Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PRESTASI KERJA PERSEMAIAN PADA AREAL KEBUN BIBIT PUTERA PANNJALU UPT CEMPAKA DI KECAMATAN CEMPAKA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Nur Vitta Sari; Arfa Agustina Rezekiah; Daniel Itta
Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 3 edisi November 2020
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v8i3.9635

Abstract

The achievement of this work is done to identify the necessary work time in the nursery of the Putera Pannjalu seed Garden by knowing the level of efficient work achievement. This research aims to calculate the performance of work on seedlings at the Putera Pannjalu Nursery TIU (Technical Implementing Unit) Cempaka. The working time measurement uses a Cumulative method. Cumulative method is a method used in the actual work time measurement of any working element that the hand continues to run without returning to zero to the end. Work time measurement is performed on each activity cycle. Measuring the performance of seedlings in the plantation of PT. Putera Pannjalu TIU Cempaka consists of filling activities such as polybag, weaning, watering, maintenance and grow grass. Working performance measurement time at 07:30 am to 16:30 pm for seven days. The result of the polybag filling measurement is done by three workers with an average obtained for one week produce 202 polybag/hour/person, for the weaning activities by three workers with an average of 639 polybag/hour/person. While in measuring the performance of watering work performed by two workers get an average work performance of 79,838 polybag/hour/person. On the treatment activities acquired average of 19,739 polybag/hour/person and for the average performance of the work of the material of 14,898 polybag/hr/person. The results of the measurement of work performance in the Putera Pannjalu nursery of TIU Cempaka are influenced by age, sex and duration of work.
PERSEPSI MASYARAKAT SUKU DAYAK HANTAKAN BARABAI TERHADAP KEGIATAN IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) ANEKA OLAHAN BUAH DURIAN Arfa Agustina Rezekiah; Rosidah Rosidah; Siti Hamidah
Jurnal Hutan Tropis Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 2 Edisi Juli 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v3i2.1523

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan pada masyarakat suku dayak Kecamatan Hantakan di desa Haruyan Dayak dan desa Patikalain. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat dalam upaya pengolahan produk buah durian. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data evaluasi adalah wawancara langsung menggunakan kuesioner terstruktur untuk data kuantitatif dan atau menggunakan kuesioner terbuka untuk data kualitatif, observasi (pengamatan langsung) untuk mengukur keterampilan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Persepsi masyarakat tentang kegiatan Pengabdian Pada masyarakat yang dilakukan, dari 25 responden masyarakat desa Haruyan Dayak dan 25 orang dari desa Patikalain menunjukkan 80% setuju dan isi materi mudah dipahami masyarakat dan 20 % kurang memahami. Sikap masyarakat tentang demontrasi pengolahan aneka olahan buah durian 85 % memahami dan mengetahui dan selebihnya 15 % tidak tahu dan kurarng memahami. Persepsi tentang kemasan produk yang dicontohkan Tim Pengabdi 64 % setuju dan tertarik, 20 % tidak tahu apakah nanti kalau membuat produk makanan dan minuman hanya untuk dikonsumsi sendiri dan 16% tidak faham dan tidak punya keinginan untuk membuat kemasan. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat dayak adalah tingkat pendidikan, pengetahuan yang turun temurun serta mata pencaharian masyarakat dayak sebagai petani. Kata kunci : Persepsi, Suku dayak, Ipteks bagi masyarakat, Aneka olahan buah durian
KUALITAS MADU HUTAN KECAMATAN TABUKAN BARITO KUALA DAN KEMUNGKINAN PENGEMBANGANNYA Rosidah Radam; Arfa Agustina Rezekiah; Eva Prihatiningtyas
Jurnal Hutan Tropis Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 2 Edisi Juli 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v4i2.3605

