Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of students' perceptions on the Freedom of Learning - Independent Campus (MBKM) program at Chemistry study program of Ma Chung University Yuniati, Yuyun; Wilujeng, Lilis Lestari
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 27 No. 1 (2023)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v27i1.52961

Abstract

Considering that Indonesian education has gone through such a long journey from 1922 to 2022 now, it is necessary to have an educational program that is able to meet the demands of workers' needs in this era of globalization. In the end, the Directorate General of Higher Education, Research, and Technology designed an education policy system in the realm of higher education, namely "Freedom of Learning - Independent Campus", as an accurate strategy for optimizing academics in today's Indonesia. In this study, a survey was aimed at 40 undergraduate students of the Chemistry Study Program at Ma Chung University. Data analysis were made by quantitative approach of the nine questions succcessfully answered by students who filled out questionnaires in the online multiple choice questionnaire with a dependency test by nonparametric statistical methods. As a result, the majority of students of the Chemistry Study Program were quite enthusiastic about this new educational policy, although it was necessary to optimize all internal strategies of the study program curriculum, so that it could be in accordance with the activities designed in the "Freedom of Learning - Independent Campus" Program.
Ekstraksi Zat Warna Kelopak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Dengan Metode Ekstraksi Berbantuan Ultrasonik dan Aplikasinya Untuk Minuman Yuyun Yuniati; Syafa’atullah, Achmad Qodim; Qadariyah, Lailatul; Mahfud, Mahfud
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v7i2.788

Abstract

Perkembangan permintaan konsumen akan zat warna mendorong berbagai industri menghasilkan varian zat pewarna. Hanya saja, informasi akan dampak penggunaan pewarna sintesis menekan penggunaan kembali pewarna natural. Antosianin menjadi salah satu zat warna alami yang layak untuk dimanfaatkan lebih lanjut, khususnya di bidang pangan. Kelopak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) adalah bahan yang telah diakui menjadi sumber penghasil zat warna antosianin secara alami. Ultrasound-Assisted Extraction dipromosikan sebagai prosedur ekstraksi terkini yang mampu mengatasi kelemahan metode ekstraksi konvensional. Penelitian ini telah berupaya mempelajari proses ekstraksi kelopak bunga telang hingga memperoleh ekstrak antosianin serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses ekstraksi dengan metode Ultrasound Assisted Extraction, hingga akhirnya dapat dimanfaatkan sebagai produk minuman. Dari penelitian ini diperoleh capaian optimum untuk ekstraksi zat warna dari kelopak bunga telang adalah pada kondisi F/S 0.02 g/ml, suhu ekstraksi 60°C, dan waktu ekstraksi 90 menit, dengan konsentrasi antosianin di dalam minuman yang didapatkan sebesar 19.57 mg/L.
Pengaruh Enzym Proteolitik Papain Terhadap Pembuatan Minyak Kelapa Dari Kelapa Parut Rasmito, Agung; Yuniati, Yuyun; Putra Siswoyo , Deddy Kurniawan
Jurnal Teknologi Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v12i1.349

Abstract

Abstrak Pada umunya pembuatan minyak kelapa dilakukan dengan cara basah dengan pemanasan yang tinggi, menyebabkan minyak yang dihasilkan bermutu kurang baik dan beaya yang besar. Pada penelitian ini digunakan metode enzimatis untuk memisahkan minyak dengan protein yang terdapat dalam sel-sel endosperm daging buah kelapa. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan asam lemak bebas sekecil-kecilnya, kadar air sekecil-kecilnya dan Yield yang sebesar-besarnya. Variabel dalam penelitian ini yaitu, lama fermentasi : 20 jam, 22 jam, 24 jam, 26 jam, 28 jam dan penambahan enzim proteolitik papain : 5,5%, 6,5%, 7,5%, 8,5%, 9,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kadar Asam Lemak Bebas Minyak Kelapa Terkecil 0,13%, Yield Minyak Kelapa Terbesar 36% dan Kadar Air Terkecil 0,12% diperoleh pada saat lama fermentasi 28 jam dan penambahan enzim papain sebesar 9,5%. Keywords : coconut oil, grated coconut, papain enzyme
PENGARUH PENAMBAHAN JAMUR TIRAM PADA NUGGET TEMPE TERHADAP MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF VEGAN Widodo, Evan Krisdian; Sucahyo, Bambang Sigit; Yuniati, Yuyun
Pro-STek Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i2.4129

