Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perubahan Tutupan Lahan di Sub Das Langge Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango Denis Pangulili; Asda Rauf; Yanti Saleh
Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis Vol. 2 No. 3 (2025): September: Botani: Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/botani.v2i3.480

Abstract

This research analyzes land cover changes in the Langge Sub-watershed, Tapa District, Bone Bolango Regency, over five years from 2019 to 2023. Population growth and increasing land needs are driving significant land use changes. The method used in this study is a quantitative approach with spatial analysis using Sentinel-2 satellite imagery. The analysis results show significant changes in land cover, with water body areas decreasing from 28.50 ha to 21.69 ha, settlements dropping from 55.45 ha to 52.02 ha, and secondary forests experiencing a drastic decline from 462.83 ha to 319.13 ha. Meanwhile, dryland areas increased from 172.24 ha to 227.17 ha, and shrubland experienced a significant increase from 121.07 ha to 247.91 ha. The decline in secondary forest cover is a significant concern because it negatively impacts environmental quality and potentially increases the risk of disasters such as floods and erosion. This research underscores the importance of sustainable management for maintaining ecosystem function and minimizing the negative impacts of land cover change.
POLA KOMUNIKASI PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN PADA KELOMPOK TANI JAGUNG DI DESA MOLALAHU KECAMATAN PULUBALA KABUPATEN GORONTALO Suleman, Maryam Ulfa; Saleh, Yanti; Moonti, Agustinus
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 10, NO 1, 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v0i0.25627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1.) mengetahui bagaimana pola komunikasi penyuluh pertanian lapangan pada kelompok tani jagung dan 2.) mengetahui bagaimana keberhasilan pola komunikasi penyuluh pertanian di Desa Molalahu Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Adapun waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember sampai bulan Februari di Desa Molalahu Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode angket (kuesioner), analisis data yang digunakan adalah analisis skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1.) Pola komunikasi penyuluh pertanian lapangan pada kelompok tani jagung di Desa Molalahu Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo terdiri dari tiga pola komunikasi yaitu pola komunikasi satu arah, pola komunikasi dua arah dan pola komunikasi multi arah. 2.) tingkat keberhasilan pola komunikasi penyuluh pertanian lapangan pada kelompok tani jagung di Desa Molalahu Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 80,05%.
Analisis Strategi Pemasaran Kopi Gorontalo di Cv. Ameer Essoya Natura Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo Mooduto, Serlin; Bempah, Irwan; Saleh, Yanti
Economics and Digital Business Review Vol. 5 No. 1 (2024): Agustus - January
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v5i1.1013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal pemasaran kopi Gorontalo dan merumuskan strategi pemasaran kopi Gorontalo di Cv. Ameer Essoya Natura. Penelitian ini dilakukan di Ameer Essoya Natura Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo. Jumlah Informan dalam penelitian ini adalah 31 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis kuantitatif serta studi kasus. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Matrik SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yaitu Produk kopi memiliki date yang lama, kualitas produk meliputi konsistensi rasa serta kebersihan yang terjaga, harga produk lebih murah, memiliki promo menarik, lokasi Home Industry Ammer Essoya Natura mudah di temukan, pembeliaan produk dapat dilakukan secara online, produk bersertifikasi halal dan BPOM sedagkan Faktor eksternal yaitu gaya hidup minum kopi semakin berkembang, peningkatan pengguna aktif sosial media, adanya kepercayaan konsumen, semakin bertambahnya peminat produk kopi robusta pinogu, distribusi produk keluar daerah. Strategi mengembangan produk kopi pinogu robusta dengan konsistensi rasa serta kebersihan yang terjaga, memperkuat citra produk kopi Gorontalo sebagai produk yang dapat menarik minat konsumen kalangan khusus, meningkatkan kualitas bahan baku untuk menjamin daya tahan serta kualitas produk untuk kepuasan konsumen, menambah varian harga dan pemberlakukan promo menarik atau diskon untuk menarik konsumen baru, memperluas jaringan pemasaran melalui adopsi media digital (online marketing
MENINGKATKAN KREATIVITAS MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN JAGUNG PULUT (Zea Mays Ceratina) MENJADI PRODUK YANG INOVATIF SERTA PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PROMOSI DI DESA ILOPONU KECAMATAN TIBAWA KABUPATEN GORONTALO Saleh, Yanti; Indriani, Ria; Mustafa, Ramlan; Bobihu, Ijhan; Cahyani, Nisa Dwi; Rahim, Nur Cindi; Mahmud, Sri Anggita; Lasena, Nurhayati; Pontoh, Moh Fais; Indriani, Lusi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulut corn is one of the food commodities that has economic value and has the potential to be developed. Iloponu village has considerable pulut corn producing potential. The harvest of pulut corn is only sold in wet and dry form, there is no processing to become a new product that can add creativity to the community and can add economic value to the people of Iloponu village. Based on the existing problems, it is necessary to have innovative product innovations as an effort to take advantage of the potential of superior commodities in Iloponu village. The purpose of this activity is to increase community creativity in producing processed pulut corn commodities that have high selling power and increase public interest in denying family income. This counseling and training was carried out at the Iloponu Village Hall in stages and involved villagers and members of MSMEs assisted by Iloponu village. The method used is the commodity development model, which is an approach that involves the community directly as a subject and object in the implementation of counseling and training activities for making products from pulut corn. The results obtained during this activity the community understands the great benefits of the pulut corn commodity and increases people's creativity in product processing and the importance of entrepreneurship.
