Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

KAJIAN FONOTAKTIK BAHASA INDONESIA Zamzani -
LITERA Vol 5, No 1: LITERA JANUARI 2006
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v5i1.6800

Abstract

PLEONASME PEMBOROSAN DALAM TINDAK BERBAHASA Zamzani Zamzani
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1985,TH.IX
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v2i2.7416

Abstract

Bila dilihat sepintas lalu, judul di atas seolah-olah merupakan suatu vonis atau penghakiman bahwa pleonasme merupakan bentuk pemborosan dalam tindak berbahasa secara urnum. Penulis saran sekali tidak ingin menyatakan demikian. Sebenarnya penulis justru merasakan adanya suatu tanda tanya apakah secara umum pleonasme dapat dikatakan sebagai suatu bentuk pemborosan dalam tindak berbahasa, ataukah dalam kesempatan tertentu dapat dianggap sebagai suatu bentuk penggunaan bahasa yang efektif dan efisien.Pertanyaan tersebut timbul dalam benak.penulis, karena dalam kenyataan tindak berbahasa dijumpai bermacam-macam variasi. Variasi ini dipengaruhi oleh adanya faktor-faktor di luar konteks lingual yang menuntut seseorang melakukan tindak berbahasa dengan gaya dan cara penampilan khusus. Misalnya, situasi pembicaraan, materi yang dibicarakan, hubungan antar partisipan (dalam pembicaraan), media yang digunakan, tempat, waktu, latar belakang sosial, latar belakang pendidikan, kepribadian partisipannya dan sebagainya. Timbulnya variasi bahasa yang muneul dalam bentuk ragam bahasa, dialek sosial, dialek regional (geografis), dialek temporal ini (Kridalaksana. 1975: 9) merupakan refleksi adanya kekuatan sentrifugal yang menandai suatu bahasa masih hidup.Jawaban terhadap pertanyaan tersebut cukup mudah diberikan bila hanya ingin pernyataan ya atau tidak. Ya atau tidak sebenarnya tidaklah begitu penting. Yang penting adalah mengapa ya dan mengapa tidak, kapan ya dan kapan .tidak, kapan dianjurkan (baca:diizinkan) dan kapan pula dikecam.
PERILAKU VERBAL WANITA JAWA DALAM INTERAKSI SOSIAL DI PASAR TRADISIONAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA . Zamzani; Tadkiroatun Musfiroh; . Prihadi
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 17, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4710.889 KB) | DOI: 10.23917/kls.v17i1.4493

Abstract

Abstract
PENGEMBANGAN ALAT UKUR KESANTUNAN BAHASA INDONESIA DALAM INTERAKSI SOSIAL BERSEMUKA Zamzani Zamzani
LITERA Vol 10, No 1: LITERA APRIL 2011
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v10i1.1171

Abstract

This study aims to (1) develop an instrument to measure politeness in Indonesian, (2) conduct a small-scale tryout of the instrument, and (3) develop the instrument into a book. The research subjects comprised Indonesian speakers consistingof students, university students, teachers, lecturers, and other speakers classified on the basis educational background, age, sex, geographical location, and ethnic group. The data were collected through FGD, tests, and interviews. The data were analyzed using the qualitative and quantitative descriptive techniques. The findings show that polite speech acts can be classified on the basis of the topics and functions. Formal face-to-face speech acts can be those in teaching and learning, formal meetings, other academic topics, traditional ceremonies, transactions, negotiations,and public services. Degrees and characteristics of politeness are attributable to a variety of factors.
STRATEGI PENDAYAGUNAAN SKEMA MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIFITAS MEMBACA Suhardi -; Zamzani -
LITERA Vol 4, No 2: LITERA JULI 2005
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v4i2.6794

Abstract

EKSISTENSI BAHASA DALAM IKLAN TELEVISI INDONESIA Zamzani Zamzani; Yayuk Eni Rahayu; Siti Maslakhah
LITERA Vol 16, No 2: LITERA OKTOBER 2017
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v16i2.15971

