Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search
Journal : Farmaka

REVIEW : PENENTUAN KANDUNGAN SENYAWA ANTIOKSIDAN DALAM ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) NUR DIANA HADAD; PATIHUL HUSNI
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.211 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22148

Abstract

Banyak penelitian menunjukkan bahwa tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L.) bermanfaat sebagai antioksidan. Salah satu senyawa yang berperan sebagai penangkal radikal bebas yang terkandung dalam rosella (Hibiscus sabdariffa L.) adalah kandungan senyawa fenolik. Kandungan senyawa fenolik tersebut dapat ditentukan dengan menggunakna metode folin-Ciocalteu dengan menggunakan prinsip kolorimetri. Kemudian aktivitas antioksidan dari ekstrak tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dapat diketahui dari uji 2,2 diphenyl-1-pyicryl hydrazine (DPPH) dan uji lipid peroksida. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan pada rosella (Hibiscus sabdariffa L.). Penulisan review artikel ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian komparatif dari berbagai jurnal penelitian dengan jumlah minimal 25 jurnal penelitian. Hasil dari review ini menyatakan bahwa bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung senyawa fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan.
LONG-CIRCULATING NANOPARTIKEL MENGGUNAKAN POLIMER PLGA (Poly-Lactic-co-Glicolyc Acid) DAN POLOXAMER Yuli Agung Prasetyo; PATIHUL HUSNI; Soraya Ratnawulan Mita
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.379 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.13322

Abstract

Nanopartikel yang memiliki kemampuan bersirkulasi lama dalam aliran darah merupakan hal yang penting untuk meningkatkan interaksi nanopartikel dengan sel yang terinfeksi. nanopartikel berbasis polimer PLGA sering digunakan sebagai karier yang efektif untuk penghantaran obat ke dalam sel.  Nanopartikel PLGA mudah dikenali oleh sistem imun tubuh dan kemudian dieliminasi dari sistem sirkulasi. Hal ini disebabkan oleh nanopartikel PLGA bersifat hidrofob sehingga dapat terjadi opsonisasi dan nanopartikel dieliminasi oleh makrofag (reticuloendothelial system/RES). Modifikasi permukaan nanopartikel PLGA dengan polimer hidrofilik seperti poloxamer dilakukan untuk mencegah opsonisasi sehingga nanopartikel dapat bersirkulasi lama.Kata kunci: Nanopartikel, PLGA, poloxamer
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN GEL ANTISEPTIK TANGAN MINYAK ATSIRI BUNGA LAVENDER (Lavandula angustifolia Miller) Dwi Puji Astuti; PATIHUL HUSNI; Kusdi Hartono
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.738 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.13252

Abstract

ABSTRAKSalah satu media dalam penyebaran bakteri adalah tangan sehingga dibutuhkan suatu zat antibakteri. Minyak atsiri bunga lavender (Lavandula angustifolia Miller) berkhasiat sebagai antibakteri. Penggunaan minyak atsiri secara langsung pada tangan dinilai kurang acceptable sehingga perlu diformulasi dalam bentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula gel antiseptik tangan minyak atsiri bunga lavender yang terbaik dan yang paling disukai oleh responden. Gel antiseptik tangan dibuat dalam tiga formula dengan konsentrasi carbopol yang berbeda yaitu 0,2 (F1); 0,3(F2) dan 0,4(F3). Evaluasi sediaan gel meliputi uji organoleptik, pH, viskositas, homogenitas dan uji kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna sediaan putih, bau khas lavender, bentuk sediaan gel semisolid, pH yaitu 4,6-6,3, viskositas sekitar 1.100 – 3.400 Cps dan homogen. Sediaan yang paling disukai oleh responden adalah F1 (warna, aroma, tekstur, dan kesan tidak lengket). Formula 1 merupakan formula terbaik berdasarkan uji stabilitas fisik dan uji kesukaan.Kata kunci : Minyak atsiri, bunga lavender (Lavandula angustifolia Miller), gel, antiseptik tangan, carbopol
REVIEW : NANOPARTIKEL KURKUMIN SOLUSI MASALAH KANKER DAN ANTIBAKTERI FARIANTI EKO NUR KHASANAH; Patihul Husni
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.872 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10825

