Claim Missing Document
Check
Articles

Farmers' Risk Perception, Risk Aversion on Manggosteen Production (Case Study in Pauh Thematic Village) Cindy Paloma; Rika Hariance; Syahyana Raesi; Afrianingsih Putri
Buletin Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Vol. 26 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/bpsosek.v26i1.949

Abstract

The mangosteen commodity has become a leading product of West Sumatra Province due to its large export market share, which requires farmers to maintain the quantity and quality of the mangosteen they produce. Mangosteen has a high economic value, but its cultivation is still traditional, and the quality produced is not entirely in line with the expectations of the export destination countries. Since 2021, the Mayor of Padang has designated the Pauh District as a thematic mangosteen village, but fluctuations in mangosteen production indicate risks. This research analyzes the relationship between farmer characteristics and their attitude toward mangosteen production risks. The research method involves a survey and the sampling of 40 farmers using purposive sampling. Data was collected from June to July 2023. The level of risk is analyzed using the coefficient of variation method, while farmer risk behavior is assessed using the Moscardi and de Janvry method. Factors influencing farmers are analyzed using Ordinary Least Square (OLS) regression. The research results indicate a production risk for mangosteen with a coefficient of variation value of 0.47 (47%). Most farmers, 38 out of 40 (98%), exhibit a risk-averse behavior, while two farmers (2%) have a neutral risk attitude. The characteristics of farmers that significantly influence their risk behavior are age, farming experience, and farming income.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN AGROEKOWISATA DANAU BONTAK DI NAGARI LUBUK GADANG KABUPATEN SOLOK SELATAN Rudi Febriamansyah; Sri Setiawati; Elita Amrina; Yuerlita Yuerlita; Fuji Astuti Febria; Jabang Nurdin; Purnawan Purnawan; Yonariza Yonariza; Mahdi Mahdi; Rika Hariance; Sirajul Fuad Zis; Yulistriani Yulistriani
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v7i2.594

Abstract

West Sumatra, one of the provinces in Indonesia, is renowned for its rich cultural heritage and beautiful natural landscapes. Additionally, its agricultural sector significantly contributes to the region's Gross Regional Domestic Product (GRDP), including in Solok Selatan Regency, which boasts the Seribu Rumah Gadang area as its tourism icon. Solok Selatan Regency is also home to Lake Bontak, the only lake in the region, located within the conservation area of Kerinci Seblat National Park (TNKS), one of the gateways for climbing Mount Kerinci. The Independent Conservation Group (KKM) Bangun Rejo has been managing agro-ecotourism by establishing a Tourism Awareness Group (Pokdarwis) and farmer groups. These groups engage in integrated farming, agriculture, and livestock businesses with nature tourism at Lake Bontak. The empowerment of these community groups aims to develop sustainable agro-ecotourism in Solok Selatan Regency. One method used is Focus Group Discussions (FGD) to identify the potential for agro-ecotourism development at Lake Bontak. The outcomes of these activities include the agro-edutourism development concept, the creation of social media accounts for promotion, and the cleaning and installation of tracking paths and tourist activity guides in the Lake Bontak area. Additionally, there is an emphasis on educating the community about conducting tourism activities that prioritize biodiversity conservation within the conservation area to support ongoing environmental knowledge around Lake Bontak. It is hoped that this area will attract both local and international tourists, particularly students and researchers interested in exploring the flora and fauna potential through the agro-edutourism concept.
Comparative Assessment of Robusta Coffee Marketing Channels in Solok City, West Sumatra Azzahra, Nadia; Mutiara, Vonny Indah; Hariance, Rika
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 7 No. 2 (2024): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v7i2.780

