Claim Missing Document
Check
Articles

Pemetaan estimasi stok karbon tegakan mangrove (Aboveground) menggunakan data citra landsat 8 OLI di Desa Kahyapu Kecamatan Enggano Yohana, Ningsih; Bakhtiar, Deddy; Anggoro, Ari
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i1.10417

Abstract

Identifikasi jenis dan kerapatan padang lamun di Teluk Berhau Pulau Enggano, Bengkulu Samosir, Yuyun; Bakhtiar, Deddy; Anggoro, Ari
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v8i1.10430

Abstract

Teluk Berhau yang berada di wilayah Desa Banjar Sari, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara merupakan teluk yang unik dengan laguna ditengahnya yang banyak ditumbuhi lamun. Identifikasi jenis dan kerapatan padang lamun diperlukan sebagai informasi ilmiah yang dapat dipergunakan untuk kepentingan pengelolaan dan perlindungan ekosistem lamun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis lamun, indeks keanekaragaman, kerapatan lamun, indeks dominasi dan indeks keseragaman lamun serta parameter kualitas air ekosistem lamun di perairan Teluk Berhau Pulau Enggano. Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi yaitu metode purposive sampling. Metode pengambilan data menggunakan transek garis dan plot kuadrat sepanjang transek. Hasil penelitian ditemukan 3 jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Thalasia hemprichi dan Cymodocea rotundata. Kerapatan jenis Enhalus acoroides 460 tegakan/m², Thalasia hemprichi 234 tegakan/m², dan Cymodocea rotundata tegakan/m². Indeks dominansi berkisar 0,511-0,521 dan tergolong kategori sedang. Indeks keanekaragaman berkisar 0,671-0,681 dan tergolong kategori rendah. Indeks keseragaman berkisar 0,968-0,983 dan tergolong kategori tinggi. Parameter kualitas airnya mendukung pertumbuhan lamun karena sesuai dengan baku mutu pertumbuhan lamun. Kata kunci : laguna, struktur komunitas, substrat pasir, kerapatan
Karakteristik Mangrove Di Desa Kahyapu Pulau Enggano Khairunnisa, Suci Novia; Ariasari, Ana; Anggoro, Ari
Juvenil Vol 6, No 3: Agustus (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i3.28154

Abstract

ABSTRAKDesa Kahyapu merupakan salah satu desa yang terletak di Pulau Enggano yang memiliki potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan, terutama ekosistem mangrove sehingga perlu dilakukan monitoring mangrove untuk memahami karakteristik, distribusi, dan variasi jenis mangrove yang dilakukan secara berkala untuk menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di Pulau Enggano. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis mangrove, jumlah serta kerapatan mangrove di Desa Kahyapu. Metode penelitian menggunakan metode survei lapangan dengan pengambilan data lapangan (purposive sampling). Survei lapangan dilakukan pada tanggal 06 hingga 09 Januari 2024, menggunakan metode transek ukuran 10 x 10 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 8 jenis mangrove, yaitu Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Sonneratia alba, Lumnitzera littorea, Ceriops tagal, Xylocarpus granatum dan Xylocarpus moluccensis. Jumlah kerapatan pada stasiun 1 (1.340 ind/ha), stasiun 2 (1.360 ind/ha), stasiun 3 (2.400 ind/ha), stasiun 4 (950 ind/ha), stasiun 5 (1.316,66 ind/ha) dan stasiun 6 (1.650 ind/ha). Kerapatan jenis mangrove yang ditemukan antara lain (6.436,67 ind/ha) Rhizopora apiculata, (803,33 ind/ha) Rhizophora mucronata, (883,33 ind/ha) Bruguiera gymnorrhiza, (510 ind/ha) Sonneratia alba, (100 ind/ha) Lumnitzera littorea, (50 ind/ha) Ceriops tagal, (100 ind/ha) Xylocarpus granatum dan (133,33 ind/ha) Xylocarpus moluccensis. Secara umum, kondisi ekosistem mangrove di Desa Kahyapu digolongkan dalam kondisi kerapatan tinggi dan variasi jenis yang cukup beragam.Kata kunci : Desa Kahyapu, Ekosistem Mangrove, Jenis Mangrove, Pulau EngganoABSTRACTKahyapu Village located on Enggano Island has the potential for utilized natural resources, especially the mangrove ecosystem. Mangroves monitoring is essential to understand the characteristics, distribution, and variations of mangrove types which are carried out periodically to maintain the sustainability of the mangrove ecosystem on Enggano Island. This study aims to determine the types of mangroves, the number and density of mangroves in Kahyapu Village. The research method used a field survey method with field data collection (purposive sampling). The field survey was conducted from January 6 to 9, 2024, using a 10 x 10 m transect method. The results of the study showed that 8 types of mangroves were found, namely Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Sonneratia alba, Lumnitzera littorea, Ceriops tagal, Xylocarpus granatum and Xylocarpus moluccensis. The density at station 1 (1,340 ind/ha), station 2 (1,360 ind/ha), station 3 (2,400 ind/ha), station 4 (950 ind/ha), station 5 (1,316.66 ind/ha) and station 6 (1,650 ind/ha). The density of mangrove species found included (6,436.67 ind/ha) Rhizopora apiculata, (803.33 ind/ha) Rhizophora mucronata, (883.33 ind/ha) Bruguiera gymnorrhiza, (510 ind/ha) Sonneratia alba, (100 ind/ha) Lumnitzera littorea, (50 ind/ha) Ceriops tagal, (100 ind/ha) Xylocarpus granatum and (133.33 ind/ha) Xylocarpus moluccensis. In general, the condition of the mangrove ecosystem in Kahyapu Village is classified as having high density and quite diverse species variations.Keywords: Kahyapu Village, Mangrove Ecosystem, Mangrove Types, Enggano Island
Analisis Kelangsungan Hidup (Survival Rate) Hasil Transplantasi Terumbu Karang terhadap Perbedaan Kedalaman di Perairan Pulau Tikus Kota Bengkulu Syaputra, Andika Charles; Anggoro, Ari; Sugara, Ayub
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 3 (2025): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i3.94462

