Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERBEDAAN PERSENTASE PENAMBAHAN MINYAK JAGUNG DALAM EMULSI KUNING TELUR TERHADAP PERTUMBUHAN LARVA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus Burchell) Muhammad Bahrus Syakirin
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2008): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6271.126 KB) | DOI: 10.31941/penaakuatika.v1i1.232

Abstract

Larva ikan lele yang dihasilkan dari kegiatan pembenihan memerlukan pakan yang sesuai dengan fase hidupnya. Larva ini memerlukan pakan dariluar tubuh ketika cadangan kuning telur pada tubuhnya habis. Oleh karena itu, pemberian pakan dari luar mutlak diperlukan untuk kelangsungan. Salah satu alternative pakan yang bisa diberikan adalah emulsi kuning telur sebab kuning telur mengandung nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan larva ikan lele. Menurut Khairuman dan Amri (2002), pakan berbentuk cairan atau emulsi baik juga diberikan kepada ikan dalam fase larva. Pakan yang berbentuk emulsi contohnya emulsi yang terbuat dari kuning telur ayam. Sedangkan emulsi kuning telur yang diperkaya dengan minyak jagung selain dapat menimbulkan bau yang enak pada pakan juga akan meningkatkan kualitas pakan yang dapat mendukung pertumbuhan ikan yang optimal (Djajasewaka, 1990). Penggunaan minyak jagung sebagai bahan pengkaya emulsi kuning telur digunakan sebab minyak jagung mengandung asam lijoleat sebesar 56.3% (Sy\tiv\ckney, 1990) serta mempunyai titik cair rendah yaitu 17.0 – 20.0oC (Djajasewaka, 1990). Minyak jagung mengandung asam-asam lemak essensial (asam lemak oleat, asam lemak linoleat dan asam lemak linolenat) yang dapat meningkatkan pertumbuhan ikan melalui pembentukan hormone pertumbuhan. Oleh karena itu, penambahan minyak jagung menjadi suatu yang bisa dipertimbangkan dalam pemberian pakan larva ikan lele dumbo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak jagung dengan persentase berbeda pada emulsi kuning telur terhadap pertumbuhan larva ikan lele dumbo serta untuk mengetahui respon pertumbuhan ikan lele dumbo terhadap persentase penambahan minyak jagung dalam emulsi kuning telur. Kata Kunci : Minyak, jagung, kuning telur, lele dumbo
PEMANFAATAN IKAN RUCAH DAN FERMENTASI KOTORAN AYAM DALAM PAKAN LELE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUS HIDUPAN LELE SANGKURIANG (Clarias sp.) Pinandoyo Pinandoyo; Muhammad Bahrus Syakirin; Tri Yusufi Mardiana
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 20, No 1 (2021): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v20i1.1325