PENGENALAN PRODUK BANANA MILK DALAM PROGAM PENGABDIAN MAHASISWA DI DESA TUNGGULO SELATAN, KABUPATEN BONE BOLANGO Eyato, Fadila; Moki, Nur Intan; Saleh, Yanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tunggulo selatan adalah salah satu Desa yang terletak di wilayah Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Indonesia.  Tujuan dari pengenalan terhadap produk ini adalah memberikan peluang untuk masyarakat untuk berwirausaha dengan memanfaatkan  buah-buahan agar menjadi olahan yang menarik dan disukai oleh semua orang. Di era modern ini pesaing usaha semakin banyak dan maju. Masyarakat dituntut agar lebih keratif dalam mengolah usaha yang modern juga.Banana Milk adalah salah satu bentuk usaha yang tetap memperhatikan  khasiat bagi kesehatan apalagi sekarang ini banyak sekali orang-orang yang kurang menyukai buah yang belum diolah makanya dibuat olahan yang praktis selain kaya akan manfaat juga bisa mengenyangkan konsumen.Adapun objek dari pengenalan produk usaha ini iadalah masyarakat UKM maupun masyarakat yang mempunyai minat untuk berwirausaha. Dimana Masyarakat diperkenalkan dengan menjelaskan bagaimana proses dan juga output maupun input dari produk  ini. Produk ini mudah didapatkan  dan juga pembuatannya sederhana serta menguntungkan sehingga dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan kesejahteraan masyarakat Desa Tunggulo Selatan, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Luaran yang kami hasilkan yakni Banana Milk.Kata Kunci: Pengenalan Produk, Wirausaha, Banana Milk 
PEMANFAATAN POTENSI SUMBER DAYA LOKAL SEBAGAI PENGEMBANGAN KETAHANAN PANGAN DI DESA BOTUMOPUTI KECAMATAN TIBAWA KABUPATEN GORONTALO PROVINSI GORONTALO Saleh, Yanti; Tsamara, Devy; Astika, Lini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Through internships, we are required to practice science, technology, and art. We are expected to be motivators and facilitators of development efforts, especially in rural areas.Communities can share existing problems and find solutions with intern students so that cooperation is established in the development process in the local area. The purpose of this research is to provide understanding to the community and village apparatus about Utilizing the Potential of Local Resources in Botumoputi Village as a Food Security Village Development. Activities are carried out through training for the community, especially mothers to utilize corn which is a source of food security in the village. This activity was carried out to increase the selling value so that it was higher.Keywords: corn, utilization of potential local resources, food security 
Sosialisasi dan Pelatihan Pemasaran Berbasis Digital Dengan Menggunakan Media Sosial pada Kelompok Tani Desa Botumoputi Kecamatan Tibawa Saleh, Yanti; Mustafa, Ramlan; Ismail, Milawaty; Wakhidah, Nurul; Panigoro, Soraya; Ponto, Moh Fais
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTCorn is the most productive cereal crop in the world besides rice and wheat. Plants that can grow in high temperature areas, and cob maturation is determined by the accumulated heat obtained by the plant. Corn (Zea mays L.) is a single seed plant (monocotyledon) with rough stems ranging from 0.6 to 3 m and is a seasonal plant with an age of approximately 3 months. Botumoputi Village is one of the villages that has the largest corn producer in the Tibawa sub-district. There are 15 groups of corn farmers in the village and among them there are rice corn farmers. The results of the corn harvest are mostly sold directly without any processing into further products. Due to the lack of knowledge and knowledge they have, the harvest only flows in the market. Because marketing problems are so-so, there is a need for socialization and digital marketing training. The purpose of these activities is to provide insight and knowledge of skills and increase work creativity. Activities carried out in the hall of Botumoputi Village involved some members of the community, heads of farmer groups, PKK women and village officials. In its implementation using sustainable extension methods. The hope that can be achieved from this activity is that the people of Botumoputi Village can be more creative and can work to increase family economic income through internet networks. Keywords; marketing, corn, social media
