Claim Missing Document
Check
Articles

Rule of seagrass ecosystem as marine debris trap: A study case in seagrass ecosystems across a small island at Tanjungpinang city Nugraha, Aditya Hikmat; Rizki, Rizki; Idris, Fadhliyah
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 13, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.1.34027

Abstract

Seagrass ecosystems have an essential function as a feeding, spawning and nursery areas for various marine biota, etc. There are threats to the sustainability of seagrass ecosystems' biodiversity, one of which is the dumping of garbage into the sea, which causes damage to coastal ecosystems. This study aimed to determine the species and cover of seagrass ecosystems and the type and density of marine debris in seagrass ecosystems in the waters of small islands of Tanjungpinang City. There are three stations: Dompak Island, Penyengat Island, and Los Island. This research was conducted in May-June 2023. Seagrass cover data was collected using the line transect method with a quadrat transect of 50 cm x 50 cm to observe the species and cover. Data collection on marine debris in the seagrass ecosystem was taken on transects with an area of 100 m x 100 m. Marine debris obtained is then grouped by type to calculate density and weight. The types of seagrasses found include Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, Halodule pinifolia, Halophila ovalis, and Syringodium isoetifolium. The highest total seagrass cover is found on Los Island, with a value of 25.81% classified as poor with a sparse cover category. The types of marine debris found are plastic, glass, rubber, wood, and its derivatives. According to the number of pieces, the highest density of marine debris is plastic waste, resulting in 0.0079 items/m2, and the weight density is 0.0528 grams/m2 found at Los Island.Keywords:biodiversitydebrisplasticseagrasssmall island
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK RUMPUT LAUT HALIMEDA sp. Hidayati, Jelita Rahma; Novajrati Ningsih, Dwi Putri; Hikmat Nugraha, Aditya
Marinade Vol 7 No 02 (2024): Oktober, 2024
Publisher : Fisheries Product Technology Department, Faculty of Marine Science and Fisheries, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/hbbty294

Abstract

Rumput laut memiliki fungsi salah satunya sebagai antioksidan yang diperlukan oleh tubuh untuk menghambat radikal bebas. Antioksidan terbagi menjadi antioksidan sintetik dan alami. Akan tetapi, dalam jangka waktu yang panjang antioksidan sintetik bersifat karsinogenik sehingga dibutuhkan antioksidan alami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui senyawa bioaktif dan kekuatan aktivitas antioksidan dari ekstrak rumput laut Halimeda sp. dari Perairan Bintan, Kepulauan Riau. Penelitian dilakukan selama 5 bulan diawali dengan pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara penyisiran dari dari Perairan Teluk Bakau hingga ke Desa Pengudang. Ekstraksi dilakukan selama 2x24 jam menggunakan pelarut methanol. Analisis aktivitas antioksidan pada penelitian ini menggunakan metode DPPH dengan melakukan pengujian gelombang maksimum, waktu inkubasi, aktivitas antioksidan sampel dan kontrol positif (BHT). Kategori aktivitas antioksidan ditentukan dari nilai Inhibition concentration 50 . Selanjutnya, dilakukan analisis keberadaan senyawa bioaktif yaitu uji steroid & triterpenoid, uji saponin, dan uji tanin. Uji kandungan total fenol dan uji kandungan flavonoid masing-masing menggunakan larutan asam galat dan kuersetin sebagai larutan standar. Uji pigmen dan karotenoid menggunakan pelarut aseton dengan mengukur absorbansi pada panjang gelombang 663, 645 dan 480 nm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak Halimeda sp. memiliki nilai  221.62 ppm dan tergolong kategori antioksidan sangat lemah. Ekstrak ini mengandung senyawa bioaktif yaitu senyawa steroid dan tanin. Kandungan total fenolat, kandungan total flavonoid, klorofil a, klorofil b dan karotenoid memiliki nilai 26.745 mg GAE/g sampel, 5.553 mg QE/g sampel, 3.130 mg/g, 4.169 mg/g, 5.944 µmol/g.
PERAN SOSIALISASI DALAM PEMANFAATAN SAMPAH SEBAGAI SUMBER DAYA BERKELANJUTAN DI SEI LADI Idris, Fadhliyah; Nugraha, Aditya Hikmat; Willian, Nancy; Ufek, Indok; Ramadhan, Muhammad Fitrah; Gunzales, Ario
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 1 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i1.7314

