Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Imun Ayam Petelur Pascavaksinasi Newcastle Disease Pada Peternakan Komersial Di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan Suwartini, Ni Komang; Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Suartha, I Nyo
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (3) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.54 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.3.185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon imun sekunder pascavaksinasi kedua Necastle Disease pada peternakan komersial di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan. Sampel penelitian dipilih secara acak terhadap 10 ekor ayam petelur dari total 200 ekor. Sampel diambil sebanyak tiga kali yakni sekali pravaksinasi dan dua kali pascavaksinasi pada peternakan komersial. Pemeriksaan titer antibodi Necastle Disease dilakukan dengan uji serologi Haemaglutination Inhibition (HI). Nilai titer antibodi selanjutnya dianalisis menggunakan sidik ragam univariate dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT), uji Duncan, dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan titer antibodi yang signifikan setiap minggu pascavaksinasi. Rerata titer antibodi pravaksinasi sebesar 2,4 HI log 2. Rerata titer antibodi ayam petelur pascavaksinasi kedua pada minggu ke-2 yaitu 8,0 HI log 2 dan 7,0 HI log 2 pada minggu ke-3. Periode pengambilan serum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan titer antibodi Newcastle Disease pascavaksinasi setiap minggunya.
Titer Antibodi Ayam Petelur Pascavaksinasi Avian Influenza Pada Peternakan Komersial Di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan Bhakty, Zatya Wira; Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (2) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.944 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.2.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon imun sekunder pascavaksinasi kedua AI pada peternakan komersial di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan. Sampel penelitian dipilih secara acak terhadap 10 ekor ayam petelur dari total 200 ekor. Sampel diambil sebanyak tiga kali yakni sekali pravaksinasi dan dua kali pascavaksinasi pada peternakan komersial di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan. Pemeriksaan titer antibodi AI dilakukan dengan uji serologi Haemaglutination Inhibition (HI). Nilai titer antibodi selanjutnya dianalisis menggunakan uji sidik ragam univariate dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT), uji Duncan, dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan titer antibodi yang signifikan setiap minggu pascavaksinasi. Rerata titer antibodi pravaksinasi sebesar 0 HI log 2. Rerata titer antibodi ayam petelur pascavaksinasi kedua pada minggu ke-2 yaitu 4,6 HI log 2 dan 8,3 HI log 2 pada minggu ke-3. Periode pengambilan serum berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan titer antibodi AI pascavaksinasi setiap minggunya. Disarankan untuk memperhatikan waktu vaksinasi kedua dilakukan sebelum titer antibodi primer mencapai 0 HI log 2.
Seroprevalensi Penyakit Tetelo (Newcastle Disease) pada Ayam Buras di Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Nirhayu, Nirhayu; Suartini, I Gusti Ayu Agung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.852 KB)

Abstract

Penyakit tetelo atau Newcastle Disease (ND) merupakan salah satu penyakit virus yang penting dalam dunia perunggasan dan merupakan penyakit endemik di Indonesia. Inang yang diserang semua unggas meliputi ayam ras maupun ayam bukan ras (buras). Penyakit ND menginfeksi saluran pernapasan, saluran pencernaan maupun pada sistem saraf. Gejala klinis ND dapat bersifat akut maupun kronis, mudah menular dan menginfeksi unggas disekitarnya. Newcastle Disease disebabkan oleh Avian Paramyxovirus type-1 (APMV-1), genus Paramyxovirus famili Paramyxoviridae. Avian Paramyxovirus type-1 termasuk kelompok virus RNA dengan genom serat tunggal (single stranded/ss) dan berpolaritas negatif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui seroprevalensi ND pada ayam buras di Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali. Sampel penelitian menggunakan serum dari ayam buras yang tidak divaksinasi ND, tidak dikandangkan, dan yang berumur lebih dari tiga bulan. Sampel darah diambil dari delapan desa di Kecamatan Kerambitan. Setiap desa diambil sampel darah ayam dari tiga banjar, masing-masing banjar diambil delapan sampel dari penduduk yang memiliki ayam 3-10 ekor. Total sampel yang diambil sebanyak 192 serum ayam buras. Serum diuji dengan uji hambatan hemaglutinasi (HI) di Laboratorium Virologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 23 serum (11,9%) positif memiliki titer antibodi ND. Hal tersebut menunjukkan bahwa ayam buras di Kecamatan Kerambitan pernah terpapar oleh virus ND.
Perubahan Histopatologi Bursa Fabrisius Pascavaksinasi dengan Vaksin Infectious Bursal Disease pada Ayam Pedaging Silaban, Jesiaman; Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Kardena, I Made; Anggreni, Ni Kadek Wiwik; Paranitha, Dewa Ayu; Ratih, Dwi Kusuma Komala
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (4) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.841 KB)

