Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PENGETAHUAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA KELOMPOK PKK DESA GONILAN, KARTASURA, JAWA TENGAH : DENGUE HEMORRHAGIC FEVER KNOWLEDGE IMPROVEMENT OF PKK GROUP GONILAN VILLAGE, KARTASURA, CENTRAL JAVA Aisyah, Riandini; Wahyu Jatmiko, Safari
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2029

Abstract

Kasus demam berdarah dengue (DBD) atau Infeksi Virus Dengue (IVD) masih dilaporkan tinggi bahkan terus meningkat dan memberikan dampak beban perawatan pasien DBD. Gejala DBD bervariasi dari gejala ringan hingga berat berisiko menyebabkan kematian. Terapi suportif masih menjadi pilihan dan diterapkan untuk mengurangi gejala serta mencegah komplikasi. Upaya pencegahan menghindari gigitan nyamuk dan pengendalian vektor masih menjadi prioritas untuk menghindari risiko IVD. Kasus DBD sebesar 3% yang dilaporkan terjadi di wilayah RW 12 Desa Gonilan Kecamatan Kartasura merepresentasikan angka kejadian yang cukup tinggi di suatu lingkup kecil wilayah sehingga perlu upaya konkrit untuk mencegah angka kejadian lebih besar lagi. Salah satu upaya pencegahan tersebut adalah dengan memberikan edukasi IVD kepada masyarakat setempat. Peran seorang ibu dalam keluarga sangatlah vital dalam mengaja kesehatan keluarga karena keluarga merupakan ujung tombak menuju masyarakat yang sehat dan berpengetahuan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan tentang pentingnya pengetahuan tentang DBD serta peran anggota keluarga dan masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan penularannya. Metode pada kegiatan ini berupa edukasi kesehatan tentang serba-serbi DBD kepada kelompok PKK RT 03 RW 012 Desa Gonilan dalam bentuk penyuluhan dan diskusi interaktif serta pemberian soal pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan rata-rata peningkatan pengetahuan peserta tentang DBD sebesar 14,3% dengan hasil yang berbeda bermakna antara sebelum dan setelah mendapatkan edukasi (p=0,015). Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta tentang demam berdarah dengue.
Penapisan Diabetes Melitus Melalui Pemeriksaan Kadar Gula Darah Sewaktu: Screening for Diabetes Mellitus Through Blood Sugar Level Examination Jatmiko, Safari Wahyu
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 6 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i6.8761

Abstract

Surakarta has a population of 148,992 people living in five sub-districts, namely Laweyan, Serengan, Pasar Kliwon, Banjasari, and Jebres. Jebres District has four Community Health Centers that routinely report on diabetes mellitus (DM) health services. DM cases in the Surakarta area were 12,105 patients. The highest DM cases were in the Jebres District area, with 3,392 (27.89%) residents suffering from DM. DM cases have increased from year to year. The cause of the increase in DM cases is lifestyle changes and a lack of DM screening. The hope is that this activity can reduce the number of DM sufferers in the Jebres District area. Activities have been carried out by checking blood sugar levels at any time. The results obtained were that the blood sugar levels of study participants on Sunday morning at the Jagalan Mosque were 124.5 (47.75) mg/dL. These results indicate that blood sugar levels are still within normal limits, so in the future education and regular screening are needed to prevent cases of DM.