Abstract

Sei Ladi merupakan salah satu wilayah di Kelurahan Kampung Bugis, Provinsi Kepulauan Riau, yang barada pada wilayah pesisir. Wilayah Sei Ladi berpotensi menghadapi permasalahan sampah terutama sampah plastik. Untuk mengatasi masalah ini, perlu adanya kesadaran dari masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis sampah di pesisir pantai Sei Ladi dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan manfaat daur ulang dalam menjaga ekosistem laut. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan untuk identifikasi jenis sampah, sosialisasi kepada masyarakat sekitar dengan pendekatan partisipatif untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa sampah plastik mendominasi sebesar 34% setelah sampah kaca yang ditemukan disekitar pesisir Sei Ladi. Selain itu, tingkat pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah meningkat 66,62% setalah pelaksanaan sosialisasi. Pelaksanaan kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir dan diperlukan upaya berkelanjutan untuk memastikan perubahan perilaku yang lebih luas dan mendalam.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS OBSERVASI SAMPAH DI MANGROVE DOMPAK Idris, Fadhliyah; Hidayati, Jelita Rahma; Hayaty, Nurul; Koenawan, Chandra Joei; Yandri, Falmi; Kurniawan, Rika; Nugraha, Aditya Hikmat; Sadam, Sadam; Aditianda, Said Rully; Anjani, Poppy Yulia; Aulia, Hillyatul; Arifatin, Ilil; Achmadiyah, Soneta
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 1 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i1.7700

Abstract

Permasalahan sampah laut di kawasan pesisir, termasuk ekosistem mangrove di Dompak, semakin memprihatinkan dengan dominasi sampah plastik dan keberadaan mikroplastik. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah mendorong perlunya kegiatan sosialisasi yang terarah dan berbasis data lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat melalui sosialisasi pengelolaan sampah sekaligus melakukan observasi jenis sampah di ekosistem mangrove Dompak. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman masyarakat, serta pengamatan langsung komposisi sampah ukuran makro dan mikro di lokasi penelitian. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pre test dan post test, sedangkan uji N-Gain menghasilkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah sebesar 66,67% pada kategori sedang. Observasi lapangan memperlihatkan bahwa sampah plastik mendominasi hingga 80% dari total komposisi sampah makro, sedangkan mikroplastik yang terdeteksi pada sedimen didominasi oleh tipe film sebesar 85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa sosialisasi yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah, namun pencemaran plastik di ekosistem mangrove Dompak masih tinggi sehingga memerlukan tindak lanjut berupa aksi nyata dan penguatan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Laju Pertumbuhan dan Produksi Biomassa Daun Lamun di Perairan Senggarang Besar Kota Tanjungpinang Hanifah, Putri Nur; Zulfikar, Andi; Nugraha, Aditya Hikmat; Muzammil, Wahyu
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.5358

Abstract

Perairan Senggarang Besar merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Tanjungpinang Kota memiliki sebaran lamun yang cukup luas dengan kondisi cukup beragam. Untuk menjaga agar lamun dapat tetap berperan penting bagi ekosistem perairan, perlu diketahui produktivitas dari ekosistem lamun itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur laju pertumbuhan dan produksi biomassa daun lamun di Perairan Senggarang Besar serta menentukan hubungan laju pertumbuhan daun lamun dengan parameter lingkungan perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2022. Penentuan titik sampling dilakukan menggunakan metode Random Sampling pada 30 titik yang tersebar di 3 lokasi yang memiliki sebaran lamun. Pengamatan laju pertumbuhan dan produksi biomassa daun lamun menggunakan metode pemangkasan dengan memilih 1 tegakan secara acak pada kuadran ukuran 50x50 cm dari masing-masing jenis lamun dan diamati selama 28 hari. Hasil penelitian menujukkan E. acoroides memiliki nilai laju pertumbuhan daun tertinggi dibandingkan jenis lamun lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, jenis lamun E. acoroides, T. hemprichii, H. uninervis, dan C. rotundata memiliki nilai laju pertumbuhan daun lamun sebesar 0,55 cm/hari, 0,14 cm/hari, 0,37 cm/hari, dan 0,22 cm/hari. Jenis lamun yang memiliki nilai produksi biomassa daun tertinggi adalah E. acoroides dengan rata-rata 134,68 gbk/m2. Sedangkan T. hemprichii, H. uninervis, dan C. rotundata memiliki nilai produksi biomassa daun lamun sebesar 72,98 gbk/m2, 1,70 gbk/m2, dan 67,59 gbk/m2. Berdasarkan analisis korelasi dan regresi linear berganda parameter yang memiliki hubungan signifikan terhadap laju pertumbuhan daun lamun pada setiap jenis adalah suhu, pH, salinitas, DO, dan TOM.
Struktur Komunitas Bivalvia pada Ekosistem Lamun dengan Tutupan Berbeda di Perairan Pulau Bintan Annisa, Annisa; Febrianto, Try; Nugraha, Aditya Hikmat
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 1 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i1.52048

