Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNIK MESIN

ANALISIS CFD DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN KELEMBABAN RELATIF PADA PROSES DEHUMIDIFIKASI SAMPLE HOUSE DENGAN KONSENTRASI LIQUID DESSICANT 30% Bondantio Putro; Eflita Yohana; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.427 KB)

Abstract

There are various methods used to control the humidity in the room, one of them with a dehumidification system. By utilizing a liquid desiccant such as CaCl 2, relative humidity values can be suppressed in accordance with the specified variable. To determine the distribution of temperature and relative humidity in the room needed numerical simulations using Computational Fluid Dynamics (CFD). The model used in the experiment room (L = 1500 mm, W = 1000 mm, H = 1500 mm) is used to determine the ability of liquid desiccant in reducing humidity. Tests carried out in the morning at 08.00 with liquid desiccant concentration of 30%, as well as the dimensions of 0.2 mm nozzel, and discharge air to enter the room guarded by 2.35 m3 / min. At the inlet and outlet sides of the room fitted DHT sensor 11, which serves to record the changes in humidity and temperature during the test. In normal conditions without turning tool dehumidifier, sensors record the average temperature in the room at 28°C and 68% RH. The simulation was performed using CFD software Solidworks Flow Simulation 2014. Simulation results show that the distribution of temperature and relative humidity in the room with liquid desiccant concentration 30% runs into a  poor relative humidity, the RH average of 67.5% followed by the increase in air temperature 28.5 ° C and it  also contains not maximum temperature distribution and RH.
PENGARUH PROSES DEHUMIDIFIKASI TERHADAP TEMPERATUR UDARA MENGGUNAKAN LARUTAN CALSIUM CHLORIDE (CaCl2) Yohanes Aditya Wisnu A; Eflita Yohana; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.493 KB)

Abstract

Udara terdiri atas berbagai macam unsur dan senyawa pembentuk yang salah satunya adalah uap air (H2O). Kandungan uap air dalam udara mempengaruhi tingkat kelembaban udara. Udara lembab dapat memicu tumbuhnya bakteri yang membahayakan kesehatan manusia dan udara kering juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi manusia. Sehingga kelembaban udara berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan dan kesehatan manusia. Dehumidification merupakan proses penurunan kelembaban udara yang terjadi di dehumidifier, dimana uap air diserap saat terjadi kontak dengan udara oleh liquid dessicant sebagai fluida kerja. Penelitian ini menguji pengaruh variasi nosel dan variasi konsentrasi terhadap kelembaban udara dengan menggunakan larutan CaCl2 sebagai liquid dessicant. Di bagian atas dari dehumidifier, liquid dessicant didistribusikan menggunakan spraying nozzle dan pada waktu bersamaan udara bergerak secara counter flow masuk ke dalam dehumidifier dari bagian bawah, dengan menggunakan induced fan yang terletak di atas spraying nozzle pada jarak tertentu. Dimensi nosel bervariasi sebesar 0,2 mm, 0,3 mm, 0,4 mm, dan 0,5 mm, sedangkan variasi konsentari CaCl2 30%, 40%, dan 50%. Debit aliran udara masuk dehumidifier dijaga konstan sebesar 2,35 m3/min, temperatur masuk CaCl2 sebesar 18 OC, serta perubahan kelembaban dan temperatur akan diukur menggunakan sensor suhu dan kelembaban DHT 11. Hasil penelitian menunjukan penurunan kelembaban udara akan membuat temperatur akan naik seiring penurunan kelembabannya
Kaji Eksperimental Pengaruh Aliran Dua Fase Crude Oil-Water dalam Pipa Horisontal Terhadap Performansi Pompa Sentrifugal dengan Variasi Impeller Adi Kurnia Muktabar; Eflita Yohana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.699 KB)

