Claim Missing Document
Check
Articles

INTERVENSI KOMUNIKASI TERHADAP MINAT UNTUK MELAKUKAN SKRINING IVA DI DESA MARINGGAI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR PROVINSI LAMPUNG Aan Oktavia yuman; Lolita Sary; Dhiny Easter Yanti; Dessy Hermawan; Nurul Aryastuti
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i3.2386

Abstract

Penyakit kanker serviks merupakan masalah utama yang menyerang perempuan di dunia. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi meningkatnya penderita kanker serviks dengan deteksi dini pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA). Pada tahun 2021 data capaian program skrining pemeriksaan IVA di Puskesmas Labuhan Maringgai sebesar 0,1% (6 orang). Capaian ini masih jauh dibawah target nasional sebanyak 70%. Sehingga perlu diketahui minat wanita untuk melakukan skrining pemeriksaan IVA melalui pendekatan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komunikasi linier, interaksional dan transaksional terhadap minat wanita untuk melakukan skrining IVA. Penelitian penelitian quasi experimental design dengan pendekatan nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh wanita usia 30-50 tahun yang berdomisili di Desa Maringgai. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling dimana dari delapan dusun dijadikan empat kelompok yang dirandom dalam menentukan intervensi komunikasinya. Sehingga jumlah sampel setiap kelompok intervensi sebanyak 10 orang maka jumlah keseluruhan sampel sebanyak 40 orang. Analisis data yang digunakan yaitu univariate, bivariate (t-dependen) dan multivariate (kruskal wallis). Hasil uji univariate pada kelompo komunikasi linier rata-rata sebelum 42,60, sesudah 51,00. Pada kelompok komunikasi interaksional rata-rata sebelum 42,30, sesudah 46,40. Pada kelompok komunikasi transaksional rata-rata sebelum 46,70, sesudah 48,50. Pada kelompok kontrol rata-rata sebelum 43,9 sesudah 44. Hasil uji bivariate pada kelompok komunikasi linier terdapat perbedaan minat sebelum dengan sesudah (p-value 0.000). Pada kelompok komunikasi interaksional terdapat perbedaan minat sebelum dan sesudah (p-value 0.001). Pada kelompok komunikasi transaksional terdapat perbedaan minat sebelum dengan sesudah (-value 0.021). Pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan minat sebelum dengan sesudah (p-value 0.343). Hasil multivariate komunikasi yang paling berpengaruh terhadap perubahan minat adalah komunikasi transaksional dengan nilai mean rank 33,45 dan p-value 0.0001. Disarankan kepada Tenaga Medis/Non medis Puskesmas diharapkan dapat menggunakan komunikasi linier dalam meiningkatkan minat untuk melakukan skrining IVA di Desa Maringgai Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung. Kemudian dimana komunikasi linier ini bersifat satu arah dan mampu mempengaruhi pendengar sebagai penerima pesan dalam tindakan ataupun narasi persuasif. Kata kunci : Komunikasi, Kanker Serviks, Minat, IVA
INTERVENSI HIRARKI BELAJAR TERHADAP SIKAP UNTUK MELAKUKAN SKRINING IVA DI KELURAHAN SUMBER REJO KOTA BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG Hany Musliha; Lolita Sary; Nurul Aryastuti; Dessy Hermawan; Dhiny Easter Yanti
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i3.2391