Potential Effect of Orthosiphon aristatus Leaf Extract in Improving Collagen 1 Alpha 1 Expression in Hyperglycemia-Induced Rats Aisyah, Riandini; Risanti, Erika Diana; Jatmiko, Safari Wahyu; Asfarina, Fatin
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.141.357-361

Abstract

Diabetes mellitus involves many mechanisms, the collagen metabolism pathway with very complex interactions and its regulation can contribute to the development of diabetes complications. The collagen 1 alpha 1  (COL1A1) gene plays an important role in the diabetes melitus pathway in adipose tissue by regulating adipocyte function, insulin resistance, and glucose metabolism. COL1A1 expression  is positively correlated with insulin resistance and negatively correlated with insulin sensitivity and is identified as a potential therapeutic target for type 2 diabetes. The cat's whisker plant (Ortosiphon aristatus) pharmacologically has hypoglycemic activity and increases insulin expression. This study aims to observe the potential of cat whisker leaf extract (Ortosiphon aristatus) in increasing the expression of the COL1A1 gene and is protective against increased blood sugar levels in  hyperglycemia-induced Rattus norvegicus. The experimental design with pretest and posttest controlled group design was carried out by dividing 18 test animals into six groups of non-diabetic negative control, diabetic negative control, metformin as positive control, doses of 100, 200, and 400 mg/kgBW. Induction of hyperglycemia with streptozotocin 65 mg/kgBW and nicotinamide 230 mg/kgBW peritoneal injection. The extract treatment is given for 14 days. Blood sugar level measurements were carried out at the treatment’s beginning and end. Adipose tissue was taken to examine COL1A1 gene expression by real time PCR technique by calculating the ratio of the cycle of tresh-hold COL1A1 to the internal ?-actin gene. The results of Kruskall Wallis test showed no significant difference in COL1A1 gene expression between groups and the Spearmen correlation test showed no relationship between blood sugar levels and COL1A1 gene expression (p>0.05). There was a decrease in blood sugar levels before and after treatment for all treatment groups.
Deteksi Dini Risiko Sindrom Metabolik pada Remaja di Daerah Urban dan Rural: Early Detection of Metabolic Syndrome Risk in Adolescents in Urban and Rural Areas Aisyah, Riandini; Jatmiko, Safari Wahyu; Bestari, Rochmadina Suci; Supraba, Intan Pratiwi; Utami, Indari; Wibowo, Haryo Kunto; Mapa, Anna Rochim; Utami, Aurelia Ratna; Anggitaratri, Zakia Novi; Haliza, Sheli Nur; Fitri, Alifah Aulia; Anam, Ilham Hafizha Maulana; Azenta, Moch. Tabriz; Syahida, Safira; Sulistiyo, Azka Hafiy; Brilliantama, Fandy Akbar; Maulida, Amira Hasna; Wafiq, Muhammad Azzim; Kamila, Aulida Azkia; Rohman, Raihan Fadzlur
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 8 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i8.9733

Abstract

Metabolic syndrome is a collection of metabolic disorders that are closely related to an increased risk of developing diabetes mellitus and cardiovascular diseases in obese adolescents. Metabolic syndrome in adolescents is still reversible with varying timeframes. In adolescents with metabolic syndrome, the transition from homeostasis with normal blood sugar levels to type 2 diabetes occurs more rapidly compared to adults. Early diagnosis of metabolic syndrome is essential for prevention through lifestyle changes. Living in urban areas has a higher risk of obesity compared to living in rural areas after controlling for other variables. This activity aims to initially screen metabolic syndrome in middle school adolescents in urban and rural areas. The measurement of metabolic syndrome parameters involved 107 students, consisting of 47 middle school students in urban areas and 60 in rural areas. The measurement and data analysis results showed significant differences in body mass index (p<0,001), waist size (p=0.03), waist circumference (p=0.007), and upper arm circumference (p=0.002) between students in urban and rural areas, while blood sugar levels, blood pressure, and neck circumference did not show significant differences.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP GAYA HIDUP SEHAT REMAJA PADA SISWA SMP MUHAMMADIYAH DI SURAKARTA Bestari, Rochmadina Suci; Aisyah, Riandini; Jatmiko, Safari Wahyu; Utami, Aurelia Ratna; Syahida, Safira; Nurhaliza, Sheli; Aryanto; Suryani, Latifah; Sholeh, Muhammad Dzikru Irfan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 5. No. 2, September 2025