Abstract

Pompa sentrifugal merupakan salah satu mesin turbo yang umum digunakan dalam sektor perminyakan, industri kimia maupun pembangkit listrik karena beberapa keuntungan antara lain laju aliran yang tinggi dan konsisten, biaya rendah, kemudahan pemeliharaan dan stabilitas operasional yang lebih baik. Pada dasarnya, pompa dirancang oleh pabrik untuk mengalirkan fluida satu fasa dimana pompa tersebut telah memiliki karakteristik masing-masing sesuai kegunaannya. Demikian juga dengan performansi yang dihasilkan oleh suatu pompa akan maksimal sesuai dengan spesifikasi desain apabila digunakan sesuai ketentuan. Namun demikian, dalam pengoperasiannya seringkali industri menggunakan pompa untuk mengalirkan fluida multiphase. Memahami pengaruh minyak dalam emulsi air terhadap performansi pompa sangatlah penting untuk mengoptimasi pemilihan sistem pemompaan yang efisien dan untuk menekan biaya. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental untuk mengetahui perubahan performansi pompa ketika menggunakan fluida dua fasa crude oil-water. Performansi pompa sentrifugal diuji menggunakan dua jenis fluida yaitu air dan campuran. Fluida campuran dua fasa adalah campuran air yang ditambahkan crude oil dengan variasi viskositas. Crude oil yang digunakan berasal dari Pertamina RU VI Cilacap. Setelah dilakukan pengujian, densitas dan viskositas dinamik crude oil tersebut berurutan memiliki nilai 0,806 g/cm3 dan 9.33 mPa.s. Tipe pompa yang digunakan adalah tipe sentrifugal dengan satu sisi hisap dan satu sisi keluar. Impeller yang digunakan dalam pengujian ini terdapat dua jenis, yaitu impeller tertutup dengan enam sudu, kemudian impeller setengah terbukadengan jumlah enam sudu dan delapan sudu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa head, kapasitas, dan efisiensi pompa menurun seiring bertambahnya fraksi volume crude oil. Sedangkan daya poros pompa akan meningkat. Hal ini disebabkan oleh peningkatan viskositas yang menyebabkan factor gesekan di impeller maupun kerugian hidrolis sepanjang saluran pipa.
SIMULASI DISTRIBUSI SUHU DAN KELEMBAPAN RELATIF PADA RUMAH TANAMAN (GREEN HOUSE) DENGAN SISTEM HUMIDIFIKASI Mahmudyan Nuriil Fahmi; Eflita Yohana; Sugiyanto Sugiyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.33 KB)

Abstract

Ada berbagai jenis rumah tanaman yang digunakan untuk daerah tropik . Simulasi dilakukan untuk menentukan distribusi suhu udara dan pola pergerakan udara di dalam rumah kaca . Penelitian ini bertujuan untuk membuat tanaman desain rumah yang bisa melakukan kontrol suhu dan kelembaban relatif secara otomatis sesuai dengan kebutuhan tanaman. Model Greenhouse ( L = 3 m , W = 2 m , H = 2.3 m ) diatur menggunakan ventilasi paksa. Kontrol iklim mikro yang akan dipasang adalah bentuk pengaturan suhu dan kelembaban . Dalam simulasi ini digunakan kipas sirkulasi dan kipas exhaust untuk memberikan distribusi suhu dan kelembaban yang merata . Pengaturan kelembaban dilakukan dengan menggunakan nozzle sprayer, yaitu tetesan air mikro dengan penyemprotan bertekanan tinggi melalui nozzle , yang diharapkan dapat meningkatkan kelembaban di rumah tanaman. Pengukuran Suhu dan kelembaban yang dilakukan pada November 2013 menjadi objek validasi . Hal ini dilakukan dengan memindahkan sensor di beberapa titik di rumah tanaman . Simulasi dilakukan dengan software CFD Solidworks Flow SImulation. Hasil simulasi menunjukkan rumah kaca yang dibuat dalam percobaan telah mampu memberikan kontur dengan distribusi suhu dan kelembaban merata . Penggunaan kontrol suhu-kelembaban dan ventilasi di rumah kaca mampu memberikan penurunan suhu yang signifikan dan peningkatan RH. Selain itu, rata-rata penurunan suhu sebesar 7-9o Celsius.
OPTIMASI PERBANDINGAN KOEFISIEN GAYA ANGKAT TERHADAP KOEFISIEN GAYA HAMBAT MAKSIMUM PADA PERANCANGAN AIRFOIL MENGGUNAKAN METODE PANEL Citra Asti Rosalia; Ismoyo Haryanto; Eflita Yohana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.477 KB)