Abstract

Secara global kanker serviks merupakan penyebab kematian keempat pada wanita dan di Indonesia menempati urutan ke dua dari kasus kanker yang menyerang wanita. Kebanyakan wanita mengetahui penyakit ini sudah dalam stadium lanjut yang berakibat kematian. Deteksi dini dengan IVA merupakan upaya efektif untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian. Cakupan program skrining IVA Puskesmas Rawat Inap Kemiling hanya mencapai 16,63% (251 orang) masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah 30 % pertahun (1509 orang). Penting untuk mengetahui sikap wanita usia subur sebagai tahap pendahulu sebelum terjadi perilaku rutin melakukan skirining IVA. Intervensi komunikasi hirarki belajar merupakan salah satu upaya komunikasi perubahan sikap di masyarakat, maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan sikap dalam melakukan deteksi dini dengan metode IVA pada wanita usia 30-50 tahun diKelurahan Sumber Rejo wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Kemiling Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental pendekatan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini seluruh wanita usia 30-50 tahun yang berdomisili di Kelurahan Sumber Rejo sebanyak 1958 orang.Teknik sampling menggunakan cluster sampling dari 26 RT dijadikan empat kelompok yang dirandom untuk menentukan masing-masing kelompok intervensi dengan jumlah sampel pada setiap kelompok sebanyak 11 orang, sehingga jumlah keseluruhan sampel sebanyak 44 orang. Analisis data menggunakan uji statistik parametrik T dependent dan uji kruskall wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan Pada kelompok hirarki belajar normal, rata-rata sebelum 59.45 sesudah 63.45. Pada kelompok komunikasi hirarki belajar atribusi disonans, rata-rata sebelum 59 sesudah 68.64. Pada kelompok komunikasi hirarki belajar keterlibatan rendah, rata-rata sebelum 59.45 sesudah 60.91. Pada kelompok kontrol, rata-rata sebelum 57 sesudah 57.36. Hasil uji bivariat terdapat perbedaan pada kelompok komunikasi hirarki belajar normal p-value 0.004, terdapat perbedaan pada kelompok komunikasi hirarki belajar atribusi disonans p-value 0.000, terdapat perbedaan pada kelompok komunikasi hirarki belajar keterlibatan rendah p-value 0.011, tidak terdapat perbedaan pada kelompok control p-value 0.167. Analisis multivariat menunjukkan variabel independent yang paling dominan pada kelompok komunikasi hirarki belajar atribusi disonans dengan nilai rata-rata rank sebesar 37,50 dan p-value 0.000. Dapat disimpulkan Hasil penelitian ini dapat menjadi upaya Puskesmas Rawat Inap Kemiling dalam meningkatkan capaian program dan menumbuhkan sikap positif wanita usia 30-50 tahun untuk melakukan pemeriksaan IVA menggunakan metode komunikasi hirarki belajar atribusi disonans.
INTERVENSI KOMUNIKASI TERHADAP MINAT UNTUK MELAKUKAN SKRINING IVA DI DESA SUNGAI BADAK KABUPATEN MESUJI PROVINSI LAMPUNG Neti Nurmala Sari; Lolita Sary; Dhiny Easter Yanti; Dessy Hermawan; Nurul Aryastuti
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i3.2608

Abstract

Penyakit kanker serviks merupakan masalah utama yang menyerang perempuan di dunia. Upaya yang dilakukan pemerintah dengan deteksi dini pemeriksaan inspeksi visual asam asetat (IVA). Pada tahun 2021 data capaian program skrining pemeriksaan IVA di Puskesmas Rawat Inap Wiralaga sangat rendah sekali atau tidak ada minat sebanyak 0 (nol)%. Capaian ini masih jauh dibawah target nasional sebanyak 70%. Sehingga perlu diketahui minat wanita untuk melakukan skrining pemeriksaan IVA melalui pendekatan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komunikasi linier, interaksional dan transaksional terhadap minat wanita untuk melakukan skrining IVA. Penelitian quasi experimental design dengan pendekatan nonequivalent control group design. Populasi adalah seluruh wanita usia 30-50 tahun yang berdomisili di Desa Sungai Badak. Teknik sampling menggunakan cluster sampling dimana dari delapan dusun dijadikan empat kelompok yang dirandom. Jumlah sampel setiap kelompok intervensi sebanyak 11 orang, jumlah keseluruhan sampel sebanyak 44 orang dengan kriteria usia 30-50 tahun, aktif melakukan hubungan seksual, tidak sedang hamil,tidak sedang nifas. Analisis data yaitu univariate, bivariate (t-dependen) dan multivariate (kruskal wallis). Hasil uji bivariate pada kelompok komunikasi linier terdapat perbedaan minat sebelum dengan sesudah (p-value 0.011). Pada kelompok komunikasi interaksional minat sebelum dan sesudah (p-value 0.0001).Kelompok komunikasi transaksional minat sebelum dengan sesudah (-value 0.003), kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan minat sebelum dengan sesudah (p-value 0.167). Hasil multivariate komunikasi yang paling berpengaruh terhadap perubahan minat adalah komunikasi transaksional dengan nilai mean rank 35.82 dan p-value 0.0001.Tenaga Medis/Non medis Puskesmas diharapkan dapat menggunakan komunikasi transaksional dalam meiningkatkan minat untuk melakukan skrining IVA di Desa sungai Badak Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung.
The Effectiveness of IEC Using Booklet and Video Media on Diarrhea Prevention Efforts on the Knowledge of Posyandu Cadres Nuke Indrawati; Nurul Aryastuti; Fitri Ekasari; Nova Muhani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.4200