Abstract

Vaksin Infectious Bursal Disease (IBD) dilaporkan menyebabkan imunosupresif pada ayampedaging. Keadaan tersebut diduga karena adanya kerusakan pada bursa Fabrisius. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui perubahan histopatologi bursa Fabrisius pada ayam pedaging yangdivaksin dengan vaksin IBD. Lima puluh ayam pedaging dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok Iadalah ayam yang divaksin ND-AI tanpa IBD sebanyak 20 ekor, kelompok II adalah ayam yangdivaksin ND-AI dan IBD sebanyak 20 ekor, dan kelompok III adalah ayam yang tidak divaksinsebanyak 10 ekor. Vaksin ND-AI diberikan pada umur 4 hari dan vaksin IBD diberikan pada umur 14hari. Bursa Fabrisius diambil setengah dari jumlah tiap kelompok pada saat 2 minggu dan 3 minggupascavaksinasi untuk dibuat preparat histologi. Hasil pemeriksaan histopatologi bursa Fabrisiusdianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney danWilcoxon.Preparat diperiksa dibawah mikroskop dan diberi skor berdasarkan tingkat kerusakan. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa bursa Fabrisius pada ayam yang divaksin IBD dan dikombinasikandengan vaksin ND-AI mengalami kerusakan berupa deplesi folikel limfoid dan nekrosis dengantingkat keparahan sedang.
Seroprevalensi Penyakit Flu Burung (Avian Influenza) pada Ayam Kampung di Kerta, Payangan, Gianyar, Bali Yuliantari, Ida Ayu Made; Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Kardena, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.334 KB)

Abstract

Desa Kerta berbatasan dengan Kecamatan Kintamani yang merupakan sentra industri peternakan ayam petelur. Penyakit AI pernah dilaporkan ditemukan pada peternakan ayam petelur di Kintamani. Lalu lintas perdagangan ayam pedaging maupun ayam petelur dari Kintamani ke Denpasar melewati desa Kerta. Populasi ayam kampung di desa Kerta cukup tinggi yakni 486.863 pada tahun 2015. Ayam kampung di Desa Kerta dipelihara secara ekstensif. Hal tersebut berpotensi besar dalam penularan virus flu burung (Avian Influenza = AI). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seroprevalensi penyakit AI pada ayam kampung di Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali. Sampel penelitian sebanyak 80 ekor ayam kampung yang belum pernah divaksin dan dipelihara secara ekstensif. Lokasi penelitian di empat dusun desa Kerta yakni Dusun Pilan, Dusun Kerta, Dusun Buhu, dan Dusun Marga Tengah. Sampel serum diambil secara acak dari masing-masing dusun sebanyak 20 ekor. Pengujian dilakukan dengan uji haemaglutinasi (HA/HI). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil analisis data serologi diperoleh prevalensi flu burung pada ayam kampung di Dusun Pilan sebesar 5%, Dusun Kerta 0%, Dusun Buhu 5%, dan Dusun Marga Tengah 0%. Tingkat seroprevalensi flu burung di Desa Kerta sebesar 2,5% dengan titer antibodi 22 HI unit dan 24 HI unit. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ayam yang disampling pernah terpapar virus flu burung secara alami. Disarankan agar ayam kampung di Desa Kerta dan sekitarnya divaksinasi untuk meningkatkan titer antibodi.
Deteksi Antigen Virus Avian Influenza pada Ayam Kampung di Pasar Hewan Beringkit dan Pasar Umum Galiran, Bali Musdalifa, Annisa; Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.757

