Claim Missing Document
Check
Articles

PKM Pengolahan Sampah Organik dan Perilaku Bersih dan Sehat Kelompok Tani Wana Sari Di Desa Batur Utara, Kecamatan Kintamani, Bangli Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; I Wayan Sudiarta
Community Service Journal (CSJ) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.7.1.2024.78-87

Abstract

The Wana Sari farmer group is a farmer group that carries out agricultural activities in North Batur Village, Kintamani District, Bangli. The agricultural activities carried out focus on plantation activities, especially fruit and vegetables. In carrying out farming activities, partners face daily problems in the health and agricultural sectors that require solutions and become the focus of PKM activities carried out by the service team. In the health sector, partner representatives said that the use of adequate personal protective equipment is still not uniform. Apart from that, partners also do not understand how to use drugs in everyday life, especially the aspect of careful movement using drugs (careful echo). In the agricultural aspect, partners produce quite a lot of organic agricultural waste, for example fruit and vegetable waste. So far, agricultural waste has not been processed into compost products because partners do not know how to make it. Partners also want to learn how to hatch BSF fruit fly larvae for further use as an effort to deal with organic waste and BSF maggots can be used as an alternative high-protein animal feed for chickens or fish. The implementation of PKM has been carried out with the service team providing outreach about careful monitoring and the importance of using PPE in farming activities. The service team also provides training on how to make compost from everyday plantation waste. Partners also received an explanation about maggot cultivation to be bred and used in daily life. In this activity, partners also received facilitation from the service team for each farmer member totaling 22 people in the form of a set of PPE, boots, medicine box and complete medicine, 10 grams of maggot larvae, maggot cultivation book, household scale composting bag along with biofad starter, bioactivator and gloves. Facilitation to farmer groups was also provided in the form of pressure measuring devices, waste chopping machines and molasses and biomi starters for large compost making. Comparison of pre and post-test shows an increase in partner scores of 30 points, which indicates an increase in partner understanding of the training provided. Monitoring and evaluation results show that partners are able to make compost independently, hatch BSF larvae to process organic waste, use PPE to carry out PHBS in farming activities.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting serta Pelatihan Pengelolaan Keuangan Keluarga di Desa Batur Utara Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.7.2.2025.165-172

Abstract

Stunting pada balita masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan di masyarakat. Pihak desa dan posyandu juga masih kesulitan dalam mengedukasi masyarakat untuk gemar makan ikan, terutama ikan mujair yang banyak terdapat di danau batur, sebagai salah satu upaya peningkatan gizi balita dan anak-anak melalui makanan kaya protein yang mudah didapat di lingkungan sekitar. Selain itu, keterampilan mitra dalam pengelolaan keuangan sederhana skala rumah tangga juga masih terbatas. Mitra juga berharap dapat diberikan gambaran atau ide-ide usaha sederhana untuk menambah pemasukan keluarga. Oleh karena itu, dalam kegiatan PKM ini dilakukan pemberdayaan mitra sebagai kader dalam pencegahan stunting di Desa Batur Utara yang notabene merupakan daerah tujuan wisata. Mitra juga diberikan pelatihan pembuatan MP-ASI sederhana berbahan dasar ikan mujair. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pelatihan pengelolaan keuangan rumah tangga dan pemberian materi mengenai ide usaha sederhana. Metode yang digunakan adalah focus group discussion, penyuluhan dan pelatihan terkait stunting dan pengelolaan keuangan, serta pemberian bantuan. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, diketahui bahwa telah terjadi peningkatan pemahaman mitra yang dilihat dari nilai rata-rata 66/100 menjadi 82/100.  Proses monitoring pascakegiatan menunjukkan bahwa bantuan-bantuan yang diberikan berupa alat peraga edukatif, timbangan, tensimeter, susu formula, dan lainnya telah dimanfaatkan dengan baik oleh mitra. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini telah berjalan baik dan bermanfaat bagi mitra.
PKM Pelatihan Pembuatan Biopori, Penataaan Lingkungan dan Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Sekolah Dasar Negeri 3 Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Dewi Megawati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.7.2.2025.157-164