Abstract

Honey have a various colour, smell, and taste, depending on the dominant plants in their surroundings. Honey May consumed as Food agent and traditional cure, containing nectar or exudate-sugar from the plants collected by honeybees that benefit for traditional Cure in Community. Honey utility dependent on its Product purity. This Research is aimed to observe the quality of Common honey that collected from Tabukan Residence, so that we can give suggestion for further development. Honey quality Test is occupied in Laboratory of Research and Industrial Standardization Board Banjarbaru South Kalimantan. Honey quality Test Parameters are: Water content, Ash level, insoluble solid, reductor sugar, and sucrose Sugar content. The result shows that natural honey in Tabukan regency containing Water content 17%, Ash level 0.26%, insoluble solid 1.41%, reductor Sugar 65.63%, and sucrose Sugar content 3.82%. Comparing with the SNI 01-3545-2004 honey quality standards, the honey in this Research have a very good quality, because it fulfilled all Test parameter requirements. Thus, insoluble solid gains 1.41% which is higher from the 0.5% maximum SNI standard. So we can suggest that Natural Honey in Tabukan Regency May be developed by stump system.Madu memiliki warna, aroma dan rasa yang berbeda-beda,tergantung pada jenis tanaman yang banyak tumbuh di sekitarnya. Madu digunakan sebagai agen makanan dan obat tradisional, mengandung nektar atau gula eksudat dari tanaman yang dikumpulkan oleh lebah madu serta merupakan salah satu obat tradisional yangdigunakan oleh masyarakat. Khasiat madu sangat ditentukan dengan kemurnian produk madu yang  dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahuikualitas madu yang diperoleh di Kecamatan Tabukan yang banyak dipasarkan dan digunakan masyarakat, sehingga dapat dipikirkan pengembangannya. Pengujian kualitas madu dilakukan di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri Banjarbaru Kalimantan Selatan. Parameter uji  kualitas madu  adalah : Kadar air,  Kadar abu, benda padattak larut air, Gula Pereduksi, dan Kadar gula Sukrosa. Data hasil pengujian kualitas madu ditabulasi dan disimpulkan secara deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa madu alam Kecamatan Tabukan mengandung kadar air 17 %, kadar abu 0,26 %, benda padat yang tak larut dalam air 1,41 %, kadar  gula pereduksi 65,63 %, Kadar Gula Sukrosa 3,82 %, Hasil   uji madu  tersebut  berkualitas sangat baik karena sudah memenuhi persyaratan  standar mutu madu SNI 01-3545-2004. Kecuali benda padatyang tak larut air 1,41 % lebih tinggi dari SNI 01-3545-2004 yaitu maksimal 0,5 %. Oleh karena itu madu alam Kecamatan Tabukan tersebut dapat dikembangkan melalui peternakan lebah dengan sistem stup.
KARAKTERISTIK BRIKET ARANG TUMBUHAN BAWAH HUTAN RAWA GAMBUT Susilawati Susilawati; Arfa Agustina Rezekiah; Yusanto Nugroho; Trisnu Satriadi
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i2.14122

Abstract

Minyak bumi adalah energi yang tidak dapat diperbaharui, tetapi dalam kehidupan sehari-hari bahan bakar minyak masih menjadi pilihan utama sehingga akan mengakibatkan menipisnya cadangan minyak bumi. Hal ini menyebabkan timbulnya kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan bahan bakar di masa yang akan datang, dengan demikian perlu diupayakan sumber energi alternaltif lain yang berasal dari bahan baku yang bersifat kontinyu dan dapat diperbaharui seperti energi biomassa yaitu biobriket.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas biobriket yang berasal dari beberapa jenis tumbuhan bawah lahan gambut di hutan lindung Liang Anggang. Parameter yang digunakan uji karakteristik briket arang tersebut meliputi kerapatan, nilai kalor, kadar abu, kadar air, kadar zat terbang, dan kadar karbon terikat. Analisis pengujian briket arang menggunakan metode box and whisker plot 3 x 5 (3 ulangan dan 10 perlakuan). Hasil kualitas briket arang pada pengujian kerapatandengan rata-rata berkisar pada nilai 0,4890 gr/cm3 - 0,6632 gr/cm3, semakin tinggi nilai kerapatan maka semakin baik pula, dikarenakan briket tidak cepat habis pada saat dibakar. Hasil pengujian nilai kalor berkisar pada 3718,80 kal/gr - 6388,53 kal/gr, pengujian kadar abu bernilai pada 5,6433% - 35,6733%, pengujian kadar air menghasilkan 4,2300% - 9,6600%, dan memiliki nilai zat terbang pada 36,6067% - 50,7800%, serta menghasilkan kadar karbon terikat pada nilai 21,1133% - 57,4800%. Hasil uji briket yang memenuhi SNI yaitu rata-rata pada nilai kerapatan, nilai kalor, dan kadar air, sedangkan untuk kadar abu, kadar zat terbang, dan kadar karbon terikat tidak memenuhi SNI, hasil uji yang tidak memenuhi standar dapat disebabkan karena pada proses pengarangan bahan baku dan pembuatan/pencetakan briket kurang maksimal, atau bahkan dari bahan bakunya itu sendiri.
PEMANFAATAN SUMBERDAYA HUTAN OLEH SUKU DAYAK MERATUS KALIMANTAN SELATAN Arfa Agustina Rezekiah; Abdi Fithria; Adi Rahmadi
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 2 EDISI JULI 2021
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v9i2.11273

