Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Buku Suplemen Fisika Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Literasi Sains Peserta Didik SMAN 5 Wajo Fauziah; Jasruddin Daud Malago; M. A. Martawijaya
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.5602

Abstract

One of the local wisdoms of the Bugis tribe that is still often found in Wajo district is a traditional food that they call Putu Soppa' or Putu Tongka. The objectives of this study were: to describe the profile of a valid local wisdom-based physics supplement book for students of SMAN 5 Wajo; to describe teacher responses to the use of local wisdom-based physics supplement books for students of SMAN 5 Wajo that have been developed; to describe student responses to the use of local wisdom-based physics supplement books for students of SMAN 5 Wajo that have been developed. This study is a development researchs using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). This research was implemented in class XI IPA 2 of SMAN 5 Wajo. Data collection was carried out through observation/interviews, expert assessments, questionnaires and science literacy tests. Then analyzed using descriptive analysis. The results of this study indicate that: the developed teaching materials are declared valid with a reliability level of 0.72; the practicality of teaching materials reviewed from the practitioner's response shows that the developed teaching materials are practical with a percentage of 0.90; the effectiveness of the developed teaching materials is reviewed from the learning outcomes of students obtained through learning outcome tests (science literacy tests). A classical percentage of 80.64% or 25 out of 31 students achieved the learning completion criteria was obtained. So, reviewed from the number of students who achieved completion, the teaching materials are declared effective.
Optimization of students’ scientific writing through the utilization of mendeley reference manager Nurul Muthmainnah Herman; Mutahharah Hasyim; M. A. Martawijaya; Abdul Haris; Mahir Mahir
Jurnal Hasil Inovasi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/jhim.2025.03021286

Abstract

Kemampuan menulis karya ilmiah merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi mata kuliah KKN, PPL, dan skripsi yang menuntut kemampuan menelusuri sumber ilmiah dan mengelola referensi secara benar. Namun, banyak mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam penentuan sumber tepercaya, penyusunan sitasi, dan penulisan daftar pustaka yang sesuai kaidah akademik. Pelatihan penggunaan Mendeley Reference Manager dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan membekali mahasiswa Jurusan Fisika keterampilan teknis dan literasi digital dalam manajemen referensi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan pendekatan partisipatif. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mengikuti pelatihan dengan antusias melalui sesi materi, demonstrasi, dan praktik mandiri. Analisis nilai pretest dan posttest memperlihatkan peningkatan kemampuan yang signifikan, dari rata-rata awal 46,79 menjadi 82,71 setelah pelatihan. Temuan ini diperkuat oleh hasil wawancara, yang menunjukkan peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam mengelola referensi, membuat folder terstruktur, serta menggunakan fitur sitasi otomatis. Meski demikian, beberapa peserta masih memerlukan pendampingan tambahan terkait penggunaan fitur lanjutan, seperti pemilihan gaya sitasi yang sesuai dan penanganan referensi duplikat. Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan penulisan ilmiah mahasiswa dan meningkatkan kesiapan mereka dalam menyusun karya ilmiah yang lebih sistematis, akurat, dan efisien dengan dukungan Mendeley Reference Manager.
Pelatihan penulisan proposal PKM bagi mahasiswa Jurusan Fisika Universitas Negeri Makassar Mutahharah Hasyim; M. A. Martawijaya; Abdul Haris; Mahir Mahir; Nurul Muthmainnah Herman
Jurnal Hasil Inovasi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/jhim.2025.03021287