Abstract

Avian Infuenza termasuk ke dalam kelompok penyakit menular strategis dan bersifat zoonosis. Penyebabnya adalah virus Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) subtipe H5N1. Introduksi virus Avian Infuenza subtipe H5N1 dapat melalui jalur pasar karena berpotensi dalam penyebarannya penyakit Avian Influenza pada ayam kampung secara alamiah melalui kontak langsung dengan unggas lain. Penelitian ini dilakukan di Pasar Hewan Beringkit, Kabupaten Badung dan Pasar Umum Galiran, Kabupaten Klungkung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan virus Avian Influenza subtipe H5N1 pada ayam kampung di Pasar Hewan Beringkit dan Pasar Umum Galiran. Sampel yang digunakan sebanyak 120 sampel swab kloaka dan swab trakea ayam kampung, dengan jumlah masing-masing pasar sebanyak 60 sampel. Periode pengambilan sampel dilakukan selama dua bulan dengan periode pengambilan setiap dua minggu sekali sebanyak empat kali. Pengambilan sampel dilakukan pada ayam kampung berumur di atas tiga bulan yang tidak divaksinasi. Isolasi virus pada telur ayam berembrio (TAB) berumur sembilan hari dan identifikasinya dengan uji hemaglutinasi (HA), uji hambatan hemaglutinasi (HI) serta Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Analisis data hasil uji antigen Avian Influenza dengan uji statistika non-parametrik Chi-square (?2). Hasil uji sampel swab kloaka dan trakea ayam kampung asal Pasar Beringkit positif virus Avian Influenza sebesar 5%, sedangkan sampel positif virus Avian Influenza asal Pasar Galiran sebesar 6,7%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa virus Avian Influenza terdeteksi pada ayam kampung di Pasar Hewan Beringkit dan Pasar Umum Galiran, virus AI masih bersikulasi pada daerah asal peternakan dan penyakit AI masih mewabah di Bali.
Shedding Virus Vaksin Flu Burung Subtipe (H5N1) Isolat Dari Bali Tidak Ditemukan Pascavaksinasi Ayam Petelur Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Sari, Tri Komala; Wijaya, Dhyana Ayu Manggala; Suartha, I Nyoman; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (6) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.830

Abstract

Flu burung atau Avian influenza (AI) merupakan penyakit viral akut yang sudah tersebar luas di seluruh dunia, dan saat ini bersifat endemik di Indonesia. Avian Influenza digolongkan penyakit menular strategis prioritas karena bersifat zoonosis berbahaya yang dapat menyerang unggas dan mamalia maupun manusia. Unggas yang diternakkan secara massal lebih rentan terserang avian influenza, seperti ayam petelur, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan dengan vaksinasi. Virus avian influenza mudah mengalami mutasi sehingga tidak dapat dikenali oleh antibodi yang sudah ada di dalam tubuh unggas, oleh karena itu perlu untuk selalu dilakukan pengembangan vaksin, contohnya adalah vaksin avian influenza subtipe H5N1. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah vaksin AI-H5N1 isolat dari Bali dapat digunakan pada peternakan ayam komersial dengan melihat kemamampuannya menekan shedding virus. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil 20 sampel swab kloaka secara acak dari 40 ekor ayam petelur yang sudah divaksin Avian Influenza subtipe H5N1 isolat dari Bali. Sampel swab selanjutnya diinokulasikan pada telur ayam berembrio melalui ruang alantois, diinkubasi dalam inkubator suhu 370C. Setelah 2-3 hari pascainokulasi, cairan alantois dipanen dan dilakukan uji HA/HI. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukannya shedding virus vaksin AI-H5N1 isolat dari Bali, ditandai dari semua sampel swab yang diambil pada periode 1-4 minggu pascavaksinasi menunjukkan hasil negatif pada uji HA.
Titer Antibodi Sekunder Sebagai Respons Setelah Vaksinasi Aktif Penyakit Tetelo pada Ayam Petelur di Perean, Tabanan, Bali Remontara, Al Afuw Niha; Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (1) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.1.1

