Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Tebal Lapis Perkerasan Kaku pada Underpass Cibubur dengan Metode Bina Marga dan NAASRA Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary; Shally Ice Veronica
Jurnal Teknika Vol 12, No 1 (2016): Edisi Juni 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i1.6623

Abstract

Jalan Trans Yogie, Cibubur sering mengalami kemacetan yang padatmaka pemerintah berencana membangun underpass di daerah Cibubur untuk mengantisipasi kemacetan.Perkerasan jalan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah perkerasan kaku (rigid pavement) yaitu perkerasan struktur yang terdiri dari plat beton semen yang bersambung (tidak menerus), atau menerus, tanpa atau dengan tulangan terletak diatas lapis pondasi bawah, tanpa atau dengan lapisan aspal sebagai lapis permukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal lapis perkerasan kaku yang dibutuhkan, mengetahui perbedaan hasil perhitungan tebal lapis perkerasan kaku dengan metode Bina Marga Pd T-14-2003 dan metode National Associations of Australian State Road Authorities (NAASRA) 1987 dan mengetahui biaya pembangunan perkerasan kaku pada Underpass Cibubur. Pengumpulan data dilakukan melalui survey data lalu lintas harian pada jalur tersebut dan nilai CBR dari Kementerian Pekerjaan Umum.Data yang didapat digunakan untuk menghitung tebal perkerasan kaku dengan metode Bina Marga 2003 dan NAASRA 1987. Berdasarkan dari hasil perhitungan didapat tebal perkerasan kaku pada Bina Marga 2003 adalah 24 cm dengan biaya Rp. 1.360.097.000,00 dan tulangan berdiameter 16 mm dengan jarak 500 mm. Sedangkan NAASRA 1987 adalah 22 cm dengan biaya Rp. 1.269.563.000,00 dan tulangan berdiameter 16 mm dengan jarak 500 mm.
Evaluation of resilience modulus of polymer-modified asphalt mixture using gypsum filler Dwi Esti Intari; Rindu Twidi Bethary
Jurnal Teknika Vol 17, No 2 (2021): Available Online in November 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v17i2.13034

Abstract

Road infrastructure plays an important role as one of the driving wheels of economic growth and development so that during its service life, it can provide good comfort and safety with quality that must be met. The selection and change of materials used are measures to preserve the pavement construction quality. The utilization and renewal of waste in the road construction sector have become important. One of the waste materials in road construction developed is gypsum powder because the lime (CaO) content is quite high. Resilience modulus is one of the fundamental parameters used in determining the quality of the material used and measuring the stiffness of the asphalt concrete mixture. This study aims to determine the mechanical properties or the resilience modulus of the HRS-WC lataston asphalt mixture using polymer modified asphalt with gypsum powder as a filler. Based on the results obtained, it is known that the addition of gypsum filler into the lataston asphalt mixture can reduce the value of the resilience modulus so that the stiffness in the mixture is reduced and can make the mixture more resistant to repeated loads. Infrastruktur jalan memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sehingga selama umur layan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan yang baik dengan kualitas yang harus dapat terpenuhi Salah satu upaya untuk menjaga kualitas struktur perkerasan adalah dengan pemilihan dan modifikasi material yang digunakan. Pemanfaatan dan pembaharuan limbah dalam sektor konstruksi jalan menjadi isu yang penting salah satu material limbah dalam konstruksi jalan yang telah dikembangkan adalah bubuk gypsum, karena kandungan kapur (CaO) yang cukup tinggi. Modulus resilien merupakan salah satu parameter fundamental yang digunakan dalam menentukkan kualitas material yang digunakan juga ukuran kekakuan campuran beton aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat mekanis atau atau modulus resilien pada campuran aspal lataston HRS-WC yang menggunakan aspal modifikasi polimer dengan bubuk gypsum sebagai filler. Berdasarkan hasil yang diperoleh diketahui bahwa dengan adanya penambahan filler gypsum ke dalam campuran beraspal lataston dapat menurunkan nilai modulus resiliennya sehingga kekakuan dalam campuran berkurang dan dapat membuat campuran tersebut lebih tahan terhadap beban berulang.  
Analisa Kekuatan Perkerasan Runway, Taxiway, dan Apron (Studi Kasus Bandar Udara Soekarno Hatta dengan Pesawat Airbus A-380) Rindu Twidi Bethary; Muhammad Fakhruriza Pradana; Suni Basidik
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.311

