Claim Missing Document
Check
Articles

Model Bimbingan Kelompok dengan Menggunakan Metode Diskusi untuk Mengurangi Kejenuhan Belajar Peserta Didik Nursilviani, Nursilviani; Kasih, Fitria; Kardo, Rici
Journal of Education Research Vol. 2 No. 4 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v2i4.62

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kejenuhan belajar peserta didik dan masih adanya guru Bimbingan Konseling yang belum menggunakan metode yang bervariasi dalam melaksanakan bimbingan kelompok. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: Profil kejenuhan belajar peserta didik,  Pelaksanaan bimbingan kelompok oleh guru BK mengunakan metode diskusi, Model rancangan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi untuk mengurangi kejenuhan belajar peserta didik.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan mixed method. Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling dengan tiga puluh tiga partisipan. Sedangkan penelitian kualitatif, informan kunci penelitian yaitu satu Guru Bimbingan Konseling  kelas XI IPS satu dan dua orang informan tambahan . Instrumen yang di gunakan yaitu angket dan pedoman wawancara. Teknik analisis yang digunakan dalam pengolahan data menggunakan presentase. Untuk analisis data kualitatif  melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil  penelitian tentang kejenuhan belajar peserta didik kelas XI IPS satu di SMAN satu VII Koto Sungai Sarik dilihat dari: Secara umum profil kejenuhan belajar peserta didik pada kategori rendah. Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok untuk mengurangi kejenuhan belajar peserta didik yang dilakukan guru bimbingan dan konseling belum memberikan hasil yang maksimal karena belum menggunakan metode-metode yang bervariasi.  Model  ditemukan bahwa masih adanya peserta didik yang mengalami kejenuhan belajar dan pelaksanaan bimbingan kelompok masih belum bervariasi. Model rancangan layanan bimbingan kelompok untuk mengurangi kejenuhan belajar peserta didik. Dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: kejenuhan belajar peserta didik berada kategori rendah dan belum berada pada kategori sangat tinggi.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI UNTUK MEMINIMALISIR PERILAKU MEMBOLOS Safitri, Wellya; Kasih, Fitria; Kardo, Rici
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34314

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya perilaku membolos dari peserta didik Fase F SMAN 1 Kecamatan Payakumbuh. Guru bimbingan dan konseling belum memberikan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi pada permasalahan perilaku membolos. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1) gambaran perilaku membolos peserta didik sebelum mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi, 2) gambaran perilaku membolos peserta didik sesudah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi, 3) efektifitas bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi untuk meminimalisir perilaku membolos peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain penelitin One-Group-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 8 orang dan sampel yang digunakan sebanyak 8 orang peserta didik yang memiliki perilaku membolos yang diambil dengan teknik total sampling. Instrument yang digunakan adalah angket dan studi dokumentasi sedangkan untuk analisis data persentase pretest dan postest menggunakan interval skor dan menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) gambaran perilaku membolos peserta didik sebelum mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi berada pada kategori cukup tinggi, 2) gambaran perilaku membolos peserta didik sesudah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi berada pada kategori rendah. 3) Terdapat efektivitas bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi untuk meminimalisir perilaku membolos peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada guru BK agar mampu untuk memberikan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi sebaik mungkin serta diharapka bisa menggunakan layanan tersebut untuk memberikan layanan pada permasalahan tidak masuk kelas lagi setelah jam istirahat yang memiliki kategori tinggi, dan menurunkan perilaku membolos hasil penelitian secara umum dari kategori cukup tinggi menjadi rendah
Efektivitas Bimbingan Kelompok Menggunakan Metode Home Room untuk Meningkatkan Kepekaan Sosial Nur Azis Hidayatullah; Fitria Kasih; Rici Kardo
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i4.2506

