Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal of Community Empowerment

SOSIALISASI PENTINGNYA GIZI SEIMBANG DALAM MENURUNKAN RISIKO STUNTING PADA ANAK DI DESA JAGARAGA, KECAMATAN KURIPAN KABUPATEN LOMBOK BARAT Maulana, Arif; Muis, Ammar; Putri, Abelia; Fani, Muhammad Zainul; Yulianti, Yulianti; Rahmawati, Endang
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.27239

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama di daerah dengan tingkat kesejahteraan rendah seperti Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada masa awal kehidupan anak, yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif mereka. Tingginya prevalensi stunting di wilayah ini menunjukkan perlunya intervensi terpadu untuk meningkatkan kesadaran dan penerapan pola makan bergizi seimbang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menurunkan risiko stunting melalui edukasi tentang gizi seimbang kepada ibu dengan anak di bawah tiga tahun, pemberian makanan tambahan (PMT), dan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pemberian kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman ibu terkait gizi. Intervensi ini juga dilengkapi dengan pendistribusian PMT yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu dan kader Pos PAUD di Desa Jagaraga, dengan total partisipasi sebanyak 26 ibu, 28 anak, 4 kader Pos PAUD, dan 1 perwakilan perangkat desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 96% ibu memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya gizi seimbang, sedangkan 4% lainnya masih membutuhkan edukasi lanjutan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang untuk anak, yang diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Desa Jagaraga. Intervensi ini dapat menjadi model untuk diterapkan di wilayah lain dengan permasalahan serupa. Kata Kunci: Stunting; gizi seimbang; pemberian makanan tambahan (PMT.); pengabdian masyarakat.ABSTRACTStunting is a significant health problem in Indonesia, especially in low-welfare areas such as Jagaraga Village, Kuripan District, West Nusa Tenggara Province. This condition is caused by a lack of nutritional intake in the early years of a child's life, which impacts their physical growth and cognitive development. The high prevalence of stunting in this area indicates the need for integrated interventions to increase awareness and implementation of a balanced nutritious diet. This service activity aims to reduce the risk of stunting through education about balanced nutrition to mothers with children under three years old, providing additional food (PMT), and increasing community understanding of the importance of a healthy diet. The methods used include socialization, training, and administration of questionnaires to measure the level of understanding of mothers regarding nutrition. This intervention is also complemented by the distribution of PMT tailored to the nutritional needs of children. The target partners in this activity were mothers and PAUD cadres in Jagaraga Village, with a total participation of 26 mothers, 28 children, 4 PAUD cadres, and 1 representative of village officials. The results of the activity show that 96% of mothers have a good understanding of the importance of balanced nutrition, while 4% still need further education. This activity succeeded in increasing community awareness and understanding of the importance of balanced nutrition for children, which is expected to reduce stunting rates in Jagaraga Village. This intervention can be a model to be applied in other areas with similar problems.Keywords: Stunting; balanced nutrition; supplementary feeding; community service.
PENINGKATAN LITERASI MEDIA PEREMPUAN MELALUI WORKSHOP PARTISIPATIF DI KOMUNITAS MBW LOMBOK Rahmawati, Endang; Rohmah, Nur Liya Ni'matul; Saudi, Yusron
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.30817