Abstract

Produk nugget tempe dipilih sebagai objek penelitian karena popularitasnya dan sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan gizi yang semakin diperhatikan oleh konsumen. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan alternatif pangan yang tidak hanya bervariasi tetapi juga memberikan nilai gizi yang baik melalui kombinasi tempe dan jamur tiram. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan percobaan acak lengkap (RAL) untuk memastikan kontrol yang baik terhadap variabel yang mungkin memengaruhi hasil. Dengan melibatkan panelis dalam uji organoleptik, penelitian ini akan menggali pandangan pribadi mereka terhadap rasa, warna, tekstur, dan aroma produk tersebut. Kadar air merupakan indikator kritis dalam menentukan ketahanan produk terhadap mikroorganisme yang dapat memengaruhi masa simpan. Pengukuran protein akan memberikan informasi tentang nilai gizi produk, sementara pengujian serat bertujuan untuk mengetahui kontribusi serat dari tambahan jamur tiram, yang dapat memberikan nilai tambah dari segi kesehatan. Perlakuan terbaik dari semua perlakuan yang ada terdapat pada perlakuan P4 dengan formulasi tempe 55% dan jamur tiram 45% yang memiliki jumlah nilai hasil (NH) tertinggi yaitu 0,6470. Kriteria variabel perlakuan P4 yaitu kadar air= 11.82%, kadar protein= 4.49%, rasa= 4 (suka), warna= 4 (suka), aroma=4 (suka) dan tekstur= 4 (suka).
KAJIAN SUBTITUSI TEPUNG KACANG MERAH PADA BROWNIES COOKIES TERHADAP UJI KADAR KARBOHIDRAT, KADAR AIR, KADAR SERAT SERTA TINGKAT KESUKAAN Christa, Amadea; Rahmiati, Retnani; Yuniati, Yuyun; Sri Rahajoe, Endang
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 14, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v14i2.4782

Abstract

Brownies cookies merupakan cemilan yang digemari oleh masyarakat. Tepung terigu yang mengandung protein gluten merupakan bahan utama dalam pembuatan brownies cookies. kacang merah yang tidak mengandung protein gluten dapat dijadikan tepung sebagai alternatif bagi beberapa individu yang alergi terhadap protein gluten dan dapat  mengurangi pemakaian tepung terigu. Penggunaan tepung kacang merah diharapkan dapat meningkatkan serat pada makanan ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh subtitusi tepung kacang merah pada brownies cookies dengan menguji kadar karbohidrat, kadar air, kadar serat serta tingkat kesukaan masyarakat. Menggunakan metode ekperimental dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan perbedaan konsentrasi tepung kacang merah dengan tepung terigu yaitu P1=100%:0% P2=85%:15% P3=70%:30% P4=55%:45%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung kacang merah tidak memberikan pengaruh signifikan pada kadar serat dan karbohidrat brownies cookies dan berpengaruh signifikan pada kadar air. Uji organoleptik menunjukkkan subtitusi tepung kacang merah memberi pengaruh kesukaan pada warna dan rasa, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter aroma dan tekstur. Hasil tersebut mengarah pada perlakuan 1 (100% tepung kacang merah) menjadi yang terbaik dari keempat perlakuan yang ada.
Lama Fermentasi dan Konsentrasi Bunga Chamomile (Matricarica recutita) Terhadap Mutu Fisikokimia dan Organoleptik Teh Kombucha Fahilah, Khoiriyah; Hartati, Fadjar Kurnia; Yuniati, Yuyun
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.14182

Abstract

Kombucha is a health drink that has good benefits for the body, contains polyphenols and is antioxidant so it is said to be a functional drink. Chamomile positively contains flavonoid compounds, polyphenols, and tannins as antioxidants to ward off free radicals. The purpose of this study was to determine the effect of fermentation duration and concentration of chamomile flowers (Matricaria recutita) to produce kombucha drink with the best physicochemical and organoleptic quality. This study used a one-factorial Completely Randomized Design consisting of four treatments of a combination of fermentation duration (5 days and 7 days) and chamomile concentration (0.5% and 1%), each treatment was carried out three times. Parameters analyzed included color (L*a*b*), pH, antioxidant activity and organoleptic (taste, color, and aroma). The results showed that the length of fermentation and chamomile concentration had a significant effect on color (L*a*b*), pH, antioxidant activity and organoleptic parameters (taste and color). On organoleptic parameters (aroma) did not have a significant effect. The best treatment with antioxidant activity value of 67.09% in treatment F2C2 (7 days fermentation time and 1% chamomile concentration). The highest organoleptic quality was in the F1C1 treatment (5 days fermentation and 0,5% chamomile concentration).
Pengaruh Konsentrasi Sodium Alginat Terhadap Boba Kulit Buah Naga (Hylocereus Polyhizus) Menggunakan Teknik Spherifikasi Dasar Ningrum, Cicik Agustia; Yuniati, Yuyun; Sucahyo, Bambang Sigit
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.14179

