p-Index From 2021 - 2026
7.198
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Majalah Kedokteran Bandung MEDISAINS Monex: Journal of Accounting Research IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal SOLMA Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Manuju : Malahayati Nursing Journal Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal Ners Journal of Environmental Science and Sustainable Development Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Science Midwifery Budimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Rabbani: Jurnal Pendidikan Agama Islam JOSING: Journal of Nursing and Health KESANS : International Journal of Health and Science Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Undergraduate Conference Proceeding Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat The Journal of Palembang Nursing Studies Healthy Journal Journal of Innovation Research and Knowledge Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Media Riset Akuntansi Auditing & Informasi Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Al-Hukkam : Journal of Islamic Family Law VIDHEAS: Jurnal Nasional Abdimas Multidisiplin Jurnal Pustaka Keperawatan Pena Nursing Assoeltan: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Malahayati International Journal of Nursing and Health Science
Claim Missing Document
Check
Articles

The Different Levels of Understanding among Indonesians on Home Care Services for Stroke Patients Chayati, Nur; Guru, Yustina Yantiana
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S2 (2022): Suplement 2
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.515 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS2.1426

Abstract

Treating patients after a stroke requires long-term home care, but it is not accessible by all Indonesians. Therefore, this study examined stroke patients' understanding of home care and its factors. A comparative design with a survey approach was employed, and the respondents were from Western (n=193) and Eastern Indonesia (n=193). The data were analyzed using the Pearson Chi-square test with a significant level of 5% and three categories of knowledge level. Indonesians have a good understanding 67.3% on home care. Furthermore, Western Indonesians were more well-informed compared to Eastern Indonesians. However, a significant relationship between the level of understanding in these two regions was associated with education, gender, and exposure to information about home care (p less than 0.05). This inequality influenced their knowledge about home care services (p=0.000) since the information is not well-distributed. These findings imply that the distribution of information about home care is not evenly shared throughout Indonesia. This is against the contention that home care is a significant health service to reach remote communities. It is suggested that the available media can be used to socialize home care services to the Eastern Indonesian region. Abstrak: Pengobatan pasien pasca stroke memerlukan waktu perawatan di rumah yang cukup lama, namun tidak semua penduduk Indonesia mampu melakukannya. Untuk itulah, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman pasien stroke terhadap konsep home care dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian merupakan studi komparatif dengan pendekatan survey, dengan responden dari penduduk Indonesia Barat (n=193 responden) dan Indonesia Timur (n=193 responden). Data dianalisis dengan Pearson Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5% dan dikelompokkan dalam tiga kategori tingkat pengetahuan. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 67,3% penduduk Indonesia pemahamannya terhadap home care adalah baik. Lebih jauh lagi, penduduk Indonesia Barat terbukti lebih paham tentang home care dibanding Indonesia Timur. Pengetahuan tentang home care berkorelasi secara signifikan dengan tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan paparan informasi tentang home care (p kurang dari 0,05). Perbedaan tingkat pengetahuan antara dua wilayah Indonesia ini (p=0,000) terjadi karena informasi tidak tersampaikan dengan baik. Penelitian ini berimplikasi bahwa distribusi informasi tentang home care belum diberikan kepada seluruh warga Indonesia. Hal ini sangat berdampak signifikan mengingat home care adalah jenis pelayanan kesehatan yang mampu menjangkau wilayah terpencil. Disarankan bahwa keberadaan media dapat digunakan untuk mensosialisasikan tentang layanan home care bagi wilayah Indonesia Timur.
The Validity and Reliability of Pain Instruments In Patients With Decreased Level Of Consciousness: A Literature Review Asriyanto, Luthfi Fauzy; Chayati, Nur
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S2 (2022): Suplement 2
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.938 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS2.1412

