Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN SOMAMUN MELALUI METODE BERNYANYI PADA ANAK USIA DINI DI TK SIMAHATE TAKENGON hermawati hermawati; Suyadi Suyadi
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol. 4 No. 1 (2020): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v4i1.791

Abstract

ABSTRACT Religious learning is the most important thing to be taught to early childhood, one of them is like learning to pray and eat and drink properly, where early age is the golden age of children, this age is very good for stimulating religious learning in children because children can record all learning is given by kaffah. Cultivation of religious values ??must be given continuously and accustomed to children. Based on observations in the Takengon community, millennial children are now proud to pray in the mosque, and they are also reluctant to sit when eating and drinking, which can be observed when the child has stepped into adolescence, the child will not stop praying and eat irregularly. This all depends on the education experienced at preschool age. There are several factors that influence this are the child's self-factors, and environmental factors. Seeing that, we really hope that teachers can apply religious teachings, especially prayer and eating and drinking (SOMAMUN) right at an early age.
The Role of Parents' Attention in the Moral Development of Children in the Amid of COVID-19 Pandemic Eri Susanto; Suyadi Suyadi
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 4 No 3 (2020): August 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v4i3.25536

Abstract

The current covid-19 pandemic has caused the child's needs to be less fulfilled for the attention and guidance of parents, which will undoubtedly affect the aspects of children's moral development. This research was conducted to identify the role of parental attention in the moral development of elementary school children during the Covid-19 pandemic. This research uses qualitative methods with literature studies from several sources, both print and electronic media, as well as books and online journals. The research technique used is the documentation technique in the form of notes, books, papers or articles, journals, and news. Validity test, researchers used the triangulation of data sources. The literature review analysis uses the content analysis paradigma presentation of data using informal presentation methods. The results of this study are based on a survey from the Ministry of Education and Culture, namely that around 90% of parents accompany their children during SFH, and only 3,4% of children do not receive assistance from their parents because their parents work outside the home. This research concludes that it is essential for parents to pay attention to the moral development of their children, especially during the Covid-19 pandemic, in general, parents have played a role in accompanying their children during the Covid-19 and SFH pandemic.
Pemodelan Septic Tank Komunal Ramah Lingkungan Saenal Basri Palaguna; Hairulla Hairulla; Suyadi Suyadi
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 2 No 01 (2019): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v2i01.2256

Abstract

Kabupaten Merauke adalah kota yang mengalami proses berkembang. Dengan wilayah yang sangat luas, dan jumlah penduduk yang cukup banyak, serta pembangunan infrastruktur dan tempat tinggal (perumahan), menyebabkan lingkugan juga perlu dipikirkan untuk meningkatkan kondisi yang baik untuk ditempati masyarakat. Adapun tujuan utama penelitian ini adalah sebagai berikut: a). Untuk menguji kelayakan septic tank komunal dengan mengetahui perbadingan nilai pH air limbah. b). Untuk merencanakan desain septic tank komunal sesuai dengan kelayakannya. Metode pembuatan septic tank Komunal yang kami buat adalah metode Aerobic dan Anaerobic sistem, dan juga kami menggunakan prototipe septic tank yang terbuat dari kaca untuk melakukan percobaan pemodelan septic tank komunal. pengujian ini menggunakan air limba (tidak menggunakan limbah padat feses) di campur lumpur sebagai bahan pengujian. Kami juga menggunakan Ph meter untuk mengukur Ph air dalam percobaan kami. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, maka didapat hasil perbandingan nilai pH pada pengujian air limbah menggunakan hasil desain pemodelan sepic tank komunal. Pada percobaan pertama Nilai pH yang didapat yaitu pH awal (air limbah pada saat sebelum dilakukan pengujian yaitu pH 9.0, dan nilai pH setelah dilakukan pengujian maka nilai pH yang didapat pada percobaan pertama sebesar pH 8.0, pada percobaan kedua sebesar pH 7.7 dan Pada percobaan ketiga sebesar pH 7.6.
ANALISIS PERKEMBANGAN NILAI AGAMA-MORAL SISWA USIA DASAR (TERCAPAI) STUDI KASUS DI MI MA’ARIF BEGO Iswatun Khoiriah; ifat nabilah; Suyadi Suyadi
Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram Vol. 8 No. 2 (2019): Schemata Jurnal Pascasarjana IAIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.98 KB) | DOI: 10.20414/schemata.v8i2.1318

