Claim Missing Document
Check
Articles

Seroprevalensi Virus Egg Drop Syndrome pada Bebek Petelur di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali (SEROPREVALENCE OF EGG DROP SYNDROME VIRUS IN LAYER DUCKS IN NEGARA DISTRICT, JEMBRANA REGENCY, BALI PROVINCE) Gusti Ayu Yuniati Kencana; I Made Kardena; Putu Mira Puspitayani
Jurnal Veteriner Vol 20 No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.423 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2019.20.2.248

Abstract

A study was conducted to determine disease seroprevalence of egg drop syndrome (EDS) virus in layer ducks in Negara district, Jembrana, Bali. A total of 180 samples of laying duck serum with different management systems were used in this research. A number of 90 serum out of 180 samples were taken from ducks with an extensive management system (reared in the ricefield), and 90 other serum samples were taken from intensive ducks (caged) from community farms in six villages randomly taken from Nagara districts. Serum sampel were collected from EDS un-vaccinated ducks. Serum samples were tested using an hemagglutination/inhibition test (HA/HI test). Data were analyzed using chi-quadrat analysis (X2). The results showed that duck layers maintained in n Negara district had EDS antibody titer of 23 to 29 HI units. The results showed that 68 (75.56% ) of layer ducks with an extensive management system have EDS antibody titer, whereas only 18 (20%) of layer ducks with an intensive management system have EDS antibody titer. This indicates layer ducks in both management systems have antibody to EDS virus without EDS vaccination and that the layer ducks reared in ricefield has higher seroprevalence percentage than layer ducks reared in intensive cages.
Potensi Vaksin Lasota Terhadap Tantangan Virus Newcastle Disease Velogenik Lapang Fajar Mubarok; Gusti Ayu Yuniati Kencana; I Nyoman Suartha; Arini Nur Handayani
Jurnal Veteriner Vol 23 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.112 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.1.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat proteksi vaksin aktif tetelo atau Newcastle Disease (ND) strain Lasota (Sanavac ND LS) terhadap tantangan virus ND velogenik isolat lapang. Sampel penelitian sebanyak 60 ekor ayam Spesific Pathogen Free (SPF) yang dipelihara sejak umur sehari (day old chick=DOC) yang dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok I divaksin dengan vaksin aktif ND strain Lasota A (Sanavac ND LS) melalui tetes mata, kelompok II divaksin dengan vaksin aktif ND strain Lasota B (kompetitor), kelompok III (kontrol positif) tidak divaksin, diinjeksi dengan aquadest dan ditantang, kelompok IV (kontrol negatif, tidak divaksin, tidak ditantang). Pengujian protektivitas dengan mengukur titer antibodi periode 1 dan 2 minggu pascavaksinasi pada semua kelompok terhadap antigen virus ND Lasota, G7 dan Sato. Uji tantang dilakukan dua minggu pascavaksinasi dengan menyuntikkan virus ND velogenik (G7 dan Sato) pada kelompok (I, II, III) dengan dosis ND Sato 0,5 mL yang mengandung titer virus 104CLD50 dan dosis ND G7 0,5 mL yang mengandung titer virus 105,5EID50, sedangkan kelompok IV tidak ditantang. Pengamatan gejala klinis pascatantang dilakukan selama dua minggu. Pengukuran titer antibodi post tantang dilakukan selama dua minggu dengan uji hambatan hemaglutinasi/HI. Hasil penelitian menujukkan rataan titer antibodi dua minggu pascavaksinasi berkisar diantara 5,45 HI log2 dan 7,28 HI log2. Pada dua minggu pascatantang ayam yang divaksin survive 100%. Rataan titer antibodi ayam dua minggu pascatantang pada kelompok I dan II berkisar 8,4 HI log2 hingga 9,9 HI log2. Hasil uji tantang pada kelompok ayam kontrol ditandai dengan gejala klinis depresi hebat, kesulitan bernafas, tortikolis, dan mati 100% pada 3-4 hari pascatantang. Hasil nekropsi kelompok ayam kontrol ditemukan perdarahan petekie pada proventrikulus, trakhea, usus, dan hati. Disimpulkan bahwa vaksin aktif ND strain Lasota A (Sanavac ND LS) efektif melindungi ayam dari virus ND velogenik lapang.
PENEGUHAN DIAGNOSIS PENYAKIT NEWCASTLE DISEASE LAPANG PADA AYAM BURAS DI BALI MENGGUNAKAN TEKNIK RT-PCR Gusti Ayu Yuniati Kencana; I Made Kardena; I Gusti Ngurah Kade Mahardika
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 6, No 1 (2012): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.907 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v6i1.349

