Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Fisikokimia dan Aktivitas Antioksidan Susu Kedelai Fermentasi Spontan Tanpa Bleaching sebagai Pangan Fungsional Fahira, Nurul; Rachmawati, Wulan; Nur, Fatmawati; Muthiadin, Cut; Hafsan, Hafsan
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i1.59084

Abstract

Permintaan masyarakat terhadap pangan fungsional terus meningkat, termasuk produk berbasis kedelai seperti susu kedelai. Salah satu proses teknologi yang lazim dilakukan adalah bleaching, namun metode ini berpotensi menghilangkan senyawa bioaktif penting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik fisikokimia, dinamika pertumbuhan bakteri asam laktat (BAL), serta aktivitas antioksidan susu kedelai fermentasi spontan tanpa bleaching sebagai alternatif pangan fungsional alami. Penelitian bersifat eksperimental dengan fermentasi spontan susu kedelai pada suhu ruang selama 6, 12, 18, 24, dan 30 jam. Parameter yang diamati meliputi warna, rasa, kekentalan, pH, kadar asam laktat, populasi BAL, serta aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil menunjukkan terjadinya perubahan signifikan pada karakteristik fisikokimia, meliputi warna kekuningan, rasa lebih asam, dan kekentalan menurun. Jumlah BAL meningkat dari 0,4 × 10⁶ CFU/mL pada jam ke-6 menjadi 4,7 × 10⁶ CFU/mL pada jam ke-30, disertai kenaikan kadar asam laktat hingga 0,077% dan penurunan pH dari 5 menjadi 2. Aktivitas antioksidan produk sangat tinggi dengan nilai IC50 sebesar 47,06 ppm. Fermentasi spontan tanpa bleaching berpotensi menghasilkan susu kedelai sebagai pangan fungsional alami dengan kandungan bioaktif yang tetap terjaga.
Women as Breadwinners and the Transformation of Roles in the Muslim Family: Evidence from Urban South Sulawesi Nadyatul Hikmah Shuhufi; Muh Zaitun Ardi; Fatmawati Fatmawati; Muhammad Shuhufi; Zezen Zainul Ali
Mawaddah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 4 No 1 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/mjhki.v4i1.61