Abstract

Pain is an unpleasant experience that produces a detrimental effect on patients. The quality of pain management is influenced by an accurate pain assessment. However, a pain assessment in patients with a decreased level of consciousness is still a big challenge for nurses. Currently, there is no standard instrument for assessing pain in this population. This study aims to determine a valid and reliable pain instrument for pain assessment in patients with a decreased consciousness level. Our study was a literature review guided by Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis. The Systematic search was conducted in PubMed, Science Direct, Scopus, SAGE, Taylor Francis, dan ProQuest using the keywords of “Pain Assessment” and “Loss of Consciousness”. The inclusion criteria were observational or experimental design articles, adult patients, and studies of patients with a decreased level of consciousnessbut not in a coma. The bibliography search yielded 861 articles. Through the selection process, seven articles were found to meet the eligibility. The results of the study show that pain instrument based on behavioral observations has better validity than the physiological indicator. All studies using pain instruments recommend the Critical-Care Pain Observational Tool as a valid and reliable instrument for pain assessment in patients with verbal communication disabilities. Facial expression is the most relevant indicator in assessing pain intensity changes. The results of this study increase the opportunity for nurses to build scientific evidence to improve the quality of pain management. Abstrak: Nyeri merupakan sebuah pengalaman tidak menyenangkan yang mengakibatkan efek buruk pada pasien. Kualitas penatalaksanaan nyeri dipengaruhi oleh penilaian nyeri yang akurat. Penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan tingkat kesadaran masih menjadi tantangan besar bagi perawat. Saat ini belum terdapat instrumen standar yang digunakan dalam penilaian nyeri pada populasi pasien dengan penurunan tingkat kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan validitas dan reliabilitas instrumen nyeri pada pasien dengan penurunan tingkat kesadaran. Penelitian ini merupakan literature review yang mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis. Penelusuran sistematis dilakukan melalui database jurnal PubMed, Science Direct, Scopus, SAGE, Taylor Francis, dan ProQuest menggunakan kata kunci “Pain Assessment” and “Loss of Consciousness”. Kriteria inklusi penelitian meliputi artikel dengan metode observasi atau eksperimen, melibatkan pasien dewasa, dan penelitian dilakukan terhadap pasien dengan penurunan tingkat kesadaran, namun bukan dalam keadaan koma. Penelusuran pustaka menghasilkan 861 artikel. Melalui proses seleksi, didapatkan tujuh artikel yang memenuhi kriteria kelayakan review. Hasil review artikel menunjukkan bahwa instrumen nyeri berbasis observasi perilaku memiliki validitas lebih baik dibanding indikator fisiologis. Semua artikel penelitian yang menggunakan instrumen nyeri merekomendasikan Critical-Care Pain Observation Tool (CPOT) sebagai instrumen yang valid dan reliabel dalam penilaian nyeri terhadap pasien dengan ketidakmampuan komunikasi verbal. Ekspresi wajah merupakan indikator paling relevan dalam menilai perubahan intensitas nyeri. Hasil review ini meningkatkan peluang perawat dalam membangun bukti ilmiah guna meningkatkan kualitas penatalaksanaan nyeri.
Family Experience in Caring for Patients with Chronic Renal Failure: Literature Review Indra Prasetyantoro; Nur Chayati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2042

Abstract

Background:Chronic kidney failure is a chronic disease that requires special attention and is one of the highest causes of death in the world. Patients with chronic renal failure are unable to cope with and meet their own physical, psychological and financial needs, thus becoming a burden on the family/caregiver. Objective: The study examines through a literature review of family experiences in caring for family members suffering from chronic renal failure. Method: Literature Search using PubMed, EBSCO, Scopus, and ProQuest search engine databases in November 2022 using the keywords experience, family caregiver, and chronic renal failure. Researchers took 2012-2022 articles by looking at titles, abstracts, and full text to assess the journal's feasibility. Result:A total of 5 articles and 249 respondents out of 2289 articles were found and used. Researchers discover and conclude the importance of the role of the family in helping physical needs, providing emotional and psychological support, supporting economic needs, advocacy and navigation. Conclusion:Family stress/burdens include physical exhaustion, fatigue and emotional baggage, tension and anxiety. Families also experience impaired roles of taking responsibility as well as roles of care in children and family members.Abstrak: Latar Belakang: Penyakit gagal ginjal kronis merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perhatian khusus dan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Pasien dengan gagal ginjal kronis tidak dapat mengatasi dan memenuhi kebutuhan fisik, psikologis dan finansialnya sendiri, sehingga menjadi beban keluarga/caregiver. Tujuan: Penelitian mengkaji melalui telaah literatur tentang pengalaman keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita gagal ginjal kronis. Metode: Penelusuran Literatur menggunakan database search enginer PubMed, EBSCO, Scopus, dan ProQuest pada November 2022 menggunakan kata kunci experience, family caregiver, dan chronic renal failure. Peneliti mengambil artikel tahun 2012-2022 dengan melihat judul, abstraks, dan teks lengkap untuk menilai kelayakan jurnal. Sebanyak 5 artikel dan 249 responden dari 2289 artikel ditemukan dan digunakan. Hasil: Peneliti menemukan dan menyimpulkan pentingnya peran keluarga dalam membantu kebutuhan fisik, pemberi dukungan emosional dan psikologi, pendukung kebutuhan ekonomi, advokasi dan navigasi. Kesimpulan:Tekanan/beban keluarga meliputi kelelahan fisik, kelelahan dan beban emosional, ketegangan dan kecemasan. Keluarga juga mengalami gangguan peran pengambilan tanggung jawab serta peran perawatan pada anak dan anggota keluarga.
Pengaruh Pendidikan Rehabilitasi Pasien Jantung Terhadap Tingkat Pengetahuan Peserta Webinar RS PKU Muhammadiyah Kaslinda Nur Umifa; Fitri Anita; Anggi Aryadi; Muhammad Taupikurrahman; Eko Wardoyo; Nur Chayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 5 (2023): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i5.164