Abstract

Coffee stands as a cornerstone of agricultural economies and it has significant roles in the global beverage industry in Indonesia. However, robusta coffee marketing channels issue impacts the prices received by farmers. The price that consumers pay and the price that farmers receive differ significantly. This research offers a comparative analysis robusta coffee marketing channels in Solok City of West Sumatra. This study used a purposive sampling by a survey approach. The survey method involves interviewing and giving questionnaires to 35 farmers, 5 collectors in the village, and 3 wholesalers. The findings indicated the existence of three marketing channels. The first marketing channel shows that farmers received a price of 25,722.22 IDR/kg, with a farmer share of 86.70% and an efficiency of 4.30%. The second marketing channel shows that farmers received a price of 27,812.50 IDR/kg with a marketing efficiency of 3.92% and a farmer share of 94.82%. The third marketing channel shows that farmers received a price of 25,722.22 IDR/kg and a farmer share of  100%, while the marketing efficiency of 1.77%. These findings demonstrate that marketing channel three is the most efficient. To enhance productivity, it is suggested that farmers should consider rejuvenating coffee plants and prioritize the post-harvest process to ensure hygiene and produce high-quality coffee. By increasing coffee productivity and improving coffee quality, it is expected that farmers could gain higher prices and achieve greater profitability.
Resiliensi Pemenuhan Kebutuhan dimasa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Usaha Kecil di Sekitar Perguruan Tinggi, Sekolah dan Tempat Wisata Terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)) Yulistriani Yulistriani; Rika Hariance; Rahmat Syahni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 1 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i1.411

Abstract

Masalah pangan merupakan permasalahan yang menjadi prioritas bagi pemerintah di masa pandemi. Penelitian ini mencoba menemukan bagaimana pemenuhan pangan keluarga sebelum dan dalam masa pandemi pada Usaha Kecil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara terhadap 100 responden yang mendapat penghasilan dari aktivitas berdagang di sekolah, perguruan tinggi dan kawasan wisata yang aksesnya ditutup pada masa pandemi Covid-19. Hasil wawancara di tabulasi kemudian dianalisis dengan SPSS 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% responden di sekolah dan perguruan tinggi dan 62% di tempat wisata kehilangan pekerjaan pada saat PSBB diberlakukan. Dalam pemenuhan kebutuhan, menggunakan tabungan pada urutan pertama, lalu bantuan pemerintah dan yang ketiga meminjam ke tetangga terdekat. Dalam aktivitas jual beli 60% responden di sekolah dan perguruan tinggi dan 72% responden di tempat wisata melakukan aktivitas jual beli ke tetangga terdekat dan menghindari keramaian. Masalah krisis pangan dimasa pandemi bisa diatasi melalui beberapa alternatif yaitu Pola pemasaran yang terintegrasi, manajemen stok pangan, meningkatkan solidaritas antar warga sehingga dapat mengatasi masa krisis pada saat pandemi dan peningkatan kemampuan dalam penggunaan teknologi pemasaran online sehingga memudahkan konsumen untuk mendapatkan bahan pangan dan memudahkan produsen dalam memasarkan produk.
Analisis Komoditas Unggulan Pertanian Subsektor Tanaman Pangan dan Tanaman Perkebunan di Kabupaten Pesisir Selatan Kurniawan Satria Putra; Melinda Noer; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komoditas unggulan subsektor tanaman pangan dan tanaman perkebunan, kawasan sentra produksi komoditas unggulan, serta program yang telah dilaksanakan dalam mendukung pengembangan komoditas unggulan di Kabupaten Pesisir Selatan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient (LQ) untuk menentukan komoditas unggulan, dan Shift Share Analysis (SSA) untuk menentukan kawasan sentra produksi. Hasil penelitian mendapatkan komoditas unggulan subsektor tanaman pangan dan perkebunan beserta kawasan sentra produksinya, yaitu komoditas unggulan Padi dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Linggo Sari Baganti; Komoditas unggulan Jagung dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan; Komoditas unggulan Kelapa Sawit dengan kawasan sentra produksi Ranah Pesisir; Komoditas unggulan Pala dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Koto XI Tarusan; dan Komoditas Unggulan Gambir dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Koto XI Tarusan. Program-program pemerintah daerah yang telah dilaksanakan secara langsung berhubungan dengan pengembangan komoditas unggulan, khususnya komoditas unggulan Padi, Jagung, Kelapa Sawit, Pala, dan Gambir. Pemerintah daerah selaku pengambil kebijakan diharapkan mampu untuk mempertahankan kebijakan yang sudah ada, dan menyusun kembali program-program yang dapat terfokus terhadap pengembangan komoditas unggulan daerah
Analisis Usaha Serai Wangi Menjadi Minyak Atsiri (Studi Kasus; Usaha Penyulingan Minyak Atsiri ASLIKO kecamatan Pauh Kota Padang) Yogi Putra; Osmet Osmet; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha yang dilakukan oleh bapak Sapardi dan menganalisis besarnya keuntungan Usaha Serai Wangi Menjadi Minyak Atsiri Asliko di Kelurahan Limau Manis Kecamatan Pauh Kota Padang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukan bahwa (1) Pada aspek sumberdaya usaha ini memiliki tenaga kerja sebanyak 2 orang, pada aspek peralatan dan mesin usaha ini masih menggunakan cara manual, pada aspek produksi untuk pengadaan bahan baku usaha Minyak Atsiri memasok dari petani sserai wangi di sekitar daerah Padang, pada aspek bauran pemasaran untuk mendistribusikan produk langsung ke pabrik pengolahan. Pada aspek yang terakhir yaitu keuangan usaha ini memiliki sumber modal sendiri (2) Pendapatan penjualan yang diperoleh Usaha Minyak Atsiri selama periode Januari-Agustus 2019 adalah sebesar Rp 24.000.000,- sedangkan total biaya produksi yang dikeluarkan sebesa Rp13.900.000,. Keuntungan atau laba bersih yang diperoleh oleh Usaha Minyak Atsiri selama periode Juli-Agustus 2019 adalah sebesar Rp 10.017.584,- dari total pendapatan penjualan. Hal ini memperlihatkan bahwa usaha Minyak Atsiri masih mampu memperoleh keuntungan walaupun saat ini bahan baku serai wangi termasuk mahal
Analisis Pemasaran Ubi Jalar Manohara di Nagari Koto Tinggi Kecamatan Baso Kabupaten Agam Eggy Millenia Permata; Yusri Usman; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.454