Abstract

The development of elementary school age children is a matter that must be guided, and guarded together by parents, teachers, and the community. All parties must be involved in maintaining and creating a good environment for the nation's next generation. This is due to many distorted phenomena committed by elementary age children, such as bullying, stealing, smoking, fighting, fighting parents and the most concerning is the case of free sex and drugs. Based on these phenomena, the development of religious and moral values of elementary age students is very appropriate and interesting to study. This research is intended to analyze the development of the religious and moral values of elementary age children achieved. This research is a descriptive qualitative study with data collection methods using interview techniques to obtain data from the informants or respondents who are the research subjects. In addition, researchers also conducted interviews with teachers and conducted literature reviews from various sources to supplement and sharpen data related to the topics discussed. The research subject to be studied was a Class VI student from MI Ma'arif Bego. The results showed that the factors supporting the achievement of children's religious-moral values on the subject there are 3 factors namely, internal / from within the child, family, school and environment. These three factors must support each other, supervise, remind, guide, set an example and take care of one another so as to create the next generation of people who are religiously religious and moral. As well as the achievement of the development of religious and moral values in elementary age students, it will alienate elementary age students from deviant behavior and things.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Revolusi 4.0. Dengan Pendekatan Humanistik di SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gunung Kidul Eko Prayogo; Suyadi Suyadi
At-Tarbiyat Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam An-Nawawi Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.823 KB) | DOI: 10.37758/jat.v2i2.161

Abstract

Humanistik merupakan konsep terkait manusia sebagai sentral eksistensi. Teori tersebut sangat cocok diterapkan pada pembelajaran, khususnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Terealisasinya hubungan antar manusia satu dengan manusia yang lain sangat baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pentingnya pembelajaran Pendidikan Agama Islamdi era revolusi 4.0. dengan menggunakan konsep humanisitk.. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini, ternyata pembelajaran Pendidikan Agama Islamdi era revolusi 4.0. dengan pendekatan humanistik di SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gunung Kidul cukup baik. Hal tersebut, dapat dilihat dengan adanya kekompakan dalam menyelesaikan suatu tugas dengan kerja sama yang baik sehingga bisa selesai dengan tuntas.
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI STRATEGI COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 TAWANGSARI SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Suyadi Suyadi
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 1, No 02 (2017): EDUNOMIKA, Vol. 01, No. 02, Agustus 2017
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v1i02.150

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) dengan judul Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Sejarah Melalui Strategi Cooperative Learning Teknik Jigsaw  Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tawangsari Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018 bertujuan untuk meningkatkan minat, keaktifan dan prestasi belajar peserta didik terhadap mata pelajaran sejarah khususnya materi perkembangan masyarakat dan kebudayaan di Indonesia yang bercorak Islam. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tawangsari Sukoharjo. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sumber data penelitian meliputi: informan, tempat dan peristiwa, dan dokumen. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi langsung, tes dan mencatat dokumen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran kooperatif (cooperative learning) teknik jigsaw dapat meningkatkan minat, keaktifan dan prestasi belajar siswa mata pelajaran sejarah dari rata-rata nilai 75,44 dengan ketuntasan belajar 79,41%  pada siklus I menjadi 79,56 dengan ketuntasan belajar 97,06 pada siklus II.Kata kunci: prestasi belajar, strategi cooperative learning, teknik jigsaw
PEMERTAHANAN SASTRA LOKAL DAN SASTRA NASIONAL MELALUI PEMBELAJARAN SASTRA BANDINGAN Suyadi Suyadi
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 11, No 1 (2013): Medan Makna
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v11i1.823

Abstract

Abstract :Sastra bandingan (Comparative literature) is a part of the domain or clumps of subjects in the field of literary expertise. This subject has long existed at the college as part of a study or a critical review of the literature. With a variety of approaches, research or study comparative literature today need to adjust to the times. Although still reviewing literary texts, but comparative literature still has to advance current methods. Comparative literature not only compare the intertextual literatur, but also to compare literary texts with nothing happening or are out of text and literary form. In this way, the study of comparative literature may be an attempt to maintain the existence of a national literature and local literature of siege and invasion of world literatur. Learning approach can be adapted to the curriculum-based Indonesian National Qualifications Framework (INQF) newly implemented government.Keywords : comparative literature, local literature, national literature, literary learningAbstrak :Sastra bandingan merupakan bagian dalam ranah atau rumpun mata kuliah keahlian di bidang kesastraan. Mata kuliah ini sudah lama ada pada perguruan tinggi sebagai bagian dari kajian atau telaah kritis terhadap karya sastra. Dengan berbagai pendekatan, penelitian atau kajian sastra bandingan saat ini harus mengalami penyesuaian terhadap perkembangan zaman. Meski tetap mengkaji teks-teks sastra, namun sastra bandingan tetap harus mengedepankan metode terkini. Sastra bandingan tidak hanya membandingkan antarteks sastra, tetapi juga membandingkan teks sastra dengan apa-apa yang terjadi atau terdapat di luar teks dan bentuk sastra. Dengan begini, maka pembelajaran sastra bandingan dapat menjadi satu upaya untuk mempertahankan keberadaan sastra nasional dan sastra lokal dari kepungan dan serbuan sastra dunia. Pendekatan pembelajarannya bisa disesuaikan dengan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang baru diterapkan pemerintah.Kata kunci : sastra bandingan, sastra lokal, sastra nasional, pembelajaran sastra
Peran Orang Jawa dan Cina dalam Keruangan Kota Medan (Sebuah Studi Antropologi dalam Pengembangan dan Penataan Kota Medan) Suyadi Suyadi
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 5, No 1 (2008): Medan Makna
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v5i1.806

