Claim Missing Document
Check
Articles

PKM Pelatihan Pembuatan Lembar Kerja Fisika Berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) Sebagai Pendukung Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 5 Takalar Hasyim, Mutahharah; Martawijaya, M. A.; Usman, Usman; Taqwin, Muhammad
SMART: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/smart.v4i2.67137

Abstract

The preparation of human resources (HR) with 21st-century skills has become a priority for the government through the implementation of the independent curriculum at the secondary school level. This curriculum adopts the 6Cs (Critical Thinking, Collaboration, Creative Thinking, Character Education, Citizenship, and Communication) values to realize intelligent, critical, and creative students. One of the learning approaches used is Culturally Responsive Teaching (CRT), which emphasizes cultural inclusivity in learning. At SMA Negeri 5 Takalar, although learning is active, there are still areas for improvement in practicum activities requiring Student Worksheets (SW). To overcome this, the proposer team held training on preparing CRT-based SW, which integrates local wisdom into the curriculum. This training aims to improve teachers' competence in compiling SW by the Independent Curriculum and support the implementation of practical practicum and student character development. The activity results showed an increase in teachers' knowledge and skills in compiling CRT-based SW, which impacted the quality of learning in the school. 
The Impact of Physics Co-curricular Activities Based on Makassar Local Wisdom on Improving the Pancasila Student Profile and Learning Satisfaction Martawijaya, M. A.; Sujiono, Eko Hadi; Halim, Anis Diyana; Siew Wei, Tho; Mahir, Mahir; Palloan, Pariabti; Zharvan, Vicran
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpii.v14i1.13178

Abstract

Pancasila education shapes students’ character and national identity. Integrating local wisdom in co-curricular activities strengthens Pancasila values in modern learning. Despite the flexibility of co-curricular activities in reinforcing physics concepts and the Pancasila Student Profile (P3), educators rarely utilize or neglect them entirely. This study aims to improve P3 and learning satisfaction through physics co-curricular activities based on Makassarese local wisdom. This study used a mixed-methods sequential explanatory design. The quantitative method used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest type to measure changes in P3, and the qualitative method used an open questionnaire to measure students’ learning satisfaction. This activity integrates the 21st-century learning approach with the practice of a’bulo sibatang through physics measurements by 31 high school students. The study showed a significant improvement in students’ P3 (p < 0.05), with an N-Gain of 48.39% in the low category and 51.61% in the medium category. All students expressed positive learning satisfaction towards the Makassarese local wisdom-based physics co-curricular activities, although some experienced difficulties in certain aspects. This study concludes that co-curricular physics activities based on Makassarese local wisdom effectively improve students’ P3 and positive learning satisfaction. In addition, this study also has an impact on preventing the erosion of Makassarese cultural identity and improving students’ academic understanding.
PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT UKUR FISIKA BAGI PESERTA DIDIK KELAS X SMAN 5 TAKALAR Haris, Abdul; Mahir; Hasyim, Mutahharah; Martawijaya, M. A.; Saleh, Muh
ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Edisi Juni
Publisher : Jurusan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/abdi.v2i2.8113

Abstract

Pelatihan penggunaan alat ukur fisika di kelas X SMAN 5 Takalar dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan praktikum siswa, terutama dalam membaca data eksperimen secara presisi; kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi mereka dalam mengenali, mengkalibrasi, dan menggunakan mistar, neraca, gelas ukur, serta termometer guna menunjang pembelajaran fisika berbasis eksperimen. Program berlangsung empat sesi tatap muka dengan metode ceramah interaktif, demonstrasi langsung, dan praktik berkelompok terstruktur; 40 siswa dibagi menjadi empat kelompok—Kelompok A (mistar, 7 peserta), Kelompok B (neraca, 7 peserta), Kelompok C (gelas ukur, 7 peserta), dan Kelompok D (termometer, 8 peserta). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata‑rata skor keterampilan praktikum sebesar 34 poin (dari 56 menjadi 90 pada skala 0–100); kesalahan pengukuran panjang di Kelompok A turun dari 0,40 cm menjadi 0,07 cm, deviasi massa di Kelompok B menyusut dari 4,2 % menjadi 0,8  %, selisih volume bacaan di Kelompok C berkurang dari 3,5 mL menjadi 0,6 mL, dan selisih suhu bacaan di Kelompok D menurun dari 1,8 °C menjadi 0,3 °C. Manfaat tambahan meliputi meningkatnya kepercayaan diri siswa saat praktikum, terbentuknya budaya diskusi ilmiah lintaskelompok, serta tersusunnya modul praktikum ringkas yang kini diadopsi sebagai suplemen kurikulum sekolah. Kesimpulannya, pelatihan ini menghadirkan pendekatan praktik terstruktur yang efektif dan melibatkan komunitas sekolah secara langsung, terbukti meningkatkan akurasi pengukuran serta keterampilan ilmiah siswa secara signifikan.
CRITICAL THINKING ABILITY OF STUDENTS IN SOLVING ETHNOPHYSICS QUESTIONS Awaliah, Nur; Martawijaya, M. A.; Subaer, Subaer
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 12, No 2 (2024): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v12i2.65845