Abstract

Ekosistem lamun memiliki kaitan yang erat dengan keberadaan bivalvia. Kondisi struktur ekosistem lamun yang berbeda-beda di Perairan Pulau Bintan diduga dapat berpengaruh terhadap asosiasi bivalvia pada ekosistem lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur ekosistem lamun dan mempelajari struktur asosiasi bivalvia pada beberapa ekosistem lamun di Pesisir Pulau Bintan. Terdapat 4 stasiun pengamatan yang diamati pada penelitian ini. Penentuan lokasi penelitian berdasarkan keterwakilan sebaran ekosistem lamun di Pulau Bintan, dengan kondisi tutupan lamun yang berbeda, yaitu meliputi: Dompak, Pengudang, Teluk Bakau dan Pengujan. Metode sampling menggunakan transek kuadrat yang dipadukan dengan 3 buah transek garis sepanjang 100 m ke arah laut. Diperoleh 7 jenis lamun yang tersebar di 4 lokasi penelitian. Tutupan lamun tertinggi terdapat di Pesisir Pengudang dengan nilai tutupan sebesar 66.1%.  Ditemukan 28 spesies bivalvia dengan  nilai kepadatan tertinggi yaitu Gafrarium pectinatum. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa tutupan lamun memiliki keterikatan dengan kepadatan bivalvia. Beberapa bivalvia memiliki kecenderungan untuk hidup pada vegetasi lamun tertentu.  Seagrass ecosystems have a close relationship with the existence of bivalves. The different structural conditions of the seagrass ecosystem in the waters of Bintan Island are thought to influence the association of bivalves in the seagrass ecosystem. This study aims to describe the structure of seagrass ecosystems and study the structure of bivalve associations in several seagrass ecosystems on the coast of Bintan Island. There are four observation stations observed in this study. The determination of the research location was based on the representation of the distribution of seagrass ecosystems on Bintan Island, with different seagrass cover conditions, including: Dompak, Pengudang, Bakau Bay and Pengujan. The sampling method uses a quadratic transect combined with 3 line transects along 100 m seaward, obtaining 7 types of seagrasses scattered in 4 research locations. The highest seagrass cover was found in Pengudang Coastal Area, with a cover value of 66.1%. Found 28 species of bivalves with the highest density value, namely Gafrium pectinatum. PCA analysis results show that seagrass cover has an attachment to the density of bivalves. Some bivalves tend to live on specific seagrass vegetation.
Exploration of the Environmental Characteristics of Kijang Waters (Sungai Enam Village) from the Perspective of Statistics and Development Potential: Eksplorasi Rona Lingkungan Perairan Kijang (Desa Sungai Enam) Dalam Persefektif Angka Dan Potensi Pengembangannya Ma'mun*, Asep; Nugraha, Aditya Hikmat; Febrianto, Try; Kurniawati, Esty; Kurniawan, Rika; Suhana, Mario Putra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i1.22235

Abstract

Sei Enam, which is located in Bintan Regency, is planned to become a modern village whose development is balanced between local culture and sustainable environmental practices (Rizki, 2023). Quantitative data obtained from environmental studies and direct measurements can be used as a measuring tool for assessing the development of tourism and aquaculture areas, with a focus on reporting plankton as a food source, oceanographic conditions and air quality (Azhar & Anuar, 2021). The research results show that the speed and pattern of tidal currents at the research location play an important role in each season in the distribution of water mass at the research location, while high waves are relatively small throughout the season, in line with the results of previous research (Rizal & Anwar, 2021). These air movement patterns play an important role in the distribution of food and nutrient sources in waters (Budiarto & Fathoni, 2019). The results of the land suitability analysis show that Sei Enam has an area of ​ ​303.73 Ha, which can be recommended as an area for developing cage-based floating restaurant culinary tourism. With the results of this area, the development of cage-based culinary areas can be carried out on a large scale, but this needs to consider other factors such as shipping lanes and ship docks (Halim & Rizal 2021). The results of the community response showed that 85% agreed with the development plan. The government's role in planning, implementation and commitment to activities is an important factor in sustainable development (Suharto & Astuti, 2020)
ESTIMASI KANDUNGAN STOK KARBON PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PERAIRAN DOMPAK DAN BERAKIT, KEPULAUAN RIAU Hertyastuti, Putri Restu; Putra, Risandi Dwirama; Apriadi, Tri; Suhana, Mario Putra; Idris, Fadhliyah; Nugraha, Aditya Hikmat
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i3.32199