Abstract

Diarrhea is still the most common cause of death in the post-neonatal period, which is 14% of deaths due to diarrhea. Success in preventing children from getting into more severe conditions due to diarrhea cannot be separated from the role of posyandu cadres. Efforts to increase the knowledge of cadres about diarrhea prevention is health education. This study aimed to determine the effectiveness of KIE using booklet media and videos about efforts to prevent diarrhea on the knowledge of posyandu cadres at the Gunung Sugih Community Health Center, Central Lampung Regency, in 2023. This type of research is quantitative research using a quasi-experimental design and a pretest-posttest design with a control group. The population in this study were all cadres at the Gunung Sugih Health Center with a total of 50 people with a sampling technique using total sampling. The intervention group was given CIE using a booklet, and the control group was assigned CIE using a video. Data analysis in this study used univariate and Mann-Whitney. The results of this study indicate that the average knowledge before being given health education using booklet media is 57.52, and after being given health education is 91.48. While the intermediate knowledge before being given health education using video media was 58.60, and after being given health education was 93.56. Based on the results of the Mann-Whitney test, it was found that the p-value was 0.625 > 0.05, meaning that there was no difference in the effectiveness of KIE using booklets and videos on diarrhea prevention efforts on the knowledge of posyandu cadres at the Gunung Sugih Health Center, Central Lampung Regency in 2023. Suggestions for cadres after being given education This health service can pass on information to mothers with toddlers.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG GIZI SEIMBANG DALAM RANGKA MENGATASI STUNTING DI TPQ TAHFIDZ NURUSSALAM Nurul Aryastuti; Yolandha Adinda Pratiwi; Sri Wulandari; Farra Hayka Salsabilla; Renna Oktavia Rudi
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3: September 2022
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v2i3.2019

Abstract

Balanced nutrition is a daily food composition containing nutrients in the type and amount according to the body's needs, taking into account the principles of food diversity, physical activity, clean living behavior, and monitoring body weight regularly in order to pay attention to normal weight to prevent nutritional problems. The purpose of this counseling activity is so that respondents can know, understand about balanced nutrition and stunting. The method used in health education about balanced nutrition in order to overcome stunting at Tahfidz Nurussalam TPQ was carried out in 3 stages, firstly, the students of the Public Health Study Program distributed posters about balanced nutrition, the two presenters explained about balanced nutrition using poster media and also presentations in the form of video, and the three students of the Public Health Study Program asked and answered questions about the material that had been delivered. After the counseling was carried out, the children of TPQ Tahfidz Nurussalam could understand about balanced nutrition and stunting. From these activities, it was concluded that it was important to provide nutrition/nutrition to children in accordance with the nutritional adequacy rate for children whose purpose was to process children's growth and development.
Hubungan Pola Asuh Orangtua dengan Kejadian Pelecehan Seksual Nurkhasanah, Nurkhasanah; Sary, Lolita; Aryastuti, Nurul
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol10.Iss2.1608

