Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Nilai Rasio Neutrofil Limfosit dan Red Cell Distribution Width pada Neonatus Sepsis Machya, Farish; Darussalam, Dora; Herdata, Heru Noviat; Haris, Syafruddin; Edward, Eka Destianti; Dimiati, Herlina
Sari Pediatri Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.3.2024.146-51

Abstract

Latar belakang. Insiden sepsis pada negara berkembang sampai saat ini masih tinggi. Banyaknya faktor risiko yang memengaruhi, menjadikan sepsis sebagai penyumbang tingginya angka kematian pada bayi. Diagnosis yang seringkali terlambat ditegakkan karena pemeriksaan kultur darah sebagai Gold Standard baru bisa didapatkan hasilnya setelah beberapa hari. Deteksi dini sepsis neonatorum dapat diltegakkan salah satunya dengan pemeriksaan rasio neutrofil limfosit dan red cell distribution width.Tujuan. Menilai rasio neutrofil limfosit, red cell distribution width, dan faktor risiko pada neonatus dengan diagnosis sepsis di neonatal intensive care unit - NICU Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh dengan luaran kematian.Metode. Penelitian desain kohort retrospektif dengan data rekam medis neonatus di NICU Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh, dari Februari hingga Oktober 2023. Sebanyak 43 neonatus dengan diagnosis sepsis yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik demografis, hasil laboratorium, serta luaran klinis. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dan analisis multivariat dengan SPSS versi 20.0.Hasil. Diperoleh 88,3% neonatus menunjukkan peningkatan NLR, dan 86,05% mengalami peningkatan RDW. Terdapat hubungan signifikan antara metode persalinan sectio caesaria (p<0,03) dengan peningkatan risiko mortalitas. Neonatus dengan berat badan ?2500 gram dan usia gestasi preterm lebih sering mengalami peningkatan NLR dan RDW. Kesimpulan. Peningkatan nilai rasio neutrofil limfosit lebih banyak terjadi pada neonatus sepsis dibandingkan nilai red cell distribution width.
Evaluasi Pengetahuan dan Tindakan Ibu terhadap Diare pada Balita Puskesmas Banda Raya Salsabila, Nisa; Dimiati, Herlina; Maharani, Cut Rika; Saputra, Irwan; Aini, Zahratul
Sari Pediatri Vol 25, No 5 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.5.2024.310-15

Abstract

Latar belakang. Diare masih menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian pada balita. Diare dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah pengetahuan dan perilaku ibu Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku ibu dengan penanganan diare pada balita di Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu dengan balita yaang berdomisili di Banda Raya berjumlah 96 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Penelitian menggunakan instrumen kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-squre. Hasil. Mayoritas responden dengan usia 21-35 tahun (66,7%), pendidikan SMA (55,2%), mayoritas ibu di Kecamatan Banda Raya bekerja sebagai ibu rumah tangga (79,2%), dengan umur anak 1 hingga 2 tahun (55,2%). Analisis data menggunakan uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan penanganan diare pada balita (p=<0,05). Serta terdapat hubungan antara perilaku ibu dengan penanganan diare pada balita (p=<0,05). Kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan perilaku ibu berhubungan dengan penanganan diare pada balita di Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh.
Stres Ibu Menyusui dan Keberhasilan ASI Eksklusif di Banda Aceh: Studi Cross-Sectional Aminah, Siti; Dimiati, Herlina; Utami, Niken Asri
Sari Pediatri Vol 26, No 3 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.3.2024.164-70

