Claim Missing Document
Check
Articles

Estimasi Penyebaran Kanker Paru pada Bagian Tulang Belakang (Vertebra) dengan Menganalisis Nilai Uptake Tc99m MDP Chintia Rahmi Andriani; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.295 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.339-344.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian estimasi penyebaran kanker paru pada bagian tulang belakang (vertebra) dengan menganalisis nilai uptake Tc99m MDP. Data diperoleh dari 18 orang penderita kanker paru yang melakukan pemeriksaan bone scan. Pemeriksaan bone scan menggunakan bahan radiofarmaka Tc99m MDP yang diinjeksikan ke dalam  tubuh. Pemeriksaan dilakukan di bawah kamera gamma secara spot static selama 30 menit pada posisi anterior dan posterior. Hasil citra pemeriksaan bone scan diolah dengan teknik ROI dengan fokus pada tulang belakang dan bagian sekitarnya. Hasil menunjukkan nilai uptake Tc99m MDP pada bagian tulang belakang dan sekitarnya untuk setiap pasien kanker paru berbeda. Pasien dengan nilai uptake Tc99m MDP yang berada di atas 345609 count untuk posisi anterior dan 389457 count untuk posisi posterior mengalami metastasis, kecuali adanya kasus tertentu pada pasien. Nilai % uptake Tc99m MDP tulang servikal, tulang torakal dan tulang lumbal secara rerata berbeda, baik pada posisi anterior maupun posisi posterior.Kata kunci : tulang belakang, kanker paru, uptakeTc99m MDP
Analisis Nilai Noise dari Citra Pesawat CT-Scan pada Beberapa Rekonstruksi Kernel dengan Variasi Slice Thickness Almuslimiati Almuslimiati; Dian Milvita; Heru Prasetio
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.108 KB) | DOI: 10.25077/jfu.8.1.57-63.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis nilai noise dari citra pesawat CT-Scan pada beberaparekonstruksi kernel dengan variasi slice thickness. Penelitian dilakukan dengan menggunakan fantom sebagai bahan pengganti pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan rekonstruksi kernel terhadap nilai noise. Nilai noise ysng didapatkan dibandingkan dengan batas toleransi yang diizinkan oleh BAPETEN. Slice thickness terbaik akan ditentukan dari masing-masing rekonstruksi yang digunakan. Penelitian dilakukan pada arus 250 mAs dan tegangan 120 kV dengan menggunakan rekonstruksi kernel standar, lung, soft, edge, bone dan chest serta variasi slice thickness dari 1 mm – 10 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan rekonstruksi kernel yang digunakan memberikan pengaruh berupa peningkatan nilai noise. Nilai noise yang didapatkan masih dalam batas toleransi yang diizinkan oleh BAPETEN. Slice thickness yang paling baik adalah dengan ketebalan 6 mm, karena pada ketebalan ini dihasilkan nilai noise yang paling sedikit. Penggunaan slice thickness yang tidak terlalu tebal akan membuat citra menghasilkan detail-detail gambar yang tinggi dan sebaliknya, untuk itu perlu adanya optimasi penggunaan slice thickness agar bagian tubuh yang menjadi objek pemeriksaan dapat didiagnosis dengan baik.Kata kunci : fantom, noise, rekonstruksi kernel, slice thickness
Analisis Tc-99m Sestamibi Pada Perempuan Kanker Payudara Menggunakan Teknik Region of Interest (ROI) di Laboratorium In-vivo PTKMR-BATAN Ajirma Halimatussyakdiah; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.023 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.4.545-549.2020

Abstract