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bahasa, bentuk lingual, dan keterkaitannya dengan sasaran dan jenis iklan di televisi. Sumber data adalah wacana iklan di televisi. Pengumpulan data dengan observasi dan pencatatan. Analisis data melalui proses pengorganisasian dan kategorisasi menggunakan padan bahasa dan padan pragmatik. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, bahasa yang digunakan adalah Indonesia dan Inggris. Kedua, bentuk lingual berupa: kalimat bahasa Indonesia, kalimat bahasa Inggris, frase bahasa Inggris, dan kata bahasa Inggris. Ketiga, bahasa Indonesia dan campuran bahasa Indonesia-Inggris digunakan untuk sasaran sosial dan usia umum, sedangkan bahasa Inggris untuk sasaran kelas sosial tinggi dan usia muda. Kempat, bahasa Indonesia digunakan pada iklan produk/jasa pada umumnya, sedangkan bahasa Inggris digunakan pada iklan produk/jasa “mewah” dengan sasaran sosial tinggi dan usia muda. Kelima, kalimat bahasa Indonesia digunakan pada iklan dengan sasaran umum, baik dilihat dari kelas sosial maupun usia, sedangkan kalimat bahasa Inggris digunakan dalam iklan dengan sasaran kelas sosial tinggi dan usia muda.Kata kunci: penggunaan bahasa, bentuk lingual, kelas sosial, dan iklan LANGUAGES IN TELEVISION ADVERTISEMENTS IN INDONESIAAbstractThis study aims to describe languages, lingual forms, and their relevance to the targets and types of advertisements on television. The data sources were advertisements on television. The data were collected through observations and recording. They were analyzed by organizing and categorizing them through language and pragmatic correspondences. The findings are as follows. First, the languages used are Indonesian and English. Second, the lingual forms include Indonesian sentences, English sentences, English phrases, and English words. Third, Indonesian and Indonesian-English mixes are used for the target with the social class and age on average, while English is for the high social class and youth. Fourth, Indonesian is used in product/service advertisements in general, while English is used in “luxury” product/service advertisements for the target with the high social class and young age. Fifth, Indonesian sentences are used in advertisements for the general target in terms of the social class and age, whereas English sentences are used in advertisements for the target with the high social class and young age.Keywords: use of languages, lingual forms, social class, advertisements
ANALISIS KESALAHAN KALIMAT PADA KARANGAN BERBAHASA INDONESIA MAHASISWA DI JAWAHARLAL NEHRU UNIVERSITY NEW DELHI, INDIA Paramvir Chandra Sainik; Zamzani Zamzani
LingTera Vol 2, No 1: May 2015
Publisher : Department of Applied Linguistics, Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.44 KB) | DOI: 10.21831/lt.v2i1.5407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan kalimat yang meliputi kesalahan diksi, frasa, konjungsi, dan preposisi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa satuan-satuan ungkapan kalimat yang muncul dalam 9 karangan berbahasa Indonesia mahasiswa Jawaharlal Nehru University, India. Hasil analisis kesalahan kalimat menemukan kesalahan diksi, frasa, preposisi dan konjungsi pada karangan mahasiswa Jawaharlal Nehru University (JNU) New Delhi India semester 1 dan 2 tahun pelajaran 2012/2013. Jumlah kesalahan diksi mencapai 61.8% dari seluruh kesalahan kalimat yang ditentukan, sekaligus sebagai kesalahan yang paling banyak terjadi. Kesalahan kalimat terbesar berikutnya adalah frasa sebanyak 23,6%. Selanjutnya adalah kesalahan konjungsi, yakni sebanyak 10,7%. Kesalahan yang paling sedikit adalah kesalahan preposisi sebanyak 3,9%, yang menunjukkan bahwa tingkat penguasaan preposisi adalah unsur dalam kalimat yang paling mudah dipahami. Penguasaan kata baku adalah salah satu faktor kunci penguasaan kalimat. Banyak kesalahan kalimat berkaitan dengan kata baku yang kurang tepat. __________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ ERROR ANALYSIS OF SENTENCES IN INDONESIAN COMPOSITION OF STUDENTS IN JAWAHARLAL NEHRU UNIVERSITY, NEW DELHI, INDIA   Abstract This research is aimed to detect and describe the types of sentence errors that include errors in the diction, phrase, conjunction, and preposition. The type of this research is qualitative research by using descriptive method. The data source of this research is obtained from 9 compositions in Indonesian language of Jawaharlal Nehru University Students, India. The analysis result found a phenomenon of errors in the diction, phrase, preposition, and conjunction of the students’ compositions in Jawaharlal Nehru University (JNU) New Delhi India in the first year of academic year 2012/2013. The number of errors in the diction reaches 61.8% of the whole sentence errors, and this matter shows the case that often happens among the students. The second biggest error found is the errors of the phrase. It reaches 23.6%. Conjunction errors are in the amount of 10.7%, and error in preposition is the least of all, 3.9%, which shows that the mastery of preposition as the element of sentence as the easiest point to learn. Thus, it can be known and concluded that the orientation of the observation held shows that the mastery of the standard or the basic forms of word is one of the keys of mastering sentence for there are many errors in relation with the basic form of words.Keywords: error analysis, error of diction, phrase, conjunction, and preposition.
ANALISIS KESEPADANAN DAN STRATEGI PENERJEMAHAN SAPAAN DAN HONORIFIK PADA CERITA RAKYAT MADURA Ilma Yullinda Rahmah; First Name Unknown Zamzani
Linguistik Indonesia Vol. 40 No. 1 (2022): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v40i1.176