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiagnosis kasus newcastle disease (ND) lapangan pada ayam bukan ras yang bersifat akut melalui hasil pemeriksaan di Laboratorium Patologi dan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana tahun 2008-2009. Sebanyak sepuluh ekor sampel ayam buras telah diperiksa. Gejala klinis yang teramati meliputi: anoreksia, lesu, bersin, batuk, dan diare putih kehijauan dengan diagnosis sementara sebagai penyakit ND yang bersifat akut. Sampel diambil dari organ yang mengalami perubahan patognomonis seperti pada proventrikulus, ventrikulus, seka tonsil, paru-paru dan otak. Perbanyakan virus menggunakan telur ayam bertunas (TAB) umur 10 hari melalui ruang alantois dan diinkubasikan pada inkubator telur suhu 37° C selama 3 hari. Koleksi cairan alantois dilakukan pada hari ke-3, selanjutnya diidentifikasi dengan uji serologi hemaglutinasi (Haemaglutination-Inhibition Test/HA/HI) dengan teknik mikrotiter baku dan dikonfirmasi dengan uji reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR) menggunakan primer FNDIFP (5’-CCCCGTTGGAGGCATAC-3’) dan FNDIBP (5’-TGTTGGCAGCATTTTGATTG-3’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel kasus ayam bukan ras yang diperiksa positif terinfeksi oleh virus penyakit ND akut. Kajian ini mengindikasikan bahwa penyakit ND di Bali masih bersifat endemis.
The Characteristic of Egg Drop Syndrome Virus of Medan Isolate Gusti Ayu Yuniati Kencana; I Nyoman Suartha; Arini Nurhandayani; Syamsidar Syamsidar
Journal of Veterinary and Animal Sciences Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Institute for Research and Community Service, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JVAS.2017.v01.i01.p04

Abstract

Egg Drop Syndrome (EDS) is a poultry disease marked by a decrease of egg production up to 40% with a declined quality of eggs. In Indonesia, EDS is astrategically infectious disease that must be eradicated. Until now, EDS vaccines are available, vaccinations on egg-laying chicken have been conducted nevertheless the case of EBS are still found. This research collaborates with PT Sanbio Laboratories (Poultry vaccine producer in Bogor) aimed to prepare EDS seed vaccines from local isolates. Isolate samples are collected from ten egg-laying chicken farmswith signs of declined production and egg quality as well as unevenly shaped and thinning of egg shells. Virus isolation was conducted on embryonated duck eggs at the age of 11 days through the allantoic space. Embryonated duck eggs are then incubated for 3 days in the incubator at 370C and are observed daily. On the third day, the eggs are taken out of the incubator and then inserted in the cooler overnight. The allantoic fluid is harvested on the third day post inoculation; it is identified with haemaglutination test and Polymerase Chain Reaction (PCR). Six isolates are positively identified as EDS virus: two from the Medan isolates, there from the Rumpin isolates, and one from Surabaya isolate. One isolate is chosen; which was the EDS isolate of Medan, with the highest titer for passaging and characterization. The content of the virus is calculated with Reed and Muench formula and expressed in a unit of Egg Lethal Dose 50 (ELD50). Research results shows titer of Medan EDS virus isolate after the second passage was 1012 HA Unit, with virus content of 109,5 EID50, length base product of PCR that was successfully amplified as 500bp. Therefore the Medan isolate is a recommended candidate for EDS vaccine seeds.
Penyakit tetelo pada ayam lokal – Laporan kasus Hartaputera, I Nyoman Surya Tri; Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Adi, Anak Agung Ayu Mira; Sudipa, Putu Henrywaesa; Sulabda, I Nyoman
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.9-10