Abstract

Mitra pada kegiatan PKM ini adalah guru dan siswa di SD Negeri 3 Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli. Kegiatan PKM akan difokuskan untuk memecahkan permasalahan mitra di bidang kesehatan lingkungan dan pertanian. Hasil diskusi awal dengan perwakilan mitra yaitu kepala sekolah SDN 3 Batur menunjukkan bahwa mitra memerlukan pelatihan dan fasilitas pembuatan biopori untuk meningkatkan resapan air saat terjadi hujan dengan debit air yang tinggi. Pada aspek perkebunan, mitra ingin menata taman dan kebun yang ada di SDN 3 Batur, khususnya untuk meningkatkan keasrian kebun sekolah dengan tanaman hias dan tanaman obat keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam membuat biopori dan menanam tanaman hias dan TOGA di kebun sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Selain itu pembekalan materi, tim pengabdi akan memfasilitasi mitra dengan memberikan bantuan langsung yang dibutuhkan mitra berupa bor biopori, pipa paralon biopori, composting bag, tanaman obat dan tanaman hias. Setelah menjalankan PKM diharapkan civitas SDN 3 Batur mampu memahami konsep biopori dan manfaatnya bagi lingkungan. Siswa dan guru juga diharapkan mampu membuat biopori dengan baik dan menanam tanaman hias dan TOGA di kebun sekolah. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan mitra sudah mampu secara mandiri membuat lubang biopori, mengolah sampah kompos secara kolektif di lingkungan sekolah, menanam TOGA dan mempercantik taman sekolah dengan tanaman hias.
Probability-based Equation for Predicting Mortality in COVID-19 Patients Pande Putu Dimas Yoga Pratama; I Made Wisnu Wardhana; Made Dharmesti Wijaya
International Journal of Biomedical Science and Travel Medicine Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Publication Department, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ijbstm.1.1.2024.7-11

Abstract

Background The global mortality rate for coronavirus disease-2019 (COVID-19) continues to climb. The study goal is to provide a proper equation to predict mortality in COVID-19 patients based on medical history, and laboratory examination Methods This was a case-control study. Patients with COVID-19 confirmed case was taken for medical history, physical, and laboratory examination. CBC and D-Dimer were checked when patients were admitted to the hospital. Statistical analysis that was use include Chi-Square or Fisher’s test as comparative study, risk estimate for odds ratio, and logistic regression to formulated the equation. Results Ninety-six patients were gathered at the end of study. The study grouped patients based on survival at end of care which is life and death as dependent variable. We also grouped patients based on several parameter like geriatric age, comorbidities, symptoms (fever, cough, anosmia, cold, dysphagia, and shortness of breath), anemia, leukocytosis/leukopenia, thrombocytopenia, elevated D-Dimer, and pneumonia, as independent variables. Geriatric, comorbidities, fever, cough, shortness of breath, anemia, leukocytosis/leucopenia, lymphopenia, and elevated D-Dimer had significant differences with p < 0.05. Odds ratio and 95%CI for these parameters were 3.02 (1.11-8.20), 4.07 (1.35-12.27), 3.57 (0.96-13.23), 5.04 (1.08-23.34), 4.75 (1.02-22.02), 3.26 (1.15-9.25), 6.40 (2.19-18.63), 3.16 (0.97-10.30), and 0.70 (0.61-0.81), respectively. Multivariate analysis using logistic regression based on this result was calculated and we were able to make this probability equation, p = 1/(1+e-y), with e =2.7, and y = - 24.99 + 1.621(comorbidities) + 1.944(cough) + 1.643(leukocytosis/leukopenia) + 1.397(anemia) + 20.625(elevated D-Dimer). ROC was use to confirm this predicted probability with AUC 0.88 Conclusion This equation was simple enough to be used as tool for clinician to predict mortality in COVID-19 patients. If we were to assume that for example patient with COVID-19 with comorbidities had cough as symptoms, and also had leukocytosis/leukopenia, anemia, and elevated D-Dimer level based on laboratory result, then that patient had 90.25% probability of death as outcome. The study was able to predict death in COVID-19 patients with up to 90.25% probability using our equation with excellent discrimination between these patients
Antibacterial Activity of Pseudomonas Aeruginosa ISP1RL3 Against Multidrug Resistance Bacteria Anak Agung Gede Indraningrat; Pande Putu Christine Putri Purnami; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Made Dharmesti Wijaya
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.5643

