Claim Missing Document
Check
Articles

Implementing Differentiated Instruction in Islamic Religious Education under the Merdeka Curriculum: A Comparative Case Study at Islamic and Public Junior Secondary Education Churairoh Churairoh; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah; Tutut Handayani
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.8551

Abstract

Differentiated instruction (DI) is a key component of Indonesia’s Merdeka Curriculum, aiming to address diverse student needs. However, its implementation in Islamic Religious Education (PAI) remains underexplored, particularly across different school contexts. This qualitative comparative case study examined how DI is implemented in PAI at two contrasting junior secondary schools: MTs Al-Azhar Center Baturaja (Islamic) and SMP Negeri 1 OKU (public). Fifteen Grade VIII PAI teachers were selected via purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. Trustworthiness was ensured through triangulation and member checking. Findings show that both schools have initiated DI practices by mapping students’ learning styles and abilities, developing adaptive teaching modules, and applying varied strategies integrated with religious values. However, DI is often misinterpreted as grouping by learning styles alone, with limited application of content and product differentiation. Major challenges include partial conceptual understanding, low digital literacy, limited infrastructure, and inconsistency between planning and classroom execution. The study reveals that while teachers are beginning to adopt DI in PAI, implementation remains superficial and fragmented. Institutional support, teacher professional development, and clearer operational guidance are essential to deepen DI practices and align them with the goals of the Merdeka Curriculum.
Strategi Guru dalam Menyesuaikan Pembelajaran dengan Transformasi Teknologi Salsya Fadila; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5458

Abstract

Transformasi teknologi yang pesat dalam pendidikan menuntut guru mengadopsi strategi inovatif untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru dalam menyesuaikan pembelajaran dengan transformasi teknologi. Studi literatur sistematis dilakukan dengan menggunakan artikel yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025, diambil dari Google Scholar, ResearchGate, SpringerLink, DOAJ, dan MDPI. Populasi terdiri atas artikel ilmiah nasional dan internasional yang membahas strategi guru, kompetensi digital, dan integrasi teknologi. Teknik purposive sampling dipilih sebanyak 20 artikel relevan. Data dianalisis menggunakan sintesis tematik untuk mengidentifikasi strategi pedagogis, tantangan, kompetensi digital, dan dampak terhadap efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan guru menerapkan model TPACK, blended learning, dan media digital interaktif untuk meningkatkan keterampilan abad 21. Hambatan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, resistensi terhadap perubahan, dan dukungan kelembagaan yang tidak merata. Kesimpulannya, keberhasilan transformasi teknologi bergantung pada sinergi antara kompetensi individu guru dan ekosistem pendidikan yang mendukung. Rekomendasi termasuk pengembangan profesional berkelanjutan dan dukungan kebijakan kelembagaan untuk memperkuat integrasi digital dalam pendidikan
PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR P5 (PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA) DI SMA NEGERI 2 AIR SUGIHAN Ayu Amelia; Segar Sukrun; Rita Sugiarti; Abdurrahmansyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12408