Abstract

Pulau Tikus merupakan pulau yang terletak di dalam wilayah administratif Kota Bengkulu. Pulau Tikus dikelilingi oleh terumbu karang yang luas sehingga mampu melindungi daratan pulau dari abrasi yang disebabkan oleh gelombang. Metode transplantasi karang yang digunakan ialah metode web spider, metode ini menjadi salah satu teknik rehabilitasi karang yang paling berhasil. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kelangsungan hidup terumbu karang dengan metode web spider dengan kedalaman yang berbeda perairan Pulau Tikus Kota Bengkulu. Pada penelitian yang telah dilakukan, didapat untuk hasil pertumbuhan rata-rata panjang fragmen karang pada kedalaman 3 meter adalah 0,51 mm/2 minggu. Sedangkan, untuk pertumbuhan panjang fragmen pada kedalaman 5 meter ialah 0,91 mm/2 minggu. Selanjutnya untuk pertumbuhan lebar dari fragmen karang pada kedalaman 3 meter adalah 1,40 mm/2 minggu dan kedalaman 5 meter 0,36 mm/2 minggu. Transplantasi terumbu karang dengan metode web spider di Perairan Pulau Tikus Kota Bengkulu memiliki tingkat kelangsungan hidup (survival rate) berkisar antara 83-91,67% kedalaman 3 meter dan 75-87,50% pada kedalaman 5 meter.
Pelestarian dan Penanaman Mangrove Melalui Metode Relay Encased Method (REM) Sumartono, Eko; Anggoro, Ari; Parwito, Parwito; Mujiono; Zulhendri, Rifi; Ramansyah, Riki
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i2.556

Abstract

Artikel ini membahas tantangan lingkungan hidup yang dihadapi Kota Bengkulu, antara lain permasalahan abrasi, penutupan muara, sedimentasi, dan intrusi air laut. Tantangan-tantangan ini telah menyebabkan erosi pada pesisir pantai, sehingga mengancam akses jalan dan kawasan pemukiman. Pentingnya penghijauan wilayah pesisir dengan jenis mangrove yang sesuai. Namun upaya penghijauan sebelumnya menghadapi tantangan seperti gelombang besar, kekeringan, kurangnya kesadaran, dan hilangnya hutan bakau akibat erosi. Menyoroti pentingnya ekosistem mangrove dalam mitigasi perubahan iklim, mengingat tingkat penyerapan karbonnya yang tinggi. Kota Bengkulu diidentifikasi sebagai kota yang sangat rentan terhadap bencana alam terkait iklim, sehingga restorasi mangrove merupakan inisiatif yang penting. Artikel menjelaskan penggunaan teknik rekayasa ekologi, khususnya Relay Encased Method (REM), untuk melindungi dan mempercepat pertumbuhan bibit mangrove. Upaya-upaya ini telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dan terus berlanjut dengan dukungan dari pemerintah kota dan provinsi. Lebih lanjut, artikel tersebut membahas tentang program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk melibatkan nelayan, pemuda putus sekolah, dan pemuda setempat dalam inisiatif kelestarian lingkungan. Program ini menggunakan pendekatan Appreciative Inquiry dan memberikan pendidikan tentang konservasi mangrove dan pengembangan soft skill. Hal ini juga menyoroti potensi manfaat ekonomi dari kegiatan yang berhubungan dengan mangrove, seperti wisata mangrove dan pengolahan produk makanan. Sebagai kesimpulan, artikel ini menekankan pentingnya upaya kolaboratif antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal, lembaga pemerintah, dan LSM, untuk mengatasi tantangan lingkungan hidup di Bengkulu. Keberhasilan implementasi inisiatif restorasi dan konservasi mangrove tidak hanya dapat memitigasi masalah lingkungan namun juga berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berbasis alam yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
PEMETAAN ZONA GEOMORFOLOGI EKOSISTEM TERUMBU KARANG MENGGUNAKAN METODE OBIA, STUDI KASUS DI PULAU PARI Anggoro, Ari; Siregar, Vincentius P.; Agus, Syamsul B.
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 12 No. 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/inderaja.v12i1.3306

