Articles
PKM : Pendampingan Penyusunan Program Latihan Pelatih Pemula
Uray Gustian;
Edi Purnomo;
Isti Dwi Puspitaswati;
Eka Supriatna;
Y. Touvan Juni Samodra
TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Vol. 3 No. 1, Mei (2020): TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Prestasi atlet dapat dicapai melalui proses pembinaan yang sistematik, terencana, teratur dan berkesinambungan yang tertuang dalam program latihan. Akan tetapi, kamampuan pelatih masih kurang dalam menyusun program latihan. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pendampingan yang dilakukan untuk memberikan bantuan bagi pelatih pemula dalam menyusun program latihan. Kegiatan pendampingan dilakukan terhadap para pelatih pemula di lingkungan KONI Kalimantan Barat yaing teridir atas 56 orang pelatih. Kegiatan pendampingan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu sosialisasi, workshop, dan monitoring serrta evaluasi. Hasil dari kegiatan pendampingan berupa adanya peningkatan kemampuan para pelatih pemula dalam menyusun program latihan dan mengimplementasikan program latihan dalam kondisi latihan sesungguhnya. Hasil ini disebabkan kegiatan dilaksanakan sesuai dengan pelatih mengenai penyusunan program dan cara mengimplementasikan program latihan yang benar secara teoritis. Harapannya dengan adanya peningkatan tersebut makin meningkatkan pencapaian prestasi olahraga di Kalimantan Barat.
STATUS OF BMI AND MACRO NUTRITION CONDITIONS OF PABSI ATHLETES IN WEST KALIMANTAN PROVINCE AT THE XX PON EVENT PAPUA
Isti Dwi Puspita Wati;
Y. Touvan Juni Samodra;
Maharani Fatima Gandasari;
Ghana Firsta Yosika;
Putra Sastaman
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : STKIP Melawi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46368/jpjkr.v9i2.772
Adequate food intake is one of the keys that will support athlete performance apart from regular and continuous training. An imbalance in food intake will result in athletes experiencing "debt" or even "hoarding" in the body. Periodically this imbalance will be seen in the body mass index of the athlete concerned. This research is a survey research with test and measurement techniques. The sample used in this study were weightlifters and weightlifters in West Kalimantan. The instrument used is a test and measurement of weight and height, as well as food recall 7 x 24 hours. For food recall data, data were collected and entered in the nutrisurvey application. Data analysis using descriptive statistics and correlation test. The results obtained from this study are that there are no athletes who have a normal body mass index and no athletes who have a low energy intake status (below 50% adequacy). In addition, the relationship between body mass index and adequacy of energy intake has a low level of correlation (sig. 0.363). The conclusion obtained from this study is that although the athlete's energy intake adequacy rate is still below 50%, the athlete has a high body mass index. The energy intake adequacy rate was not correlated with the athlete's body mass index
Percepatan Recovery setelah Melakukan Olahraga Basket Man To Man 10 Menit Berdasarkan Nadi Awal Tinggi dan Rendah
Samodra, Touvan Juni;
Gustian, Uray;
Wati, Isti Dwi Puspita;
Supriatna, Eka
Journal of Sport Coaching and Physical Education Vol 7 No 1 (2022): The Inspiring Role for Better Sport Coaching
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecepatan pemulihan menjadi bagian yang penting dalam latihan. Denyut nadi awal dapat merupakan indikator tingkat kesiapan dalam melakukan latihan. Diasumsikan jika denyut nadi rendah, maka istirahat yang dilakukan telah terpenuhi. Aktivitas olahraga akan menaikkan denyut nadi, kemampuan untuk kembali atau menurunkan denyut nadi merupakan salah satu indikator tingkat keterlatihan. Penelitian ini memcoba membuktikan perbedaan kecepatan menurunkan denyut nadi dengan istirahat pasif setelah melakukan aktivitas olaharaga. Desain penelitian menggunakan one shost case study. Sampel sebanyak 22 mahasiswa, yang terbagi atas denyut nadi di atas 65 dan di bawah 65 dengan masing-masing kelompok jumlahnya 11. Pengukuran nadi dilakukan selama 30 detik. Data dianalisis dengan ANAVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata terjadi perbedaan kemampuan recovery yang ditunjukkan dengan menurunnya denyut nadi. Kelompok dengan nadi awal di bawah 65 secara rerata dari 4 kali pengukuran setiap 3 menit, di setiap pengukuran reratanya lebih rendah dibandingkan dengan yang memiliki denyut nadi awal di atas 65 pada saat awal sebelum mendapatkan perlakuan. Perbedaan rerata ini ketika dilakukan pengujian uji beda ternyata secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
PROFIL HB DAN VO2 MAX ATLET BALAP SEPEDA PRA PON
Samodra, Touvan Juni;
Wati, Isti Dwi Puspita;
Gustian, Uray;
Supriatna, Eka;
Yosika, Ghana Firsta
Journal of Sport Science and Fitness Vol 8 No 1 (2022): Journal of Sport Science and Fitness
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jssf.v8i1.58447
