Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Tepung Jagung Sebagai Filler terhadap Karakteristik Campuran Aspal Porus Wesli Wesli; Nura Usrina; Said Jalalul Akbar; Diana Riskya Pirdiastuti
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1404

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan tepung jagung terhadap stabilitas dan permeabilitas campuran aspal porus. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan kadar aspal optimum (KAO) sebesar 4,5% dan variasi tepung jagung sebesar 0–2,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas tertinggi sebesar 821 kg diperoleh pada variasi 2,5%, namun nilai Void in Mix (VIM) tidak memenuhi standar AAPA (2004). Variasi 2,0% menghasilkan stabilitas sebesar 807 kg dengan nilai VIM 18,05% yang memenuhi standar, sehingga direkomendasikan sebagai campuran aspal modifikasi. Variasi 0,5% memberikan kinerja permeabilitas terbaik dengan waktu aliran 10,67 detik/liter dan koefisien permeabilitas 0,49 cm/s. Secara keseluruhan, seluruh variasi memenuhi persyaratan permeabilitas menurut AAPA (2004).   Kata kunci: aspal porus, tepung jagung, stabilitas, permeabilitas, VIM.     Abstract   porous asphalt mixtures. An experimental method was employed, with an optimum asphalt content (OAC) of 4.5%. Corn starch extract was added at 0%, 0.5%, 1.0%, 1.5%, 2.0%, and 2.5%. The results indicated that corn starch extract improved the performance of porous asphalt mixtures. The highest stability (821 kg) was obtained at 2.5%, although its Void in Mix (VIM) did not meet the AAPA (2004) specification. The 2.0% mixture achieved a stability of 807 kg and a VIM of 18.05%, satisfying the AAPA (2004) standard. Therefore, the addition of 0.5–2.0% corn starch extract is recommended for modified porous asphalt. The 0.5% mixture showed the best permeability performance, with the shortest flow time (10.67 s/L) and a permeability coefficient of 0.49 cm/s. Overall, all mixtures met the permeability requirements of the AAPA (2004) standard.   Keywords: porous asphalt, corn starch, stability, permeability, VIM.
Analisis Spasial Bahaya dan Risiko Banjir Menggunakan Software HEC-RAS dan InaSAFE pada Wilayah DAS Sungai Bingei Adrian Adi Hidayat; Fadhliani; Teuku Mudi Hafli; Fasdarsyah; Nura Usrina
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1425

Abstract

Abstrak   DAS Sungai Bingei berada di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara merupakan wilayah yang sering mengalami kejadian banjir yang berdampak pada permukiman dan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan genangan banjir menggunakan HEC-RAS 2D serta menganalisis tingkat bahaya dan risiko banjir terhadap bangunan menggunakan InaSAFE. Debit banjir dihitung menggunakan HSS Nakayasu berdasarkan data curah hujan NASA Power periode 2006–2025 untuk kala ulang 25, 50, 100, 200, dan 1000 tahun, dengan debit maksimum sebesar 877,84 m³/detik. Hasil simulasi menunjukkan luas genangan berturut-turut sebesar 224,47 Ha, 246,06 Ha, 270,77 Ha, 288,13 Ha, dan 331,21 Ha. Hasil validasi model menunjukkan kesesuaian terbaik pada Q100 dengan nilai NSE sebesar 0,872 dan PBIAS sebesar -1,161. Analisis InaSAFE pada skenario Q100 mengidentifikasi 2744 bangunan berisiko tinggi, 1139 bangunan berisiko sedang, dan 1027 bangunan berisiko rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mitigasi serta perencanaan penanganan banjir di Sungai Sei Bingei, Kota Binjai, Sumatera Utara. Kata kunci: banjir, HSS Nakayasu, penilaian risiko banjir, HEC-RAS 2D, InaSAFE   Abstract   The Bingei River watershed (DAS Sungai Bingei), located in Binjai City, North Sumatra Province, Indonesia, is an area frequently affected by flooding that impacts settlements and infrastructure. This study aims to map flood inundation using the HEC-RAS 2D model and to analyze flood hazard and risk to buildings using InaSAFE.Flood discharge was estimated using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph (SUH) based on NASA Power rainfall data for the period 2006–2025 for return periods of 25, 50, 100, 200, and 1000 years, with a maximum discharge of 877.84 m³/s. The simulation results show inundation areas of 224,47 ha, 246,06 ha, 270,77 ha, 288,13 ha, and 331,21 ha, respectively. Model validation indicates the best performance at the 100-year return period (Q100), with an NSE value of 0,872 and a PBIAS of -1,161. InaSAFE analysis for the Q100 scenario identifies 2744 buildings at high risk, 1139 at medium risk, and 1027 at low risk. The findings are expected to serve as a basis for flood mitigation and future flood management planning in the Bingei River basin Binjai City, North Sumatera.   Keywords: flood, Nakayasu SUH, flood risk assessment, HEC-RAS 2D, InaSAFE
Pengaruh Penambahan Tepung Jagung Sebagai Filler terhadap Karakteristik Campuran Aspal Porus Wesli Wesli; Nura Usrina; Said Jalalul Akbar; Diana Riskya Pirdiastuti
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1404