PENGEMBANGAN KREATIVITAS MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN CAKE PISANG Kono, Pardan; Kasim, Febby Sixtyani I.; Saleh, Yanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang pengembangan kreativitas masyarakat dalam pembuatan cake pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana masyarakat dapat mengembangkan keterampilan dan kreativitas mereka dalam membuat cake pisang yang unik dan menarik. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi partisipatif dan wawancara dengan anggota masyarakat yang terlibat dalam pembuatan cake pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki berbagai ide dan teknik kreatif dalam menciptakan variasi cake pisang yang berbeda. Mereka menggunakan bahan-bahan tradisional dan inovatif, serta menggabungkan berbagai rasa dan hiasan untuk menciptakan produk yang menarik. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa pembuatan cake pisang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat, meningkatkan keterampilan mereka dalam pengolahan makanan, dan memperkuat ikatan sosial dalam komunitas. Kesimpulannya, pengembangan kreativitas masyarakat dalam pembuatan cake pisang memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkaya warisan budaya.Kata Kunci: Pengembangan kreativitas masyarakat, Pembuatan cake pisang, Keterampilan dan inovasi, Variasi cake pisang.
PENGABDIAN PADA MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN PRODUK PERTANIAN BUAH NAGA MENJADI SELAI BUAH NAGA Melana, Rahma; Ahmad, Merlin; Haipi, Riski; Baruadi, Mahludin H; Saleh, Yanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selai buah naga adalah bahan dengan konsentrasi gel yang dibuat dari bubur buah. Menurut (SNI-01-3746-1995), Selai buah adalah produk pangan semi basah yang merupakan pengolahan bubur buah dan gula yang dibuat dari campuran tidak kurang dari 45% berat sari buah dan 55% berat gula. Campuran tersebut kemudian dipekatkan sampai diperoleh hasil akhir berupa padatan terlarut lebih dari 65% yang diukur menggunakan refraktometer. Selai biasanya sebagai bahan tambahan makanan dalam pembuatan roti dan kue. Konsentrasi gel pada selai diperoleh dari interaksi senyawa pektin yang berasal dari buah atau pektin yang ditambahkan dari luar, seperti gula dan asam. metodoligi yang digunakan yaitu metode desktriptif Selai buah naga adalah bahan dengan konsentrasi gel yang di buat dari bubur buah. Menurut (SNI-01-3746-1995), Selai buah adalah produk pangan semi basah yang merupakan pengolahan bubur buah dan gula yang di buat dari campuran tidak kurang dari 45% berat sari buah dan 55% berat gula. Campuran tersebut kemudian di pekatkan sampai di peroleh hasil akhir berupa pada tanter larut lebih dari 65% yang di ukur menggunakan refraktometer. Selai biasanya sebagai bahan tambahan makanan dalam pembuatan roti dan kue. Alasan menjadikan usaha selei buah naga karena di gunakan sebagai bahan olesan pada roti dan juga sebagai bahan tambahan untuk pembuatan kue maupun makanan lainnya
The role of social capital as a mediator of the effectiveness of counseling on innovative behavior in increasing corn farmers' income in Bone Bolango Regency Saleh, Yanti; Boekoesoe, Yuriko; Wibowo, Larasati Sukmadewi; R, St. Aisyah; Tolinggi, Wawan K.; Hippy, Mohammad Zubair
AGROMIX Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v15i2.4362

Abstract

Introduction: Corn farming faces various challenges from economic, ecological, and institutional aspects. For effective agricultural extension, it is crucial to optimize the role of social capital, which catalyzes optimizing corn farming, particularly concerning the extent to which farmers become innovative in increasing income. Methods: This research employed a quantitative approach. The data were collected through primary sources via the distribution of questionnaires to 175 farmers as per sampling requirements, as well as interviews and field observations. Data analysis techniques included descriptive analysis and Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Results: (1) The effectiveness of extension services significantly and positively influences corn farmers' social capital, with a coefficient value of 43.00%. (2) The effectiveness of extension services significantly and positively affects innovative behavior in increasing income among corn farmers, with a coefficient value of 22.80%. (3) Social capital significantly and positively influences innovative behavior in increasing income among corn farmers, with a coefficient value of 74.80%. (4) The effectiveness of extension services through social capital significantly and positively influences innovative behavior in increasing income among corn farmers, with a coefficient value of 32.20%, resulting in a total effect of 55.00%. Conclusion: Social capital serves as a significant intervening factor, as its enhancement facilitates agricultural extension workers in their tasks by encouraging farmers to become more innovative in increasing both production and income from corn farming in the Bone Bolango Regency.
