Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Sudut Penyinaran terhadap Dosis Permukaan Fantom Berkas Radiasi Gamma Co-60 pada Pesawat Radioterapi Fiqi Diyona; Dian Milvita; Sri Herlinda; Kri Yudi Pati Sandy
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.054 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.2.131-135.2016

Abstract

Telah dilakukan pengukuran dan perhitungan pengaruh sudut penyinaran terhadap dosis radiasi permukaan fantom dengan menggunakan thermoluminescence-dosemeter-100 (TLD-100). Penelitian dilaksanakan di instalasi radioterapi salah satu rumah sakit di kota Padang menggunakan pesawat terapi Co-60. Pengukuran menggunakan teknik SSD 80 cm dan luas lapangan 10 cm x 10 cm. Faktor kalibrasi TLD-100 adalah 0,022 cGy/nC. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan sudut penyinaran dari 0° hingga 170°. Nilai dosis radiasi permukaan fantom berkisar antara 70,415 hingga 102,341 cGy. Hasil perhitungan menunjukkan sudut penyinaran memberikan pengaruh terhadap terimaan dosis radiasi pada permukaan fantom, namun dosis radiasi pada permukaan yang diterima fantom tidak linear dengan kenaikan sudut penyinaran.Kata kunci: dosis radiasi permukaan, faktor kalibrasi, sudut penyinaran, TLD-100
Kalibrasi TLD Badge di Udara dan Permukaan Fantom Menggunakan Sumber Radiasi Pesawat Sinar-X Konvensional Rahmawati Dewi; Heru Prasetio; Dian Milvita; Irma Dwi Rahayu; Pardi Pardi; Yahya Mustofa
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.317 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.2.257-263.2020

Abstract

Telah dilakukan kalibrasi TLD Badge di udara dan permukaan fantom menggunakan sumber radiasi pesawat sinar-X konvensional tipe Allenger 100R. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi TLD Badge dengan menentukan besarnya nilai faktor kalibrasi, mengetahui besarnya faktor hamburan balik (backscatter factor) serta mengetahui estimasi dosis radiasi di permukaan fantom. Penelitian menggunakan solid water phantom sebagai pengganti tubuh radiografer, TLD Badge sebagai detektor yang akan dikalibrasi dan detektor Unfors-X2 sebagai detektor standar. Dosis radiasi yang digunakan pada penelitian (0,5; 1; 3; 5; 7,5) mGy dengan tegangan (50; 60; 70; 80; 90; 100) kV. Hasil kalibrasi menunjukkan bahwa TLD Badge berada dalam kondisi baik dan besarnya faktor kalibrasi TLD Badge  yang diperoleh dapat digunakan untuk menentukan estimasi dosis radiasi yang diterima pekerja radiasi. Besarnya nilai faktor kalibrasi berdasarkan tegangan referensi 70 kV diperoleh sebesar 0,018 mGy/nC  mendekati dengan nilai faktor kalibrasi TLD Badge yang telah dilakukan oleh pihak PTKMR BATAN yaitu 0,020 mGy/nC. Nilai backscatter factor TLD Badge memiliki pola yang sama dengan protokol IAEA TRS No.457. Backscatter factor TLD Badge yang diperoleh dapat menambah literatur backscatter factor di protokol IAEA TRS No.457 untuk luas lapangan radiasi 350 cm x 350 cm . TLD Badge has been calibrated in air and phantom surface using radiation source of x-ray conventional type allenger 100R. The study aims to determine of the condition of the TLD Badge by determining the value of the calibration factor, knowing the magnitude of the backscatter factor and knowing the estimated radiation dose on the phantom surface The study uses solid water phantom as a substitute for the body of the radiographer, TLD Badge as a detector to be calibrated and Unfors-X2 detector as a standard detector. The radiation dose used in this study (0.5; 1; 3; 5; 7.5) mGy with voltage (50; 60; 70; 80; 90; 100) kV. Calibration results show that the TLD Badge is in good condition and the magnitude of the TLD Badge calibration factor obtained could be used to determine the estimated radiation dose received by the radiation worker. The value of the calibration factor based on the 70kV reference voltage obtained by 0.018 mGy /nC is close to the TLD Badge calibration factor value that has been carried out by PTKMR BATAN which is 0.020 mGy /nC. Backscatter factor value TLD Badge has the same pattern as the IAEA TRS protocol No.457. The TLD Badge backscatter factor obtained can add to the backscatter factor literature in the IAEA TRS protocol No.457 for the 350 cm x 350 cm radiation field area.
