Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Kelompok Pecinta Karang Nuansa Pulau Nusa Penida Dalam Skrining Kesehatan Penyelam dan Budidaya Rumput Laut Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; Ida Ayu Agung Idawati
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.7.2.2023.45-53

Abstract

Kelompok pecinta karang Nuansa Pulau Nusa Penida merupakan kelompok yang dibentuk swadaya yang bertujuan untuk menjaga keasrian ekosistem terumbu karang di wilayah Desa Ped Nusa Penida. Kelompok ini berdiri untuk memberikan wadah bagi generasi muda di desa Ped untuk secara aktif berperan dalam upaya konservasi terumbu karang dan mengajarkan anggota keahlian bahari seperti menyelam dan diving. Keahlian bahari yang dimilik para anggota kelompok pencinta karang Nuansa tidak hanya berguna saat menjalankan kegiatan konservasi, tetapi juga memberikan benefit ekonomi bagi anggotanya sebagai guide diver maupun snorkeling. Hasil komunikasi dengan perwakilan kelompok pecinta karang memetakan permasalahan yang dihadapi mitra yaitu dari aspek kesehatan dan aspek ekonomi. Dari aspek kesehatan, mitra kurang memiliki pemahaman tentang pentingnya pengukuran awal kondisi tubuh sebelum menyelam seperti pengukuran tekanan darah, kadar oksigen terlarut dan gula darah. Sementara dari aspek ekonomi mitra berencana membudidayakan rumput laut untuk menambah pendapatan kelompok dan warga sekitar. Hanya saja mitra mengalami kendala karena tidak memiliki pengetahuan dan modal awal untuk memulai budidaya rumput laut. Beranjak dari permasalahan yang dihadapi mitra, program kemitraan masyarakat ini akan difokuskan untuk menyelesaikan masalah mitra dengan memberikan pengetahuan tentang penting pemeriksaan kondisi sebelum menyelam dan memfasilitasi dengan pemberian alat tensi serta alat cek gula serta kolesterol. Mitra juga telah mendapat pelatihan tentang budidaya rumput laut dan mendapatkan modal awal berupa bibit rumput laut Eucheuma cottonii untuk memulai tahapan budidaya rumput laut. Hasil PKM menunjukkan peningkatan pemahaman mitra berdasarkan pre dan posttest sebesar 60% tentang konsep skrining kesehatan pre-diving dan pemahaman mitra tentang cara budidaya rumput laut. Mitra merasa sangat terbantu dengan bantuan alat-alat pre-skrining berupa tensi meter, oximeter, alat deteksi glukosa, kolesterol dan asam urat. Setelah diberikan pemahaman tentang penting preskrining sebelum menyelam, mitra kini rutin memeriksa kondisi kesehatan anggotanya. Mitra juga telah menggunakan bantuan dana yang diberikan tim pengabdi untuk mulai membudidayakan rumput laut E. cottonii dalam skala kecil. Mitra membuat demplot budidaya rumput laut berukuran 3 x 5 m2 di lahan milik mereka sendiri secara gotong-royong anggota kelompok penyelam Nuansa Pulau. Hasil PKM ini diharapkan akan menjadi dasar bagi mitra untuk mengembangkan budidaya rumput laut dalam skala yang lebih besar dan meningkatkan kualitas kesehatan dan ekonomi para angota penyelam di masa yang akan datang.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Tingkat Keparahan Insomnia pada Mahasiswa Semester 3 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa yang Akan Menghadapi Ujian OSCE pada Tahun 2021 Anak Agung Mirah Gayatri; Made Dharmesti Wijaya; I Wayan Eka Arsana
Aesculapius Medical Journal Vol 1 No 2 (2022): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.1.2.2022.58-64

Abstract

Anxiety is a feeling of worry, nervous, and other unpleasant feelings. About one in three medical students worldwide experience anxiety. Anxiety experienced by students can make them suffer from insomnia. Insomnia is defined as a sleep disorder characterized by complaints of difficulty falling asleep, remaining asleep, and poor sleep quality. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) is one of the exams that triggers anxiety in medical students. This study aims to determine the relationship between anxiety levels and the severity of insomnia among third semester students in the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University in facing the OSCE in 2021. A cross-sectional study with correlational quantitative approach was conducted on the respondents (n = 111). The respondents was selected using purposive sampling method. The data was collected using self-data questionnaire, as well as Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), and Insomnia Severity Index (ISI) questionnaires. The data obtained was analyzed using descriptive analysis, statistical analysis with Spearman Rank correlation analysis, and hypothesis testing with p-value on Sig (2-tailed) using SPSS software. The result shows that there is a positive correlation between the level of anxiety and the severity of insomnia with a moderate correlation strength (r=0.494) and statistically significant (p=0.001).
Perbedaan antara Kadar Leukosit Maternal pada Ketuban Pecah Dini Persalinan Preterm dengan Aterm di Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar Komang Putri Indrasuari; I Made Pariartha; Made Dharmesti Wijaya
Aesculapius Medical Journal Vol 3 No 2 (2023): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.3.2.2023.247-253