Abstract

ABSTRAK                                                                            Media memiliki peran sentral dalam membentuk pemahaman dan persepsi masyarakat, termasuk dalam menyebarkan isu-isu sensitif yang secara langsung berdampak pada perempuan. Di tengah maraknya hoaks, stereotip gender, dan konten negatif di media sosial, kemampuan perempuan untuk memahami dan menyaring informasi menjadi kebutuhan mendesak. Komunitas Perempuan Mataram babyweares adalah sebuah komunitas yang berdiri pada tahun 2017 di Kota Mataram. Komunitas ini beranggotakan para ibu yang memiliki kepedulian terhadap praktik pengasuhan anak, khususnya melalui metode babywearing atau menggendong bayi dengan alat bantu yang ergonomis dan aman. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diselenggarakan dalam bentuk Workshop Literasi Media Perempuan bekerja sama dengan komunitas Mataram Babywearers (MBW) di Lombok, dengan tema “Pentingnya Bijak Bermedia Sosial dan Cara Cek Fakta Berita Hoaks”. Metode pelaksanaan berupa pelatihan intensif satu hari yang terbagi dalam tiga sesi utama: pemahaman dasar literasi media, keterampilan penggunaan media digital, dan pembuatan konten kolaboratif. Peserta yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini adalah seluruh anggota Komunitas MBW dengan jumlah kurang lebih 70 orang. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan berbasis praktik langsung dengan menggunakan perangkat digital serta media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam membedakan informasi valid dan berita palsu, serta kemampuan kritis dalam menggunakan media digital. Peserta juga berhasil memproduksi konten edukatif berupa artikel, blog, dan poster yang mencerminkan perspektif perempuan dalam komunitas mereka. Diskusi dan refleksi peserta mengindikasikan adanya perubahan sikap dan peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan media untuk menyuarakan opini dan kebutuhan mereka. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam pemberdayaan perempuan dan membangun jejaring komunikasi yang lebih sehat dan produktif di tingkat komunitas.Kata kunci: literasi media, perempuan, media sosial, hoaks, pemberdayaan komunitas, babywears. ABSTRACT The media plays a central role in shaping public understanding and perception, including the dissemination of sensitive issues that directly impact women. Amidst the rampant spread of hoaxes, gender stereotypes, and negative content on social media, women's ability to understand and filter information has become an urgent necessity. Community. Mataram Babywearers is a community that was established in 2017 in the city of Mataram. This community consists of mothers who are concerned about child-rearing practices, particularly through the method of babywearing, which involves carrying babies with ergonomic and safe carrying tools. Therefore, this Community Service activity is organized in the form of a Media Literacy Workshop for Women in collaboration with the Mataram Babywearers (MBW) community in Lombok, with the theme 'The Importance of Being Wise in Social Media and How to Fact-Check Hoax News'. The implementation method is in the form of an intensive one-day training divided into three main sessions: basic understanding of media literacy, skills in using digital media, and collaborative content creation. Participants involved in this service activity are all members of the MBW Community, totaling around 70 people. The approach used is participatory and practice-based, utilizing digital devices and social media. The activities resulted in an increased understanding among participants in distinguishing valid information from fake news, as well as critical skills in using digital media. Participants were also able to produce educational content in the form of articles, blogs, and posters that reflect the perspectives of women in their communities. Discussions and reflections from participants indicated a change in attitudes and an increase in confidence in using media to voice their opinions and needs. This activity had a positive impact on women's empowerment and built healthier and more productive communication networks at the community level. Keywords: Literacy. Media. Women
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMAN USAHA MELALUI PENGEMBANGAN USAHA IKAN ASAP YANG BERKELANJUTAN DI DESA MAPAK INDAH Hidayanti, Nur Fitri; Ariani, Zaenafi; Lamusiah, Siti; Hayati, Mardiah; Rahmawati, Endang; Ilham, Ilham; Hudri, Muhammad
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31824

