Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pemahaman Hadis dan Resepsi Kultural Tradisi Upacara Nadran (Sedekah Laut) di Muara Angke, Penjaringan – Jakarta Utara Ade Fakih Kurniawan; Salim Rosyadi; Siti Anggiaty Supriatna
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i2.81

Abstract

Indonesian society has inherited traditions from its predecessors to fulfill environmental behavioral requirements. However, some traditions or habits are less popular and disappear on their own. One of the traditions in Indonesia is the Nadran tradition in Muara Angke, North Jakarta. In Islam, there are various views on this sea alms, making it necessary to review the Nadran tradition more deeply, especially from the perspective of hadith.This study aims to determine how the Nadran tradition is practiced in Muara Angke and how the community understands this tradition. The research method used is field research, collecting information related to the Nadran tradition.The results show that the Nadran tradition is practiced by the Muara Angke community every year on the Prophet's Birthday. The study's findings provide insights into the community's understanding of the Nadran tradition and its significance in Indonesian culture. The basis of the hadith used in this tradition is the hadith narrated by al-kuttub as-sittah.
Analisis Normatif dan Etis terhadap Bantuan Medis dalam Bunuh Diri dan Eutanasia (Perspektif Hukum Islam dan Bioetika) Suhaemi, Hamdan; Suadi Saad; Kurniawan, Ade Fakih
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1133

Abstract

Penelitian ini menganalisis bantuan medis dalam bunuh diri (physician-assisted suicide) dan eutanasia dari perspektif hukum Islam dan bioetika. Seiring dengan meningkatnya legalisasi eutanasia di berbagai negara, muncul dilema etis dan hukum yang memerlukan kajian lebih dalam. Dalam Islam, kehidupan adalah amanah yang harus dijaga sesuai dengan prinsip ḥifẓ al-nafs dalam maqāṣid al-sharī‘ah, sehingga euthanasia dan bantuan medis dalam bunuh diri umumnya dilarang. Namun, terdapat perdebatan mengenai konsep futility care, yaitu penghentian perawatan medis yang tidak lagi memberikan manfaat bagi pasien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif untuk menganalisis fatwa, hukum Islam, serta prinsip-prinsip bioetika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Islam melarang eutanasia, terdapat fleksibilitas dalam penghentian perawatan medis dalam kasus tertentu. Kajian ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan hukum Islam kontemporer dan kebijakan kesehatan berbasis nilai Islam.
Systematic Literature Review: Pengaruh Praktik Tarekat terhadap Tingkat Spiritualitas dan Kesalehan Individu Muslim di Indonesia Lenwinsky, Sefti Wiwin; Kurniawan, Ade Fakih; Ghufron, Iffan Ahmad
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1139

Abstract

Artikel ini mengkaji dampak Tarekat terhadap spiritualitas individu Muslim di Indonesia. Sebagai jalan tasawuf, Tarekat memiliki dampak besar dalam meningkatkan kualitas spiritual umat Islam melalui amalan seperti dzikir, mujahadah, dan suluk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh praktik Tarekat terhadap tingkat spiritualitas dan kesalehan individu Muslim di Indonesia. Peneliti juga ingin mengetahui sejauh mana ajaran dan amalan Tarekat berkontribusi pada pembentukan perilaku sosial dan keagamaan para pengikutnya dalam masyarakat Muslim Indonesia. Studi ini mengaplikasikan metode systematic literature review (SLR). Artikel diperoleh dari google scholar dengan menggunakan aplikasi publish or perish. Dalam penelitian ini, terdapat sepuluh artikel yang memenuhi kriteria peneliti dan diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Dari hasil artikel yang di analisis menunjukkan bahwa partisipasi dalam Tarekat berkontribusi terhadap peningkatan disiplin ibadah, pengendalian diri, dan kedekatan dengan Allah SWT. Di samping itu, Tarekat memiliki peran penting dalam membentuk moral, menjauhkan mereka dari tindakan yang merugikan, serta mendorong partisipasi sosial yang positif. Sehingga, Tarekat tidak hanya meningkatkan aspek spiritual individu, tetapi juga memberikan pengaruh positif bagi kehidupan sosial komunitas Muslim di Indonesia. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel lain pada topik penelitian sehingga dapat diketahui faktor-faktor pengaruh praktik Tarekat terhadap spiritualitas dan kesalehan individu Muslim Indonesia.
Humanisasi Pengemis dalam Perspektif Yusuf al-Qaradhawi Miftah Fauzi; Suadi Sa`ad; Ade Fakih Kurniawan
Jurnal Keislaman Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v8i2.619