Abstract

Kurkumin atau diferuloylmethane merupakan senyawa utama fitopolifenol berwarna kuning yang berasal dari keluarga Zingirberaceae yaitu rimpang kunyit (Curcuma longa). Menurut hasil beberapa penelitian, kurkumin mempunyai aktivitas farmakologi sebagai antikanker, anti-inflamasi, antioksi dan antibakteri. Kanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi, khusunya pada Negara berkembang seperti Indonesia , sedangkan pada saat ini hampir 75 % kematian akibat infeksi luka bakar disebabkan oleh methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan Pseudomonas aeruginosa. Adanya resistensi bakteri serta besarnya efek samping darikemoterapipada kanker  mendorong para peneliti dalam pengembangan obat baru yang berasal dari tanaman salah satunya kunyit. Bioavailabilitas oral yang rendah, kelarutan yang rendah serta mudahnya terdegradasi sehingga mempersulit dalam aplikasi klinisnya. Untuk meningkatkan kerja dari kurkumin dalam bentuk sediaan maka saat ini telah banyak dikembangkan kurkumin dalam bentuk nanopartikel. Nanopartikel kurkumin sebagai antibakteri dapat terbuat dalam bentuk film atau memberan maupaun hydrogel, sedangkan untuk terapi kanker nanopartikel biasanya terbentuk dalam bentk polimer sebagai penghantar obat. Efek antibakteri pada nanopartikel kurkumin mempunyai aktivitas yang lebih baik dibandingkan dengan yang dalam bentuk biasa. Selain itu, kurkumin dalam bentuk nanopartikel bila dikombinasikan dengan obat standar hasil penghambatan pertumbuhan sel lebih maksimal.
Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Proses Pengemasan Primer di Industri Farmasi ANUGRAHANI YUNIAR EKAWATI; Patihul Husni
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.437 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.16749

Abstract

Pengemasan primer merupakan salah satu cara yang digunakan untuk melindungi obat dari lingkungan sekitarnya sehingga kualitas dari obat dapat tetap terjaga hingga nanti sampai ke konsumen. Produktivitas suatu proses pengemasan primer dapat ditingkatkan/dipertahankan dengan melakukan evaluasi rutin terhadap prosesnya. Evaluasi yang dilakukan adalah dengan analisis OEE (Overall Equipment Effectiveness). OEE (Overall Equipment Effectiveness) merupakan suatu metode perhitungan yang digunakan untuk mengetahui efektivitas suatu proses yang sedang dilaksanakan dengan mengidentifikasi persentase waktu produksi yang benar-benar produktif yang dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu availability, performance, dan quality. Penelitian dilakukan dengan mengamati proses pengemasan pada mesin pengemasan primer I serta mengumpulkan data-data yang diperlukan seperti time loss setiap harinya, hasil kemasan yang diperoleh dalam satu hari, hasil kemasan satu batch, dan data pendukung lainnya. Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh nilai OEE pada mesin I sebesar 76,676% dengan penyebab losses utama yaitu set up/adjustment mesin.
APLICATION TECHNOLOGY NANOPARTICLES ON COSMETIC PREPARATION IRMA RAHAYU LATARISSA; Patihul Husni
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.951 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.11129

Abstract

The development of nanoparticle technology increasingly rapid makes the application of these nanoparticles become more prevalent in the pharmaceutical industry especially cosmetic preparations Cosmetic is applied to the human body to cleanse, beautify or improve the attractiveness or the person's appearance. Nanoparticles are used for cosmetics various kinds such as Solid Lipid Nanoparticles (SLN, Nanostructured Lipid Carriers (NLS), nanoparticles of titanium oxide (TiO2) and zinc oxide (ZnO), silver nanoparticles, crystal nanoparticles, gold nanoparticles, and so on. Indications are given also an assortment that is as an antioxidant, antiaging, antiacne, to protect the skin from UV rays and improve penetration of the skin. Application of nanoparticles in cosmetic preparations intended to release cosmetic active ingredients is more targeted due to the small particle size and to reduce side effects.
POTENSI PATI ASAL TANAMAN WALUH (Sechium edule ) SEBAGAI ALTERNATIF EKSIPIEN FARMASI RESTIKA ERIA PUTRI; PATIHUL HUSNI
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.003 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12922

Abstract

Pati merupakan salah satu bahan yang banyak manfaatnya, termasuk pada bidang farmasi khususnya sebagai eksipien farmasi dalam formulasi sediaan farmasi. Salah satu sumber pati yaitu dari tanaman waluh pada bagian umbinya dengan kadar pati yang tinggi hingga 136 g/kg berat umbi segar. Karakteristik pati waluh pun dapat dikatakan sebanding dengan pati kentang sehingga diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu sumber pati yang dapat dimanfaatkan sebagai eksipien farmasi.
FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK KERING DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L) Fakhri Rabbani; PATIHUL HUSNI; Kusdi Hartono
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.396 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.13283

Abstract

Daun sirih hijau dapat digunakan untuk menguatkan gigi, menyembuhkan sariawan, menghilangkan bau mulut dan menghentikan perdarahan gusi sehingga ekstraknya berpotensi dikembangkan menjadi sediaan tablet hisap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan tablet hisap ekstrak daun sirih hijau dengan formulasi terbaik dengan rasa yang dapat diterima oleh konsumen. Tablet hisap dibuat dari ekstrak kering daun sirih hijau dengan metode granulasi basah yang dibuat dalam berbagai variasi konsentrasi gelatin sebagai pengikat. Data hasil evaluasi di analisis dengan One way Anova (p < 0,05). Berdasarkan hasil evaluasi fisik dan uji kesukaan, formula terbaik tablet hisap ekstrak kering daun sirih hijau adalah F3 yang mengandung ekstrak kering daun sirih hijau 100 mg, laktosa 72,25%, gelatin 10% sebanyak 35 ml, talk 5%, asam sitrat 2,5%, aspartam 2,5%. Gelatin sebagai pengikat dapat mempengaruhi sifat fisik tablet. Kata kunci : daun sirih hijau, tablet hisap, granulasi basah, gelatin
ARTIKEL TINJAUAN: PENGARUH BAHAN PENGIKAT TERHADAP SIFAT FISIK TABLET YUNIKE KARUNIA PUTRI; Patihul Husni
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.294 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.16751

