Articles
PELATIHAN PENULISAN PEMBUATAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Arie Purwa Kusuma
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 3 No 1 (2019): Juli
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (428.058 KB)
|
DOI: 10.36456/abadimas.v3.i1.a1921
Tujuan Melaksanakan kegiatan Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang menjadi salah satu tuntutan kompetensi, pada saat ini penelitian menjadi masalah yang sulit dilaksanakan oleh para guru. Kesulitan utama mereka karena guru-guru kurang mengetahui dan memahami mengenai PTK, sehingga hal tersebut mengakibatkan kurangnya motivasi untuk melakukan penelitian. Pelatihan ini dilaksanakan di SMP N 2Candimulyo, pada kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mendampingi guru dalam penulisan proposal PTK, kegiatan tersebut merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang di laksanakan oleh STKIP Kusuma Negara, dalam pelaksanaannya menggunakan metode pemamparan materi secara teori, diskusi dan latihan pembuatan proposal penelitian. Teknis pelaksanaanya adalah penyusunan proposal yang meliputi klinis penyusunan proposal, menyampaikan beberapa model pembelajaran yang akan digunakan dalam penelitian, pendampingan pelaksanaan penelitian dan penyusunan akhir laporan. Hasil yang dicapai dalamkegiatan ini, para guru bertambah pemahamannya pada PTK sehingga ilu yang di dapatkan oleh para guru dapat digunakan sebagai proses perbaikan pebelajaran di kelas.
HUBUNGAN PEMAHAMAN KONSEP ARITMATIKA SOSIAL DENGAN HASIL BELAJAR IPS MATERI PPH
Nurina Kurniasari Rahmawati;
Arie Purwa Kusuma
Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (465.234 KB)
|
DOI: 10.36456/buanamatematika.v9i1:.1976
Matematika tidak terlepas dari konsep-konsep yang bersifat abstrak, penguasaan konsep-konsep matematika merupakan prasyarat untuk dapat memahami dan mengembangkan cabang ilmu-ilmu yang lain. Matematika juga memiliki hubungan antara ilmu satu dengan yang lain sehingga dalam setiap memperkenalkan konsep yang baru diperlukan konsep selanjutnya yang lebih tinggi. Sebagai ilmu yang universal, matematika tidak dapat terpisahkan dari berbagai disiplin ilmu lain. Salah satu ilmu atau matapelajaran yang memiliki keterkaitan dengan matematika adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi positif antara pemahaman konsep aritmatika sosial dengan hasil belajar IPS pada materi PPH. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survey melalui pendekatan korelasi. Populasi yang digunanakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan tes berbentuk pilihan ganda sebanyak 30 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah teknik korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman konsep matematika materi aritmatika sosial dengan hasil belajar IPS materi PPH, dimana rhitung sebesar 0.90 sedangkan r table dengan n = 30 adalah 0.361 dengan taraf signifikan 0,05.
PENERAPAN METODE MMP DAN NHT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI TRIGONOMETRI
Erni Budiyanti;
Arie Purwa Kusuma;
Desy Bangkit Arihati
Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.169 KB)
|
DOI: 10.36456/buanamatematika.v9i1:.1980
Penelitian ini diharapkan dapat membuktikan perbedaan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan metode Missouri Mathematics Problem (MMP) dan Numbered Head Together (NHT) pada materi trigonometri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2018, dengan metode eksperimen. Sampel dari penelitian ini berjumlah 72 siswa, 36 siswa di kelas X Elektro 2 yang menggunakan metode Missouri Mathematics Project (MMP) dan 36 siswa di kelas X Elektro 1 yang menggunakan metode Numbered Head Together (NHT), pemilihan sampel penelitian secara cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes materi trigonometri berbentuk soal pilihan ganda, dari hasil ujicoba tes yang valid 25 soal dengan menggunakan reliabilitas Kuder Richardson (KR-20) diperoleh 0,9147. Berdasarkan perhitungan diperoleh data bahwa rata-rata hasil belajar siswa melalui metode Missouri Mathematics Project (MMP) memiliki rata-rata 76,5 dan rata-rata hasil belajar siswa melalui metode Numbered Head Together (NHT) memiliki rata-rata 71,33. Dalam uji prasyarat kedua data berdistribusi normal dan homogen. Pengujian hipotesis data diperoleh thitung = 2,068 > ttabel = 1,994. Maka diperoleh kesimpulan H1 diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa yang menggunakan metode Missouri Mathematics Project (MMP) dan metode Numbered Head Together (NHT) pada materi Trigonometri di kelas X.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DAN METODE EKSPOSITORI PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI DI KELAS VIII SMPN 205 JAKARTA
Arie Purwa Kusuma;
Nurina Kurniasari Rahmawati;
Armeinia Kumala Sari
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (614.864 KB)
|
DOI: 10.36456/bp.vol13.no24.a765