Abstract

Kegiatan pelatihan penulisan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bagi mahasiswa Jurusan Fisika Universitas Negeri Makassar diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan literasi ilmiah, keterampilan penulisan akademik, serta kesiapan mahasiswa dalam berkompetisi pada ajang PKM tingkat nasional. Pelatihan ini diikuti oleh 45 mahasiswa yang memiliki latar belakang dan pengalaman penulisan yang beragam. Metode pelatihan mencakup penyampaian materi, diskusi, contoh proposal, workshop penyusunan kerangka proposal, dan pendampingan intensif oleh fasilitator. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman mahasiswa terhadap struktur PKM, terutama pada aspek kebaruan ide, ketepatan perumusan masalah, serta kesesuaian metode pelaksanaan. Peserta mampu menghasilkan draft kerangka proposal yang lebih sistematis, terfokus, dan sesuai dengan standar penilaian PKM. Selain itu, pelatihan juga meningkatkan motivasi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kompetisi ilmiah. Lingkungan pembelajaran yang kondusif serta fasilitas teknis yang memadai turut mendukung efektivitas pelatihan. Secara keseluruhan, pelatihan ini terbukti efektif sebagai upaya pemberdayaan akademik mahasiswa dan dapat dijadikan model penguatan kapasitas penulisan proposal di lingkungan Jurusan Fisika UNM
Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Fisika Berbasis Ethno-STEM bagi Calon Guru Fisika Mahir; M. A. Martawijaya; Abdul Haris; Mutahharah Hasyim; Usman
Jurnal Hasil Inovasi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): January - June (In Progress)
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/jhim.2026.03010695

Abstract

Pelatihan pembuatan alat peraga fisika berbasis Ethno-STEM merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan kreativitas calon guru fisika dalam mengintegrasikan budaya lokal dengan pembelajaran sains. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan calon guru fisika dalam merancang serta membuat alat peraga fisika yang memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber belajar kontekstual. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan peserta, pemberian materi tentang konsep Ethno-STEM dan pengembangan alat peraga fisika, praktik pembuatan alat peraga, presentasi hasil karya, serta evaluasi kegiatan. Peserta kegiatan terdiri atas calon guru fisika yang mengikuti pelatihan secara aktif melalui pendekatan partisipatif dan berbasis proyek. Materi pelatihan menekankan pada integrasi unsur etnosains, teknologi sederhana, rekayasa, dan matematika dalam pengembangan media pembelajaran fisika. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai implementasi pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal serta kemampuan dalam mendesain alat peraga yang inovatif, ekonomis, dan mudah diterapkan di sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat alat peraga fisika berbasis Ethno-STEM. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong munculnya kreativitas peserta dalam memanfaatkan potensi budaya lokal sebagai media pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Produk alat peraga yang dihasilkan peserta mencerminkan integrasi konsep fisika dengan praktik budaya masyarakat setempat sehingga dapat mendukung pembelajaran yang lebih bermakna. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kompetensi profesional calon guru fisika, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran inovatif berbasis budaya lokal. Pelatihan semacam ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung implementasi pembelajaran abad ke-21 yang kontekstual, kreatif, dan berorientasi pada penguatan identitas budaya.
Pelatihan Penyusunan Kegiatan Kokurikuler Fisika Berbasis Kearifan Lokal bagi Guru SMA M. A. Martawijaya; Mahir; Abdul Haris; Mutahharah Hasyim; Muhammad Taqwin
Jurnal Hasil Inovasi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): January - June (In Progress)
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/jhim.2026.03010696

Abstract

Kegiatan kokurikuler merupakan salah satu bagian penting dalam implementasi pembelajaran yang mendukung penguatan kompetensi peserta didik secara kontekstual dan aplikatif. Namun, pelaksanaan kegiatan kokurikuler fisika di sekolah masih cenderung terbatas pada aktivitas akademik konvensional dan belum banyak mengintegrasikan potensi kearifan lokal sebagai sumber belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru fisika dalam menyusun kegiatan kokurikuler fisika berbasis kearifan lokal di SMA. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop yang melibatkan 7 guru fisika SMA sebagai peserta. Pelaksanaan workshop meliputi pemberian materi, diskusi, penyusunan rancangan kegiatan kokurikuler, validasi rancangan, dan evaluasi respon peserta terhadap kegiatan yang dikembangkan. Data kegiatan diperoleh melalui lembar validasi dan angket respon praktisi yang diisi oleh peserta workshop. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru fisika mampu menyusun rancangan aktivitas kokurikuler fisika berbasis kearifan lokal yang relevan dengan karakteristik lingkungan sekolah dan budaya masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil validasi, rancangan kegiatan kokurikuler yang dikembangkan berada pada kategori baik dan layak untuk diterapkan di sekolah. Selain itu, respon praktisi menunjukkan bahwa kegiatan kokurikuler berbasis kearifan lokal dinilai mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, memperkuat pembelajaran kontekstual, serta mendukung pelestarian budaya lokal melalui pembelajaran fisika. Workshop ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru dalam mengembangkan aktivitas pembelajaran fisika yang lebih inovatif dan kontekstual. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam aktivitas kokurikuler dapat menjadi alternatif pengembangan pembelajaran fisika yang lebih bermakna bagi peserta didik. Oleh karena itu, pelaksanaan workshop serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung implementasi pembelajaran berbasis budaya lokal di sekolah
Integration of Computational Thinking in a Thermodynamics E-Module on the Ahmaddahlan.NET Website as an Effort to Strengthen Digital Literacy Dirgah Kaso Sanusi; Ahmad Dahlan; M. Agus Martawijaya; Mahir Mahir
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.1071