Abstract

Salah satu peran penting ekosistem lamun yaitu sebagai penyerap karbon yang berasal dari atmosfer. Pulau Bintan merupakan salah satu pulau dengan hamparan padang lamun yang cukup luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kandungan karbon pada padang lamun yang berasal dari seluruh jenis lamun dan sedimen yang berada di perairan Berakit dan Dompak Pulau Bintan. Penentuan potensi cadangan karbon dilakukan dengan melihat estimasi cadangan karbon di dalam sedimen dan biomassa lamun meliputi bagian atas (daun dan pelepah daun) dan bagian bawah lamun (rhizome dan akar). Pengukuran stok karbon pada sedimen lamun dilakukan dengan menggunakan metode pengabuan kering atau Loss on Ignation (LOI) dan kandungan karbon pada biomassa lamun diukur menggunakan metode konversi dengan konstanta. Hasil penelitian menunjukkan pada stasiun Berakit estimasi total cadangan karbon sedimen sebesar 91 Mg Corg ha-1 dan 10,58 Mg C/m2 untuk estimasi kandungan karbon lamun, sedangkan stasiun Dompak nilai estimasi total cadangan karbon pada sedimen berkisar103,80 Mg Corg ha-1 dan 3,34 Mg C/m2 untuk estimasi kandungan karbon bagian lamun. Kandungan karbon pada substrat dipengaruhi oleh komposisi sedimen dan kandungan karbon pada lamun dipengaruhi oleh kerapatan lamun.
REKRUTMEN KARANG KERAS (SCLERACTINIA) BERDASARKAN ZONA GEOMORFOLOGI DI PERAIRAN PULAU BINTAN, KEPULAUAN RIAU Kurniawan, Dedy; Nurhasima; Nugraha, Aditya Hikmat
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i2.34551

Abstract

Kesehatan ekosistem terumbu karang dapat dilihat melalui kemunculan rekrutmen karang. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan rekrutmen karang Scleractinia berdasarkan genus, life form, dan variasi ukuran rekrutmen karang Scleractinia di perairan Kampung Baru Lagoi dan Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan berdasarkan zona geomorfologi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan keberadaan karang Scleractinia di daerah reef flat dan reef slope pada kawasan terumbu karang dan metode survei dengan menggunakan bingkai kuadrat 1x1 m yang dipasang sepanjang garis transek 70 m sejajar garis pantai. Hasil penelitian ditemukan 164 koloni dari 24 genus yang didominasi oleh Favia dan Favites. Berdasarkan life form karang yang paling banyak ditemukan yaitu coral encrusting dan coral massive dengan variasi ukuran 4,5-6 cm dalam kategori ukuran sedang. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji-t menunjukkan bahwa perbedaan geomorfologi di kedua lokasi penelitian tidak berdampak secara signifikan terhadap kelimpahan karang rekrutmen.
Asosiasi Makrozoobentos pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan Sukmana, Hardiyanti; Susiana, Susiana; Nugraha, Aditya Hikmat
Akuatiklestari Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i.4059