Abstract

Premature rupture of membranes (PROM) is the rupture of the membranes before delivery. PROM occurs at 37 weeks gestation or more and PPROM occurs before 37 weeks gestation. One of the risk factors for PROM is infection that begins with the entry of bacteria into the intraamnion from the ascending urogenital tract or infection of systemic origin. Elevated leukocyte levels are a sign of infection. This study aims to determine the difference between maternal leukocyte levels of PROM and PPROM. The research design used was descriptive analytic method with a cross sectional approach. The sampling technique used is simple random sampling method. Data were analyzed using the Saphiro Wilk test for normality and the Independent Sample T Test to compare the difference in the mean of the two different groups. The results of the Saphiro Wilk test obtained values of 0.107 and 0.086, respectively (P>0.05), which means that the data is normally distributed. The results of the independent sample t-test showed a significance value of p=0.008. Therefore, it can be concluded that there is a difference in the number of leukocytes between PROM and PPROM at the Sanjiwani Regional General Hospital, Gianyar.
Hubungan antara Komposisi Tubuh dengan Laju Pernapasan Setelah Recovery Pasca Harvard Step Test pada Mahasiswa Kedokteran I Dewa Gede Yogananda; Tanjung Subrata; Made Dharmesti Wijaya
Aesculapius Medical Journal Vol 3 No 1 (2023): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.3.1.2023.66-73

Abstract

Abstract Empowering physical fitness becomes a challenge considering mobility restriction because Covid-19 pandemic situation which impacting the increasing of passive lifestyle. If such situation is not well handled, it could risk for obesity and cardiorespiratory disease. To prevent that, it’s crucial to find out the correlation between body composition towards someone respiratory rate recovery ability. This research was held to find out the correlation between body composition with after recovery respiratory rate on medical student that taking Harvard Step Test. This research was using correlative analysis method with cross-sectional design. Population from this research is Warmadewa Faculty of Medicine and Health Student (FKIK Unwar) that choosing Baswara Prada Medical Assistance Team (TBM-BP). The respondent was taken by total sampling method and recruiting 61 respondents. The results of univariate analysis using SPSS version 18 shows the highest proportion of body composition is in ‘fair’ category (55.7%). For initial respiratory rate, there is 8 people (13.1%) that having respiratory rate above normal range while for final respiratory rate the highest proportion is in 21-30 times/minute range (80.3%). The bivariate analysis result using Spearman correlation test shows positive but weak and insignificant correlation between body composition with after recovery respiratory rate (p = 0.097 and r = +0.215). It’s concluded that body composition could influencing physical fitness although it’s not the main factor. The students, public, and related institutions are expected to understand the important of physical exercise to empowering physical fitness and the next study also expected to more comprehensive to correlating various variable related to body composition and after recovery respiratory rate. Keywords: physical fitness, body composition, recovery of respiratory rate
Hubungan antara Sikap Kerja dengan Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Dokter Gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Saraswati Dewa Made Candra Pramarta; Ni Wayan Rusni; Made Dharmesti Wijaya
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.1.2024.144-149

