengekpresikan suatu ide seni; Teknik rangsangan untuk menghidupkan daya imajinasi dan kreativitas. Pemahaman kreativitas seni tari adalah merupakan kemampuan seorang guru tari atau siswa dalam menciptakan, memadukan atau mengkombinasikan gerak tari dengan aspek kehidupan di dunia ini. Salah satu materi yang bisa dijadikan sumber untuk pembuatan gerak tari kreatif dalam kehidupan antar sesama manusia, diantaranya adalah kaulinan budak lembur. Kaulinan budak lembur pada dasarnya merupakan permainan yang sangat dinamis, mengandung unsur-unsur keterampilan yang menjadi satu kesatuan antara irama, gerak, dan sikap yang baik. Beberapa langkah atau strategi yang dapat dilaksanakan untuk tari kreatif melalui kaulinan budak lembur yaitu dengan langkah perencanaan, langkah pelaksanaan, dan tindak lanjut. Tahapan pengembangan tahapan yang harus ditempuh peserta didik dalam menciptakan dasar gerak tari yaitu melalui tahapan pengenalan, tahapan eksplorasi, tahap pembentukan gerak dan menyusun gerak.
PEMBELAJARAN RAMPAK KENDANG DENGAN BAHASA ISYARAT PADA SISWA TUNARUNGU DI SLB AISIYAH SINGAPARNA Asti Tri Lestari; Anggia Suci Pratiwi; Rikha Surtika Dewi
NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2017): NATURALISTIC: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.652 KB) | DOI: 10.35568/naturalistic.v2i1.123

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pembelajaran Rampak Kendang dengan Bahasa Isyarat pada Siswa Tunarungu di SLB Aisiyah Singaparna” ini bertujuan untuk mengetahui: (1) proses pembelajaran rampak kendang dengan bahasa isyarat pada siswa tunarungu di SLB Aisiyah Singaparna, (2) kendala-kendala yang dihadapi siswa tunarungu dalam pembelajaran rampak kendang di SLB Aisiyah Singaparna, dan (3) hasil pembelajaran rampak kendang dengan bahasa isyarat di SLB Aisiyah Singaparna. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode ini digunakan untuk memberikan gambaran tentang proses pembelajaran rampak kendang dengan bahasa isyarat, kendala yang dihadapi siswa tunarungu dalam pembelajaran rampak kendang, serta gambaran hasil pembelajaran rampak kendang tersebut. Setelah penelitian ini diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan dengan metode eksperimen ataupun metode Research and Development (R&D), yaitu pengembangan sebuah media pembelajaran berupa media digital untuk membantu siswa tunarungu dalam pembelajaran rampak kendang atau pembelajaran lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tunarungu SLB Aisyiyah mampu mengikuti pembelajaran rampak kendang melalui instruksi bahasa isyarat. Proses pembelajaran rampak kendang dilakukan sebanyak sepuluh kali pertemuan di dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan lima pertemuan di luar KBM. Di akhir pembelajaran, siswa menampilkan rampak kendang di depan umum. Hal ini dilakukan untuk menanamkan rasa percaya diri siswa tunarungu. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru, kendala yang sering dihadapi oleh siswa tunarungu dalam pembelajaran, yaitu masalah komunikasi. Pembelajaran tari tidak terlalu mengalamai kendala karena bersifat visual, namun kendala dihadapi saat harus menggunakan musik dan pergantian gerakan. Untuk keharmonisan musik dan gerak disiasati dengan pengkodean, hitungan, dan ketukan. Siswa akan mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran jika penglihatan terlepas dari guru, maka pandangan siswa diusahakan selalu fokus.
MEMBANGUN KEMANDIRIAN MELALUI SENI BERBASIS BUDAYA LOKAL DI SEKOLAH INKLUSI BUKIT BINTANG Asti Tri Lestari; Arni Apriani; Rizka Pajrin Juliasari; Sinta Hopipah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 2 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.918 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis karakter kemandirian siswa dalam pembelajaran tari berbasis budaya lokal. Lokasi Penelitian dilaksanakan di Sekolah Inklusi Bukit Bintang Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknikpengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap kepala sekolah, guru, siswa dan orangtua. Pelaksanaan pembelajaran lebih dari 60% dilaksanakan di luar kelas, dikarenakan alam adalah terapi terbaik bagi anak berkebutuhan khusus. Sehingga kegiatan yang dilakukan dalam pembelajaran seni tari lebih menyesuaikan kondisi alam, dengan stimulus permainan tradisional. Kegiatan pembelajaran dengan selalu mengawali pembiasaan olah tubuh tanpa harus disuruh oleh guru maupun orang tua. Pada pelaksanaan pembelajaran, siswa memilih sendiri permainan tradisional yang mereka sukai, bekerja keras menyiapkan alat bahan untuk membuat properti yang akan dipakai dalam permainan, berusaha mengeksplorasi gerak sesuai permainan yang dipilihnya, serta diakhir pembelajaran, masing-masing siswa mampu menampilkan karyanya sendiri dengan penuh tanggung jawab dan mempresentasikan karyanya dengan percaya diri. Sehingga, melalui stimulus permainan tradisional, siswa terbentuk kemandiriannya.
Lesson Study For Learning Community (Lslc) In Early Childhood At Tamansari Distrct Milah Nurkamilah; Anggia Suci Pratiwi; Asti Tri Lestari; Aep Sunendar; Mujiarto Mujiarto; Budi Hendrawan; Belgis Nurhaliza; Tami Aspi Zahda Hidayah; Mia Indah Lestari; Rani Nurhidayah; N. Wiwin Wahyuni; Nurrina Firdaus; Yani H
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.3169