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara peserta didik yang diajarkan menggunakan metode pembelajaran matematika realistik dengan metode ekspositori pada materi relasi dan fungsi di kelas VIII SMP Negeri 205 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen semu dengan jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Sampling. Sampel terdiri dari 60 peserta didik yang diambil dari kelas VIII yakni kelas VIII A sebanyak 30 peserta didik sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebanyak 30 peserta didik sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan test berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. Uji prasyarat analisis data meliputi uji Normalitas dengan menggunakan Uji Lilliefors dan Uji Homogenitas dengan menggunakan Uji Fisher. Pengujian hipotesis dengan menggunakan rumus Uji-t. Dari hasil analisis Uji-t diperoleh sedangkan dalam taraf signifikasi 0,05 dengan derajat kebebasan (dk) = 58 diperoleh . Dalam hal ini , sehingga ditolak. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika peserta didik yang diajarkan menggunakan metode pembelajaran matematika realistik dan metode ekspositori pada materi ajar relasi dan fungsi kelas VIII SMP N 205 Jakarta.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RMS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ALJABAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS
Arie Purwa Kusuma;
Nurina Kurniasari Rahmawati;
Lamanda Ayuningrum
Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022): Delta : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31941/delta.v10i2.1663
The purpose of this study was to determine the effect of using the Reading Mind Mapping and Sharing (RMS) learning model and direct learning model on algebraic thinking skills in terms of students' mathematical reasoning abilities. This type of research is a quasi-experimental research population, namely the students of SMPN 2 Solear. Sampling was done by using the cluster random sampling technique and the research sample was 70 students. The instruments used in data collection are algebraic thinking ability tests and mathematical reasoning tests. Data prerequisite test includes normality test using Lilliefors test and homogeneity test using Fisher and Bartlett test with = 0.05, concluded that the sample is normally distributed and homogeneous. Hypothesis testing using two-way analysis of variance with unequal cells. The results showed that there was no difference in algebraic thinking skills between the RMS model and the direct learning model and students with high mathematical reasoning abilities had better algebraic thinking abilities than students with moderate and low mathematical reasoning abilities, and students with moderate mathematical abilities had the same algebraic thinking abilities. good with students with low mathematical reasoning ability
Eksperimentasi Model Pembelajaran TPS dan TAI terhadap Hasil Belajar Matematika pada Materi Lingkaran
Arie Purwa Kusuma;
Muhamad Safa’udin;
Ruri Rahayu
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 3 No. 1 (2018): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.908 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran TPS lebih baik dari model pembelajaran TAI terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII pada materi Lingkaran di SMP Islam Plus Mardhotillah Jakarta Timur. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan pendekatan eksperimen semu (Quasy Experimental) yang dilakukan dengan memberikan dua perlakuan yang berbeda, satu menggunakan model pembelajaran TPS dan satu lainnya menggunakan model pembelajaran TAI.Hasil belajar siswa dengan model pembelajaran TPS mempunyai rata-rata 76.80, sedangkan dengan model pembelajaran TAI mempunyai rata-rata 67.90. Adapun hasil analisisnya diperoleh thitung sebesar 3.32 dan ttabel sebesar 1.6795, maka thitung lebih besar dari ttabel dengan taraf signifikan 0,05 dan derajat kebebasan = 41. Dengan demikian diperoleh hasil bahwa Ho ditolak, sehingga model pembelajaran TPS lebih baik dari model pembelajaran TAI terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII pada materi Lingkaran di SMP Islam Plus Mardhotillah Jakarta Timur. Kata kunci: Hasil Belajar; TAI; TPS
Optimalisasi Media Ajar dalam Pengajaran Berbasis Digital di SD Negeri Muktiwari 01
Ferawaty Puspitorini;
Haris Hamdani;
Muhammad Zulfadhli;
Rifki Muhendra;
Arie Purwa Kusuma
Jurnal Komunitas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1: Juli 2022
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (734.88 KB)
|
DOI: 10.31334/jks.v5i1.2364
Pesatnya kemajuan dunia di bidang Teknologi Informasi (IT) terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, saat ini media pembelajaran yang sering digunakan adalah media pembelajaran berbasis komputer. Terdapat istilah baru dari kemunculan perkembangan tersebut yaitu media berbasis komputer, yaitu multimedia pembelajaran interaktif. Interaktif berarti terdapat hubungan timbal balik antara media dan pengguna media. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah minimnya pengetahuan para guru dalam menciptakan atau mengembangkan media pembelajaran. Hal yang dikeluhkan oleh para guru yaitu keterbatasan media pembelajaran yang mengakibatkan guru cenderung melaksanakan pembelajaran di kelas dengan cara konvensional dan seringnya tanpa media. Oleh karena itu, tim pelaksana mencoba untuk memberikan pelatihan pembuatan Media Ajar Digital sebagai media pembelajaran bahasa Inggris, bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Bagi guru SDN Muktiwari 01, dengan adanya pelatihan ini diharapkan para guru dapat menguasai pembuatan Media Ajar Digital dan pengisian konten yang positif terkait dengan pendidikan sehingga Media Ajar Digital dapat dibentuk sebagai media untuk aktualisasi diri. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, Pengenalan, pelatihan, dan praktik penerapan Media Ajar dalam Pengajaran Berbasis Digital kepada guru-guru di SDN Muktiwari 01. Berdasarkan dari hasil pengabdian kepada masyarakat, para guru sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Para guru sangat senang dengan hasil yang sudah dilaksanakan karena mereka langsung mempraktikkan teori yang sudah disampaikan di hari sebelumnya.