Telah dilakukan pengambilan data sekunder 15 orang volunteer perempuan kanker payudara untuk menganalisis radiofarmaka Tc-99m Sestamibi yang diinjeksikan ke dalam tubuh. Alat yang digunakan pada penelitian adalah kamera gamma. Hasil citra pasien diolah menggunakan teknik ROI. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa biodistribusi radiofarmaka Tc-99m Sestamibi pada tubuh bagian anterior dan posterior  menyebar di daerah bagian perut dengan rentang nilai 150663,496 – 238402,782 cacahan dan di daerah bagian kepala dengan rentang nilai 28331,023 - 42080,541 cacahan. Akumulasi radiofarmaka yang didapat menunjukkan bahwa pada bagian anterior nilainya lebih tinggi dibandingkan posterior. Hubungan yang terbentuk antara dosis injeksi dengan akumulasi radiofarmaka di dalam tubuh volunteer adalah rendah dan tidak signifikan. Secondary data were collected from 15 female breast cancer volunteers to analyze the radiopharmaceutical of Tc-99m Sestamibi was injected into the body. The instrument used in this research is a gamma camera. The result obtained show that radiopharmacy distribution of Tc-99m Sestamibi on the anterior and posterior body is spread in the abdominal area with a value range of 150663.496 – 238402.782 counts and   the area of the head with value range of 28331.023 – 42080.541 counts. The accumulation of radiopharmacy indicated that the anterior value was higher than the posterior. The relationship between injection dose and accumulation of radiopharmacy was low and insignificant.
PERBANDINGAN ANTARA GLOMERULUS FILTRATION RATE (GFR) SECARA MANUAL DENGAN HASIL PEMERIKSAAN KAMERA GAMMA MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI TC99M DTPA PADA PASIEN RENOGRAFI Monaliza -; Dian Milvita; Fadhil Nazir; Chavied Varuna
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.701 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan perbandingan antara Glomerulus Filtration Rate (GFR) secara manual dengan hasil pemeriksaan kamera gamma menggunakan sumber radiasi Tc99m DTPA. Pemeriksaan dilakukan pada 23 orang pasien renografi di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Persentase uptake dan GFR secara manual didapatkan dari perhitungan menggunakan metode Gates yang telah dimodifikasi, sedangkan persentase uptake dan GFR hasil pemeriksaan didapatkan setelah dilakukan scan ginjal menggunakan kamera gamma dan diolah menggunakan Region of Interest (ROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai GFR dan persentase uptake hasil perhitungan secara manual jauh lebih  besar dibandingkan hasil pemeriksaan komputer kamera gamma, yaitu pada persentase uptake maksimum secara manual mencapai 300,42% sedangkan hasil pemeriksaan kamera gamma sebesar 100%. Pada GFR total secara manual didapatkan rata-rata sebesar 561,43 ml/menit sedangkan hasil pemeriksaan kamera gamma dengan rata-rata sebesar 54,22 ml/menit. Secara umum GFR komputer kamera gamma lebih tepat dibandingkan hasil perhitungan manual. Kata kunci :  Glomerulus Filtration Rate (GFR), persentase uptake, kamera gamma, Tc99m DTPA,RenografiAbstractThe comparison between the manual calculation of Glomerulus Filtration Rate (GFR) and direct examination of gamma camera by using Tc99m DTPA radiation source has been carried out. It takes on 23 renography patients in Pertamina Central Hospital, Jakarta. The uptake percentage and manual GFR calculation are obtained using modified Gates method, while the percentage of uptake and GFR test results are obtained after scanning of renal using a gamma camera, then they are processed by Region of Interest (ROI). The results show that the value of GFR and uptake percentage with manual calculation are bigger than the examination result of the gamma camera on computer, i.e the percentage of the maximum uptake manually reached 300.42% while the results of camera gamma examination is 100%. The total GFR manually obtained is 561.43 ml/min on average, while the gamma camera examination is 54.22 ml/min. In general, the calculation of computer GFR of gamma camera is more precise than the  manual one.Keywords : Glomerulus Filtration Rate(GFR), uptake percentage, gamma camera, Tc99m DTPA,  Renography
Perbandingan Tangkapan Dosis Radiasi OSLD NanoDots, TLD-100, dan TLD-100H pada Pemeriksaan Foto Thorax Pasien Anak Putri Trisa Vinanda; Dian Milvita; Hasnel Sofyan