Abstract

Usually, dragon fruit is only used for the flesh while the skin is discarded and considered waste. Dragon fruit peel contains vitamin C, vitamin E, vitamin A, alkaloids, terpenoids, flavonoids, thiamine niacin, pyridoxine, cobalamin, phenolics, carotene and phytoalbumin. 30-35% of dragon fruit is the skin of the fruit but it is often just thrown away as trash. Dragon fruit skin contains quite a lot of the natural dye anthocyanin. This research aims to determine the effect of pH, water content, vitamin C, and organoleptics on the of dragon fruit skin boba using the basic spherificatiom technique. This research used laboratory experimental methods using a completely randomized design (CRD) with varying concentrations of sodium alginate (1gr,1,1gr,1,2gr,1,3gr, dan 1,4gr) calcium lactate (5 grams) for each treatment. This was repeated 3 times, the analyzes tested in this study were pH, viscosity and organoleptic tests. The parametric data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) using statistical product and service solution (SPSS) version 23 data and for non-parametric data using Kruskal Wallis.
Edukasi Sehat di Era Digital: Webinar Tentang Pengolahan dan Manfaat Teh untuk Remaja SMA Sederajat: Healthy Education in the Digital Age: Webinar on Tea Processing and Benefits for High School Teens Yuniati, Yuyun; Alfanaar, Rokiy; Aziza, S. Alfiyah Nur; Febriana Kesuma, Ruth
NAWASENA : JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE Vol. 1 No. 02 (2023): Vol. 01 No.02 2023
Publisher : NAWASENA : JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Webinar edukasi mengenai pengolahan dan manfaat teh diselenggarakan untuk siswa SMA sederajat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat melalui konsumsi minuman alami. Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Dr. Yuyun Yuniati, dan menggunakan platform Zoom sebagai media penyelenggaraan. Peserta berasal dari 14 sekolah berbeda yang menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi berlangsung. Evaluasi menunjukkan bahwa 45,5% peserta menilai materi webinar memuaskan, 40,9% baik, dan 13,6% cukup; sedangkan untuk teknik penyajian dinilai memuaskan oleh 54,5% peserta dan baik oleh 45,5%. Webinar ini berhasil memberikan wawasan praktis tentang proses pengolahan teh serta manfaat kesehatannya sehingga dapat mendorong remaja menerapkan gaya hidup sehat secara lebih sadar.
Pendampingan Pelatihan Analisis Gula Dan Molase PT Pabrik Gula Rajawali I Yuniati, Yuyun; Fais, Moh. Ainul; Rasmito, Agung
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i1.6683

Abstract

Dinamika pendidikan di Indonesia terus berupaya mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan pelaku bisnis menjadi sarana yang efektif untuk memastikan relevansi kurikulum dan mempercepat pemecahan masalah di dunia kerja nyata. Universitas WR. Supratman (UNIPRA) di Surabaya bekerja sama dengan PT PG Rajawali I, sebuah perusahaan industri gula, untuk meningkatkan standar mutu produksi melalui pelatihan bagi karyawan. Fokus pelatihan ini adalah analisis gula dan molase, sehingga karyawan PT PG Rajawali I dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mendalam terkait analisis gula dan molase. Sebanyak 25 karyawan PT PG Rajawali I dilibatkan dalam pelatihan, yang diselenggarakan oleh dosen dan alumni UNIPRA, dengan mengacu pada standar nasional terbaru. Pelatihan ini terdiri dari dua sesi: teori dan praktik. Pelatihan ini telah berhasil memperkaya pengetahuan yang menggabungkan teori mendalam dengan praktik langsung di laboratorium, sehingga mampu mendapatkan hasil evaluasi keberhasilan berdasarkan nilai peserta (rata-rata di atas 75) serta meningkatkan antusiasme kerja staf di departemen produksi, laboratorium, serta riset dan pengembangan. 
Effect of Extraction Time Microwave-Assisted Solvent Extraction (MASE) Method on Decaffeination of Robusta Coffee (Coffea canephora) Java Ijen Prasiska, Revina Lusy; Yuniati, Yuyun; Hariyani, Nunuk; Hartati, Fadjar Kurnia
Indonesian Journal of Food Technology Vol 4 No 1 (2025): Indonesian Journal of Food Technology
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ijft.2025.4.1.15904

Abstract

Java Ijen robusta coffee is one of the potential coffee types to be developed as a low-caffeine product for sensitive consumers. The decaffeination process aims to reduce caffeine levels without eliminating the sensory characteristics of coffee. This study aims to determine the effect of variation in extraction time using the Microwave-Assisted Solvent Extraction (MASE) method on caffeine recovery, chlorogenic acid content, and organoleptic quality of coffee drinks. The extraction process uses water solvent and microwave power of 450 watts with time variations R1 = 4 minutes, R2 = 8 minutes, R3 = 12 minutes, R4 = 16 minutes, and R5 = 20 minutes. Analysis of caffeine content was carried out using a UV-Vis spectrophotometer, while chlorogenic acid content was determined by the titration method. Organoleptic assessment included colour, acidity and aroma attributes by 25 untrained panelists using median scores. The results showed that extraction time significantly affected caffeine recovery and chlorogenic acid content. The highest caffeine recovery of 57.34% and chlorogenic acid content of 19.19% were obtained at an extraction time of 20 minutes. The most preferred colour and acidity were also found in the 20-minute treatment, while the best aroma was at 12 minutes. Increasing extraction time increased colour intensity, acidity, and caffeine and chlorogenic acid concentrations. These results demonstrate the potential of the MASE method as an efficient alternative in decaffeinating robusta coffee while maintaining sensory quality.