Abstract

[The Relationship between Work Attitudes and Musculoskeletal Disorders (MSDS) in Dentists at Saraswati Dental and Oral Hospital] Musculoskeletal disorders (MSDs) are work-related problems that are highly highlighted globally. Work posture is the position of the body during work activities when interacting with work facilities in a work station. Musculoskeletal complaints are complaints regarding the skeletal muscle pains, from the lightest of complaints to the most severe. The aim of this study is to determine the correlation between work posture with MSDs on dentists in Saraswati Dental and Oral Hospital. This analytical research with cross sectional design was conducted on March-April 2022. A total of 60 respondents were selected for this study using simple random sampling method. The data was measured using Nordic Body Map (NBM) for MSDs and Rapid Entire Body Assessment (REBA) questionnaires for Work posture. The data were analyzed using SPSS 25. The results of the univariate analysis was showed as follow : the the risk of working posture and category of MSDs were 50 % (moderate) and 43.3 % (heavy), respectively while the bivariate was analyzed using the Spearman Rank test was showed the score of p < (0,05) with the score of r = 0,83. The conclusion could be drawn that there was an significantce correlation between work posture with MSDs. It was recommended that the working posture of dentist should be ergonomics approach.
Pelatihan Pembuatan Yogurt Pada Kelompok Guru Program Keahlian Asisten Keperawatan di SMKN 1 Tembuku Bangli Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; Ida Ayu Agung Idawati; Wahyu Antari Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.2.2023.107-111

Abstract

Program Keahlian Asisten Keperawatan adalah salah jurusan pada bidang kesehatan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Tembuku Bangli. Berdasarkan pemaparan mitra yang diwakilkan oleh ketua program studi program keahlian asisten keperawatan diketahui bahwa para guru yang mengajar di bidang ini diwajibkan untuk mengembangkan produk kesehatan yang berpotensi menghasilkan profit. Hasil diskusi mengerucut pada keinginan dari mitra untuk diberikan pelatihan dalam membuat produk olahan susu berupa yoghurt dan diberikan pelatihan tentang metode pengemasan produk dan pemasaran. Pemilihan yoghurt sebagai produk yang akan dibuat dikarenakan harganya murah dan mudah dibuat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Metode yang digunakan dalam PKM ini adalah focus group discussion melalui pemaparan tentang konsep yoghurt yang disertai dengan pelatihan pembuatan yoghurt secara langsung. Mitra juga mendapatkan penyuluhan dari sisi ekonomi tentang cara membuat kemasan, menentukan ongkos produksi dan memasarkan produk untuk menarik minat pembeli. Hasil PKM menunjukkan mitra secara umum memiliki pemahaman yang baik tentang konsep gizi seimbang, yoghurt dan konsep pemasaran. Evaluasi pre dan post-test menunjukkan peningkatan persentase pemahaman mitra sebesar 30%. Pendampingan terhadap mitra mengindikasikan bahwa mitra sudah mampu secara mandiri membuat produk yoghurt dibuktikan dengan kreasi yoghurt yang sudah dibuat oleh mitra. Kegiatan PKM ini dapat disimpulkan berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Pelatihan Pasar Modal pada Sekaa Teruna Widya Bhakti Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.2.2.2023.86-90

Abstract

Sekaa Teruna (ST) merupakan organisasi sosial masyarakat yang ada di tingkat banjar di Bali. Pada setiap banjar, ST dibentuk sebagai wahana bagi remaja untuk belajar berorganisasi dan menjalankan berbagai program kepemudaan baik dari segi sosial keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Mitra pada PKM ini adalah ST Widya Bhakti yang dibentuk di Banjar Pegok Sesetan dan aktif melakukan aktivitas kepemudaan di tingkat banjar dan desa. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini difokuskan dalam mengatasi permasalahan mitra untuk memberikan pendampingan dan pengetahuan tentang tanaman obat keluarga (TOGA). Selain itu, mitra juga membutuhkan pelatihan tentang pasar modal khususnya tentang investasi saham. Dalam kegiatan ini, metode yang digunakan adalah focus group discussion, penyuluhan tentang konsep dan cara pemanfaatan TOGA secara tradisional, pelatihan tentang investasi pasar modal, serta pemberian bantuan berupa bibit TOGA dan set composting bag untuk mengolah sampah organik. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, diketahui telah terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan mitra terkait materi yang diberikan, dari nilai rata-rata 60/100 menjadi 88/100 setelah pemberian materi. Hasil monitoring dan evaluasi (monev) menunjukkan bahwa mitra sudah memanfaatkan bibit yang diberikan dengan menanamnya di pekarangan rumah. Mitra juga telah mencoba melakukan recycle sampah organik dengan composting. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini telah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mitra dalam pemanfaatan TOGA dan literasi pasar modal.
Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Bangbang Kabupaten Bangli dalam Mendukung Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat dan Cerdas Finansial Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati; Wahyu Antari Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.1.2024.15-20