Abstract

Sexual harassment is the misuse of the relationship between a woman and a man that harms one of the parties. Based on data reports on cases of violence in Lampung Province in 2022, there were 41% cases of sexual harassment. One of the factors that influence the incidence of sexual harassment is parenting style. The purpose of this study was to determine the relationship between parenting style and the incidence of sexual harassment at SMP X Pesisir Barat Regency in 2023. This type of research is quantitative with a cross-sectional design. The population in this study were all class VIII teenagers at SMP X Pesisir Barat District with a total of 150 people. The sampling technique used is total sampling. Data collection techniques using a questionnaire. Data analysis using chi-square. The results of this study indicated that there were 38 (25.3%) respondents who had experienced sexual harassment and 112 (74.7%) respondents who had never experienced sexual harassment. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between authoritarian parenting styles (p=0.001; 0.008), democratic fathers (p=0.024), negligent parenting (p=0.039; 0.029), and spoiling parents (p=0.042; 0.045). with incidents of sexual harassment. Meanwhile, the mother's democratic parenting style (p=0.791) was not related to the incidence of sexual harassment. It is hoped that health workers can be educated about boundaries in sexuality so that adolescents understand boundaries that can be guarded and considered private.
Skrining dan Edukasi Faktor Penyakit Tidak Menular (Arthritis Gout) di Wilayah UPTD Pelayanan Lanjut Usia Tresna Werdha Provinsi Lampung Bella Tania Putri; Nurul Aryastuti; Ririn Wulandari; Agung Aji Perdana; Ade Sinta Purnama; Cipta Nengsih
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v4i1.6341

Abstract

Penyakit arthritis gout, juga dikenal sebagai gout, terjadi ketika jumlah asam urat dalam darah melebihi batas normal. Hal ini disebabkan oleh produksi asam urat yang berlebihan dalam tubuh yang tidak seimbang dengan jumlah yang dikeluarkan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining dan edukasi tentang penyakit arthritis gout di UPTD Pelayanan Lanjut Usia Tresna Werdha Provinsi Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi wawancara langsung dengan 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data yang diperoleh kemudian diolah melalui beberapa tahap, termasuk proses editing, coding, data entry, tabulasi, dan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita arthritis gout lebih banyak ditemukan pada pria (60%) daripada wanita (40%). Penyakit ini umumnya lebih sering terjadi pada rentang usia 75-90 tahun, dengan jumlah penderita sebanyak 14 orang (46,7%). Faktor risiko terbesar yang berkontribusi terhadap penyakit ini adalah konsumsi makanan tinggi purin. Temuan ini menunjukkan bahwa arthritis gout lebih umum terjadi pada pria dan pada usia lanjut. Oleh karena itu, penting untuk melakukan skrining dan edukasi tentang penyakit ini, terutama di UPTD Pelayanan Lanjut Usia Tresna Werdha Provinsi Lampung. Upaya pencegahan yang melibatkan pengurangan konsumsi makanan tinggi purin dapat membantu mengurangi risiko terjadinya arthritis gout. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang profil penyakit ini di daerah tersebut dan dapat menjadi dasar untuk pengembangan program pencegahan dan pengobatan yang lebih efektif di masa depan
Edukasi Kesehatan dan Pengukuran Status Gizi di Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bandar Lampung Aryastuti, Nurul; Sary, Lolita; Pangaribuan, Betseba Natalia; Suti, Shalsabilla; Aryani, Farida; Nabila, Nia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14418