Abstract

Penyakit tetelo atau Newcastle disease (ND) merupakan salah satu penyakit penting pada ayam yang sangat merugikan peternakan. Usaha pencegahan yang dilakukan salah satunya dengan jalan vaksinasi untuk meningkatkan derajat imunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons imun ayam petelur pascavaksinasi tetelo. Penelitian dilakukan pada peternakan komersial di Desa Perean, Kabupaten Tabanan, Bali. Sampel penelitian sebanyak 20 ekor ayam petelur strain Novogen Brown yang diambil secara acak dari 100 ekor dan diberikan vaksin ND aktif strain lasota pada umur lima minggu melalui injeksi intramuskuler pada bagian otot paha (Musculus biceps brachii). Sampel darah diambil sebanyak lima kali, yaitu satu kali pravaksinasi dan empat kali pascavaksinasi. Cara pengambilan darah melalui pembuluh darah balik sayap (Vena Brachialis) dengan menggunakan disposable syringe volume 3 mL darah diambil sebanyak 1-2 mL. Darah dibiarkan beberapa jam hingga serumnya terpisah secara sempurna. Serum yang telah siap kemudian diuji serologi hemaglutination/hemaglutination inhibition (HA/HI). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam dilanjutkan uji Duncan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 25. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari sampai Maret 2021 pada peternakan ayam petelur komersial di Desa Perean, Kabupaten Tabanan, serta pemeriksaan serologi dilakukan di Laboratorium Virologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Hasil penelitian terhadap respon imun sekunder ayam petelur pascavaksinasi tetelo aktif adalah titer antibodi ayam petelur terlihat naik secara signifikan sejak minggu ke-1 hingga minggu ke-4 dengan hasil titer minggu ke-1 yaitu 5,50 HI log 2, minggu ke-2 5,65 HI log 2, minggu ke-3 7,20 HI log 2, dan minggu ke-4 adalah 7,50 HI log 2. Periode pengambilan serum setiap minggu berpengaruh nyata terhadap peningkatan titer antibodi tetelo pascavaksinasi maka dari itu vaksin tetelo aktif strain lasota mampu menggertak pembentukan respon imun sekunder pascavaksinasi.
Seroprevalence and detection of H5N1 avian influenza virus in local chickens in Tabanan Regency, Bali, Indonesia Gusti Ayu Yuniati Kencana; I Nyoman Suartha; I Made Kardena; Kadek Karang Agustina
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.3.223-229

Abstract

Aim: Avian Influenza (AI) is a zoonotic disease that causes death in poultry and humans. Monitoring the virus needs to be carried out continuously to prevent outbreaks of the disease. Seroprevalence and detection of H5N1 and H9N2 AI virus antigen were intended to monitor the presence of viruses in local chickens in Tabanan, a Regency of the Indonesian island Province of Bali. The research aims were to detect the presence of H5N1 AI virus, and to know the distribution of this virus in Tabanan Regency. Materials and Methods: Research located in six districts of Tabanan regency namely Baturiti, Penebel, Marga, Kediri, Tabanan, and Kerambitan. A total of 1,398 local chickens that never been vaccinated with AI were randomly sampled in this study. The samples collected were serum, cloacal and tracheal swabs. Serum samples were tested with hemagglutination inhibition (HI) assay. While samples of cloacal and tracheal swabs were isolated in 9-day-old germinated chicken eggs, followed by hemagglutination assay and RT-PCR test using H5N1 and H9N2 primers. Results: AI seroprevalence in local chickens in Tabanan Regency was 1% with the distribution in each district as follows; Penebel 1.6%, Kerambitan 1.2%, Marga 1%, while Tabanan, Kediri, and Baturiti 0.7% each. H5N1 AI virus was detected in 11 samples, i.e. five in Marga district and three in Penebel district, two in Kediri, and one in Tabanan, while the H9N2 AI virus was not detected. Conclusion: These results indicate that H5N1 AI virus may still circulate in local chickens in Tabanan Regency, Bali.
Seroprevalensi Penyakit Egg Drop Syndrome pada Itik di Desa Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali Gusti Ayu Yuniati Kencana; I Made Kardena; Ni Wayan Apsari Shantika Pratistha
Jurnal Sain Veteriner Vol 37, No 2 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.876 KB) | DOI: 10.22146/jsv.42971

