Claim Missing Document
Check
Articles

PEMODELAN BANGKITAN PERGERAKAN PADA PERUMAHAN PONDOK CILEGON INDAH KOTA CILEGON Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary; Muhamad Ferhad
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.781 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1991

Abstract

Perumahan Pondok Cilegon Indah (PCI) memiliki kurang lebih 5087 unit rumah yang dapat membangkitkan pergerakan menuju pusat kegiatan seperti perkantoran, pendidikan, dan lain-lain yang berada di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan bangkitan pergerakan serta menganalisa faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi bangkitan pergerakan pada perumahan PCIsehingga dapat disiapkan langkah antisipasi apabila terjadi permasalahan transportasi yang disebabkan pembangunan perumahan sejenis atau pertambahan jumlah penduduk. Penelitian ini dilakukan terhadap 98 kepala keluarga yang bermukim di perumahan PCI dengan menggunakan metode sampling acak sederhana. Hasil survey dianalisis menggunakan metode analisis regresi linear berganda untuk mendapatkan model yang paling sesuai dengan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 20. Model terbaik untuk bangkitan pergerakan pada perumahan PCI adalah Y = 0,256 + 0,748X6+ 0,839X7 + 0,115X8 dengan R2= 0,872, F-hitung = 220,449 dan thitung masing-masing 2,965, 12,779, 21,042, 2,429 dan SEE = 0,34627 dimana X6 adalah jumlah anggota keluarga bekerja, X7 adalah jumlah anggota keluarga bersekolah, dan X8 adalah jumlah mobil
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RESIKO BIAYA KONTRUKSI PADA PROYEK DENGAN KONTRAK LUMPSUM DAN UNIT PRICE DI KOTA CILEGON MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) Andi Maddeppungeng; Rindu Twidi Bethary; Eric Barzani
Jurnal Fondasi Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.776 KB) | DOI: 10.36055/jft.v3i2.1630

Abstract

Jenis kontrak lumpsum memiliki sifat menyeluruh dengan jumlah harga pasti dan tetap serta tidak dimungkinkan penyesuaian harga, Sedangkan pada kontrak unit price harga satuan pasti dan tetap untuk setiap satuan pekerjaan dengan spesifikasi tertentu, pembayaran didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas volume pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan oleh penyedia jasa,. Maka berdasarkan sifat dari kedua jenis kontrak itulah perlu diadakannya analisis faktor penyebab resiko biaya kontruksi pada proyek dengan kontrak lumpsum dan unit price di kota Cilegon.Penelitian ini menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dalam mengolah data primer berupa data hasil penyebaran kuesioner kepada 20 responden yang mempunyai pengalaman dan pemahaman terhadap jenis kontrak lumpsum dan unit price, yang mana akan menghasilkan bobot / tingkat prioritas faktor-faktor dan pihak-pihak penyebab resiko biaya kontruksi pada proyek dengan kontrak lumpsum dan unit price khususnya di kota Cilegon.Hasil dari penelitian ini terbukti AHP dapat digunakan dalam topik penelitian ini dengan memperhitungkan nilai rasio konsistensi (CR), didapat pihak yang menyebabkan resiko biaya kontruksi berdasarkan peringkatnya adalah sub-kontraktor, supplier material, kontraktor, perencana, pemilik (owner), dan pengawas. Lalu faktor penyebab resiko biaya kontruksi pada proyek berdasarkan peringkatnya adalah ruang lingkup pekerjaan yang tidak lengkap dengan batas-batas lingkup kerja yang kurang jelas, perbedaan kondisi site lapangan dengan yang tercantum dalam kontrak, kenaikan harga material, keterlambatan pembayaran dari owner, adanya pekerjaan tambah kurang atau pekerjaan ulang (rework) akibat kurangnya pengawasan, perubahan spesifikasi & gambar, adanya pekerjaan yang bersifat baru (belum pernah dilakukan sebelumnya) atau pekerjaan dengan tingkat kesulitan tertentu, dan terakhir adalah terjadinya kecelakaan kerja. Untuk kategori level resiko, faktor perubahan spesifikasi & gambar pada kontrak lumpsump memiliki level resiko “High”, sedangkan faktor adanya pekerjaan tambah kurang atau pekerjaan ulang (rework) akibat kurangnya pengawasan memiliki level resiko “High” pada kontrak lumpsump dan unit price.
Penggunaan Limbah Slag Nikel Untuk Material Jalan Ramah Lingkungan Rindu Twidi Bethary; Dwi Esti Intari
Jurnal Fondasi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v0i0.14473