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi adalah masalah yang kompleks yang dapat terjadi pada semua siklus kehidupan, mulai awal kehidupan dalam kandungan, balita, remaja, wanita usia subur hingga lanjut usia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui karakteristik usia, tinggi badan, berat badan dan status gizi wanita LPP di Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bandar Lampung. Pada kegiatan ini menggunakan desain cross sectional. Berpopulasi 253 wanita LPP Bandar Lampung, dengan sampel 149 wanita LPP yang diambil menggunakan Teknik Non-Probability Samping yaitu Purposive sampling, pengambilan data dilakukan secara primer, dengan mencari masalah di LPP lalu diprioritaskan menggunakan fishbone dan dilakukan analisis data univariat pada kegiatan ini. Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan status gizi yaitu yang tergolong gizi kurang sebanyak 44 responden (30%), tergolong gizi baik sebanyak 24 responden (16%), dan tergolong gizi lebih sebanyak 81 responden (54%). Kata Kunci: Status Gizi, IMT, Wanita LPP  ABSTRACT Nutritional problems are complex problems that can occur in all life cycles, from early life in the womb, toddlers, teenagers, women of childbearing age to the elderly. The aim of this activity is to determine the characteristics of age, height, weight and nutritional status of LPP women at the Bandar Lampung Women's Empowerment Institute (LPP). This activity uses a cross sectional design. With a population of 253 LPP women in Bandar Lampung, with a sample of 149 LPP women taken using the Non-Side Probability Technique, namely Purposive sampling, data collection was carried out primarily, by looking for problems in the LPP then prioritizing using fishbone and univariate data analysis was carried out in this activity. Frequency distribution of respondents' characteristics based on nutritional status, namely those classified as undernourished were 44 respondents (30%), classified as well nourished as many as 24 respondents (16%), and classified as overnourished as many as 81 respondents (54%). Keywords: Nutritional Status, BMI, LPP Women 
Tanggap Skabies: Pemahaman dan Pencegahan Melalui Program Edukasi Interaktif di Pondok Pesantren Al-Kirom Hajimena Lampung Selatan Sary, Lolita; Aryastuti, Nurul; Ansori, Ahmad; Reni, Christina Kusuma; Sari, Desi Mailan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.14213

Abstract

ABSTRAK Kesehatan merupakan hal yang sering terabaikan dan kita akan  merasakan betapa besar keberadaannya saat kita kehilangan nikmat kesehatan tersebut. Kesehatan bukanlah segala-galanya akan tetapi segala yang kita miliki tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya kesehatan. Derajat kesehatan dapat dicapai melalui upaya-upaya perbaikan sanitasi lingkungan, pengendalian dan pemberantasan penyakit menular, pendidikan kesehatan, pengorganisasian pelayanan atau perawatan kesehatan serta pengembangan unsur-unsur sosial untuk menjamin taraf kehidupan yang layak. Faktor lingkungan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti polusi udara, perubahan iklim dan bencana alam, sampah, kualitas air yang buruk, masalah infrastruktur, penyakit yang disebabkan oleh mikroba, dan bahan kimia berbahaya. Terkait hal tersebut perlu dilakukan upaya pendekatan pada