Abstract

Salah satu zat tambahan yang memiliki peran khusus dalam formulasi sediaan tablet adalah bahan pengikat. Artikel ini mengulas tentang pengaruh bahan pengikat terhadap sifat fisik tablet. Data-data mengenai penggunaan bahan pengikat tablet telah dikumpulkan berdasarkan hasil pemeriksaan sifat fisik granul dan sifat fisik sediaan tablet yang terdiri dari beberapa pengujian. Hasilnya disimpulkan bahwa penggunaan bahan pengikat seperti tepung agar, PVP, gelatin, amilum, maltodekstrin, pati biji Durian, tragakan, getah kulit buah Pisang Goroho, dan pati biji Cempedak dapat digunakan sebagai bahan pengikat, dan diantara bahan pengikat tersebut ada beberapa yang berpengaruh terhadap sifat fisik tablet.
TEKNIK MENINGKATKAN KELARUTAN OBAT : REVIEW Alicia Ima Dara; Patihul Husni
Farmaka Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.73 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i4.14684

Abstract

Kelarutan merupakan salah satu parameter penting untuk mencapai konsentrasi terapetik obat dalam sirkulasi sistemik , sehingga menghasilkan respon farmakologis yang diinginkan. Obat dengan kelarutan rendah adalah masalah utama yang dihadapi dalam pengembangan formulasi obat baru. Lebih dari 40% senyawa baru yang dikembangkan di industri farmasi memiliki kelarutan yang buruk dalam air, padahal untuk dapat terabsorpsi obat harus dapat melarut terlebih dahulu. Artikel ini berisi ulasan mengenai berbagai teknik yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan obat melalui modifikasi obat secara fisik dan kimia seperti pengurangan ukuran partikel, kristalisasi, pembentukan garam, dispersi padat, nanosuspensi, dan kriogenik
Co-Authors Adi Prayitno Agita, Kiva Ahmad Muhtadi Alicia Ima Dara Ami Tjitraresmi, Ami Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana Annisa Luthfiyah Handini ANUGRAHANI YUNIAR EKAWATI Ardian Baitariza, Ardian Aryani, Annisa Fitri Astri Sherly Inggriani Astri Sherly Inggriani Ayuning Trias, Diah Billa Nidia Hikmatiana Cahya Lestari, Riska Carolina, Theresia Denok Risky Ayu Paramita Devani Olivia Winardi DOLIH GOZALI Dwi Puji Astuti Een herliani Erika Herawati, Irma Eryani, Mikhania Christiningtyas Fakhirah, Maitsa Alya Fakhri Rabbani FARIANTI EKO NUR KHASANAH Fauziah, Neneng Alifia Nur Hazrina, Aghnia Henny Lucida Hery Diar Febryanto Ida Musfiroh, Ida Indriana Agustin Claradila Frinda IRMA RAHAYU LATARISSA Januarti, Melinda Judy Handojo, Kukuh Junaedi Junaedi Khanifah Hidayati Puspa Negara Khoirunnisa, Arina Kurniati, Bunga Dian Kusdi Hartono Kusdi Hartono, Kusdi Layyareza, Rania Talinta Luthfiah, Annisa Mayang K. Dewi MEGA HIJRIAWATI Mikhania Christiningtyas Eryani Muhaimin Muhaimin Mulyani, Tuti Sri Muthia Izati NADYA INDAH DEWANTI, NADYA INDAH Norisca A. Putriana NORISCA ALIZA PUTRIANA Nur Aisyah NUR DIANA HADAD Nuryani, Tri Winarsih Perwira, Anggun Putri Puspitaningrum, Kartika Putri, Refitha Nurul RESTIKA ERIA PUTRI Rini Hendriani Safitri, Manzil Salsabila, Annisa Siti Silvia, Nurfianti Sinala, Santi Siti Nur Azizah, Siti Nur Sitinjak, Bernap Dwi Putra SORAYA RATNAWULAN MITA, SORAYA RATNAWULAN Sri Agung Fitri Kusuma Sriwidodo Sriwidodo, Sriwidodo Syuhuriah, Ainin Taofik Rusdiana Tryani Sutisna Putri, Sussy Vinny Hosiana Widayanti Supraba Yoga Windhu Wardhana Yoshihito Shiono Yosita Aulia Mustofa Yuli Agung Prasetyo YUNIKE KARUNIA PUTRI