Abstract

ABSTRAKSektor perikanan memegang peranan krusial dalam menopang perekonomian masyarakat pesisir di Indonesia, termasuk di Desa Mapak Indah, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, khususnya ikan, membuka peluang besar bagi pengembangan usaha pengolahan seperti ikan asap. Namun, potensi ini seringkali belum tergarap optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen usaha, terutama terkait keberlanjutan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan manajemen usaha melalui pengembangan usaha ikan asap yang berkelanjutan di Desa Mapak Indah. Metodologi program ini melibatkan 18 peserta ibu-ibu pelaku UMKM ikan asap dan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2025 di Desa Mapak Indah, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi permasalahan dan kebutuhan mitra, pelatihan manajemen usaha dan keuangan, penerapan teknologi pengasapan yang ramah lingkungan, pelatihan pemasaran dan branding produk, serta pendampingan dan monitoring berkala. Tahapan kegiatan dilakukan oleh Tim dari pelatihan proses pengolahan ikan asap yang baik dan tepat, dan dilanjudkan dengan pendampingan manajeman usaha yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 65 menjadi 80. Selain itu, rata-rata penjualan UMKM meningkat sebesar 30% dalam tiga bulan setelah pelatihan. Sebanyak 80% ibu-ibu pelaku UMKM berhasil membuka lapak fisik, dan rata-rata pendapatan bulanan mereka meningkat dari Rp 400.000 menjadi Rp 700.000 dalam satu minggu setelah pendampingan.Kata kunci: Manajemen Usaha; Ikan Asap; Berkelanjutan. ABSTRACTThe fisheries sector plays a crucial role in supporting the economy of coastal communities in Indonesia, including in Mapak Indah Village. Its abundant natural resources, especially fish, open up significant opportunities for developing processing businesses like smoked fish. However, this potential often remains underutilized due to limited knowledge and skills in business management, particularly regarding sustainability. This community service program aims to provide business management training and mentoring through the development of sustainable smoked fish businesses in Mapak Indah Village. The program's methodology involved 18 women participants who are micro, small, and medium-sized enterprise (MSME) owners in the smoked fish sector. It was carried out on May 17, 2025, in Mapak Indah Village, Mataram, West Nusa Tenggara. The implementation methods included identifying partners' problems and needs, business and financial management training, implementing eco-friendly smoking technology, product marketing and branding training, and regular mentoring and monitoring. The stages of the activity are carried out by the Team from training on the proper and correct process of processing smoked fish, and continued with assistance in business management that is in accordance with community conditions. The program's results showed an increase in participants' knowledge and skills, with the average knowledge score rising from 65 to 80. Additionally, the average MSME sales increased by 30% within three months after the training. A significant 80% of the women MSME owners successfully opened physical stalls, and their average monthly income increased from Rp 400,000 to Rp 700,000 within one week of receiving mentoring.Keywords: Business Management; Smoked Fish; Sustainable. 
PENINGKATAN LITERASI DAKWAH DIGITAL BAGI IBU-IBU MAJELIS TAKLIM DI ERA MEDIA SOSIAL Rahmawati, Endang; Saudi, Yusron
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                                                                                     literasi dakwah digital pada kelompok ibu-ibu majelis taklim di era media sosial merupakan isu krusial yang berdampak pada efektivitas penyebaran nilai-nilai keislaman di ruang digital. Rendahnya pemahaman tentang literasi digital, etika komunikasi Islam, serta keterbatasan keterampilan dalam membuat konten dakwah menjadi kendala utama bagi majelis taklim dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah yang bijak, santun, dan kreatif. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, softskill, serta hardskill anggota majelis taklim dalam literasi dakwah digital, agar mereka mampu menjadi agen dakwah digital di lingkungan keluarga, komunitas, maupun masyarakat luas. Program dilaksanakan melalui metode sosialisasi, workshop, penyuluhan, diskusi, dan praktikum pembuatan konten digital di Masjid Baiturrahman Pesona Banyu Asri, Banyumulek, Lombok Barat. Mitra utama dalam kegiatan ini adalah Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Banyu Asri, beranggotakan 25 ibu-ibu rumah tangga dengan latar belakang pendidikan beragam. Evaluasi dilakukan secara sistematis melalui pre-test dan post-test, observasi langsung, serta analisis hasil praktik pembuatan konten digital oleh peserta. Hasil yang dicapai menunjukkan adanya peningkatan pemahaman literasi dakwah digital sebesar 80%, keterampilan hardskill pembuatan konten digital meningkat 75%, sedangkan softskill terkait sikap bijak bermedia sosial dan etika komunikasi Islam meningkat sebesar 85% dibandingkan sebelum pelaksanaan kegiatan. Selain itu, terbentuknya komunitas dakwah digital sederhana di lingkungan majelis taklim dan meningkatnya motivasi peserta untuk menyebarkan pesan-pesan keislaman melalui media sosial menunjukkan dampak positif secara sosial dan kelembagaan. Kegiatan ini mendorong transformasi majelis taklim menjadi pusat pendidikan dakwah modern yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman dan berkontribusi pada pembangunan karakter masyarakat digital yang religius. Kata kunci: literasi dakwah digital, majelis taklim, pemberdayaan perempuan, media sosial. ABSTRACTThe objective of this community engagement activity is to improve the knowledge, soft skills, and hard skills of majelis taklim members in digital dakwah literacy, enabling them to become digital dakwah agents in their families, communities, and wider society. The program was conducted through methods such as socialization, workshops, counseling, discussions, and practical sessions on digital content creation at Masjid Baiturrahman Pesona Banyu Asri, Banyumulek, West Lombok. The main partner in this activity was Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Banyu Asri, with 25 housewife members from diverse educational backgrounds. Evaluation was conducted systematically through pre- and post-tests, direct observation, and analysis of participants’ digital content creation outcomes. The results showed an increase in digital dakwah literacy understanding by 80%, an improvement in hard skills for digital content creation by 75%, and a rise in soft skills related to wise social media behavior and Islamic communication ethics by 85% compared to the pre-activity condition. Additionally, a simple digital dakwah community was formed within the majelis taklim environment, and participant motivation to spread Islamic messages through social media increased, indicating positive social and institutional impacts. This activity has encouraged the transformation of majelis taklim into a modern educational center for dakwah that is more adaptive to changing times and contributes to the development of a digitally religious community character. Keywords: digital dakwah literacy, majelis taklim, women’s empowerment, social media.
PENDIDIKAN SOSIALITA BERBASIS AL-QUR’AN MELALUI METODE QUICK AND SMART QUR’AN DI DESA PERAMPUAN KECAMATAN LABUAPI LOMBOK BARAT Ariani, Zaenafi; Muhirdan, Muhirdan; Hidayanti, Nur Fitri; Rahmawati, Endang; Wiramaya, Devi Sastika; Rohayu, Rina
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38766