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah mengkaji penggunaan tepung fermentasi kotoran  ayam dengan tepung ikan rucah yang menghasilkan pertumbuhan dan kelulushidupan benih lele sangkuriang terbaik. Materi dan metode penelitian, Ikan uji yang digunakan adalah benih lele sangkuriang (Clarias sp.) ukuran 6 –7 cm dan bobot tubuh 3,5 ± 0,11 g.Padat penebaran yang digunakan dalam setiap wadah adalah 200 ekor/m3 dengan padat penebaran untuk masing-masing wadah 50 ekor/wadah.Pakanuji yang diberikan selama penelitian adalah pakan berbentuk pelet kering menggunakan sumber protein dari ikan rucah dan fermentasi kotoran ayam dengan persentase perbandingan berbeda yaitu A (70:30); B (60:40); C (50;50) dan D (40:60).   Pemberian pakan uji 3% dari bobotbiomassa ikan serta diberikan 3 kali sehari pada pukul 07.00, 12.00, dan 17.00. Wadah uji yang digunakan terbuat dari terpal sebanyak 12 buah yang berbentuk persegi (0,5 x 0,5 x 0,5m3). Data yang diteliti meliputi pertumbuhan biomassamutlak (G),laju pertumbuhan spesifik (SGR),kelulushidupan (SR), konversi pakan (FCR), dan protein efisiensi rasio (PER). Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terjadi perbedaan yang terlalu jauh antara laju pertumbuhan mutlak,  laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelulushidupan, FCR, rasio efisiensi dan pemanfaatan protein pada setiap perlakuan. Tetapi pakan perlakuan A (70:30) memiliki hasil riset yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya, yakni dengan tingkat pertumbuhan terbaik (pertumbuhan biomassa mutlak sebesar 163,167 g dan laju pertumbuhan spesifik sebesar 1,626) dengan kelulusan hidupan 83,33%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pakan A (70% tepung ikan rucah dan 30% tepung fermentasi kotoran ayam) dapat memberikan tingkat pertumbuhan dan kelulushidupan ikan terbaik dibandingkan perlakuan lainnya.Kata Kunci :Ikan rucah, kotoran ayam, Lele sangkuriang, Clarias sp., PakanABSTRACTThe purpose of this study was to examine the use of fermented chicken manure flour with trash fish meal which produced the best growth and survival of sangkuriang catfish seeds. Research materials and methods. The test fish used were sangkuriang catfish (Clarias sp.) Seeds with a size of 6–7 cm and a body weight of 3.5 ± 0.11 g. The stocking density used in each container is 200 birds / m3 with the stocking density for each container 50 birds / container. The test feed given during the study was dry pellet form using protein sources from trash fish and chicken manure fermentation with different percentage ratios, namely A (70:30); B (60:40); C (50; 50) and D (40:60). The test feed was given 3% of the weight of fish biomass and was given 3 times a day at 07.00, 12.00, and 17.00. The test container used was made of 12 square tarpaulin pieces (0.5 x 0.5 x 0.5 m3). The data studied included absolute biomass growth (G), specific growth rate (SGR), survival rate (SR), feed conversion (FCR), and protein efficiency ratio (PER). The results showed that there was no significant difference between absolute growth rate, specific growth rate, survival rate, FCR, efficiency ratio and protein utilization in each treatment. However, treatment A (70:30) had better research results than other treatments, namely with the best growth rate (absolute biomass growth of 163.167 g and specific growth rate of 1.626) with a survival rate of 83.33%. Thus, it can be concluded that feed A (70% trash fish meal and 30% chicken manure fermented flour) can provide the best fish growth and survival rates compared to other treatments.Keywords :Trash feed, chick manure, sangkuriang catfish, Clarias sp., Feed
Peningkatan Pertumbuhan dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) dengan Penggunaan Ekstrak Terong Asam (Solanum ferox L.) Muhammad Bahrus Syakirin; Tri Yusufi Mardiana; Rian Efendi
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 21, No 1 (2022): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v21i1.1775

Abstract

Ikan nila salin (O. Niloticus) merupakan komoditas perikanan yang saat ini banyak dibudidayakan masyarakat di Indonesia. Upaya untuk meningkatkan produksi ikan nila salin adalah penggunaan prebiotik ekstrak terong asam dalam pakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penggunaan ekstrak terong asam dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan, dan efisiensi pemanfaatan pakan ikan nila salin serta untuk mengetahui dosis ekstrak terong asam dalam pakan yang memberikan pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan terbaik. Metode yang digunakan adalah metoda eksperimen laboratorium berdasarkan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Sebagai perlakuan adalah dosis penggunaan ekstrak terong asam dalam pakan buatan, yaitu B (10 ml/kg pakan), C (20 ml/kg pakan), D (30 ml/kg pakan) dan E (40 ml/kg pakan), dan A (0 ml/kg pakan), sebagai kontrol. Pakan diberikan 3 kali sehari sebesar 5% dari biomassa ikan per hari. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan nila salin berukuran sekitar 3 ± 0.55 cm, berat individu 0.05 ± 0.63 g. Ikan uji ini ditebar dengan kepadatan 1ekor per l kedalam wadah  yang berisi air 5 L, dengan salinitas 20 ppt. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan ikan nila salin. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan digunakan Uji Tukey untuk mengetahui dosis ekstrak terong asam dalam pakan yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan ekstrak terong asam dengan dosis berbeda berpengaruh sangat nyata (P≤0.05) terhadap pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan ikan nila salin. Pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan ikan nila salin tertinggi diperoleh pada perlakuan dosis pemberian ekstrak terong asam sebesar 30 ml/kg pakan.Kata kunci: Efisiensi Pakan, Ekstrak Terong Asam, Nila Salin, Pertumbuhan.
SUBSTITUSI CACING TANAH (Lumbricus rubellus) PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN GABUS (Channa Striata) PADA SALINITAS 3 Ppt Muhammad Irfan Muniron; Muhammad Bahrus Syakirin; Tri Yusufi Mardiana
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 19, No 2 (2020): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v19i2.1111