Abstract

Egg Drop Syndrome can cause detrimental impacts on breeders due to reducing production and quality of theaffected eggs.This study aim was to determine the seroprevalece ofantibody against Egg Drop Syndrome (EDS) virus in ducks. Antibody titers examination was done from 75blood samplesof ducks thathave not been vaccinatedagainstEDS virus. The duck samples were collected from Tumbak Bayuh Village, Mengwi, Badung. Serological examination was held at the Virology Laboratory,Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University by usingHaemagglutination Inhibition (HI) test. HI test results showed that 24 samples were positive contained antibody of the EDS,while 51 samples were negative. Range of EDS antibody titer observed was from24 to 27 HI units.  This results indicates that the ducks have protective antibody titer against EDS virus. The positive serum samples were also tested using HI test against Newcastle Disease (ND) virus with negative result. It can be concluded that the ducks in Tumbak Bayuh Village, Mengwi, Badung have 32% of antibody titer against EDS virus whichmight result from being exposed by EDS virus naturally.
Co-Authors Adi, Anak Agung Ayu Mira Agustin Zaharia Paderi Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Sagung Kendran Andika Budi Kurnianto Anggreni, Ni Kadek Wiwik Aprilia Kusumastuti Aprillia Kusumastuti Arini Nur Handayani Arini Nur Handayani Arini Nurhandayani Arini Nurhandayani Baiq Indah Pertiwi Bhakty, Zatya Wira Charles Rangga Tabbu DERISNA SAWITRI UNGSYANI Estry Gusnita Damanik Fajar Mubarok G.A.M.K. Dewi Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Ngurah Narendra Putra Hamdani Y. Hartaputera, I Nyoman Surya Tri I GBA Purwanda I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Ketut Eli Supartika I Ketut Suada I Ketut Tomy Caesar Ramanda I Komang Wahyu Yuliana I Made Kardena I Nyoman Dibia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suartha I Nyoman Sulabda I Putu Sudiarta I Putu Wira Adi Wibawa I Wayan Gorda I Wayan Masa Tenaya I wayan Teguh Wibawan I. A. P. Apsasri I. B. Ardana I. B. K. Suardana I.A.P. Apsari I.B.K. Suardana Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Ngurah Swacita Ida Bagus Oka Winaya Ida Bagus Suardana Kadek Karang Agustina Ketut Budiasa Ledi Natalia Surbakti Luh Dewi Anggreni Mesakh Parlindungan Simbolon Muh Ramadhan Musdalifa, Annisa Ni Made Ayu Sintya Paramita Ni Made Krisna Dewi Ni Wayan Apsari Shantika Pratistha Ni Wayan Intan Martinez Nirhayu, Nirhayu Nyoman Suartha Paranitha, Dewa Ayu Putu Dimas Abiyoga Putu Henrywaesa Sudipa Putu Intan Kusuma Wardani Putu Mira Puspitayani Raisis Farah Dzakiyyah Al-Aliyya Ratih, Dwi Kusuma Komala Remontara, Al Afuw Niha S.K. Widyastuti Silaban, Jesiaman Sri Kayati Widyastuti Steffi Ong Sumayani, N. K. E. Suwartini, Ni Komang Syamsidar . Syamsidar Syamsidar TRI KOMALA SARI Widya Asmara Widyasanti, Ni Wayan Helpina Wijaya, Dhyana Ayu Manggala Yuliantari, Ida Ayu Made