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.502 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.2.137-141.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perbandingan tangkapan dosis radiasi yang diterima oleh pasien thorax anak menggunakan OSLD nanoDots, TLD-100, dan TLD-100H. Penelitian bertujuan untuk membandingkan respon dosis radiasi OSLD nanoDots, TLD-100, dan TLD-100 terhadap sinar-X dan mengetahui dosimeter yang lebih sensitif terhadap pemeriksaan dosis radiasi rendah. Pengambilan data dilakukan dengan mengukur dosis radiasi pada 19 pasien thorax anak usia (0-15) tahun. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa respon setiap dosimeter berbeda-beda, bergantung pada sensitivitas dosimeter tersebut. TLD-100H memiliki sensitivitas yang lebih baik dibandingkan dengan OSLD nanoDots dan TLD-100. Hal ini terbukti, karena TLD-100H menangkap sebagian besar dosis radiasi yang dipancarkan oleh kalibrator. Research comparison the capture dose of radiation received by pediatric thorax patients using OSLD nanoDots, TLD-100, and TLD-100H. This study aimed to compare the dose capture of the three dosimeters and find out which dosimeter is better for capturing the radiation dose of pediatric patients. Data were collected by measuring the radiation dose in 19 pediatric patients (0-15) years old. The measurement results show that each dosimeter’s response is different, depending on the sensitivity of the dosimeter. TLD-100H captures the radiation dose of X-rays better than OSLD nanoDots and TLD-100 because TLD-100H has better sensitivity compared to OSLD nanoDots and TLD100. This is evident, because TLD-100H captures most of the calibrator’s radiation dose compared to OSLD nanoDots and TLD-100.
STUDI AWAL UJI PERANGKAT KAMERA GAMMA DUAL HEAD MODEL PENCITRAAN SINGLE PHOTON EMISSION COMPUTED TOMOGRAPHY (SPECT) MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI HIGH ENERGY I131 Yosi Sudarsi Asril; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 3: Juli 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1175.136 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.3.156-162.2014

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian mengenai studi awal pengujian perangkat kamera gamma dual head model pencitraan Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT) menggunakan sumber radiasi high energy I131 di bidang Teknik Nuklir Kedokteran (TNK) Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Jakarta Selatan.  Pada penelitian ini dilakukan pengujian dengan mencacah I131 dan melihat pengaruh yang dihasilkan dari perubahan sudut terhadap laju cacahan menggunakan kolimator High Energy General Purpose (HEGP), tanpa kolimator, phantom linier, dan phantom jaszczak. Selain itu dilakukan analisa akumulasi sumber radiasi menggunakan teknik Region of Interest (ROI). Dari hasil pengujian didapatkan nilai laju cacahan pada saat tanpa kolimator lebih tinggi dibandingkan saat menggunakan kolimator HEGP, serta didapatkan bahwa detektor kamera gamma menangkap paparan sumber radiasi dengan baik dan tidak terjadi kerusakan pada detektorKata kunci: kamera gamma dual head, SPECT, kolimator HEGP, phantom linier, phantom jaszczak.AbstractPreliminary study on the performance of a dual head Single Photon Emission Computed Tomographic (SPECT) gamma camera at PTKMR-BATAN has been examined by using high energy radiation from I131. The performance was investigated from the influence of angle change on count rate for the system with High Energy General Purpose (HEGP) collimator, without any collimator, and with linier and jaszczak phantoms. Moreover, the accumulation of radiation was analyzed by using the Region of Interest (ROI) technique. It was found that the count rate for the measurement without any collimator was larger than the measurement with HEGP collimator. In addition, the result showed that the gamma camera detector captures the radiation exposure well, indicating that no damage occurs in the detector.Keywords: dual head gamma camera, HEGP collimator, I131, jaszczak phantom, linier phantom, SPECT.
