Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS OBSERVASI SAMPAH DI MANGROVE DOMPAK Idris, Fadhliyah; Hidayati, Jelita Rahma; Hayaty, Nurul; Koenawan, Chandra Joei; Yandri, Falmi; Kurniawan, Rika; Nugraha, Aditya Hikmat; Sadam, Sadam; Aditianda, Said Rully; Anjani, Poppy Yulia; Aulia, Hillyatul; Arifatin, Ilil; Achmadiyah, Soneta
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 1 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i1.7700

Abstract

Permasalahan sampah laut di kawasan pesisir, termasuk ekosistem mangrove di Dompak, semakin memprihatinkan dengan dominasi sampah plastik dan keberadaan mikroplastik. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah mendorong perlunya kegiatan sosialisasi yang terarah dan berbasis data lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat melalui sosialisasi pengelolaan sampah sekaligus melakukan observasi jenis sampah di ekosistem mangrove Dompak. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman masyarakat, serta pengamatan langsung komposisi sampah ukuran makro dan mikro di lokasi penelitian. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pre test dan post test, sedangkan uji N-Gain menghasilkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah sebesar 66,67% pada kategori sedang. Observasi lapangan memperlihatkan bahwa sampah plastik mendominasi hingga 80% dari total komposisi sampah makro, sedangkan mikroplastik yang terdeteksi pada sedimen didominasi oleh tipe film sebesar 85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa sosialisasi yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah, namun pencemaran plastik di ekosistem mangrove Dompak masih tinggi sehingga memerlukan tindak lanjut berupa aksi nyata dan penguatan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Laju Pertumbuhan dan Produksi Biomassa Daun Lamun di Perairan Senggarang Besar Kota Tanjungpinang Hanifah, Putri Nur; Zulfikar, Andi; Nugraha, Aditya Hikmat; Muzammil, Wahyu
Akuatiklestari Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v9i1.5358

Abstract

Perairan Senggarang Besar merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Tanjungpinang Kota memiliki sebaran lamun yang cukup luas dengan kondisi cukup beragam. Untuk menjaga agar lamun dapat tetap berperan penting bagi ekosistem perairan, perlu diketahui produktivitas dari ekosistem lamun itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur laju pertumbuhan dan produksi biomassa daun lamun di Perairan Senggarang Besar serta menentukan hubungan laju pertumbuhan daun lamun dengan parameter lingkungan perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2022. Penentuan titik sampling dilakukan menggunakan metode Random Sampling pada 30 titik yang tersebar di 3 lokasi yang memiliki sebaran lamun. Pengamatan laju pertumbuhan dan produksi biomassa daun lamun menggunakan metode pemangkasan dengan memilih 1 tegakan secara acak pada kuadran ukuran 50x50 cm dari masing-masing jenis lamun dan diamati selama 28 hari. Hasil penelitian menujukkan E. acoroides memiliki nilai laju pertumbuhan daun tertinggi dibandingkan jenis lamun lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, jenis lamun E. acoroides, T. hemprichii, H. uninervis, dan C. rotundata memiliki nilai laju pertumbuhan daun lamun sebesar 0,55 cm/hari, 0,14 cm/hari, 0,37 cm/hari, dan 0,22 cm/hari. Jenis lamun yang memiliki nilai produksi biomassa daun tertinggi adalah E. acoroides dengan rata-rata 134,68 gbk/m2. Sedangkan T. hemprichii, H. uninervis, dan C. rotundata memiliki nilai produksi biomassa daun lamun sebesar 72,98 gbk/m2, 1,70 gbk/m2, dan 67,59 gbk/m2. Berdasarkan analisis korelasi dan regresi linear berganda parameter yang memiliki hubungan signifikan terhadap laju pertumbuhan daun lamun pada setiap jenis adalah suhu, pH, salinitas, DO, dan TOM.
Struktur Komunitas Bivalvia pada Ekosistem Lamun dengan Tutupan Berbeda di Perairan Pulau Bintan Annisa, Annisa; Febrianto, Try; Nugraha, Aditya Hikmat
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 1 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i1.52048