Abstract

This study examines the role of wives as family breadwinners from the perspective of normative Islam and contemporary social realities. The study employs a qualitative approach with an interdisciplinary framework that combines normative Islamic legal analysis and sociological perspectives. Primary data were collected through interviews and observations of 12 families in the Pao-Pao Permai Complex, Gowa, South Sulawesi. To date, research in Indonesia has been dominated by normative-doctrinal approaches and has not extensively examined family livelihood practices from an empirical and sociological perspective. The findings reveal four patterns of family breadwinners: (1) both husband and wife work and share financial responsibilities equally; (2) both partners work, but the wife contributes more significantly to household income; (3) the husband acts as the primary breadwinner while the wife focuses on household responsibilities; and (4) the wife becomes the sole breadwinner, particularly in single-parent households or when the husband lacks stable employment. This study demonstrates that the husband’s role as the sole provider is not an absolute theological obligation but rather a sociological phenomenon shaped by historical and social contexts. Thus, women also possess the capacity and legitimacy to assume the role of family breadwinner in accordance with contemporary socioeconomic conditions. This research contributes to the development of Islamic family law by offering a reinterpretation of the concept of maintenance based on maqāṣid al-sharī‘ah, which emphasises the welfare and justice of the family. This study affirms that a flexible division of maintenance can be justified within the framework of Islamic law, thus necessitating a more contextual approach to family law.
Falsafah Syariah – Asrār al-Ahkām (Rahasia/ Hikmah Hukum Islam) Budi Ari Darmawanto; Rudi Hartono; Ahmad Musyahid; Fatmawati Fatmawati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini membahas falsafah syariah melalui konsep Asrār al-Ahkām, yaitu hikmah dan tujuan yang terkandung di balik penetapan hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa hukum Islam tidak hanya bersifat normatif dan legalistik, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis, etis, dan kemaslahatan bagi kehidupan manusia. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder berupa Al-Qur’an, hadis, serta karya ulama klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Asrār al-Ahkām menegaskan keterkaitan erat antara hukum syariah dan tujuan syariah (maqāṣid al-syarīah), seperti menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Dengan memahami rahasia dan hikmah hukum Islam, penerapan syariah dapat dipahami secara lebih kontekstual, rasional, dan humanis. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pemikiran hukum Islam yang lebih komprehensif dan relevan dengan dinamika kehidupan modern
Konsep, Batasan dan Implementasi Teori Penalaran Suparman Suparman; Ahmad Musyahid; Fatmawati Fatmawati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan zaman dan konteks sosial, berkembang pula persoalan dan fenomena baru yang membutuhkan kepastian hukum. Al-Qur'an dan Sunnah yang hanya memuat persoalan hukum secara implisit, menuntut para mujtahid untuk melakukan upaya penggalian hukum dengan beberapa metode, salah satunya adalah maslahah mursalah atau istislahi. Penelitian ini mencoba mengeksplorasi hal-hal yang berkaitan dengan penalaran istislahi, mulai dari konsep, batasan, hingga implementasinya dalam penerapan hukum keluarga Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan tinjauan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maslahah mursalah pada dasarnya berprinsip pada pemeliharaan tujuan syara’ dengan mengambil manfaat dan penolakan terhadap mudharat (mafsadah). Adapun batasan berlakunya maslahah ini adalah: tidak bersifat dugaan semata sehingga harus benar-benar membuahkan manfaat dan menolak kemudaratan (mafsadah), bersifat umum, dan tidak bertentangan dengan aturan prinsipal syara’. Dengan demikian maka penerapan metode istislahi dalam pembentukan hukum sangat dibutuhkan untuk menghadapi permasalahan dan fenomena baru yang memerlukan kepastian hukum.
Maḥāsin al-Aḥkām dalam Perspektif Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Fatmawati Fatmawati; Ahmad Musyahid; Khairul Amri Hatta
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maḥāsin al-aḥkām merupakan konsep fundamental dalam kajian hukum Islam yang menegaskan bahwa setiap ketentuan syariat memiliki nilai keindahan, kemaslahatan, dan hikmah yang mendalam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep maḥāsin al-aḥkām melalui pendekatan filsafat ilmu, khususnya dari aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi, serta menjelaskan relevansinya dalam pengembangan hukum Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-filosofis, melalui analisis literatur klasik dan kontemporer dalam bidang uṣūl al-fiqh dan filsafat hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis maḥāsin al-aḥkām berakar pada keyakinan bahwa syariat bersumber dari Allah Swt. yang Maha Bijaksana; secara epistemologis, konsep ini dapat diketahui melalui wahyu, ijtihad, dan penalaran rasional yang terikat kaidah; sedangkan secara aksiologis, maḥāsin al-aḥkām berfungsi mewujudkan kemaslahatan, keadilan, dan keseimbangan dalam kehidupan manusia. Kajian ini menegaskan bahwa pemahaman komprehensif terhadap maḥāsin al-aḥkām sangat penting dalam merespons dinamika hukum Islam di era modern.
Bacterial Contamination at Whiteleg Shrimp (Litopeanaeus vannamei) in Aquaculture Mashuri Masri -; Eka Sukmawaty; Fatmawati Nur; Suriani Suriani
Jurnal Biodjati Vol 6 No 1 (2021): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v6i1.11812