Abstract

Pengetahuan mengenai swamedikasi serta pengelolaan obat skala rumah tangga, termasuk bagaimana mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan baik dan benar sangat penting dimiliki oleh masyarakat. Pengetahuan tersebut akan sangat berguna dalam penanganan sakit ringan dan pengelolaan kesehatan anggota keluarga. Namun, masih cukup banyak masyarakat yang awam tentang hal tersebut. Permasalahan ini juga dirasakan oleh mitra kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yaitu kader Posyandu Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Selain itu, pemahaman kader mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik dan perencanaan keuangan masa depan juga masih sangat kurang. Berdasarkan permasalahan mitra tersebut, maka dilakukan kegiatan PKM pemberdayaan mitra sebagai kader dalam implementasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat). Selain itu, dilakukan pula pemaparan materi mengenai kecerdasan finansial dan pelatihan manajemen keuangan untuk menghindari sandwich generation di masa depan. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan focus group discussion (FGD), penyuluhan, dan pelatihan terkait Gema Cermat dan kecerdasan finansial, serta pemberian bantuan berupa kotak obat, obat-obatan dasar, masker, dan hand sanitizer. Hasil evaluasi berupa pretest dan posttest menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan mitra mengenai Gema Cermat dan cerdas finansial, dilihat dari nilai rata-rata pretest yang hanya 62/100 menjadi 94/100 saat posttest. Pada saat monitoring kegiatan, tampak kotak obat sudah terpasang pada dinding kantor desa. Hasil evaluasi dan monitoring tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian yang telah dilakukan berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan pengetahuan mitra mengenai Gema Cermat dan cerdas finansial.
PKM Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat, Pelatihan Pembuatan Kompos, dan Literasi Pasar Modal pada PKK Kelurahan Sesetan Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.3.2024.230-235

Abstract

Penggunaan obat yang rasional dalam pengobatan sendiri atau swamedikasi adalah bagian yang krusial untuk mendapatkan luaran terapi yang diinginkan. Namun, belum semua masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang hal tersebut, termasuk mitra pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini yaitu kelompok ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan. Pada diskusi awal, mitra menyatakan bahwa mereka memiliki pemahaman yang terbatas mengenai swamedikasi yang rasional sehingga membuat mitra menjadi ragu dalam melakukan swamedikasi, serta terkadang melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak disadari saat melakukan swamedikasi terhadap diri sendiri maupun keluarganya. Mitra juga membutuhkan pelatihan terkait pengolahan sampah-sampah daun dan canang yang membludak terutama ketika hari raya besar seperti Galungan dan Kuningan. Selain itu, mitra juga memerlukan pelatihan mengenai pasar modal, terutama terkait dengan investasi saham sebagai alternatif investasi keluarga. Oleh karena itu, PKM ini memberikan penyuluhan kepada mitra kelompok PKK tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang mencakup penggunaan obat secara rasional dalam swamedikasi, penggunaan antibiotik yang benar, cara penyimpanan dan pembuangan obat yang benar, serta cara penggunaan obat dalam bentuk sediaan khusus. Mitra juga diberikan pelatihan pendaur-ulangan sampah organik menjadi kompos dan pelatihan literasi pasar modal. Metode yang diterapkan meliputi focus group discussion atau diskusi kelompok terarah, penyuluhan dan pemutaran video tentang Gema Cermat, pelatihan daur ulang sampah organik, serta pelatihan pasar modal. Hasil evaluasi berdasarkan nilai pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terhadap materi-materi yang telah disampaikan, dengan rata-rata nilai 54/100 pada pretest menjadi 90/100 pada posttest. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini telah berhasil meningkatkan pemahaman mitra mengenai Gema Cermat, daur ulang sampah organik, serta literasi pasar modal.
PKM Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga dan Investasi Pasar Modal pada Sekaa Teruna Hita Mahada Çraya Desa Batur Utara Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.9-14

