p-Index From 2021 - 2026
6.357
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Jurnal Jurusan Ilmu Keolahragaan Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Competitor : Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga JSSF : Journal of Sport Science and Fitness Jurnal Pendidikan Olah Raga Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Jurnal Gizi Klinik Indonesia Jurnal Penjaskesrek JOURNAL SPORT AREA Journal Physical Education, Health and Recreation JP.JOK (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Jurnal Performa Olahraga Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES) Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olahraga) Jurnal Speed (Sport, Physical Education, Empowerment) TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) jurnal ilmu keolahragaan Multilateral: Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga Jurnal Patriot Journal of Sport Coaching and Physical Education GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Stamina Journal Coaching Education Sports SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Hanoman Journal: Physical Education and Sport Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha JUMORA: Jurnal Moderasi Olahraga Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science (IJPESS) Tadulako Journal Sport Sciences And Physical Education Journal RESPECS (Research Physical Education and Sports) Physical Education and Sports: Studies and Research Inasport : Indonesian Journal of Sport, Health and Physical Education Science Jurnal Dharma Pendidikan dan Keolahragaan
Claim Missing Document
Check
Articles

Latihan beban sirkuit intensitas maksimal terhadap hipertrofi lengan dan paha Isti Dwi Puspita Wati; Muhamad Ade Jaenudin
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 20, No 2 (2021): June
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v20i2.10618

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya perubahan hipertrofi yang terjadi pada lingkar lengan dan lingkar pada dengan latihan intensitas maksimal. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen pretest post-test. Sampel terdiri dari 10 mahasiswa 6 putra dan 4 putri. Rentang umur mahasiswa antara 18-21 tahun. Perlakuan diberikan selama 16 kali pertemuan dengan urutan intensitas 75% selama 4 kali pertemuan sebagai beban adaptasi dan intensitas maksimal selama 12 kali pertemuan. Pengukuran terhadap lingkar lengan dan paha dilakukan dengan satuan cm. Pengukuran dilakukan sebelum dilakukan perlakuan dan setelah perlakuan pada pertemuan ke 16 terselesaikan. Analisis data dengan deskriptif statistik dan uji beda sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan untuk lingkar lengan terjadi peningkatan rerata 0,45 cm dan untuk lingkar paha 1 cm. Hasil rerata lingkar lengan nilai pretest 26,45 dan post-test adalah 26,9, sedangkan untuk lingkar paha 48,60 dan 49,60. Uji sampel berpasangan memberi hasil bahwa antara kelompok pretest dan post-test baik lengan ataupun paha memang sama dengan signifikansi 0,244 untuk lengan dan 0,250 untuk paha. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa antar pretest dan post-test tidak berbeda jauh meskipun terjadi hipertrofi.
Pelatihan gizi dan citra tubuh pada komunitas senam Isti Dwi Puspita Wati; Y. Touvan Juni Samodra; Lily Thamrin Thamrin; Suhardi Suhardi Suhardi; Tjen Veronica; Uray Gustian Gustian; Lusi Lusi Lusi
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2021): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v5i3.2366

Abstract

Materi mata pelajaran sejarah di sekolah untuk saat ini memang sudah wajib Kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu mengenai makanan sehat dan bergizi serta pengenalan aneka makanan yang sehat dan bergizi kepada ibu-ibu. Dasar permasalahan adalah kurang pahamnya masyarakat senam yang 90% terdiri dari Ibu rumah tangga. Meskipun terdapat kesadaran untuk menjaga kesehatan dan menjaga body image, namun usaha yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Hal tersebut terjadi karena kurang informasi bagaimana melakukan diet asupan nutrisi yang baik untuk menjaga tubuh agar ideal.  PKM diselenggarakan di Desa Kuala Dua Gang Sui Adong Kabupaten Kubu Raya dengan melaksanakan senam bersama dan sarasehan. Adapun pelaksanaan sarasehan adalah dengan metode ceramah dan tanya jawab. Sebanyak 50 orang terdiri dari Ibu rumah tangga dan remaja putri mengikuti kegiatan PKM. Hasil PKM dicapai pemahaman para Ibu rumah tangga dan remaja Putri terhadap bagaimana diet yang baik dan bagaimana melakukan latihan secara khusus agar diperoleh bentuk tubuh yang diinginkan
Pengaruh Latihan Dosis 100% Repetisi Maksimal terhadap Denyut Nadi Sebelum dan Bangun Tidur Isti Dwi Puspita Wati
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 7 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.365 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4897524