Abstract

The phenomenon of beggars is a complex social problem, especially in a country with a Muslim majority. Islam views poverty as a problem that must be overcome with the principles of social justice and economic empowerment. This study aims to examine Yusuf al-Qadawi's thoughts on the humanization of beggars from an Islamic perspective, which includes the empowerment of beggars, the role of the state in the fair distribution of wealth, and social rehabilitation approaches. This study uses a literature study method by analyzing books, articles, and scientific works that discuss al-Qardawi thought and social justice in Islam. The results of the study show that al-Qardawi emphasizes the empowerment of beggars through skills training and the provision of business capital, not just material assistance. Al-Qardawi also proposed that the state play a role as a facilitator in the policy of equitable distribution of wealth, to reduce social inequality and provide economic opportunities to the poor. This study concludes that al-Qardawi thought provides a sustainable solution in overcoming poverty by prioritizing empowerment and social integration. This approach shows that Islam offers practical solutions to social problems with more holistic principles of social justice and empowerment.
Relevansi Ayat-Ayat Al-Qur’an terhadap Fenomena Fatherless: Analisis Nilai dan Implementasi zulita, melisa; Al-Ayubi, Sholahudin; Kurniawan, Ade Fakih
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i1.1054

Abstract

Fenomena fatherless atau ketiadaan figur ayah yang aktif dalam kehidupan anak menjadi isu sosial yang semakin marak, termasuk di Indonesia. Ketiadaan peran ayah dapat berdampak pada perkembangan psikologis, sosial, dan spiritual anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi ayat-ayat Al-Qur’an terhadap fenomena fatherless, dengan menelaah nilai-nilai yang terkandung di dalamnya serta mengkaji implementasi nilai-nilai tersebut dalam konteks sosial. Menggunakan pendekatan mixed method, penelitian ini mengombinasikan analisis kualitatif terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan peran ayah dan keluarga, serta data empiris yang diperoleh melalui penyebaran angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menekankan pentingnya figur ayah dalam membentuk karakter anak melalui pendidikan, kasih sayang, serta keteladanan moral dan spiritual. Selain itu, hasil survei mengindikasikan dampak nyata dari fatherless terhadap kesejahteraan emosional dan sosial anak. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga, serta meningkatkan kesadaran sosial terhadap pentingnya peran ayah dalam pembentukan generasi yang berkualitas.
Perilaku Altruisme dalam Sumbangan Masjid di Masyarakat Kota Serang: Analisis Sosial dan Islam Nengsih, Jun; Al Ayubi, Sholahuddin; Kurniawan, Ade Fakih; Zohriah, Anis
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i1.1062

Abstract

Penelitian ini mengkaji perilaku altruisme dalam sumbangan masjid di masyarakat kota Serang dengan fokus pada faktor sosial dan agama yang mempengaruhinya. Latar belakang masalah penelitian ini berawal dari kurangnya pemahaman yang mendalam mengenai motivasi sosial dan agama di balik kontribusi masyarakat dalam pembangunan masjid. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis bentuk perilaku altruistik yang teridentifikasi dalam konteks sumbangan masjid, serta untuk menggali pengaruh faktor sosial dan agama terhadap pola sumbangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif di salah satu masjid di lingkungan kota serang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumbangan masjid tidak hanya didorong oleh nilai agama, tetapi juga oleh ikatan sosial seperti solidaritas komunitas dan pengaruh tokoh masyarakat. Ritual keagamaan, seperti sholat berjamaah, turut meningkatkan partisipasi masyarakat dalam sumbangan, yang pada gilirannya memperkuat hubungan sosial dan kesejahteraan komunitas. Selain itu, kontribusi sumbangan juga berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat identitas sosial dan menjaga keharmonisan antarwarga. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang interaksi antara faktor sosial dan agama dalam membentuk perilaku altruistik, serta pentingnya peran masjid sebagai pusat pemberdayaan sosial di masyarakat lokal.
Pembagian Waris 2 :1 Bagi Ahli Waris Laki-Laki dan Perempuan Terhadap Qs. Al-Nisā [4]:11: (Studi Pemikiran Amina Wadud dalam “Qur’an and Woman”) Padilah, Nurul; Kurniawan, Ade Fakih; Rosa, Andi; Sa’ad, Suadi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i1.1106