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik sampling. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran orang Jawa dan Cina dalam keruangan kota Medan.Peran atau partisipasi warga dalam governance adalah keterlibatan warga dalam pembuatan keputusan mengenai penggunaan sumber daya publik dan pemecahan masalah publik untuk pembangunan daerahnya.Peran warga yang tecermin dalam sistem pengetahuan dan teknologi serta kebudayaan lokal pada masyarakat Jawa dan Cina masih mempertimbangkan nilai-nilai adat, seperti melakukan prinsip-prinsip konservasi, manajemen, dan eksploitasi sumber daya alam, ekonomi, dan sosial. Hal ini tampak jelas pada perilaku masyarakat yang memiliki rasa hormat begitu tinggi terhadap struktur ruang publik yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupannya.Kebudayaan Jawa dan Cina merupakan nilai-nilai kebudayaan nenek moyang orang Jawa dan Cina pada zamannya masing-masing. Kebudayaan itu sendiri sebenarnya tidak semua statis tetapi berubah menurut kondisi zaman yang memberikan tantangan yang berbeda pula, namun ada nilai-nilai luhur yang perlu dilestarikan dan tentu ada yang sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. Kondisi ini adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari atau dibendung, bahwa dari waktu ke waktu, lamban atau cepat, kebudayaan satu suku bangsa akan mengalami perubahan, terutama dalam kaitannya dengan ruang-ruang publik.Kata Kunci: keruangan kota, antropologi sosial
RUU Kebahasaan dan Pemertahanan Bahasa (Suatu Tinjauan Sosiologis) Suyadi Suyadi
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 1 (2007): Medan Makna
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v4i1.836

Abstract

Abstrak :Pemerintah saat ini tengah menyiapkan RUU Kebahasaan. Draf RUU-nya pun menggelinding ke permukaan. Berbagai tanggapan mewarnai perangkat hukum formal kebahasaan ini. Sebagai alat komunikasi sosial pula, peranan bahasa sangat menentukan kebertahanan suatu bangsa. Karena itu, pendekatan sosiologi diharapkan mampu membuka tabir ideologi kebahasaan sebagai bentuk pemertahanan bahasa itu sendiri.KATA KUNCI : RUU, pemertahanan bahasa, sosiologi
AKAL BERTINGKAT DALAM PERSPEKTIF IBNU SINA, ALQURAN, DAN NEUROSAINS SERTA RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM Ebit Sutrisna; Suyadi Suyadi
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 5 No 2 (2022): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/paramurobi.v5i2.3434

Abstract

This research is motivated by the multilevel intellect proposed by Ibn Sina and the tendency of Islamic education in heart management so that it pays less attention to reason education. Some people think that the mind is not in the brain but the soul. This research is included in library research, with a qualitative approach. The results showed that Ibn Sina divided the mind into four levels (1) Al-'Aql al-hayulani; (2) Al-'Aql bi Al-Malakah; (3) Al-'Aql bi Al-Fi'l; and (4) Al-'Aql Al-Mustafad. Furthermore, the Qur'an mentions the basic word of mind ('aql) in the form of fi'il with a total of 49 mentions, one of which uses the past form and 48 others use the present form. This shows that Islam really cares about the role of reason in human life, both as a leader on earth and as a servant of Allah. Based on neuroscience, the location responsible for reasoning is in the brain, which is divided in parts and performs different functions. The relevance to Islamic education is that it should be able to take advantage of all the potential that exists in students, namely in the form of mind, heart, and body, so that students can develop their potential without sacrificing one of them. The research concludes that human reason must be used as much as possible to innovate and create new things that lead to happiness in this world and the hereafter.