Verifikasi Luas Lapangan Radiasi penyinaran Linac Tipe Clinac CX Terintegrasi Electronic Portal Imaging Device (EPID) Menggunakan Teknik IMRT Di RSP Universitas Andalas Bagus Sidik Waskito Hadi; Dian Milvita
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.438 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.4.334-338.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk memverifikasi luas lapangan radiasi penyinaran pesawat Linac tipe Clinac CX terintegrasi EPID dengan teknik IMRT. Verifikasi ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pesawat Linac yang dimiliki oleh RSP Universitas Andalas. Pesawat Linac adalah alat terapi radiasi eksternal yang digunakan untuk mengobati penyakit kanker. Electronic Portal Imaging Device (EPID) adalah perangkat tambahan yang terintegrasikan pada perangkat Linac dan digunakan untuk  verifikasi dosis radiasi penyinaran. Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) merupakan teknik radioterapi yang menggunakan banyak lapangan radiasi dalam penyinarannya.  Penelitian menggunakan Multi Cube sebagai pengganti tubuh pasien.  Variasi luas lapangan yang digunakan pada penelitian ini adalah lapangan  persegi   (5 x 5)  cm2 sampai (29 x 29) cm2 dengan interval 2 cm dan dengan  energi berkas foton 6 MV dan 10 MV.  Hasil verifikasi luas lapangan radiasi penyinaran menunjukkan hubungan yang linear antara MU penyinaran Linac dan Luas lapangan radiasi untuk energi 6 MV dengan nilai R2 sebesar 0,9362 dan energi 10 MV dengan nilai R2 sebesar 0,9213.  Verifikasi luas lapangan menunjukkan semakin besar luas lapangan radiasi, maka semakin besar pula MU penyinaran Linac yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa Linac tipe Clinac CX milik rumah sakit Universitas Andalas berada dalam kondisi baik dan dapat digunakan untuk mengobati pasien penyakit kanker.Kata kunci: Electronic Portal Imaging Device (EPID),  Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT), Linac,  Multi Cube.
Estimasi Dosis Radiasi Lensa Mata Menggunakan TLD-100 pada Pasien Brain Scanning CT-Scan Merek Siemens Somatom Perspective Anindy Dwitika Fanis; Dian Milvita; Nunung Nuraeni
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.624 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.1.83-89.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang estimasi dosis radiasi yang diterima lensa mata menggunakan TLD-100 pada 20 pasien brain scanning CT-Scan di Instalasi Radiologi RSUP Dr. M. Djamil Kota Padang. Pengukuran dilakukan dengan memasang dosimeter termoluminesensi-100 (TLD-100) pada holder TLD mata ke kepala pasien dengan posisi dekat lensa mata. Data yang telah tersimpan pada TLD-100 kemudian dibaca menggunakan TLD reader. Data diolah menggunakan Microsoft Excel dan Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil pengukuran dosis radiasi yang diterima lensa mata pasien berada di antara 27,90 mGy hingga 47,55 mGy. Dari hasil pengukuran dapat diketahui bahwa tidak ada nilai dosis radiasi yang melebihi Nilai Batas Dosis (NBD) kerusakan lensa mata yang ditetapkan oleh Perka BAPETEN Nomor 4 Tahun 2013, karakterisasi perangkap radiasi yang digunakan memiliki pola kurva pancar yang sama untuk pasien 1-20. Berdasarkan perhitungan statistik, arus tabung memiliki pengaruh terhadap dosis radiasi lensa mata sedangkan waktu penyinaran dan umur pasien tidak memiliki pengaruh terhadap dosis radiasi lensa mata. The reasearch estimated dose of radiation received the lens of the eye used TLD-100 on 20 brain scanning CT-Scan patients in Radiology Installation of RSUP Dr. M. Djamil Padang. Measurement was done using Thermoluminescence Dosemeter-100 (TLD-100) which in TLD eye holder at eye lens of brain scanning patiens. The data that has been stored in TLD-100 then read use TLD reader. Data was processed using Microsoft Excel and dan Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Research result of radiation dose are eye lens accept radiation dose range 27,90 mGy till 47,55 mGy. From the measurement result, there is no radiation dose that exceed the threshold value for eye lens damage set by Perka BAPETEN No. 4 at 2013, the radiation trap characterizations used have same pattern for patien 1-20. Based on statistic, the current tube have effect to the radiation dose while time of expose and age of patient have not effect to the radiation dose of eye lens brain scanning patient.