Abstract

Latihan dilakukan untuk meningkatkan kondisi kebugaran. Kebugaran seseorang dapat diukur salah satunya dengan indikator denyut nadi. Ketika latihan dilakukan, denyut nadi akan menyesuaikan dengan kebutuhan energi. Kebutuhan energi berhubungan dengan intensitas dan lamanya latihan. Semakin tinggi intensitas latihan dan semakin besar volume latihan maka akan semakin besar kebutuhan energi. Secara otomatis denyut nadi akan meningkat seirama dengan pemenuhan kebutuhan energi serta volume yang dibebankan. Sudah sangat umum  denyut nadi dijadikan patokan untuk melhat seberapa besar intensitas latihan. Denyut nadi juga dipergunakan untuk melihat kondisi kesehatan seseorang. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bagaimana pengaruh latihan intensitas 100% terhadap denyut nadi sebelum dan bangun tidur di hari melakukan latihan. Eskperimen dilakukan dengan sampel 6 mahasiswa. Latihan dilakukan dengan memberikan beban 100% repetisi maksimal, 3 set selama 12 kali pertemuan.  Nadi diukur selama satu menit, dilakukan sebelum tidur dan ketika bangun tidur. Dilakukan pencatatan berapa lama tidur tepat di hari melakukan latihan. Data dianalisis dengan menggunakan IBM SPSS seri 20. Analisis data dipergunakan deskriptif, dan uji beda non parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang tidur kurang dari 6 Jam ternyata terdapat selisih denyut nadi yang lebih besar sedangkan yang tidur di atas 6 jam denyut nadi bangun dan sebelum tidur menjadi lebih sedikit. Analisis dengan menghilangkan variabel jumlah jam tidur menyatakan bahwa terjadi perbedaan yang signifikan terhadap denyut nadi sebelum dan setelah tidur di hari mendapatkan beban 100% repetisi maksimal.
Kemampuan motorik kasar siswa sekolah dasar penderita obesitas Isti Dwi Puspita Wati; Woro Kushartanti; Joko Susilo
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 8, No 2 (2011): Oktober
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.17773

Abstract

Background: Childhood is the period of rapid growth and development. Various aspects can affect problems in growth and development such as genetics, natural environment, and social economic status of the family, nutrition status, social and cultural environment. Inappropriate food intake can cause malnutrition in children, both undernourishment and over nourishment (obesity). Obesity is not good for the process of child growth and development because it distorts the process of metabolism and bring risks for cardiovascular diseases.Objective: To identify gross motor ability of obese elementary school students at Yogyakarta Municipality and evaluate motor ability of elementary school students based on degree of obesity.Method: The study was observational with cross sectional design. Subject of the study were 158 obese elementary school students at Yogyakarta Municipality. Subjects were screened and tested using fat caliper and their height and weight were measured. If they belonged to obese their gross motor ability was tested comprising throwing with target, flexibility long jump standing, squatting, push up, balance and speed running. Data were analyzed using Spearman correlation at CI95% (p<0.05).Result: Gross motor ability of children has negative correlation with obesity (r = -0,465), so children with heavy obesity rho have the bad gross motor ability. However there was no relationship between ability of flexibility, standing long jump, balance, and speed running the mobility (sig > 0,05).Conclusion: Child which progressively obesity will have a lower gross motor ability.
Characteristics Differences Of Athlete Blood Pressure Of Sports Pre Nasional Sport Event In West Kalimantan Isti Dwi Puspita Wati; Victor G. Simanjuntak
Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Vol 4 No 1 (2020): Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
Publisher : IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/jp.jok.v4i1.1133