Abstract

Rehabilitasi jantung adalah suatu program kepada pasien yang menderita penyakit kardiovaskuler untuk meningkatkan aktivitas, kualitas hidup dan menurunnya tingkat masuk Rumah Sakit. Tujuan pengabdian ini ntuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan terkait rehabilitasi jantung. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui  zoominar kepada tenaga kesehatan RS PKU Muhammadiyah Gamping dan  RS PKU Muhammadiyah Temangguang dimana pengetahuan peserta dievaluasi dengan menggunakan instrumen  kuesioner pre dan posttest. Hasil analisis akhir pre post tes didapatkan nilai p= (0,010) yang berarti tidak ada hubungan antara pemberian edukasi dengan tingkat pengetahuan tenaga kesehatan. Namun terdapat hubungan yang signifikan pada pertanyaan nomer satu dari angka benar 5 menjadi 18. Pentingnya memberikan edukasi terkait permasalahan yang didapatkan oleh tenaga kesehatan dalam memberikan intervensi secara kompehensif kepada pasien agar dapat meningkatkan kualitas hidup pasien, selain itu di era modern ini banyak sekali inovasi-inovasi baru yang dapat memudahkan tenaga kesehatan seperti perawat dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan intervensi secara efektif dan efisien
Pemberdayaan ‘Aisyiah Dalam Penanggulangan Bencana Melalui Peningkatan Kapasitas Dalam Pemberian Pertolongan Pertama Pada Penyintas Bencana Nur Chayati; Al Afik; Azizah Khoiriyati; Fitri Arofiati; Aoladul Muqarrobin
VIDHEAS: Jurnal Abdimas Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : VINICHO MEDIA PUBLISINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat situasi bencana kemungkinan akan ada korban bencana. Petugas kesehatan juga akan mengalami keterbatasan saat kondisi bencana. Masyarakat memiliki peran penting dalam bekerjasama memberikan pertolongan pertama pada korban bencana sehingga perlu untuk meningkatkan kapasitas kemampuan masyarakat dalam pemberian pertolongan pertama pada korban bencana. Pembentukan kader ‘Aisyiah dalam rangka upaya peningkatan kapasitas dalam pemberian pertolongan pertama pada korban bencana dilakukan melalui tiga program kegiatan yang meliputi pelatihan pertolongan pertama pada korban bencana serta pembentukan relawan ‘Aisyiah tanggap bencana. Hasil kegiatan menunjukkan ada peningkatan skor pengetahuan dari nilai pre dan post test. Para peserta sangat antusias dan memiliki respons yang baik selama proses pelatihan pemberian pertolongan pertama pada penyintas bencana. Selain itu, telah terbentuk tim relawan Aisyiah dalam pemberian pertolongan pada bencana.
Dukungan Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Nur Chayati; Melinda Aria Ningsih
PENA NURSING Vol 2, No 1 (2023): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pn.v2i1.3616

Abstract

Patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis experience decreased kidney function to remove metabolic waste products in order to maintain fluid and electrolyte balance in the body. Various problems faced by patients are risk of reducing their quality of life. Support from family becomes one of the patient's sources of strength to survive. This study aims to determine the relationship between family support and quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta. This study used a correlational research design with a cross sectional approach. Respondents amounted to 125 patients who were taken by total sampling technique. The results showed that the p-value = 0.000 or p <0.05 with a correlation coefficient (r) = 0.724, so it can be said that there is a very strong relationship between family support and the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta. From the results of the study, it can be concluded that family support is very strongly correlated with the quality of life of hemodialysis patients. The relationship of other variables such as age, gender, education, occupation, income, duration of hemodialysis, and frequency of hemodialysis on the quality of life of patients with chronic kidney failure requires analysis for further studies.
Pengaruh Konsumsi Buah Naga Merah Segar Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Penderita Prediabetes: Case Report Hesti Fathan Nurfais Fauziah; Nur Chayati
Healthy Journal Vol. 12 No. 2 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i2.1143