Abstract

Lesson study is a process of improvement the quality of learning activities that emphasize a collaborative process for a group of teachers to identify learning problems, design learning scenarios, implement and evaluate through continuous plan, do, see and reflection activities. The Teacher Working Group (Kelompok Kerja Guru (KKG)) for Early Childhood Education in Tamansari sub-district has the potential to form a learning community through lesson study, as an effort to develop early childhood teacher competency in developing materials and designing learning activities in the classroom. Mathematics, Language and Arts are very important to be introduced and mastered by children from an early age. The objectives of this community service are 1) Forming a learning community through lesson study activities at the early childhood education in Tamanasari sub-district 2) increasing teacher knowledge about lesson study activities in developing the quality of learning at early childhood institutions in Tamansari Sub-district, Tasikmalaya City, 3) Assisting lesson study activities in working groups in early childhood teacher in Tamansari District. The method used is training and mentoring lesson study. The results of community service are 1) The formation of a school-based learning community in early childhood education at Tamansari sub-district. 2) Increasing the knowledge of earli childhood teachers in carrying out lesson study activities, 3) Increasing the professional and pedagogical competence of teachers in developing mathematics, language and dance learning in early childhood education.
Sistem Manajemen Sanggar Seni Dewa Motekar Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya Tantri Ayu Rahmati; Asti Tri Lestari; Wan Ridwan Husen
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 5 No. 1 (2022): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v5i1.1411

Abstract

Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Penelitian ini membahas mengenai sistem manajemen Sanggar Seni Dewa Motekar Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui sistem manajemen Sanggar Seni Dewa Motekar 2) untuk mengetahui dampak dari sistem manajemen Sanggar Seni Dewa Motekar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini bahwa Sanggar Seni Dewa Motekar mempunyai manejemen yang didalamnya ada perencanaan, perorganisasian, pergerakkan, dan pengawasan. Dampak dari manajemen Sanggar Seni Dewa Motekar sangat berpengaruh sekali terhadap perkembangan peserta didik, sehingga peserta didik bisa menjadi seniman yang profesional.
Pewarisan Seni Rudat di Kelompok Sawargi Dusun Sukahayu Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis Nita Puspitasari; Asti Tri Lestari; Asep Wasta
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 5 No. 1 (2022): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v5i1.1419