Distribusi Dosis Radiasi Foton pada Treatment Planning System Menggunakan Teknik 3DCRTdan IMRT untuk Terapi Kanker Serviks Anggi Effina; dian milvita; muhammad ilyas
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.575 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.126-130.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai distribusi dosis radiasi foton pada Treatment Planning System  (TPS) menggunakan teknik Three Dimension Conformal Radiotherapy (3DCRT) dan Intensity Modulation Radiotherapy  (IMRT) untuk terapi kanker serviks, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dosis yang mencangkup Planning Target Volume  (PTV) ) Cakupan  melalui Conformity Index  (CI) dan Homogeneity Index  (HI) serta Normal Tissue to Integral Dose  (NTID) jaringan di luar target kanker berdasarkan grafik Dose Volume Histogram  (DVH) yang tidak melebihi batas Organ at Risk (DAYUNG). Analisis data dilakukan pada hasil grafik DVH yang didapatkan dari TPS. Distribusi dosis didapatkan berupa nilai CI dan HI yang tidak melebihi 1, kemudian pada Jaringan normal di luar didapatkan nilai NTID melingkupi nilai PTV, Rectum ,  Bledder , Bowel , Femoral Head , hasil yang diperoleh tidak melebihi standar yang ditetapkan oleh ICRU Report 62 dan Laporan ICRU 83.
PENENTUAN BIODISTRIBUSI DAN UPTAKE TIROID DARI TC99M PERTEKNETAT PADA PASIEN HIPERTIROID MENGGUNAKAN TEKNIK IN VIVO Silvia Eka Putri; Dian Milvita; Fadhil Nazir; Chavied Varuna
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.982 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk menentukan biodistribusi Tc99m perteknetat dan uptake tiroid dari 18 orang pasien hipertiroid di salah satu rumah sakit di Jakarta.  Scan pasien hipertiroid dilakukan dengan teknik in vivo.  Scan kelenjar tiroid dilakukan dengan cara menginjeksikan Tc99m perteknetat sebanyak (118-170) MBq secara intravena di lengan pasien, selanjutnya dilakukan pencitraan kelenjar tiroid selama 5 menit setelah injeksi menggunakan kamera gamma dual head skylight ADAC merek Philips.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada keseluruhan pasien rerata biodistribusi pada lobus kanan lebih besar daripada lobus kiri dan biodistribusi pada pasien hipertiroid toksik lebih tinggi dibandingkan non toksik.  Uptake tiroid pasien hipertiroid toksik berada di atas batas normal angka uptake tiroid yaitu (8,54 – 16,67) %. Uptake tiroid pasien hipertiroid non toksik masih berada dalam batas uptake normal yaitu (2,19-6,85) %.  Kata kunci : biodistribusi, scan tiroid, in vivo, Tc99m perteknetat, kamera gammaABSTRACTResearch on biodistribution analysis of Tc99m pertechnetate and uptake for 18 hyperthyroidism patients at a hospital in Jakarta has been conducted. The thyroid scaning was conducted using in vivo technique. The thyroid gland  scaning was done by injected (118-170) MBq of Tc99m pertechnetate intravenally in the patients arm.  