p-Index From 2021 - 2026
7.774
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI UNTUK MEMINIMALISIR PERILAKU MEMBOLOS Safitri, Wellya; Kasih, Fitria; Kardo, Rici
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34314

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya perilaku membolos dari peserta didik Fase F SMAN 1 Kecamatan Payakumbuh. Guru bimbingan dan konseling belum memberikan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi pada permasalahan perilaku membolos. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1) gambaran perilaku membolos peserta didik sebelum mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi, 2) gambaran perilaku membolos peserta didik sesudah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi, 3) efektifitas bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi untuk meminimalisir perilaku membolos peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain penelitin One-Group-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 8 orang dan sampel yang digunakan sebanyak 8 orang peserta didik yang memiliki perilaku membolos yang diambil dengan teknik total sampling. Instrument yang digunakan adalah angket dan studi dokumentasi sedangkan untuk analisis data persentase pretest dan postest menggunakan interval skor dan menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) gambaran perilaku membolos peserta didik sebelum mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi berada pada kategori cukup tinggi, 2) gambaran perilaku membolos peserta didik sesudah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi berada pada kategori rendah. 3) Terdapat efektivitas bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi untuk meminimalisir perilaku membolos peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada guru BK agar mampu untuk memberikan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi sebaik mungkin serta diharapka bisa menggunakan layanan tersebut untuk memberikan layanan pada permasalahan tidak masuk kelas lagi setelah jam istirahat yang memiliki kategori tinggi, dan menurunkan perilaku membolos hasil penelitian secara umum dari kategori cukup tinggi menjadi rendah
Efektivitas Bimbingan Kelompok Menggunakan Metode Home Room untuk Meningkatkan Kepekaan Sosial Nur Azis Hidayatullah; Fitria Kasih; Rici Kardo
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i4.2506

Abstract

Untuk meningkatkan kepekaan sosial peserta didik, penelitiian ini menunjukkan bahwa perilaku sebelum diberikan bimbingan kelompok menggunakan metode home room dan setelah diberikan bimbingan kelompok menggunakan metode home room untuk meningkatkan kepekaan sosial peserta didik dan menguji efektivitas bimbingan kelompok menggunakan metode home room untuk meningkatkan kepekaan sosial peserta didik. Pemakaian metode dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain One Group Pretest and Posttests design, pengambilan sampel memakai teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data memakai angket, dan teknik analisis data dalam penelitian ini memakai persentase interval serta untuk uji efektivitas memakai uji t. Hasil dari penelitian ini adalah gambaran perilaku sebelum diberikan bimbingan kelompok dengan memakai metode home room untuk meningkatkan kepekaan sosial peserta didik berada pada kategori cukup tinggi, rendah, dan sangat rendah. Gambaran perilaku setelah diberikan bimbingan kelompok dengan memakai metode home room untuk meningkatkan kepekaan sosial peserta didik berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi. Terdapatnya perbedaan pirilaku peserta didik sebelum dan setelah diberikan bimbingan kelompok dengan memakai metode home room untuk meninggatkan kepekaan sosial. Jadi dapat disiimpulkan bahwa penerapan bimbingan kelompok dengan memakai metode home room berhasil untuk meningkatkan kepekaan sosial peserta didik. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada Guru BK supaya dapat memberikan layanan bimbingan kelompok khususnya dengan memakai metode home room.
Penerapan Mindfulness untuk Menjaga Kesehatan Remaja di SMP N 2 Koto 11 Tarusan Kardo, Rici; Wae, Rahmawati
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi dari masa kanak kanak menuju masa dewasa. Masa remaja adalah fase yang kompleks dan merupakan tahap perkembangan yang penuh dengan tantangan fisik, emosional dan sosial. Sehingga muncul tekanan dari lingkungan sosial dan akademik. Kondisi tersebut membuat remaja rentan mengalami gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan dan depresi. Dengan segala faktor yang mempengaruhi kesehatan mental remaja berbagai upaya kuratif ataupun preventif menjadi semakin urgen seiring dengan meningkatnya prevelansi gangguan psikologis. Salah satu pendekatan yang berkembang pesat dalam intervensi psikologis modern adalah mindfulness, yakni suatu bentuk latihan kesadaran penuh terhadap pengalaman saat ini secara sengaja dan tanpa penghakiman.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI Gusnawati T. Oinan; Fitria Kasih; Rici Kardo
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i1.1932

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of low student confidence which has an impact on learning engagement, courage to speak up, and the quality of interaction in the classroom. The purpose of this study is to describe the level of confidence of students before and after being given group guidance services with discussion methods and to test the effectiveness of these services in increasing confidence. The research uses a quantitative approach with an experimental method through a one group pretest and posttest design. The sampling technique uses saturated sampling so that all participants are made research subjects. The data collection instrument is in the form of a confidence questionnaire that has gone through validity and reliability tests. Data analysis was conducted using percentage intervals to describe the categories of confidence levels, while service effectiveness testing was conducted using the t-test. The results showed that before treatment, students' confidence was in the categories of quite high, low, and very low. After being provided with group guidance services with the discussion method, the level of confidence increased and was in the categories of quite high, high, and very high. There is a significant difference between the condition before and after treatment. Thus, group guidance services using the discussion method were declared effective in increasing students' confidence at school.
PROFIL KESULITAN MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM BERINTERAKSI SOSIAL Arya Duta Erwinsah; Suryadi; Rici Kardo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.43332