Abstract

Kesenian tradisional sangatlah perlu dikembangkan dan dipertahankan kelestariannya, agar generasi mendatang bisa memahami warisan leluhur dan kesenian tradisional tidak terjadi kepunahan. Salah satu kesenian tradisional yang masih tetap eksis di Jawa Barat adalah seni Rudat Sawargi Dusun Sukahayu Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis. Seni Rudat adalah seni suara/vokal yang diiringi tabuhan rebana dan gerakan pencak silat. Gerakan pada seni Rudat Sawargi menggunakan gerakan pencak silat buhun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dan sistem pewarisan seni Rudat di Kelompok Sawargi Dusun Sukahayu Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dan sistem pewarisan seni Rudat di Kelompok Sawargi Dusun Sukahayu Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis. Adapun permasalahan yang diangkat dalam penelitian antara lain : 1) Bagaimana sejarah terbentuknya seni Rudat di Kelompok Sawargi Dusun Sukahayu Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis? 2) bagaimana sistem pewarisan seni Rudat di Kelompok Sawargi Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis? Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan dan menjelaskan masalah-masalah yang berkaitan dengan seni Rudat Sawargi, serta menganalisis hasil penelitian yang mengenai sistem pewarisan seni Rudat Sawargi. Instrumen yang digunakan peneliti untuk menghimpun data yaitu menggunakan instrument observasi, wawancara dan dokumen.
Analisis Pembelajaran Instrumen Gesek Biola Grade I Di Sekolah Musik Simphony Music Kota Tasikmalaya Yuda Yuda; Denden Setiaji; Asti Tri Lestari
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 5 No. 1 (2022): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v5i1.1501

Abstract

Di Kota Tasikmalaya terdapat beberapa sekolah musik khusus atau kursusan yang memfokuskan peserta didik dalam bidang pembelajaran seni musik yang sedang dijalani serta diminati oleh peserta didik tersebut. Yang mana di dalamnya mempelajari salah satu alat musik seperti piano, gitar akustik, gitar klasik, saxsophone, alat gesek seperti biola, cello, viola, dan alat musik yang lainya disesuaikan dengan minat dan bakat peserta didik. Simphony Music School, merupakan salah satu sekolah musik khusus di Kota Tasikmalaya yang menyelenggarakan pembelajaran khusus alat musik gesek biola yang terbagi menjadi beberapa tahapan atau biasa disebut per-grade, yang mana ini menjadi suatu ketertarikan bagi peneliti untuk meneliti secara langsung proses pembelajaran alat gesek biola dari grade I hingga lanjutannya. Di samping masih jarangnya minat serta bakat masyarakat Kota Tasikmalaya khususnya para generasi muda yang berkeinginan untuk mempelajari alat gesek biola, peneliti berharap dengan adanya hasil penelitian ini semoga bisa memotivasi serta membantu semua orang yang berminat untuk mempelajari salah satu alat musik gesek yaitu biola. Karena penelitian ini difokuskan serta dikhususkan bagi para pemula yang ingin mempelajari alat musik gesek biola. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Analisis Motif Batik Merak Ngibing Di Rizqi Batik Collection Cigeureung Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya Eri Puspitasari; Wan Ridwan Husen; Asti Tri Lestari
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 5 No. 1 (2022): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v5i1.1797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui visualisasi motif batik merak ngibing di Rizqi Batik Collection dan warna motif batik merak ngibing yang dihasilkan Rizqi Batik Collection. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan dan menjelaskan masalah-masalah secara alamiah yang berkaitan dengan batik dan menganalisis hasil penelitian mengenai motif-motif batik di Rizqi Batik Collection. Instrumen yang digunakan peneliti dalam penelitian untuk menghimpun data yaitu dengan menggunakan instrumen observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi.Hasil temuan dari penelitian ini adalah motif batik Merak Ngibing dengan warna sawoan, tasikan, prada dan kombinasi motif. Visual pada Motif Merak Ngibing sesuai dengan alur kehidupan pada burung merak, ragam hias yang diterapakan yaitu kesatuan antara flora dan fauna, dengan makna filosofis sepasang burung merak yang saling berhadap-hadapan melambangkan kerukunan, damai dan juga kegembiraan, tak jauh dari budaya masyarakat sunda yang selalu rukun dan bersatu. Mempunyai unsur motif utama, unsur motif tambahan, isen-isen motif dan motif pinggiran. Warna yang digunakan menggunakan zat pewarna sintetis yaitu pewarna Naphtol (garam) dan Indigosol. Dengan menampilkan warna-warna yang pastel atau cerah pada batik kombinasi.
Tari Kuda Lumping di Desa Kalapagenep Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya Ami Rahma Nursiam; Asti Tri Lestari; Wan Ridwan Husen
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 5 No. 2 (2022): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v5i2.3659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tari kuda lumping dalam struktur penyajian dan nilai sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan subjek penelitian ini adalah ketua, anggota, dan sekertaris Sanggar Setia Asih Binangkit. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif teknik pengumpulan datanya meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah struktur penyajian tari kuda lumping meliputi gerak, busana, rias, properti, dan iringan musik. Dan nilai sosial yang terdapat pada tari kuda lumping ini meliputi solidaritas, kekompakan, tanggung jawab, disiplin, dan rasa peduli terhadap sesama.
Revitalisasi Kesenian Jingkrung Di Kampung Kalapadua Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Manonjaya Maylisa Hayati; Asti Tri Lestari; Budi Dharma; Asep Wasta
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 6 No. 1 (2023): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v5i2.3663