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v5i2.12590

Abstract

ABSTRAK Kesehatan remaja, baik secara fisik maupun mental, telah menjadi isu kesehatan masyarakat yang semakin signifikan dan menjadi perhatian serius secara global, termasuk di Indonesia. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah kesehatan ini meliputi kebiasaan gaya hidup dan kurangnya pengetahuan kesehatan. Keluarga memegang peran yang sangat krusial dan mendasar dalam membentuk perilaku kesehatan remaja. Siswa SMP Muhammadiyah perlu mengetahui pentingnya dukungan keluarga untuk gaya hidup sehat mereka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan tentang dukungan keluarga dalam penarapan gaya hidup sehat remaja pada siswa SMP Muhammadiyah PK Surakarta. Metode pelaksanaannya adalah pretes, penyampaian materi oleh dokter menggunakan presentasi slide, kemudian postes. Hasil yang didapatkan adalah rata-rata nilai pretes adalah 63,36, rata-rata nilai postes adalah 97,59, rata-rata kenaikan skor sebesar 34,54. Dari analisis t-test, didapatkan p<0,001 pada siswa 9A dan siswa 9B yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan siswa sebelum dan sesudah edukasi. Simpulan kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan siswa-siswi SMP tentang peran dukungan keluarga pada gaya hidup sehat mereka.   ABSTRACT Adolescent health, both physically and mentally, has become a significant public health issue and a serious concern globally, including in Indonesia. Factors contributing to this health problem include lifestyle habits and lack of health knowledge. Families play a crucial and fundamental role in shaping adolescent health behaviors. Muhammadiyah junior high school students need to know the importance of family support for their healthy lifestyles. The objective of this study was to determine whether there was an increase in knowledge about family support for healthy lifestyles among junior high school students at Muhammadiyah PK Surakarta. The study was conducted using a pretest, presentation of material by a doctor using slides, and a posttest. The results obtained were an average pretest score of 63.36, an average posttest score of 97.59, and an average score increase of 34.54. From the t-test analysis, p<0.001 was obtained for students in class 9A and class 9B, indicating a significant difference in students' knowledge before and after the education program. The conclusion of this activity is that there was an increase in the knowledge of junior high school students about the role of family support in their healthy lifestyle.
Efikasi Diri Dan Tingkat Pendidikan Mempengaruhi Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Widyaningtyas, Pintakasari; Candrasari, Anika; Jatmiko, Safari Wahyu; Lestari, Nining
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tuberkulosis merupakan penyakit yang sudah sangat umum dan menjadi masalah baik di dunia maupun di Indonesia. Berdasarkan hasil laporan dari World Health Organization (WHO) diperkirakan terdapat 1,4 juta masyarakat dunia terjangkit penyakit tuberkulosis pada tahun 2016. 1,4 juta diantaranya meninggal dunia. Laporan terbaru menyatakan terdapat setidaknya sekitar 6 juta masyarakat menderita penyakit tuberkulosis. Mengetahui ada tidaknya hubungan antara efikasi diri dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua pasien dewasa tuberkulosis yang aktif berobat di BBKPM Surakarta pada tahun 2019 dengan sampel 50 responden dengan teknik kuota sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan regresi logistik. Ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri (p=0,027) dan tingkat pendidikan (P=0,001) dengan kepatuhan pengobatan pasien tuberculosis. Dengan yang paling berpengaruh adalah tingkat pendidikan (OR= 11,323) lalu kemudian efikasi diri (OR= 5,247). Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara efikasi diri dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan pengobatan pasien dengan tingkat pendidikan yang paling berpengaruh. Faktor efikasi diri dan tingkat pendididkan berpengaruh secara bermakna terhadap kepatuhan pengobatan pasien tuberculosis. Tingkat faktor risiko kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis yang terbesar adalah tingkat pendidikan
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis dan Salmonella typhi Zahro Iftikhonsa, Hasna; Sutrisna, EM; Wahyu Jatmiko, Safari; Sintowati, Retno
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yangutama di negara maju dan berkembang. Staphylococcus epidermidisdan Salmonella typhi merupakan bakteri gram positif dan bakterigram negatif yang masih menjadi penyebab infeksi tersering.Pengobatan dengan antibiotik sering menimbulkan resistensi akibatpemberian yang irasional. Daun salam mengandung senyawa kimiatanin (21,7%), flavonoid (0,4%), dan minyak atsiri (0,05%) yangmemiliki sifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahuiaktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun salam (Syzygiumpolyanthum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcusepidermidis dan Salmonella typhi. Metode: Tiap bakteri dibagimenjadi 5 kelompok, cefazolin sebagai kontrol positif, CMC 1%sebagai kontrol negatif, fraksi etil asetat 5%, 10% dan 20% sebagaikelompok perlakuan. Zona hambat disekitar sumuran diukurmenggunakan jangka sorong. Zona hambat terhadapStaphylococcus epidermidis terbentuk pada konsentrasi 5%, 10%dan 20% sebesar 10,8 mm, 13,1 mm dan 14,5 mm sedangkanterhadap Salmonella typhi sebesar 5,6 mm, 7,3 mm, dan 10,9 mm.Analisis statistik Kruskall Wallis menunjukkan perbedaan yangsignifikan dengan nilai p=0,000 pada masing-masing bakteri.Dapat disimpulkan fraksi etil asetat daun salam (Syzygiumpolyanthum) memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan secarastatistik terhadap Staphylococcus epidermidis dan Salmonella typhi.
Obesitas Sebagai Faktor Risiko Keparahan Pada COVID-19 Aqmarina, Nadia Wdihi; Risanti, Erika Diana; Mahmudah, Iin Novita Nurhidayati; Jatmiko, Safari Wahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas diketahui sebagai peradangan kronis derajat rendah. Hal ini menjadi faktor yang dapat menyebabkan keparahan pada gejala COVID-19. Gejala COVID-19 dinyatakan dalam asimptomatis hingga kritis dan obesitas dicurigai memiliki peran dalam tingkat keparahan COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan tingkat keparahan COVID-19. Penelitian ini dilakukan pada 13 Desember 2020 pada mesin pencarian Pubmed, Science Direct dan Google Scholar dengan memasukkan kata kunci (obesity OR overweight) AND risk factor AND (severe OR severity) AND fatality rate AND (COVID-19 OR SARS-CoV-2 OR Novel coronavirus). Selanjutnya dilakukan skrining sesuai dengan kriteria restriksi yang telah ditetapkan dan mengelompokkan artikel penelitian dalam tabel lalu diurutkan sesuai alphabet nama peneliti. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan, sehingga didapatkan sampel sebanyak 11 artikel berasal dari Negara Italia, China, New York, USA dan Prancis. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara BMI dan nilai risiko yang menyebabkan keparahan pada COVID-19. Semakin tinggi kenaikan angka BMI akan memberikan nilai risiko yang lebih tinggi pula. Keparahan penyakit ditandai dengan penggunaan alat bantu pernafasan (IMV, NIV, oksigenasi dan ECMO), penggunaan ruang ICU, penurunan PaO2 dan SaO2 serta hipoksemia.