Abstract

Dayak Meratus in Loklahung Village, Loksado District, South Hulu Sungai Regency, South Kalimantan is one of the tribes living around the forest. They use forest resources to meet their daily needs. This research aims to analized the utilization of types and the forms of forest resources by indigenous peoples.   Data collecting that used in this research are in-depth interviews and field observations. The analysis of data used tabulation matrix and qualitative description. The results showed that the utilization of forest resources is inherited from ancestors. The utilization of forest resources is mostly carried out in the forest in the form of activities: (1) Finding fuel and firewood; (2) Hunting; (3) Looking for handicraft materials; (4) Looking for nontimber forest products and (5). Looking for medicinal ingredients.  The perception of dayak meratus people to the impact of forest resource utilization both flora and fauna belongs to the moderate category.
ANALISA USAHA LEBAH MADU HUTAN DAN KUALITASNYA BUSINESS ANALYSIS AND QUALITY OF FOREST HONEY BEE Fatriani Fatriani; Arfa Agustina Rezekiah; Adistina Fitriani
Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 1 Edisi Maret 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v2i1.1619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa biaya, pendapatan dan keuntungan usaha lebah madu serta menganalisa kualitas madu yang dihasilkan oleh usaha lebah madu. Lokasi penelitian berada di Desa Telaga Langsat Kecamatan Tangkisung Kabupaten Tanah Laut. Biaya dari usaha lebah madu terhadap 214 stup atau kotak lebah madu sebesar Rp. 114.717.000,00. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 463.083.000,00 per tahun. Hasil uji laboratorium, parameter yang memenuhi standar SNI adalah kadar abu, kadar kotoran, dan kadar tembaga sedangkan kadar gula masih jauh di bawah SNI.Kata Kunci: analisa usaha, lebah madu, kualitas
CADANGAN KARBON DI ATAS PERMUKAAN TANAH PADA BERBAGAI SISTEM PENUTUPAN LAHAN DI SUB-SUB DAS AMANDIT Syam’ani Syam’ani; Arfa Agustina Rezekiah; Susilawati Susilawati; Yusanto Nugroho
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 2 Edisi September 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v13i2.1531

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cadangan karbon pada berbagai sistem penutupan lahan terutama pada sistem penggunaan lahan yang ada di lokasi. Pengukuran cadangan karbon dilakukan pada setiap karakter penggunaan lahan. Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh 15 kelas penggunaan lahan. Selanjutnya, cadangan karbon diukur pada masing-masing 15 titik penggunaan lahan tersebut, yang meliputi hutan lahan kering primer, hutan lahan kering sekunder, lahan terbuka, pemukiman, pertambangan, pertanian lahan kering, pertanian lahan kering campur semak, semak belukar, semak belukar rawa.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan karbon pada Hutan Primer sebesar 214.234558 Mg/ha,  Hutan Rawa sebesar 109.5401358 Mg/ha, Hutan Sekunder sebesar 76.398847 Mg/ha, Hutan Tanaman sebesar 52.24720899 Mg/ha, Kebun Campuran sebesar 75.91800164 Mg/ha, Kebun Sawit sebesar 37.09233138 Mg/ha, Permukiman sebesar 39.759732 Mg/ha, Rawa sebesar 2.75091684 Mg/ha, Sawah sebesar 1.539459 Mg/ha, Semak Belukar sebesar 4.352907065 Mg/ha, Semak Belukar Rawa sebesar 9.147026299 Mg/ha, dan Tegalan sebesar 1.15919241 Mg/ha. Dengan demikian, total penyimpanan karbon terbesar terdapat pada penggunaan lahan Hutan Primer, dilanjutkan penggunaan lahan Hutan Rawa dan Hutan Sekunder. Sementara total penyimpanan C terkecil terdapat pada penggunaan lahan Tegalan.Kata Kunci: Cadangan karbon, emisi karbon, biomassa, penggunaan lahan, amandit
SIFAT FISIS DANMEKANIS PAPAN PARTIKEL DARI SABUT KULIT BUAH NIPAH (Nyfa fruticans Wurmb) Rosidah Rosidah; Mochamad Arief Soendjoto; Arfa Agustina Rezekiah
Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 1 Edisi Maret 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v7i1.7217