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Revitalisasi kesenian Jingkrung di Kampung Kalapadua Desa Margaluyu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya” kesenian ini tumbuh dan berkembang di Kampung Kalapadua yang tidak diketahui munculnya pada tahun berapa tetapi mulai berkembang dan dikenal oleh masyarakat Kampung Kalapadua pada tahun 1930-an. Hal itu tidak bertahan lama hanya bertahan dari tahun 1930 sampai 1940-an. Kesenian Jingkrung ini mengalami penurunan yang sangat pesat sehingga kesenian Jingkrung ini dianggap sudah tidak ada. Namun dalam hal ini kesenian Jingkrung mulai diangkat kembali dengan adanya revitalisasi melalui penelitian ini. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriftif analisis. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian ini, kesenian Jingkrung merupakan kesenian khas Kampung Kalapadua sejak zaman dulu digunakan sebagai sarana ritual namun seiring perkembangan zaman kesenian Jingkrung tersebut dijadikan sebagai sarana hiburan atau pementasan diacara-acara tertentu seperti peresmian balai, peresmian aliran sungai yang baru dibuat, pengucapan rasa sukur kepada sang pencipta atas diberikannya nikmat sehat, sukuran 4 bulanan bayi yang baru lahir, dan sukuran pada pembuatan aliran sungai
Co-Authors Aan, Andriana Aceng Sambas Aep Sunendar Ahmad, Sidiq ahmadfaozan faozan Ami Rahma Nursiam Ami, Ashari Anggia Suci Pratiwi Anggia Suci Pratiwi Anggita Yulizar Nada Pratiwi Annisa Icha, Nurul apriani, arni Apriliana, Arina Aqilla Sekar Febrianti Arief Asep Setiawan Asep Wasta Asep Wasta Asep Wasta Asyifa Gustia Noer Belgis Nurhaliza Budi Dharma Budi Dharma Budi Hendrawan Budi Hendrawan Damayanti, Tsalsa Putri Deden Setiaji Denden Setiaji Desi Rahmawati Desta Hikmah Ramdani Eri Puspitasari Febrian, Kaka Azi Fadhilah Fika, Rafikawati Fitri Nurlina Gilang Sepriangga Nuryudi Gugun Gundara Hasanah, Nauriatul herlina19 lisgiyanti Hutman Abdillah Indra Gunawan Joan Sepni Subagja Juju Masunah Kurniawati, Ade Lilis Lismayanti Lilis Lismayanti Maylisa Hayati Meiliana Nurfitriani Meiliana Nurfitriani Meiliana Nurfitriani Meiliana Nurfitriani, Meiliana Mia Indah Lestari Miftahul Falah Miftahul Falah Milah Nurkamilah Mochamad, Wildan Alimufti Muhaimin, Muhammad Taufik Muhammad Saefulloh Muharani, Yesi Mujiarto N. Wiwin Wahyuni Neni Nuraeni Nita Puspitasari Nova Puspita Novi Silmi, Pebriyani Nuranisa, Rifni Nuriyah, Winda Nurrahmah, Rara Nurrina Firdaus Patiniah, Shinta Alvionita Permana, Lutfi Gista Pratiwi, Anggia Suci Qoriah, Sohibah Nur Rani Nurhidayah Rika Yuliana Putri Rikha Surtika Dewi Rikha Surtika Dewi Rikha Surtika Dewi, Rikha Surtika Risna Ristiyani Risna, Siti Nurahmah Ristiyani, Risna Rizka Pajrin Juliasari Sabrina, Putri Nur Sari, Nina Pamela Seni Lidusyiami Setiaji, Denden Sinta Hopipah Siska Febriani Slamet Rebiyanto Sri Wulandari Tami Aspi Zahda Hidayah Tantri Ayu Rahmati Taofik Muhammad Taofik Muhammad Titin Paridatul Fuadah Tuti Alawiyah Virna Lestiyani Wan Ridwan Husen, Wan Ridwan Widya, Imardhea Yani H Yuda Yuda Zamaludin, Helmi Fauzan