Abstract

Latar belakang. Pemberian ASI eksklusif mulai sejak bayi berusia 0-6 bulan pertama kehidupan, memberikan dampak positif bagi bayi dan juga ibu. Beberapa faktor seperti nutrisi ibu, frekuensi menyusui, pengetahuan ibu, dukungan keluarga, pekerjaan, dan stres yang dialami ibu dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres pada ibu menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Banda Raya Banda Aceh.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan berjumlah 68 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Data tingkat stres ibu diperoleh dari hasil pengisian kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10).Hasil. Responden dengan tingkat stres ringan memberikan ASI eksklusif (84,9%). Responden dengan tingkat stres sedang mayoritas tidak memberikan ASI eksklusif (60,7%), dan responden dengan tingkat stres berat tidak memberikan ASI eksklusif (100%). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan p value sebesar 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi – 0,503 (hubungan sedang).Kesimpulan. Terdapat hubungan tingkat stres pada ibu menyusui terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif, yaitu semakin ringan tingkat stres akan semakin tinggi keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin Plasma sebagai Prediktor Gangguan Fungsi Ginjal pada Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Asianotik di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Safrizal, Safrizal; Dimiati, Herlina; Amna, Eka Yunita; Sovira, Nora; Haris, Syafruddin; Darussalam, Dora
Sari Pediatri Vol 26, No 4 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.4.2024.218-23

Abstract

Latar belakang. Penyakit jantung bawaan asianotik merupakan kelainan struktur dan fungsi jantung sejak lahir yang tidak ditandai dengan sianosis. Morbiditas PJB asianotik signifikan, dengan prevalensi 69,3-78,5%. Pada PJB dapat terjadi gangguan fungsi ginjal yang dapat meningkatkan mortalitas pada anak. Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin (NGAL) plasma merupakan penanda prediktor gangguan fungsi ginjal pada anak. Tujuan. Mengetahui kadar NGAL plasma sebagai prediktor gangguan fungsi ginjal pada anak dengan penyakit jantung bawaan asianotik.Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan prospektif pada anak usia 1 tahun sampai 10 tahun dengan diagnosis PJB asianotik yang melakukan rawat jalan maupun rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Banda Aceh pada bulan Februari hingga Juni 2024 yang memenuhi kriteria penelitian.Hasil. Dari 35 anak dengan PJB asianotik, terbanyak berusia usia 1 tahun sampai dengan kurang dari 5 tahun (41,7%). Sebanyak 31,2% anak dengan diagnosis defek septum atrium terdapat gangguan fungsi ginjal. Kadar NGAL plasma sebesar 100,18 ng/ml menjadi cut-off point gangguan fungsi ginjal pada anak dengan PJB asianotik. Pada nilai AUC sebesar 0,95 didapat nilai sensitivitas, spesifisitas, PPV dan NPV masing-masing sebesar 100%; 94,73%; 94,1%; dan 100%. Kadar NGAL plasma pada anak dengan PJB asianotik memiliki hubungan signifikan (p=0,001) dengan gangguan fungsi ginjal.Kesimpulan. Neutrophil Gelatinase-Associated Lipocalin plasma dapat digunakan sebagai prediktor gangguan fungsi ginjal pada anak dengan PJB asianotik.
Precise Electrocardiogram Signal Analysis Using ResNet, DenseNet, and XceptionNet Models in Autistic Children Yunidar, Yunidar; Melinda, Melinda; Albahri, Albahri; Ramadhani, Hanum Aulia; Dimiati, Herlina; Basir, Nurlida
Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics Vol 7 No 4 (2025): October
Publisher : Department of Electromedical Engineering, POLTEKKES KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/jeeemi.v7i4.1044