Abstract

Peternakan ayam lokal tradisional, dibandingkan dengan peternakan unggas komersial, menghadapi banyak tantangan terkait penyakit, dengan salah satu ancaman utama adalah virus penyakit tetelo. Laporan kasus ini menggambarkan ayam lokal berumur 8 minggu yang terinfeksi virus Newcastle disease terdeteksi melalui pemeriksaan aspek epidemiologi, patologi, dan virologi. Angka kesakitan di peternakan ini adalah 65%, dengan angka kematian 20% dan angka kematian 30,7%. Hasil pemeriksaan anatomi dan histopatologi menunjukkan adanya perubahan patologis pada berbagai organ. Uji laboratorium menggunakan uji Haemmaglutination-Inhibition dan Haemmaglutination memastikan adanya virus penyakit tetelo. Berdasarkan gejala klinis, temuan patologi anatomi, analisis histopatologi, isolasi virus, dan identifikasi, disimpulkan bahwa ayam yang terkena penyakit tersebut terinfeksi penyakit Newcastle velogenik viscerotropik.
PENEGUHAN DIAGNOSIS PENYAKIT NEWCASTLE DISEASE LAPANG PADA AYAM BURAS DI BALI MENGGUNAKAN TEKNIK RT-PCR Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Kardena, I Made; Kade Mahardika, I Gusti Ngurah
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 6, No 1 (2012): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v6i1.349

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiagnosis kasus newcastle disease (ND) lapangan pada ayam bukan ras yang bersifat akut melalui hasil pemeriksaan di Laboratorium Patologi dan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana tahun 2008-2009. Sebanyak sepuluh ekor sampel ayam buras telah diperiksa. Gejala klinis yang teramati meliputi: anoreksia, lesu, bersin, batuk, dan diare putih kehijauan dengan diagnosis sementara sebagai penyakit ND yang bersifat akut. Sampel diambil dari organ yang mengalami perubahan patognomonis seperti pada proventrikulus, ventrikulus, seka tonsil, paru-paru dan otak. Perbanyakan virus menggunakan telur ayam bertunas (TAB) umur 10 hari melalui ruang alantois dan diinkubasikan pada inkubator telur suhu 37 C selama 3 hari. Koleksi cairan alantois dilakukan pada hari ke-3, selanjutnya diidentifikasi dengan uji serologi hemaglutinasi (Haemaglutination-Inhibition Test/HA/HI) dengan teknik mikrotiter baku dan dikonfirmasi dengan uji reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR) menggunakan primer FNDIFP (5-CCCCGTTGGAGGCATAC-3) dan FNDIBP (5-TGTTGGCAGCATTTTGATTG-3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel kasus ayam bukan ras yang diperiksa positif terinfeksi oleh virus penyakit ND akut. Kajian ini mengindikasikan bahwa penyakit ND di Bali masih bersifat endemis.
Co-Authors Adi, Anak Agung Ayu Mira Agustin Zaharia Paderi Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Sagung Kendran Andika Budi Kurnianto Anggreni, Ni Kadek Wiwik Aprilia Kusumastuti Aprillia Kusumastuti Arini Nur Handayani Arini Nur Handayani Arini Nurhandayani Arini Nurhandayani Baiq Indah Pertiwi Bhakty, Zatya Wira Charles Rangga Tabbu DERISNA SAWITRI UNGSYANI Estry Gusnita Damanik Fajar Mubarok G.A.M.K. Dewi Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Ngurah Narendra Putra Hamdani Y. Hartaputera, I Nyoman Surya Tri I GBA Purwanda I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Ketut Eli Supartika I Ketut Suada I Ketut Tomy Caesar Ramanda I Komang Wahyu Yuliana I Made Kardena I Nyoman Dibia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suartha I Nyoman Sulabda I Putu Sudiarta I Putu Wira Adi Wibawa I Wayan Gorda I Wayan Masa Tenaya I wayan Teguh Wibawan I. A. P. Apsasri I. B. Ardana I. B. K. Suardana I.A.P. Apsari I.B.K. Suardana Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Oka Winaya Ida Bagus Suardana Kadek Karang Agustina Ketut Budiasa Ledi Natalia Surbakti Luh Dewi Anggreni Mesakh Parlindungan Simbolon Muh Ramadhan Musdalifa, Annisa Ni Made Ayu Sintya Paramita Ni Made Krisna Dewi Ni Wayan Apsari Shantika Pratistha Ni Wayan Intan Martinez Nirhayu, Nirhayu Nyoman Suartha Paranitha, Dewa Ayu Putu Dimas Abiyoga Putu Henrywaesa Sudipa Putu Intan Kusuma Wardani Putu Mira Puspitayani Raisis Farah Dzakiyyah Al-Aliyya Ratih, Dwi Kusuma Komala Remontara, Al Afuw Niha S.K. Widyastuti Silaban, Jesiaman Sri Kayati Widyastuti Steffi Ong Sumayani, N. K. E. Suwartini, Ni Komang Syamsidar . Syamsidar Syamsidar TRI KOMALA SARI Widya Asmara Widyasanti, Ni Wayan Helpina Wijaya, Dhyana Ayu Manggala Yuliantari, Ida Ayu Made