Abstract

Pembaharuan dan penggunaan limbah merupakan salah satu isu yang cukup penting dewasa ini terkait dengan pembangunan jalan ramah lingkungan dan berkelanjutan, dimana penggunaan agregat alam sebagai material infrastruktur jalan menyebabkan ketersediannya semakin berkurang, sehingga dibutuhkan material alternatif salah satunya adalah slag nikel. Produksi nikel yang semakin meningkat berbanding lurus dengan produksi slag nikel sebagai produk limbah dari pengolahan nikel. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dan pengendalian kinerja campuran beraspal dengan menggunakan slag nikel pada lapisan perkerasan Laston lapis antara (AC- BC). Pengujian yang dilakukan antara lain karakteristik sifat fisik dari material yang digunakan yaitu aspal, agregat dan slag nikel, kemudian untuk sifat kimiawi dan mineral dari slag nikel dilakukan pengujian pengujian X-ray fluorescence spectrometry (XRF), X-ray diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Sedangkan metode empiris dengan pengujian Marshall mengacu pada ketentuan sifat-sifat campuran Laston lapis antara (AC-BC) Spesifikasi Umum Jalan dan Jembatan Bina Marga Tahun 2018 dan untuk metode mekanistiknya berdasarkan pengujian modulus resilien dengan alat UMATTA. Slag nikel dikategorikan sebagai limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) sehingga dibutuhkan pengujian untuk mengetahui kandungan zat berbahaya. Salah satu cara adalah dengan uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCPL) dari pengujian yang dilakukan nilainya lebih kecil dan memenuhi persyaratan begitu pula hasil pengujian karakteristik fisik slag nikel memenuhi persyaratan yang digunakan dalam material konstruksi jalan. Sehingga slag nikel ini merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk material konstuksi jalan ramah lingkungan.
ANALISA PENGEMBANGAN GEOMETRI LANDASAN (Studi Kasus Bandara Husein Sastranegara) Rindu Twidi Bethary; Muhammad Fakhruriza Pradana
Jurnal Fondasi Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.294 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i1.1247

Abstract

Kota Bandung sebagai pusat perekonomian dan juga sebagai ibukota dari Provinsi Jawa Barat harus didampingi dengan infrastruktur yang memadai. Permintaan terhadap transportasi udara dari dan menuju Kota Bandung dan sekitarnya dari tahun ke tahun juga semakin meningkat. Oleh karena itu, Bandar Udara Husein Sastranegara yang ada di Kota Bandung diharapkan dapat melayani penerbangan pesawat jenis besar untuk menampung permintaan (demand) yang semakin meningkat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan geometri runway dan taxiway Bandara Husein Sastranegara untuk kondisi 5 tahun kedepan dengan menggunakan metode FAA (Federal Aviation Administration) dan SKEP77 (Surat Keputusan Pemerintah tentang Persyaratan Teknis Pengoprasian BandarUdara). Dengan langkah awal adalah menganalisis pergerakan pesawat dan penumpang saat ini dan 5 tahun kedepan untuk mendapatkan pesawat rencana. Selanjutnya, menghitung geometri landasan berdasarkan pesawat rencana dan membandingkan dengan kondisi eksisting.Dari hasil analisis didapatkan, panjang runway yang dibutuhkan pesawat rencana Boeing 787-900 Dreamliner menurut aturan FAA adalah 3746 m dan menurut aturan SKEP77 adalah 3800 m sedangkan, runway eksisting hanya 2220 m. Untuk lebar runway menurut aturan FAA dan SKEP77 dapat diambil sebesar 45 m, lebarnya sama dengan kondisi eksisting. Panjang taxiway yang dibutuhkan adalah 276 m, sedangkan eksistingnya hanya 150 m dan 100 m. Untuk lebar taxiway, FAA dan SKEP77 menentukan sebesar 25 m dimana lebar taxiway eksisting mempunyai lebar 26 m dan 25 m. Kesimpulannya, panjang runway dan taxiway masih belum mampu melayani pesawat rencana tersebut.
Analisis Tingkat Kerusakan Jalan Pada Perkerasan Lentur Menggunakan Metode PCI (Pavement Condition Index) dan Metode Bina Marga (Studi Kasus: Jl. Raya Cibaliung-Sumur) Rindu Twidi Bethary; Arief Budiman; Adis Hadiyarsih
Jurnal Fondasi Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i2.12441