PENDAMPINGAN BELAJAR DALAM WORKSHOP KONSEP DASAR PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK ANAK-ANAK SANGGAR KABASA
Arie Purwa Kusuma;
Nurimani Nurimani;
Fiki Alghadari;
Nurina Kurniasari Rahmawati
Journal of Social Outreach Vol 1, No 1 (2022): Journal of Social Outreach
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (388.64 KB)
Pembelajaran matematika menjadi mata pelajaran yang dianggap sulit bagi siswa, siswa merasa kebingunan dalam mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah yang biasa diberikan oleh para guru dikarenakan siswa banyak yang belum mnguasai konsep dasar nya dan juga sudah merasa takut dengan pelajaran matematika. sebagian orang tua yang mampu memilih jalan mendatangkan guru privat untuk membantu anaknya memahami matematika. Berbeda dengan anak-anak di sanggar kabasa, tentunya mereka tidak bisa seperti teman-temannya yang mampu, sehingga anak-anak sanggar kabasa memerukan perhatian khusus supaya mereka memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait matematika. Tujuan pengabdian ini adalah untuk pendampingan pembelajaran bagi anak-anak sanggar kabasa. Pengabdian ini dilakukan oleh Dosen Program Studi Pendidikan Matematika yang berasal dari Kampus STKIP Kusuma Negara Jakarta yang bekerjasama dengan Sanggar Kabasa Kota Bekasi. Para Dosen memberikan materi terkait konsep dasar pembelajaran matematika yang cepat, mudah, dan menarik. Motivasi belajar matematika para anak-anak sanggar kabasa menjadi lebih besar yang terbukti dari besarnya antusiasme mereka dalam mempraktekkan apa yang diinstruksikan oleh pengajar. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan PKM ini sangat efektif. Selain itu, pengetahuan para siswa terhadap materi yang telah disampaikan lebih meningkat dilihat dari hasil tes. Kata Kunci: konsep dasar matematika, pengabdian masyarakat, pembelajaran menarik.
Completion for a Geometric-Function Problem: Process and Resources in Efficiency Consideration
Fiki Alghadari;
Bayu Jaya Tama;
Sudirman Sudirman;
Arie Purwa Kusuma;
Syafa'at Ariful Huda
Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA Vol 12, No 2 (2022): Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/formatif.v12i2.10365
The cognitive level between teachers and students is clearly different in problem-solving. In the mathematics context, especially the function problem was only in geometric expression form, for knowledge construction and student's learning should use their cognitive level capacity. Not only the solving process is based on that, but also learning should be efficient for all students, and analyzing those processes is the purpose of identification inefficient issues in this study. This investigative study was held on three respondents purposively selected from a science program of senior high school in West Jakarta, Indonesia. This study found that in the solving process, all students chose to construct an algebraic representation of the function by organizing concepts relevant to fragmented conceptualization. The process has held to apply each concept procedurally. There has been a resource and that is one concept of the domain of function, so the completion is an inefficient process because all three students were ignoring it to use. All three process for solving to the student’s academic culture, most common for emphasizing in learning related to the problem and their cognitive capacity.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA PADA APLIKASI TURUNAN (MAKSIMUM DAN MINIMUM) BERBANTUAN GEOGEBRA
Nurina Kurniasari Rahmawati;
Arie Purwa Kusuma;
Arfatin Nurrahmah
Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023): DELTA : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Universitas Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31941/delta.v11i1.2541
Students' problem solving skills are still severely lacking, especially in derivative application materials (maximum and minimum). The purpose of this study is to find out how students' problem solving skills in derivative applications (maximum and minimum) are geogebra-assisted. The method used in this study is qualitative research method, with the focus of the research is the problem solving ability of students in derivative applications (maximum and minimum) assisted by geogebra. The subjects in this study were students of STKIP Kusuma Negara Jakarta who had attended the course or who were following the calculus I course, namely there were 6 students with purposive sampling techniques. The instrument in this study is the researchers themselves, tests to measure problem solving skills and interview guidelines. Data collection techniques are conducted with interviews, obsrevation and documentation. Data analysis techniques performed with data reduction steps, data display, data interpretation, conclusion drawing/verification. Presentation of data The results of the study showed that there is an improvement in student learning outcomes with the existence of mathematical modeling, especially in students with moderate and low problem solving skills, where students have been able to meet four indicators of problem solving, because students still need help in turning problems in problems into mathematical forms. And students with low problem solving skills only meet two problem solving indicators, because students must strive to understand the problems contained in the problem, then need to be directed in order to turn the problem into a form of mathematics