Abstrak Olahraga daya tahan kemampuan jantung dan paru sangat vital, dan tidak kalah lagi adalah kadar HB sebaga pengikat oksigen untuk proses oksidasi aerobik selama perlombaan. Memiliki VO2max dan Kadar Hb yang tinggi merupakan kunci utama dalam pemilihan atlet yang dapat diasumsikan dapat memperoleh prestasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan VO2max dan kadar HB dalam darah atlet Seleksi Pra PON 2021 Kalimantan Barat. Penelitian ini merupakan penelitian survey. Populasi adalah Atlet balap sepeda di Pontianak yang mengikuti seleksi untuk PON Papua 2021. Seluruh populasi dijadikan sampel dalam penelitian ini dengan jumlah sampel sebanyak 18 atlet 4 putri dan 14 putra. Pengukuran VO2max dilakukan dengan bleep test dan tes HB dengan easy one touch. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji korelasi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil bahwa rerata kadar HB sebesar 14.5 dan Kemampuan VO2max sebesar 43,15. Hasil Korelasi antara VO2max dan Hb ini dikorelasikan ternyata berkorelasi rendah yaitu 0.235. Berdasarkan hasil penelitian ini ternyata kondisi VO2max atlet balap sepeda 44,44% masuk dalam kategori baik dan kadar HB masuk dalam kategori normal. Abstract Cycling is a type of endurance sport. Endurance exercise, the ability of the heart and lungs is very vital, and no less is the level of HB as an oxygen binder for the aerobic oxidation process during the race. Having high VO2max and Hb levels is the main key in selecting athletes who can be assumed to get good performance. This study aims to determine the ability of VO2max and HB levels in the blood of athletes in the 2021 Pre-PON Selection in West Kalimantan. This research is a survey research. The population is cycling athletes in Pontianak who are participating in the selection for PON Papua 2021. The entire population is sampled in this study with a total sample of 18 athletes, 4 female and 14 male athletes. V02max measurement is done by bleep test and HB test with easy one touch. Data were analyzed by descriptive statistics and correlation test. Based on the results of data analysis, it was found that the average HB level was 14.5 and the VO2max ability was 43.15. The result of the correlation between VO2max and Hb is that the correlation turns out to be low at 0.235. Based on the results of this study, it turns out that the VO2max condition of cycling athletes is 44.44% in the good category and HB levels are in the normal category.
Hasil Latihan Sirkuit dengan Intensitas Moderat Menggunakan 10 Alat
Y. Touvan Juni Samodra;
Isti Dwi Puspita Wati;
Maharani Putri Gandasari;
Putra Sastaman B;
Ghana Firsta Yosika
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 3 No. 3 (2022): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46838/spr.v3i3.227
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh laihan kebugaran dengan menggunakan latihan sirkuit. Pembuktian dilakukan dengan menggunakan dosis latihan medium 75% pengaruhnya terhadap berat badan diantara pilihan motode dan intensitas. Metode penelitian dengan eksperimen pre test post test dengan 12 kali latihan 10 station. Adapun peralatan yang digunakan adalah calf raise, leg ectention, sit up, standing rowing, butterfly, tricep extention, pull down, sit up, bend press, back up. Pengukuran dilakuka dengan timbangan dengan satuan kg. Data dianalisis dengan deskriptif dan uji beda nonparametrik. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara pre test dan post test. Sehingga dapat disimpulkan bahwa latihan dengan intensitas moderat jika hanya dilakukan dengan 10 alat dan 12 kali pertemuan belum mampu untuk menurunkan berat badan secara signifikan.
Running 30 meters for boys and girls in first and second grades of elementary school
Y. Touvan Juni Samudro;
Isti Dwi Puspita Wati;
Maharani Fatima Gandasari;
Ghana Firsta Yosika;
Putra Sastaman B;
Davi Sofyan
JOURNAL RESPECS (Research Physical Education and Sports) Vol. 5 No. 1 (2023): Journal RESPECS (Research Physical Education and Sports)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (566.824 KB)
|
DOI: 10.31949/respecs.v5i1.4446
The background of this research is the importance of the running ability of elementary school students. This study aims to determine differences in the ability to run 30 meters of elementary school students. The research was conducted by survey with a sample of elementary school students at Public Elementary School 27 Sungai Kakap Pontinak grades 1 and 2. The total sample size was 33 students, 16 boys, and 17 girls, with an age range of 6-8 years. The test is done by running 30 meters measured in seconds—data analysis using descriptive statistics and different tests. The study results showed a difference between the age groups between boys and girls for up to 1 second in covering a distance of 30 meters. It was concluded that running between boys and girls is better for boys. Based on the results of this study, it is hoped that the physical education program will provide more equal opportunities for both students to participate so that there are no gaps. As well as learning programs arranged in a pleasant atmosphere
Basic Level Futsal Referee Training at AFK Pontianak, West Kalimantan
Putra Sastaman B;
Y. Touvan Juni Samodra;
Maharani Fatima Gandasari;
Ghana Firsta Yosika;
Isti dwi puspita wati;
Eka Supriatna;
Uray Gustian;
Rubiyatno;
Rahmat Putra Perdana;
Robby Najini
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36526/gandrung.v4i1.2411
The need for futsal referees in Pontianak is exceptionally high. Futsal activities as a competitive sport require reliable referees, while the number of licensed referees is still limited. Some referees can carry out referee upgrading but find it difficult to carry out activities on their own. This service activity takes the opportunity that the sports coaching education program has a lot of human resources and good cooperative bureaucratic abilities. The collaboration between the study program, the Pontianak futsal association, and the province gave birth to district-level futsal referee upgrading activities. Activities such as event management are carried out by academics consisting of lecturers and students. Activity filters are Referees with licenses as trainers sent by the Provincial futsal association and users. In this case, the Pontianak city futsal association is ready to accommodate and use the results of the activities has been implemented. The result turned out that all the 30 participants who followed were declared passed.