Abstract

Indonesia has a very high biodiversity, which has later become one of the natural products of interest to the international community, including fishery products. One of the high-demand Indonesian fishery products is whiteleg shrimp Litopeaneus vannamei. However, safety food Exported whiteleg shrimp products must meet the criteria, including free from bacterial contamination such as Escherichia coli, Salmonella, Vibrio cholera. This study attemptted to analyze E. coli, Salmonella, V. cholerae contamination in 3 ponds in Bojo, Cilellang, and Palanro Village in District Malusetasi, Barru Regency, South Sulawesi. Two samplings for each pond were conducted in the morning were pond water and  fresh whiteleg shrimp. SNI 2728-2018 specifies the quality and safety requirements for fresh shrimp. This standard applies to whole or headless fresh shrimp handled from fresh shrimp and does not apply to fresh shrimp that has undergone further processing. Based on SNI 2728-2018, the E. coli test showed positive in Cilellang Village (sample A) with 11 MPN/g, negative in Palanro Village (sample B) and in Bojo village (sample C) with the value of <2 MPN/g. Escherichia coli test showed positive in sample D (Vannamei shrimp in Cilellang Village) and sample E (Vannamei shrimp in Palanro Village) with 2.0 MPN/g, 17 MPN/g, respectively. Only sample F (Vannamei shrimp in Bojo village ) showed a negative result. As for the Salmonella test, positive results showed in sample A, while sample B and sample C showed negative results. The Vibrio cholerae test showed negative at all samples. . This study concludes that Whiteleg shrimp from ponds in Mallusetasi District is classified as safe for consumption.
Analisis Ushul Fiqh terhadap Lafaz Ditinjau dari Dilalah Al-Mantuq Kiki Reski Amalia DT; Fatmawati Fatmawati; Zaenal Abidin
An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/jeis.v1i1.7

Abstract

This study aims to analyze the concept of dilalah mantuq according to ushul fiqh and its role in establishing Islamic law. Mantuq is something that is designated by the pronunciation, and the pronunciation itself is an important part in legal istinbath because it can provide clarity and legal certainty regarding sharia provisions sourced from the Qur'an and Hadith. This study employs a descriptive qualitative method with a literature-based approach. Various works related to research are collected from multiple literary sources, including scientific journals, online articles, books, and other documents. The results of the study show that mantuq is divided into 3 parts, namely, sharih, ghairu sharih, zhahir, and mu'awwalah, each of which has its differences. This study explains that mantuq holds a central position in ushul fiqh, serving as the primary foundation for understanding lafaz nash and formulating Islamic law. Keywords: Dilalah, Mantuq, ushul fiqh
Pemanfaatan limbah kulit pisang kepok sebagai sumber prebiotik alami terhadap pertumbuhan Lactobacillus plantarum secara in vitro Hariani, Hariani; Jamilah, Jamilah; Nur, Fatmawati; Masri, Mashuri; Hafsan, Hafsan
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.67043

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca var. balbisiana) merupakan biomassa agro-industri yang melimpah dengan potensi aplikasi sebagai sumber prebiotik alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak kulit pisang sebagai substrat prebiotik dalam mendukung pertumbuhan Lactobacillus plantarum pada kondisi in vitro. Ekstrak disiapkan menggunakan metode dekoksi dan diinkorporasikan ke dalam media pertumbuhan bakteri. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi kerapatan optik (OD), jumlah sel hidup (CFU/mL), pH, laju pertumbuhan spesifik (μ), dan waktu generasi (gt) selama 48 jam inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kulit pisang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Lactobacillus plantarum. Perlakuan menggunakan kulit pisang matang memberikan kinerja paling optimal, ditandai dengan nilai OD lebih tinggi, jumlah sel hidup dan laju pertumbuhan spesifik yang lebih besar, serta waktu generasi yang lebih singkat dibandingkan perlakuan lainnya (p < 0,05). Penurunan pH yang lebih nyata juga teramati, menunjukkan peningkatan aktivitas fermentatif. Ekstrak kulit pisang memiliki potensi sebagai substrat fermentabel yang mampu mendukung pertumbuhan bakteri asam laktat secara in vitro. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai sumber prebiotik alami. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi efektivitasnya secara in vivo, termasuk selektivitas terhadap mikrobiota usus serta stabilitasnya dalam kondisi gastrointestinal.