Abstract

Pertumbuhan volume lalu lintas udara yang cukup tinggi menyebabkan dibutuhkannya jenis pesawat yang dapat mengangkut jumlah orang dalam jumlah besar, pesawat Airbus A-380 merupakan pesawat yang mampu mengangkut penumpang terbanyak di dunia saat ini. Besarnya beban yang di akibatkan oleh pesawat Airbus A-380 ditambah bertumbuhnya volume lalu lintas menyebabkan perlu adanya evaluasi terhadap kekuatan struktur perkerasan pada bandar udara Soekarno –Hatta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kekuatan perkerasan runway, taxiway, dan apron mampu menahan beban dari pesawat airbus A-380. Penelitian ini menggunakan metode ICAO dengan mengumpulkan data-data terkait dari instansi pengelola bandar udara, data – data yang dibutuhkan merupakan data sekunder seperti perkerasan eksisting, karakteristik pesawat, pergerakan pesawat, dan nilai PCN pada bandar udara Soekarno – Hatta. Berdasarkan grafik kekuatan perkerasan bandar udara Soekarno-Hatta, mampu menahan beban hingga sebesar 80.000 lbs, nilai ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan berat pesawat Airbus A-380 yang sebesar 57.000 lbs. Kemudian hal ini di perkuat dengan nilai Pavement Classification Number pada bandar udara Soekarno Hatta sebesar 120 R/D/W/T dan 96 R/D/W/T (pada Apron terminal 3) lebih besar dari nilai Aircraft Classification Number dari pesawat jenis Airbus A-380 yaitu sebesar 94 R/D/M. 
EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA JASA TERHADAP KINERJA KERETA API (STUDI KASUS : KERETA API KALIMAYA TUJUAN MERAK-JAKARTA) Arief Budiman; Rindu Twidi Bethary; Yudanto Ardi
Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.1 KB) | DOI: 10.36055/jft.v2i1.1988

Abstract

Pada awal peluncuran KA Kalimaya pada tanggal 28 oktober 2012, KA ini merupakan permintaan dari Pemerintah Provinsi Banten, karena dalam perkembangan perekonomian dan transportasi untuk Provinsi Banten belum memiliki pelayanan kereta api yang cepat, aman, dan nyaman untuk melayani masyarakat Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja kereta api Kalimaya tujuan Merak – Jakarta.. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan perhitungan IPA (Important Performance Analysis). Populasi dalam penelitian ini adalah kapasitas tempat duduk dalam satu rangkaian KA Kalimaya yang berjumlah 424, dan sampel yang digunakan sebanyak 207 penumpang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data variabel X (Kinerja) dan variabel Y (Harapan) diukur menggunakan kuesioner dengan skala Likert. atribut pelayanan berjumlah 18 merupakan penjabaran dari aspek keselamatanperjalanan dan keandalan, ketepatan waktu, kemudahan layanan, kenyamanan, dan kecepatan dan perpindahan. Hasil penggambaran pada diagram kartisius adalah Kuadran A (V8, V10, V), Kuadran B (V1, V2, V3, V4, V15, V16, dan V17), Kuadran C (V5, V7, dan V9), dan Kuadran D (V). Dari hasil pengujian tersebut Kuadran A menjadi sangat penting karena inilah yang dinilai sangat penting oleh pengguna, sedangkan tingkat pelaksanaannya masih belum memuaskan penggunanya. Berikut ini adalah yang termasuk dalam Kuadran A dan semoga cepat dilaksanakan peningkatannya, Kemudahan orang-orangberkebutuhan khusus (penyandang cacat, lansia, ibu hamil, dan ibu membawa balita) mendapat pelayanan, Kenyamanan ergonomi/posisi tempat duduk, Kebersihan kereta di dalam dan toilet, dan Harga tiket perjalanan
PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN ALTERNATIF PALIMA-CURUG ((Studi Kasus : Kota Serang) Rindu Twidi Bethary; Muhammad Fakhruriza Pradana
Jurnal Fondasi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.084 KB) | DOI: 10.36055/jft.v5i2.1253