STUDI AWAL UJI PERANGKAT KAMERA GAMMA DUAL HEAD MODEL PENCITRAAN SINGLE PHOTON EMISSION COMPUTED TOMOGRAPHY (SPECT) MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI MEDIUM ENERGY Ra226 Friska Wilfianda Putri; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 2: April 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.27 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.2.90-95.2014

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian mengenai studi awal uji perangkat kamera gamma dual head model pencitraan Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT) menggunakan sumber radiasi medium energy Ra226 di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) Badan Tenaga Nuklir Nasionala (BATAN).  Penelitian ini dilakukan untuk menguji dan menganalisis perangkat kamera gamma dual head model pencitraan SPECT menggunakan sumber radiasi medium energy Ra226memakai kolimator Medium Energy General Purpose (MEGP), tanpa kolimator MEGP, memakai phantom linier, dan phantom jaszczak.  Dari hasil pengujian didapatkan  nilai laju cacahan pada saat tanpa memakai kolimator lebih tinggi dibandingkan saat menggunakan kolimator MEGP.  Pada saat pencacahan menggunakan phantom linier dan phantom jazchazk menghasilkan hasil citra yang jelas dan tidak terdapat gangguan pada detektor kamera gamma.Kata kunci: kamera gamma dual head, phantom jaszczak, phantom linier, Ra226, SPECT AbstractPreliminary study on the performance of a dual head Single Photon Emission Computed Tomographic (SPECT) gamma camera at PTKMR-BATAN has been examined by using medium energy radiation from Ra226.  This research is conducted to test and analyze of dual head gamma camera model SPECT image using medium energy radiation source Ra226 and Medium Energy General Purpose (MEGP) collimator, without MEGP collimator, using linier and jazchazk phantom.  It was found that the count rate for the measurement without any collimator was larger than with MEGP collimator.  During counting when using linier and jazchazk phantom, it produces clear images and there is no distortion on gamma camera detector.Keywords: dual head gamma camera, jazchazk phantom,  linier phantom, Ra226, SPECT
Pemetaan Tingkat Radioaktivitas Lingkungan pada Tanah di Kota Padang Yola Despriani; Dian Milvita; Kusdiana Kusdiana; Radhia Pradana
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.95 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.2.190-195.2020

Abstract

Telah dilakukan pemetaan tingkat radioaktivitas lingkungan pada tanah di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas spesifik dari radionuklida alam Ra-226, Th-232, K-40 dan radionuklida buatan Cs-137 yang terdapat pada tanah di Kota Padang, kemudian ditinjau berdasarkan PERKA BAPETEN No. 9 tahun 2009.  Sampel tanah dikumpulkan dari 20 lokasi pada kedalaman 0-5 cm. Aktivitas spesifik sampel tanah diukur menggunakan seperangkat spektrometer gamma selama 17 jam.  Peta tingkat radioaktivitas dibuat menggunakan aplikasi MapInfo 10.5.  Hasil pengukuran menunjukkan aktivitas spesifik tertinggi terdapat pada radionuklida K-40 berkisar antara 38,04 ± 22,86 sampai 1042,08 ± 76 Bq/kg, dan terendah pada radionuklida Cs-137 berkisar antara 0 sampai 1,66 ± 0,15 Bq/kg.  Aktivitas spesifik Ra-226 berkisar antara 4,05 ± 0,29 sampai 53,44 ± 2,91 Bq/kg dan Th-232 berkisar antara 6,33 ± 0,45 sampai 109,39 ± 5,75 Bq/kg.  Berdasarkan PERKA BAPETEN No. 9 tahun 2009, aktivitas spesifik radionuklida yang terdapat di dalam sampel tanah Kota Padang masih berada di bawah ambang batas yang diperbolehkan yaitu untuk Ra-226 dan Th-232 adalah 1000 Bq/kg dan untuk K-40 adalah 10000 Bq/kg. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat radioaktivitas pada tanah di Kota Padang masih dalam batas aman dan belum menimbulkan bahaya kesehatan terhadap masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Measurement the level of environmental radioactivity of soil samples in Padang City has been done.  The purpose of this research is to determine the specific activity of natural radionuclide such as Ra-226, Th-232, K-40 and anthropogenic radionuclide such as Cs-137 contained in soil samples of Padang City, then compared it with PERKA BAPETEN No 9/2009.  The soil samples were collected from 20 locations with depth of 0-5 cm.  Specific activity of soil samples was measured using gamma spectrometer for 17 hours.  Map of radioactivity level were made using MapInfo 10.5 application.  The highest specific activity was found in K-40 ranged from 38.04 ± 22.86 Bq/kg to 1042.08 ± 76 Bq/kg, and the lowest in Cs-137 ranged from 0 to 1.66 ± 0.15 Bq/kg.  the specific radioactivity of Ra-226 ranged from 4.05 ± 0.29 to 53.44 ± 2.91 Bq/kg and Th-232 ranged from 6.33 ± 0.45 to 109.39 ± 5.75 Bq/kg.  Based on the head of BAPETEN regulation No 9/2009, the specific activity of radionuclide in soil from Padang City is currently below the limit which are 1000 Bq/kg for Ra-226 and Th-232 and 10000 Bq/kg for K-40.  It can be concluded that the level of radioactivity of soil in Padang City is still in safe limit and has not caused health hazard to people living in the area.
Analisis Laju Dosis Radiasi di Sekitar Ruangan Radioterapi RS. Universitas Andalas Padang Imam Wahyudi; Dian Milvita
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.53 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.3.273-278.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisis laju dosis radiasi menggunakan surveymeter fluke di sekitar instalasi radioterapi RS. Universitas Andalas Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur laju dosis radiasi dan melakukan evaluasi berdasarkan Pembatas Dosis (PD) Perka BAPETEN No 3 Tahun 2011, memperkirakan efek biologis radiasi, serta evaluasi fasilitas proteksi radiasi berdasarkan Safety Report Series No. 47 IAEA. Pengambilan data dilakukan pada titik pengukuran di sekitar instalasi radioterapi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa laju dosis radiasi di sekitar instalasi radioterapi berkisar antara 0-1.907 µSv per jam. Laju dosis radiasi yang didapatkan masih di bawah nilai Pembatas Dosis Perka BAPETEN No 3 Tahun 2013, akan tetapi pada titik pengukuran di sekitar mobile C-arm nilai yang diperoleh melebihi nilai pembatas dosis untuk masyarakat umum yaitu 0,25 µSv per jam. Perkiraa efek biologis radiasi yang ditimbukan di sekitar instalasi radioterapi adalah efek stokastik. Fasilitas proteksi radiasi di instalasi radioterapi telah memenuhi syarat Safety Report Series No. 47 IAEA.Kata kunci: Efek stokastik, Laju dosis radiasi, Radioterapi, RS. Universitas Andalas, Surveymeter fluke
Estimasi Laju Dosis Radiasi yang Lolos Melalui Dinding Primer dan Sekunder Berdasarkan Beban Kerja Pesawat Teleterapi Co-60 di Instalasi Radioterapi RSUP. Dr. M. Djamil Padang (Studi Kasus Januari - Juni 2019) Santri Ramadhani; Dian Milvita; Heru Prasetio; Mursiyatun Mursiyatun