Abstract

Seaweed-associated bacteria have a pivotal role to synthesize arrays of secondary metabolites. This study described a bacterial isolate encoded as ISP1RL3 that was isolated from seaweed Eucheuma cottonii. Ethyl acetate extracts of ISP1RL3 was screened against non-multidrug bacteria (Staphylococcus aureus ATCC 25923, Streptococcus mutans FNCC 0405, Escherichia coli ATCC 25922, Klebsiella pneumoniae ATCC 700603) and multi-drug resistance bacteria (Methicilin-resistance S. aureus (MRSA), E. coli ESBL, K. pneumoniae ESBL, dan A.baumanii ESBL). Our result showed that ISP1RL3 displayed rod structure, Gram negative and identified as Pseudomonas aeruginosa. The crude extract displayed strong antibacterial activity against all bacterial test with the range zone of inhibition of 10 mm – 18 mm. The GC-MS analysis detected the presence of 13 antibacterial compounds with four dominant moleculer were o-Xylene, Ethylbenzene, p-Xylene and Benzene, 1,3-dimethyl. Overall, this finding highlights the potency of seaweed-associated bacteria to synthesize active compounds against multidrug resistance bacteria.
PENGUATAN KAPASITAS GURU DALAM PENGELOLAAN KESEHATAN DAN LINGKUNGAN SEKOLAH MELALUI EDUKASI GEMA CERMAT DAN PELATIHAN KOMPOSTING DI SMK NEGERI 6 DENPASAR Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; I Gede Sutapa
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 6 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i6.4031

Abstract

SMK Negeri 6 Denpasar is a public vocational high school that still requires strengthening in school health and environmental management aspects. Initial observations and discussions with the school identified several major issues, including the suboptimal function of the School Health Unit (UKS), limited health literacy regarding rational drug use, the absence of routine health screening for teachers, and conventional organic waste management practices. This community service program aimed to improve teachers’ capacity in integrated and sustainable school health and environmental management. The implementation methods included socialization, GEMA CERMAT education, teacher health screening, composting training, and periodic monitoring and evaluation. The service team also provided supporting facilities, including basic health equipment, UKS supplies, an organic waste shredding machine, composting bags, compost microbial starter, waste bins and family medicinal plants (TOGA). The results showed that the program was implemented successfully and received positive responses from the participants. Pre-test and post-test results from 32 participants demonstrated an increase in the average score from 62 to 79 after the evaluation. Monitoring and evaluation further indicated that teachers were able to independently manage composting activities, optimize the use of UKS facilities, and improve the school environment through the development of TOGA and ornamental plant gardens. This program is expected to support the establishment of a healthy and environmentally sustainable school culture.
PEMBERDAYAAN GURU DAN SISWA SMK KESEHATAN PGRI DENPASAR MELALUI PELATIHAN FORMULASI SABUN CAIR DAN LITERASI FINANSIAL BERBASIS INVESTASI DIGITAL Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Idawati Ida Ayu Agung; Saputri Legis Ocktaviana
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 6 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i6.4059

