Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Terapi Range of Motion (ROM) dan Exercise Bola Karet untuk Meningkatkan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Putri, Chamisyah; Nurman, Muhammad; Safitri, Yenny
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.60

Abstract

stroke yang paling umum terjadi, mencakup hampir 80% dari seluruh stroke. Gejala utama stroke non-hemoragik adalah timbulnya deficit neurologis secara tiba-tiba, didahului dengan gejala prodromal, terjadi saat istirahat atau saat bangun tidur.  Tujuan dari karya ilmiah ini untuk memberikan Penerapan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk meningkatkan kekuatan otot pada Tn.S di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Pada saat pengkajian Tn.S mengeluh lemah anggota gerak sebelah kiri yang dirasakan pada lengan dan tungkai, pasien tidak bisa mengangkat lengan dan jari tangan kiri dan tungkai kiri, dan pasien juga mengalami kejang. Tanda-tanda vital Tn.S saat pengkajian tekanan darah 141/76 mmhg, Nadi: 76x/menit, RR: 23x/menit , Suhu: 36,5◦c, pasien terpasang infus Nacl 0,9%. Diruangan Krisan perawat memang sudah memberikan obat Phenytoin diazepam kapsul 100mg 3x1 untuk menenangkan syaraf ditubuh pada pasien. Dari analisa kasus pada pasien didapatkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah diberikan terapi range of motion dan exercise bola karet. Diharapkan bagi Tn.S dapat melakukan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk melatih peningkatan otot pasien stroke non hemoragik.
Penerapan Pemberian Massage Effleurage untuk Mengurangi Risiko Decubitus pada Pasien Ny. T dengan Stroke Infark di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Silpia, Dina; Nurman, Muhammad; Eka Sudiarti, Putri
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.61

Abstract

Angka kasus stroke masih menjadi permasalahan kesehatan utama baik di negara maju maupun di Negara berkembang. Menurut World Health Organization (2022) secara global, lebih dari 12,2 juta. Pasien dengan stroke infark menyebabkan penderitanya mengalami keterbatasan mobilisasi dalam waktu yang cukup lama sehingga akan menyebabkan risiko terjadinya dekubitus meningkat. Salah satu tindakan yang dapat diberikan untuk mencegah hal tersebut adalah dengan penerapan massage effleurage dengan olive oil. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan penerapan pemberian massage effleurage untuk mengurangi risiko decubitus melalui asuhan keperawatan pada Ny. T dengan stroke infark di RSUD Arifin Achmad pekanbaru. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 16 Juni-18 Juni tahun 2025. Pada saat pengkajian kelemahan anggota gerak sebelah kiri sejak 6 jam sebelum masuk rumah sakit, klien kulit kering, tampak kemerahan, kulit tegang atau kaku bagian punggung. Intervensi keperawatan yang diberikan yaitu memberikan massage efflurage selama 3 hari. Dari analisa kasus pada pasien didapatkan kulit lebih elastis dan kemerahan berkurang, aliran darah, menjadi lancar, punggung lebih rileks. Diharapkan kepada keluarga dapat meneruskan teknik massage effleurage dengan olive oil untuk mencegah decubitus pada pasien stroke hemoragik sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi-komplikasi terutama penyakit stroke.
Hubungan Konsumsi Garam dan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi pada KelompokUsia Dewasa 45-59 Tahun di Dusun LengkokDesa Kualu Nenas Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Mawaddha, Mardha Tillah; Nurman, Muhammad; Mayasari, Endang
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i3.372

Abstract

Data WHO (2022) mencatat sekitar 972 juta orang atau 15,4% menderita hipertensi. Salah satu faktor risiko hipertensi yang paling berpengaruh adalah konsumsi natrium atau garam dan pola makan yang tidak sehat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi garam dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia Dewasa 45-59 Tahun di Dusun Lengkok Desa Kualu Nenas Wilayah Kerja Puskesmas Tambang. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22-28 oktober 2025 di Dusun Lengkok Desa Kualu Nenas wilayah kerja UPT. Puskesmas Tambang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 218 orang responden kelompok masyarakat usia dewasa (45-59 tahun) dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner dan alat pengukuran tekanan darah (Sphygmomanometer). Data yang diperoleh dianalisis dengan  uji chi-square dan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara perilaku konsumsi garam (p value = 0,003) dan pola makan (p value = 0,002) dengan kejadian hipertensi pada kelompok usia dewasa (45-59 tahun) di Dusun Lengkok Desa Kualu Nenas wilayah kerja UPT. Puskesmas Tambang. Diharapkan kepada responden untuk mengubah pola hidupnya kearah yang lebih sehat, terutama tidak konsumsi garam berlebihan, mengurangi frekuensi konsumsi makan berlemak.
DIGITALISASI SISTEM INFORMASI MAHKAMAH KONSTITUSI Yulianto, Winasis; Amelia, Dyah Silvana; Nurman, Muhammad
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v9i2.7963

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan mendasar dalam penyelenggaraan kekuasaan kehakiman, termasuk dalam pelaksanaan kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai pengawal konstitusi. Sebagai lembaga negara hasil amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, MK dituntut untuk tidak hanya menegakkan konstitusi secara normatif, tetapi juga adaptif terhadap transformasi digital dalam sistem peradilan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penguatan konstitusionalisme digital melalui penerapan peradilan berbasis teknologi informasi di Mahkamah Konstitusi, khususnya dalam kerangka e-court, i-judiciary, dan integrated judiciary. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, historis, dan konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital oleh MK melalui pengembangan website resmi, sistem e-court, court recording system, e-perisalah, serta integrasi dengan sistem e-government telah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan akses publik terhadap keadilan konstitusional. Namun demikian, penguatan integrated judiciary masih memerlukan penyelarasan antarlembaga negara, penguatan infrastruktur teknologi, serta peningkatan literasi digital masyarakat guna mewujudkan budaya sadar berkonstitusi secara berkelanjutan.