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.025 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.3.284-291.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang estimasi laju dosis radiasi yang lolos melalui dinding primer dan sekunder, berdasarkan beban kerja pesawat teletrapi Co-60 di instalasi radioterapi RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Penelitian menggunakan data sekunder berupa data dosis pasien, pekerja radiasi periode Januari-Juni 2019 dan data desain dinding ruang penyinaran Co-60. Metode perhitungan menggunakan persamaan analitik dari SRS No. 47 IAEA. Hasil yang didapatkan adalah nilai beban kerja pesawat Co-60 per minggu berkisar antara (6,4-288) Gy m2 per minggu. Nilai ini masih berada di bawah rekomendasi NCRP No. 49. Hasil perhitungan estimasi laju dosis radiasi yang lolos melalui dinding primer berkisar antara (5,35 × 10-9–1,99 × 10-6) Sv per minggu, sedangkan estimasi laju dosis radiasi yang lolos melalui dinding sekunder akibat radisi bocor berkisar antara (2,27 × 10-14- 2,41 × 10-6) Sv per minggu dan melalui dinding sekunder akibat radiasi hambur berkisar antara (1,56 × 10-17- 1,94 × 10-9) Sv per minggu. Nilai estimasi laju dosis radiasi yang didapatkan masih berada di bawah nilai batas dosis (NBD) yang ditetapkan oleh BAPETEN No. 3 Tahun 2013 pasal 30 dan 31 tentang limitasi dosis radiasi untuk pekerja radiasi dan masyarakat umum. Research has been conducted on the estimation of the rate of radiation doses that pass through the primary and secondary walls, based on the workload of the Co-60 teletherapy instrument in the radiotherapy installation of RSUP. Dr. M. Djamil Padang. The research using secondary data, that are the patient dose and radiation workers for the January-June 2019 period and Co-60 wall design data. The method of calculation was analytic equations from Safety Report Series (SRS) International Atomic Energy Agency (IAEA) No. 47. The result show that the workload value of Co-60 ranges from (6.4-288) Gy m2 week. This value was still lower than the recommendation of NCRP No. 49. The results of the calculation of the estimated radiation dose rate that passes through the primary wall obtained ranged between (5.35 × 10-9-1.99 × 10-6) Sv per week, while through the secondary wall due to the leakage of radiation ranged between (2.27× 10-14–2.41 × 10-6) Sv per week and through the secondary wall due to scattering radiation ranged between (1.56 × 10-17–1.94 × 10-9) Sv per week. The estimated value of the radiation dose obtained is still lower than the value of dose limit (NBD) determined by BAPETEN No. 3 of 2013 articles 30 and 31 concerning the limitation of radiation doses for radiation workers and general public.
Verifikasi Ketepatan Hasil Perencanaan Nilai Dosis Radiasi Terhadap Penerimaan Dosis Radiasi Pada Pasien Kanker Mutya Handayani; Dian Milvita; Sri Herlinda; Kri Yudi Pati Sandy
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.276 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.2.159-165.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang verifikasi ketepatan hasil perencanaan nilai dosis radiasi terhadap penerimaan dosis radiasi pada pasien kanker. Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi ketepatan hasil perencanaan nilai dosis radiasi terhadap penerimaan dosis radiasi pada 5 orang pasien dengan jenis kanker yang berbeda. Verifikasi ketepatan dosis radiasi didapatkan dari perbedaan dosis yang direncanakan berdasarkan kondisi penyinaran dengan pengukuran dosis radiasi permukaan pasien kanker menggunakan TLD-100, kemudian dibandingkan dengan perencanaan nilai dosis menggunakan Treatment Planning System (TPS). Keluaran laju dosis pesawat terapi Co-60 dihitung menggunakanTechnical Report Series (TRS) IAEA No. 398 yang tercantum pada sertifikat kalibrasi. Hasil verifikasi yang didapatkan bahwa nilai dosis radiasi minimum yang diterima pasien mencapai -5,257 % yang diterima oleh pasien Ca. Laring dan dosis radiasi maksimum mencapai 11,885 % yang diterima oleh pasien Ca. Serviks. Verifikasi dosis radiasi yang diterima masih dalam batas toleransi yangdiperbolehkan yaitu ± 25%.Kata kunci: Co-60, verifikasi, TLD-100, Treatment Planning System (TPS), Technical Report Series (TRS) IAEA No.398.