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan tepung jagung terhadap stabilitas dan permeabilitas campuran aspal porus. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan kadar aspal optimum (KAO) sebesar 4,5% dan variasi tepung jagung sebesar 0–2,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas tertinggi sebesar 821 kg diperoleh pada variasi 2,5%, namun nilai Void in Mix (VIM) tidak memenuhi standar AAPA (2004). Variasi 2,0% menghasilkan stabilitas sebesar 807 kg dengan nilai VIM 18,05% yang memenuhi standar, sehingga direkomendasikan sebagai campuran aspal modifikasi. Variasi 0,5% memberikan kinerja permeabilitas terbaik dengan waktu aliran 10,67 detik/liter dan koefisien permeabilitas 0,49 cm/s. Secara keseluruhan, seluruh variasi memenuhi persyaratan permeabilitas menurut AAPA (2004).   Kata kunci: aspal porus, tepung jagung, stabilitas, permeabilitas, VIM.     Abstract   porous asphalt mixtures. An experimental method was employed, with an optimum asphalt content (OAC) of 4.5%. Corn starch extract was added at 0%, 0.5%, 1.0%, 1.5%, 2.0%, and 2.5%. The results indicated that corn starch extract improved the performance of porous asphalt mixtures. The highest stability (821 kg) was obtained at 2.5%, although its Void in Mix (VIM) did not meet the AAPA (2004) specification. The 2.0% mixture achieved a stability of 807 kg and a VIM of 18.05%, satisfying the AAPA (2004) standard. Therefore, the addition of 0.5–2.0% corn starch extract is recommended for modified porous asphalt. The 0.5% mixture showed the best permeability performance, with the shortest flow time (10.67 s/L) and a permeability coefficient of 0.49 cm/s. Overall, all mixtures met the permeability requirements of the AAPA (2004) standard.   Keywords: porous asphalt, corn starch, stability, permeability, VIM.
Analisis Spasial Bahaya dan Risiko Banjir Menggunakan Software HEC-RAS dan InaSAFE pada Wilayah DAS Sungai Bingei Adrian Adi Hidayat; Fadhliani; Teuku Mudi Hafli; Fasdarsyah; Nura Usrina
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i2.1425

Abstract

Abstrak   DAS Sungai Bingei berada di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara merupakan wilayah yang sering mengalami kejadian banjir yang berdampak pada permukiman dan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan genangan banjir menggunakan HEC-RAS 2D serta menganalisis tingkat bahaya dan risiko banjir terhadap bangunan menggunakan InaSAFE. Debit banjir dihitung menggunakan HSS Nakayasu berdasarkan data curah hujan NASA Power periode 2006–2025 untuk kala ulang 25, 50, 100, 200, dan 1000 tahun, dengan debit maksimum sebesar 877,84 m³/detik. Hasil simulasi menunjukkan luas genangan berturut-turut sebesar 224,47 Ha, 246,06 Ha, 270,77 Ha, 288,13 Ha, dan 331,21 Ha. Hasil validasi model menunjukkan kesesuaian terbaik pada Q100 dengan nilai NSE sebesar 0,872 dan PBIAS sebesar -1,161. Analisis InaSAFE pada skenario Q100 mengidentifikasi 2744 bangunan berisiko tinggi, 1139 bangunan berisiko sedang, dan 1027 bangunan berisiko rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mitigasi serta perencanaan penanganan banjir di Sungai Sei Bingei, Kota Binjai, Sumatera Utara. Kata kunci: banjir, HSS Nakayasu, penilaian risiko banjir, HEC-RAS 2D, InaSAFE   Abstract   The Bingei River watershed (DAS Sungai Bingei), located in Binjai City, North Sumatra Province, Indonesia, is an area frequently affected by flooding that impacts settlements and infrastructure. This study aims to map flood inundation using the HEC-RAS 2D model and to analyze flood hazard and risk to buildings using InaSAFE.Flood discharge was estimated using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph (SUH) based on NASA Power rainfall data for the period 2006–2025 for return periods of 25, 50, 100, 200, and 1000 years, with a maximum discharge of 877.84 m³/s. The simulation results show inundation areas of 224,47 ha, 246,06 ha, 270,77 ha, 288,13 ha, and 331,21 ha, respectively. Model validation indicates the best performance at the 100-year return period (Q100), with an NSE value of 0,872 and a PBIAS of -1,161. InaSAFE analysis for the Q100 scenario identifies 2744 buildings at high risk, 1139 at medium risk, and 1027 at low risk. The findings are expected to serve as a basis for flood mitigation and future flood management planning in the Bingei River basin Binjai City, North Sumatera.   Keywords: flood, Nakayasu SUH, flood risk assessment, HEC-RAS 2D, InaSAFE
Peningkatan Keterampilan Pekerja Konstruksi Desa Paya Gaboh Melalui Pelatihan Pemasangan Keramik Sesuai dengan SNI: Pendekatan Partisipatif Berbasis Pelatihan Vokasional pada Tenaga Kerja Lokal David Sarana; Nura Usrina; Muhammad Fikry; Sofyan; Syibral Malasyi; Rizal
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i3.27126