Abstract

Prosedur perancangan airfoil dengan menerapkan metode panel telah disusun. Pada prosedur ini geometri airfoil dibangkitkan menggunakan transformasi Joukowski. Dengan transformasi ini bentuk airfoil dapat diperoleh dengan mentransformasikan bentuk lingkaran dengan koordinat titik pusat tertentu. Adapun analisis karakteristik aerodinamikanya dilakukan dengan menggunakan metode panel dimana aliran dianggap bersifat tak viskos (inviscid) dan tak mampat (incompressible). Pada penelitian ini efek viskositas dikaji dengan menerapkan metode interaksi viskos-tak viskos. Untuk keperluan tersebut analisis lapisan batas (boundary layer) dilakukan untuk mendapatkan tebal perpindahan (displacement thickness). Informasi tebal perpindahan ini selanjutnya digunakan untuk update geometri airfoil. Langkah berikutnya adalah optimasi guna mendapatkan geometri airfoil yang mempunya rasio gaya angkat terhadap gaya hambat maksimum yang paling maksimum dengan koordinat titik pusat lingkaran sebagai variabel perancangan. Sebagai pengoptimum (optimizer) digunakan optimasi based gradient methods (fmincon) dan Algoritma Genetika (GA) Dari kedua metode tersebut akan dibandingkan hasilnya pada bilangan Reynold tertentu. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa analisis karakteristik aerodinamika menggunakan metode panel dengan melibatkan interaksi viskos-tak viskos memberikan hasil yang cukup akurat terhadap hasil eksperimen. Sekalipun secara umum hasil optimasi yang diperoleh juga cukup baik akan tetapi memerlukan validasi dan variasi lebih lanjut.
EKSPERIMEN PENGATURAN SUHU DAN KELEMBABAN PADA RUMAH TANAMAN (GREENHOUSE) DENGAN SISTEM HUMIDIFIKASI Sugeng Wahono; Sugiyanto Sugiyanto; Eflita Yohana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.028 KB)

Abstract

Pertanian di Indonesia masih menggunakan sistem pertanian tradisional dan tergantung pada perubahan iklim yang terjadi. Perubahan iklim yang tidak menentu pada akhir-akhir ini menyebabkan prediksi petani menjadi meleset dan banyak yang mengalami kerugian berupa gagal panen dsb. Seiring dengan dengan semakin berkembangnya isu pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim, membuat sektor pertanian begitu terpukul. Tidak teraturnya perubahan iklim dan perubahan awal dan akhir musim seperti musim kemarau dan musim hujan membuat para petani begitu susah untuk merencanakan masa tanam dan masa panen. Berdasarkan ilmu pengkondisian udara hal tersebut dapat dibuat kondisi seperti musim pada tanaman tertentu sesuai yang diharapkan, yaitu dengan mengatur besarnya kelembaban dan suhunya. Pengaturan kelembaban dan suhu ini dilakukan pada sistem pertanian yang menggunakan rumah tanaman. Metodologi yang digunakan dalam pengaturan suhu dan kelembaban ini adalah dengan membuat alat kontrol iklim dan variasi metode eksperimen pada rumah tanaman. Pembuatan alat kontrol iklim berguna untuk menambah nilai kelembaban pada rumah taanaman. Perakitan komponen-komponen alat kontrol iklim dilakukan dengan data-data awal eksperimen untuk menentukan spesifikasi alat. Alat kontrol iklim sudah dapat berfungsi dengan baik sesuai harapan, yaitu dapat menurunkan suhu rumah tanaman antara 3 -9ºC dan menaikkan kelembaban antara 25% - 30%. Namun sistem alat kontrol ini masih butuh banyak penyempurnaan, hal ini dikarenakan saat eksperimen masih terdapat proses pengembunan. Sehingga kedepannya dapat dijadikan masukan penelitian selanjutnya dan dapat memberi sumbangan teknologi untuk pertanian Indonesia kedepannya menjadi lebih baik.
ANALISIS CFD DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN KELEMBABAN RELATIF PADA PROSES DEHUMIDIFIKASI SAMPLE HOUSE DENGAN KONSENTRASI LIQUID DESSICANT 60% DAN SUHU LIQUID DESSICANT 10°C Ratrya Putra Hunadika; Eflita Yohana; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.761 KB)