Abstract

The rapid advancement of digital technology necessitates learning materials that not only support instructional processes but also foster higher-order thinking skills among university students. This study aims to develop a Thermodynamics e-module grounded in computational thinking (CT) principles and integrated into the Ahmaddahlan.NET learning platform to enhance students’ digital literacy. The urgency for this development stems from the limitations of conventional thermodynamics instruction, which often struggles to connect fundamental concepts with empirical applications and computational analysis. As a result, an interactive, technology-based instructional approach is essential for improving students’ competency attainment. The research utilized the ADDIE Research and Development (R&D) framework, encompassing five stages: analysis, design, development, limited implementation, and evaluation. The e-module was designed around four core CT components decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithmic thinking. A limited trial was conducted with first-semester students enrolled in Basic Physics. Data were collected through expert validation and student response questionnaires assessing clarity, readability, and ease of access. Expert validation yielded a score of 95.1%, categorizing the e-module as highly feasible. In terms of practicality, user responses reached 88.1%, indicating that the interactive interface, intuitive navigation, and integration of digital content provided a positive learning experience. The module’s effectiveness was reflected in students’ digital literacy outcomes, which achieved a “good” category score of 79.8%, encompassing digital skills, digital security, digital culture, and digital ethics and responsibility. Overall, the findings demonstrate that the developed CT-based e-module effectively supports 21st-century learning demands and has strong potential as an innovative instructional resource in higher education settings. Its integration of computational thinking and digital literacy provides a robust foundation for modernizing thermodynamics instruction. The rapid advancement of digital technology necessitates learning materials that not only support instructional processes but also foster higher-order thinking skills among university students. This study aims to develop a Thermodynamics e-module grounded in computational thinking (CT) principles and integrated into the Ahmaddahlan.NET learning platform to enhance students’ digital literacy. The urgency for this development stems from the limitations of conventional thermodynamics instruction, which often struggles to connect fundamental concepts with empirical applications and computational analysis. As a result, an interactive, technology-based instructional approach is essential for improving students’ competency attainment. The research utilized the ADDIE Research and Development (R&D) framework, encompassing five stages: analysis, design, development, limited implementation, and evaluation. The e-module was designed around four core CT components decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithmic thinking. A limited trial was conducted with first-semester students enrolled in Basic Physics. Data were collected through expert validation and student response questionnaires assessing clarity, readability, and ease of access. Expert validation yielded a score of 95.1%, categorizing the e-module as highly feasible. In terms of practicality, user responses reached 88.1%, indicating that the interactive interface, intuitive navigation, and integration of digital content provided a positive learning experience. The module’s effectiveness was reflected in students’ digital literacy outcomes, which achieved a “good” category score of 79.8%, encompassing digital skills, digital security, digital culture, and digital ethics and responsibility. Overall, the findings demonstrate that the developed CT-based e-module effectively supports 21st-century learning demands and has strong potential as an innovative instructional resource in higher education settings. Its integration of computational thinking and digital literacy provides a robust foundation for modernizing thermodynamics instruction.
The Level of Critical Thinking Skills of High School Students in Physics Learning Based on Local Wisdom Mahir Mahir; M. A. Martawijaya
Jurnal Edukasi Terkini Vol. 2 No. 2 (2025): April-June
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/jet.2025.020206118