Abstract

Jalan Raya Cibaliung – Sumur merupakan Jalan Nasional Kolektor Primer kelas III. Perkembangan pembangunan dan ekonomi yang tidak lepas dari prasana jalan pada daerah ini menyebabkan meningkatnya angkutan barang dan jasa. Hal ini berdampak pada menurunnya tingkat pelayanan jalan yang ditandai dengan adanya kerusakan lapisan perkerasan jalan. Selain karena banyak kendaraan berat yang berlebih (overload), kerusakan juga timbul karena kondisi drainase yang kurang baik. Maka dari itu diperlukannya studi untuk mengetahui nilai kondisi kerusakan jalan serta bentuk penanganan pada ruas jalan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode PCI (Pavement Condition Index) dan metode Bina Marga. Penelitian ini dilakukan sepanjang 2000 m dengan membaginya menjadi beberapa unit sample dengan ukuran 50 m x 5,5 m. Pengambilan data dilakukan dengan cara survey visual yaitu dengan mencatat jenis kerusakan, tingkat kerusakan, serta dimensi kerusakannya, juga melakukan survey kondisi LHR (Lalu Lintas Harian) untuk mengetahui nilai kondisi lalu lintas pada ruas jalan tersebut. Dari hasil penelitian, jenis kerusakan yang ada pada ruas jalan Cibaliung-Sumur adalah Retak Kulit Buaya (76,50%), Lubang (12,67%), Tambalan (7,90%), dan Patah slip (2,92%). Hasil analisa menggunakan metode PCI menghasilkan nilai 20 dimana hasil ini menunjukan bahwa jalan ini termasuk dalam klasifikasi jalan yang sangat buruk (very poor). Sedangkan menurut hasil analisa metode Bina Marga, diperoleh urutan prioritas 12 (urutan prioritas > 7) dimasukan kedalam urutan prioritas A dimana jalan ini perlu program pemeliharaan rutin.
STUDI IDENTIFIKASI DAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN KAKU DAN PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS JALAN KAWASAN INDUSTRI KRAKATAU CILEGON) Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary; Giyyar Tantra Dewa
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.306 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1992

Abstract

Jalan Asia Raya dan Jalan Eropa I merupakan jalur utama yang menghubungkan semua pabrik industri yang ada di Kawasan Industri Krakatau kota Cilegon. Panjang Jalan Asia Raya 2,705 km dan Jalan Eropa I 1,696 km dengan kondisi jalan tidak memenuhi syarat kemantapan karena banyak kerusakan dan tambalan pada permukaan jalan. Oleh karena itu diperlukan studi untuk mengidentifikasi kerusakan dan merencanakan tebal perkerasan yang tepat, efisien serta optimal agar dapat mengakomodir beban yang melintas diatasnyaserta sesuai dengan umur rencana jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelompokan kerusakan yang terjadi pada Jalan Asia Raya dan Jalan Eropa I menggunakan metode Bina Marga, serta merencanakan perkerasan lentur menggunakan metode Bina Marga ’87 dan perkerasan kaku menggunakan metode Bina Marga 2003. Metodeini dipilih karena sudah disesuaikan dengan keadaan di Indonesia. Hasil yang diperoleh dari identifikasi kerusakan adalah luas total kerusakan 338,29 m (Jalan Asia Raya) dan 4710,9 m2 (Jalan Eropa I) dengan urutan prioritas kedua jalan tersebut adalah >7 (pemeliharaan rutin). Tebal perkerasan lentur menggunakan metode Bina Marga ’87 didapat tebal 72 cm untuk Jalan Asia Raya dan tebal 59 cm untuk Jalan Eropa I. Tebal perkerasan kaku menggunakan metode Bina Marga 2003 didapatkan tebal 31 cm untuk Jalan Asia Raya dan tebal 26 cm untuk Jalan Eropa I.Jenis perkerasan kaku yang digunakan adalah beton bersambung tanpa tulangan
Analisis Pengaturan Pola Parkir Dan Kebutuhan Parkir (Studi Kasus Stasiun Tangerang) Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary; Adi Lukman Amir
Jurnal Fondasi Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.631 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i2.4074