Dampak Aktivitas Fisik (Jogging) terhadap Denyut Nadi Latihan
Syahria Arya Maulana;
Y. Touvan Juni Samodra;
Ghana Firsta Yosika;
Maharani Fatima Gandasari;
Isti Dwi Puspita Wati
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 9 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.828 KB)
|
DOI: 10.5281/zenodo.7497760
Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui dampak aktivitas fisik (Jogging) terhadap denyut nadi pada kegiatan pemanasan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Desain One Group Pretest-Postest Design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga semester satu berjumlah 22 orang. Penelitian ini melakukan pengukuran denyut nadi 10 detik x 6 sebelum dan setelah melakukan Jogging. Teknik analisis data menggunakan deskriptif dan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan denyut nadi sebelum melakukan Jogging sebesar 94 kali/menit, setelah melakukan Jogging sebesar 164 kali/menit, dengan demikian adanya dampak aktivitas fisik yakni Jogging cukup efektif digunakan untuk pemanasan sehingga dapat meningkatkan denyut nadi sebagai persiapan masuk kedalam zona latihan.
Pengaruh Stretching PNF terhadap Fleksibilitas
Ade Surya Hariadi;
Y. Touvan Juni Samodra;
Ghana Firsta Yosika;
Isti Dwi Puspita Wati;
Maharani Fatima Gandasari
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 9 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.108 KB)
|
DOI: 10.5281/zenodo.7578283
Penelitian ini bertujuan untuk megetahui peregangan PNF terhadap tingkat flesibilitas. Tempat dilaksanakannya penelitian ini di SMAN 8 Pontianak. Metode penelitian yang di gunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan One Group Pretest-Postest Design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Mahasiswa PKO Universitas Tanjungpura semester 1 sebanyak 8 orang. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur sit and reach sebelum dan setelah jogging 2000 m, kemudian diberikan treatment peregangan PNF, setelah diberikan treatment maka dilakukan pengukuran sit and reach kembali. Teknik analisis data mengunakan deskriptif dan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah melakukan peregangan PNF, rerata orang coba sebelum melakukan peregangan PNF sebesar 11,98 cm dan rerata setelah sebesar 14,70 cm. Sehinga dapat disimpulkan peregangan PNF dapat meningkatkan fleksibilitas.
Deskripsi persentase lemak tubuh dan kolesterol atlet beladiri putra
Touvan Juni Samodra;
Isti Dwi Puspita Wati;
Maharani Fatima Gandasari;
Ghana Firsta Yosika;
Putra Putra Sastaman B;
Davi Davi Sofyan
Jurnal Patriot Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Patriot
Publisher : Jurusan Kepelatihan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/patriot.v5i1.922
Masalah: Olahraga memiliki fungsi untuk menjaga kebugaran, dua diantaranya sebagai indikator adalah status persentase lemak dan kolesterol. Persentase lamak merujuk pada komposisi tubuh. Efek lebih jauh dari persentase lemak diduga akan terjadi peningkatan kolesterol. Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang dipergunakan untuk menjada level Kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil kadar persentase lamak dan kolesterol terutama pada orang yang aktif berolahraga (atlet) putra. Ada asumsi bahwa semakin besar persentase lemak akan semakin tinggi pula kadar kolesterol. Metode: Metode penelitian dengan menggunakan survey terhadap atlet beladiri terbaik di Kalimantan barat peserta seleksi PRAPON Papua. Dengan jumlah sampel 69 atlet dari enam cabang olahraga beladiri. Pengukuran lemak dengan mengugkanan alat ukur Omron Karada Scan HBF-375. Sedangkan kolesterol dengan melakukan tes dengan One touch. Data dianalisis dengan deskriptif, uji beda dan korelasi Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase lemak putra dalam level normal, kolesterol normal. Angka korelasi antar lemak dan kolesterol adalah 0.715 dengan sigifikansi 0.45. Kesimpulan: dapat disimpulkan terdapat hubungan antara persentase lemak dengan kadar kolesterol.