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah memengaruhi pola kehidupan sosial ibu rumah tangga, termasuk munculnya fenomena sosialita di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Pergeseran makna sosialita dari aktivitas sosial berbasis kepedulian menjadi simbol eksistensi diri di ruang digital berpotensi melemahkan karakter humanis dan spiritual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan pendampingan dan penguatan karakter ibu-ibu sosialita melalui pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode Quick and Smart Qur’an (QSQ) di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program, pembentukan kelompok binaan, serta kajian Al-Qur’an intensif dengan pendekatan visual, auditori, kinestetik, cerita, imajinasi, dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta dokumentasi kegiatan. Melibatkan 30 peserta, dilaksanakan 10 sesi pembelajaran intensif. Tingkat partisipasi aktif peserta mencapai 75% serta terbentuk satu komunitas belajar Al-Qur’an yang aktif dan berkelanjutan. Evaluasi kuantitatif menunjukkan peningkatan pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an sebesar 38%. Selain itu, terjadi peningkatan indikator soft skills, yaitu disiplin kehadiran sebesar 30%, empati sosial sebesar 25%, dan komitmen spiritual sebesar 35%. Program ini menunjukkan bahwa metode QSQ efektif sebagai model pendampingan karakter berbasis Al-Qur’an yang adaptif dan transformatif bagi komunitas ibu-ibu sosialita, serta berpotensi direplikasi dalam pembinaan karakter keagamaan perempuan di tingkat lokal.Kata kunci: Ibu-Ibu Sosialita; Pembelajaran Al-Qur’an; Quick and Smart Qur’an; Penguatan Karakter. ABSTRACTThe development of digital technology and social media has influenced the social life patterns of housewives, including the emergence of the socialite phenomenon among lower-middle-class communities. The shift in the meaning of socialite from social activities based on humanitarian concern to a symbol of self-existence in digital spaces has the potential to weaken humanistic and spiritual character. This community service program aims to provide mentoring and strengthen the character of socialite housewives through Qur’anic learning using the Quick and Smart Qur’an (QSQ) method in Perampuan Village, Labuapi District, West Lombok Regency. The implementation method includes program socialization, the formation of participant groups, and intensive Qur’anic study using visual, auditory, kinesthetic, storytelling, imagination, and interactive discussion approaches. Evaluation was conducted through pre-test and post-test, participatory observation, and activity documentation. The program involved 30 participants and was conducted through 10 intensive learning sessions. The results show that the active participation rate of participants reached 75%, and a sustainable Qur’anic learning community was successfully established. Quantitative evaluation indicates an increase in participants’ understanding of Qur’anic values by 38%. Furthermore, there was an improvement in several soft skill indicators, including a 30% increase in attendance discipline, a 25% increase in social empathy, and a 35% increase in spiritual commitment. The program demonstrates that the Quick and Smart Qur’an (QSQ) method is effective as an adaptive and transformative Qur’an-based character mentoring model for socialite housewife communities. Moreover, this model has the potential to be replicated as an approach to strengthening religious character development among women at the local community level.Keywords: Socialite Mothers; Qur’anic Learning; Quick and Smart Qur’an; Character Strengthening.
STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT BERBASIS KULINER SYARIAH DAN LITERASI DIGITAL UNTUK KOMUNITAS MAJELIS TAKLIM BAITURRAHMAN PESONA GRIYA ASRI Zaki, Muhammad; Hidayanti, Nur Fitri; Ariani, Zaenafi; Rahmawati, Endang; Ilham, Ilham; Hulaimi, Ahmad
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.35973