Abstract

In autistic children, one of the important physiological aspects to be examined is the heart condition, which can be assessed through electrocardiogram (ECG) signal analysis. However, ECG signals in autistic children often contain interference in the form of noise, making the analysis process, both manual and conventional, challenging. Therefore, this study aims to analyze the ECG signals of autistic children using a classification method to distinguish between two main conditions: playing and calm conditions. A deep learning approach employing the Convolutional Neural Network (CNN) architectures was used to obtain accurate results in distinguishing the heart conditions of autistic children. The data used consists of 700 ECG signal data in each class, processed through the filtering, windowing, and augmentation stages to obtain balanced data. Three CNN architectures, ResNet, DenseNet, and XceptionNet, were tested in this study. Although these architectures are originally designed for 2D and 3D image data, modifications were made to adapt the input data structure to perform 1D data calculations. The evaluation results show that the XceptionNet model achieved the best performance, with accuracy, precision, recall, and F1-score of 97,14% each, indicating a good ability in capturing the complex patterns of ECG signals. Meanwhile, the ResNet obtained good results with 96,19% accuracy, while DenseNet performed slightly lower results with 94,76% accuracy and evaluation metrics. Overall, this study demonstrates that a deep CNN architecture based on dense connections can enhance the accuracy of ECG signal classification in autistic children.
Spatial analysis and specific nutrition intervention factors associated with the prevalence of stunting in Aceh Province, 2022 Azhari, Azhari; Yani, Muhammad; Dimiati, Herlina; Nurjannah, Nurjannah
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 4 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i4.3011

Abstract

Aceh is an Indonesian province with a persistently high prevalence of stunting. Spatial analysis of the prevalence of stunting and the performance of specific nutrition interventions provides essential evidence for identifying priority areas for action. Mapping intervention coverage enables local governments to determine strategic measures tailored to district needs. This study aimed to map and analyze the relationship between stunting prevalence and the coverage of specific nutrition interventions, including (1) supplementary feeding for pregnant women, (2) iron–folic acid supplementation for pregnant women, (3) iron supplementation for adolescent girls, (4) exclusive breastfeeding, (5) supplementary feeding for underweight children, (6) growth monitoring, and (7) basic immunization. A cross-sectional design was applied to 23 districts/cities in Aceh. Secondary data were obtained from the 2022 Indonesian Nutrition Status Survey (INSS) and Aceh Provincial Health Office profile. Spatial mapping was conducted using overlay techniques, followed by linear regression analysis to assess the association between intervention coverage and district-level stunting prevalence. Supplementary feeding of pregnant women was significantly associated with stunting prevalence (p= 0.040). No significant associations were observed for iron folic acid supplementation in pregnant women (p= 0.961), iron supplementation in adolescent girls (p= 0.066), exclusive breastfeeding (p= 0.559), supplementary feeding for underweight children (p= 0.347), growth monitoring (p= 0.318), or basic immunization (p= 0.219). In conclusion, supplementary feeding for pregnant women is significantly associated with stunting prevalence, underscoring its critical role in specific nutritional interventions and its relevance in developing targeted regional policies
Association of nutritional status and laboratory parameters with heart failure among children with congenital heart disease Dimiati, Herlina; Akbar, Zaki
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 4 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i4.2731

Abstract

Congenital Heart Disease (CHD) is a structural and functional abnormality of the heart that occurs at birth. If left untreated, CHD can lead to heart failure, respiratory infection, and malnutrition. Data on nutritional status, anemia, leukocyte count, and serum 25-hydroxy vitamin D [25(OH)D] levels in pediatric CHD patients with heart failure remain limited.  This study aimed to analyze the correlation between nutritional status, anemia, leukocyte count, and serum 25-Hydroxy vitamin D levels, and heart failure in children with CHD. A cross-sectional study was conducted at three hospitals in Banda Aceh from August 1, 2022, to July 31, 2023. Pediatric patients with CHD underwent anthropometric, echocardiographic, and laboratory examinations. The exclusion criteria included renal, urinary, endocrine, and hematologic-oncological disorders. Data were analyzed using SPSS version 26.0, and the Mann–Whitney U test was applied for nonparametric variables. Results: Of the 128 patients with CHD (46.1% men), 78.9% had heart failure. Poor nutritional status was found in 49.2% of patients, and anemia in 51.6%, with many showing abnormal leukocyte counts and low serum 25(OH)D levels. Low serum 25(OH)D levels (p=0.010; OR=6.7) and abnormal leukocyte counts (p=0.000; OR=55.6) were significantly associated with heart failure. In conclusion, low serum 25(OH)D levels and abnormal leukocyte counts significantly increase the risk of heart failure in children with CHD.
Determinan Faktor Risiko pada Ibu Terhadap Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Andriyani, Dia; Dimiati, Herlina; Maharani, Cut Rika; Sovira, Nora; Dewi, Teungku Puspa
Sari Pediatri Vol 27, No 5 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.5.2026.290-8