Abstract

Pemasaran memegang peranan penting dalam sistem agribisnis, sebagai usahatani komersial pemasaran Ubi Jalar Manohara akan menentukan keberhasilan dan keberlanjutan usahatani petani. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan saluran, lembaga, dan fungsi pemasaran Ubi Jalar Manohara di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, (2) menganalisis marjin pemasaran dan farmer’s share, serta (3) menganalisis efisiensi pemasaran. Metode yang digunakan adalah metode survey. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari petani, pedagang pengumpul dan pedagang antar daerah. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling). Pengambilan sampel pedagang dilakukan dengan metode snowball sampling. Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk tujuan pertama, dan analisis kuantitatif untuk tujuan kedua dan ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat 3 saluran pemasaran Ubi Jalar Manohara, yaitu Saluran I :  Petani – Konsumen antara (Industri Pengolahan Stik ubi), Saluran II: Petani – Pedagang Pengumpul – Konsumen Antara (Pabrik Saus), Saluran III: Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Pengecer – Konsumen Akhir yang melakukan fungsi pemasaran yang terdiri dari fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas yang berbeda beda. (2) Nilai margin pemasaran terkecil terdapat pada saluran I, nilai farmer’s share terbesar terdapat pada saluran I (3) nilai persentasi efisiensi pemasaran terkecil terdapat pada saluran I. Disarankan kepada petani sebaiknya memasarkan Ubi Jalar Manohara mereka pada saluran I yaitu menjualkan ubi langsung ke industri pengolahan ubi, karena dari tingkat efisiensi pemasaran, saluran I lebih efisien dibanding saluran lainnya dan kepada pemerintah yang terkait diharapkan untuk dapat memberikan sosialisasi untuk memperluas agroindustri ubi yang mengolah ubi menjadi berbagai produk turunannya.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volume Ekspor Nanas Kaleng Indonesia Ke Amerika Dina Noviandini; Hasnah Hasnah; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 5 No. 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan ekspor nanas kaleng Indonesia dan menganalisis faktor- faktor yang mempengaruhi volume ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat. Data yang dianalisis berupa data sekunder (time series) dari tahun 2001 hingga tahun 2020. Berdasarkan hasil penelitian perkembangan ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat selama periode 2001-2020 menunjukan kondisi yang meningkat, dengan rata-rata peningkatan ekspor sebesar 7.64% setiap tahunnya. Dengan konstribusi nanas kaleng yang diekspor ke Amerika Serikat 28.45% dari total ekspor nanas kaleng Indonesia setiap tahunnya. Sedangkan faktor yangberpengaruh secara signifikan terhadap volume ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat adalah produksi nanas kaleng, konsumsi domestik dan konsumsi Amerika Serikat.
Social Capital on The Performance of Microfinance Institutions of Agribusiness (MFI) in Indonesia Analia, Devi; Budiman, Cipta; Hariance, Rika; Raesi, Syahyana
HABITAT Vol. 36 No. 2 (2025): August
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2025.036.2.10