Abstract

This research was motivated by the fact that some students experience difficulties in social interaction. This is evident in their behavior of not greeting each other when passing each other, avoiding group activities due to discomfort and feeling confused when expressing opinions, and a tendency to isolate themselves. The purpose of this study was to describe: difficulties in social interaction, social anxiety, lack of interpersonal communication skills, feelings of inferiority or low self-esteem, social isolation, difficulties in social adaptation, and dependence on technology. This research was conducted using a quantitative descriptive method. The population of this study was 307 guidance and counseling students. The sampling technique used was random sampling, with 66 students. The data collection instrument used was a questionnaire, and the data analysis technique used was descriptive analysis. The results of this study indicate that the profile, 1). Difficulty in social interaction seen from the indicator of students' social anxiety is in the fairly high category, 2). Difficulty in social interaction seen from the indicator of students' lack of interpersonal communication skills is in the fairly high category. 3). Difficulty in social interaction seen from the indicator of students' feelings of inferiority or low self-esteem is in the fairly high category. 4). Difficulty in social interaction seen from the indicator of students' social isolation is in the fairly high category. 5). Difficulty in social interaction seen from the indicator of students' adaptation difficulties is in the fairly high category. 6). Difficulty in social interaction seen from the indicator of students' dependence on technology is in the fairly high category. Based on the results of the study, it is recommended that students improve their social interaction difficulties
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI Gusnawati T. Oinan; Fitria Kasih; Rici Kardo
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i1.1932

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of low student confidence which has an impact on learning engagement, courage to speak up, and the quality of interaction in the classroom. The purpose of this study is to describe the level of confidence of students before and after being given group guidance services with discussion methods and to test the effectiveness of these services in increasing confidence. The research uses a quantitative approach with an experimental method through a one group pretest and posttest design. The sampling technique uses saturated sampling so that all participants are made research subjects. The data collection instrument is in the form of a confidence questionnaire that has gone through validity and reliability tests. Data analysis was conducted using percentage intervals to describe the categories of confidence levels, while service effectiveness testing was conducted using the t-test. The results showed that before treatment, students' confidence was in the categories of quite high, low, and very low. After being provided with group guidance services with the discussion method, the level of confidence increased and was in the categories of quite high, high, and very high. There is a significant difference between the condition before and after treatment. Thus, group guidance services using the discussion method were declared effective in increasing students' confidence at school.
PROFIL KECERDASAN MAJEMUK (MULTIPEL INTELEGENSI) PESERTA DIDIK SMAN 12 PADANG Fiera Kurniati; Mori Dianto; Rici Kardo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42268

Abstract

This research is motivated by the diversity of student potential at SMA N 12 Padang, which has not been optimally mapped. Although the school has attempted to implement modern educational concepts, the learning process often remains conventional and tends to emphasize specific cognitive abilities, such as linguistic and logical-mathematical. In reality, every individual possesses uniqueness through multiple intelligences. The purpose of this study is to describe the multiple intelligences profiles of student at SMA N 12 Padang, specifically focusing on linguistic, visual-spatial, bodily-kinesthetic, intrapersonal, and interpersonal intelligences. This study employs a descriptive quantitative research method, invoving students of class X Phase E as the subjects. The data collection instrument used is a multiple intelligences profile questionnaire. The results of this study are expected to seve as a reference for guidance and counseling teachers as well as subject teachers in mapping student potential, furthermore, these findings are intended to provide a basis for determining differentiated learning strategies to enhance students’ motivation and academic achievement. The results of this study reveal that: 1) it can serve as a reference for guidance and counseling teachers as well as subject teachers in mapping student potential, and as a basis for determining differentiated learning strategies to enhance students’ motivation and academic achievement
BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PLAY THERAPY UNTUK MEREDUKSI PERILAKU BODY SHAMING Rici Kardo; Rahmawati Wae
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v4i1.4481

Abstract

Masa remaja adalah masa dimana terjadi perubahan atau transisi dari anak – anak ke masa dewasa dengan rentang usia 12 sampai 19 tahun. Pada usia remaja terjadi perubahan yang sangat drastis baik itu dari segi fisiologis maupun psikologis. Fenomena seputar gaya hidup sangat cepat berkembang dan mempengaruhi remaja. Kecantikan, kesehatan dan perawatan tubuh adalah sebagian tren yang diikuti remaja. Dari tren gaya hidup yang berkembang tidak sedikit yang memunculkan perudungan bagi mereka yang tidak mengikuti atau tidak sesuai tren. Tindakan perundungan ini terkait dengan penampilan fisik seseorang atau lebih dikenal body shaming. Body shaming banyak menimpa remaja pada masa puberitas karena perbuahan fisik yang dialami. Perilaku body shaming tersebut menjadikan remaja tidak aman dan nyaman terhadap penampilan fisiknya Solusi yang ditawarkan pada permasalahan yang terjadi bagi peserta didik di SMPN 1 VII Sungai Sarik yaitu memberikan bimbingan kelompok dengan teknik play therapy. Pelaksanaan pengabdian dilaksanakan dalam rangka untuk mereduksi perilaku body shaming. Diharapkan ada pemahaman dan wawasan yang baru yang didapatkan melalui bimbingan kelompok dengan teknik play therapy.