Abstract

This quantitative descriptive study aims to determine students' critical thinking abilities in solving ethnophysics questions. The data obtained in this study are quantitative data analyzed using descriptive statistics. The sample in this study was 58 students. Based on the Gregory test, the validity value obtained was one based on the Gregory test requirements if Vc ≥ 0.75 or ≥ 75%, then it can be declared feasible, so it can be concluded that all critical thinking ability questions are feasible to use, while the reliability value obtained was 0.74 then it can be declared reliable. The instrument used to collect data is an essay test of 10 questions developed using critical thinking indicators, including interpretation, analysis, evaluation, and inference indicators. Based on research data, it was found that students' critical thinking abilities in solving econophysics questions were in the medium category, with an average of 25.53. Based on the analysis of each indicator, it was obtained that the highest indicator of students' critical thinking skills, with an average score of 7.72, was in the evaluation indicator, followed by the interpretation, inference, and analysis indicators.
EKSPLORASI PEMAHAMAN KONSEPTUAL MAHASISWA FISIKA: PEMBELAJARAN LANGSUNG VS. SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN PLATFORM Mahir, Mahir; Martawijaya, M. A.
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 4 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v4i2.459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan pemahaman konseptual mahasiswa fisika antara pembelajaran langsung dan pembelajaran melalui platform Learning Management System (LMS). Pentingnya penelitian ini terletak pada upayanya untuk memberikan wawasan tentang efektivitas kedua metode pembelajaran dalam konteks pendidikan fisika, yang dapat berkontribusi pada pengembangan kurikulum dan strategi pengajaran yang lebih efektif. Metodologi yang digunakan adalah survei kuantitatif yang melibatkan 104 mahasiswa fisika dari Universitas Negeri Makassar. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur pemahaman konseptual, retensi informasi, dan tingkat kepuasan belajar. Analisis statistik dilakukan untuk mengevaluasi perbedaan antara kedua kelompok belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui metode tatap muka menunjukkan pemahaman konseptual yang lebih dalam. Di sisi lain, siswa yang menggunakan LMS menunjukkan retensi informasi yang lebih baik dan tingkat kepuasan belajar yang lebih tinggi. Keterbatasan penelitian ini termasuk sampel yang terbatas pada mahasiswa fisika dari beberapa universitas di Indonesia dan kurangnya pertimbangan terhadap faktor-faktor seperti variasi desain mata kuliah dan interaksi dengan instruktur. Implikasi praktis dari penelitian ini menyoroti pentingnya menyeimbangkan pembelajaran langsung dan penggunaan LMS dalam merancang kurikulum pendidikan fisika. Kombinasi kedua metode ini dapat memaksimalkan pemahaman konseptual dan retensi informasi, serta meningkatkan kepuasan belajar siswa.
IMPLEMENTASI LEMBAR KERJA KONSTRUKTIVIS BERBASIS KEARIFAN LOKAL BUGIS PADA MATA PELAJARAN FISIKA Martawijaya, M. A.; Mahir, Mahir
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 4 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v4i2.460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi implementasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dalam meningkatkan kemampuan kerja peserta didik. Penelitian ini menggunakan LKPD dengan pendekatan konstruktivis berbasis kearifan lokal dalam konteks pembelajaran fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek penelitian yang terdiri dari siswa siswa dengan kemampuan kerja terendah. LKPD diimpelementasikan dengan mengintegrasikan kearifan lokal bugis dan prinsip konstruktivis dengan tujuan melatih peserta didik dalam melakukan kerja cerdas, kerja keras, kerja tuntas, dan kerja ikhlas sebagai budaya kerja pemerintah di Kabupaten Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi LKPD konstruktivis berbasis kearifan lokal ini valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan kerja dan hasil belajar fisika peserta didik. Temuan penelitian ini memiliki implikasi bagi lembaga pendidikan, pembuat kebijakan, dan pendidik di Indonesia, khususnya dalam pelaksanaan pembelajaran yang relevan dengan konteks budaya lokal serta memperkuat pendekatan konstruktivis dalam pendidikan fisika. 
Physics Concept of High School Students in Northern Bone for Ad-vancing Songkok Recca Production Martawijaya, M. A.; Hasyim, M.; Musniar, A.; Zharvan, V.; Taqwin, M.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v19i2.39916