Analisis Radiofarmaka Tc99m MDP pada Pasien Kanker Payudara di Daerah Tulang Lutut dan Panggul Ira Fenta; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.805 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.132-138.2017

Abstract

Telah dilakukan analisis radiofarmaka Tc99m MDP pada 25 orang pasien kanker payudara yang melakukan bone scan di daerah tulang lutut dan panggul menggunakan kamera gamma. Data diolah menggunakan teknik ROI dan Statistika 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk tulang yang tidak terdapat metastasis: akumulasi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 0,301 mCi, pada lutut kiri 0,297 mCi, pada panggul anterior 2,118 mCi, dan pada panggul posterior 1,914 mCi; bioditribusi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 11,130 MBq, pada lutut kiri 10,974 MBq, pada panggul anterior 78,365 MBq, dan pada panggul posterior 70,815 MBq; presentase uptake radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 2,005 %, pada lutut kiri 1,977 %, pada panggul anterior 14,120 %, dan pada panggul posterior 12,759 %. Untuk tulang yang terdapat metastasis akumulasi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 0,283 mCi, pada lutut kiri 0,303 mCi, pada panggul anterior 1,666 mCi, dan pada panggul posterior 1,665 mCi; bioditribusi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 11,472 MBq, pada lutut kiri 11,210 MBq, pada panggul anterior 61,639 MBq, dan pada panggul posterior 83,746 MBq; presentase uptake radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 1,887 %, pada lutut kiri 2,020 %, pada panggul anterior 11,106 %, dan pada panggul posterior 11,102 %. Nilai akumulasi, biodistribusi, dan presentase uptake tertinggi terdapat pada panggul anterior. Secara umum nilai-nilai ketiga parameter lebih tinggi pada pasien yang didiagnosis suspect atau menderita metastasis daripada yang tidak terdapat metastasis.Kata kunci :akumulasi, biodistribusi, kanker payudara,radiofarmaka Tc99m MDP,uptake.
ESTIMASI NILAI CTDI DAN DOSIS EFEKTIF PASIEN BAGIAN HEAD, THORAX DAN ABDOMEN HASIL PEMERIKSAAN CT-SCAN MEREK PHILIPS BRILIANCE 6 Helga Silvia; Dian Milvita; Heru Prasetio; Helfi Yuliati
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 2: April 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.483 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.2.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai estimasi CTDI dan dosis efektif pasien bagian head, thorax dan abdomen pada hasil pemeriksaan CT-Scan. Penelitian dimulai dengan mengukur diameter efektif pasien dari citra CT-Scan. Kemudian diameter efektif (D) disubtitusi pada persamaan CTDIw untuk estimasi nilai CTDI pada pasien. Sedangkan dosis efektif dihitung dengan software ImPACT CT Patient Dosimetry Calculator dengan data 10 orang pasien masing-masing bagian pemeriksaan menggunakan CT-Scan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: CTDI pasien pada pemeriksaan bagian head berkisar antara  21,09 mGy hingga 26,98 mGy, CTDI 11,26 mGy hingga 32,55 mGy bagian thorax, dan antara 7,72 mGy hingga 19,38 mGy bagian abdomen. Dosis efektif pasien berkisar antara 1 mSv hingga 2,8 mSv pada bagian head, 8,14 mSv hingga 15 mSv pada bagian thorax dan 9,14 mSv hingga 14 mSv pada bagian abdomen. Sedangkan organ yang paling besar mendapatkan dosis efektif pada bagian head adalah otak dan kelenjar saliva, pada bagian thorax  adalah paru-paru dan pada bagian abdomen adalah lambung. Semua fungsi yang dihasilkan pada penelitian ini digunakan untuk mengestimasi lebih lanjut nilai CTDI dan dosis efektif yang diameter efektif dan scan length-nya tidak sama dengan nilai yang digunakan pada penelitian ini. Potensi risiko kanker pada pasien pemeriksaan menggunakan CT-Scan relatif kecil yaitu 0,01% pada bagian head, 0,07% pada bagian thorax dan 0,08% pada bagian abdomen.