Abstract

Improving human resource competencies in the health and economic sectors is essential for supporting high-quality vocational education that can adapt to evolving societal and workforce demands. Teachers and students in vocational health schools are expected not only to master pharmaceutical knowledge and technical skills but also to develop practical competencies and adequate financial literacy. Preliminary discussions revealed that the partners faced challenges related to limited skills in formulating simple and applicable pharmaceutical products, as well as insufficient financial literacy, particularly in financial planning and digital investment. This community service program aimed to enhance the competencies of teachers and students of the Pharmacy Department at SMK Kesehatan PGRI Denpasar in both health and economic aspects. The program was conducted on January 23, 2026, at the Pharmacy Laboratory of SMK Kesehatan PGRI Denpasar and involved 17 participants consisting of pharmacy teachers and twelfth-grade students. The methods employed included a focus group discussion to identify the partners’ priority issues, interactive educational sessions, hands-on formulation training, and evaluation through pretest and posttest assessments. The health-related training focused on the formulation of liquid soap products, including dishwashing liquid and floor cleaner, covering raw materials, formulation procedures, hygiene principles, and product quality considerations. In the economic component, participants received training on digital investment-based financial literacy. Evaluation results demonstrated a substantial improvement in participants’ understanding, as indicated by an increase in the average score from 52.94 to 85.88. Post-program monitoring further showed that the partners had utilized the provided resources and independently replicated the liquid soap formulation process. Therefore, this community service program was effective in improving the knowledge and skills of teachers and students in simple pharmaceutical product formulation and digital investment-based financial literacy.
Pelatihan Pembuatan Sediaan Farmasi Sederhana dan Literasi Finansial bagi Guru SMK Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.8.2.2026.138-146

Abstract

Mitra dalam program ini adalah para guru Jurusan Farmasi Klinis dan Komunitas di SMKN 1 Tembuku, Bangli. Berdasarkan hasil diskusi awal antara tim pelaksana dan mitra, teridentifikasi beberapa kebutuhan penguatan kapasitas pada aspek kesehatan dan ekonomi. Pada aspek kesehatan, mitra memerlukan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam formulasi sediaan farmasi sederhana, seperti gel kosmetik, guna mendukung pengembangan pembelajaran berbasis praktik dan inovasi produk. Kegiatan praktikum yang selama ini dilaksanakan umumnya masih berfokus pada materi dasar, seperti farmasetika, farmakognosi, dan farmasi klinis, sehingga diperlukan pengayaan dalam pengembangan produk farmasi aplikatif. Pada aspek ekonomi, mitra juga memerlukan penguatan literasi finansial, khususnya terkait perencanaan keuangan dan diversifikasi investasi seperti reksadana, saham, obligasi, dan emas. Berbagai studi menunjukkan bahwa peningkatan literasi finansial berkorelasi positif dengan perilaku keuangan yang lebih baik. Berdasarkan kebutuhan tersebut, program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru melalui pelatihan pembuatan sediaan farmasi sederhana dan literasi finansial berbasis investasi cerdas, sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 (Quality Education) dan poin 8 (Decent Work and Economic Growth). Metode yang digunakan meliputi focus group discussion, pemberian materi, pelatihan formulasi gel kosmetik, pengenalan mikrobiologi farmasi dasar, serta penyuluhan literasi finansial. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra yang signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 73/100 menjadi 99/100. Monitoring pascakegiatan menunjukkan bahwa bantuan berupa alat laboratorium, bahan pembuatan sediaan, dan buku-buku farmasi telah dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan PKM ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi mitra dan memberikan dampak positif terhadap penguatan pembelajaran vokasi di bidang farmasi.
PKM Pelatihan Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Gerakan Gemar Menabung Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 14 Dangin Puri Denpasar Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; Ida Ayu Agung Idawati; Legis Ocktaviana Saputri
Community Service Journal (CSJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.8.2.2026.115-122