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh persentase pakan buatan dan cacing tanah terhadap pertumbuhan ikan gabus dan mengetahui persentase pakan buatan dan cacing tanah yang menghasilkan pertumbuhan terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Perairan, Prodi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan, Universitas Pekalongan di Slamaran, Kota Pekalongan. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan dan sebagai perlakuan adalah perbedaan persentase pakan buatan dan cacing tanah. Perlakuan A  (100% pellet + 0% cacing tanah), B. (75% pellet + 25% cacing tanah), C. (50% pellet + 50% cacing tanah) dan D (25% pellet + 75% cacing tanah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan persentase pakan buatan dan cacing tanah berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan ikan gabus. Perlakuan D memiliki pertumbuhan terbaik yaitu 4,46 gr, kemudian perlakuan C sebesar 3,77 gr, perlakuan B sebesar 3,43 gr dan terendah perlakuan A sebesar 2,86 gr. Kata Kunci : Ikan Gabus, Pakan Buatan, Cacing Tanah, Pertumbuhan ABSTRACTSnakehead is a type of fish economical in public waters and potential to be developed. One of the efforts to increase the growth of snakehead is by adding natural food that has high protein such as earthworms. The purpose of this research is to know the percentage of artificial feed and earthworm (Lumbricus rubellus) on growth of cork (Channa striata) at salinity 3 ppt. This study used a Completely Randomized Design (RAL) consisting of 4 treatments and 3 replications with different percentage of artificial feed and earthworm as treatment. The treatments used were: A. 100% pellet + 0% earthworm, B. 75% pellet + 25% earthworm, C. 50% pellet + 50% earthworm and D. 25% pellet + 75% earthworm. During the study of cork fish kept for 30 days. Based on the results of research calculated using the method of variance analysis obtained value F arithmetic of 43.15 which is greater than F Table 5% that is 4.06 and F Table 1% ie 7.59 so that the difference in percentage of artificial feed and earthworms have a very significant effect on the growth of cork fish. Treatment D has the best growth rate of 4.46 g, and treatment A which has the lowest growth rate of only 2.86 g. Water quality parameters are 28 - 29ºC, pH water 7.5 - 8.4, DO 5 - 7,9 ppm, and salinity 3 ppt. Keywords: Snakehead, earthworm, percentage of feed
MEKANISME POMPA NATRIUM KALIUM (Na+ - K+) PADA OSMOREGULASI IKAN BERTULANG SEJATI (TELEOSTEI) Muhammad Bahrus Syakirin
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2007): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.115 KB) | DOI: 10.31941/penaakuatika.v1i1.233