masyarakat. Mengukur pemahaman pengelolaan sampah, aksi membuang sampah dan memfasilitasi tong sampah pada mahasiswa Wargadi Gedong Meneng Baru Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan pada tanggal 10 Februari 2024 yaitu Diikuti sebanyak 30 orang warga di RT 04 dan 06 Kelurahan Gedong Meneng Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. dengan metode membagikan kuisioner Pengetahuan tentang “Pengelolaan sampah  rumah tangga berupa edukasi memilah sampah organik dan non- organik, aksi membuang sampah di tong sampah serta memfasilitasi tong  sampah” sebanyak dua kali saat sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. hasil kueisioner sebelum dilakukan penyuluhan (pre test) dan sesudah dilakukan penyuluhan (post test). Sejumlah 66,6 % mahasiswa Wargamengalami peningkatan pengetahuan tentang pemilahan sampah organic dan non organic. Prioritas masalah pada Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Gedong Meneng adalah memfasilitasi tong sampah di tiga Wargadi gedong meneng rajabasa dengan kegiatan edukasi, aksi dan fasilitasi. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Pengatahuan Masyarakat, Edukasi  ABSTRACT Health is something that is often neglected and we will feel how big it is when we lose the blessing of health. Health is not everything, but everything we have will be meaningless without health. A degree of health can be achieved through efforts to improve environmental sanitation, control and eradicate infectious diseases, health education, organizing health services or care and developing social elements to ensure a decent standard of living. Environmental factors that can cause health problems include air pollution, climate change and natural disasters, waste, poor water quality, infrastructure problems, diseases caused by microbes, and dangerous chemicals. In this regard, efforts need to be made to approach the community. Measuring understanding of waste management, action of throwing away rubbish and facilitating rubbish bins among boarding/dormitory students in Gedong Meneng Baru, Rajabasa District, Bandar Lampung City. Method: This service activity was carried out on February 10 2024, namely 30 residents in RT 04 and 06, Gedong Meneng Village, Rajabasa District, Bandar Lampung City. by distributing knowledge questionnaires about "Household waste management in the form of education on sorting organic and non-organic waste, the action of throwing rubbish in rubbish bins and facilitating rubbish bins" twice before and after the counseling was given. questionnaire results before counseling (pre test) and after counseling (post test). A total of 66.6% of boarding school/dormitory students experienced increased knowledge about sorting organic and non-organic waste. Conclusion: The priority problem in Household Waste Management in Gedong Meneng is facilitating rubbish bins in three boarding houses/dormitories in Gedong Meneng Rajabasa with educational activities, actions and facilitation. Keyword: Waste Management, Public Knowledge, Education
Evaluasi program promosi kesehatan rumah sakit pada masa pandemi Astuti, Dewi; Nuryani, Dina Dwi; Aryastuti, Nurul
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 1 No 1 (2021): Edisi Manajemen rumah sakit
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v1i1.131

