Articles
CBT EFFECTIVENESS FOR REDUCING PTSD: A META-ANALYSIS STUDY
Pratama, Petrick;
Yudiarso, Ananta;
Mami, Kanzaki
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 16 No. 1 (2024): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol16.iss1.art9
PTSD terjadi pada individu yang telah atau sedang mengalami peristiwa traumatis. CBT adalah intervensi tanpa penggunaan obat yang dapat digunakan untuk mengurangi PTSD. Pembahasan yang bersifat konklusif seperti penelitian meta-analisis diperlukan untuk bisa menilai secara keseluruhan keberdampakan CBT terhadap PTSD. Penelitian meta-analisis dilakukan pada 14 jurnal penelitian yang diakses dengan menggunakan sarana peramban Google Chrome. Rentang waktu rilis publikasi yang akan dianalisis adalah pada kurun waktu 10 tahun terakhir. Sebanyak 898 partisipan terdiri dari 441 kelompok eksperimental dan 457 kelompok kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik ukuran efek Cohen's d, hasilnya adalah mean (M), standard deviation (SD), dan ukuran sampel (N) untuk menghasilkan ukuran efek menggunakan efek campuran dengan Hedges'g sebesar 1,18, CI = 0,283 hingga 2,093 dengan nilai ketidaksesuaian (inconsistency value/I2) = 87,2%. CBT memiliki efek yang besar dalam mengurangi PTSD. Implikasi penelitian ini, peneliti dapat terus memberikan kontribusi dalam melakukan variasi CBT untuk PTSD.
CBT EFFECTIVENESS FOR REDUCING PTSD: A META-ANALYSIS STUDY
Pratama, Petrick;
Yudiarso, Ananta;
Mami, Kanzaki
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 16 No. 1 (2024): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol16.iss1.art9
PTSD terjadi pada individu yang telah atau sedang mengalami peristiwa traumatis. CBT adalah intervensi tanpa penggunaan obat yang dapat digunakan untuk mengurangi PTSD. Pembahasan yang bersifat konklusif seperti penelitian meta-analisis diperlukan untuk bisa menilai secara keseluruhan keberdampakan CBT terhadap PTSD. Penelitian meta-analisis dilakukan pada 14 jurnal penelitian yang diakses dengan menggunakan sarana peramban Google Chrome. Rentang waktu rilis publikasi yang akan dianalisis adalah pada kurun waktu 10 tahun terakhir. Sebanyak 898 partisipan terdiri dari 441 kelompok eksperimental dan 457 kelompok kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik ukuran efek Cohen's d, hasilnya adalah mean (M), standard deviation (SD), dan ukuran sampel (N) untuk menghasilkan ukuran efek menggunakan efek campuran dengan Hedges'g sebesar 1,18, CI = 0,283 hingga 2,093 dengan nilai ketidaksesuaian (inconsistency value/I2) = 87,2%. CBT memiliki efek yang besar dalam mengurangi PTSD. Implikasi penelitian ini, peneliti dapat terus memberikan kontribusi dalam melakukan variasi CBT untuk PTSD.
Efektivitas Intervensi Berbasis Mindfulness dalam Meningkatkan Resiliensi di Tempat Kerja: Studi Meta Analisis
Anasta Putri, Ni Made Wulan Widyaswari;
Yudiarso, Ananta
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.4
Every individual should develop resilience to become adapted to the new work challenges that are more complex and competitive in the current era. Resilience is an individual's ability to recover from stress. Mindfulness has been found to increase resilience in the existing research. The goal of our research was to examine the effectiveness of mindfulness-based interventions to increase resilience among working individuals. We reviewed 14 research journals as a source of meta-analysis with 759 participants in total. Data processing was based on sample size (N), mean (M), and standard deviation (SD) using the random effect model through which we obtained the medium heterogeneity (I2) = 32% and Hedges'g standardized mean difference (SMD)= .62 (95% confidence interval [Cl] = .43 to .80). These findings imply that mindfulness is less effective in increasing the working individuals’ resilience.Untuk bisa adaptif menghadapi tantangan kerja baru yang semakin kompleks dan kompetitif di era saat ini, setiap indvidu memerlukan daya tahan atau relisiensi. Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk pulih dari stres. Dalam riset-riset debelumnya, mindfullness telah ditemukan efektif meningkatkan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas intervensi berbasis mindfulness untuk meningkatkan resiliensi pada individu yang bekerja. Kami mereview 14 jurnal penelitian sebagai sumber dari penelitian meta analisis dengan jumlah partisipan sebanyak 759. Data diolah atas dasar ukuran sampel (N), rata-rata (M), dan deviasi standar (SD) dengan menggunakan random effect model, yang menghasilkan nilai heterogenity (I2) = 32% dan Hedges’g (SMD) 0.62 (95% confidence interval [Cl] = 0.43 sampai dengan 0.80) yang berada dalam kategori sedang. Temuan-temuan tersebut mengimplikasikan bahwa mindfulness kurang efektif untuk meningkatkan resiliensi individu yang bekerja.