Abstract

Ekosistem lamun memiliki kaitan yang erat dengan keberadaan bivalvia. Kondisi struktur ekosistem lamun yang berbeda-beda di Perairan Pulau Bintan diduga dapat berpengaruh terhadap asosiasi bivalvia pada ekosistem lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur ekosistem lamun dan mempelajari struktur asosiasi bivalvia pada beberapa ekosistem lamun di Pesisir Pulau Bintan. Terdapat 4 stasiun pengamatan yang diamati pada penelitian ini. Penentuan lokasi penelitian berdasarkan keterwakilan sebaran ekosistem lamun di Pulau Bintan, dengan kondisi tutupan lamun yang berbeda, yaitu meliputi: Dompak, Pengudang, Teluk Bakau dan Pengujan. Metode sampling menggunakan transek kuadrat yang dipadukan dengan 3 buah transek garis sepanjang 100 m ke arah laut. Diperoleh 7 jenis lamun yang tersebar di 4 lokasi penelitian. Tutupan lamun tertinggi terdapat di Pesisir Pengudang dengan nilai tutupan sebesar 66.1%.  Ditemukan 28 spesies bivalvia dengan  nilai kepadatan tertinggi yaitu Gafrarium pectinatum. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa tutupan lamun memiliki keterikatan dengan kepadatan bivalvia. Beberapa bivalvia memiliki kecenderungan untuk hidup pada vegetasi lamun tertentu.  Seagrass ecosystems have a close relationship with the existence of bivalves. The different structural conditions of the seagrass ecosystem in the waters of Bintan Island are thought to influence the association of bivalves in the seagrass ecosystem. This study aims to describe the structure of seagrass ecosystems and study the structure of bivalve associations in several seagrass ecosystems on the coast of Bintan Island. There are four observation stations observed in this study. The determination of the research location was based on the representation of the distribution of seagrass ecosystems on Bintan Island, with different seagrass cover conditions, including: Dompak, Pengudang, Bakau Bay and Pengujan. The sampling method uses a quadratic transect combined with 3 line transects along 100 m seaward, obtaining 7 types of seagrasses scattered in 4 research locations. The highest seagrass cover was found in Pengudang Coastal Area, with a cover value of 66.1%. Found 28 species of bivalves with the highest density value, namely Gafrium pectinatum. PCA analysis results show that seagrass cover has an attachment to the density of bivalves. Some bivalves tend to live on specific seagrass vegetation.
Exploration of the Environmental Characteristics of Kijang Waters (Sungai Enam Village) from the Perspective of Statistics and Development Potential: Eksplorasi Rona Lingkungan Perairan Kijang (Desa Sungai Enam) Dalam Persefektif Angka Dan Potensi Pengembangannya Ma'mun*, Asep; Nugraha, Aditya Hikmat; Febrianto, Try; Kurniawati, Esty; Kurniawan, Rika; Suhana, Mario Putra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i1.22235

Abstract

Sei Enam, which is located in Bintan Regency, is planned to become a modern village whose development is balanced between local culture and sustainable environmental practices (Rizki, 2023). Quantitative data obtained from environmental studies and direct measurements can be used as a measuring tool for assessing the development of tourism and aquaculture areas, with a focus on reporting plankton as a food source, oceanographic conditions and air quality (Azhar & Anuar, 2021). The research results show that the speed and pattern of tidal currents at the research location play an important role in each season in the distribution of water mass at the research location, while high waves are relatively small throughout the season, in line with the results of previous research (Rizal & Anwar, 2021). These air movement patterns play an important role in the distribution of food and nutrient sources in waters (Budiarto & Fathoni, 2019). The results of the land suitability analysis show that Sei Enam has an area of ​ ​303.73 Ha, which can be recommended as an area for developing cage-based floating restaurant culinary tourism. With the results of this area, the development of cage-based culinary areas can be carried out on a large scale, but this needs to consider other factors such as shipping lanes and ship docks (Halim & Rizal 2021). The results of the community response showed that 85% agreed with the development plan. The government's role in planning, implementation and commitment to activities is an important factor in sustainable development (Suharto & Astuti, 2020)
ESTIMASI KANDUNGAN STOK KARBON PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PERAIRAN DOMPAK DAN BERAKIT, KEPULAUAN RIAU Hertyastuti, Putri Restu; Putra, Risandi Dwirama; Apriadi, Tri; Suhana, Mario Putra; Idris, Fadhliyah; Nugraha, Aditya Hikmat
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i3.32199

