Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Household Drinking Water Quality Surveillance (KAMRT) for Public and Environmental Health Improvement Herniwanti, Herniwanti; Dewi, Oktavia; Rany, Novita; Nashabila, Rafni; Mitra
International Journal of Health Literacy and Science Vol. 3 No. 2 (2025): International Journal of Health Literacy and Science
Publisher : Health Science UDINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/ihelis.v3i2.91

Abstract

Access to safe drinking water is a key target under SDG 6.1; yet household-level risks remain under-monitored in Indonesia. This study aimed to assess household drinking-water quality in the Rumbai Bukit PHC area as part of the implementation of STBM pillar 3 by the Household Drinking Water Quality Surveillance (KAMRT). A crosssectional surveillance (July–Sept 2024) tested 24 household water samples from wells, PDAM, and refill depots for physical (colour, turbidity, odour, TDS), chemical (pH, Fe, Mn), and microbiological (E. coli) parameters. Laboratory examination showed that 22 samples (91.7%) were positive for E. coli, with the highest contamination detected in dug-well (100%) and refill-depot water (87.5%), while only one PDAM sample was positive. In addition, three parameters, pH (33.3%), Fe (25%), and Mn (20.8%), failed to meet the national standards set in the Ministry of Health Regulation No. 2/2023. No samples failed for colour, odour, turbidity, or TDS. Most household water was unsafe microbiologically. Strengthened internal/external monitoring, public education on safe storage/treatment, and multisector collaboration using community-based technologies are required to secure sustainable safe water access.
NURSES PRACTICES IN SEGREGATING SOLID HAZARDOUS MEDICAL WASTE Furqon, Al; Dewi, Oktavia; Herniwanti, Herniwanti; Devis, Yesica; Rahayu, Endang Purnawati; Trismon, Ignatius
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2445

Abstract

Limbah B3 medis padat dari rumah sakit berpotensi membahayakan kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku perawat dalam pemilahan limbah B3 medis padat. Sampel berjumlah 136 diambil dengan teknik proportional sampling, dan data dianalisis menggunakan multiple logistic regression model prediksi dengan tujuan untuk mendapatkan model yang paling baik (fit) yang dapat menggambarkan hubungan variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara sarana dan fasilitas (p=0,003), peran kepala ruangan (p=0,015), ketersediaan informasi (p=0,032), sikap (p=0,045) dan supervisi (p=0,046) dengan perilaku perawat dalam pemilahan limbah B3 medis padat. Variabel paling dominan adalah sarana dan fasilitas (POR=3,463). Manajemen rumah sakit disarankan untuk melengkapi setiap ruang rawat inap dengan fasilitas pemilahan limbah yang sesuai standar (kantong plastik berwarna, safety box), Menarik wadah limbah non-standar dan menggantinya dengan yang sesuai regulasi limbah B3 medis, menyediakan buku saku dan pelatihan rutin tentang limbah B3 medis, serta meningkatkan sosialisasi dan monitoring SOP pemilahan limbah kepada perawat secara berkala. Manajemen limbah B3 padat yang baik di rumah sakit mencegah penularan penyakit, melindungi tenaga kesehatan, menjaga lingkungan, memastikan kepatuhan regulasi, meningkatkan efisiensi, dan membangun kepercayaan masyarakat.
Efektivitas Simulasi Bantuan Hidup Dasar dengan Manekin dan AED bagi Karyawan PT. MAL fernando, jansen; Dewi, Oktavia; Febiyan, Hafis Jauhar
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): September
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v6i1.3835

Abstract

Purpose: This study aimed to evaluate the effectiveness of Basic Life Support (BLS) training using a mannequin and AED simulation in enhancing the technical skills and confidence of employees at PT. Manggala Alam Lestari (PT. MAL) in handling sudden cardiac arrest in a remote work environment. Research Methodology: The program employed a Community-Based Research (CBR) approach, involving active participation from employees. The training design included simulation-based exercises using a mannequin and AEDs. Data were collected using pre- and post-test questionnaires to measure knowledge and confidence levels. Results: The training resulted in a significant increase in the participants' knowledge, as evidenced by the rise in average post-test scores from 40.75 to 92.75. The standard deviation decreased from 17.74 to 8.16, indicating greater consistency in understanding among participants post-training. Conclusions: BLS training effectively enhanced both technical skills and confidence among employees, aligning with previous research findings that highlight the benefits of simulation-based training in improving clinical skills and preparedness for emergency situations. Limitations: This study was conducted at a single site with a limited sample size, which may affect the generalizability of the findings. The long-term retention of skills was not assessed beyond the immediate post-training period. Contribution: This training model can be applied to similar workplaces, particularly in remote locations with limited access to medical facilities, to improve emergency preparedness and safety outcomes.
How Family Assistance Teams Support Maternal-Child Nutrition Behavior Change for Stunting Prevention: A Qualitative Comparative Case Study in Kampar Regency, Indonesia Mitra, Mitra; Rany, Novita; As Syifa, Ervira Dwiaprini; Dewi, Oktavia
Journal of Current Health Sciences Vol. 6 No. 2: 2026
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.2026139