Disfungsi Seksual Pada Wanita Dengan Polikistik Ovarium Sindrom: Systematic Review Putri, Aprida; Jatmiko, Safari Wahyu; Lestari, Nining; Nursanto, Dodik
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Polikistik ovarium sindrom (PCOS) adalah kelainan endokrin yang paling umum terjadi pada wanita usia reproduksi. Ini memengaruhi hampir 20% dari mereka, namun persentase ini bervariasi sesuai dengan kriteria diagnostik yang diadopsi. Sindrom ini ditandai dengan oligo-amenore, dengan atau tanpa hiperandrogenisme/hiperandrogenemia atau morfologi ovarium polikistik, dan obesitas juga sangat sering dikaitkan dengannya. Ciri PCOS tersebut jadi faktor terbentuknya morbiditas psikologis penderita, sebab penderita merasa kurang feminin serta memelihara perasaan yang lebih depresi. Mereka bisa jadi pula secara negatif mempengaruhi citra diri mereka yang berakibat pada seksualitas. Fungsi seksual tergantung pada integrasi aspek fisik, sosioemosional, serta intelektual. Pengetahuan yang lebih baik tentang kejadian, penyebab dan faktor risiko disfungsi seksual pada wanita dengan PCOS akan membantu dalam pencegahan, pengobatan dan prognosis pasien. Tujuan: Peneliti ingin mengetahui adakah pengaruh PCOS terhadap disfungsi seksual pada wanita dengan polikistik ovarium sindrom? Metode: Penelitian ini adalah studi systematic review. Data yang diperoleh adalah data sekunder yaitu hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Sumber data sekunder yang diperoleh berupa artikel jurnal internasional. Pencarian literature dalam systematic review ini menggunakan dua database yaitu Pubmed, Science Direct. Hasil: Didapatkan hasil data gabungan dari 2 database sebanyak 1764 artikel, 29 terduplikat, sisa hasil didapatkan 1735 artikel, dieliminasi kembali sesuai tittle, abstrack dan fulltext didapatkan 1491 data exclude, hasil sisa 244 artikel diantara nya data full text excluded 232 dan sebanyak 12 data yang sudah dilakukan analisa kritis. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian atau tinjaun sistematis dari 12 artikel dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara kejadian disfungsi seksual pada wanita dengan PCOS dibanding kontrol dalam skor FSFI, tetapi terdapat efek kecil yang signifikan ditemukan pada subskala fungsi seksual (gairah: P = 0,019; lubrikasi: P = 0,023; kepuasan: P = 0,015; orgasme: P = 0,028), hal ini menunjukkan gangguan fungsi seksual pada wanita dengan PCOS.
COMPARISON OF GRAM-BACTERIAL RESISTANCE PATTERNS OF PNEUMONIA IN THE ELDERLY AND NON-ELDERY Mahmuda, Iin Novita Nurhidayati; Dewi, Listiana Masyita; Jatmiko, Safari Wahyu; Faizah, Ishmah Nur; Kania, Yulia Intan; Affifah, Fathiyya Noor; Prasetyo, Andri Sugeng
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia is an infectious disease of the lungs caused by various microorganisms that cause inflammation of the lung parenchyma. This infectious disease is more likely to affect elderly patients. Most of the microorganisms that cause pneumonia are bacteria, both gram-positive and gram-negative bacteria. The main management for patients with pneumonia is to use antibiotic therapy. The irrational use of antibiotics can increase the occurrence of antibiotic resistance. This study aimed to compare the resistance patterns of Gram-positive and Gram-negative bacteria causing pneumonia in elderly and non-elderly patients. This study used a descriptive method with secondary data in the form of medical record data and antibiotic sensitivity