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengobservasi kesepadanan dan strategi penerjemahan dari bentuk sapaan dan honorifik yang terdapat dalam cerita-cerita rakyat digital Madura. Analisis difokuskan pada tiga cerita rakyat Madura berjudul Rato Islam Onggu’, Ke’ Lesap, dan Radhin Saghârâ dimana video cerita tersebut memberikan tiga subtitle yang berbeda, yaitu Bahasa Madura sebagai bahasa sumber dan subtitle dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Kedua subtitle ini dianalisis secara kualitatif terkait kesepadanan semantik dan pragmatik berdasarkan teori Baker serta terkait strategi penerjemahan berdasarkan kombinasi beberapa teori. Data dalam analisis ini yaitu unit bahasa, yaitu kata atau frasa yang mengandung bentuk sapaan dan honorifik. Berdasarkan hasil temuan, terdapat 94 data bentuk sapaan dan honorifik yang didominasi oleh bentuk sapaan pronomina persona dengan sistem honorifik relasional. Hampir keseluruhan data telah diterjemahkan dengan kesepadanan penuh baik secara semantik maupun pragmatik. Adapun terkait strategi penerjemahan, kedua penerjemah bahasa sasaran lebih dominan menerapkan penerjemahan literal dalam mentransfer bentuk sapaan dan honorifik baik dari Bahasa Madura ke Bahasa Inggris ataupun Bahasa Madura ke Bahasa Indonesia.Kata kunci: sapaan dan honorifik, kesepadanan semantik, kesepadanan pragmatik, strategi penerjemahan, cerita rakyat MaduraAbstractThis study aims to observe the translation equivalence and strategies of the greeting and honorific forms contained in Madurese digital folktales. The analysis is focused on three Madurese folktales entitled Rato Islam Onggu’, Ke’ Lesap, and Radhin Saghârâ in which the videos provides three different subtitles, namely Madurese as the source language and English and Indonesian subtitle. These subtitles are analyzed qualitatively related to semantic and pragmatic equivalence based on Baker's theory and translation strategies based on a combination of several theories. The data consist of lingual units, either words or phrases that contain greeting and honorific forms. Based on the findings, there are 94 data of greetings and honorifics which are dominated by the use of personal pronouns classified as the relational honorific system. Most of data have been transferred by applying the full equivalence both semantically and pragmatically. As for the translation strategies, both translators of target languages dominantly apply the literal translation in transferring those greeting and honorific forms, either from Madurese to English or Madurese to Indonesian.  Keywords: greeting and honorifics, semantic equivalence, pragmatic equivalence, translation strategies, Madura folktales
Analisis teks hoaks seputar informasi bank: Kajian bahasa perspektif analisis wacana kritis dan linguistik forensik Siti Nur Shabrina; Zamzani; Teguh Setiawan
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.21478

Abstract

Saat ini banyak pemberitaan mengenai suatu informasi yang bersifat manipulasi atau dikenal sebagai berita hoaks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebuah teks mengandung hoaks atau fakta. Selain itu, untuk mengetahui bahwa wacana dapat digunakan sebagai bahasa dalam alat bukti hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data berupa surat kabar berita online (liputan6.com). Objek penelitian ini adalah makna wacana teks berita seputar BRI dan teks sebagai bahasa dalam alat bukti hukum. Data penelitian ini adalah berita seputar BRI di surat kabar online. Metode dasar pengumpulan data menggunakan penyimakan dengan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Analisis data menggunakan pendekatan AWK dan linguistik forensik dengan menguraikan data secara semantik forensik. Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pemberitaan yang sifatnya tidak berdasarkan fakta, terdapat unsur kebohongan dan manipulasi maka berita tersebut dikatakan sebagai berita hoaks. Pemberitaan hoaks dilakukan oleh pribadi atau kelompok dengan motivasi dan tujuan tertentu. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berita yang disebarkan pada salah satu akun facebook yang dilansir dari liputan6.com merupakan berita hoaks dan berita dapat menjadi sebuah wacana bahasa sebagai alat bukti hukum.
Pemanfaatan lagu daerah nusantara sebagai media pembelajaran BIPA berbasis local indigenous Ayu Wulandari; Zamzani Zamzani; Nurhadi Nurhadi
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v4i2.4959

Abstract

BIPA is currently increasingly in demand by other nations. In addition to learning the language, BIPA students are also introduced to Indonesian culture. Indonesian culture is important and needs to be known by BIPA students so that they can understand well the cultures that exist in Indonesia. One of the BIPA learning media that can be used in learning the language and introducing Indonesian culture is through song. Indonesian songs can be in the form of an archipelago folk song that has many cultural values and moral messages or character values. This research is a descriptive study and the source of data in this study are folk songs of the archipelago. The form data is in the form of words that contain an introduction to basic vocabulary for BIPA learners. Data collection techniques are carried out by observing notes. The results of this study obtained a description of the archipelago's folk songs that can be used as Indigenous digital-based BIPA learning media. The folk songs of the archipelago include Soleram, Cut the Goose Duck, My Goats, Come on Mama, Injit-Injit Ants, and Ondel-ondel. The folk songs of the archipelago can be used as BIPA learning media for basic BIPA learners who are just at the stage of getting to know the basic vocabulary and getting to know Indonesian culture