Abstract

This study aims to analyze the implementation problems of the P5 Program (Pancasila Student Profile Strengthening Project) within the Independent Learning policy at SMA Negeri 2 Air Sugihan. The study used a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the implementation of P5 has been carried out in accordance with the Independent Curriculum guidelines, but still faces various obstacles, such as teachers' limited understanding of the concept and technical implementation of P5, lack of supporting facilities and infrastructure, limited implementation time, and suboptimal training and mentoring. In addition, differences in student readiness and participation also pose challenges in project implementation. Nevertheless, the implementation of P5 has had a positive impact on strengthening students' character, creativity, collaboration skills, and social awareness. Therefore, it is necessary to improve teacher competency, support facilities, and cooperation between schools and related parties so that the implementation of P5 can run more effectively and achieve the goal of forming a Pancasila Student Profile optimally.
ANALISIS IMPLEMENTASI PENANAMAN NILAI-NILAI ISLAM MELALUI KURIKULUM PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI TK NUR AISYAH BETUNG Airin Wulandari; Almuafi Dzakiyah; Umi Kaltsum; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Islam diterapkan dalam kurikulum pendidikan anak usia dini di TK Nur Aisyah Betung. Latar belakang penelitian mencakup pentingnya penanaman nilai nilai Islami sejak dini sebagai dasar untuk pengembangan karakter dan moral anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan cara mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, pengajar, dan siswa. Proses analisis data melibatkan beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa 2 penerapan nilai-nilai Islam dilakukan secara menyeluruh dalam kurikulum, termasuk dalam kegiatan intrakurikuler, rutinitas sehari-hari, dan kegiatan keagamaan. Nilai-nilai yang diajarkan mencakup akidah, ibadah, serta akhlak yang disampaikan melalui berbagai metode seperti teladan, pembiasaan, bercerita, dan belajar sambil bermain. Rencana pembelajaran telah mengakomodasi nilai-nilai Islam dalam materi ajar dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Faktor-faktor yang mendukung utama adalah dedikasi dari guru dan lingkungan sekolah yang religius, sementara kendala yang ada termasuk keterbatasan fasilitas serta beragam latar belakang keluarga siswa. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kurikulum yang berbasis nilai-nilai Islam di TK Nur Aisyah Betung berlangsung dengan teratur dan efektif dalam membentuk sikap religius anak, walaupun masih membutuhkan peningkatan kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua
Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Penguatan Pendidikan Karakter Siswa di MIN 2 Palembang Nur Jannah; Nursa'adah Nursa'adah; Helna Efrianty; Amelia Dwi Pratiwi; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam penguatan pendidikan karakter siswa di MIN 2 Palembang. Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan nilai kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap sesama dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru, serta beberapa siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 2 Palembang dilakukan melalui integrasi nilai-nilai cinta dalam perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran di kelas, serta pembiasaan sikap positif dalam interaksi antara guru dan siswa. Penerapan kurikulum ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan karakter siswa, seperti meningkatnya sikap saling menghargai, kepedulian, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa tantangan, seperti perbedaan karakter siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, serta perlunya peningkatan pemahaman guru mengenai konsep Kurikulum Berbasis Cinta. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua agar implementasi kurikulum ini dapat berjalan secara optimal dalam mendukung penguatan pendidikan karakter siswa.
ANALYSIS OF THE NEEDS AND CHARACTERISTICS OF PAI STUDENTS IN THE DIGITAL AGE BASED ON THE MERDEKA CURRICULUM Fitriyanti Fitriyanti; Lenny Misdiyanti; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah; Nurlaila Nurlaila
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) in the digital era faces serious challenges due to fundamental shifts in the characteristics and learning needs of students who are increasingly immersed in digital ecosystems. This study aims to analyze the characteristics and learning needs of PAI students in the digital era as a basis for developing Merdeka Curriculum-based learning designs. A qualitative approach was employed using library research method through content analysis of relevant scientific literature. The findings reveal that PAI students in the digital era are characterized as digital natives with visual and interactive learning preferences; they require contextual content, varied digital media, active-collaborative methods, and differentiated approaches. The learning environment is marked by opportunities such as expanded access and gamification, while simultaneously threatened by digital distraction and unverified religious content. Based on these findings, a responsive PAI learning design under the Merdeka Curriculum can be constructed upon five core principles: differentiated learning, pedagogical technology integration, Pancasila Student Profile reinforcement, Islamic project-based learning, and authentic digital assessment.
PENGUATAN PENDEKATAN KBC SEBAGAI SOLUSI MENGATASI KRISIS MORAL DI KALANGAN PELAJAR Muhammad Arsyad Said; Diah Mutmainnah; Zanuriah Zanuriah; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.10163

Abstract

This research is motivated by the increasing moral crisis among students, characterized by a decline in empathy, increased deviant behavior, and a weakening of character values ​​in everyday life. This phenomenon is inseparable from the influence of globalization, the development of digital technology, and the suboptimal implementation of character education in schools. Therefore, the curriculum needs to adopt a new approach that impacts students' affective and spiritual qualities in addition to their cognitive qualities. The love-based curriculum approach presents an alternative solution that emphasizes the values ​​of compassion, empathy, caring, and respect for others. This study aims to examine the strengthening of the love-based curriculum approach in addressing the moral crisis among students. The method used is a literature study by analyzing various relevant scientific sources published between 2020 and 2026. The results show that the integration of love values ​​​​in the learning process can increase moral awareness, shape positive character, and create an inclusive and humane learning atmosphere. This approach has also proven effective in building harmonious relationships between teachers and students, thereby making the educational process more meaningful. Thus, strengthening the love-based curriculum can be a relevant and effective strategy in addressing the moral crisis among students in the modern era. ABSTRAK Penelitian ini di latar belakangi oleh meningkatnya krisis moral di kalangan pelajar, yang ditandai dengan menurunnya sikap empati, meningkatnya perilaku menyimpang, serta melemahnya nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini tidak terlepas dari pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi digital, serta kurang optimalnya implementasi pendidikan karakter di sekolah. Oleh karena itu, kurikulum perlu mengambil pendekatan baru yang berdampak pada kualitas afektif dan spiritual siswa di samping kualitas kognitif mereka. Pendekatan kurikulum berbasis cinta (love-based curriculum) hadir sebagai solusi alternatif yang menekankan nilai kasih sayang, empati, kepedulian, serta penghargaan terhadap sesama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan pendekatan kurikulum berbasis cinta dalam mengatasi krisis moral pelajar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran mampu meningkatkan kesadaran moral, membentuk karakter positif, untuk menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif dan manusiawi. Pendekatan ini juga terbukti efektif dalam membangun hubungan yang harmonis antara guru dan peserta didik, sehingga proses pendidikan menjadi lebih bermakna. Dengan demikian, penguatan kurikulum berbasis cinta dapat menjadi strategi yang relevan dan efektif dalam mengatasi krisis moral di kalangan pelajar di era modern.    
Implementasi Tujuan Pembelajaran oleh Guru PAI dalam Mengembangkan Kesesuaian RPP pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Negeri 8 Talang Kelapa Nurrohmatillah; Zahrah Chairunnisa Sukamto; Wirda Hakim; Vemmy Ellengie; Abdurrahmansyah
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 03 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i03.185