Abstract

ABSTRAKPelaku usaha kuliner yang tergabung dalam Komunitas Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Griya Asri menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan usaha, khususnya pengelolaan keuangan yang masih tradisional, belum melakukan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) secara sistematis, mencampur keuangan usaha dengan keuangan pribadi, serta memiliki keterbatasan literasi digital untuk mendukung pemasaran produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi umat melalui pemberdayaan pelaku usaha kuliner berbasis prinsip syariah dan literasi digital sehingga mampu mengelola usaha secara lebih profesional dan berdaya saing. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-terintegrasi melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk identifikasi kebutuhan, workshop perhitungan HPP dan pencatatan keuangan digital, pelatihan literasi digital meliputi fotografi produk dan pemanfaatan media sosial serta e-commerce, seminar fikih muamalah, serta pendampingan dan monitoring pascapelatihan. Kegiatan dilaksanakan di Perumahan Pesona Griya Asri, Lombok Barat, dengan mitra sasaran anggota Majelis Taklim Baiturrahman yang memiliki usaha kuliner, melibatkan sebanyak 25 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai perhitungan HPP, meningkatnya kemampuan dalam menggunakan aplikasi pencatatan keuangan digital, tumbuhnya konsistensi dalam melakukan pencatatan keuangan usaha secara rutin, meningkatnya pemanfaatan platform digital untuk pemasaran produk, serta meningkatnya pemahaman peserta terhadap praktik bisnis yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah sehingga mendukung penguatan kapasitas usaha kuliner masyarakat secara berkelanjutan.Kata kunci: Pemberdayaan Ekonomi; Kuliner Syariah; Literasi Digital; UMKM.ABSTRACTCulinary entrepreneurs who are members of the Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Griya Asri community face various challenges in managing their businesses, particularly in financial management which is still traditional in nature. Many of them have not systematically calculated the Cost of Goods Sold (COGS), still mix business finances with personal finances, and have limited digital literacy to support product marketing. This community service activity aims to enhance the economic capacity of the community through the empowerment of culinary entrepreneurs based on sharia principles and digital literacy so that they are able to manage their businesses more professionally and competitively. The implementation method employed a participatory-integrated approach through Focus Group Discussions (FGD) to identify needs, workshops on COGS calculation and digital financial record-keeping, digital literacy training including product photography and the utilization of social media and e-commerce platforms, seminars on fiqh muamalah, as well as post-training mentoring and monitoring. The activity was conducted in the Pesona Griya Asri Housing Area, West Lombok, targeting members of the Majelis Taklim Baiturrahman who run culinary businesses, involving a total of 25 participants. The results of the activity indicate an increase in participants’ understanding of COGS calculation, improved ability to use digital financial recording applications, growing consistency in conducting routine business financial records, increased utilization of digital platforms for product marketing, and enhanced understanding of business practices in accordance with sharia economic principles, thereby supporting the sustainable strengthening of community-based culinary enterprises. Keywords: Economic Empowerment; Sharia Culinary; Digital Literacy; MSMEs.