Abstract

Salah satu peran penting ekosistem lamun yaitu sebagai penyerap karbon yang berasal dari atmosfer. Pulau Bintan merupakan salah satu pulau dengan hamparan padang lamun yang cukup luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kandungan karbon pada padang lamun yang berasal dari seluruh jenis lamun dan sedimen yang berada di perairan Berakit dan Dompak Pulau Bintan. Penentuan potensi cadangan karbon dilakukan dengan melihat estimasi cadangan karbon di dalam sedimen dan biomassa lamun meliputi bagian atas (daun dan pelepah daun) dan bagian bawah lamun (rhizome dan akar). Pengukuran stok karbon pada sedimen lamun dilakukan dengan menggunakan metode pengabuan kering atau Loss on Ignation (LOI) dan kandungan karbon pada biomassa lamun diukur menggunakan metode konversi dengan konstanta. Hasil penelitian menunjukkan pada stasiun Berakit estimasi total cadangan karbon sedimen sebesar 91 Mg Corg ha-1 dan 10,58 Mg C/m2 untuk estimasi kandungan karbon lamun, sedangkan stasiun Dompak nilai estimasi total cadangan karbon pada sedimen berkisar103,80 Mg Corg ha-1 dan 3,34 Mg C/m2 untuk estimasi kandungan karbon bagian lamun. Kandungan karbon pada substrat dipengaruhi oleh komposisi sedimen dan kandungan karbon pada lamun dipengaruhi oleh kerapatan lamun.
REKRUTMEN KARANG KERAS (SCLERACTINIA) BERDASARKAN ZONA GEOMORFOLOGI DI PERAIRAN PULAU BINTAN, KEPULAUAN RIAU Kurniawan, Dedy; Nurhasima; Nugraha, Aditya Hikmat
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i2.34551

Abstract

Kesehatan ekosistem terumbu karang dapat dilihat melalui kemunculan rekrutmen karang. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan rekrutmen karang Scleractinia berdasarkan genus, life form, dan variasi ukuran rekrutmen karang Scleractinia di perairan Kampung Baru Lagoi dan Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan berdasarkan zona geomorfologi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan keberadaan karang Scleractinia di daerah reef flat dan reef slope pada kawasan terumbu karang dan metode survei dengan menggunakan bingkai kuadrat 1x1 m yang dipasang sepanjang garis transek 70 m sejajar garis pantai. Hasil penelitian ditemukan 164 koloni dari 24 genus yang didominasi oleh Favia dan Favites. Berdasarkan life form karang yang paling banyak ditemukan yaitu coral encrusting dan coral massive dengan variasi ukuran 4,5-6 cm dalam kategori ukuran sedang. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji-t menunjukkan bahwa perbedaan geomorfologi di kedua lokasi penelitian tidak berdampak secara signifikan terhadap kelimpahan karang rekrutmen.
Asosiasi Makrozoobentos pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan Sukmana, Hardiyanti; Susiana, Susiana; Nugraha, Aditya Hikmat
Akuatiklestari Vol 6 (2023): Jurnal Akuatiklestari - Edisi Khusus Seminar Nasional Perikanan Tangkap IX
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i.4059

Abstract

Makrozoobentos adalah organisme yang hidup di dasar perairan (substrat), baik yang sesil, merayap maupun menggali lubang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi makrozoobentos yang terdapat pada ekosistem padang lamun di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2021. Metode penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lamun yang ditemukan di Perairan Desa Pengujan terdiri atas; Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, dan Halophila ovalis. Kerapatan tergolong berbeda di setiap stasiun. Stasiun satu memiliki nilai kerapatan lamun total tertinggi termasuk dalam kategori sangat rapat, sedangkan stasiun tiga nilai kerapatan lamun total terendah termasuk dalam kategori rapat. Nilai Tutupan lamun tertinggi terdapat pada stasiun satu termasuk dalam kategori sedang, sedangkan nilai tutupan lamun yang rendah terdapat pada stasiun tiga termasuk dalam kategorikan sedang. Kepadatan makrozoobentos tertinggi terdapat pada stasiun dua sebesar 64 ind/m2. Makrozoobentos yang ditemukan terdiri dari 11 jenis. Makrozoobentos yang paling banyak ditemukan di Perairan Desa Pengujan adalah jenis Archaster sp. Adanya hubungan antara kerapatan lamun dengan kepadatan makrozoobentos di Perairan Desa Pengujan yang membuktikan bahwa kerapatan lamun juga memengaruhi kepadatan makrozoobentos.
Nilai Hambur Balik Akustik Terhadap Tingkat Tutupan dan Tinggi Kanopi yang Didominasi Jenis Lamun E. acoroides di Perairan Pulau Mantang Suraya, Intan; Ma'mun, Asep; Nugraha, Aditya Hikmat
Akuatika Indonesia Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i2.63054