Abstract

Perencanaan jalan alternatif Palima-Curug yang berlokasi di Kota Serang merupakan salah satu prasarana untuk mengalihkan kendaraan besar agar tidak melewati Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, sehingga kawasan pemerintahan bebas dari kendaraan bus, truk atau kendaraan besar lainnya.Menurut peraturan daerah Kota Serangnomor 6 tahun 2011 tentangrencana tata ruang wilayah Kota Serang tahun 2010-2030, Strategi untuk menyediakan sarana dan prasarana penunjang di pusat -pusat kegiatan dan antar pusat kegiatan sesuai standar yang berlaku, yaitu dengan mengembangkan sistem prasarana utama berupa jaringan transportasi jalan raya dalam mendukung pertumbuhan dan pemerataan pembangunan sub pusat pelayanan kota. Oleh karena itu pembuatan jalan baru merupakan solusi yang baik untuk meningkatkan prasarana transportasi.Tujuan penelitian adalah merencanakan bentuk geometrik jalan sesuai kelas dan fungsinya, yaitu jalan kolektor kelas III, guna menghasilkan geometrik jalan yang memberikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi pemakai jalan. Metode yang di gunakan adalah metode Bina Marga No. 038 T/BM/1997.Hasil dari perencanaan geometrik jalan dengan panjang 4,617 KM, klasifikasi medan yang ada pada jalan rencana merupakan daerah datar, kecepatan rencana 60 km/jam dan lebar jalan yang direncanakan adalah 4x3,5 meter, direncanakan 3 tikungan Spiral-Spiral dan 8 tikungan Spiral-Circle-Spiral, untukalinemen vertical direncanakan 5 alinemen vertikal cekung dan 4 alinemen vertikal cembung
ANALISIS WAKTU DAN BIAYA MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE DAN OPTIMASI MENGGUNAKAN METODE CPM Andi Maddeppungeng; Rindu Twidi Bethary; Fisi Rayigianti
Jurnal Fondasi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.744 KB) | DOI: 10.36055/jft.v3i1.1716

Abstract

Proyek memerlukan tindakan pengendalian dari segi biaya dan waktu. Sebelum dilakukan tindakan pengendalian biaya dan waktu dengan crash, perlu diketahui terlebih dulu perkiraan waktu, biaya dan kinerja proyek yang telah berlangsung hingga akhir proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja proyek dan mendeteksi sedini mungkin perkiraan waktu dan biaya pada akhir proyek. Kemudian kita dapat melakukan pengendalian waktu dan biaya dengan optimasi melakukan crash dengan penambahan jam kerja (lembur) agar mendapatkan biaya dan waktu optimal. Penelitian ini menggunakan Metode Earned Value untuk memperkirakan waktu dan biaya akhir proyek, CPM untuk mendapatkan kegiatan jalur kritis yang akan di crashing agar mendapatkan waktu dan biaya optimal, crashing dengan cara penambahan jam kerja/lembur serta menggunakan bantuan program LINDO.Hasil penelitian Metode Earned Value yaitu pada akhir proyek pengeluaran biaya Rp.10.282.426.190,74 lebih besar dari anggaran rencana sebesar Rp.8.205.410.000,00 dan perencanaan waktu proyek tepat waktu selama 364 hari. Hasil penelitian metode CPM yaitu didapat 8 pekerjaan jalur kritis. Hasil analisis pada metode crash didapat total durasi crash 39 hari dari durasi normal 364 hari, durasi setelah crash menjadi 325 hari dengan biaya total setelah crash Rp 7.607.109.881,00 dari biaya total normal sebesar Rp 7.583.775.188,49. Maka didapat penambahan biaya setelah crash sebesar Rp  23.334.692,89. Hasil analisis menggunakan program LINDO yaitu pada jumlah total durasi crash sebesar 100 hari didapat tambahan biaya langsung sebesar Rp 35.746.380. Pada perhitungan manual didapat tambahan biaya langsung sebesar Rp 35.746.380 maka dapat disimpulkan hasil output tambahan biaya langsung dari LINDO sama dengan perhitungan manual. Kemudian pada grafik hubungan antara waktu dan penambahan biaya langsung pada percepatan durasi proyek X didapat waktu 35 hari dari waktu normal 364 hari setelah di crash menjadi 329 hari dengan penambahan biaya langsung sebesar Rp.11.000.000
Analisis Pemilihan Moda Transportasi Mahasiswa Fakultas Teknik Untirta (Studi Kasus Cilegon-Tangerang) Arief Budiman; Rindu Twidi Bethary; Fachriz Ferruzi Hilzams
Jurnal Fondasi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v0i0.14502