Abstract

Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk mengontrol kelembaban udara di dalam ruangan, salah satunya dengan sistem dehumidifikasi. Dengan memanfaatkan liquid desiccant berupa CaCl2, nilai kelembaban relatif dapat ditekan sesuai dengan variabel yang sudah ditentukan. Untuk mengetahui distribusi temperatur dan kelembaban relatif dalam ruangan diperlukan simulasi numerik menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Model ruangan yang digunakan dalam eksperimen (L = 1500 mm, W = 1000 mm, H = 1000 mm, HCave = 500mm) digunakan untuk mengetahui kemampuan liquid desiccant dalam menurunkan kelembaban. Pengujian dilakukan di pagi hari pukul 08.00 dengan konsentrasi liquid desiccant sebesar 60%, serta dimensi nozzel 0,2 mm, suhu liquid dessicant 10°C dan debit udara masuk ruangan dijaga 2,35 m3/min. Sensor DHT 11 dipasang pada lima sisi, atap, dinding, lantai, inlet, outlet, yang berfungsi untuk mencatat perubahan kelembaban dan temperatur selama pengujian berlangsung. Pada kondisi normal tanpa menyalakan alat dehumidifier, sensor mencatat temperatur rata-rata di dalam ruangan sebesar 29,9°C dan RH 58,9%. Simulasi dilakukan menggunakan software CFD Solidworks Flow Simulation 2014. Hasil simulasi menunjukkan bahwa distribusi temperatur dan kelembaban relatif di dalam ruangan dengan konsentrasi liquid desiccant 60% mengalami penurunan kelembaban relatif yang rendah, yakni RH rata-rata sebesar 52,13% dengan diikuti kenaikan temperatur udara sebesar 31,65°C
PEMBUATAN MODEL DAN SIMULASI TURBIN ANGIN SUMBU HORIZONTAL DENGAN SUDUT BLADE PITCH AKTIF Nurminda Eka Indra Pramana; Joga Dharma Setiawan; Eflita Yohana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.651 KB)

Abstract

Model turbin angin dengan kendali active blade pitch adalah turbin angin dimana sudut blade pitch akan bergerak secara otomatis dengan cara menyesuaikan energi dari angin yang datang. Metode ini untuk menjaga kestabilan kecepatan pada rotor sehingga akan menghasilkan output yang relatif stabil. Aktuator yang digunakan untuk mengatur pergerakan blade adalah servomotor. Dalam penelitian ini akan dilakukan perancangan konstruksi mekanik model turbin angin dengan kendali active blade pitch. Selanjutnya akan dilakukan pemodelan kinematik dan pemodelan dinamik yang digunakan untuk perbandingan terhadap hasil eksperimen. Pemodelan kinematik ini menggunakan MATLAB SimMechanics untuk mendapatkan posisi sudut blade terhadap servomotor, serta menganalisa forward kinematics dengan menggunakan notasi parameter Denavit-Hartenberg (DH parameter) dan Robotic Tool Box. Pada pemodelan dinamik dilakukan dengan menggunakan MATLAB Simulink untuk mendapatkan perbandingan kecepatan putar shaft dengan kecepatan angin. Hasil simulasi pada SimMechanics hampir mendekati dengan model, dimana perbandingan eror rata-rata pada sudut servo dengan sudut blade pitch antara simulasi dengan eksperimen yaitu: 2,9% Dan hasil dari analisa forward kinematik menggunakan D-H parameter dan Robotic Tool Box didapatkan nilai end efector sama, yaitu Px= 19,5 mm dan Py = 110,4mm, sedangkan pada pengujian didapatkan nilai Px= 11,5 mm dan Py = 100,9 mm. Dan Perbandingan kecepatan angin, Vw (m/s) terhadap ω shaft turbin pada hasil eksperimen dengan hasil simulasi hampir mendekati yaitu eror rata-rata: 7,9%. Dan Pada kecepatan angin yang semakin tinggi dan amplitudo fluktuasi sinusoida pada 5º akan menghasilkan amplitudo kecepatan putar shaft, Aω dan amplitudo torsi AT akan  naik secara linear, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk perancangan sistem tertutup.
MAMPU BENTUK PLASTIK PADA PROSES VACUUM FORMING DENGAN VARIASI TEKANAN 0.979 bar, 0.959 bar, 0.929 bar, 0.909 bar PADA TEMPERATUR 200 ºC Abdul Ghani K; Eflita Yohana; Dwi Basuki Wibowo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.498 KB)