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam upaya pemeliharaan kesehatan keluarga. Selain bermanfaat, tanaman ini juga relatif mudah ditanam serta dapat memperindah pekarangan rumah. Namun, masih banyak masyarakat yang belum terlalu familiar dengan jenis-jenis, manfaat, serta cara pengolahan TOGA menjadi obat tradisional seperti jamu atau loloh. Hal tersebut juga dirasakan oleh mitra kami yaitu sekeha teruna (ST) Hita Mahada Çraya. Hasil diskusi juga menunjukkan bahwa mitra masih belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pengolahan sampah organik. Mitra juga belum familiar dengan investasi pasar modal yang jika ditekuni dengan baik dapat menjadi salah satu sumber pemasukan tambahan. Oleh karena itu, dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini, dilakukan penyuluhan mengenai manfaat dan cara pengolahan TOGA dalam membantu pemeliharaan kesehatan dan mengatasi keluhan penyakit ringan, serta pemberian bantuan berupa bibit TOGA yang dapat ditanam dan dimanfaatkan di pekarangan rumah mitra. Pada kegiatan ini juga dilakukan pelatihan pembuatan kompos dengan memanfaatkan sampah organik rumah tangga dan pemberian bantuan berupa peralatan composting. Selain itu, juga diberikan pelatihan mengenai investasi pasar modal bagi anggota ST. Metode yang digunakan adalah focus group discussion, penyuluhan dan pelatihan terkait permasalahan mitra, pemberian bantuan, serta evaluasi berupa pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan mitra mengalami peningkatan sebesar 95%, yang dilihat dari rata-rata nilai mitra sebesar 48/100 saat pretest menjadi 94/100 saat posttest. Proses monitoring pascakegiatan berupa diskusi dan observasi langsung ke lapangan menunjukkan bahwa kader sudah menanam bantuan TOGA yang diberikan di pekarangan rumahnya masing-masing, serta mulai mempelajari mengenai investasi pasar modal. Mitra juga berencana akan segera memulai mencoba membuat kompos dari sampah-sampah organik. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM telah berlangsung dengan baik dan bermanfaat bagi mitra.
Co-Authors A.A. Gede Indraningrat AAG Indraningrat Agus Praktyasa Agus Santosa Amirah Khairunnisa Anak Agung Dewi Megawati Anak Agung Mirah Gayatri Anak Agung Mirah Gayatri Anak Agung Sri Agung Aryastuti AR, Sunthio Barran Cia Arta, Ni Kadek Dewi Asri Tiara Ayu Savitri Siskayani Ayu Usha Vedaswari Widnyana Bayuningrat I Gusti Ngurah Made Choe, Daegeun Citra Udiyani Desak Gede Pradnyaniti Dewa Made Candra Pramarta Dwiputra, Made Wahyu Dharma Eka Putri Rusyanthini Fridayanthi, Putu Utari I Dewa Gede Yogananda I Dewa Gede Yogananda I Gede Ngurah Bagus Arthayasa I Gede Sutapa I Gusti Agung Istri Mas Dianti Pratiwi I Made Pariartha I Made Wisnu Wardhana I Nengah Wirajana I Wayan Eka Arsana I Wayan Sudiarta Ida Ayu Agung Idawati Ida Ayu Agung Idawati Ida Ayu Agung Idawati Ida Ayu Agung Idawati Ida Ayu Agung Idawati Ida Ayu Agung Idawati Ida Ayu Agung Idawati Ida Bagus Agung Dody Wira Putra Idawati Ida Ayu Agung Indra Wijaya Indraningrat, Anak Agung Gede Janurianti, Ni Made Defy Kadek Lila Antara Kartika Sari Kirtanayasa, I Gede Yoga Ayuning Komang Putri Indrasuari Komang Putri Indrasuari Komang Trisna Komalasari Komang Trisna Sumadewi Komang Triyani Kartinawati Legis Ocktaviana Saputri Luh Gde Evayanti Luh Gede Pradnyawati Luh Putu Suci Sri Sunarti Luh Suriati Made Dwi Yoga Bharata Made Indra Wijaya Marta Setiabudy Ni Made Asthi Pramesti Kirana Ni Made Ayu Suardani Singapurwa Ni Putu Ayu Dian Maharani Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Wayan Rusni Ni Wayan Widhidewi Nia Calista Santoso Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Pande Putu Christine Putri Purnami PANDE PUTU CHRISTINE PUTRI PURNAMI Pande Putu Dimas Yoga Pratama Pratiwi, Anny Eka Putu Anggia Dimitri Pramesti Putu Arya Suryanditha Putu Austin Widyasari Wijaya Putu Nadya Asti Utari Putu Shinta Widari Tirka Sagun Chandra Yowani Saktivi Harkitasari, Saktivi Saputri Legis Ocktaviana Sri Masyeni, Dewa Ayu Putri Sri Ratna Dewi Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit Surya, Putu Rissa Almadea Tanjung Subrata Tanjung Subrata Tanjung Subrata Udiyani, Desak Putu Citra Wahyu Antari Wijaya Wahyu Antari Wijaya Winianti, Ni Wayan