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Perairan Pulau Mantang pada bulan Juli 2024 dengan tujuan untuk mengukur tutupan lamun, tinggi kanopi, serta menentukan nilai hambur balik akustik surface backscattering strength (SS) terhadap tingkat tutupan dan tinggi kanopi yang berbeda. Lamun merupakan ekosistem pesisir yang penting karena berperan sebagai habitat biota laut, penyerap karbon, dan penahan sedimen sehingga informasi terkait kondisi tutupan dan strukturnya sangat diperlukan untuk mendukung pengelolaan ekosistem pesisir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hidroakustik dengan instrumen single beam echosounder SIMRAD EK-15 berfrekuensi 200 kHz. Pengumpulan data diawali dengan survei lokasi yang memiliki hamparan lamun, kemudian dilakukan perekaman data akustik secara purposive sampling pada kondisi kapal diam dengan durasi 5 menit di setiap titik. Pengukuran tutupan lamun dilakukan menggunakan transek kuadran berukuran 50 × 50 cm yang dikategorikan menjadi tutupan jarang, sedang, dan padat. Selain itu, dokumentasi foto menggunakan kamera bawah air juga dilakukan untuk mendukung validasi hasil. Jumlah titik sampel yang diperoleh sebanyak 31 titik. Data akustik selanjutnya diolah dengan perangkat lunak ESP3 untuk mendapatkan nilai volume backscattering strength (Sv) dan surface backscattering strength (SS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SS terhadap tutupan lamun yang berbeda berkisar antara -40 dB hingga -20 dB. Analisis regresi linear sederhana antara nilai tutupan lamun dan SS menghasilkan persamaan y = 7,4728(Ln(x)) – 62,135 dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 62,22%. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara tingkat tutupan lamun dengan nilai hambur balik akustik. Sebaliknya, uji regresi linear sederhana antara tinggi kanopi dan SS memperlihatkan hubungan yang sangat lemah dengan nilai R² = 0,0061 sehingga dapat disimpulkan bahwa tinggi kanopi tidak berpengaruh nyata terhadap variasi nilai hambur balik. Penelitian ini menegaskan bahwa parameter tutupan lamun memiliki pengaruh signifikan terhadap respon akustik, sedangkan tinggi kanopi tidak memberikan kontribusi yang berarti. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi penelitian lanjutan dalam pemanfaatan teknologi akustik untuk pemetaan lamun secara non-destruktif dan efisien di wilayah pesisir.
Respon Pertumbuhan dan Sintasan Benih Enhalus acoroides Terhadap Pengkayaan Nutrien Menggunakan Limbah Budidaya Udang Aditya Hikmat Nugraha; Tri Apriadi; Fadhliyah Idris; Widia Kartika Di Sari Putri
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.42850