Abstract

Blood pressure is an indicator of a person's health. Athletes should be have normal blood pressure levels. Exercise provides health benefits, one which is the prevention of hypertension. Exercise conditions and levels of physical and psychological stress put pressure on athletes so that is likely to affect blood pressure. High training intensity based on reviews has a positive impact on high blood pressure so that becomes normal. The purpose this study was to describe the characteristics of an athlete's blood pressure in anaerobic sports. The research method used research is survey research. This type of research is descriptive. The population in this study Pre-PON 2019 athletes in West Kalimantan, while the sample used was athletes in the anaerobic sports group. Anaerobic athletes are assumed to be a definite high-intensity exercise. The sampling technique in this study was purposive sampling. The results showed that from 10 anaerobic sports, 46 athletes were included in criteria for normal blood pressure, while 128 other athletes were included in criteria for prehypertension and hypertension. The conclusion of this study is athletes who experience prehypertension and hypertension will have an impact on health and will interfere with the athlete's performance.
Multivariate Regression Analysis Of The Physical Conditions Of Athletic Archeries In Pre Pon West Kalimantan Isti Dwi Puspita Wati; A’yunin Sofro
Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Vol 5 No 1 (2021): Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
Publisher : IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/jp.jok.v5i1.1725

Abstract

For athlete's physical condition is one of the things that must be considered. One of them is the VO2maks capacity. VO2maks capacity is the body's ability to enter as much oxygen as possible into the lungs. The oxygen that managed to enter will then be distributed throughout the body to sufficient. Apart from the O2 carrying capacity, an archery athlete also needs flexibility. Flexibility must be possessed to prevent injury. This study aimed to explore and determine the effect of HB and BMI levels on the VO2maks capacity and flexibility of athletes. This research is descriptive correlational research. The sample is archery athletes as many as 24 athletes. The measurement of VO2maks was carried out using the bleep test and HB with the Hb test, while flexibility was carried out using the sit and reach test and BMI by measuring the athlete's height and weight. Based on the r multivariate multiple regression analysis, it can be concluded that the levels of HB and BMI do not significantly affect the VO2 maks capacity and flexibility of athletes. Significant figures of 0.2583 and 0.2328 indicate this.
LATIHAN KONDISI BERPUASA PENGARUHNYA TERHADAP PERBEDAAN DENYUT NADI SEBELUM DAN SAAT BANGUN TIDUR Y. Touvan Juni Samodra; Isti Dwi Puspita Wati
Jurnal Penjaskesrek Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v8i2.1618