Then, thyroid gland imaging is done for 5 minutes by using gamma camera dual head skylight ADAC merk Philips after injection. The results show that on the all patients toxic, biodistribution mean in right lobes are higher than on left lobes and in toxic hyperthyroidism patients, their biodistribution are higher than in non toxic. Thyroid uptake of toxic hyperthyroidism patients are above the normal range value of thyroid uptake (8.54-16.67)%. Thyroid uptake of non toxic hyperthyroidism patients still within the normal range of uptake (2.19-6.85) %.Keywords : biodistribution, thyroid scan, in vivo, Tc99m pertechnetate, gamma camera
Co-Authors Abrar, Luthfia Aqila Adrial, Rico Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afdhal Muttaqin Ahmad Fauzi Pohan Ajirma Halimatussyakdiah Alimin Mahyudin Almahdi Mousa Almuhayar, Mawanda Almuslimiati Almuslimiati Almuslimiati, Almuslimiati Alvionita, Vinny Alya Nabilla Amatulhaq, Seruni Amel Oktavia S Amel Oktavia S. Andrea Wessha Andriani, Chintia Rahmi Anggi Effina Anindy Dwitika Fanis Annisa Yuliandari Aprizka Smartalova Syahda Arizola Septi Vandra Arizola Septi Vandra Asma Ul Husna, Indah Astuti Astuti - Azyyati Bahirah Azyyati Bahirah, Azyyati Candra, Ega Septryan Chavied Varuna Chavied Varuna Chavied Varuna, Chavied Chintia Rahmi Andriani Cindy Wulanda Harwin Dahyunir Dahlan Damayanti, Elok Darlina Darlina Darlina Darlina Dedi Mardiansyah Defira, Eli Delvihardini, Rani Despriani, Yola Devi Yunita Devi Yunita Dewanti, Wafi Muthia Dewi Kartikasari Dewi Kartikasari Dewi, Rahmawati Dian Fitriyani Dinda Dyesti Aprilyanti Dinda Dyesti Aprilyanti Dira Rizki Martem Dira Rizki Martem, Dira Rizki Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati, Dyah Effendi, Erawan Effina, Anggi Eli Defira Elistia Liza Namigo, Elistia Emidatul Manzil Eri Hiswara Eri Hiswara Ervy Primadila Fadhil Nazir Fadhil Nazir, Fadhil Fadil Nasir Fadil Nasir Fadil Nasir, Fadil Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fandi Aulia Ilham Fandi Aulia Ilham, Fandi Aulia Fani Anjelina Fanis, Anindy Dwitika Fathanah, Nurul Fauzana, Suci Febrietri, Ovia Fenta, Ira Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona, Fiqi Fransischa Ramona Friska Wilfianda Putri Friska Wilfianda Putri, Friska Wilfianda Gatot Suhariyono Geby Sri Ayu Oktavia Hadi, Bagus Sidik Waskito Hajjatun Khairah Hajjatun Khairah Hajjatun Khairah, Hajjatun Halimatussyakdiah, Ajirma Harli Handa Hidayat Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Harmayeni Harmayeni Harmayeni, Harmayeni Harwin, Cindy Wulanda Hasanah.Kr, Nurul Hasnel Sofyan Hasnel Sofyan Hasnel Sofyan Hayu Tyas Utami Helfi Yanti Helfi Yanti, Helfi Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati2 Helfi Yuliati2, Helfi Helga Silvia Helga Silvia Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Hidayat, Harli Handa Hidayat, Maulidia I Gde Sukadana Iin Kurnia Iin Kurnia Ike Putri Liasari Imam Taufiq Imam Taufiq Imam Wahyudi Imam Wahyudi Indrawan, Imam Wahyudi Indah Asma Ul Husna Indriani, Widia Ira Fenta Irma Dwi Rahayu Ivone Chirsnia Ivone Chirsnia Kanie, Muhammad Al Jabbar Khairunnisak Khairunnisak