test data. based on this study, it was found that the bacteria that caused pneumonia were mostly gram-negative bacteria. The most common gram-negative bacteria was Klebsiella pneumoniae, while the most common gram-positive bacteria was Streptococcus sp. The results of antibiotic sensitivity tests on gram-positive bacteria showed that the majority were resistant to fluoroquinolones, namely Ciprofloxacin (64%), Levofloxacin (59%). Meanwhile, gram-negative bacteria were mostly resistant to Ampicilin (84%) and Cefadroxil (83%). Conclusion: The bacteria that cause pneumonia, both gram-positive and gram-negative, experienced antibiotic resistance to the tested antibiotics. The selection of antibiotic therapy can be adjusted according to the causative bacteria and their resistance patterns.Keywords: Pneumonia; Antibiotic resistance pattern; Gram-positive bacteria; Gram-negative bacteria
Co-Authors Adam Nur Rahman Affifah, Fathiyya Noor Agus Widodo Agustina, Dinda Dwi Ahmad Alrizaldi Alfajri, Asri Alim, Fika Nurul Amry Irsyada Yusuf Anam, Ilham Hafizha Maulana Anggitaratri, Zakia Novi Anika Candrasari Annas Syahirul Nugraha Annas Syahirul Nugraha, Annas Syahirul Annisa Maulidia Anton Agus Setyawan Aprida Putri Aqmarina, Nadia Wdihi Arif Pristianto Arkan Adi Widiya Arkan Adi Widiya, Arkan Adi Arsya Sakti Yudha Aryanto Asfarina, Fatin Aulia Hanif Aulida Azkia Kamila AY Yanto Azenta, Moch. Tabriz Azhim Rahmawati Azhim Rahmawati, Azhim Brilliantama, Fandy Akbar Budi Rahayu, Ummi Dadang Nugroho Dedhy Sastiyono Devi Usdiana Rosyidah Dewa Made Krisna Viandara Dewangga, Mahendra Wahyu Dewi, Asri Seftika Dewi, Listiana Masyita Dila Septianing Nugrahanifa Dodik Nursanto Dwi Kusumaningsih Dwi Rosella Komala Sari Edi Dharmana Em Sutrisna Emawan Noor Fikri Erika Diana Risanti Fadhil Emdian Nugraha Faizah, Ishmah Nur Farita Adhynda Amithya Fauzi, Favian Arriella Shabri Ikmal Favian Arriella Shabri Ikmal Fauzi Faza Ovita Balqis Fiqih Habib Marwa Fitka Romanda Fitri, Alifah Aulia Graffico Eryza Oldiara Haliza, Sheli Nur Hanif, Aulia Hasna Zahro Iftikhonsa Ichsan, Burhanuddin Iin Novita Nurhidayati Mahmuda Ilham Hafizha Maulana Anam Imronudin Imronudin Kamila, Aulida Azkia Kania, Yulia Intan Komalasari, Dwi Rosella Kumala, Aswa Arsa Lestari, Nining Listiana Masyita Dewi Lisyani Suromo, Lisyani Luthfi Primadani Kusuma Mapa, Anna Rochim Maulida, Amira Hasna Metana Puspitasari Muhammad Adha Muhammad Alim Abdulmajid Hidayatulloh Muhammad Yusuf Muzakar Isa Nadia Wdihi Aqmarina Nastiti Farasvita Putri Nida Faradisa Fauziyah Nining Lestari Nining Lestari Noor Hafida Widyastuti Nur Mahmudah Nur Mahmudah Nurhaliza, Sheli Pambudi, Nasrurrofiq Risvana Bayu Pintakasari Widyaningtyas Prasetyo, Andri Sugeng Putri, Aprida Rafif Ryandra Izdhihar Ramadhan, Variansa Sava Retno Sintowati Retno Siryaningsih Retno Siryaningsih, Retno Riandini Aisyah Rochmadina Suci Bestari Rohman, Raihan Fadzlur Sabna Ayu Sagita Berliana Salsabiela, Salwa Salsabila, Nabila Mutia Sholeh, Muhammad Dzikru Irfan Sigit Widyatmoko Sri Wahyuni Sulistiyo, Azka Hafiy Sulistyani Sulistyani Supraba, Intan Pratiwi Suryani, Latifah Syahida, Safira Tara , Irmanawati Audhina Nirmala Tri Agustina, Tri Utami, Aurelia Ratna Utami, Indari Vemas Rifki Pradana Vitania Marsya Wafiq, Muhammad Azzim Waseso, Wahyu Wibowo, Haryo Kunto Widyaningtyas, Pintakasari Yohannes Adhie Wijaya Yuli Kusumawati Yunitama, Alifa Agil Dhillu Zahro Iftikhonsa, Hasna Zakia Novi Anggitaratri Zulfah, Khairina Zulfiona Dianes