Abstract

Stasiun Tangerang merupakan salah satu stasiun yang terletak di provinsi Banten.Stasiun ini termasuk stasiun besar kelas C. Lahan parkir di stasiun Tangerang hanya memliki satu penempatan, yakni areal yang dibangun sebagai ruang parkir stasiun (off street parking).Pada areal yang disediakan oleh stasiun Tangerang ini dibedakan menjadi 3 tempat areal parkir yakni areal parkir khusus motor, areal parkir motor dan mobil, serta areal khusus mobil.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan pola parkir dan kebutuhan lahan parkir di stasiun Tangerang. Pola parkir stasiun Tangerang di desain sesuai dengan pedoman perencanaan dan pengoprasian fasilitas parkir 1998 . Pengumpulan data yang dibutuhhkan dari instansi pengelola parkir pada stasiun Tangerang, data data yang dibutuhkan berupa data primer dan data sekunder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk lahan parkir satu dengan luas lahan parkir 2100 m2 didapat kapasitas kendaraan roda dua 696 dan roda empat dapat 25 unit kendaraan, untuk lahan parkir dua dengan luas lahan parkir 1440 m2 didapat kapasitas kendaraan roda dua 700 unit kendaraan, dan lahan parkir tiga yang mempunyai luas lahan 1785m2 didapat kapasitas kendaraan roda empat 82 unit kendaraan. Maka pada hari kerja atau ramainya pengunjung untuk lahan parkir satu dan dua belum memenuhi kebetuhan parkir yang diminta , sedangkan lahan parkir tiga sudah dapat memenuhi kebutuhan parkir yang diminta.
Effect of Slag and Recycled Materials on the Performance of Hot Mix Asphalt (AC-BC) Rindu Twidi Bethary; Bambang Sugeng Subagio; Harmein Rahman; Nyoman Suaryana
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.1.1

Abstract

The limitations of road construction materials require alternative materials such as asphalt recycling and utilization of waste potential such as steel slag for aggregate substitutes. In this study, there were tests for slag characteristics and reclaimed asphalt pavement (RAP) then continued with a marshall test to determine the optimum asphalt content (OAC). The nine mixtures planned in this study consist of 10-30% Slag combined with 10-30% RAP with Reclamite as a rejuvenating material. Using a combination of RAP, there is a decrease in the mixing and compaction temperature of 20°C compared to the conventional hot mix. Test results on hot mix asphalt using a combination of RAP and slag generate an increase of 10-30% each using a combined gradation and volume correction. Test result in heat asphalt mixture by using RAP and slag combination with additional of 10-30% each using correction of volume and combined gradation. For the hot mix asphalt with RAP10 and SLAG 10-30 (HMAR10S10-30), the OAC value is 5.83%, 5.95%, and 5.38%, and for the hot mix asphalt with RAP20 and SLAG 10-30 (HMAR20S10- 30), the OAC value obtained is 5.90%, 5.60%, and 5.95%, and for the hot mix asphalt with RAP30 and SLAG 10-30 (HMAR30S10-30), the OAC value is 5.55%, 5.60 %, and 5.33%. Keterbatasan material konstruksi jalan membutuhkan adanya material alternatif seperti daur ulang aspal dan pemanfaatan potensi limbah seperti slag baja untuk pengganti agregat, pada penelitian ini terdapat pengujian karakteristik slag dan daur ulang aspal (RAP) kemudian dilanjutkan dengan pengujian marshall untuk menentukkan kadar aspal optimum (KAO). Sembilan campuran direncanakan dalam penelitian ini yang terdiri dari 10-30% Slag dikombinasikan dengan 10-30% RAP dengan bahan peremaja Reclamite. Dengan menggunakan kombinasi RAP terjadi penurunan temperatur pencampuran dan pemadatan lebih rendah 20°C dibandingkan campuran panas konvensional. Hasil pengujian pada campuran beraspal panas dengan menggunakan kombinasi RAP dan slag dengan penambahan masing-masing sebesar 10-30% menggunakan koreksi volume dan gradasi gabungan, untuk campuran beraspal panas dengan RAP10 dan SLAG 10-30 (HMAR10S10-30) didapatkan nilai KAO sebesar 5,83%, 5,95%, dan 5,38%, sedangkan campuran beraspal panas dengan RAP20 dan SLAG 10-30 (HMAR20S10-30) didapatkan nilai KAO sebesar 5,90%, 5,60%, dan 5,95% dan untuk campuran beraspal panas dengan RAP30 dan SLAG 10-30 (HMAR30S10-30) didapatkan nilai KAO sebesar 5,55%, 5,60%, dan 5,33%.
PERENCANAAN PERKERASAN KAKU PADA JALAN AKSES TOL CILEGON TIMUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA 2003 DAN AASHTO 1993 (STUDY KASUS JL. AKSES TOL CILEGON TIMUR STA 0+00 – STA 1+600) Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary; Rizky Rinaldiansyah
Konstruksia Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Konstruksia Vol 10 No. 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.815 KB) | DOI: 10.24853/jk.10.2.57-66

Abstract

ANALISIS PERBANDINGAN RISIKO BIAYA KONSTRUKSI ANTARA KONTRAK LUMPSUM DAN UNIT PRICE MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN DECISSION TREE (POHON KEPUTUSAN) Andi Maddepungeng; Rindu Twidi Bethary; Uswatun Chasanah
Konstruksia Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Konstruksia Vol 8 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.882 KB) | DOI: 10.24853/jk.8.1.17-33

Abstract