ANALISIS UPTAKE TIROID MENGGUNAKAN TEKNIK ROI (REGION OF INTEREST) PADA PASIEN NODUL TIROID Azyyati Bahirah; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 2: April 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.18 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.2.59-64.2014

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan analisis uptake tiroid menggunakan teknik ROI (Region Of Interest) dari 10 orang pasien nodul tiroid. Pasien dibagi menjadi 2 kategori, yaitu hot nodule sebanyak  3 orang dan cold nodule sebanyak 7 orang. Radiofarmaka yang digunakan adalah Tc-99m perteknetat. Radiofarmaka diinjeksikan secara intravena ke lengan pasien. Pencitraan dilakukan menggunakan kamera gamma dual head ADAC Skylight pada selang waktu 5, 10 dan 15 menit pasca injeksi. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai uptake pada pasien hot nodule meningkat pada selang waktu 5 sampai 15 menit, sedangkan pada pasien cold nodule peningkatan nilai uptaketerjadi pada selang waktu 5 sampai 10 menit.Kata Kunci : Cold nodule, hot nodule, kamera gamma, radiofarmaka, Tc-99m perteknetat, uptakeAbstractThe thyroid uptake analysis using ROI (Region of Interest) technique of10 thyroid nodules patients had been performed. Patients were divided into two categories, i.e. hot nodule and cold nodule, as many as 3 people and7 people, respectively. Radiopharmaceutical used is Tc-99m pertechnetate. Radiopharmaceutical was intravenouslyinjectedintothe patient's arm. Imaging was performed using a ADAC Skylight dual head gamma camerain intervals 5, 10 and 15 minutes post-injection. The results showedthe meanuptake value at patients with hot nodulesincreased at intervals of 5 to 15 minutes, while at patients with cold nodules increased at intervals of 5 to 10 minutes.Keyword : Cold nodules, hot nodules, gamma camera,  radiopharmaceutical, Tc-99m pertechnetate, uptake
Co-Authors Abrar, Luthfia Aqila Adrial, Rico Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afdhal Muttaqin Ahmad Fauzi Pohan Ajirma Halimatussyakdiah Alimin Mahyudin Almahdi Mousa Almuhayar, Mawanda Almuslimiati Almuslimiati Almuslimiati, Almuslimiati Alvionita, Vinny Alya Nabilla Amatulhaq, Seruni Amel Oktavia S Amel Oktavia S. Andrea Wessha Andriani, Chintia Rahmi Anggi Effina Anindy Dwitika Fanis Annisa Yuliandari Aprizka Smartalova Syahda Arizola Septi Vandra Arizola Septi Vandra Asma Ul Husna, Indah Astuti Astuti - Azyyati Bahirah Azyyati Bahirah, Azyyati Candra, Ega Septryan Chavied Varuna Chavied Varuna Chavied Varuna, Chavied Chintia Rahmi Andriani Cindy Wulanda Harwin Dahyunir Dahlan Damayanti, Elok Darlina Darlina Darlina Darlina Dedi Mardiansyah Defira, Eli Delvihardini, Rani Despriani, Yola Devi Yunita Devi Yunita Dewanti, Wafi Muthia Dewi Kartikasari Dewi Kartikasari Dewi, Rahmawati Dian Fitriyani Dinda Dyesti Aprilyanti Dinda Dyesti Aprilyanti Dira Rizki Martem Dira Rizki Martem, Dira Rizki Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati, Dyah Effendi, Erawan Effina, Anggi Eli Defira Elistia Liza Namigo, Elistia Emidatul Manzil Eri Hiswara Eri Hiswara Ervy Primadila Fadhil Nazir Fadhil Nazir, Fadhil Fadil Nasir Fadil Nasir Fadil Nasir, Fadil Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fandi Aulia Ilham Fandi Aulia Ilham, Fandi Aulia Fani Anjelina Fanis, Anindy Dwitika Fathanah, Nurul Fauzana, Suci Febrietri, Ovia Fenta, Ira Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona, Fiqi Fransischa Ramona Friska Wilfianda Putri Friska Wilfianda Putri, Friska Wilfianda Gatot Suhariyono Geby Sri Ayu Oktavia Hadi, Bagus Sidik Waskito Hajjatun Khairah Hajjatun Khairah Hajjatun Khairah, Hajjatun Halimatussyakdiah, Ajirma Harli Handa