Abstract

Plastik saat ini telah banyak menggantikan perlengkapan-perlengkapan manusia yang terbuat dari bahan logam, gelas dan kayu. Ini karena plastik mempunyai beberapa kenggulan antara lain sifatnya yang mudah dibentuk, ringan, kuat, tahan karat, sebagai isolator listrik yang baik dan tentunya mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Pada proses pengerjaannya ada beberapa metode yang digunakan, tetapi yang sering digunakan adalah metode thermo forming. Salah satu dari metode thermo forming  yang sederhana adalah vacuum forming. Pada dasarnya metode ini dilakukan dengan memberikan perlakuan panas pada lembaran plastik hingga plastik menjadi lunak (tidak mencapai titik leleh) kemudian dibentuk pada cetakan sesuai yang dikehendaki dengan memberikan tekanan vakum.Ada beberapa parameter yang menentukan kualitas dari hasil cetakan plastik pada proses vacuum forming antara lain, jenis plastik dan ketebalan plastik yang digunakan, temperatur pemanasan dan tekanan vakum yang digunakan. Pada penelitian kali ini sebagai bahan uji digunakan lembaran plastik dengan jenis polyethylene  terephthalate (PET) berukuran 30 cm x 34 cm dengan ketebalan 0,25 mm dan 0,35 mm. Untuk temperatur pemanasan diset pada temperatur konstan sebesar 200 . Dan untuk mencetak plastik dengan kualitas tebaik digunakan tekanan vakum yang divariasikan menjadi 4 variasi tekanan vakum yaitu; 0,979 bar, 0,959 bar, 0,929 bar dan 0,909 bar. Dari hasil penelitian diperoleh tekanan vakum terbaik untuk mencetak plastik dengan tebal 0,25 mm adalah 0,909 bar dan hasil yang sama juga di peroleh untuk plastik dengan ketebalan 0,35 mm yaitu untuk tekanan terbaiknya adalah 0,909 bar.
KAJI EKSPERIMENTAL ALIRAN DUA FASE WATER-CRUDE OIL MELEWATI PIPA SUDDEN EXPANSION HORISONTAL BERPENAMPANG LINGKARAN Ambangan Siregar; Eflita Yohana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.087 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik dan penurunan tekanan pada pipa Pembesaran mendadak dengan rasio diameter 16:26 mm untuk aliran campuran air-crude oil. Variasi yang diberikan berupa penambahan fraksi volume minyak dalam aliran hingga 10% serta laju aliran yang didasarkan pada putaran motor pompa 2400, 2200, 2000, 1800, 1600, dan 1400 rpm. Nilai penurunan tekanan dihitung dari data perbedaan tekanan antara pipa kecil dan besar pada daerah sudden expansion yang diukur dengan manometer U, sedangkan debit aliran diukur menggunakan flow meter. Hasil penghitungan penurunan tekanan pada daerah sudden expansion berkisar antara 250-980  Pa. sedangkan penambahan fraksi volume crude oil sangat berpengaruh terhadap debit aliran, hasil perhitungan debit aliran yang berkisar antara 0,00028 m3/s-0,00065 m3/s.