Abstract

Peningkatan jumlah mahasiswa terutama mahasiswa yang menggunakan kendaraan, baik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum tampaknya menyumbang kepadatan dan kemacetan lalu lintas. Penyelesaian permasalahan transportasi yang terjadi dapat dilakukan adalah dengan mengetahui karakteristik mahasiswa dalam melakukan pergerakan perjalanan, terutama dalam hal pemilihan moda transportasi yang akan digunakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karaketeristik  mahasiswa Fakultas Teknik UNTIRTA dalam memilih moda transportasi  dengan atribut biaya perjalanan, waktu perjalanan, kenyamanan pelayanan, dan keselamatan keamanan dengan metode Stated Preference dan analisa statistik menggunakan SPSS versi 25. Karakteristik responden pada penelitian ini mayoritas adalah laki-laki dan mayoritas responden memiliki SIM dan kelengkapan surat lainnya serta kepemilikan kendaraan 1 sampai 4 unit kendaraan.  Pada pengolahan data, peneliti melakukan uji Korelasi, Linearitas, Uji F dan Uji T dan Regresi Logit Multinomial. Pengujian Analisis Regresi Logistik Multinomial berdasarkan atribut responden dan Analisis Regresi Logistik Multinomial berdasarkan atribut moda menghasilkan konstanta tertinggi bernilai 0,185 dimana hal tersebut meyatakan bahwa probabilitas kendaraan pribadi lebih tinggi di bandingkan kendaraan umum dan menunjukan keterkaitan antara atribut responden dan atribut moda.
ANALISIS WAKTU BAKU KAPAL DI PELABUHAN PENYEBERANGAN MERAK ( Studi Kasus Dermaga 4 dan 5 ) Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary; Dewi Suharyanti
Jurnal Fondasi Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v8i1.5400

Abstract

Pelabuhan penyeberangan Merak merupakan pintu gerbang lalu lintas Jawa-Sumatera yang terletak di Kota Cilegon. Pelabuhan Merak saat ini memiliki 5 dermaga yang beroperasi. Pelabuhan Merak kurang mengoptimalkan penggunaan dermaga 4 dan 5, dikarenakan dermaga 4 dan 5 belum memiliki trayek tetap untuk jadwal kapal bersandar. Pengelolaan pelabuhan Merak yang tidak efektif merupakan salah satu penyebab rendahnya pelayanan. Salah satu parameter yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan pelayanan ada lahlamanya waktu operasional yang dibutuhkan kapal di pelabuhan.Data yang digunakan adalah data primer yang merupakan hasil dari wawancara berbagai sumber dan data hasil survey waktu bongkar muat dan manuver kapal. Data sekunder adalah jadwal keberangkat an kapal, jumlah dan kapasitas kapal.Waktu baku operasional merupakan jumlah dari waktu bongkar muat dan manuver dikalikan dengan kapasitas kapal. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Nilai waktu baku operasional kapal di Pelabuhan Merak rata-rata 62,124 menit/kapal. Dimana waktu baku dari masing-masing kapal sesuai dengan kapasitasnya adalah: kapal dengan kapasitas 20 kendaraan roda empat sebesar 54.273 menit, kapasitas 26 kendaraan roda empat sebesar 58.555 menit, kapasitas 30 kendaraan roda empat sebesar 61.410 menit, kapasitas 32 kendaraan roda empat sebesar 62.837menit, kapasitas 34 kendaraan roda empat sebesar 64.265 menit, kapasitas 35 kendaraan roda empat sebesar 64.978 menit, kapasitas 38 kendaraan roda empat sebesar 67.119 menit, kapasitas 40 kendaraan roda empat sebesar 68.547 menit. 2) Nilai rata-rata sebesar 62,124 menit/kapal menunjukkan operasional kapal di Pelabuhan Merak belum optimal karena lebih dari selang waktu keberangkatan yang ditetapkan di Pelabuhan Merak yaitu sebesar 60 menit.
Pengaruh Perendaman Cairan Kimia (Disenfektan) Terhadap Karakteristik Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) Siti Asyiah; Dwi Esti Intari; Ngakan Putu Purnaditya; Rindu Twidi Bethary; Woelandari Fathonah; Nopia Anggini
Jurnal Fondasi Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i2.12562