Abstract

Coco Palm-nypa fruit leather (Nyfa fruticans Wurmb) were usually dumped away and not utilized. This research aims to get a Palm fruit flour composition variations as extender on urea adhesive formaldehyde; and physical and mechanical properties of the tested particle board that it generates. Particle board raw materials used 100% of the Coco Palm fruit leather. The adhesive used is urea formaldehyde with a Palm fruit flour composition variations as extender is A = 100% flour nypa, B = 75% of Palm starch and wheat flour, 25% C = 50% flour nypa and 50% wheat flour, D = 25% nypa flour 75% wheat flour , and e. 100% wheat flour. To test the influence of the treatment to physical mechanical properties, the Complete Random Design was applied. The results showed that variations of the extender composition Palm fruit flour to urea formaldehyde adhesive has no significance effect to the water content value, but have significant effect to firmness of broken (MoR) and supple dependability (MoE).
USAHA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DAN NILAI TAMBAH KERAJINAN PURUN Labor Productivity improvement business and Value added purun Craft Magdalena Yoesran; Gunawansyah Gunawansyah; Arfa Agustina Rezekiah
Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 2 Edisi Juli 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v2i2.1580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat produktivitas tenaga kerja/pengrajin purun, menentukan faktor-faktor penentu (yang berpengaruh) terhadap produktivitas tenaga kerja/pengrajin purun, menghitung besarnya kebutuhan modal dari setiap jenis kerajinan purun, menentukani nilai tambah setelah adanya perlakuan terhadap bahan baku dengan memakai bahan Urea sebagai stabilisator (pencegahan pecah) dan PEG 1000 sehingga mampu meningkatkan kualitas produk kerajinan purun.  Hasil dari penelitian menunjukkan produktivitas jam kerja pengrajin pertahunnya sebesar 1209,6 jam untuk tikar dan 696.96 untuk bakul, dengan menghasilkan produktivitas rerata 43,2 kerajinan tikar dan bakul 1795,37.Secara berurutan faktor-faktor penentu terhadap produktivitas tenaga kerja/pengrajin purun yaitu pendidikan, umur, jumlah tanggungan, pengalaman kerja dan status perkawinan.Nilai tambah kerajinan tikar purun sebesar Rp. 28.586.325 dan nilai tambah dari kerajinan bakul putu sebesar Rp.38.800.834.  Besarnya kebutuhan modal per bulan untuk kerajinan tikar purun  Rp.58.450,-, bakul Rp.198.850,-, tikar purun +  urea 5% Rp.128.450,-, bakul purun + urea 5% Rp.325.107,- dan tikar + warna + urea 5% Rp.164.450,-. Pengaruh perlakuan yang paling baik terhadap keteguhan tarik adalah perlakuan PEG 1000 dosis 10%, untuk mulur adalah perlakuan PEG 1000 dosis 5%, dan untuk kadar air pengaruh dari perlakuan urea dosis 10% memberikan pengaruh yang terbaik.Kata Kunci: usaha, tenaga kerja, nilai tambah, kerajinan purun
ANALISIS SALURAN PEMASARAN KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) DI KECAMATAN LOKSADO KALIMANTAN SELATAN Arfa Agustina Rezekiah; Muhammad Helmi; Lolyta Lolyta
Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 3 Edisi November 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v1i3.1547