Abstract

Ikan sebagai  organism yang hidup dalam media air sangat dipengaruhi oleh tekanan osmotic tubuhnya, agar proses fisiologis di dalam tubuh berjalan normal, maka diperlukan suatu tekanan osmotic yang relative konstan. Terjadinya osmoregulasi pada ikan adalah akibat adanya gradient konsentrasi ion-ion )terutama Na+ dan K+) antara intraseluler dan ekstraseluler, sehingga melalui pompa Na+ - K+ ikan akan melakukan transport aktif ion Na+ dan K+.untuk mempertahankan konsentrasi ion dalam tubuhnya sehingga fungsi fisiologis organ-organ tubuhnya dapat berjalan normal dan transport aktif ini akan mengakibatkan terjadinya konservasi energi dalam tubuh ikan. Kata Kunci : Ikan, Osmoregulasi, Pompa Natrium-Kalium
7. Analisis Bakteri Escherichia coli pada Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Tambak-tambak Kota Pekalongan Evida Amalia; Hayati Soeprapto; M Bahrus Syakirin
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 12, No 1 (2015): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.821 KB) | DOI: 10.31941/penaakuatika.v12i1.328

Abstract

Tilapia fish (Oreochromis niloticus) is one of freshwater commodities gained big attentionfrom governments abd obsevers of world fisheries issues, especially related to raising nutritients in countries – developing countries. The succes of Tilapias related to environment healthy and fish disease caused by bacteria. One of bacteria found in aquatic ecosystems is Escherichia coli. This research has a purpose to know there are Escherichia coli at Tilapia fish cultivation and to know the existence of contamination from cultivation media. This research is done on February 24th until March 6th, 2015. The research used sample purposive sampling, sample was taken at three fishpond locations, there was slamaran and Degayu. Then, sample was analyzed at Laboratory testing and Quality Control of Fishery Product ( LPPMHP), Pekalongan City. The research result show that Escherichia coli content in first fishpond is 3,6 MPN/gr, second fishpond is 9,4 MPN/gr and the last fishpond is 9,3 MPN/gr. Another side, Escherichia coli content of meat Tilapias is less than 3 MPN/gr for each cultivation, either in Slamaran or Degayu. It is stated that the content of E.coli in the pond water does not contaminate tilapia fish. Tilapia fish is safe for consumption.Keywords : Escherichia coli, fishpond, Tilapia fish
ANALISIS KOMPARASI SUMBER AIR YANG BERBEDA DALAM PENGELOLAAN TAMBAK TERHADAP HASIL PRODUKSI UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) Sukimin Sukimin; Muhamad Agus; M Bahrus Syakirin
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 13, No 1 (2016): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.195 KB) | DOI: 10.31941/penaakuatika.v13i1.520

Abstract

Water quality is one of the major factors in the success aquacultur vannamei shrimp in ponds. This study aims to determine differences in the different water sources in the management of ponds for the production of vannamei shrimp (Litopenaeuse vannamei). The method used in this study exploratory kompar with descriptive analysis of qualitative and quantitative. Statistical t-test results on the water quality of the pond water boreholes and water sources tidal pond in the mornings and evenings differ significantly consisting of salinity, temperature, dissolved oxygen, pH, brightness and ammonia. Production results obtained pond water source wells drilled better gained an average of 2850 kg, FCR 1.2, SR 93.7% growth and weight of 26.3 grams / tail, then the tidal pond water source gained an average of 2052, 5 kg, FCR 1.6 SR 92.7% growth and weight of 20 grams /. Suggestions vannamei shrimp culture with artesian well water sources need to be tail. Conclusions water quality and production wells drilled pond water better than water tidal pond applied and developed society to farmers and water quality observation needs to be done carefullyKeywords : Vannamei shrimp aquaculture, water quality, the result of production.
APLIKASI TEPUNG DAUN TURI HASIL FERMENTASI DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA SRIKANDI (Oreochromis aureus x niloticus) Muhammad Rasyid Ridho; Hayati Soeprapto; M Bahrus Syakirin
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 15, No 1 (2017): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.606 KB) | DOI: 10.31941/penaakuatika.v15i1.509