Abstract

Untuk meningkatkan kepekaan sosial peserta didik, penelitiian ini menunjukkan bahwa perilaku sebelum diberikan bimbingan kelompok menggunakan metode home room dan setelah diberikan bimbingan kelompok menggunakan metode home room untuk meningkatkan kepekaan sosial peserta didik dan menguji efektivitas bimbingan kelompok menggunakan metode home room untuk meningkatkan kepekaan sosial peserta didik. Pemakaian metode dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain One Group Pretest and Posttests design, pengambilan sampel memakai teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data memakai angket, dan teknik analisis data dalam penelitian ini memakai persentase interval serta untuk uji efektivitas memakai uji t. Hasil dari penelitian ini adalah gambaran perilaku sebelum diberikan bimbingan kelompok dengan memakai metode home room untuk meningkatkan kepekaan sosial peserta didik berada pada kategori cukup tinggi, rendah, dan sangat rendah. Gambaran perilaku setelah diberikan bimbingan kelompok dengan memakai metode home room untuk meningkatkan kepekaan sosial peserta didik berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi. Terdapatnya perbedaan pirilaku peserta didik sebelum dan setelah diberikan bimbingan kelompok dengan memakai metode home room untuk meninggatkan kepekaan sosial. Jadi dapat disiimpulkan bahwa penerapan bimbingan kelompok dengan memakai metode home room berhasil untuk meningkatkan kepekaan sosial peserta didik. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada Guru BK supaya dapat memberikan layanan bimbingan kelompok khususnya dengan memakai metode home room.
Mapping the Challenges of Psychoanalytic Approaches in Group Guidance and Counseling: A Systematic Literature Review Kardo, Rici; Neviyarni S, Neviyarni S; Netrawati, Netrawati; Hariko, Rezki
Jurnal Counseling Care Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Counseling Care, [Terakreditasi Sinta 4] No: 225/E/KPT/2022
Publisher : Universitas PGRI SUMATERA BARAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jcc.2025.v9i2.10795

Abstract

Pendekatan psikoanalitik dalam bimbingan dan konseling kelompok merupakan salah satu metode yang berupaya membantu individu memahami dinamika kepribadian, konflik intrapsikis, serta pengaruh pengalaman masa lalu terhadap perilaku masa kini. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi. Permasalahan konseptual muncul karena kurangnya pemahaman konselor mengenai teori psikoanalitik dan kesulitan dalam mengintegrasikan konsep id, ego, serta superego ke dalam dinamika kelompok. Dari sisi teknis, kendala seperti keterbatasan waktu, jumlah anggota yang tidak seimbang, serta kesulitan menjaga kerahasiaan sering menjadi hambatan. Selain itu, konselor menghadapi kesulitan dalam mengelola resistensi, keterbatasan keterampilan interpretasi simbol bawah sadar, serta tantangan dalam menciptakan suasana aman untuk asosiasi bebas. Di pihak anggota kelompok, muncul resistensi, rasa enggan membuka diri, perbedaan tingkat kedewasaan psikologis, hingga potensi konflik antar anggota. Permasalahan lain juga datang dari faktor lingkungan, seperti minimnya dukungan sekolah, keterbatasan fasilitas, serta ketidaksesuaian dengan norma budaya tertentu. Berbagai permasalahan ini menunjukkan perlunya peningkatan kompetensi konselor, penyesuaian strategi, serta dukungan institusi agar pendekatan psikoanalitik dalam konseling kelompok dapat diterapkan secara lebih efektif.
Penerapan Mindfulness untuk Menjaga Kesehatan Remaja di SMP N 2 Koto 11 Tarusan Kardo, Rici; Wae, Rahmawati
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi dari masa kanak kanak menuju masa dewasa. Masa remaja adalah fase yang kompleks dan merupakan tahap perkembangan yang penuh dengan tantangan fisik, emosional dan sosial. Sehingga muncul tekanan dari lingkungan sosial dan akademik. Kondisi tersebut membuat remaja rentan mengalami gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan dan depresi. Dengan segala faktor yang mempengaruhi kesehatan mental remaja berbagai upaya kuratif ataupun preventif menjadi semakin urgen seiring dengan meningkatnya prevelansi gangguan psikologis. Salah satu pendekatan yang berkembang pesat dalam intervensi psikologis modern adalah mindfulness, yakni suatu bentuk latihan kesadaran penuh terhadap pengalaman saat ini secara sengaja dan tanpa penghakiman.