Abstract

Desa Paya Gaboh di Kabupaten Aceh Utara memiliki tenaga kerja konstruksi lokal yang keterampilannya diperoleh secara turun-temurun tanpa mengacu pada standar baku, sehingga mutu pemasangan keramik belum optimal. Permasalahan yang ditemukan meliputi permukaan keramik tidak rata, nat tidak sejajar, dan efisiensi kerja rendah, yang berdampak pada pemborosan bahan dan biaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis pekerja melalui pelatihan pemasangan keramik berdasarkan Standar Nasional Indonesia Nomor 7395 Tahun 2008. Metode yang digunakan adalah partisipatif-edukatif dengan pendekatan hands-on training, meliputi observasi, penyusunan materi aplikatif, pelatihan teknis (persiapan permukaan, pemotongan, perataan, pengisian nat), penggunaan teknologi tepat guna seperti tile cutter, waterpass, dan benang ukur, serta evaluasi hasil pekerjaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam memasang keramik secara rapi dan presisi sesuai standar mutu, serta tumbuhnya kepercayaan diri tenaga kerja lokal. Dampak kegiatan ini antara lain terbukanya peluang kerja yang lebih luas, peningkatan pendapatan masyarakat, dan terjalinnya kerja sama berkelanjutan antara pemerintah desa dengan perguruan tinggi dalam program pemberdayaan masyarakat. Luaran yang diperoleh berupa modul pelatihan pemasangan keramik dan terbentuknya kelompok tukang terlatih di tingkat desa yang mampu menerapkan keterampilan secara mandiri.
Edukasi Keselamatan Transportasi kepada Siswa SMP Negeri 8 Lhokseumawe: Pendekatan Partisipatif untuk Meningkatkan Kesadaran Berlalu Lintas Sejak Dini Muthmainnah; Nura Usrina; Maizuar; Mukhlis; Meriatna; Zalfie Ardian
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i3.27293

Abstract

Keselamatan transportasi merupakan isu penting bagi siswa sekolah menengah pertama karena pada usia ini siswa mulai aktif berinteraksi dengan lingkungan jalan sebagai pejalan kaki, penumpang, pesepeda, maupun pengguna kendaraan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMP Negeri 8 Lhokseumawe mengenai keselamatan transportasi, khususnya tata cara menyeberang jalan, penggunaan helm, pengenalan rambu lalu lintas, dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan. Kegiatan dilaksanakan pada 17 September 2025 dengan sasaran 100 siswa dari populasi 215 siswa, terdiri atas 35 siswa kelas VII, 35 siswa kelas VIII, dan 30 siswa kelas IX. Peserta merupakan perwakilan tiap tingkat kelas yang ditentukan oleh pihak sekolah. Evaluasi dilakukan menggunakan angket pre-test dan post-test yang terdiri atas 25 soal pilihan ganda. Setiap jawaban benar diberi skor 4 dan jawaban salah diberi skor 0. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 69,85 meningkat menjadi 93,90 pada post-test, atau meningkat 24,05 poin (34,43% dari nilai awal). Peningkatan juga terjadi pada seluruh tingkat kelas. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi yang memadukan penyuluhan interaktif, video edukatif, diskusi, permainan, role play, dan simulasi dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai keselamatan transportasi. Keterlibatan Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu Lintas Polres Lhokseumawe sebagai narasumber memperkuat penyampaian materi berbasis praktik dan regulasi.