Abstract

The aim of this research is to determine the effect of fermented flour turi leaves in artificial feed on the growth of Srikandi niloticus fish seed (Oreochromis aureus x niloticus). This research was conducted on Desember 5, 2016 to Januari 5, 2017 in the Laboratory of Brackish Water, Faculty of Fisheries, Pekalongan University. The research method used experimental methods with Complete Random Design (CRD), consisting of 4 treatments and 4 replications. The feed used is artificial feed, whcih added turi leaves fermented flour with different precentages 0 %, 5 %, 10 %, and 15 %. The fish used are Srikandi niloticus fish seed, sized 5-7 cm, stocked in the aquarium, with density of 1 fish/L. The parameters observed were the growing biomass, the survival rate (SR), and the quality of water as supporting data. The results of this research showed that the use of fermented flour turi leaves in artificial feed, affect the growth of Srikandi niloticus fish seed (F count (80,53)> F table (5,96)). The use of fermented flour turi leaves gave the highest yield to the biomass growth rate of Srikandi niloticus fish seed on a treatment equal to 7,33 grams. The results of polynomials orthogonal analysis produced the forms quadratc equation Y = 3,28 + 0,54 X – 0,02 X2 (R2 = 0,78), where X is the percentage of turi leaves fermented flour addition in artificial feed and Y is the growth of Srikandi niloticus fish seed biomass. Based on those equation, the result obtained maximum value X = 12,43 % of the total weight percentage of the feed additions, and maxmimum value Y = 6,64 grams. The survival rate of Srikandi niloticus fish seed during the research reached 100 %. The water quality research is feasible for media maintenance of Srikandi niloticus fish, that is temperature 26 – 29o C, pH 6.7 – 7.8, DO 6 mg/l.Keywords: Niloticus, Turi Leaves Fermented Flour.
STRATEGI PENINGKATAN PERANAN LKM PEMP SWAMITRA DALAM PENGEMBANGAN USAHA KECIL BERBASIS PRODUKSI IKAN TANGKAPAN (Suatu Gagasan Pengembangan LKM PEMP Swamitra Berbasis Riset) Arif Budiarjo; Akhmad Sakhowi; Benny Diah Madusari; Muhammad Bahrus Syakirin
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 2, No 1 (2007): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.485 KB) | DOI: 10.31941/penaakuatika.v2i1.234

Abstract

LKM PEMP Swamitra merupakan lembaga keuangan mikro yang berbasis Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) yang merupakan program peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir secara terencana dan terstruktur. Namun dalam pengembangannya, terdapat beberapa kendala dalam implementasinya, yaitu kurangnya ketersediaan dana bagi pembiayaan pada LKM PEMP Swamitra, kurangnya penginformasian fungsi dan peranan LKM PEMP Swamitra, kurangnya peranan pihak-pihak yang terkait atas pengembangannya, kurang optimalnya pelayanan LKM PEMP. Oleh karena itu, diperlukan suatu pencarian gagasan strategis komprehensif yang dapat mengatasi problema tersebut, yaitu gagasan yang terdiri dari upaya peningkatan mainshare LKM PEMP Swamitra pada pengusaha kecil berbasis produk-produk ikan tangkapan masyarakat pesisir di daerah-daerah yang terdapat program PEMP, peningkatan peranan pihak-pihak berkompetenpada LKM PEMP Swamitra pada daerah-daerah yang terdapat program PEMP, peningkatan ketersediaan dana pembiayaan LKM PEMP Swamitra pada daerah-daerah yang terdapat program PEMP, peningkatan kualitas pelayanan pada LKM PEMP Swamitra meliputi Reliability, Responsiviness, Assurance, Emphaty dan Tangibles. Kata Kunci : Strategi, PEMP, Swamitra, Pengembangan Usaha Kecil, Produk Ikan Tangkapan
PENGARUH PERBEDAAN TINGKAT DOSIS “PUPUK ORGANIK CAIR ‘BIO SUGIH’ DALAM MEDIA KULTUR TERHADAP PERTUMBUHAN POPULASI Skeletonema costatum Greville Muhammad Bahrus Syakirin
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 1, No 1 (2010): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.026 KB) | DOI: 10.31941/penaakuatika.v1i1.260