Abstract

Sekolah Dasar memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter, kebiasaan sehat, serta literasi finansial siswa sejak usia dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SDN 14 Dangin Puri Denpasar dengan tujuan meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan sekolah dan menumbuhkan budaya menabung pada siswa. Permasalahan utama mitra meliputi kurangnya fasilitas pendukung Unit Kesehatan Sekolah (UKS), rendahnya pemahaman mengenai pengelolaan sampah organik, terbatasnya tanaman obat dan tanaman hias di lingkungan sekolah, serta belum adanya program literasi finansial yang efektif. PKM dilakukan melalui metode ceramah, demonstrasi, praktik langsung, serta fasilitasi sarana pendukung. Tim pengabdi memberikan bantuan berupa alat tensimeter, termometer, timbangan dan pengukur tinggi badan, kotak P3K, lima unit komposter, starter kompos, tanaman hias, dan bibit tanaman obat keluarga (sirih merah, jahe merah, lidah buaya, dan pecut kuda). Untuk mendukung gerakan menabung, 40 siswa menerima celengan dan stimulus tabungan awal sebesar Rp20.000. Seluruh peserta mendapatkan sesi edukasi mengenai komposting, pemanfaatan TOGA, penataan lingkungan sekolah, serta literasi finansial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa dan guru. Nilai post-test siswa mencapai rata-rata 97/100, mencerminkan peningkatan kesadaran terhadap pengelolaan sampah organik dan pentingnya menabung. Guru-guru mampu mengoperasikan komposter secara mandiri serta memanfaatkan fasilitas UKS untuk pemeriksaan kesehatan dasar siswa. Monitoring satu minggu pascakegiatan mengonfirmasi bahwa komposter telah ditempatkan dan dioperasikan dengan benar, fasilitas UKS berfungsi optimal, dan tanaman hias serta TOGA mulai ditanam di area sekolah. Secara keseluruhan, PKM ini berhasil meningkatkan kapasitas mitra dalam mengelola kesehatan lingkungan, memperkuat fasilitas UKS, serta menumbuhkan budaya menabung sejak dini. Program ini diharapkan dapat berlanjut secara mandiri dan memberikan dampak berkelanjutan bagi kesehatan, kedisiplinan, dan kesejahteraan siswa.
Antibacterial activity and metabolite profiling of mangrove endophytic fungus Talaromyces adpressus from Rhizophora apiculata ANAK AGUNG GEDE INDRANINGRAT; PANDE PUTU CHRISTINE PUTRI PURNAMI; NI MADE AYU SUARDANI SINGAPURWA; MADE DHARMESTI WIJAYA
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 27 No. 2 (2026)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d270228