Abstract

Makrozoobentos adalah organisme yang hidup di dasar perairan (substrat), baik yang sesil, merayap maupun menggali lubang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi makrozoobentos yang terdapat pada ekosistem padang lamun di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2021. Metode penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lamun yang ditemukan di Perairan Desa Pengujan terdiri atas; Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, dan Halophila ovalis. Kerapatan tergolong berbeda di setiap stasiun. Stasiun satu memiliki nilai kerapatan lamun total tertinggi termasuk dalam kategori sangat rapat, sedangkan stasiun tiga nilai kerapatan lamun total terendah termasuk dalam kategori rapat. Nilai Tutupan lamun tertinggi terdapat pada stasiun satu termasuk dalam kategori sedang, sedangkan nilai tutupan lamun yang rendah terdapat pada stasiun tiga termasuk dalam kategorikan sedang. Kepadatan makrozoobentos tertinggi terdapat pada stasiun dua sebesar 64 ind/m2. Makrozoobentos yang ditemukan terdiri dari 11 jenis. Makrozoobentos yang paling banyak ditemukan di Perairan Desa Pengujan adalah jenis Archaster sp. Adanya hubungan antara kerapatan lamun dengan kepadatan makrozoobentos di Perairan Desa Pengujan yang membuktikan bahwa kerapatan lamun juga memengaruhi kepadatan makrozoobentos.
Co-Authors . Jihad Abdul Rahman Putra Abdul Rahman Ritonga Achmadiyah, Soneta Addini, Indri Aditianda, Said Rully Adriani Sunuddin Afis Irawan Agung Dhamar Syakti Agus Ramli Ahmad Zahid Ahmad Zahid Ailsa Brinda Shasika Aminatul Zahra Andi Alamsyah Andi Bakia Askara Andri Irawan Anggia Rivani Angraini, Rika Anjani, Poppy Yulia Anma Hari Kusuma Anna Kristine Sigarlaki Annisa Annisa Arifatin, Ilil Armanto, Tri Asep Mulyono Aulia, Hillyatul Bambang Hermanto Bimo Panji Prayogo Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Chandra Joei Koenawan Dea Fauzia Lestari, Dea Fauzia Dedy Kurniawan Deni Saputra Desrica, Ramona Devia Hartono Puteri Devia Hartono Puteri Dietriech Geoffrey Bengen Dony Apdillah Endang Sunarwati Srimariana ESTY KURNIAWATI Esty Kurniawati Fadhliyah Idris Fajar Kurniawan Falmi Yandri Fatma Chairda Yani Febrianti Lestari Frensly Damianus Hukom Ganang Wibisono Gunzales, Ario halim, muhamad Hanifah, Putri Nur Hasan Eldin Adimu Hasidu, La Ode Abdul Fajar Hasikin, Nur Hayaty, Nurul Hazrul Hazrul Herlanto Sihar Napitupulu Hertyastuti, Putri Restu Hidayat, Rommy I Wayan Eka Dharmawan I Wayan Eka Dharmawan I Wayan Eka Dharmawan Ika Anggraeni Ilham Antariksa Tasabaramo Imam Pangestian Syahputra Indra Jaya Insaniah Rahimah Iqoh Faiqoh Ita Karlina Jelita Rahma Hidayati Jemi Jemi Jumsurizal Jumsurizal Juraij Juraij Khairul Hafsar Khairunnisa Khairunnisa Kristina, Kariska Kurniawan, Rika Lia Badriyah Ma'mun*, Asep Ma'mun, Asep Maharani Mario Putra Suhana MD Jayedul Islam Muhammad Abrar Mujizat Kawaroe MUJIZAT KAWAROE Mujizat Kawaroe Muslimin Muslimin Muslimin Muslimin Muta Ali Khalifa Nancy Willian Ni Wayan Purnamsari Nimmi Zulbainarni Novajrati Ningsih, Dwi Putri Nurhasima Nurul Dhewani Mirah Sjafrie Nurul Hati Petrus Christianus Makatipu Pradipta Agustina, Pradipta Pratiwi Sarinawaty Puruhito, Haniifah Nur Faatinah Putri Cahyani Putri Ramadhani Ramadhan, Muhammad Fitrah Reski Putri Handayani Rika Anggraini Rika Angraeni Rikoh Manogar Siringoringo Risandi Dwirama Putra Riska Rizki Rizki Rochmady Rosdyani Rachmi Sadam, Sadam Said Almahdi Saputra, Ruli Sari Wahyuni Sarinawaty, Pratiwi Sukmana, Hardiyanti Suraya, Intan Susi Rahmawati Susi Rahmawati Susiana Susiana Susiana Susiana Susiana Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Syofyan Roni T. Ersti Yulika Sari Tarlan Subarno Tetty, Tetty Tri Apriadi Try Febrianto Ucu Yanu Arbi Udhi E Hernawan Udhi E Hernawan Ufek, Indok Uli Rohana Malau Wahyu Adi Wahyu Muzammil Wahyudin Wahyudin Yandri, Fahmi Yani, Fatma Chairda Yehiel Hendry Dasmasela Yeti Darmayati Yuni Sinta Pratiwi Zamalludin, Zamalludin Zulfikar, Andi