Abstract

This study used object-based image analysis (OBIA) for geomorphic zones map of coral reef ecosystem in Pari Islands. The application of OBIA methods was used multiresolution segmentation algorithm with different scale parameter for each level. Classification methods for level 1 and 2 were used contextual editing classification. The results showed an overall accuracy for level 1 was 97% (reef level) and level 2 was 87% (geomorphic zone). Thus OBIA methods can be used and well-defined as an alternative for geomorphic zones map in other regions.
KLASIFIKASI MULTISKALA UNTUK PEMETAAN ZONA GEOMORFOLOGI DAN HABITAT BENTIK MENGGUNAKAN METODE OBIA DI PULAU PARI Anggoro, Ari; Siregar, Vincentius P.; Agus, Syamsul B.
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol. 14 No. 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.1017.v14.a2622

Abstract

This study used multiscale classification and applied object-based image analysis (OBIA) for geomorphic zone and benthic habitats mapping in Pari islands. An optimized segmentation was performed to get optimum classification result. Classification methods for level 1 and 2 used contextual editing classification and for level 3 used support vector machines classifier. The results showed that overall accuracy for level 1 was 97% (reef level), level 2 was 87% (geomorphic zone), and level 3 was 75% (benthic habitats). Accuracy achieved by support vector machines classification was performed only in level 3 and optimum scale value achieved was 50 in compare with other scale values, i.e. 5, 25, 50, 75, 95. OBIA methods can be used as an alternative for geomorphic zone and benthic habitats map.
Struktur Komunitas dan Tutupan Kanopi Mangrove Pada Kawasan SFV (Smart Fisheries Village) Pasaman Barat Walqodra, Aldi Rizki; Purnama, Dewi; Anggoro, Ari; Adi, Rizky Anggoro
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2024.Vol.8.No.4.474

Abstract

Mangrove forests are tropical and subtropical coastal vegetation communities that can grow and develop in muddy coastal intertidal areas. This study aimed to identify and analyze the structure and canopy cover of mangrove ecosystems in SFV (Smart Fisheries Village). The research was conducted using a survey method. The observation station was determined by purposive sampling method. Data analysis was done using descriptive statistical methods. Mangroves in SFV (Smart Fisheries Village) West Pasaman are Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, and Aegiceras corniculatum. The highest density of mangrove trees, saplings, and seedlings are 500 Ind/ha, 3866.67 Ind/ha, and 66666.67 Ind/ha with mangrove species Rhizophora apiculata. The highest frequency of tree category species with Rhizophora apiculata species is at stations 1, 2, 3 and Soneratia alba at stations 1 and 3. The highest frequency of seedling category species is Rhizophora apiculata at all three stations, Soneratia alba at station 3, and Avicennia marina at station 2. The highest frequency of seedling category species at all three stations is Rhizophora apiculata and Soneratia alba at station 3. The highest mangrove species cover is Rhizophora apiculata at stations 1 and 2 with a value of 68.04% (station 1), 69. 81%, (Station 2), and Soneratia alba 50, 35%, (Station 3) The index of important value (INP) of mangroves at the level of trees, saplings, and seedlings is highest in the species Rhizophora apiculata successively at all stations The value of diversity index (H') is categorized as low, while the dominance index is categorized as moderate. The percentage of mangrove canopy cover is classified as mild.
Analisis Perbandingan pada Puisi "Tentu, Kau Boleh" Karya Sapardi Djoko Damono dengan Puisi "Anant Prem" Karya Rabindranath Tagore Anggoro, Ari; Saputra, Fajar Anggi; Pratama , Dimas Ageng
Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan  Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/pragmatik.v3i4.2363