Abstract

Latar belakang. Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan <2500 gr. Kondisi BBLR merupakan salah satu indikator penting yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas bayi.Tujuan. Mengetahui determinan faktor risiko pada ibu terhadap kejadian bayi BBLR di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA).Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control. Sampel terdiri dari ibu yang melahirkan bayi BBLR cukup bulan sebagai kelompok kasus dan ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan lahir normal cukup bulan sebagai kelompok kontrol. Penelitian dilakukan pada Oktober–November 2025 menggunakan data sekunder rekam medis ibu dan bayi periode 2023–2025 yang dikumpulkan secara retrospektif. Pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Faktor risiko yang diteliti meliputi kualitas dan frekuensi ANC, usia ibu, paritas, preeklamsia, status gizi, riwayat asma, serta paparan asap rokok ibu selama kehamilan. Analisis data menggunakan regresi logistik biner dan berganda.Hasil. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh antara kualitas ANC ibu (p=0,035; OR=2,3), frekuensi ANC ibu (p=0,015; OR=2,9), paritas ibu (p=0,036; OR=2,29), preeklamsia ibu (p=0,031; OR=4,35), status gizi ibu (p=0,044; OR=2,64) dan status paparan asap rokok pada ibu (p=0,043; OR=2,34) terhadap kejadian bayi BBLR. Hasil analisis mutivariat menunjukkan status paparan asap rokok pada ibu merupakan faktor risiko determinan terhadap kejadian bayi BBLR (p=0,041; OR=2,664) Kesimpulan. Terdapat pengaruh antara kualitas ANC, frekuensi ANC, paritas, preeklamsia, status gizi, dan status paparan asap rokok pada ibu terhadap kejadian bayi BBLR di RSUDZA. Determinan faktor risiko pada ibu terhadap kejadian bayi BBLR di RSUDZA adalah paparan asap rokok pada ibu selama kehamilan.
Relationship Between Behavioral and Emotional Problems Using the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) and Academic and Sports Achievement Index Among Students at State Sports-Talented High School in Aceh Kuine, Mestika; Dimiati, Herlina; Thaib, T.M.; Andid, Rusdi; Yusuf, Sulaiman; Amna, Eka Yunita
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v5i1.866

Abstract

Adolescence represents a vulnerable developmental period characterized by rapid behavioral and emotional changes that significantly influence academic achievement and sports performance. The Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) is a standardized screening instrument widely utilized to assess emotional symptoms, conduct problems, hyperactivity, peer relationship difficulties, and prosocial behavior in adolescents. This study aimed to investigate the relationship between behavioral and emotional problems measured by SDQ and academic and sports achievement indices among students at State Sports-Talented High School in Aceh. An observational analytical study with cross-sectional design was conducted involving 108 students aged 15-18 years. Data collection utilized SDQ self-report questionnaire, academic records, and sports achievement documentation. Statistical analysis employed Mann-Whitney test for academic achievement and Fisher's exact test for sports achievement with 95% confidence level. Total difficulties score demonstrated significant associations with academic achievement (p=0.035) and sports achievement (p=0.010). Emotional problems subscale showed significant correlations with both academic (p=0.007) and sports achievement (p=0.038). Conduct problems and peer relationship difficulties exhibited highly significant associations with sports achievement (p=0.001 and p<0.001 respectively). The findings indicated that 26.9% of participants reported abnormal total difficulties scores, suggesting a need for intervention. Behavioral and emotional problems significantly correlate with academic achievement and sports performance among talented sports students. These findings emphasize the importance of routine mental health screening using SDQ in sports-specialized schools to enable early identification and timely intervention