Efektivitas Musik Terapi Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur: Studi Meta analisis
Prayudi, Satrio Dhiaputra;
Yudiarso, Ananta
Mediapsi Vol 7 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.mps.2021.007.01.6
Sleep constitutes a basic need that determines human physical and psychological health, which makes identifying and examining factors that contribute to the improvement of sleep quality an important research step. To this end, this research aimed to empirically test how much music therapy has a significant effect on improving sleep quality. Using meta-analysis, we collected data from 14 international research literature reviews that involved 720 participants in total. Data were analyzed based on the mean (M), standard deviation (SD), and the number of participants (n). The results revealed the effectiveness of music therapy in improving sleep quality, as can be seen on the effect size hedges' g of 0.89 obtained from the random-effects model with an I² (inconsistency) value of 94%. What can be derived from this finding is that music therapy is an effective intervention technique to improve sleep quality.Tidur merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kesehatan fisik maupun psikologis manusia, yang membuat identifikasi dan pengujian faktor-faktor yang bisa meningkat kualitasnya menjadi langkah penelitian yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana musik terapi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur. Menggunakan meta analisis, penelitian ini mengumpulkan data berupa 14 kajian literatur yang dipublikasikan di jurnal international yang secara keseluruhan melibatkan 720 partisipan. Data dianalisis atas dasar nilai rata-rata (M), deviasi standar (SD), dan jumlah partisipan (n). Hasil menunjukkan efektivitas terapi musik dalam meningkatkan kualitas tidur, sebagaimana bisa diketahui atas dasar effect size hedges’ g yang diperoleh dari random effect model sebesar 0.89  dengan nilai I² (inconsistency) sebesar 94%. Pemberian musik terapi dengan demikian merupakan salah satu teknik intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur.
Logoterapi efektif dalam meningkatkan harga diri, namun perlu berhati-hati: Studi meta analisis
Diadiningrum, Jihan Rahma;
Yudiarso, Ananta
Mediapsi Vol 8 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.mps.2022.008.02.796
Individuals with positive self-esteem recognize their personal qualities. They feel comfortable, optimistic, and confident about themselves. Conversely, individuals with negative self-esteem tend to experience poor quality of life. This study examines the effectiveness of logotherapy in increasing self-esteem. We conducted a meta-analysis by collecting and reviewing 14 research articles on logotherapy and self-esteem. We analyzed the data from the selected articles based on the number of participants (N), the average value (M), and the standard deviation (SD). The meta-analysis showed that logotherapy is a recommended and effective intervention to increase self-esteem. Keywords: logotherapy, meta-analysis, self-esteem
Meta analisis intervensi psikoterapi interpersonal untuk menurunkan depresi
Angelica, Karina;
Yudiarso, Ananta
Mediapsi Vol 8 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.mps.2022.008.02.827
Depression is a common mental disorder and has been causing many cases of death by suicide. The present study examines the effectiveness of the interpersonal psychotherapy approach against depression by conducting a meta-analysis. Specifically, we investigated 12 international articles involving 848 participants. Data analysis took account the number of participants (N), mean (M), and standard deviation (SD) of the post-treatment results for the experimental (treated with interpersonal psychotherapy) and control groups (did not receive treatment or treated by other therapies). The results showed the effectiveness of interpersonal psychotherapy in reducing depression. Keywords: depression, interpersonal psychotherapy, meta-analysis
Analisis Skala Student Well-Being Versi Indonesia pada Mahasiswa dengan Rasch Mixture Model
Putri, Erlavianda Tarita;
Aprilianto, Khoifulloh;
Yudiarso, Ananta
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 16, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/personifikasi.v16i2.28780
This study evaluates the psychometric properties of the Indonesian Student Well-Being Scale (Aprilianto, 2023), grounded in Fraillon (2004) theory, using a quantitative validation design with data from 510 university students aged 19-25 collected through accidental sampling. The scale, initially comprising 53 items, was refined to 41 items after removing non-fitting items based on Rasch and Mixture Rasch Model (MRM) analyses. Results demonstrated the scale's unidimensionality, high reliability (Cronbach's alpha 0.9), and valid measurement properties, with MRM identifying two latent classes reflecting demographic differences. The scale effectively measures intrapersonal and interpersonal dimensions using a 4-point Likert scale. However, it underrepresents extremely high well-being levels, highlighting the need for additional item development. Despite its strengths, future studies should explore broader demographic variables, including cultural and socioeconomic factors, to enhance the scale's applicability and depth.
Measuring Children's Ethnic Prejudice
Sugoto, Srisiuni;
Sutjipto, Sari Dewi;
Yudiarso, Ananta;
Yusof, Aminuddin Mohd.