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem with long-term impacts on child development and future productivity. The Family Assistance Team (FAT) plays a crucial role in community-based interventions by providing education and mentoring to at-risk families. This study aims to explore the role of FAT in supporting behavioral changes to prevent stunting in maternal and child nutrition. A qualitative case study approach was used. The primary informants, including FAT members and supporting informants, were the Head of the Community Health Center, nutritionists, the Head of Population Control, field coordinators for the Family Planning Program, and mothers of children under five years old. Purposive sampling was employed to select informants. Data were gathered through in-depth interviews, Focus Group discussions, and document review. Data validity was ensured through source and method triangulation. Thematic analysis was used to identify key findings. Five major themes emerged: (1) FAT’s role in health education and growth monitoring; (2) collaboration across programs; (3) risk factors for stunting; (4) challenges in mentoring; and (5) behavioral changes in mothers and children. FAT reported changes in mothers' behavior, particularly in toddler feeding patterns, which were supported through regular monitoring using WhatsApp messaging. However, program implementation still faces various obstacles, requiring capacity building for cadres, policy support, and cross-sector collaboration to ensure the sustainability of the stunting reduction program. Abstrak. Stunting adalah masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap perkembangan anak dan produktivitas di masa depan. Tim Pendampingan Keluarga (TPK) memainkan peran penting dalam intervensi berbasis masyarakat melalui pendidikan dan pendampingan keluarga berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran TPK dalam mendukung perubahan perilaku terkait gizi ibu dan anak untuk mencegah stunting. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Informan utama yaitu TPK dan informan pendukung terdiri dari Kepala Puskesmas, ahli gizi, Kepala Pengendalian Penduduk, koordinator lapangan Program Keluarga Berencana, dan ibu balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Fokus Grup Diskusi, dan tinjauan dokumen. Validitas data melalui triangulasi sumber dan metode. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi temuan kunci. Lima tema utama yaitu: (1) peran TPK dalam pendidikan kesehatan dan pemantauan pertumbuhan; (2) kolaborasi lintas program; (3) faktor risiko stunting; (4) tantangan dalam pendampingan; dan (5) perubahan perilaku ibu dan anak.   TPK melaporkan adanya perubahan perilaku ibu, khususnya dalam pola makan balita, yang didukung melalui pemantauan rutin menggunakan media perpesanan WhatsApp. Namun demikian, implementasi program masih menghadapi berbagai hambatan, sehingga diperlukan penguatan kapasitas kader, dukungan kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor guna menjamin keberlanjutan program penurunan stunting.
Implementasi Program GERMAS untuk Meningkatkan Personal Hygiene dan PHBS Lansia Secara Berkelanjutan Herniwanti, Herniwanti; Dewi, Oktavia; Leonita, Emy; Nashabila, Rafni
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Maret
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v6i3.5802

Abstract

Purpose: This study aimed to improve personal hygiene practices and Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) among elderly individuals through a structured health education program integrated with Indonesia’s national Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). The program focused on increasing awareness, encouraging healthy daily habits, and supporting independence among older adults. Methodology/Approach: The program was implemented in Sungai Kamuyang Village, West Sumatra, using a community-based home-visit approach. Health education was delivered through brief counseling and demonstrations of personal hygiene practices, accompanied by the distribution of hygiene kits. Observations of household sanitation conditions and daily hygiene routines were conducted, and data were collected through short interviews and field notes with assistance from local health cadres. Results/Findings: The intervention resulted in positive behavioral changes. Approximately 85% of participants demonstrated improved understanding of PHBS principles, 80% practiced regular personal hygiene routines, and 60% engaged in light physical activity. However, only 40% reported routine health check-ups, and nearly half of the households still lacked adequate sanitation facilities, indicating ongoing environmental and service-related barriers. Conclusions: The program effectively improved elderly hygiene practices and PHBS awareness, though barriers like sanitation and health check-ups remain. Further research is needed. Limitations: The study was limited by a small sample size and a short implementation period, which may restrict the generalizability of the findings. Contributions: This study provides practical evidence for public health practitioners, community health workers, and policymakers on the effectiveness of home-based education integrated with GERMAS in promoting healthy behaviors among the elderly.
PROMOSI KESEHATAN BER-PHBS DI RUMAH TANGGA TIDAK MEROKOK DALAM RUMAH TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT ISPA PADA ANAK DI WILAYAH PUSKESMAS SAWAH DESA SAWAH KECAMATAN KAMPAR UTARA Zulkarnaini, Zulkarnaini; Dewi, Oktavia; MS, Fitria.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57015

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit umum pada anak-anak, terutama di rumah yang terpapar asap rokok. Promosi kesehatan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah tangga dapat mencegah ISPA.Tujuan: Mengetahui efektivitas penyuluhan promosi kesehatan ber-PHBS di rumah tangga tidak merokok dalam rumah terhadap pencegahan ISPA pada anak di Desa Sawah.Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 30 rumah tangga. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi praktik PHBS. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan frekuensi dan persentase.Hasil: Sebanyak 80% rumah tangga telah menerapkan larangan merokok di dalam rumah. Pengetahuan responden tentang PHBS dan pencegahan ISPA cukup tinggi (≥80%). Anak-anak dari rumah tangga bebas rokok jarang mengalami batuk atau pilek. Hambatan utama adalah anggota keluarga atau tamu yang merokok di rumah.Kesimpulan: Penyuluhan promosi kesehatan ber-PHBS efektif meningkatkan kesadaran keluarga dalam mencegah ISPA pada anak melalui rumah bebas rokok. Konsistensi penerapan PHBS perlu diperkuat.