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis saluran tataniaga kayu manis, menghitung biaya tataniaga pada saluran kayu manis, menganalisis distribusi margin pemasaran kayu manis, menganalisis efisiensi sistem tataniaga kayu manis. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Loksado.  Objek penelitian adalah petani dan pengumpul kayu manis serta para pelaku ekonomi pemasaran yang terkait dalam saluran pemasaran.  Data-data yang telah diperoleh kemudian dianalisa berdasarkan margin pemasaran (Mp = Pr – Pf     atau     Mp = ∑ Bi + ∑ Ki), , bagian petani (Sp = Pf/Pr  x 100%), margin keuntungan (Mki = Harga Jual – (Harga Beli + Biaya)) dan mark up on selling (Mark up on selling (Efisiensi operasional) = (Margin pemasaran / Harga jual) x 100%).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran untuk kayu manis di Kecamatan Loksado ada 4 pola yaitu: (1) Petani-Konsumen (2) Petani-Pengumpul-Pedagang-Konsumen (3) Petani-Pengumpul-Pedagang Besar-Konsumen (4) Petani-Pengumpul-Pedagang Besar-Pedagang Kecil-Konsumen.  Secara keseluruhan saluran pemasaran kayu manis adalah efisien. Jika ditinjau dari sudut pandang petani maka pola 1 (Petani – Konsumen) adalah yang lebih efisien karena petani mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, dan jika ditinjau dari sudut pandang lembaga pemasaran maka pola 2 (Petani – Pengumpul – Pedagang (Kandangan) – Konsumen) yang lebih efisien. Kata kunci: kulit kayu manis, saluran pemasaran
Co-Authors - Asysyifa - Susilawati Abdi Fithria Abdi Fithria Abdi Fithria Abdul Haliq Sudin M. Batalipu Adi Rahmadi Adi Rahmadi Adistina Fitriani Ahmad Yunani Akbar, Pani Ali, Syamani D Ali, Syam’ani D. Alvhian Noor, Andi Azizah, Noor Aida Candra Candra Damaris Payung Daniel Itta Dewi Ratna Wulan Dewi, Nurul Mellyana Dicky Renaldy Dina Naemah Dionisius Marhaen Gloi Murin Diva, Achmad Arya Eko Budi Setiawan Eko Rini Indrayatie Elis Muslichah Elok Koeswindarti Eny Dwi Pujawati Eva Prihatiningtyas Eva Prihatiningtyas Fahmi, Hilman Fajar Fajar Fatriani Fatriani Ferry, Ferry Firdaus, Noor Fonny Rianawati Friska Septian Pratiwi Gadis Yuniar Paradika Gunawan Gunawan Gunawansyah Gunawansyah Guspianur, Selimi Gusti Syeransyah Rudy Hafizianor Hafizianor Hafizianor Hafizianor, Hafizianor Hamdani Fauzi Jarkasi, Jarkasi Jose Alphama Junaedi Junaedi Junaedi Junaedi Kamil, Naufal Noor Kanti, Rina Kissinger Kissinger Lolyta Lolyta M. Aldi Rahmat Magdalena Yoesran Mitha Permata Amelia Mochamad Arief Soendjoto Mochamad Arief Soendjoto Mufidah Asy’ari Muhammad Dedi Muhammad Hasbi Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Reza Ramadhani Muhammad Ruslan Muhammad Ruslan Muthia Elma Najla, Siti Naparin, Muhammad Nindra Nindra Noor Arida Fauzana Normela Rachmawati Novita Indah Nurnaini Nur Vitta Sari Nur Vitta Sari Nurhasanah Nurhasanah Oktaliana Riadi Putri Prakoso, Yudo Pramudya, Firman Pribadi, Ahdiyaka Jayasukma Prima Dunia Rahmadi Noor Rina Kanti Rina Muhayah Noor Pitri Rina Muhayah Noor Pitri, Rina Muhayah Noor Rinakanti, Rinakanti Risnawati Risnawati Rosidah - Rosidah Radam Saputri Aulia Sariana Sariana, Sariana Shiba, Yasinta Nur Siti Hamidah Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati SYAHRANI SYAHRANI Syam'ani Syam'ani, Syam'ani Syamani D. Ali Syam’ani, Syam’ani Tisha Wildayanti Ramadhini Trisnu Satriadi Udiansyah Udiansyah, Udiansyah Wahyudi, Firman Pramudya Rahmat Wahyuni Ilham Wahyuni Ilham Yasinta Nur Shiba Yasinta Nur Shiba Yazid Busthami Yuniarti Yuniarti Yusanto Nugroho Yusanto Nugroho Yusuf Aziz