Abstract

Kondisi prediabetes adalah kondisi yang sangat perlu untuk diperhatikan karena berkaitan dengan faktor risiko tinggi akan berkembang menjadi diabetes melitus (DM) dikemudian hari. Buah naga merah segar dapat menjadi pilihan alternatif terbaik untuk menurunkan kadar glukosa darah karena memiliki kandungan betacyanin. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penurunan kadar glukosa darah pada pasien prediabetes setelah mengonsumsi buah naga merah segar. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada penderita prediabetes. Pengukuran kadar glukosa darah sewaktu (GDS) menggunakan alat glukometer dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Pemberian intervensi dilakukan selama 5 hari dengan pemberian 1 buah naga merah segar per hari dengan berat 400 - 450 gr yang dipotong menjadi 2 bagian, dikonsumsi 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Hasil studi kasus menunjukkan setelah megonsumsi buah naga merah segar selama 5 hari, glukosa darah sewaktu (GDS) penderita menurun dari 179 mg/dL menjadi 152 mg/dL (terjadi penurunan sebesar 27 mg/dL). Konsumsi buah naga merah segar dianjurkan tanpa campuran seperti gula dan susu, dan akan lebih baik jika tidak hanya dikonsumsi dalam waktu yang singkat, sehingga akan lebih membawa manfaat jika dikonsumsi secara terus menerus.
Peningkatkan Literasi Keuangan dan Transparansi Yayasan melalui Sistem Informasi Terintegrasi KURNIAWATI, ESTETIKA MUTIARANISA; Sangka, Khresna Bayu; Chayati, Nur; Rizki , Saktiana
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v8i2.10964

Abstract

A foundation is a non-profit organization operating in the fields of religion and education, with its primary funding coming from public donations in the form of alms and charity. Although it is not intended to generate profit, a foundation must still address financial aspects and prepare financial reports in accordance with applicable standards to ensure accountability to the public. Good financial management involves budgeting, cash flow management, expense oversight, transparent financial reporting, and financial report analysis. The main issue faced by Yayasan Cipta Solo Berbagi is ineffective financial management, with financial reports being simple ledgers and not compliant with ISAK 35 standards. The Pustapako community service team collaborated with Yayasan Cipta Solo Berbagi to address this issue through a series of activities, including focus group discussions (FGDs), training, and the implementation of a web-based accounting information system. The results indicate that by applying appropriate accounting standards and using a suitable accounting information system, the foundation can produce more transparent, accurate, and comprehensible financial reports. The foundation's management now has improved capabilities in financial management, enhancing donor and public trust. This program also opens opportunities for similar programs in the future with more in-depth material and long-term support programs for foundations. Keywords: Non-profit foundation, financial management, financial reporting, ISAK 35, accountability, accounting information system, training, community service
Effectiveness of a Brain Protector Combining Murattal Al-Qur'an on Hemodynamics in Patients with Intracerebral Hemorrhage: Case Report Alfiani, Mahsuna; Chayati, Nur; Purnomo, Sidiq
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 3 No 8 (2024): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v3i8.286

Abstract

Introduction: Intracerebral hemorrhage (ICH) is a significant global health concern associated with high mortality rates and severe neurological deficits. This study examines the effectiveness of combining citicoline, a neuroprotective agent, with Murattal Al-Qur'an therapy, a non-pharmacological intervention, in managing hemodynamics. Method: A single-case descriptive study was conducted on a 60-year-old male patient diagnosed with hemorrhagic stroke. Results and discussion: Intervention resulted shows that combining citicoline with Murattal Al-Qur'an therapy improved hemodynamic parameters and consciousness levels by protect and stabilizing brain function with citicoline and inducing relaxation and endorphin release with Murattal Al-Qur'an therapy. Conclusion: Integrating citicoline with Murattal Al-Qur'an therapy offers a promising approach to managing hemodynamics and improving outcomes for patients with intracerebral hemorrhage (ICH), particularly in enhancing Glasgow Coma Scale (GCS) scores.
Pendidikan Kesehatan Berbasis Audio Visual untuk Meningkatkan Pemahaman Keluarga tentang Pencegahan Luka Tekan Chayati, Nur; Juandi, Gema Akbar Purnama
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol9.Iss3.1448