Abstract

Artikel ini mengkaji penafsiran QS. Al-Nisā ayat 11, khususnya terkait pembagian warisan 2:1 antara ahli waris laki-laki dan perempuan, melalui lensa hermeneutika feminis Amina Wadud dalam karya Qur’an and Woman. Sementara tafsir tradisional mempertahankan proporsi ini sebagai ketetapan ilahi yang tetap berdasarkan tanggung jawab finansial laki-laki, Wadud menawarkan pembacaan transformatif yang menekankan dimensi etis dan kontekstual dari pesan Al-Qur’an. Dengan menelaah pendekatan tafsir legalistik-struktural dan penafsiran yang sadar gender, kajian ini menunjukkan bahwa keadilan dalam Al-Qur’an tidak semata bersifat numerik, tetapi sangat terkait dengan realitas sosial yang terus berubah. Artikel ini menghadirkan dialog kritis antara penafsiran klasik dan feminis, serta menawarkan pendekatan baru terhadap hukum waris Islam yang sejalan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam Al-Qur’an.
THEMATIC HADITH STUDIES: Hadiths on Self-Healing and Their Implementation in the Contemporary Era Fatimah, Siiti; Lisalam, Repa Hudan; Kurniawan, Ade Fakih; Millah, Mus’idul
Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/al-bukhari.v6i2.6531

Abstract

Abstract Self Healing is a healing process carried out by oneself. The process of self-healing refers to the ability of individuals to activate their internal resources to restore their own physical, mental and emotional health. This study aims to show that individuals who have a better understanding of themselves through self-healing based on hadith. The discussion in it explains the application of hadith in the self-healing process. The method used in this study is the hadith thematic method and uses the grounded theory method. Researchers found 16 hadiths about self-healing narrated by Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Tirmidzi, Sunan Ahmad, Sunnan Abu Dawud and Sunnan Darimi. This study concludes that self-healing with hadith is a good step in solving life problems faced by a person, especially in this era where virality is a reference, therefore, implementing self-healing hadiths in the contemporary era is a step the right one to use.
Konsep Merdeka Belajar dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Aliran Esensialisme Solihah, Siti Nurhayati; Nurislamiah, Siti; Kurniawan, Ade Fakih
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2024): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v12i1.13318

Abstract

Filsafat esensialisme adalah kritik terhadap pendekatan progresif terhadap pendidikan, yang menekankan pelestarian warisan budaya. Meski tidak berdiri sendiri, esensialisme menimbulkan kekhawatiran akan ketidakpastian dalam pendidikan. Kebijakan didasarkan pada tujuan yang diharapkan dan teknologi mempengaruhi pemikiran dan perilaku manusia. Indonesia mengadopsi “pembelajaran gratis” dalam kurikulumnya untuk menjadikan pembelajaran lebih menarik dan mengintegrasikan teknologi untuk memecahkan masalah sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis literatur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman mendalam tentang konsep belajar mandiri dalam perspektif esensialisme. Hasil kajian dalam penelitian ini adalah terdapat kesesuaian pandangan filsafat esensialis ini dengan kurikulum Merdeka, dan menunjukkan bahwa esensialisme sebagai filsafat pendidikan berperan dalam memberikan landasan bagi pengembangan kebijakan desain ulang kurikulum Merdeka.
ZAKAT DALAM KAJIAN YURIDIS, PSIKOLOGIS DAN SOSIOLOGIS Rosyad, Abdul; Kurniawan, Ade Fakih
Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 1 (2023): Tijarah: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/tijarah.v2i1.242

Abstract

Zakat is the issuance of part of the property with certain conditions, which Allah Almighty requires the owner to be handed over to the one who is entitled to receive it, with certain conditions as well. This study aims to examine zakat from juridical, psychological and sociological aspects. This research method uses a qualitative descriptive type of research with a type of literature research. The approaches used are juridical, psychological and sociological approaches. Testing the validity of the data with tringulation techniques. The results of the study revealed that the juridical review of zakat in Indonesia was first promulgated through Law No. 38 of 1999 concerning Zakat Management, then further affirmed with the latest Zakat Law which replaced Law 38/1999, namely Law No. 23 of 2011 concerning Zakat Management. Zakat psychologically educates humans to become altruistic and prosocial figures by involving several psychic functions, including (1) empathy, (2) spiritual intelligence, (3) emotional intelligence, (4) against the voice of truth and the voice of demons, (5) appreciation that serves as motivation, and (6) the predicate of a spiritually intelligent human figure. In a sociological perspective, zakat is one of the ways to achieve a balance of social justice in society by helping the rich, the rich helping the poor, the strong helping the weak, Zakat is one of the fundamental theories for the establishment of social structures in Islamic teachings