Abstract

Differences in basal heart rate during exercise and not an exercise in fasting condition Exercise during fasting is a strenuous activity to do. Exercise should be measured, and consider hydration levels. The purpose of this study was to determine the difference in pulse rate before and after waking up between exercise days and non-exercise days. The research volunteers amounted to 13 students ranging in age from 19-21 years. This research is experimental. Volunteers were given exercise treatment with a dose of 75% with 12-16 repetitions with ten tools and three sets. Rest between sets 3-4 minutes. Exercise is carried out in the afternoon starting 1 hour 30 minutes before breaking the fast. Data analyzed A non-parametric test. The research showed differences in pulse before and after waking up with a mean value of 69 before and 60 at the time of waking. Non-parametric statistical test explained a difference in the pulse media between the pulse before and after sleep. Abstrak Perbedaan denyut nadi basal saat latihan dan tidak latihan dalam kondisi berpuasa Latihan pada masa Puasa merupakan aktivitas yang berat untuk dilakukan. Latihan harus terukur dan mempertimbangkan level hidrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan denyut nadi sebelum dan setelah bangun tidur antara hari hari latihan dan tidak latihan. Sukarelawan penelitian berjumlah 13 mahasiswa rentang usia 19-21 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Sukarelawan diberi perlakuan latihan dengan dosis 75% dengan 12-16 kali melakukan repetisi dengan 10 alat dan 3 set. Istirahat antar set3-4 menit. Latihan dilakukan di sore hari dimulai 1 jam 30 menit sebelum berbuka puasa. Data dianalisis dengan Uji non parameterik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan denyut nadi sebelum dan bangun tidur dengan nilai mean 69 sebelum dan 60 pada waktu bangun tidur. Hasil Uji statistic non paramterik menjelaskan bahwa terdapat perbedaan media nadi antara denyut nadi sebelum dan setelah tidur. Kata Kunci: Denyut Nadi, Intensitas Latihan, Puasa, Latihan
Somatotype pada Atlet Tarung Derajat Kalimantan Barat Ella Fauziah; Edi Purnomo; Isti Dwi Puspita Wati
Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES) Vol 4 No 01 (2021): Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES)
Publisher : Program Studies of Physical Education, Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpes.v4i01.3819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Somatotype pada atlet Tarung Derajat Kalimantan Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah atlet sebanyak 30 orang memiliki karakteristik sampelnya yaitu: laki-laki dan perempuan, minimal kurata IV, sudah pernah mengikuti kejuaraan disemua event resmi, masih aktif di olahraga Tarung Derajat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Tes dan Pengukuran dengan menggunakan Antropometri. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini meliputi skinfold calliper, timbangan, microtoice staturmeter, pita meter dan caliper geser serta lembar Tes Pengukuran Antropometri. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistic deskriptif dengan perhitungan menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe tubuh atlet Tarung Derajat terdiri dari: tipe tubuh central sebanyak 8 atlet (27%), endomorph sebanyak 3 atlet (10%), endomorph-mesomorph sebanyak 17 atlet (57%), mesomorph-ectomorph sebanyak 1 atlet (3%), dan ectomorph-endomorph sebanyak 1 atlet (3%). Dapat disimpulkan bahwa atlet Tarung Derajat memiliki tipe tubuh yang lebih dominan yaitu endomorph-mesomorph. Dengan kata lain pelatih dapat melakukan pengukuran antropometri untuk mengetahui tipe tubuh atlet agar sesuai dengan bidang spesialisasi yang ditekuni dan dapat membina atlet menuju prestasi
Analisis ketersediaan asupan zat besi terhadap kadar hemoglobin pada atlet bela diri Isti Dwi Puspita Wati; Y. Tauvan Juni Samodra
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2022): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v11i1.17977

Abstract

Olahraga performance membutuhkan penanganan khusus. Tidak hanya program latihan yang terstruktur dan dijalankan dengan baik tetapi juga asupan makanan. Tersedianya asupan yang sesuai dengan kebutuhan setiap atlet yang dibutuhkan Asupan zat besi erat kaitannya dengan kadar hemoglobin. Atlet membutuhkan kadar hemoglobin yang tinggi untuk memiliki pemulihan yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asupan zat besi (Fe) terhadap kadar hemoglobin pada atlet pencak silat. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan 9 sampel atlet pencak silat yang mengikuti TC PON 2021. Variabel penelitian adalah asupan protein dan zat besi yang diukur menggunakan recall 24 jam selama 7 hari, dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan easy touch. Analisis data yaitu univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara asupan zat besi (p = 0,285 dan r = 0,472) terhadap kadar Hb pada atlet pencak silat PON XX di Papua. Dapat disimpulkan bahwa zat besi tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar Hb yaitu dengan peningkatan zat besi maka kadar Hb pada atlet pencak silat tidak akan meningkat.
PERBEDAAN PERCEPATAN RECOVERY BERDASARKAN PERBEDAAN NADI TINGGI DAN RENDAH Y. touvan Juni samodra; Uray Gustian; Isti Dwi Puspita Wati; Eka Supriatna
Jurnal Penjaskesrek Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v9i1.1695