Abstract

Introduction: Bed rest patients have a high risk of damage to the integrity of the skin caused by pressure and immobilization (bed rest), known as decubitus ulcers or pressure sores. The occurrence of pressure sores is heavily influenced by the level of education and knowledge of patients and families, research objectives: to analyze the effect of providing audio-visual-based health education in increasing family knowledge about pressure sore prevention, method: quasi-experimental research design with pre-test and post-test designs. The population was families who had patients with a high risk of developing pressure sores at PKU Gamping Hospital. The process of taking samples with a quota sampling technique was 15 people for the control group and 15 people for the intervention group. The instruments used were questionnaires and educational media in the form of audio-visual media. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Test and Mann-Whitney Test, results: family knowledge in the intervention group after being given health education experienced a significant change with p-value = 0.001 (p <0.05), whereas in the control group, it did not have a change with p-value = 0.314 (p>0.05). Audio-visual-based health education influences the level of family knowledge about pressure sore prevention, p-value 0.000 (p <0.05), conclusion: Audio-visual-based health education has a good impact on increasing family knowledge about pressure sore prevention.  
Co-Authors Adellia, Riska Agriyanto, Destian Haryu Agung Rejecky Aini, Annisa Qurrota AKICHIKA MIKAMI Al Afik Alfauzi Adhe Destyanto Alfiani, Mahsuna Ambar Relawati Amin Pujiati Anggi Aryadi Anggraini, Maulida Aoladul Muqarrobin Aqila Fadiya Hayati Rusydi Ardi Pramono Asriyanto, Luthfi Fauzy Auladia Muftikha Azizah, Fajriyati Nur Azizah, Salma Betsyeba, Betsyeba Christantie Effendy Dicky Anugrah, Muhammad Edy Suryanto Eko Wardoyo Elfi Etikasari Elmi Safira Maswaya Ema Waliyanti Endiramurti, Saktiana Rizki Erfin Firmawati Etikasari, Elfi Fitri Anita Fitri Arofiati Fitri Suciana Gema Akbar Purnama Juandi Guru, Yustina Yantiana Habid Al Hasbi Hanung Triatmoko Haris, Fahni Hesti Fathan Nurfais Fauziah Hesti Fathan Nurfais Fauziah Indra Prasetyantoro Indriastuti, Nur Azizah Ismail Setyopranoto Ismiyati Ismiyati Ismiyati, Ismiyati Joko Supriyanto Juandi, Gema Akbar Purnama Juliati, Juliati Karunia, Asaprima Putra Kaslinda Nur Umifa Khoiriyati, Azizah Khresna Bayu Sangka, Khresna Bayu Kinasih, Astrid Puspa Kiswanto, Logi Kurniawati, Estetika Mutiaranisa Kusman Ibrahim Kusuma, Rahmah Yanita Kusumawaty, Jajuk Lia Nurul Latifah Logi Kiswanto M. Fariez Kurniawan Makiyah, Sri Nabawiyah Nurul Maria komariah Maswaya, Elmi Safira Meka Sabilla Salim Melinda Aria Ningsih Muhammad Haidar Muhammad Taupikurrahman Munarji, Rahmi Pratiwi Muqarrobin, Aoladul Nur Hidayati Nur Indahsari, Lily Nurfikasari, Dita Nurrahmawati, An Nurul Aisyah Pangestika, Nindya Dwi Pramudyaningrum, Ratih Purnomo, Sidiq Puspandari, Rindhawara Annisa Puspitowarno Putranti, Dwi Puji Rachmadi, Moch. Faizal Rahayu Puji Haryanti Ratih Pramudyaningrum Ratih Wulandari, Trisninik Riska Adellia Rizki , Saktiana Rizki Endiramurti, Saktiana Roisyah, Firda Azalea Fitriani Sagiran Sagiran Septari, Zhavira Nadya Setiadi, Fahmi Setyopranoto Setyopranoto Shanti Wardaningsih Sinta Yudistia Nurachman Sri Suranta, Sri Syahputri, Syakhira Istighfarin Thandar Soe Sumaiyah Jamaludin Titih Huriah Titih Huriah Trisninik Ratih Wulandari, Trisninik Ratih Tusyanah Tusyanah Tyawarman, Ady Utami, Vidya Tyagita Wahyu Widarjo, Wahyu Waliyanti, Ema Wijang Sakitri Yuliani Setyaning Rizki Yuni Astuti