Khairunnisak Khairunnisak, Khairunnisak Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy, Kri Yudi Pati Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana, Kusdiana Latifah Aulia Rasyada Liasari, Ike Putri Luthfia Aqila Abrar M. Ali Shafii Mahmudi Rio Putra Mahmudi Rio Putra, Mahmudi Rio Manzil, Emidatul MARIA BINTANG Marzuki Marzuki Maulidia Hidayat Mawanda Almuhayar Maya Putri Sahfira Meqorry Yusfi Merli Azizah Merli Azizah, Merli Milda Utari Milda Utari, Milda Mohammad Ali Shafii Mona Vadila Mona Vadila Monaliza - Monaliza -, Monaliza Morry Wulandarisman Mousa, Almahdi Muhammad Al Jabbar Kanie Muhammad Al Jabbar Kanie muhammad ilyas Muhammad Ilyas Muhammad Ilyas Muhammad Iqbal S Muhammad Rizqi Widisaputra Muji Wiyono Muldarisnur, Mulda Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mustofa, Yahya Muthiah Hidayat Muthiah Hidayat Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Mutya Handayani Mutya Handayani, Mutya Mutya Vonnisa Nabila Fauzi Syafitri Nanang Sumitra Nasution, Rihadatul Aisy Syofyani Nini Firmawati Nisaul Chaira Yeni Nola Leona Gemi Nola Leona Gemi, Nola Novita, Rahmi Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni, Nunung Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurul Annisa Nurul Hasanah.Kr Oktavia S, Amel Oktavia, Amel Ovia Febrietri Pahrudin Pahrudin Pahrudin, Pahrudin Pardi Pardi Pardi Pardi, Pardi Pradana, Radhia Pratama, Ida Bagus Gede Putra Primadila, Ervy Putri Trisa Vinanda Putri, Rahmiatul Putri, Suriza Radhia Pradana Rahayu, Irma Dwi Rahmat Rasyid Rahmawati Dewi Rahmawati, Indy Rahmi Desi Martha Rahmi Desi Martha Ramacos Fardela Ramadhani, Santri Ramadhani, Syarifah Ramona, Fransischa Rasyada, Latifah Aulia Regiska, Nadia Relis, Septya Annisa Resky Maulanda Septiani Resky Maulanda Septiani, Resky Maulanda Ridwan, Ridwan Rika Susanti Rima Ramadayani Rima Ramadayani, Rima Rizka Mutik Siyami S, Amel Oktavia S, Muhammad Iqbal S., Amel Oktavia Sahfira, Maya Putri Santri Ramadhani Sari, Silvia Novita Sari, Suci Indah Seruni Amatulhaq Silvia Eka Putri Silvia Eka Putri, Silvia Eka Silvia Novita Sari Siyami, Rizka Mutik Solly Aryza Sri Handani Sri Herlinda Sri Herlinda Sri Herlinda, Sri Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Mulyadi D.T. Basa Sri Oktamuliani Suci Fauzana Sumitra, Nanang Suriza Putri Suryawati Arifin Suryawati Arifin, Suryawati Suwarni - Suwarni - Suyati - Suyati Suyati Syafitri, Nabila Fauzi Syahda, Aprizka Smartalova Taufiq, Vara Trengginas Eka Putra Sutantyo Usna, Sri Rahayu Alfitri Vadila, Mona Vadila, Mona Vara Taufiq Vinanda, Putri Trisa Vinny Alvionita Vinny Alvionita Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wessha, Andrea Widia Indriani Widisaputra, Muhammad Rizqi Wildian Wildian Wiyono, Muji Wulandarisman, Morry Yahya Mustofa Yeni, Nisaul Chaira Yola Despriani Yosi Sudarsi Asril Yosi Sudarsi Asril, Yosi Sudarsi Yudayanti, Ila Yudayanti Yuliandari, Annisa Yulma Susanto, Riyan Yusfi, Meqqory Yusuf, Khalid Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi, Zulfi