Abstract

Abstract. Indraningrat AAG, Purnami PPCP, Singapurwa NMAS, Wijaya MD. 2026. Antibacterial activity and metabolite profiling of mangrove endophytic fungus Talaromyces adpressus from Rhizophora apiculata. Biodiversitas 27 (2): d270228. https://doi.org/10.13057/biodiv/d270228. Antimicrobial resistance (AMR) continues to pose a major global health threat and has driven the exploration of under-studied ecosystems, including mangrove forests, as sources of bioactive microorganisms. Therefore, this study aimed to isolate and identify endophytic fungi associated with mangrove roots and to evaluate the antibacterial activity and GC-MS-based metabolite profile of a selected isolate against multidrug-resistant (MDR) bacterial pathogens. The isolate was identified based on morphological characteristics and confirmed by ITS rDNA sequencing, showing 100% similarity to Talaromyces adpressus. Crude ethyl acetate extract obtained from submerged fermentation culture was screened for antibacterial activity against multidrug-resistant (MDR) bacteria, including methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) and extended-spectrum β-lactamase (ESBL)-producing Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, and Acinetobacter baumannii. Agar disc diffusion assays showed measurable inhibition zones of 13.22±1.13 mm (MRSA), 10.41±1.54 mm (ESBL-E. coli), 10.05±1.85 mm (ESBL-A. baumannii), and 9.98±0.11 mm (ESBL-K. pneumoniae). However, broth microdilution assays revealed minimum inhibitory and bactericidal concentrations exceeding 512 µg mL⁻¹ for all tested strains, indicating weak antibacterial potency of the crude extract in liquid culture. GC-MS profiling tentatively identified ten major metabolites, including fatty acids (lauric, myristic, palmitic, oleic acids), diketopiperazines [cyclo(L-Pro-L-Val), cyclo(Phe-Pro)], phenethyl alcohol, phenylacetic acid, 2,4-di-tert-butylphenol, and ergosterol, which have been reported to possess antimicrobial or signaling-modulatory properties. Overall, these findings expand the ecological record of T. adpressus in mangrove ecosystems and provide preliminary antibacterial screening and chemical profiling data, highlighting the need for further fractionation and compound-level validation in future studies. To the best of our knowledge, this is the first report of isolation and characterization of endophytic fungus T. adpressus A1RA from roots of R. apiculata Blume collected from the Ngurah Rai Mangrove Forest, Bali, Indonesia.
Co-Authors A.A. Gede Indraningrat AAG Indraningrat Agus Praktyasa Agus Santosa Amirah Khairunnisa Anak Agung Dewi Megawati Anak Agung Mirah Gayatri Anak Agung Mirah Gayatri Anak Agung Sri Agung Aryastuti AR, Sunthio Barran Cia Arta, Ni Kadek Dewi Asri Tiara Ayu Savitri Siskayani Ayu Usha Vedaswari Widnyana Bayuningrat I Gusti Ngurah Made Choe, Daegeun Citra Udiyani Desak Gede Pradnyaniti Dewa Made Candra Pramarta Dwiputra, Made Wahyu Dharma Eka Putri Rusyanthini Fridayanthi, Putu Utari I Dewa Gede Yogananda I Dewa Gede Yogananda I Gede Ngurah Bagus Arthayasa I Gede Sutapa I Gusti Agung Istri Mas Dianti Pratiwi I Made Pariartha I Made Wisnu Wardhana I Nengah Wirajana I Wayan Eka Arsana I Wayan Sudiarta Ida Ayu Agung Idawati Ida Ayu Agung Idawati Ida Ayu Agung Idawati Ida Ayu Agung Idawati Ida Ayu Agung Idawati Ida Ayu Agung Idawati Ida Ayu Agung Idawati Ida Bagus Agung Dody Wira Putra Idawati Ida Ayu Agung Indra Wijaya Indraningrat, Anak Agung Gede Janurianti, Ni Made Defy Kadek Lila Antara Kartika Sari Kirtanayasa, I Gede Yoga Ayuning Komang Putri Indrasuari Komang Putri Indrasuari Komang Trisna Komalasari Komang Trisna Sumadewi Komang Triyani Kartinawati Legis Ocktaviana Saputri Luh Gde Evayanti Luh Gede Pradnyawati Luh Putu Suci Sri Sunarti Luh Suriati Made Dwi Yoga Bharata Made Indra Wijaya Marta Setiabudy Ni Made Asthi Pramesti Kirana Ni Made Ayu Suardani Singapurwa Ni Putu Ayu Dian Maharani Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Wayan Rusni Ni Wayan Widhidewi Nia Calista Santoso Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Pande Putu Christine Putri Purnami PANDE PUTU CHRISTINE PUTRI PURNAMI Pande Putu Dimas Yoga Pratama Pratiwi, Anny Eka Putu Anggia Dimitri Pramesti Putu Arya Suryanditha Putu Austin Widyasari Wijaya Putu Nadya Asti Utari Putu Shinta Widari Tirka Sagun Chandra Yowani Saktivi Harkitasari, Saktivi Saputri Legis Ocktaviana Sri Masyeni, Dewa Ayu Putri Sri Ratna Dewi Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit Surya, Putu Rissa Almadea Tanjung Subrata Tanjung Subrata Tanjung Subrata Udiyani, Desak Putu Citra Wahyu Antari Wijaya Wahyu Antari Wijaya Winianti, Ni Wayan