Abstract

Skeletonema costatum Greville merupakan salah satu jenis pakan alami dari golongan fitoplankton yang paling banyak digunakan sebagai pakan alami benur udang penaeid maupun larva ikan-ikan laut. Selain itu, alga ini mempunyai kandungan gizi yng cukup tinggi, yaitu protein 59%, lemak 8% dan karbohidrat 30%, ukurannya yang relative kecil (4 – 15 µ) sangat sesuai dengan ukuran lebar bukaan mulut larva udang stadia zoea. Skeletonema costatum Greville yang dikultur menggunakan pupuk organik cair ‘Bio Sugih” menunjukkan pertumbuhan populasi yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi Skeletonema costatum Greville yang dikultur menggunakan pupuk organik cair ‘Bio Sugih” 1 ml/L menghasilkan jumlah sel sebesar 9.043,333,33 sel/ml yang masih lebih baik apabila menggunakan pupuk organik cair ‘Bio Sugih” dengan dosis 0,25 ml/L yang hanya menghasilkan jumlah sel sebesar 3.146.700 sel/ml.  Kata Kunci : pupuk organic cair, media kultur, Skeletonema cistatum
Co-Authors Abdul Wafi, Abdul Abi Ardana Abi Ardana Abi Ardana Agustin, Septianti Ahmad Baharudin Akhmad Sakhowi Alfisha, Tisie Hawa Aliyah, Imalatul Anwar Fauzan Ardana, Abi Ardani, Ahmad Arif Budiarjo Arum Ardianingsih Ashari Fahrurozi Ashari Fahrurrozi Awaliyah Feni Furoidah Azhari Fahrurrozi Benny Diah Madusari Budianto Budianto Dian Priatiningsih Edho Pawenang Erika Sari Rosiana Evida Amalia Fahrurozi, Ashari Fahrurrozi, Ashari Fatchul Huda Fu’adah, Shofwatul Grenda Audia Wuryas Pradita Negara Hadi Pranggono Hayati Soeprapto Hedra, Helmalia Heri Ariadi Heri Ariadi Ibnu Hasani Ikhsan, Mauliddin Khoerul Ishadiyanto Ishadiyanto Komariyah . Laksono, Bayu Aji Linayati Luhur Moekti Prayogo M. Trihudiyatmanto Maghfiroh * Mahardhika Nur Permatasari Ma’ruf Dwi Meilissa Chintya Wijaya Mella Mardayanti Mohammad Sigit Taruna Muhamad Agus Muhamad Rifqi Muhammad Irfan Muniron Muhammad Rasyid Ridho Muhammad Zulkham Yahya Muhammad Zulkham Yahya Muhammad Zulkham Yahya Muhammad Zulkham Yahya Mulya, Nofita Adi Munadi Munadi Nauval Rabbani Nila Oktaviani Noviana Viadolo R.L Pinandoyo Pinandoyo Pratama, Hildan Purnama, Candra Adi Restu Puji Astuti Reza Fachriansyah Rian Efendi Rizal Faozan Sarah Della Rossa Sekarsari, Tri Murni Septianti Agustin Shella Pratama Silvia Rosdianasari, M.B Sisca Yuniarty Sri Sudarmiati Sukimin Sukimin Syamsuddin, Muhammad Dicky Syirfan, Muhammad Addi Tisie Hawa Alfisha Tri Murni Sekarsari Tri Yusufi Mardiana Tristiana Yuniarti Vivi Endar Herawati Widodo, Rafatavera Yeremia Wijianto Wijianto Wijianto, Heri Ariadi Wulannoto, Hendri Yahya, Muhammad Zulham Yahya, Muhammad Zulkham Yuyun Suprapti