Abstract

World Health Organization (WHO) pada 11 Maret resmi menyatakan virus corona  baru atau COVID-19 sebagai pandemi,. COVID-19 yang telah menjadi pandemik penyakit global bagi seluruh dunia sangat memberikan dampak yang sangat luas, ditambah lagi belum ditemukannya vaksin atau cara lain untuk mencegahnya, namun upaya menahan penyebarannya sangat penting.  Untuk meminimalisir risiko penyebaran Covid-19 yang dapat menular antarmanusia, berbagai cara dilakukan. Salah satunya ialah menyemperotkan cairan disinfektan di berbagai ruas jalan. Berbagai metode penyemperotan pun dilakukan di berbagai tempat, mulai dari menggunakan drone, mobil taktis polisi di jalanan, petugas keliling di permukaan warga, hingga penyediaan bilik khusus disinfektan. Dengan melihat peningkatan kegiatan penyemprotan disinfektan di badan jalan khususnya, perlu diketahui pengaruh cairan disinfektan terhadap kualitas lapisan permukaan jalan beraspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh cairan disinfektan terhadap karakteristik AC-WC dalam pengujian Marshall  dengan kadar cairan disinfektan 100 %,  75 % disinfektan + 25 % air, 50 %  disinfektan + 50 % air dan 25 % disinfektan + 75 % air dengan waktu lama perendaman 1,2, dan 3 menit Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukan bahwa perendaman dengan cairan disinfektan dapat menurunkan karakteristik campuran aspal beton,. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh lamanya waktu perendaman disetiap variasi kadar disinfektan, pada kadar aspal optimum yaitu kadar  aspal 6 %  dan dikadar 100 % disinfektan pada waktu 3 menit. Hasil yang diperoleh  pada kadar aspal optimum saat pengujian seperti nilai stabilitas yaitu 1679,88 kg; nilai VIM  yaitu 12,38; nilai VFA yaitu 41,44; nilai flow yaitu 3,21; nilai VMA 20,97; dan nilai MQ yaitu 522,78.
EVALUASI KINERJA PELAYANAN ANGKUTAN KOTA DI KOTA CILEGON (Trayek : Merak : Cilegon) Arief Budiman; Rindu Twidi Bethary; Dandi Siswanto
Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.379 KB) | DOI: 10.36055/jft.v1i1.2001

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dugaan kurang optimalnya pelayanan trayek angkutan kota CilegonMerak. Hal ini diterlihat dengan menumpuknya penumpang pada jam-jam sibuk dan sedikitnya penumpang pada jam-jam tertentut. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian mengenai Evaluasi Kinerja Pelayanan Angkutan Kota Di Kota Cilegon khususnya pada trayek Cilegon – Merak. Penelitian mengenai evaluasi kinerja ini menggunakan dua indikator penilaian yaitu penilaian pada sisi penumpang dengan menggunakan Indikator Standar Pelayanan Angkutan Umum yang dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Darat tahun 1999 dan penilaian dari sisi operator angkutan kota pemilik/supir/penyewa angkutan kota) dengan menggunakan perbandingan antara pemasukan dengan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Penelitian ini melewati dua tahap mengumpulan data, tahap yang pertama dilakukan untukmenetukan jumlah sampel dengan menggunakan metode Simple Random Sampling.Tahapan selanjutanya dilakukan untuk mengumpulkan data mengenai indikator kinerja angkutan umum yang berupa load factor dinamis, headway, tingkat occupancy, frekuensi kendaraan, serta biaya operasi kendaraan. Dari hasil analisa didapatkan bahwa load factor pada jam sibuk, kecepatan perjalanan, waktu tunggu, headway, frekuensi kendaraan, waktu perjalanan memperoleh nilai Baik. Sedangkan kriteria sedang diperoleh dari kriteria waktu pelayanan, awal dan akhir perjalanan.Secara keseluruhan kinerja pelayananangkutan kota pada trayek Cilegon – Merak berkinerja Baik (bobot nilai 22). Dilihat dari Biaya Operasi Kendaraaan (BOK) maka didaptkan nilai BOK sebesar Rp. 7.185.210,- per bulan jika dibandingkan dengan pendapatan operator sebesar Rp. 7.962.510,- per bulan maka keuntungan yang diperoleh setiap bulannya sebesar Rp. 777.300,-.