Hidayat Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Harmayeni Harmayeni Harmayeni, Harmayeni Harwin, Cindy Wulanda Hasanah.Kr, Nurul Hasnel Sofyan Hasnel Sofyan Hasnel Sofyan Hayu Tyas Utami Helfi Yanti Helfi Yanti, Helfi Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati2 Helfi Yuliati2, Helfi Helga Silvia Helga Silvia Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Hidayat, Harli Handa Hidayat, Maulidia I Gde Sukadana Iin Kurnia Iin Kurnia Ike Putri Liasari Imam Taufiq Imam Taufiq Imam Wahyudi Imam Wahyudi Indrawan, Imam Wahyudi Indah Asma Ul Husna Indriani, Widia Ira Fenta Irma Dwi Rahayu Ivone Chirsnia Ivone Chirsnia Kanie, Muhammad Al Jabbar Khairunnisak Khairunnisak Khairunnisak Khairunnisak, Khairunnisak Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy, Kri Yudi Pati Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana, Kusdiana Latifah Aulia Rasyada Liasari, Ike Putri Luthfia Aqila Abrar M. Ali Shafii Mahmudi Rio Putra Mahmudi Rio Putra, Mahmudi Rio Manzil, Emidatul MARIA BINTANG Marzuki Marzuki Maulidia Hidayat Mawanda Almuhayar Maya Putri Sahfira Meqorry Yusfi Merli Azizah Merli Azizah, Merli Milda Utari Milda Utari, Milda Mohammad Ali Shafii Mona Vadila Mona Vadila Monaliza - Monaliza -, Monaliza Morry Wulandarisman Mousa, Almahdi Muhammad Al Jabbar Kanie Muhammad Al Jabbar Kanie Muhammad Ilyas muhammad ilyas Muhammad Ilyas Muhammad Iqbal S Muhammad Rizqi Widisaputra Muji Wiyono Muldarisnur, Mulda Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mustofa, Yahya Muthiah Hidayat Muthiah Hidayat Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Mutya Handayani Mutya Handayani, Mutya Mutya Vonnisa Nabila Fauzi Syafitri Nanang Sumitra Nasution, Rihadatul Aisy Syofyani Nini Firmawati Nisaul Chaira Yeni Nola Leona Gemi Nola Leona Gemi, Nola Novita, Rahmi Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni, Nunung Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurul Annisa Nurul Hasanah.Kr Oktavia S, Amel Oktavia, Amel Ovia Febrietri Pahrudin Pahrudin Pahrudin, Pahrudin Pardi Pardi Pardi Pardi, Pardi Pradana, Radhia Pratama, Ida Bagus Gede Putra Primadila, Ervy Putri Trisa Vinanda Putri, Rahmiatul Putri, Suriza Radhia Pradana Rahayu, Irma Dwi Rahmat Rasyid Rahmawati Dewi Rahmawati, Indy Rahmi Desi Martha Rahmi Desi Martha Ramacos Fardela Ramadhani, Santri Ramadhani, Syarifah Ramona, Fransischa Rasyada, Latifah Aulia Regiska, Nadia Relis, Septya Annisa Resky Maulanda Septiani Resky Maulanda Septiani, Resky Maulanda Ridwan, Ridwan Rika Susanti Rima Ramadayani Rima Ramadayani, Rima Rizka Mutik Siyami S, Amel Oktavia S, Muhammad Iqbal S., Amel Oktavia Sahfira, Maya Putri Santri Ramadhani Sari, Silvia Novita Sari, Suci Indah Seruni Amatulhaq Silvia Eka Putri Silvia Eka Putri, Silvia Eka Silvia Novita Sari Siyami, Rizka Mutik Solly Aryza Sri Handani Sri Herlinda Sri Herlinda Sri Herlinda, Sri Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Mulyadi D.T. Basa Sri Oktamuliani Suci Fauzana Sumitra, Nanang Suriza Putri Suryawati Arifin Suryawati Arifin, Suryawati Suwarni - Suwarni - Suyati - Suyati Suyati Syafitri, Nabila Fauzi Syahda, Aprizka Smartalova Taufiq, Vara Trengginas Eka Putra Sutantyo Usna, Sri Rahayu Alfitri Vadila, Mona Vadila, Mona Vara Taufiq Vinanda, Putri Trisa Vinny Alvionita Vinny Alvionita Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wessha, Andrea Widia Indriani Widisaputra, Muhammad Rizqi Wildian Wildian Wiyono, Muji Wulandarisman, Morry Yahya Mustofa Yeni, Nisaul Chaira Yola Despriani Yosi Sudarsi Asril Yosi Sudarsi Asril, Yosi Sudarsi Yudayanti, Ila Yudayanti Yuliandari, Annisa Yulma Susanto, Riyan Yusfi, Meqqory Yusuf, Khalid Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi, Zulfi