Abstract

This research aims to determine the physics conceptions of high school students in Northern Bone in developing the production of Songkok Recca using an alternative material, water hyacinth fiber. This qualitative study focuses on a descriptive case, which is the students' perceived lack of conception. The subjects used are four individuals interested in physics and are familiar with the process of making Songkok Recca. The case occurs in the students' school environment, which is also the production site of Songkok Recca. Data collection techniques in this research include observation, interviews, and documentation. The research data is analyzed through several stages, namely data collection, reduction, presentation, and data verification. Based on the research findings and discussions, it can be concluded that the students lack physics conceptions. They are only able to express some physics concepts, while some students are not familiar with those concepts.Based on the research results, it can be concluded that the students lack physics conceptions. They are only able to express some physics concepts, and some students are not familiar with those concepts. Water hyacinth fiber is deemed suitable as an alternative material for making Songkok Recca based on feasibility tests. The average tensile strength of wet water hyacinth fiber is 20.808,74021 N/m2, while the average tensile strength of dry water hyacinth fiber is 841.418,2808 N/m2.
Eksplorasi Kualitas Pertanyaan, Sikap Sains, dan Keterampilan Psikomotor Peserta Didik sebagai Dampak Kokurikuler Fisika Berbasis Kearifan Lokal A’bulo Sibatang Martawijaya, M. A.; Mahir; Wahid, Syamsul
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i1.371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kualitas pertanyaan, sikap sains, dan keterampilan psikomotor peserta didik sebagai dampak dari pelaksanaan kegiatan kokurikuler fisika berbasis kearifan lokal A’Bulo Sibatang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah mixed-method dengan desain eksplanatori sekuensial. Subjek penelitian melibatkan peserta didik SMA di Kabupaten Takalar yang terdiri atas dua kelompok, yaitu yang mengikuti dan yang tidak mengikuti kegiatan kokurikuler fisika berbasis A’Bulo Sibatang. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, angket TOSRA, observasi psikomotor, serta wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang mengikuti kegiatan kokurikuler memperoleh skor lebih tinggi pada ketiga variabel, yakni keterampilan psikomotor (75,77 > 69,62), kualitas pertanyaan (23,95 > 23,37), dan sikap sains (73,99 > 72,76). Kegiatan kokurikuler berbasis A’Bulo Sibatang mampu meningkatkan kemampuan bertanya reflektif, memperkuat sikap ilmiah, serta mengasah keterampilan praktikum melalui pembelajaran kontekstual yang berakar pada nilai budaya lokal. Integrasi nilai-nilai gotong royong dan kolaborasi dalam filosofi A’Bulo Sibatang memberikan kontribusi terhadap penguatan karakter ilmiah peserta didik. Dengan demikian, model kokurikuler fisika berbasis kearifan lokal layak dijadikan strategi alternatif dalam pengembangan pendidikan sains yang kontekstual, berkarakter, dan berkelanjutan.
OPTIMALISASI PENULISAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) MELALUI PEMANFAATAN MENDELEY BAGI GURU Martawijaya, M. A.; Mahir; Haris, Abdul; Yani, Ahmad; Usman
ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Edisi Desember
Publisher : Jurusan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/abdi.v3i1.10088

Abstract

Guru memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Namun, banyak guru mengalami kesulitan dalam penulisan artikel ilmiah, terutama dalam pengelolaan referensi dan sitasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam menulis artikel PTK melalui pemanfaatan aplikasi Mendeley. Pelatihan dilaksanakan secara daring selama lima kali pertemuan dengan melibatkan 25 guru Fisika MGMP Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung dan pendampingan reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam mengelola referensi, melakukan sitasi otomatis, serta menyusun artikel ilmiah sesuai standar publikasi. Sebanyak 72% peserta berhasil menyusun draf artikel lengkap, dan 90% menyatakan pelatihan daring efektif meningkatkan literasi akademik digital. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan profesionalisme guru dan pembentukan budaya riset berbasis teknologi digital.
Trends in ‘Critical Thinking’ as a National Research Theme in Indonesia for the Period 2021 - 2024 Mahir Mahir; M. A. Martawijaya; Abdul Haris
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the trend of students' critical thinking skills in national research proposals received by the Directorate of Research, Technology, and Community Service (DRTPM) in Indonesia over the past four years. Critical thinking is an essential ability in 21st-century education, which includes interpreting, analyzing, evaluating, and inferring information by students to produce solutions to real problems. Data were taken from research proposals received and approved by DRTPM from 2021 to 2024. The analysis method includes a descriptive quantitative assessment of the number of proposals that make students' critical thinking skills the central theme of education research. The study results show a significant improvement trend in the theme of students' critical thinking skills in the proposals submitted by researchers over the past four years, especially in implementing various efforts to improve students' critical thinking skills. These findings are expected to provide input for DRTPM to develop research policies and training programs to continue improving the quality of research in Indonesia.