Abstract

Dilaporkan bahwa luasan ekosistem lamun di dunia terus mengalami penurunan. Salah satu faktor diantaranya adalah tingginya konsentrasi nutrien di perairan pesisir yang berasal dari aktivitas masyarakat. Benih lamun merupakan salah satu fase penting di dalam awal perkembangan kehidupan lamun. Selain itu juga nutrien menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan benih lamun. Pada penelitian ini sumber nutrien yang akan digunakan dalam proses pembenihan lamun berasal dari limbah budidaya udang.  Tujuan Penelitian ini untuk mengukur respon pertumbuhan dan tingkat sintasan benih lamun Enhalus acoroides yang dikultivasi pada media limbah budidaya udang dan mengukur perubahan konsentrasi nutrien pada limbah budidaya udang sebagai media tumbuh benih lamun Enhalus acoroides. Benih lamun Enhalus acoroides ditumbuhkan pada tiga perlakuan yaitu : jumlah tegakan lamun jarang (perlakuan A), jumlah tegakan lamun sedang (perlakuan B) dan jumlah tegakan lamun rapat (perlakuan C). Proses kultivasi dilakukan selama 4 minggu. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya benih lamun mengalami penurunan pertumbuhan. Tingkat sintasan benih lamun tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan nilai sebesar 90%. Penyerapan nutrien (amonia, nitrat, dan fosfat) yang terdapat pada limbah budidaya udang optimal terjadi pada perlakuan C. Konsentrasi nutrien pada seluruh perlakuan cenderung mengalami penurunan It is reported that the area of seagrass ecosystems worldwide continues to decline. One of the factors is the high concentration of nutrients in coastal waters originating from community activities. Seagrass seedling are one of the critical phases in the early development of seagrass life. In addition, nutrients are also one of the factors that influence the development of seagrass seeds. In this study, the nutrients used in the seagrass seeding process come from shrimp farming waste. The purpose of this study was to measure the growth response and survival rate of seagrass seeds Enhalus acoroides cultivated in shrimp farming waste media and to measure changes in nutrient concentration in shrimp farming waste as a growing medium for seagrass seeds Enhalus acoroides. Seagrass seeds Enhalus acoroides were grown in three treatments, namely: the number of sparse seagrass stands (treatment A), the number of medium seagrass stands (treatment B) and the number of dense seagrass stands (treatment C). The cultivation process was carried out for 4 weeks. The study results showed that seagrass seeds generally experienced a decrease in growth. The highest survival rate of seagrass seeds was found in treatment C, with a value of 90%. The absorption of nutrients (ammonia, nitrate, and phosphate) in shrimp farming waste was optimally achieved in treatment C. Nutrient concentrations in all treatments tended to decrease.
Variasi Harian Kelimpahan Relatif Ikan Pada Ekosistem Lamun di Perairan Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau Sari Wahyuni; Ahmad Zahid; Aditya Hikmat Nugraha
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.46287