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas capaian recovery orang yang memiliki nadi awal latihan tinggi dibandingkan dengan nadi yang lebih rendah. Rentang nadi rendah dibawah 65 per-menit dan nadi tinggi di atas 65 per menit. Sampel terdiri dari 22 mahasiswa. Dengan masing masing kelompok 11 masuk tinggi dan 11 masuk rendah. Penelitian dilakukan dengan pemberian perlakuan permainan bola basket man to man. Sebelum dan sesuah bermain dilakukan pengukuran denyut nadi. 1 jam setelah istirahal dilakukan pengukurang denyut nadi ulang. Analissi data menggunakan uji beda sampel bebas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa mahasiswa yang sebelum latihan telah memiliki denyut nadi tinggi ternyata setelah selah 1 jam berhenti bermain denyut nadi masih lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang memulai bermain dengan denyut nadi yang lebih rendah. Dengan rerata awal 56 menjadi 57 untuk kelompok rendah dan 83 menjadi 86 pada kelompok denyut nadi tinggi..
Co-Authors A. Totok Priyadi A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Surya Hariadi Andika Triansyah Anggi Putri Pratiwi Apriandi, Dirzal Ardo, Okilanda Asriah Nurdini M. A’yunin Sofro Berrezokhy, Fakihani Christanto Syam Darma Davi Sofyan Dedi Iswandi Dian Miranda Didi Suryadi Didi Suryadi Dwi Riyanti Dyoty Auliya Vilda Ghasya edi purnomo Edward Francisko Eka Supriatna Eka Supriatna Eka Supriatna Eka Supriatna Eko Saputra Ella Fauziah Emelda, Yulia Endang Sri Wahjuni, Endang Sri Fakihani Berrezokhy Fatima Gandasari, Maharani Fifukha Dwi Khory Firmanus Firsta Yosika, Ghana Hafiz Al Fajar Ibnu Wahyudi Imran . Indra Prayoga Jaenudin, muhamad Ade Joko Susilo Joko Susilo Khairulnisa Balqis Kushartanti, Woro Lily Thamrin Lusi Lusi Lusi Maharani Fatima Gandasari Maharani Putri Gandasari Makan Sacko Martinez Edison Putra Martono Martono Mikkey Anggara Suganda Mikkey Anggara Suganda Muhamad Ade Jaenudin Natalia Rosi Heavenlim Nining Widyah Kusnanik Novi Yanti Oviesta Tasha Retyananda Patriantoro . Phangga Reki Paskalis Pinus Pitri Susanti Siregar Procorpio B Dafun Putra Sastaman B Putri Tipa Anasi Quinto, Janna Marie B. Rahmat Putra Perdana Ribarto, Thoribius Rio Pranata Risna Novita Robby Najini Rokhman, Faisal Rubiyatno Rubiyatno Rubiyatno Rubiyatno Rubiyatno Rubiyatno Rubiyatno Rubiyatno Rubiyatno Salacup, Vince Louisse D. Samodra, Touvan Juni septiyo hadi purwono Sesilia Seli Suhardi Suhardi Suhardi Suroto Suroto Syahria Arya Maulana Syarifah Citra Noverindia Syarifuddin . Tjen Veronica Toho Cholik Mutohir Touvan Samodra Uray Gustian Uray Gustian Gustian Uray Gustian, Uray Uray Uray Gustian Victor Gaperius Simanjuntak Woro Kushartanti Y Touvan Juni Samodra Y. Tauvan Juni Samodra Y. Touvan Juni Samodra Y. Touvan Juni Samodra Y. Touvan Juni Samudro yarso, Mukhlis Youssouf Haïdara Yuliani, Sherly Devilla