Abstract

This study aims to analyze and compare the poems Anant Prem by Rabindranath Tagore and Tentu, Kau Boleh by Sapardi Djoko Damono. The research employs a descriptive qualitative approach focusing on several literary aspects, namely the central theme, tone and atmosphere, diction, characterization, conceptual meaning of love, and philosophical perspective. The findings indicate that both poems share similarities in presenting love as a profound emotional experience, expressed through intimate and reflective nuances. Each poem portrays emotionally intertwined characters whose inner experiences revolve around the presence of love as a central force. Despite these similarities, the two poems differ significantly in how they interpret and narrate love. In Anant Prem, Tagore frames love as eternal and transcendent, surpassing the confines of time and space. This creates a contemplative and spiritual tone supported by metaphorical and symbolic diction. Meanwhile, Tentu, Kau Boleh portrays love as an immediate and personal experience rooted in everyday human interactions. Sapardi expresses love through calm, straightforward language that reflects simplicity and emotional closeness. Philosophically, Tagore positions love as part of cosmic existence, whereas Sapardi views it as a presence embodied in the warmth and intimacy of daily human life. These distinctions highlight how cultural background, worldview, and poetic tradition influence the depiction of love in both works.
Population Shift of The Family Scaridae: An Ecological Study in The Threatened Habitat of Tikus Island Novita Nanda Syafitri; Deddy Bakhtiar; Ari Anggoro; Maestro Munru; Herni Iman Sari
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v10i2.6457

Abstract

Parrotfish have an essential role in maintaining the balance and health of coastal and marine ecosystems, but the existence of coral reefs on Pulau Tikus as their habitat has been degraded, threatening the survival of these fish. This study aims to determine the abundance of fish in the Scaridae family based on coral reef cover and the relationship with coral reef cover. Sampling was conducted in February-May 2021 in the waters of Pulau Tikus Bengkulu. Reef fish observations used UVC (Underwater Visual Census), while coral reef cover used the LIT (Line Intercept Transect) method. The highest reef fish abundance was at station 1 at 0.06 ind/m2, while the lowest was at station 3 at 0.02 ind/m2. The highest percentage of coral cover was at station 1 at 70.44% and the weakest at station 3 at 8.18%. The relationship between the percentage of coral cover and parrotfish abundance strongly correlates with a value of R = 0.62.
Co-Authors Ade Ayu Mustika Adi, Rizky Anggoro Agus, Syamsul B. Akbar Abdurrahman Mahfudz Al Azhar Alfiqi Maulana Ali Muqsit Ali Muqsit Ali Muqsit Amelia Suryanita Ami Nolisa Amir Husaini Karim Amrullah Amrullah, Amir H. K. An Nisa Nurul Suci Ana Ariasari Anandyawati Anandyawati Anandyawati, Anandyawati Andriani Sunuddin Anggraini, Selva Assabillah, Muhammad Ayub Sugara Cindy Claudea Hanami Citra Arum Sari Deddy Bakhtiar Deddy Bakhtiar Deddy Bakhtiar, Deddy Dede Hartono Dede Hartono Dede Hartono Dede Hartono Dede Hartono, Dede Delvia Novitasari DEWI PURNAMA Dwi Bulan Dari Julian Futri Eko Nofridiansyah, Eko Eko Sumartono, Eko Esty Kurniawati Feri Nugroho Fingki Septiyani Hasidu, La Ode Abdul Fajar Herni Iman Sari Ira Maisarah Irwin Wahyudi Julia Purnama Sari Juliano, Ricky Julyansyah, Teddy Khairunnisa, Suci Novia Lovita Nadia Maestro Munru Makhrian, Andy Maya Angraini Fajar Utami, Maya Angraini Fajar Merlian Zikri Merlian Zikri Mery Leyani, Etika Miftakhul Munir Moneka, Kostari Mujiono Musriyadi Nabiu Nella Tri Agustini, Nella Tri Novanda, Ridha Rizki Novita Nanda Syafitri Nugroho, Mohammad Nur Dita Nur Arief Putri, Viche Nur Lina Maratana Nabiu Nurlaila Ervina Herliany Ompusunggu, Yordan A Parwito Parwito, Parwito Person Pesona Renta Pratama , Dimas Ageng Putri Amanda, Ericha Ramansyah, Riki Rangga Aditya, Muhammad Reza Satria Rinaldi Ricky Juliano Ridha Rizki Novanda Ridha Rizki Novanda Ridka Rizki Novanda Rifi Suhendri Risnita Tri Utami Robin Saputra Sam Wouthuyzen Samosir, Yuyun Saputra, Fajar Anggi Siregar, Albet Owen Siswahyono, Siswahyono Supadi Supadi Supiyati . Suryanita, Amelia Susanto, Jefri Syamsul B. Agus Syaputra, Andika Charles Tanzul, Muhammad Teddy Julyansyah Teddy Triandiza Ully Wulandari, Ully Vincentius P Siregar Wahyudi, Irwin Walqodra, Aldi Rizki Wica Elvina Yohana, Ningsih Yola Wulandari, Yola Yudho Andika Yulfiperius, Yulfiperius Yuriz Silviani, Nandini Zamdial Zamdial Zamdial Zamdial Zamdial zamdial Zamdial Zamdial, Zamdial Zikri, Merlian Zulhendri, Rifi