Abstract

Pendahuluan: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Collaborating Centre for Health Promotion in Health and Health Care, menekankan agar rumah sakit melakukan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit dalam melaksanakan pelayanan kesehatan. Sejak masa pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia termasuk di Indonesia, semua pihak termasuk pemberi pelayanan kesehatan terutama Rumah Sakit mulai menerapkan adaptasi kebiasaan baru guna memutuskan rantai penularan. Hal ini tentunya juga akan berpengaruh terhadap pelaksanaan promosi kesehatan di Rumah sakit. Tujuan: Evaluasi Program PKRS Pada Masa Pandemi  RSUD dr H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2021. Metode:  Desain penelitian yang merupakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari 1 orang informan kunci, dan 4 orang informan pendukung (2 orang Tim PKRS, 2 orang pasien/keluarga pasien). Pengumpulan data menggunakan Triangulasi dengan metode wawancara, observasi, dan dokumen. Analisa data dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu Deskripsi, Reduksi Data, Seleksi, Verifikasi dan Penegasan Kesimpulan. Hasil : Didapatkan tersedianya standar penyelenggaraan PKRS standar 1 regulasi dan standar 2-6 terdapat pada program kerja tahunan PKRS RSUD dr H Abdul Moeloek. Untuk input penyelenggaraan program PKRS secara keseluruhan sudah sangat baik dimana direksi dan seluruh jajaran mempunyai komitmen yang baik yang tercermin dalam rencana operasional dan SK Dirut mengenai penetapan PKRS serta pembagian tugas unit koordinator dan sarana dna prasarana yang 85% sudah sesuai standar permenkes. Simpulan: Untuk proses penyelenggaraan program PKRS secara keseluruhan proses program PKRS sudah berjalan baik dan sesuai dengan standar yang berlaku dimana tersedianya lealfet , banner, TV slide yang masih dalam kondisi baik dan layak yang terdapat pada ruang tunggu dan lobi rumah sakit dan aplikasi digital EdikaWA. Untuk output pada hasil penelitian semua bagian rumah skait merupakan promosi kesehatan dengan jumlah yang dilakukan penkes melalui wa yang terkirim sebanyak 670 orang (22,7%), sedangkan yang tidak menerima pesan sebanyak 9.090 orang (77,3%) dan dikatakan belum sesuai target. Dengan saran diharapkan untuk tim PKRS membuat rencana kerja triwulanan untuk memudahkan evaluasi dalam jangka pendek dan berkolaborasi dengan pendaftaran dalam pencantuman nomor yang aktif dan menyediakan handsanitizer untuk diarea parkir rumah sakit.
Co-Authors Aan Oktavia yuman Abdullah, Rochman Aribowo Ade Sinta Purnama Adelita, Audrey Adinda Pratiwi, Yolandha Agung Aji Perdana AHMAD ANSORI Amanda Sari, Fadilah Amangsa Mas Gede, Aranda Ana Astuti Angkas Mandala Putra Antika, Bernadeta Ramah Aprina Arisandi, Syafik Aryawati, Wayan Audrey Adelita Bella Tania Putri Bustami, Anita Chanita Sari Manulang Christin Angelina Febriani Cipta Nengsih Daka, Rohman Deni Ardiansyah Desy Fatmawaty Dewi Astuti Dewi Astuti Dias Dumaika Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Djamaludin, Djunizar Dwi Kartini, Dwi Dwi Nuryani, Dina Dwiyana, M Rizal Easter Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Easter, Dhiny Echa Rafika Eka Yuliana Eka Yuliana Ekasari, Fitri Endang Setiawati Endang Setiawati Farida Aryani Farra Hayka Salsabilla Fatmawaty , Desy Fatmawaty, Desy Febriani, Christin Ferry Widiatmoko Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Fitri Ekasari Fitri Usfa, Hafiratul Furqoni, Prima Dian Gabrilla Yusuf, Ghina Gayatri, Dwi Ghina Gabrilla Yusuf Gunawan, Vera Hafiratul Fitri Usfa Hany Musliha Hartono, Bella Kurniane Henni Puji Lestari Rahayu Hermawan, Dessy Hidayanti, Sisca Ida Sulistiani Imam Ahmad Indrawati, Nuke Ketut Wijana Khoidar Amirus Krisnawati Bantas Kurniane Hartono, Bella Kurniati, Mala Lia Amelia Lolita Sary Made Prativi Meika Sari, Ida Maya Muhani, Nova Multazamiyah, Siti Aminah Murtianingsih, Erni Nabila, Nia Nadila, Tiya Nawawi, Achmad Neti Nurmala Sari Ni Luh Putu Wahyu Yuliastuti Ningtyas, Febrianti Harum Nora Afriza, Zelda Nova Muhani Nova Muhani Nuke Indrawati Nurhalina Sari Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurul Isnaini Oktavia, Mutiara Oktavio, Irda Angelica Pangaribuan, Betseba Natalia Prima Dian Furqoni Putri, Novita Rafika, Echa Ramadanti, Catur Reni, Christina Kusuma Renna Oktavia Rudi Rian Hidayat Riska Depari Rohman Daka Salsabilla, Nadya Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino, Saminp Sari Manulang, Chanita Sari, Desi Mailan Sari, Fitri Eka Serlia Marthasari Setiawati Setiawati SETIAWATI, ENDANG Setiawati, Octa Reni Shabrina, Hanifah Siti Fadilah Siti Helmyati Siti Nurjanah Slamet Widodo Sri Diastuti Sri Wulandari Suti, Shalsabila Suti, Shalsabilla Suwito Suwito Torry Duet Irianto Triyono Triyono Tyani Khoerunissa Ulin Noa Uswatun Hasanah Vera Yulyani Wahyu Yuliastuti, Ni Luh Putu Waser, Waser Wayan Aryawati Wayan Aryawati Wayan Aryawati Yanti, Dhiny Easter Yenny Puspitasari Yolandha Adinda Pratiwi Yulistiharoh Yulyani, Vera Zelda Nora Afriza