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 25 No 4 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 4, 2010)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24123/aipj.v25i4.4289
The validity of Doyle and Aboud ‘s Multi-Response Racial Attitude (MRA) test was examined using Surabaya’s Javanese (SJ) and Chinese (SC) children’s pictures projected in multimedia, including the development of racial prejudice among the participants. MRA (Kline, 2005) uses six children pictures from three different ethnic groups. To encourage children’s responses, their attitude was measured through a computer program. Children from 5-6 years (N = 82) and from 9-11 years (N = 86) from Muslim, Christian, public and private schools were participating in this study. A criterion-related validity was tested by correlating the new MRA test and the Ethnocentrism Scale (E-scale) test of prejudicial attitude. Only the third set of MRA’s test is correlated significantly with E-scale (r = .469, p< .05). Older SJ children seems to develop prejudice more than the younger ones, on the other hand the SC children have much less prejudice towards SJ children. Validitas tes Multi-Response Racial Attitude (MRA) dari Doyle and Aboud diteliti dengan memakai gambar anak Jawa (AJ) dan anak Cina (AC) yang diproyeksikan di multimedia, termasuk perkembangan prasangka rasial di antara para partisipan. MRA (Kline, 2005) memakai enam gambar anak dari tiga kelompok etnis berbeda. Untuk menyemangati anak-anak merespons, sikapnya diukur melalui program komputer. Anak-anak berusia antara 5 hingga 6 tahun (N = 82) dan antara 9 hingga 11 tahun (N = 86) berasal dari sekolah Muslim, Kristen, dan swasta berpartisipasi dalam kajian ini. Validitas terkait-kriteria diuji dengan mengorelasikan tes MRA yang baru dengan tes Ethnocentrism Scale (E-scale) sikap berprasangka. Hanya perangkat ketiga dari tes MRA berkorelasi secara bermakna dengan E-scale (r = .469, p< .05). Anak AJ dari kelompok yang lebih tua tampaknya mengembangkan prasangka lebih dari anak dari kelompok yang muda, sebaliknya AC jauh lebih sedikit prasangkanya terhadap AJ.
Student's Perspective on Affecting Factors Towards Final Paper Work Overdue
Gunanto, Yovita S.;
Elisabeth, Mary P.;
Tjahjono, Evy;
Yudiarso, Ananta
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 25 No 3 (2010): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 25, No. 3, 2010)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24123/aipj.v25i3.4311
The purpose of this study was to find factors that influenced students to do final paper overdue, from students perspectives and to understand the most dominant factor that made the students do that. This study was explorative in character using a mixed method (qualitative and quantitative). Data from the questionnaire were tested by exploratory factor analysis. Cluster analysis was used to de- fine group characteristics. Three factors were found through factor analysis, namely self regulation, academic ability, and emotional support. The most dominant of those three is self regulation factor (adjusted R = .729, p = .000, F = 130.27). Cluster analysis shows that 31% of students fall in group two out of three groups with characteristics: having self regulation, academic ability and emotional support above average while doing the final paper. Tujuan penelitian ini adalah menggali faktor-faktor yang memengaruhi mahasiswa mengerjakan skripsi melampaui batas waktu dari perspektif mahasiswa dan mengetahui faktor yang paling dominan yang mendorong mahasiswa mengerjakan skripsi melampaui batas waktu. Penelitian ini bersifat eksploratif, menggunakan metode campuran (kualitatif-kuantitatif). Data wawancara menghasilkan variabel-variabel yang diuji dengan analisis faktor exploratory. Analisis kluster digunakan untuk menentukan karakteristik kelompok. Hasil analisis faktor menemukan tiga faktor utama yaitu faktor regulasi diri, faktor keterampilan akademis, dan faktor dukungan emosional. Faktor yang dominan dari ketiga faktor tersebut adalah faktor regulasi diri (adjusted R = .729, p = .000, F = 130.27). Hasil analisis kluster menunjukkan 31% mahasiswa berada pada kelompok dua (dari tiga kelompok yang didapatkan dari uji analisis faktor) dengan karakteristik kelompok yang mempunyai regulasi diri, keterampilan, dan dukungan emosional yang di atas rata-rata selama mengerjakan skripsi.
Endogenous Opioid and Receptors in Panic Disorder
Dandachi, Abdulkader;
Yudiarso, Ananta;
Alzouabi, Kousay
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 22 No 3 (2007): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 22, No. 3, 2007)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24123/aipj.v22i3.4349
The aim of this article is to explore the role of endogenous opioid thou@ their recqto~s p, 6, K, and o on respi- hen in panic disorder. An opioideqgc dysfunction as pathophysiological mechanism underlying panic disorda was proposed in some previous studies. In this mini review, we focused on (a) role of endogenous opioid as modulator for carbon dioxide dvity and (b) the effect of the opioid receptors on respiration in mtal studies using opioid antagonist Artikel ini bermaksud mengeksplomsi pemn endogenous opioid melalui qioid receptor p, 6, and o pada panapasan pada gangpan panik I>lsfimgsl opiodergic sebagai mekanisme patofisiologis telah dii dalam beberapa kajian sebelumnya. Dalam mini raiaY ini kami fokuskan bahasan pada kajian (a) pemn endogenous opioid sebagai modulator dvitas terhadap kahmdiosida dan (b) efek opioid receptor pada panapasan dalam kajian eksperimental yang menggunakan dmi&mi antagonist opioid