Co-Authors Abdul Fahmi A. Rasyid Abdul Gias Djafar Abdul Mahris Bakue Adelin Septianingsih Herson Adrianto Kalamento Afdal Tanaiyo Agustinus Moonti Ahmad Fadhli, Ahmad Ahmad Fadhly Ahmad Yusuf Ahmad, Merlin Ahmad, Sry Melisa Ali, Harisan Amelia Murtisari Amir Halid Amriyanti Ayuba Antuala, Sri Asmawati Anwar Fendy Aprilya, Lia Asda Rauf Astika, Lini Baruadi, Mahludin H Beby S D Banteng Bobihu, Ijhan Cahyani, Nisa Dwi Chossy, Achmad Datau, Elsy Febriani Daud, Sofyani David Dwiyahya M Tuna Debi Sintia Abas Denis Pangulili Desei, Frice Desriyanti Rasyid Echan Adam Efendi Yanto Elsy Febriani Datau Erwin Hujani Eyato, Fadila Fadel Amili Fahrul Ilham Febrianti Abubakar Febyola Abubakar Fitri Nur Hasanah Fitryane Lihawa Gaib, Siswan Y Haipi, Riski Hartin Ajuai Hasan, Fitran Hendra Habibu Hendra S Yubi Hendra, Mohamad Roqib Hendrawan, Wawan Ibrahim, Kristian Idris Bagu Indriani, Lusi Irmawati saul Irwan Bempah Ismail, Milawaty Jeflan Halidu Jusdin, Moh Jusuf, Maarifat Kadir, Liskawati Karlena Arsyad Kasim Nusi Kasim, Febby Sixtyani I. Kemi, Haddad Kono, Pardan Kunuti, Samsir A. Lagarusu, Liawati Larasati Sukmadewi Wibowo Lasena, Nurhayati Latif, Yopan Liskawati Kadir Machieu, Intan Nuraini Mahludin H. Baruwadi Mahmud, Sri Anggita Mandey, Moh Dandung Manto, Rizky Amalia Marike Mahmud Masenge, Cecenli Daeng Masni Masni Melana, Rahma Miftahuljannah Tanjung Api Miftha Hulzannah Alamri Mohamad Alfian Mantali Mohammad Zubair Hippy Moki, Nur Intan Monoarfa, Febri Yanti R. Mooduto, Serlin Nandaria Yakub Nindy Agustia Nunge Nur Mia Rahma Lahidjun Nur Silfiah Amin Nurmawi Ali Nurul Wakhidah Olii, Nur Ayin T. Pakaya, Mohammad Rivaldi Panigoro, Muhammad Abrar Panigoro, Soraya Pilowani, Nurfadilah K. Ponto, Moh Fais Pontoh, Moh Fais Pontoh, Siti Hajar Mirantia Rahayu Nangsi Paramata Rahayu, Baiq Handiningrat Rahim, Nur Cindi Rahmat Supu Ramlan Mustafa Rauf, Nurain Ria Indriani Ria Indriani Ria Indriani Rifni Mobi Riki Djamalu Rindiani Rajak Rischa Sherliyana Dewi Riska Halid Robiah Adhawiyah Rolianjana, I Putu Siska Ismail Siska Latongko Siswan Y Gaib Siswatiana Rahim Taha Siti Rahmatia Machieu Siti Yuliat Radji Sofyan duda, Felisha Putri Sofyan Duda Felisha putri Sriwahyuni Palia Sriwulanty Rudjua Sry Melisa Ahmad St Aisyah R St. Aisyah R Suangita, Indriyani Harmain Suci Puji Rahma Ahmad Suleman, Maryam Ulfa Supriyo Imran Suroto Suroto Tahala, Sri Indriyanti Tajeb, Widiawati Tamran Suaib Tangkudung, Anggun Juwita Tsamara, Devy Tune, Merlan Wawan K Tolinggi Yasin, Aldi Adriansyah Yeri Mahalika Yuliana Bakari Yulista Razak Yuni Listyani Amu Yuriko Boekoesoe Yusuf, Hendrik Zulham Sirajuddin