Abstract

Social capital is an essential aspect in improving the performance of Agribusiness Microfinance Institutions (MFI). The Social capital discussed in this study is trust, norms, and networks. Meanwhile, the performance of MFI could be seen from aspects of MFI services, MFI management, credit supervision, and alleviation of bad loans. This study aims to determine the impact of social capital seen from the aspects of trust, networks, and norms in improving MFI performance in Padang City, West Sumatra. This study used the analysis method of Structural Equation Modeling (SEM) Second Order Condition. It collected primary data from trust, networks, and norms to improve MFI performance. The research was obtained from 60 MFI Customers. The study showed that social capital positively influences the performance of MFI in the city of Padang. Social capital, consisting of trust, norms, and networks, significantly affects MFI performance, such as MFI services, MFI management, credit supervision, and alleviating bad loans.
Farmer’s Share Analysis of Manohara Sweet Potatoes Marketing Channel Hariance, Rika
International Journal of Agricultural Sciences Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ijasc.7.2.81 - 88.2023

Abstract

The farmer's share is used to assess the marketing efficiency received by farmers as the leading actors in farming. This study aimed to analyze the value obtained by farmers in the marketing chain of Manohara sweet potatoes. The study was conducted in Nagari Koto Tinggi, Baso District, Agam Regency, using a survey method, and the research respondents were 30 purposively selected farmers, collectors, and retailers determined by the snowball sampling method. The data was taken using an interview guide, which was then analyzed descriptively and quantitatively. The results showed three marketing channels for Manohara sweet potato in Nagari Koto Tinggi, Baso District, Agam Regency. The largest farmer's share received by farmers is in the first marketing channel at 100%, the second highest share is in the second marketing channel at 51.6%, and the lowest is in the third marketing channel at 26.11%. The first was a direct marketing channel between farmers and the potato stick agroindustry. However, the number of agroindustries is still small; thus, to increase the value of the farmer's share, increasing the number and scale of the sweet potato agroindustry is the right solution for farmers to sell their crops to the agroindustry directly, and to achieve the welfare of farmers to overcome poverty at the agricultural level.
Co-Authors . Gusmini . Reflinaldon Adinda Salwa Rahmasari Adinda Salwa Rahmasari Afdhal Ahmad Afrianingsih Afrianingsih Afrima Sari Agustian Agustian Amrina, Elita Armansyah Armansyah Astuti, Nuraini Budi Azzahra Oftan Azzahra Oftan Azzahra, Nadia Azzura, Orintia Budiman, Cipta Budiman, Cipta Cindy paloma Daddy Budiman Dede Suhendra Devi Analia, Devi Dewanti, Aerini Dian Hafizah, Dian Dina Noviandini Dwi Evaliza Eggy Millenia Permata Elita Amrina Endrizal Ridwan Faidil Tanjung Faisal Majid Fania Handayani Fitriana, Widya Fuji Astuti Febria Fuji Astuti Febria Haliatur Rahma, Haliatur Hasnah Hasnah Hasnah Hasnah Ifdal Ifdal Indra Dwipa Jabang Nurdin Jumsu Trisno Kurniawan Satria Putra Lifia, Yoli Okta M. Refdinal Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi Maulana, M. Ibroh Puja Melinda Noer Muhammad Arif Suyatman Muhammad Hendri Muhammad Surya Rahim Nofialdi, Nofialdi Nur Annisa Nur Annisa Osmet Osmet Purnawan Purnawan Purnawan Purnawan Putri, Afrianingsih Raesi, Syahyana RAHMAT SYAHNI Ratna rahmadiah Ray Ferdinand Ray Ferdinand Rian Hidayat Rika Anggela Rina Sari Rini Hakimi Rudi Febriamansyah Rusyja Rustam Ryan Dwi Setyawan Saragih, Ummul Hikmah Sirajul Fuad Zis Sirajul Fuad Zis Sri Setiawati Sri Setiawati Tusge, Takahiro Usman, Yusri Utami, Ami Sukma Vonny Indah Mutiara Yaherwandi Yani, Yulistriani Yogi Putra Yolanda Putri Yolanda Putri Yonariza Yonariza Yonariza Yonariza Yuerlita Yuerlita Yuerlita Yulinda Yulinda Yulistriani, Yulistriani Yusmarni Yusmarni Zaskhia Melani Zaskhia Melani Zednita Azriani Zednita Azriani Zednita Azriani