Abstract

Diantara peran penting ekosistem lamun diantaranya sebagai tempat memijah, pengasuhan, mencari makan, dan tempat berlindung bagi berbagai organisme laut seperti ikan. Sebagai kota yang berada di wilayah pesisir, Tanjungpinang memiliki sebaran ekosistem lamun yang tersebar pada beberapa area. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajar terkaitani kondisi struktur ekosistem lamun, variasi harian kelimpahan ikan, dan keterkaitan antara asosiasi ikan dengan  struktur ekosistem lamun di perairan Kota Tanjungpinang. Terdapat empat stasiun pengamatan pada penelitian ini. Metode pengambilan data tutupan lamun dengan menggunakan transek garis yang dibantu dengan kuadrat dengan ukuran 50x50 cm sedangkan asosiasi ikan pada ekosistem lamun diamati dengan cara mengumpulkan ikan yang ditangkap dengan menggunakan jaring insang (Bottom gill net) yang memiliki karakteristik mata jaring ukuran 1,5 inci sepanjang 100 m dan lebar 2 m. Diperoleh 7 jenis lamun yang ditemukan di setiap stasiun dengan tutupan lamun tertinggi terdapat di Tanjung Duku. Teridentifikasi sebanyak 89 ikan yang berasosiasi dengan ekosistem lamun yang terdiri dari 23 famili dan 30 spesies. Hasil analisis one way ANOVA, menunjukkan bahwa variasi harian kelimpahan ikan pada siang dan malam hari memiliki nilai Sig. 0,014 (P< 0,05). Hal tersebut mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan kelimpahan jenis ikan pada siang dan malam hari. Hasil analisis korespondensi antara kelimpahan ikan dengan kategori tutupan lamun menunjukkan adanya kelompok sebaran jenis ikan berdasarkan karakteristik tutupan ekosistem lamun. Among the crucial roles of seagrass ecosystems are as a place for spawning, nurturing, foraging, and shelter for various marine organisms such as fish. As a city located in a coastal area, Tanjungpinang has a distribution of seagrass ecosystems spread across several regions, each with its unique characteristics and importance. This study aims to study the condition of the seagrass ecosystem structure, daily variations in fish reports, and the relationship between fish associations and the structure of the seagrass ecosystem in the waters of Tanjungpinang City. This study has four observation stations. The method of collecting seagrass cover data using a line transect assisted by a 50x50 cm square, while the fish association in the seagrass ecosystem is observed by collecting fish caught using gill nets which have characteristics of 1.5 inch mesh size, 100 m long and 2 m wide. Seven types of seagrass were found at each station with the highest seagrass cover at Tanjung Duku. 89 fish were identified as being associated with the seagrass ecosystem, consisting of 23 families and 30 species. The results of the one-way ANOVA analysis showed that daily variations in reporting fish during the day and night had a Sig. Value of 0.014 (P <0.05). This indicates that there are differences in reporting fish species during the day and night. The results of the analysis of the delivery between fish reporting and seagrass cover categories indicate the existence of groups of fish species distribution based on the characteristics of seagrass ecosystem cover.
Co-Authors . Jihad Abdul Rahman Putra Abdul Rahman Ritonga Achmadiah, Soneta Achmadiyah, Soneta Addini, Indri Aditianda, Said Rully Adriani Sunuddin Afis Irawan Agung Dhamar Syakti Agus Ramli Ahmad Zahid Ahmad Zahid Ahmad Zahid Ailsa Brinda Shasika Alifiya, Rosyita Aminatul Zahra Andi Alamsyah Andi Bakia Askara Andri Irawan Anggia Rivani Angraini, Rika Anjani, Poppy Yulia Anma Hari Kusuma Anna Kristine Sigarlaki Annisa Annisa Arifatin, Ilil Armanto, Tri Asep Mulyono Aulia, Hillyatul Aulia, Hilyatul Bambang Hermanto Bimo Panji Prayogo Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Chandra Joei Koenawan Dea Fauzia Lestari, Dea Fauzia Dedy Kurniawan Deni Saputra Desrica, Ramona Devia Hartono Puteri Devia Hartono Puteri Dietriech Geoffrey Bengen Dony Apdillah Eddy Handoko, Eddy Endang Sunarwati Srimariana Esty Kurniawati ESTY KURNIAWATI Fadhliyah Idris Fajar Kurniawan Falmi Yandri Fatma Chairda Yani Febrianti Lestari Feny Herawati Frensly Damianus Hukom Ganang Wibisono Gunzales, Ario halim, muhamad Hanifah, Putri Nur Haniifah Nur Faatinah Puruhito Hasan Eldin Adimu Hasidu, La Ode Abdul Fajar Hasikin, Nur Hayaty, Nurul Hazrul Hazrul Herlanto Sihar Napitupulu Hertyastuti, Putri Restu Hidayat, Rommy I Wayan Eka Dharmawan I Wayan Eka Dharmawan I Wayan Eka Dharmawan Ika Anggraeni Ilham Antariksa Tasabaramo Imam Pangestian Syahputra Indra Jaya Indri Addini Insaniah Rahimah Iqoh Faiqoh Ita Karlina Jelita Rahma Hidayati Jemi Jemi Jumsurizal Jumsurizal Juraij Juraij Khairul Hafsar Khairunnisa Khairunnisa Kristina, Kariska Kurniawan, Rika Laia, Dominikus Yoeli Wilson Lia Badriyah Ma'mun*, Asep Ma'mun, Asep Maharani Mario Putra Suhana MD Jayedul Islam Muhammad Abrar MUJIZAT KAWAROE Mujizat Kawaroe Mujizat Kawaroe Murwanto, Murwanto Muslimin Muslimin Muslimin Muslimin Muta Ali Khalifa Nancy Willian Ni Wayan Purnamsari Nimmi Zulbainarni Novajrati Ningsih, Dwi Putri Nurhasima Nurul Dhewani Mirah Sjafrie Nurul Hati Petrus Christianus Makatipu Pradipta Agustina, Pradipta Pratiwi Sarinawaty Puruhito, Haniifah Nur Faatinah Putri Cahyani Putri Ramadhani Ramadhan, Muhammad Fitrah Reski Putri Handayani Rika Anggraini Rika Angraeni Rikoh Manogar Siringoringo Risandi Dwirama Putra Riska Rizki Rizki Rochmady Rosdyani Rachmi Sadam, Sadam Said Almahdi Saputra, Ruli Sari Wahyuni Sari Wahyuni Sarinawaty, Pratiwi Sinaga, Ronald Raditya Kesatria Sukmana, Hardiyanti Suraya, Intan Susanti Susanti Susi Rahmawati Susi Rahmawati Susiana Susiana Susiana Susiana Susiana Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Syofyan Roni T. Ersti Yulika Sari Tarlan Subarno Tetty, Tetty Tri Apriadi Try Febrianto Ucu Yanu Arbi Udhi E Hernawan Udhi E Hernawan Ufek, Indok Uli Rohana Malau Wahyu Adi Wahyu Muzammil Wahyudin Wahyudin Widia Kartika Di Sari Putri Yandri, Fahmi Yani, Fatma Chairda Yehiel Hendry Dasmasela Yeti Darmayati Yuni Sinta Pratiwi Zamalludin, Zamalludin Zulfikar, Andi