Co-Authors , Muchammad , Suhartana Abdul Ghani K Abdulhafiz Younis Mokhetar Abrorul Fuady R. Achmad Afinadi Adi Kurnia Muktabar Adi Kurnia Muktabar Ady Priambodo Agus Wibowo Akhmad Zidni Hudaya Amal, Daffa Ikhlasul Ambangan Siregar Ambangan Siregar Ambangan Siregar Ambari, Iqbal Anindya Ardiansari Ari Nugroho Arijanto Arijanto arrohman, sigit Askhabulyamin Askhabulyamin Astrid Ayutasari Ayudya Izzati Dyah Lantasi Bachtiar Kurnia Prakoso Bambang Yunianto Bambang Yunianto Berkah Fajar TK Bisri Oktavia Usda Bondantio Putro Budi Setiyana Carles, Henry Citra Asti Rosalia Diana, Ade Eva Didik Ariwibowo Didik Ariwibowo Dwi Basuki Wibowo Fadel Iqbal Muhammad Fahmi Arifan Faqih Fatkhurrozak Faqih Fatkhurrozak Fardzanela S Fardzanela S Farizki, Bangkit Fatih Khamdani Fatkhurrozak, Faqih Fikri, Dzakiyya Nabilla Firman Lukman Sanjaya Firman Lukman Sanjaya Franklin T.H. Sinaga Ganang Wisma Habib Indra Karim Hamdani Umar Hendrawan, Andre Budhi Henry Charles Hepatika Zidny Ilmadina Hermawan Dwi Ariyanto Herriza, Rigo Muhammad Idreis Abdualgader Indah Hartati Ismoyo Haryanto Joga Dharma Setiawan Julianto, Mohamad Endy Khoiriyah, Mauli Astuti Kooshartoyo, Meddy Kusnadi Kusnadi Kwang Hwan Choi Lukman Sanjaya, Firman M. Fandiar Majiid, M. Fandiar M. Taufik Qurohman M.S.K. Tony Suryo Utomo M.S.K. Tony Suryo Utomo Mahmudyan Nuriil Fahmi Maula, Setya Deni Maulana, Andre Fiky Mochamad Arief Budihardjo Mochammad Facta Mohamad Endy Y Yulianto Mohammad Tauviqirrahman Mohammad Tauviqirrahman MSK Tony Suryo MSK. Tony SU. MSK. Tony Suryo Utomo Muchammad Muchammad Muchammad Muchammad Muchammad Muhammad Muhammad Natasya Ghinna Humaira Nazaruddin Sinaga Novi Laura Indrayani, Novi Laura Nugroho, Agung Nurminda Eka Indra Pramana Pane, Ivranza Zuhdi Permana, Randa Putro Adi Nugroho Qurohman, M. Taufik Rahmanu, Zakaria Rahmat Julyansyah, Rahmat Ramadan, Bimastyaji Surya Ratrya Putra Hunadika Rayhan Halim Rey Adam Riana Sitawati Riky Ardiyanto Rizka Amalia Romadhon, Revki Safi'i, Muhamad Safi’i, Muhamad Sanjaya, Firman Lukman Saptaryani, Titiek Deasy Saputra, Imron Aryadi Siti Nur Jannah Sri Nugroho Sri Utami H Sudargana Sudargana Sugeng Wahono Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto Suhartana Suhartana Suhartana Suheri Sukis, Muhamad Susetio Pratama Susiana Purwantisari Sutrisno Sutrisno Syafrudin Syafrudin Syaiful Syaiful . Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Syarifudin Tommy Ivantoro Tony Suryo Utomo Tony Suryo Utomo Turnip , Darlis Vita Paramitha Wahyuningsih Wahyuningsih Wulandari, Sukma Aulia Yohanes Aditya W Yohanes Aditya Wisnu A Yohanes Aditya Wisnu A. Yuris Setyoadi Zaman, M. Badruz