Abstract

Penelitian ini berangkat dari keprihatinan di kalangan akademisi mengenai sejauh mana keselarasan antara tujuan pembelajaran, aktivitas belajar, dan penilaian dalam penerapan Kurikulum Merdeka, khususnya untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat sekolah dasar. Kurikulum Merdeka memberi kebebasan kepada guru dalam merancang proses belajar mengajar, tetapi hal ini juga menghadirkan tantangan terkait kemampuan guru untuk menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas, terukur, dan sesuai dengan praktik pembelajaran di kelas. Ketidaksesuaian antara tujuan pembelajaran dengan aktivitas dan penilaian dapat mengurangi efektivitas proses pendidikan serta pencapaian kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana guru PAI mengimplementasikan tujuan pembelajaran dalam penyesuaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengikuti Kurikulum Merdeka di SD Negeri 8 Talang Kelapa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya guru PAI dalam mendefinisikan tujuan pembelajaran sudah dilakukan melalui penyusunan RPP yang berdasar pada prinsip Kurikulum Merdeka, namun masih ada beberapa tantangan dalam menyelaraskan tujuan pembelajaran dengan aktivitas dan penilaian yang dilakukan. Sebagai kesimpulan, penting untuk terus meningkatkan keselarasan antara tujuan pembelajaran, aktivitas belajar, dan penilaian melalui penguatan kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran agar pelaksanaan Kurikulum Merdeka dapat lebih efektif dan maksimal.
Kedudukan Dan Peran Strategis Kurikulum Dalam Sistem Pendidikan Nasional Indonesia Raffida Aliya BP; Auren Fladhira; Mutrikahaini; Abdurrahmansyah
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 03 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i03.201

Abstract

The curriculum occupies a crucial position within the Indonesian National Education System as it serves as the principal foundation for organizing teaching and learning activities across all educational levels. This article seeks to examine the curriculum’s status as a regulatory framework guided by Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, as well as to analyze its strategic contribution to the achievement of national education objectives. The curriculum is not merely a structured plan outlining goals, subject content, and instructional methods, but also a medium for transmitting values, culture, and national character. This study applies a library research method by reviewing various regulations, theoretical perspectives, and curriculum policies implemented in Indonesia. The findings reveal that the curriculum plays a vital role in enhancing educational standards, aligning instructional practices with advancements in science and technology, and developing competent individuals with strong moral and ethical foundations. Consequently, the curriculum serves as a central component in shaping the direction and overall quality of national education
Co-Authors Abdullah Idi Abdullah Idi Adelia Dwi Pareza Adida Igandi Aflatun Muchtar Aflatun Muchtar Agung Mandala Putra Ahmad Zainuri Ai Yeni Yulianti Aida Imtihana Airin Wulandari Ajmain Ajmain Almuafi Dzakiyah Amelia Dwi Pratiwi Anindya Diah Hartanti Annisa Apsari Ari Sandi Arikarani, Yesi Auren Fladhira Ayu Amelia Churairoh Churairoh Desty Pratiwi Dewa Ikhram Dewi Dewi Dewi Warna Diah Mutmainnah Dimas Assyakurrohim Dwi Wahyu Eftalina Eftalina Endang Ekowati Ermis Suryana Faisal Febri Diana Yofar Fitriyanti Fitriyanti Fuad Abdurrahman Gamar Septianita Hamdan Sugilar Helna Efrianty Hendi Hendi Ikhwanudin Ikhwanudin Ima Rismawati Irham Abdul Haris Ismail Sukardi Jajang Rustandi Jannati Aliyah K.A Bukhori Karoma Karoma Kusnadi Kusnadi Lenny Misdiyanti Linda Sari Lutfi Asyari Mahardika Ganda Syaifulloh Maria Maria Miftahul Cholifah Muhamad Faizul Amirudin Muhamad Fauzi Muhamad Uyun Muhammad Adil Muhammad Arsyad Said Mujiyatun Mujiyatun Mukmin, Taufik Mulyadi Eko Purnomo Musthafa Haidar Mutrikahaini Nur Jannah Nur Widiastuti Nurhayati Nurlaila Nurlaila Nurrohmatillah Nursa'adah Nursa'adah Nurseri Hasnah Nasution Nyayu Khodijah Nyayu Soraya Raffida Aliya BP Rahmat Fadli Rahmatullah Akbar Relly Maulita Rendi Pratama Rian Oktiansyah Risnawati Rita Sugiarti Rizqy Dwi Amrina Romli Romli Salsa Agustina Salsya Fadila Segar Sukrun Suci Hidayati Sukirman Sukirman Sumar Sumar Sunardi Sunardi Syarifah Syarifah Syarnubi, Syarnubi Tri Alawiyah Tri Mulya Budi Ongkai Tutut Handayani Umi Kaltsum Vemmy Ellengie Walian, anang Welly Ardiansyah Weriana Weriana Wilia Apriani Wirda Hakim Yopi Sumarlin Yulia Aziza Zahrah Chairunnisa Sukamto Zainal Arifin Zakaria Zanuriah Zanuriah Zulfiyani Labib Abdillah