Abstract

Purpose-This study aims to investigate the level of high school students' critical thinking skills in physics learning by incorporating local wisdom. It highlights the significance of integrating cultural context into science education to enhance students' cognitive engagement and deepen their conceptual understanding. Research Methodology/Design/Approach-A quantitative descriptive survey was conducted involving high school students enrolled in a physics class that applied local wisdom as a contextual learning approach. Data were collected using a critical thinking skills test developed based on Ennis’ five indicators of critical thinking. The collected data were then analyzed descriptively to evaluate students’ performance across each critical thinking indicator. Findings- The results revealed that students’ overall critical thinking skills were at a moderate level, with an average score of 62.36%. Among the five indicators, the highest performance was observed in "giving simple explanations" (68.2%), while the lowest was in "making further explanations" (57.3%). These findings suggest that although students are able to connect physics concepts to local phenomena, their ability to engage in deeper reasoning and advanced critical thinking still requires further pedagogical reinforcement. Originality / Value- This study contributes to the growing body of literature on contextual science education by emphasizing the role of local wisdom in fostering critical thinking skills. Unlike prior studies that focused on general instructional models, this research provides empirical evidence supporting the potential value of culturally integrated learning in the physics classroom, particularly in developing students’ higher-order thinking skills.
Analysis of Students' Ability to make HOTS Questions Related to the Basic Physics Material that has been Studied M. A. Martawijaya; Mahir Mahir
Jurnal Edukasi Terkini Vol. 2 No. 2 (2025): April-June
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/jet.2025.020206119

Abstract

Purpose-This study investigates the ability of undergraduate physics students to create Higher Order Thinking Skills (HOTS) questions based on topics learned in basic physics. The focus is on how well students can formulate questions that require deeper thinking. Research Methodology/Design/Approach-The research involved 40 students who were asked to construct HOTS-based questions and participate in semi-structured interviews. The questions were categorized into four types of HOTS: inferential, interpretive, transfer, and hypothetical. Data were analyzed to understand the distribution and quality of the questions created. Findings-Most students were able to generate inferential (35%) and interpretive (30%) questions, which align closely with the content taught in class. However, fewer students produced transfer (20%) and hypothetical (15%) questions, which require applying knowledge in new contexts and engaging in speculative reasoning. Interviews revealed that students struggled with these latter types due to limited exposure to applied and creative thinking tasks. Originality/Value-This study offers a fresh perspective by focusing on students’ ability to create rather than just answer HOTS questions. The findings emphasize the need for teaching strategies that promote contextual, critical, and innovative thinking to better prepare students for real-world problem-solving and scientific inquiry.
Asesmen Kemampuan Literasi Saintifik Setting Pembelajaran Mendalam pada Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan IPA Muh Tawil; M. Agus Martawijaya; Eda Lolo Allo; Salma Samputri
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 4 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i4.9258

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah asesmen kemmpuan literasi saintifik setting pembelajaran mendalam (AKLS-PM) di abad 21 sangat urgen diteliti, oleh karena kompetensi ini penting yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan  AKLS-PM: valid dan reliable, praktis, dan efektif. Pada saat ini belum terdapat asesmen AKLS-PM yang berkualitas untuk mengases kemampuan literasi saintifik bagi mahasiswa. Metode penelitian yang diterapkan pra-eksperimen semu, analisis data deskriptif. Sampel penelitian mahasiswa program magister pendidikan ilmu pengerahuan alam kelas 01 (n = 14). Hasil penelitian semua instrument penelitian AKLS-PM dan perangkat asesmennya: 1) valid dengan nilai validitas (Vr = 1) dan nilai reliabilitas R = 100 %; 2) keefektifan dengan skor rata – rata AKLS-PM sebesar 6,93 dari skor maaksimum 10 dan skor rata-rata respon terhdap pelaksanaan AKLS-PM  100% (sangat positif); 3) kepraktissan dengan skor rata-rata keterlakasanaan AKLS-PM 100% (terlaksana). Kesimpulan, AKLS-PM memenuhi syarat kualitas